cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year, containing research articles, review, and short communication in pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biologjcal pharmacy, pharmaceutical sciences and clinical pharmacy research and practice of pharmacy in industry, clinic, and community practice, such as pharmacies, distributors, and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Uji Efektivitas Antihiperurisemia Kombinasi Infusa Daun Salam dan Daun Kemangi pada Mencit Putih Jantan (Mus Muscullus) yang Diinduksi Potassium Oksonat Aprilianti, Rakhmadani Gadis
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4886

Abstract

Hiperurisemia merupakan suatu kondisi meningkatnya kadar asam urat atau uric acid pada darah. Hiperurisemia terjadi karena faktor penurunan ekskresi asam urat dari ginjal dan pembentukan asam urat yang berlebih. Kadar asam urat yang berlebih dapat dikurangi dengan mengkonsumsi antioksidan. Manusia tidak mempunyai banyak cadangan antioksidan dalam tubuhnya, sehingga tubuh memerlukan antioksidan eksogen apabila terpapar radikal bebas berlebih. Antioksidan eksogen dapat berupa antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami yaitu Kombinasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Walp dan Daun Kemangi (Ocimum basilicum). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah kombinasi ekstrak infusa daun kemangi dan daun salam dapat menurunkan kadar asam urat. Hasil penapisan fitokimia adanya senyawa flavonoid yang terdapat didalam kedua tanaman ini yang berpotensi sebagai antihiperurisemia karena flavonoid berperan sebagai inhibitor xantin oksidasi. Pada penelitian ini kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 3, 5, dan 7g/kgBB terbukti memiliki efek yang sama dengan kontrol positif allopurinol 100mg/kgBB yaitu dapat menurunkan kadar asam urat, namun dosis yang dapat menurunkan kadar asam urat paling besar terdapat pada kombinasi ekstrak daun salam dan daun kemangi dosis 5g/kgBB. 
Hubungan Faktor Risiko Pasien Diabetes Melitus dengan Hipertensi Terhadap Kejadian Drug Related Problems (DRPs) di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hardyanti, Rizqi Irma; Utami, Primanitha Riana; Susanti, Irma
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4879

Abstract

Prevalensi diabetes melitus meningkat setiap tahun dan merupakan suatu kelompok metabolisme terjadi karena kelainan sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Diabetes melitus dengan hipertensi menyebabkan Drug Related Problems (DRPs). Faktor risiko untuk Drug Related Problems usia, jenis kelamin, polifarmasi, jumlah diagnosa dan penyakit penyerta. Diabetes melitus dengan hipertensi menambah keberagaman obat (polifarmasi) menyebabkan Drug Related Problems. Tujuan dari penelitian ini untuk memastikan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi, macam-macam Drug Related Problems, dan hubungan faktor risiko pasien diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian Drug Related Problems. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif non-eksperimental dengan  desain penelitian cross-sectional. Populasi pada penelitian 112 pasien. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dari rekam medis pasien dan pengolahan data uji statistik Chi-Square. Dari 88 pasien didapatkan hasil faktor risiko yang menimbulkan penyakit diabetes melitus dengan hipertensi adalah jenis kelamin, usia, indeks masa tubuh, penyakit penyerta, dan polifarmasi. Uji statistik Chi-Square untuk melihat hubungan faktor risiko diabetes melitus dengan hipertensi terhadap kejadian DRP, didapatkan nilai p=0,019; p=0,000; serta p=0,033. Berdasarkan nilai p tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara faktor risiko indeks usia dengan interaksi obat, polifarmasi dengan interaksi obat, dan polifarmasi dengan obat tidak tepat. Polifarmasi menyebabkan interaksi obat yang merugikan, mempengaruhi keaadaan klinis, dan meningkatkan toksisitas pengobatan.
Efektivitas Metode Edukasi terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi di Dusun Wonorejo Purwadi, Faizal Akbar; Rissa, Mexsi Mutia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4578

Abstract

World Health Organization mendefinisikan swamedikasi merupakan suatu proses pengobatan yang dilakukan secara mandiri oleh seseorang mulai dari penanganan keluhan hingga pemilihan atau penggunaan obat. Swamedikasi upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat sebelum mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di dusun Wonorejo. Metode penelitian menggunakan Pre-eksperimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test, dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang memenuhi kriteria iklusi. Analisis data menggunakan SPSS 23 dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi sebelum dilakukan penyuluhan kategori baik sebanyak 39 responden (46,42%), pengetahuan cukup 34 responden (40,47%), pengetahuan kurang 11 responden (13,09%), kemudian hasil setelah dilakukan penyuluhan diperoleh pengetahuan baik sebanyak 71 responden (84,53%). Hasil nilai uji statistik diperoleh Asymp. Sig 0,00 kurang dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi di Dusu Wonorejo.
Formulasi Serbuk Effervescent Buah Mangga Manalagi (Mangifera indica L.var manalagi) Sebagai Antibakteri Escherichia coli Yuliana, Anna; Nurdianti, Lusi; Farid, Rifa Agnia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4912

Abstract

Buah Mangga Manalagi merupakan salah satu buah-buahan yang mempunyai potensi sebagai antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Salah satunya yaitu penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pada penelitian ini buah mangga manalagi diformulasikan menjadi sediaan serbuk effervescent antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan buah mangga manalagi menjadi sediaan serbuk effervescent dan untuk mengetahui aktivitas sediaan antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Standarisasi yang dilakukan pada simplisia buah mangga ini meliputi kadar air, kadar abu total, kadar sari larut etanol dan kadar sari larut air. Adapun untuk evaluasi yang dilakukan untuk menguji sediaan effervescent ini meliputi uji organoleptik, uji waktu alir, sudut istirahat, uji kelembapan, tinggi buih, waktu larut, uji pH dan juga uji hedonik. Kemudian dilakukan uji aktifitas bakteri untuk mengetahui formula yang memiliki zona hambat paling baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula sediaan yang paling baik terdapat pada formula III. Sedangkan untuk hasil dari uji hedonik, formula yang paling banyak disukai yaitu pada formula II dari segi aspek warna, bentuk, rasa dan aroma.
Karakterisasi Sediaan Gel Face Scrub Yang Mengandung Variasi Ampas Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Exfoliating Nofriyaldi, Ali; Endah, Srie Rezeki Nur; Aida, Yopi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.4926

Abstract

Ampas Kelapa (Cocos  nucifera L.) merupakan sumber protein rendah lemak bebas gluten yang membantu menjaga kulit tetap terhidrasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan ampas kelapa kedalam bentuk sediaan gel face scrub dan mengetahui stabilitas sediaan gel face scrub ampas kelapa. Metode yang digunakkan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan membuat sediaan gel face scrub dengan variasi konsentrasi dari ampas kelapa (Cocos  nucifera L.) sebagai exfoliating. Hasil pengujian sediaan gel face scrub ampas kelapa variasi konsentrasi 3%, 6% dan 9% pada pengujian organoleptis sediaan berbentuk gel, bau ampas kelapa dan berwarna putih, dan putih kecoklatan, sediaan homogen, nilai pH memenuhi syarat yang ditentukan 4,5-6,5, daya sebar berkisar antara 5-7 cm, daya lekat berkisar lebih dari 1 detik, dan untuk viskositas masuk kedalam rentang standar yaitu antara 2000-4000 Cp.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) Amalia, Angelina Divanny; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4931

Abstract

Kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebih memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan sehingga perlu dikontrol untuk menghindari resiko yang membahayakan tubuh. Alternatif pengobatan kolesterol selain dengan obat-obat sintetis dapat juga dengan memanfaatkan kandungan senyawa dalam tumbuhan seperti sayuran, buah, dan lain sebagainya. Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) merupakan salah satu sayuran mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin dan fenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kale dalam menurunkan kadar kolesterol. Analisis kualitatif ekstrak kale menunjukkan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Analisis kuantitatif aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard dengan seri konsentrasi ekstrak 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kale memiliki aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 sebesar 32,350 ppm.
Efektivitas Terapi Tocilizumab Terhadap Mortalitas Pasien COVID-19 Derajat Berat di Rumah Sakit “X” Surabaya: studi observasional Djunaidy, Vania Denise; Parwitha, Ida Ayu Andri; Dinillah, Intan Sari Yati; Prawesti, Galuh Nawang; Lestyaningtyas, Nika
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5378

Abstract

Tocilizumab merupakan agen inhibitor IL-6 yang direkomendasikan untuk terapi pasien COVID-19 derajat berat hingga kritis. Beberapa penelitian menunjukan hasil yang bervariasi terkait waktu pemberian tocilizumab yang optimal. Peningkatan kadar sitokin yang terjadi pada fase awal COVID-19 memunculkan hipotesis bahwa pemberian tocilizumab lebih awal dapat menurunkan resiko mortalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah dirawat di rumah sakit dalam menurunkan angka mortalitas pasien COVID-19 derajat berat yang dirawat di rumah sakit X di Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional retrospektif pada pasien COVID-19 derajat berat. Subyek dipilih dengan menyamakan karakteristik demografi menggunakan metode propensity score matching untuk kelompok kontrol. Analisis hasil luaran mortalitas dianalisis menggunakan multivariable logistic regression. Sebanyak 98 pasien COVID-19 derajat berat diikutsertakan dalam penelitian, 49 subyek (50%) mendapatkan terapi tocilizumab dan 49 subyek tidak mendapatkan tocilizumab. Dari 49 subyek yang mendapat terapi tocilizumab, sebanyak 30 subyek mendapatkan terapi tocilizumab dalam waktu 72 jam setelah masuk rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tocilizumab dapat menurunkan angka mortalitas yang tidak signifikan (aOR: 0,79; 95% CI: 0,305 - 2,049; p: 0,629). Penurunan angka mortalitas yang lebih besar teramati pada subyek yang mendapatkan tocilizumab lebih awal (aOR: 0,77; 95% CI: 0,42 – 1,85). Pemberian tocilizumab dalam waktu 72 jam pada pasien COVID-19 derajat berat dapat menurunkan resiko mortalitas yang tidak signifikan.
Evaluation of Virgin Coconut Oil (VCO) Soap Formulation on The Growth Inhibitory Test of Staphylococcus Aureus Cahyanti, Naomi Dwi; Tumangkeng, Decky Dekres
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5240

Abstract

Soap is a product of the saponification reaction consisting of bases and fatty acids, which functions to clean, remove dirt and reduce bacteria on the skin. Virgin coconut oil (VCO) is pure coconut oil which contains lauric acid with antibacterial activity, another function of VCO is also useful in moisturizing the skin. Staphylococcus aureus bacteria are normal flora on the surface of the skin, which can also cause health problems if their numbers and presence are not controlled. The aim of this research was to evaluate soap formulation containing VCO which has antibacterial activity. The research was carried out experimentally with descriptive-quantitative data analysis. The results of this experiment after soap has been storage during 7 days was a solid form of soap, green in color with an apple aroma. The water content value after 7 days of storage according to SNI requirements, that is ≤ 15%. The pH value of soap during storage showed a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.042 (<0.05). The antibacterial activity of VCO soap has been confirmed by comparing the inhibition zone of the sample and the positive control of commercial antibacterial soap which was formed after incubation at 370C for 24 hours. The activity of the inhibition zone of Staphylococcus aureus bacteria from samples during 7 days of storage had a significant difference based on the Wilcoxon Test with a sig value of 0.028 (<0.05). Based on research, it has been found that the soap formula contains VCO with antibacterial activity against Staphylococcus aureus.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Biji Kopi Hijau (Coffea canephora var Robusta) dan Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis (L.)) Lamsari, Lamsari; Taurhesia, Shelly; Djamil, Ratna
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.5082

Abstract

Kopi robusta mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kafein dan fenol, sedangkan daun teh hijau mengandung senyawa katekin. Senyawa fenol pada kopi dan katekin pada daun teh hijau memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi krim dari kombinasi ekstrak biji kopi hijau dan daun teh hijau, yang memiliki aktivitas antioksidan. Biji kopi hijau diekstraksi secara maserasi kinetik menggunakan pelarut kombinasi Isopropanol : air (60:40) sedangkan daun teh hijau diekstraksi dengan pelarut Etanol 70%. Setelah diperoleh ekstrak kental, kemudian dilakukan uji mutu ekstrak serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Nilai IC50 ekstrak biji kopi hijau (EBKH) adalah 22.37 ppm, ekstrak daun teh hijau (EDTH) adalah 7.02 ppm, sedangkan kombinasi EBKH : EDTH (1:1) adalah 11.59 ppm. Kemudian dikembangkan formula krim mengandung kombinasi kedua ekstrak dengan variasi perbandingan EBKH : EDTH = 1:2 (F1) ; 1:1 (F2) dan 2:1 (F3). Diperoleh Krim tipe M/A, berwarna putih kekuningan, berbau khas, tekstur lembut, homogen, rentang pH 7.3 – 7.5, viskositas 190.000 – 205.000 cPs, diameter daya sebar 5.9 – 6.3 cm, dan nilai aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari F1 sebesar 25.62 ppm. Ketiga formula stabil pada suhu 40 °C selama 4 minggu penyimpanan, dan hasil uji iritasi menunjukkan F2 memberikan respon iritasi sangat ringan.  
Olaparib As Therapy For Metastatic-Castration Resistant Prostate Cancer : Systematic Review And Meta Analysis Putra Gunawan, I Made Rian; Herawati, Fauna; Kirtishanti, Aguslina
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5284

Abstract

Prostate cancer is the second most prevalent cancer in men with approximately 1.4 million men worldwide. The main therapy for prostate cancer is androgen deprivation therapy (ADT), but patients who have received ADT may experience a condition of castration resistant prostate cancer (CRPC). More than 84% of patients have metastasized when diagnosed with CRPC (mCRPC) and median survival about 36 months. The Food & Drugs Association (FDA) has approved a new therapy for mCRPC patients, an example is olaparib. The purpose of this systematic review and meta analysis is to assess effectiveness (overall survival) and safety of olaparib in mCRPC. This research is using randomized control trial’s (RCT) article. The literature search process was carried out using the PubMed database. The quality of inclusion was assessed using the Critical Appraisal Skill Program (CASP) checklist and journal reputation. The results of the meta-analysis on the effectiveness of olaparib has showed that there was no significant difference in the patient's overall survival rate (RR=0. 81; 95% CI=0.58-1.13). The results of the meta analysis on the safety level of olaparib has showed a significant difference, seen from the side effects such as anemia (RR=3.47; 95% CI=2.59-4.65), nausea (RR=2.05; 95% CI=1.62-2.60) and fatigue (RR=1.32; 95% CI=1.10-1.59). The conclusion is olaparib as mCRPC therapy does not show significant effectiveness in improving overall survival in mCRPC. In addition, the low safety level of olaparib in mCRPC patients were seen from side effects such as anemia, nausea and fatigue