cover
Contact Name
Yusuf Ratu Agung
Contact Email
ratuagung@psi.uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
psikoislamika@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam
ISSN : 18295703     EISSN : 26555034     DOI : -
Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam ISSN (print): 1829-5703 ISSN (media online) : 2655-5034 adalah media komunikasi dan publikasi ilmiah di bidang ilmu Psikologi yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam memuat artikel hasil penelitian dalam bidang ilmu Psikologi dan Psikologi Keislaman, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
Benefits of Career Adaptability and Job Crafting on Career Success of Indonesian Workers during Pandemic/ Manfaat Career Adaptability dan Job Crafting pada Kesuksesan Karir Pekerja Indonesia dalam Masa Pandemi Lakshmi, Putu Aninditha Veera; Sonata, Shella
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11796

Abstract

Abstract: In early 2020, Indonesia entered a period of crisis due to the global pandemic caused by the Covid-19 virus. According to Indonesia Central Bureau of Statistics in 2020, many workers experienced being laid off and fired during this incident. This causes them to experience a decrease in income, changes in jobs, and hampered career success. Workers can be successful in their career in this pandemic if they are able to adapt and overcome all problems resulting from work environmental change with career adaptability, and by proactively modify and designing their work somehow along with creating a suitable work environment for his interest, skills, and competencies through job crafting. This research is a quantitative study with multiple regression analysis which aims to predict career adaptability and job crafting to career success in Indonesian workers during the pandemic. This study indicates that career adaptability and job crafting are predictors of career success for Indonesian workers during the pandemic. Career adaptability is illustrated as a person’s commitment to exploring and planning his future career, which makes him able to withstand difficult circumstances when faced with decisions and challenges in their career. Besides that, job crafting has benefits to help employees to form work-related behaviors and facilitate them to achieve success. The effective contribution given by the two predictors is 33.9%. Career adaptability and job crafting are proven have been beneficial for Indonesian workers to create their respective career successes during this pandemic period.Keywords: career adaptability; job crafting; pandemicAbstrak: Pada awal tahun 2020, Indonesia memasuki masa krisis akibat pandemi global sebagai akibat dari menyebarnya virus Covid-19. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, banyak pekerja yang mengalami PHK dan dirumahkan dalam peristiwa ini. Hal ini menyebabkan mereka mengalami penurunan pendapatan, perubahan pekerjaan, dan terhambat dalam kesuksesan karirnya. Pekerja dapat menciptakan kesuksesan karir selama pandemi jika mereka mampu beradaptasi dan mengatasi semua masalah yang diakibatkan oleh perubahan lingkungan kerja dengan career adaptability, serta secara proaktif memodifikasi dan merancang pekerjaan mereka bersamaan dengan menciptakan lingkungan kerja yang sesuai untuk minat, keterampilan dan kompetensinya melalui job crafting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi berganda yang bertujuan untuk memprediksi career adaptability dan job crafting terhadap kesuksesan karir pekerja Indonesia pada masa pandemi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa career adaptability dan job crafting merupakan prediktor keberhasilan karir tenaga kerja Indonesia pada masa pandemi. Career adaptability digambarkan sebagai komitmen seseorang untuk mengeksplorasi dan merencanakan karirnya di masa depan, yang membuatnya mampu bertahan dalam keadaan sulit ketika dihadapkan pada keputusan dan tantangan dalam karirnya. Selain itu, job crafting memiliki manfaat untuk membantu karyawan membentuk perilaku terkait pekerjaan dan memfasilitasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Kontribusi efektif yang diberikan oleh kedua prediktor tersebut adalah 33,9%. Career adaptability dan job crafting terbukti bermanfaat bagi tenaga kerja Indonesia untuk menorehkan kesuksesan karir masing-masing selama periode pandemi ini.Kata Kunci: career adaptability; job crafting; pandemi
The Role of Emotion Regulation on Job Stress of Elementary School Teachers/ Peran Regulasi Emosi terhadap Stres Kerja Guru Sekolah Dasar Prastuti, Endang; Febrinan, Jhodie
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 17, No 2 (2020): Second Issue End of Year 2020
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v17i2.10183

Abstract

Abstract: Teaching profession at elementary school level is one of the working sectors that tend to raise job stress; however, the extent to which the role of emotion regulation in describing the job stress of elementary school teachers is still unrevealed.  This study aims to investigate (1) how is the condition of emotion regulation and job stress on teachers; (2) what is the role of emotion regulation on job stress in teachers; (3) to what extent is the role of emotion regulation on job stress in teachers. The present study used a quantitative approach. Meanwhile, the sampling technique used in this study was incidental sampling which involved eighty-seven elementary school teachers. The measuring instruments used were an Emotion Regulation Questionnaire (9 items; α = 0.630) and a Teacher Concerns Inventory (48 items: α = 0.968). The data were analyzed using simple linear regression analysis. The results showed that (1) the majority of teachers had very high emotion regulation and had very low job stress, (2) there was a significant negative influence between regulation of emotion and teacher job stress, (3) the emotion regulation contributed 29.2% to teacher job stress.Keywords: Emotion Regulation; Job Stress; Elementary School TeachersAbstrak: Profesi guru di tingkat sekolah dasar merupakan salah satu sektor pekerjaan yang rentan menimbulkan stres kerja, namun belum diketahui sejauh mana peran regulasi emosi dalam menjelaskan stres kerja guru SD. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan (1) Bagaimana kondisi regulasi emosi dan stres kerja pada guru; (2) Bagaimana peran regulasi emosi terhadap stres kerja pada guru; (3) Seberapa besar peran regulasi emosi terhadap stres kerja pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling. Subjek penelitian berjumlah 87 guru sekolah dasar. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner regulasi emosi (9 aitem; α = 0.630) dan kuesioner stres kerja guru  (48 aitem: α = 0.968). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) mayoritas guru memiliki regulasi emosi yang sangat tinggi dan memiliki stres kerja yang sangat rendah, (2) terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara regulasi emosi terhadap stres kerja guru  (3) regulasi emosi memberikan peran sebesar 29.2% terhadap stres kerja guru.Kata Kunci: Regulasi Emosi; Stres Kerja; Guru Sekolah Dasar
Father Involvement as Moderator: Does Father’s Emotional Regulation Influence Preschooler’s Emotional Regulation? / Keterlibatan Ayah sebagai Moderator: Apakah Regulasi Emosi Ayah Memengaruhi Regulasi Emosi Anak Prasekolah? Aninditha, Rizky; Boediman, Lia Mawarsari
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12121

Abstract

Abstract: The development of emotional regulation in early childhood can be influenced by various things, particulary the involvement of fathers. This study aimed to determine how father’s emotional regulation, as an aspect of parenting, affect the development of emotional regulation in preschoolers. The variable of father involvement was included as a moderator of the relationship between father’s emotional regulation and preschooler’s emotional regulation. Total of 118 fathers of children between the age of 3-6 years old were participatedin this study. The following measuring tools were used in this study: Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS), The Emotion Regulation Checklist (ERC), and The Inventory of Father Involvement (IFI) used in this study.  Linear regression statistical method was used to analyzed the data. The indicates (1) there is a significant correlation between father’s emotional regulation and preschooler’s emotional regulation (R = 0.64; R2 = 0.406; p 0.01); and (2) father involvement affects the quality of the relationship between father’s and child’s emotional regulation (Rquality= 0.72; R2 = 0.51; p 0.01; Rtime= 0.68; R2 = 0.46; p 0.01). That is, father’s involvement has a positive contribution to the relationshop between father’s emotional regulation and early childhood emotional regulation.Keywords: father involvement; father’s emotion regulation; early childhood emotion regulation; preschoolerAbstrak: Perkembangan regulasi emosi anak usia dini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya faktor pengasuhan orang tua, terlebih pada keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Penelitian ini melihat bagaimana kemampuan regulasi emosi ayah, sebagai salah satu aspek pengasuhan orang tua, memengaruhi perkembangan regulasi emosi anak usia prasekolah. Faktor keterlibatan ayah diikutsertakan sebagai moderator hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah. Penelitian ini melibatkan 118 orang ayah dengan anak usia 3-6 tahun. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS), The Emotion Regulation Checklist (ERC), dan The Inventory of Father Involvement (IFI).  Uji statistik regresi linear digunakan untuk menganalisa data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi signifikan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah (R = 0.64; R2 = 0.406; p 0.01); dan (2) keterlibatan ayah dalam memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak prasekolah (Rkualitas keterlibatan = 0.72; R2 = 0.51; p 0.01; Rjumlah waktu pengasuhan = 0.68; R2 = 0.46; p 0.01). Artinya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki kontribusi positif terhadap hubungan antara regulasi emosi ayah dengan regulasi emosi anak usia dini.Kata Kunci: keterlibatan ayah; regulasi emosi ayah; regulasi emosi anak usia dini; anak prasekolah
About Closeness and Malicious Intent: Role of Loneliness with Emotional intimacy to Malicious envy/ Tentang Kedekatan dan Niat Jahat: Peran Kesepian dengan Kelekatan Emosional Terhadap Iri Hati Khatami, Muhammad; Nadzifah, Naurah; Yundianto, Devie
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.12120

Abstract

Abstract: Previous studies have discussed a lot about the factors that cause malicious envy. However, there are still no studies that discuss loneliness and emotional intimacy as one of the factors that predict malicious envy. The current study aims to examine the effect of loneliness and emotional intimacy on malicious envy, and to find out which of the two variables has the greatest influence on malicious envy. This research is a cross sectional quantitative research with ex post facto method. The sampling technique used was convenience sampling, with a total of 512 respondents aged 18-34 (SD = 2.61) years and were Instagram users. Based on the research findings, loneliness and emotional intimacy positively affect envy, where loneliness is the most influencing factor for envy.Keywords: Loneliness; Emotional intimacy; Envy; Malicious envyAbstrak: Penelitian sebelumnya telah membahas banyak hal tentang faktor-faktor yang menyebabkan kecemburuan jahat. Namun, masih belum ada penelitian yang membahas loneliness dan emotional intimacy sebagai salah satu faktor yang memprediksi malicious envy. Studi saat ini bertujuan untuk memeriksa efek loneliness dan emotional intimacy pada malicious envy, dan untuk mengetahui mana dari dua variabel yang memiliki pengaruh terbesar pada kecemburuan jahat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif cross sectional dengan metode ex post facto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling, dengan total 512 responden berusia 18-34 tahun (SD = 2,61) tahun dan merupakan pengguna Instagram. Berdasarkan temuan penelitian, loneliness dan emotional intimacy secara positif mempengaruhi malicious envy, di mana loneliness adalah faktor yang paling mempengaruhi untuk envy.Kata Kunci: Loneliness; Emotional intimacy; Envy; Malicious envy
Social Support and Self-Adjustment of Students with Disabilities at State Universities in Padang / Dukungan Sosial dan Penyesuaian Diri Mahasiswa Disabilitas Universitas Negeri di Kota Padang Ardias, Widia Sri; Hakim, Luqmanul; Aqila, Fikratul
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 17, No 2 (2020): Second Issue End of Year 2020
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v17i2.10326

Abstract

Abstract: One of the successes of humans in adapting to their environment is the existence of social support in every challenging life process. For students, this challenge is closely related to the completion of academic assignments and the dynamics of interactions that occur in campus life. Students with disabilities face tougher challenges, in which they are not only charged with academic burdens but also have to struggle to break through the limits of their physical disabilities. The present study explains the relationship between social support and self-adjustment of students with disabilities at State Universities in Padang. The research design used was a quantitative method. In addition, by using total sampling technique, the sample of this study involved seventeen students with disabilities at State Universities in Padang. Furthermore, the discussion in this study also used an Islamic perspective, in which a study of the Quran was applied in finding out the relationship between the two research variables. The results of the study showed that there is a significant relationship between social support and self-adjustment of students with disabilities at the State University in Padang with a significance value of 0.000 (0.000 0.05) and the Pearson correlation coefficient value of 0.856. The value of R square showed the number of 0.732, which means that the contribution of social support to adjustment is 73.2%. This result is in line with the explanation of Quran, especially in Surah At-Tin verse 4 and Al Baqarah verse 286.Keywords: Social Support; Self-Adjustment; Students with DisabilitiesAbstrak: Salah satu keberhasilan manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya adalah adanya dukungan sosial dalam setiap proses kehidupan yang penuh tantangan. Pada mahasiswa tantangan ini erat kaitannya dengan penyelesaian tugas-tugas akademiknya dan dinamika interaksi yang terjadi dalam kehidupan kampus. Tantangan lebih berat dihadapi oleh mahasiswa disabilitas yang dituntut dengan beban akademik namun juga harus berjuang menembus batas kekurangan fisik yang dimilikinya. Penelitian ini menjelaskan hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri mahasiswa disabilitas Universitas Negeri di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel yang diambil dari penelitian ini adalah 17 mahasiswa disabilitas. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Pembahasan dalam penelitian ini juga menggunakan perspektif Islam sehingga dilakukan kajian alqur’an dalam memandang hubungan antar kedua variable penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri mahasiswa disabilitas Universitas Negeri di Kota Padang. Hasil ini sejalan dengan penjelasan al-quran terutama dalam surat At-Tin ayat 4 dan Albaqarah ayat 286.Kata Kunci: Dukungan Sosial; Penyesuaian Diri; Mahasiswa
Social Support, Academic Satisfaction, and Student Drop Out Tendency/ Dukungan Sosial, Academic Satisfaction, dan Kecenderungan Drop Out pada Mahasiswa Abdullah, Airlangga Wicaksono; Muhid, Abdul
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i1.11546

Abstract

Abstract: The purpose of carrying out this research is to determine the relationship between social support and academic satisfaction with the tendency to drop out of students at UIN Sunan Ampel Surabaya. This research uses correlational quantitative method. Researchers used a Likert scale to measure social support and academic satisfaction with the tendency to drop out of students. With 135 subjects from a total population of 4467 students, researchers used the random sampling method to obtain the research sample. The data collection method used was a gform questionnaire (questionnaire). The method used to test the hypothesis is multiple linear regression analysis. The results of the regression analysis show that social support has no effect on the tendency to drop out. while academic satisfaction has a negative effect on the tendency to drop out.Keywords: Social Support; Academic Satisfaction; The Trend of Drop OutAbstrak: Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan academic satisfaction dengan kecenderungan drop out pada mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Peneliti menggunakan skala likert untuk mengukur dukungan sosial dan academic satisfaction terhadap kecenderungan drop out pada mahasiswa. Dengan subjek berjumlah 135 dari total populasi 4467 mahasiswa, peneliti menggunakan metode random sampling untuk mendapatkan sampel penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket google form (kuesioner). Metode yang digunakan untuk uji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa dukungan sosial tidak memiliki pengaruh terhadap kecenderungan drop out, sedangakan academic satisfaction memiliki pengaruh negatif terhadap kecenderungan drop out.Kata kunci: Dukungan Sosial; Kepuasan Akademik; Kecenderungan Drop Out
Correlation of Mental Toughness with Academic Achievement in Modern Pesantren Students in Aceh Indonesia/ Korelasi Mental Toughness dengan Prestasi Akademik pada Pelajar Pesantren Modern di Aceh Indonesia Amna, Zaujatul; Safira, Syifa; Sari, Kartika; Faradina, Syarifah
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 17, No 2 (2020): Second Issue End of Year 2020
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v17i2.10105

Abstract

Abstract: Mental toughness is a capacity that individuals have in dealing with stressors, pressures, and challenges to achieve what they want. Individuals who have mental toughness will be able to overcome various kinds of demands and pressures that occur in their lives, one of which is in the field of education, such as academic achievement. This study aims to determine the correlation between mental toughness and academic achievement among Islamic boarding school students. A total of 335 students consisting of 219 women and 116 men with an age range of 12-18 years were selected as research samples using purposive sampling techniques. Mental Toughness Questionnaire-18 (MTQ-18) is used as a measure of mental toughness; meanwhile academic achievement is measured through score student report in period of Academic Year 2019/2020. The result has shown that there were positive and significant corelations between mental toughness and academic achievement in pesantren’s students (p= 0.011 with r= 0.139). In addition, the results of the study also suggested that the contribution of mental thougness toward on the students' academic achievement was lowest (1,9%). Further discussion of the correlation between the two variables has been described.Keywords: Mental Toughness; Academic Achievement; Boarding School StudentAbstrak: Mental toughness merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam menghadapi stressor, tekanan, dan tantangan agar dapat mencapai tujuan yang dimiliki. Individu dengan mental toughness yang tinggi akan mampu mengatasi berbagai macam tuntutan dan tekanan yang akan dihadapinya, diantaranya adalah tuntutan yang akan ditemui dalam bidang pendidikan, seperti prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mental toughness dengan prestasi akademik pada pelajar pesantren modern. Sejumlah 335 pelajar yang terdiri dari 219 perempuan dan 116 laki-laki dengan rentang usia 12-18 tahun telah dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Mental Toughness Questionnaire-18 (MTQ-18) digunakan sebagai alat ukur mental toughness, sedangkan prestasi akademik diukur dengan menggunakan nilai rapor pelajar periode Semester Ganjil Tahun Ajaran 2019/2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara mental toughness dengan prestasi akademik pada pelajar pesantren modern (p=0,011 dan r=0,139), artinya semakin tinggi tingkat mental toughness maka semakin tinggi pula prestasi akademik padapelajar pesantren modern tersebut. Selain itu, hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa nilai kontribusi variabel mental toughness terhadap prestasi akademik pelajar pesantren tergolong lemah, yaitu hanya 1,9%, pembahasan lanjutan mengenai korelasi antar kedua variabel tersebut telah diuraikan dalam artikel ini.Kata Kunci: Mental Toughness; Prestasi Akademik; Pelajar Pesantren
Analisis Psikometri Aitem Need of Agression Tes EPPS pada Remaja Akhir Elok Faiz Fatma El Fahmi; Umdatul Khoirot; Fuji Astutik
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i2.13814

Abstract

Abstrak: Edwards Personal preference Schedule (EPPS) adalah salah satu alat ukur yang cukup popular digunakan dalam dunia psikologi yang digunakan untuk melihat kepribadian individu melalui Teknik non-proyeksi atau inventory. Terdapat 15 kebutuhan (need) pada EPPS, salah satunya adalah need of agression. Pada penelitian ini dilakukan analisis deskriptif terkait analisis psikometri menggunakan model Rasch yang meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan item, dan Differential Item Functioning (DIF). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa item-item yang mengukur need of aggression memiliki nilai koefisien validitas dan reliabilitas yang baik. Terdapat satu item yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan satu item yang memiliki tingkat kesulitan rendah. Kemudian terdapat dua item yang terdeteksi bias berdasarkan jenis kelamin.Kata Kunci: Need of Agression; Analisis Psikometri; model Rasch; EPPS; Remaja Abstract: Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) is a measurement tool that is quite popular in psychology, which is used to see individual personalities through non-projection or inventory techniques. There are 15 needs (needs) in the EPPS, one of which is aggression. In this study, a descriptive analysis related to psychometric analysis using the Rasch model was carried out, including validity, reliability, item difficulty level, and Differential Item Functioning (DIF). The results of this study indicate that the items that measure the need for aggression have good validity and reliability coefficients. There is one item with a high difficulty level and one with a low difficulty level. Then two items are detected to be biased by gender.Keywords: Need of Agression; Psycometric Analysis; Rasch Model; EPPS; Adoloscents
Gambaran Intimacy ditinjau dari Gaya Resolusi Konflik Pada Wanita Minang yang Mengalami KDRT Rida Yanna Primanita; Yuninda Tria Ningsih
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i2.13763

Abstract

Abstract: The research aims to determine the description of intimacy based on conflict resolution styles in Minang women who experience domestic violence. The type of this research is comparative quantitative. It analyzes using the Kruskal-Walli’s difference test techniques. The population of this research were married women who experienced domestic violence in West Sumatra, using purposive sampling technique with the characteristics of Minang ethnic women, aged 21- 40 years, married 10 years, had children, lived together. The research instrument used was the Intimacy scale from Stenberg's love triangle theory and a conflict resolution style scale based on the dimensions and indicators stated by Sillars and Zietlow. Based on the result, it was obtained that the value of Sig = 0.013 (Sig 0.05), which means that there is a difference in intimacy based on the conflict resolution style of Minang women who experience domestic violence in West Sumatra.Keywords: Intimacy; conflict resolution style; Minang women; domestic violenceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan gambaran intimacy ditinjau dari gaya resolusi konflik pada wanita yang mengalami KDRT. Penelitian ini berjenis kuantitatif komparatif dan dianalisa menggunakan teknik uji beda Kruskal-Wallis. Populasi penelitian ini yakni wanita menikah yang mengalami KDRT di Sumatera Barat, dengan teknik pengambilan sampel purpusive sampling dengan ciri wanita etnis Minang, berusia 21-40 tahun, usia pernikahan 10 tahun, memiliki anak, tinggal bersama. Instrumen penelitian yang digunakan skala Intimacy dari teori segitiga cinta stenberg dan skala gaya resolusi konflik berdasarkan dimensi dan indikator yang dinyatakan oleh Sillars dan Zietlow. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Sig =0,013 (Sig0,05), yang berarti terdapat perbedaan intimacy ditinjau dari conflict resolution style pada wanita Minang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga di Sumatera Barat.Kata kunci: Intimacy, gaya resolusi konflik, wanita Minang, KDRT
Shaykh Abdullah Fahim's Views on Salawat in a Psychological Perspective Khairul Nizam bin Zainal Badri
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v18i2.13265

Abstract

Abstract: Psycho-religion is classified as the highest spiritual psychotherapy in the field of psychology. This is because the field involves religion that works to increase confidence thus speeding up the healing process. One of the therapies that fall into this category is the practice of reciting Salawat. This practice is common in traditional institutions of learning institutions in the Malay world. In some places, this practice becomes part of the curriculum of study. Some recite it as remembrance, and some recite it in the form of melodic performances such as qasidah, hadrah and so on. This study, however, is limited to the views of prominent educators in Malaya, Shaykh Abdullah Fahim (1869 - 1961) to practice reading the Salawat. The main objective of this study is to look at Shaykh Abdullah Fahim's thoughts on Salawat from a psychological perspective. This study uses a fully qualitative method. For data collection purposes, an archival approach was used. The conclusion of the study was made by using an inductive approach that is by summarizing the findings in general. The study found that the practice of Salawat from the point of view of Shaykh Abdullah Fahim has potential development benefits in terms of emotions, behaviour, and motivation.Keywords: Shaykh Abdullah Fahim; Salawat; psycho-religion; psychologyAbstrak: Psikoreligius tergolong psikoterapi spiritual tertinggi dalam bidang psikologi psikoterapi. Hal ini dikarenakan bidang tersebut melibatkan agama yang berfungsi untuk meningkatkan kepercayaan diri sehingga mempercepat proses penyembuhan. Salah satu terapi yang termasuk dalam kategori ini adalah praktik membaca salawat. Praktik ini sudah menjadi tradisi di lembaga-lembaga lembaga pembelajaran tradisional di dunia Melayu. Di beberapa tempat, praktik ini menjadi bagian dari kurikulum studi. Ada yang membacanya untuk dzikir, dan ada pula yang membacanya dalam bentuk sesajen seperti qasidah, hadrah dan sebagainya. Namun penelitian ini terbatas pada pandangan tokoh pendidik di Malaya, Syekh Abdullah Fahim (1869 – 1961) tentang amalan membaca salawat. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk melihat pemikiran Syekh Abdullah Fahim tentang salawat dari perspektif psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif penuh. Untuk tujuan pengumpulan data, pendekatan arsip digunakan. Kesimpulan penelitian dibuat dengan menggunakan pendekatan induktif yaitu dengan meringkas temuan secara umum. Studi ini menemukan bahwa praktik salawat dari sudut pandang Syekh Abdullah Fahim memiliki potensi manfaat pengembangan dalam hal emosi, perilaku, dan motivasi.Kata Kunci: Shaykh Abdullah Fahim; salawat; psiko-religius; psikologi