cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year, containing research articles, review, and short communication in pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biologjcal pharmacy, pharmaceutical sciences and clinical pharmacy research and practice of pharmacy in industry, clinic, and community practice, such as pharmacies, distributors, and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Formulasi Sediaan Krim Ekstrak Wortel (Daucus carotaL.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Tabir Surya secara In Vitro Rakhmi Hidayati; Dessy Erliani Mugita Sari; Nailissa’adah Noor
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4467

Abstract

Wortel memiliki kandungan β-karoten yang berpotensi sebagai tabir surya. Krim merupakan sediaan yang memberi rasa nyaman pada penggunaan kulit, sehingga dilakukan pengembangan formula sediaan krim ekstrak wortel (Daucus carota L.) sebagai krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi formula sediaan krim ekstrak wortel dengan variasi nilai HLB kombinasi emulgator Span 60 dan Tween 80. Ekstrak diformulasikan ke dalam krim yang dibagi menjadi tiga formula yaitu formula I, formula II, formula III berturut-turut 11,395; 9,335; dan 10,365. Penentuan formula terbaik didapatkan dari evaluasi sediaan krim yang meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji SPF.Analisis data menggunakan uji One Way Anova hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan emulgator kombinasi span 60 dan tween 80 dapat menghasilkan sediaan krim yang memenuhi mutu fisik yang baik. Uji SPF diuji menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney hasilnya formula 1 memiliki serapan SPF yang paling tinggi artinya optimasi emulgator span 60 dan tween 80 dapat mempengaruhi aktivitas kadar tabir surya pada krim. Hasil penelitian ini krim variasi nilai HLB kombinasi emulgator span 60 dan tween 80 dengan nilai HLB 11,365 lebih sesuai untuk formula sediaan krim ekstrak wortel karena memiliki serapan SPF tertinggi.
Uji Aktivitas Antikolesterol Variasi Ekstrak Etanol Sawi Pakcoy (Brassica chinensis) Secara In Vitro Siska Andriani; Devina Ingrid Anggraini
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4574

Abstract

Masyarakat sering mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food)  yang mengandung  asam lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi  sehingga mengakibatkan pada peningkatan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya hiperkolesterol dan jika berlangsung lama mengakibatkan hipertensi, stroke, jantung koroner, dan obesitas. Terdapat berbagai pengobatan dari bahan alam yang  membantu dalam penurunan kadar kolesterol. Sawi pakcoy (Brassica chinensis) mempunyai kandungan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang diduga dapat menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak sawi pakcoy  dan pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstraksi terhadap penurunan kolesterol secara in vitro. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan menggunakan metode Lieberman burchard yang diukur dengan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang maksimal 667,5 nm. Konsentrasi ekstrak etanol 70% sawi pakcoy yang digunakan berturut turut pada konsentrasi 5, 10, 15, 10, 25 ppm sedangan ekstrak etanol 96% menggunakan konsentrasi 15, 20, 25, 30, dan 35 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% sawi pakcoy memiliki aktivitas antikolesterol lebih baik yang ditunjukkan dengan nilai EC50 sebesar 20,76 ppm dibandingkan ekstrak etanol 96% sawi pakcoy memiliki EC50 sebesar 29,10 ppm.
Uji Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jamu Gendong Di Pasar Tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Saniati Hasanah; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Laeli Fitriyati
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4195

Abstract

Latar Belakang: Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional yang sangat diminati oleh masyarakat dikarenakan manfaatnya yang dapat menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. Jamu gendong tidak memerlukan izin edar, tetapi kualitas jamu harus tetap diperhatikan sehingga sediaan jamu aman dikonsumsi. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual di pasar tradisional Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode: Sampel jamu diambil dari empat penjual yaitu penjual A, B, C dan D. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, homogenisasi sampel, uji angka lempeng total (ALT) dan uji angka kapang khamir (AKK). Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistic One Way ANOVA.  Hasil: Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual oleh penjual A, B, C dan D diperoleh nilai ALT yang memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih dari >105 koloni/ml. Sedangkan jamu beras kencur yang dijual oleh penjual D diperoleh nilai ALT >105 koloni/ml sehingga tidak memenuhi persyaratan. Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan diperoleh nilai AKK tidak lebih dari 103 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada nilai ALT dan AKK dari semua jenis sampel jamu gendong yang berasal dari keempat penjual. Kesimpulan: Semua jamu memenuhi persyaratan mutu dilihat dari nilai AKK dan ALT, namun 1 sampel jamu beras kencur yang tidak memenuhi syarat ALT.
Penetapan Kadar Saponin dalam Gambas (Luffa acutangula L.) Hasil Pengeringan Matahari dan Pengeringan Oven Menggunakan Metode Gravimetri Natasya Hanindita Fitrianingsih; Novena Yety Lindawati
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4648

Abstract

Gambas fruit or oyong or often called ceme (Luffa acutangula L) or ridged gourd is a plant that belongs to the Cucurbitaceae family. Gambas fruit contains several important nutrients and also contains several chemical compounds, one of which is saponin which can be useful as an experctorant, antitussive, antidiabetic, anticholesterol, anticancer, antibacterial and antifungal. This research was conducted with the aim of knowing the differences in saponin levels and differences in yield in sun-dried and oven-dried squash fruits. Differences in temperature and drying method may allow for differences in the yield and saponin levels in the squash. Determination of saponin levels was carried out using the gravimetric method which was the advantage of not requiring a comparator (standard saponins). The result showed that the sun drying yield was 8,24% with ±SD 0,00021 and the oven drying yield was 7,21% with ±SD 0,02821 while the saponin content in sun drying was 0,39% with a coefficient of variation of 0,001% and oven drying saponin content of 11,96% with a coefficient of variation of 0,002%.
Review : Aktivitas Farmakologi Rumput Laut Genus Gracilaria (Rhodopyceae) Siska Nurazizah; Ardi Rustamsyah; Farid Perdana; Dani Sujana; Mimin Kusmiyati
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran rumput laut di Indonesia berada hampir diseluruh penjuru tanah air, namun produksi dan perdagangan rumput laut Indonesia sampai saat ini didominasi oleh genus Gracilaria dari kelas Rhodopyceae sebagai penghasil agar. Beberapa penelitian telah dilakukan dan menunjukan aktivitas dari Gracilaria. Tujuan review artikel ini adalah memberikan informasi tentang aktivitas farmakologi genus Gracilaria, dengan menggunakan metode studi literatur dari beberapa penelitian mengenai aktivitas dari Gracilaria. Beberapa spesies dari genus ini, berpotensi untuk aktivitas antioksidan, antibakteri, terapi adjuvans pada penyakit peridontal, antidiabetes, antiobesitas, antikolesterol, antiosteoklas, hepatoprotektor, antikanker, homeostatis, antikoagulan, antiulcer, dan imunostimulan.
Cosmetovigilance: “Beautiful Is Pain” Mochamad Yusuf Zainudin; Luthfi Chabib
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 1 (2023): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4132

Abstract

Cosmetics are defined as preparations used on the skin, mouth, nails, hair and eyes with the aim of increasing attractiveness, providing fragrance or protection of body odor, cleaning. The difference between drugs and cosmetics is sometimes not clear. Regulations covering cosmetic products that discuss the products used are safe and can be used by healthy people, product safety, and efficacious from cosmetic products approved by national authorities before being sold to consumers. Monitoring the safety of cosmetic products, and is a very important component of public health activities. After sales supervision of cosmetic products must be widely spread in the community, and problems related to these products can be solved, and identified in order to achieve a safe product. In August 2022, a search for the term cosmetovigilance in the Google search database returned 38 articles Family physicians and expert care practitioners, have a very useful role in providing an understanding of Adverse Drug Reactions (ADRs) caused by cosmetic products, and with such occurrences they can encourage patients to report Adverse Drug Reactions (ADRs) to the appropriate officials. authorized. Raise awareness of the new concept and become valuable commentary on public health at large.
Review Artikel: Kandungan Senyawa Kimia dan Bioaktivitas dari Tanaman Faloak (Sterculia quadrifida) Octaviany, Salma Tri; Iskandar, Yoppi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4754

Abstract

Indonesia memiliki sangat banyak aneka ragam flora dan fauna yang sangat bermanfaat, salah satunya tanaman faloak. Faloak (Sterculia quadrifida) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dijadikan menjadi obat tradisional, sehingga masyarakat dapat disembuhkan dari berbagai penyakit, seperti hepatitis, diabetes, dan rheumatoid arthritis. Tanaman ini banyak dikembangkan pemanfaatannya untuk Kesehatan di Pulau Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui penelusuran literatur dengan pencarian artikel dalam database jurnal penelitian melalui website internet. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman faloak, antara lain flavonoid, tanin, alkaloid, steroid, dan triterpenoid. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas farmakologi pada tanaman faloak, seperti antioksidan, antihiperglikemik, antiinflamasi, antipiretik, dan antibakteri. Masih belum banyak penelitian yang menjelaskan mengenai kandungan kimia dan aktivitas farmakologi yang ada pada tanaman faloak, sehingga diperlukan untuk penelusuran artikel untuk membahas kandungan kimia dan aktivitas farmakologi tanaman faloak secara ringkas dan sederhana.
The Correlation of Age and Knowledge on Behavior to Take the Supplement during The COVID 19 Pandemic (Study Case: in Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas) Hawini, Laudia; Yuwindry, Iwan; Riduansyah, Muhammad
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.3619

Abstract

Changes in people's lifestyles and consumption patterns during the COVID-19 pandemic led to an increase in the use of supplements. Supplements are basically taken to supplement nutrition, not to replace it. Age is known to have an effect on knowledge and behavior of supplement consumption. Researchers want to know the relationship between age and level of knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic. The research design used was cross sectional with analytical observational research. The population and sample are people who use supplements in the Selat District of Kapuas Regency in November 2020-July 2021, totaling 44 people. This study aims to determine the relationship between age and knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Selat District, Kapuas Regency. Based on data analysis, it was found that there was no relationship between age and knowledge (p=0.264 > 0.05) and there was no relationship between age and behavior (p=0.538 > 0.05). So it can be concluded that age has no effect on knowledge and behavior of using supplements during the Covid 19 pandemic in the Straits District of Kapuas Regency.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Ikut Lutung (Acalypha hispida Burm.f.) untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik Secara In Vivo Liyani, Kadek Yunita; Dewi, Ni Pande Kadek Sinta; Damayanti, Dewa Ayu Trisna; Siwananda, I Dewa Made; Aryani, Kadek Indra; Astuti, Ketut Widyani
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 11, No 1 (2024): February
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i1.5073

Abstract

Ulkus diabetik adalah luka dengan ketebalan penuh yang merusak jaringan akibat komplikasi diabetes. Penggunaan topikal menjadi salah satu bahan perawatan ulkus diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak etanol daun lutung untuk penyembuhan ulkus diabetik pada tikus diabetes. Induksi diabetes dilakukan menggunakan aloksan 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Tikus diabetes membuat luka dengan panjang 5 mm dan kedalaman 1 mm menggunakan pump biopsy pada bagian punggung. Hewan uji dibagi ke dalam kelompok gel 10%, gel 20%, gel 30%, povidon iodin, dan plasebo. Pengolesan gel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari. Parameter penyembuhan luka diukur dengan mengukur diameter dan eritema luka. Analisis data menggunakan program SPSS uji Saphiro Wilk (p>0,05), uji Levene (p>0,05), uji Kruskall Wallis (p<0,05) dilanjutkan dengan uji Man-Whitney (p<0,05). Hasil pengamatan menunjukkan diameter kelompok gel 20% dan 30% memberikan penurunan nilai diameter yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kontrol negatif dengan nilai diameter yang paling kecil pada kelompok 30%. Hasil juga menunjukkan kelompok gel 30% memberikan pengurangan tanda eritema yang berbeda signifikan (p<0,05) terhadap kelompok negatif. Dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun lutung konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan efektivitas terhadap proses penyembuhan ulkus diabetes dengan hasil optimal pada konsentrasi gel 30%.
Penentuan Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH dan Kandungan Fenol Total dalam Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau Christiani, Grace Joy; Rawar, Ellsya Angeline; Yuhara, Novena Adi
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4893

Abstract

Sirih hijau telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menginang. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih hijau beranekaragam, salah satunya adalah minyak atsiri sebesar 0,8-1,8 %. Fenol adalah salah satu jenis senyawa dalam minyak atsiri yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan dan kadar fenol total dalam minyak atsiri daun sirih hijau. Distilasi uap-air digunakan untuk mengisolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau. Metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, sedangkan metode kolorimetri dengan reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kandungan fenol total. Rendemen dari hasil isolasi minyak atsiri dalam daun sirih hijau dengan distilasi uap-air adalah 0,1% dengan kandungan fenol total sebesar 595,4 mg GAE/100 gram dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,67 µg/mL. Minyak atsiri daun sirih hijau berpotensi sebagai sumber antioksidan.