cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Kesalahan Penalaran Berbahasa Indonesia sebagai Bahasa Ketiga Penutur Venezuela Roely Ardiansyah; Fransisca Dwi Harjanti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3361

Abstract

Penelitian ini mengaji kesalahan penalaran berbahasa Indonesia sebagai bahasa penutur Venezwela. Objek penelitian ini berupa bahasa Indonesia sebagai B-3. Tujuan penelitian ini membahas 1) generalisasi yang terluas, 2) kerancuan analogi, 3) kekeliruan kausalitas, dan 4) kesalahan relevansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan data penelitian ini berupa kalimat dalam paragraf. Sumber data penelitian, yakni tiga penutur Venezwela. Hasil penelitian yang diperoleh, 1) penutur sering melakukan salah nalar generalisasi terlalu luas karena dalam mengungkapkan gagasan berupa data-data yang disajikan kurang lengkap dan masih terlalu umum; 2) salah nalar kerancuan analogi terjadi bila penutur menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan satu dari beberapa segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain; 3) salah nalar kekeliruan kausalitas terjadi, karena penutur salah dalam menentukan sebab-akibat dari suatu peristiwa atau hasil dari suatu kejadian; dan 4) salah nalar kesalahan relevansi terjadi, karena struktur bahasa Spanyol berbeda dengan struktur bahasa Indonesia. Perbedaan struktur bahasa itu menjadi kendala bagi penutur menyampaikan gagasan dalam tulisannya.
Translation Techniques on Po’s Utterances in Kung Fu Panda 3 Subtitles (Pragmatic Approach) Irta Fitriana; Zakiyatul Azizah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 9 No. 1 (2017): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v9i1.967

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang teknik terjemahan yang diterapkan dalam Tuturan Po Pada Sub-Judul Kung Fu Panda 3 dengan pendekatan pragmatik. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi teknik terjemahan yang paling banyak digunakan, (2) mengevaluasi hasil ideologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah Sub-Judul Kung Fu Panda 3 dan hanya fokus pada tuturan Po. Po adalah tokoh utama dalam film ini. Ada 151  tuturan Po yang digunakan sebagai data. Sub-judul tuturan Po dianalisis dengan teknik terjemahan oleh Molina & Albir (2002). Dan, metode penilaian kualitas hasil terjemahan oleh Nababan dll (2012) dan difokuskan pada keakuratannya. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 11 teknik yang diterapkan dalam Sub-Judul Kung Fu Panda 3 Pada Tuturan Po. Yaitu, kesepadanan lazim 327 kali (52,88%), harfiah 50 kali (12,58%), variasi 73 kali (12,25%), peminjaman murni 45 kali (7,55%), reduksi 20 kali (4,87%), penambahan 25 kali (4,19%), modulasi 16 kali (2,68%), eksplisitasi 15 kali (2,52%), peminjaman alamiah 9 kali (1,68%), kreasi diskursif dan transposisi dua kali (0,33%).Kata kunci: teknik terjemahan, tuturan, Kung Fu Panda 3 
Karakter Bangsa Jepang Dalam Novel Saga No Gabai Baachan Karya Shimada Yoshichi Rahayuningtyas Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 2 (2023): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i2.3547

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan karakter bangsa Jepang yang terdapat dalam novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi dengan karakter masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan pada novel yang menunjukkan karakter bangsa Jepang dalam novel Saga no Gabai Baachan yang dihubungkan dengan karakter masyarakat Jepang. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan metode dokumen. Metode dokumen dilakukan dengan memanfaatkan data yang berupa dokumen yaitu novel Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakter bangsa Jepang yang optimis, pantang menyerah, menghargai sesamanya, mendengarkan pendapat orang lain, tidak egois dalam berkehidupan kelompok, mampu membedakan baik dan buruk. Hubungan karakter tokoh dengan karakter dalam masyarakat Jepang memiliki keterkaitan. Kata Kunci : karakter, Jepang, novel Abstract This study aims to find and describe the character of the Japanese nation contained in the novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi with the character of Japanese society. This research uses qualitative descriptive method. The source of this research data is the novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi.The research to aim and describe a character of the Japanese people in novel Saga no Gabai Baachan relations with the character of Japanese society. The research used descriptive quantitative method. The data source of this research is a novel Saga no Gabai Baachan by Shimada Yoshichi and quotations of the relationship the characters in the novel with Japanese characters society.The research uses data group techniques with document methods and interviews. Document methods is use the data from a document, that is novel Saga no Gabai Baachan writte by Yoshichi Shimadato and interviews data use to answer the point of research focus. The research analysis data tecniques using qualitative descriptive data analysis technique.The results of the research are showed the Japanese character based on the principle of life from Matsushita, optimistic, never give up, respect others, firmly and unselfish, recognize good and bad. The relationship of the characters in novel Saga no Gabai Baachan with the character Japanese society has much common. Keywords : characters, Japanese, novels
Analisis Gaya Bahasa Pada Puisi "Ziarah" dan "Selamat Tidur" Karya Joko Pinurbo Irma Bela Oktaviana; Dewi Nur Azizah; Nahdliyya Izzatul Mutammimah; Rahmat Prayogi
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 1 (2022): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i1.3683

Abstract

Penelitian ini berisi pembahasan mengenai gaya bahasa atau majas yang terdapat dalam puisi yang berjudul “Ziarah” dan “Selamat Tidur” karya Joko Pinurbo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat pada puisi “ziarah” dan “Selamat Tidur” karya Joko Pinurbo. Dari hasil penelitian ini, pembaca diharapkan dapat mengetahui isi dari makna dalam puisi melalui diksi dan gaya bahasa yang terdapat pada puisi. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat agar pembaca dapat dengan mudah memahami puisi dan maknanya. Analisis ini mencari gaya bahasa yang digunakan pengarang puisi agar pembaca dapat mengetahui bahasa yang digunakan oleh pengarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi yang dilakukan secara rinci. Ditemukan beberapa jenis majas seperti majas alegori, majas paralelisme, majas alusi, majas metonimia dan majas personifikasi, sarkasme, pleonasme dan majas ironi. Dari hasil pembahasan terdapat gaya Bahasa dalam puisi ziarah dan selamat tidur karya joko pinurbo terdapat dua majas personifikasi, dua majas alegori, satu majas metonimia, satu majas paralelisme, dua majas alusi,satu majas sarkasme, satu majas pleonasme, dan satu majas epitet disertai dengan frasa yang sangat menarik.Gaya Bahasa serta diksi yang terdapat dalam puisi ini sebagai pendukung khayalan atau imajinasi penulis dalam puisi tersebut. Dari hasil penelitian ini, pembaca diharapkan dapat mengetahui isi dari makna dalam puisi melalui diksi dan gaya bahasa yang terdapat pada puisi. Kata Kunci : Gaya Bahasa, Joko Pinurbo, Puisi
Depression Symptoms on The Dialogues of Laney Brooks in I Smile Back Movie Dicky Perdana; I Wayan Juniartha
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.3324

Abstract

This qualitative research aims to find out and analyze depression symptoms of Laney Brooks on dialog I Smile Back movie. This research focus on analyzing one of four type bipolar disease episodes it called depression on the main character named Laney Brooks. The research methods used in this research are descriptive qualitative methods and library research methods and also observation method was used to get the data for this study by watching I Smile Back Movie and also using a note-taking technique to identify, and classify the data contains depression symptoms of Laney Brooks on dialog. NAMI (National Alliance Mental Illness) and Analyze Fiction by Kenney, W. P. (1966) theory has been applied in this research. The final result shows that Laney Brooks' depression symptoms are indicated by symptoms such as changes in appetite or weight, concentration and memory problems, irritability, and feelings of worthless or guilt. The symptoms of depression are shown by Laney through her dialogue. Keywords: Bipolar disorder, Depression, Dialogue, Movie.
Song Translation of Speechless by Naomi Scott: Metaphor and Untranslatability Siti Lutfiah Rabiyatul Adawiyah; Annisa Nurul Firdausi
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.3356

Abstract

Song is an expressive text which is not an easy task to translate. Many considerations must be taken in order to create a well-produced song translation. In defining the song’s meaning, many procedures are needed to be done. Metaphor and untranslatability need to be presented as the analysis of the song translation. Metaphor which employs hidden and deepen meaning of a text comes along with the song’s expressive feature as a tool to deliver the writer’s feeling and emotions. Translation loss in metaphorical text is also presented while untranslatability deals with the linguistics, cultural, and compensation value of the text. The method used in this research was qualitative descriptive methodology. Metaphorical analysis was done to scrutinize the unseen feature of the text’s meaning. Translation loss in metaphorical view is also being presented in order to reveal the equivalence and inequivalence of the song translation. Two kinds translation loss are found, inevitable and avertable. Untranslatability dealt with the song’s linguistic and cultural phenomenon such as alliteration, assonance, and rhyme. Compensation which deals with untranslatability is also explained in this paper. Compensation in Kind, Compensation in Place, and Compensation in Merging are used to deal with the translation loss of the metaphorical sense of the song.
Go Green Culture in Selametan Katerbi’en Tradition of Madura: Budaya Go Green dalam Tradisi Selametan Katerbi'en Madura Mailawati Mailawati; Intan Elok Okti Wardani; Hendrokumoro
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.3424

Abstract

Humans have been preserving nature even before the popularisation of the go-green movement. This research plays a substantial role in confessing natural elements in reducing global warming. This research used a qualitative approach to reveal the correlation between environments and languages. Besides, tradition is not only inherited local wisdom, but in-depth, it consists of wise messages behind. This data analysis through the triangulation of validity data produced eco-lexicons, semiotic interpretations, and the ancestral ideologies of the Madurese community. The discussion identified that the Madurese tradition assimilated with the Javanese tradition in preserving environments viewed from several similarities. It means there is also an ideological resemblance between these both. In the end, knowing the messages inside this tradition will provide a broader understanding of the ancestors' beliefs that humans need to protect nature. This research also suggests the possibility of shared messages between two or more intersecting cultures. Keywords: culture, semiotics, ideology, ecolinguistics.
The Politeness Levels of Thanking and Apologizing: A Corpus Linguistic Investigation Across Generations in the Movies Ari Muhammad Syifa; Dasril Davidra; Almira Fidela Artha
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.4055

Abstract

The levels of politeness in expressing thanking and apologizing connect to the concept of language attitude within sociolinguistics. Language attitude in sociolinguistics refers to an individual’s mental disposition or feelings towards a particular language. It implies that a person's language attitude can range from being favorable, and indifferent, to unfavorable influenced by the environment. Based on the corpus linguistics, this study aimed to investigate politeness levels of thanking and apologizing in American movies across generations, from Baby Boom to Alpha Generation using a corpus software, AntConc, as a tool to process the necessary data. The result of this study showed that the levels of politeness thanking, and apologizing had different choices of words in the movies of each generation. In addition, this was due to factors such as environment and knowledge of the rules of expressions such as Thanks or Thank you, and Sorry or Pardon. Thus, speakers of every generation tend or rarely use those expressions because they want or unwanted to use the word, and they choose to use it. For future study, perhaps it is recommended to explore American cartoons as the object, psycholinguistics approach, and language educational concentration.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Narasi Melalui Pembiasaan Menulis Buku Harian Pada Siswa Kelas V MIN 1 Sleman Dyah Guslianawati; Aninditya Sri Nugraheni
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.2990

Abstract

Terdapat empat kemampuan dalam berbahasa yaitu menyimak, bertutur, memlisankan, dan mengarang. Pada penelitian ini penulis mengambil kemampuan menulis. Karena merupakan salah satu yang dapat mempengaaruhi pikiran untuk ketingkat yang lebih tinggi yaitu memecahkan masalah. Menulis tidak dapat terbentuk secara otomatis melainkan perlu adanya proses. Proses dalam meningkatakan keterampilan menulis narasi salah satunya dengan menulis karangan narasi. Dalam upaya meningkatkan keterampilan menulis narasi penulis mengambil dari salah satu kegiatan menulis buku harian. Dalam meneliti kegiatan itu penulis menggubakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat fase yaitu plan (perencanaan), act (tindakan), observe (observasi), dan reflect (refleksi). Berdasarkan analisis data dan penilaian tentang siswa yang tidak memiliki buku harian dengan siswa yang memiliki buku harian terhadap kemampuan keterampilan menulis menyatakan bahwa kegiatan menulis narasi dengan metode penggunaan buku harian memiliki nilai kepuasan klasikal sebesar 82%. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tingkaat kemampuan meulis narasi bagi siswa kelas V MIN 1 Sleman lebih tinggi yang memiliki buku harain. Kata kunci: Peningkatan, Menulis, Narative, Buku Harian
Charting The Development and Intersection of Agrarianism, Transcendentalism and Ecocriticism Kristiawan Indriyanto; Desca Angelianawati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 15 No. 1 (2023): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v15i1.3323

Abstract

AbstractThis paper charts the emergence of agrarianism as a philosophical thought, situates its development within other ideas such as Romanticism and Transcendentalism, and how agrarian thought intertwined with ecocritical literary analysis. The premise of this study is that within the current state of environmental crisis and degradation, the insight from agrarianism can provide an alternative environmental imagination to reconsider the position of humanity in the wider world. This study applies intellectual history as the framework on how the concepts and theories interacted and influenced other social/cultural/intellectual developments. Agrarianism celebrates rural life and agriculture as a response to industrialization, championed by thinkers like Emerson and Thoreau, who see it as a path to a more meaningful existence. It then examines how agrarianism intersects with ecocriticism, an environmental literary perspective that emerged in the 1960s. Agrarianism contributes significantly to ecocriticism, particularly in its critique of industrialization, exemplified by Rachel Carson's "Silent Spring." Both perspectives emphasize a holistic approach to the environment, emphasizing the interconnectedness of humans and nature. Wendell Berry's ecological agrarianism embodies these principles, stressing sustainable agriculture and environmental care. In conclusion, this paper highlights agrarianism's historical significance and contemporary relevance, illustrating its convergence with ecocriticism in their shared commitment to environmental ethics and preserving the natural world. Keywords: Agrarianism, ecocriticism, environmental philosophy, transcendentalismAbstrakTulisan ini memetakan kemunculan agrarianisme sebagai sebuah pemikiran filosofis, menempatkan perkembangannya dalam gagasan lain seperti Romantisisme dan Transendentalisme, dan mengkonstruksikan korelasi pemikiran agrarian dengan analisis sastra ekokritik. Premis penelitian ini adalah dalam kondisi krisis dan degradasi lingkungan yang dihadapi masyarakat secara global, wawasan agrarianisme dapat memberikan alternatif imajinasi lingkungan untuk mempertimbangkan kembali posisi umat manusia di dunia yang lebih luas. Penelitian ini mengadopsi sejarah intelektual sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana konsep dan teori-teori tersebut saling berinteraksi dan memengaruhi perkembangan sosial, budaya, dan intelektual lainnya. Agrarianisme merayakan kehidupan pedesaan dan pertanian sebagai respons terhadap industrialisasi, dipromosikan oleh pemikir seperti Emerson dan Thoreau yang melihatnya sebagai jalan menuju keberadaan yang lebih bermakna. Kemudian, makalah ini mencermati bagaimana agrarianisme mempunyai kesamaan perspektif dengan ekokritik,perspektif sastra lingkungan yang muncul pada tahun 1960-an. Agrarianisme memberikan kontribusi besar bagi ekokritik, terutama dalam kritiknya terhadap industrialisasi, yang diwakili oleh "Silent Spring" karya Rachel Carson. Keduanya menekankan pendekatan holistik terhadap lingkungan, menekankan keterkaitan antara manusia dan alam. Agrarianisme ekologis Wendell Berry mewujudkan prinsip-prinsip ini, menekankan pertanian berkelanjutan dan perawatan lingkungan. Sebagai kesimpulan, makalah ini menyoroti signifikansi historis agrarianisme dan relevansinya dalam konteks kontemporer, menggambarkan konvergensinya dengan ekokritik dalam komitmen bersama terhadap etika lingkungan dan pelestarian dunia alam.Kata kunci : agrarianism, filosofi lingkungan, transcendentalisme, ekokritik

Page 3 of 19 | Total Record : 183