Articles
206 Documents
Analisa Perbandingan Konfigurasi Vertikal dengan Bujur Sangkar Elektroda Pentanahan Menggunakan Matlab
Ilyas Ilyas;
Yessi Marniati
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.223 KB)
Dalam suatu sistem pentanahan yang memegang peranan sangat penting pada sistem proteksi peralatan listrik. Sistem pentanahan selalu digunakan sebagai jalur pelepasan arus gangguan ke tanah. Semakin kecil suatu nilai tahanan pentanahan tersebut, maka semakin baik sistem pentanahannya. Pada kondisi tertentu, nilai tahanan pentanahan selalu dipengaruhi oleh kedalaman penanaman dan jarak elektroda. Pada penelitian ini menggunakan beberapa konfigurasi Vertikal dan konfigurasi Bujur Sangkar elektroda pentanahan. Metode yang digunakan dalam pengukuran ini , menggunakan metode tiga titik dengan menginjeksikan arus DC konstan diantara elektroda uji dan elektroda arus yang menimbulkan beda potensial diantara elektroda uji dan elektroda tegangan, sehingga didapatkan nilai tahanan pentanahan. Dari hasil antara konfigurasi Vertikal dengan konfigurasi Bujur Sangkar dapat memperlihatkan suatu grafik perbandingan antara pengukuran dan perhitungan yang diteliti dilapangan ternyata konfigurasi yang disusun secara bujur sangkar ketanah mendapatkan nilai tahanan pentanahan yang lebih kecil, ini diakibatkan karena pada kedalaman 1.80 m hasil pengukurannya 0.4307Ω dan hasil perhitungannya 0.37Ω.
Rancang Bangun Kendali Terminal Stop Kontak Otomatis via SMS (Short Massage Service) Berbasis Mikrokontroler
Emilia Hesti;
Yessi Marniati
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.411 KB)
Jurnal ini menjelaskan tentang Rancang bangun terminal stop kontak Via SMS (Short Message Service) Berbasis mikrokontroler. Penggunaan sistem mikrokontroler akan membuat proses kinerja efektif dan efisien, Salah satunya adalah penggunaan Arduino. Dilain pihak perkembangan pengguna layanan teknologi mobile phone yang paling meledak adalah penggunaan jasa layanan pesan singkat atau sering dikenal SMS (Short Message Service). Perintah sederhana mulai dibutuhkan oleh para pengguna jasa layanan pesan singkat atau sering dikenal SMS (Short Message Service) yang membutuhkan kemudahan dalam mengendalikan peralatan listrik Sehingga jarak yang menjadi kendala dalam mengendalikan sebuah perlatan dalam hal ini khususnya adalah peralatan dengan komsumsi energi listrik dapat kita hindari. Dengan menggunakan alat ini dapat mengendalikan alat-alat yang menggunakan energi listrik untuk menjalankan sistem yang dibawa didalam alat tersebut dari jarak jauh.Sedangkan alat yang dapat digunakan untuk mengendalikan alat listrik salah satunya adalah melalui media pesan singkat mobile phone atau sering dikenal dengan sebutan SMS.Untuk dapat menghubungkan semua peralatan listrik dibutuhkan Terminal Stop Kontak.Pada alat ini menggunakan Arduino Uno untuk mengontrol semua komponen dan SIM900A untuk mengirim dan menerima SMS perintah serta LCD sebagai tampilan status alat.
Evaluasi Daya Pemakaian Sendiri Pada PLTU Ombilin Dengan Modifikasi Line Kelistrikan Unit Untuk Mengantisipasi Gangguan (Maintenance Station Service Transformer)
Asnal Effendi;
Efrizan Efrizan
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (817.543 KB)
Ketersediaan listrik pembangkit Ombilin sangat mempengaruhi kondisi listrik di wilayah Sumatera Bagian Tengah dan Selatan. Selain itu juga, ketersediaan listrik akan mempengaruhi tingkat keandalan unit. Saat ini, pemeliharaan/gangguan pada trafo SST (Station Service Transformer) mengakibatkan kedua unit PLTU tidak dapat beroperasi karena tidak tersedianya suplai listrik beberapa peralatan penting sebagai syarat tetap beroperasinya unit. Dengan melakukan modifikasi line kelistrikan unit, beberapa peralatan penting tersebut memperoleh suplai listrik dari sumber lain. Setelah melakukan modifikasi, kedua unit tetap dapat beroperasi ketika trafo SST mengalami pemeliharaan/gangguan. Pengkajian dilakukan berupa kajian teoritis, kajian teknik dan kajian ekonomis. Hasil kajian teoritis secara simulasi menunjukkan setelah modifikasi line, aliran daya masih dalam keadaan normal. Aliran daya melalui trafo UAT1 (Unit Auxiliary Transformer 1) menjadi 12,926 MVA dan trafo UAT2 menjadi 11,791 MVA dalam keadaan normal. Kerugian yang dapat dicegah dengan modifikasi ini ialah Rp. 910 juta/hari dan biaya firing sekitar 465 juta
Perancangan Trainer Instalasi Penerangan Sebagai Media Pengembangan Instalasi Listrik
Antonov Bachtiar;
Alfith Alfith
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
A learning trainer for people to be able to understand how to do a good and proper electrical installation. The electrical installation system in a building must refer to the rules and regulations that apply in accordance with the PUIL 2011 and the 2014 electricity law. Components that are usually used for electrical installations are KWH meters, socket, MCB, switches, cables, fittings. Electrical installation is a system / circuit used to distribute electric power (Electric Power) to meet human needs in their lives. Electrical installations must meet the standards and laws that apply in Indonesia. The regulations relating to this problem are the General Requirements for Electrical Installation (PUIL), International Electrotecnical Commission (IEC).
DESAIN SISTEM MONITORING NIRKABEL BERBASIS WEBSITE UNTUK PEMANTAUAN BATERAI DAN BEBAN PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA SURYA - ANGIN
Winasis Winasis;
Azis Wisnu Widhi Nugraha;
Imron Rosyadi
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1153.082 KB)
Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) energi terbarukan merupakan alternatif penyediaan tenaga listrik di daerah. Salah satu permasalahan pada PLTH adalah tidak terpantaunya pengoperasian pembangkit secara kontinu dan berkelanjutan. Penelitian ini menyajikan prototipe sistem monitoring nirkabel baterai dan beban pada PLTH surya – angin berbasis website yang mampu memantau secara remote kinerja PLTH. Rancangan perangkat keras sistem monitoring meliputi : perangkat wireless node pemantauan baterai, perangkat wireless node pemantauan beban dan perangkat pusat pamantauan. Besaran energi listrik pada baterai dan beban meliputi : tegangan, arus, daya, frekuensi, dan faktor daya diukur dan diproses pada node pemantauan untuk dikirimkan ke pusat pemantauan secara nirkabel melalui wireless tranceiver menggunakan protokol komunikasi 802.11 b/g/n. Pengiriman data hasil pemantauan ke jaringan internet dilakukan oleh pusat pemantauan melalui sebuah modem GSM. Rancangan prototipe sistem monitoring yang diusulkan diimplementasikan pada skala laboratorium dengan menggunakan DC power supply (battery charger) sebagai sumber arus DC, baterai nominal 2x12V dan inverter 1 kW. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keseluruhan perangkat node monitor dan sentral monitor dapat bekerja dengan baik.
Pengembangan Pemodelan Pembangkit Mini Hydro Untuk Kajian Frekuensi
Herris Yamashika;
Syafii Syafii
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.113 KB)
Paper ini mengajukan pemodelan pembangkit tenaga air skala kecil guna keperluan studi frekuensi dengan teknik pemodelan Low-order System Frequency Response. Kelebihan teknik pemodelan ini, parameter non linear turbin dan governor akan diabaikan, namun tetap mempertimbangkan parameter dinamis turbin dan governor yang bersifat esensial. Pemodelan dilakukan menggunakan Simulink-MATLAB. Model ini disimulasikan dengan memberikan kondisi overload pada pembangkit, dan melepaskan beban (load shedding) setelah terjadi overload. Hasil simulasi overload tanpa load shedding menujukan bahwa frekuensi terendah yang dicapai 41.01 Hz untuk overload sebesar 0.4 pu, dengan frekuensi steady state adalah 49.05 Hz. Simulasi dengan load shedding menunjukan respon frekuensi yang berbeda berdasarkan nilai load shedding yang diterapkan. Overshoot negatif terjadi pada kondisi load shedding lebih kecil dari overload, dan overshoot positif terjadi ketika load shedding lebih besar dari overload. Load shedding dengan nilai sebesar overload, frekuensi dapat kembali pada nilai nominal 50 Hz.
Analisa Pengaruh Jumlah Blade Terhadap Putaran Turbin Pada Pemanfaatan Energi Angin di Pantai Ujung Batu Muaro Penjalinan
Asnal Effendi;
Mori Novriyanti;
Arfita Yuana Dewi;
Andi M. Nur Putra
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Turbin angin sebagai fasilitas pengolah energi angin menjadi energi listrik dapat menjadi salah satu alasan atas masalah krisis energi. Turbin angin dapat divariasikan jumlah bladenya untuk dapat berputar, dan jumlah blade turbin angin akan mempengaruhi kecepatan putar turbin. Kecepatan putar turbin tergantung pada kecepatan angin yang berhembus, semakin kencang hembusan angin maka akan semakin kencang putaran turbin, begitu juga dengan daya yang akan dihasilkannya. Dari hasil pengujian turbin angin sumbu vertikal tipe savonius dengan 2 blade pada kecepatan angin 3.1 m/s berputar dengan menghasilkan energi angin sebesar 1.605 joule, saat menggunakan 3 blade pada kecepatan angin 5.4 m/s menghasilkan energi angin 12.731 joule, dan menggunakan 4 blade pada kecepatan angin 3.2 m/s menghasilkan energi angin sebesar 3.532 joule.
Kajian Pengembangan Lilitan Motor Induksi 1-Fasa Dengan Bentuk Lilitan 4-Fasa (Studi Kasus: Daya Keluaran dan Faktor Daya)
Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.189 KB)
Lilitan atau kumparan motor induksi 1-fasa biasanya dibuat dengan menggunakan 2 (dua) lilitan yang mana lilitan yang pertama adalah lilitan utama dan lilitan yang lainnya adalah lilitan bantu. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat lilitan motor induksi 1-fasa seperti bentuk disain lilitan motor induksi 4-fasa, yang mana lilitan motor ini terdiri dari 4 (empat) lilitan yang berjarak 90olistrik. 1 (satu) lilitan didisain untuk bertindak seperti halnya lilitan utama, dan 3 (tiga) lilitan lain bertindak seperti halnya lilitan bantu. Untuk memperoleh bentuk karakteristik dan kemanpuan motor yang didisain, maka motor ini menggunakan konstruksi yang sama dengan motor induksi 1-fasa pembanding. Kajian dalam makalah ini dibatasi hanya dalam hal ‘daya keluaran dan factor daya motor’. Motor pembanding yang digunakan dalam penelitan ini adalah motor induksi 1-fasa 1Hp, 220 V, 8,3A, 50Hz, 1440 rpm, 200µF Cs dan 20µF Cr. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa motor induksi 1-fasa yang dirancang dengqan disain lilitan 4-fasa dapat dioperasikan dengan baik dengan nilai kapasitor start yang lebih rendah yaitu 25µF dan kapasitor jalan 20µF dengan daya keluaran 80,44% dan dengan faktor daya ytang lebih baik (0,99) dari motor induksi 1-fasa pembanding.
Pengembangan Rangkaian Kendali untuk Mengoperasikan Motor Induksi3-Fasa
Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.386 KB)
Rangkaian kendali pada motor induksi 3-fasa merupakan salah satu sistem yang harus dirancang dengan baik agar motor induksi 3-fasa dapat beroperasi dengan baik sesuai rencana. Saat ini, rangkaian kendali motor induksi 3-fasa juga telah dikembangkan agar motor dapat beroperasi dengan baik pada sistem tenaga listrik 1-fasa. Penelitian ini dimaksudkan untuk pengembangan sistem kendali motor induksi 3-fasa yang pernah dikemukakan Anthony (2005). Dengan melakukan modifikasi pada rangkaian kendali motor, maka motor akan dibuat dapat terus beroperasi dengan baik walaupun terjadi gangguan dengan hilangnya salah satu atau 2 fasa sumber tenaga listriknya. Sistem kendali yang dirancang merupakan penggabungan dari dua sistem kendali motor yaitu sistem kendali 3-fasa dan sistem kendali 1-fasa. Motor yang digunakan dalam penelitan ini adalah motor induksi 3-fasa 1,5 Hp, 380 V, 2,7A, 50Hz, hubungan bintang, 1400 rpm. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa rangkaian kendali yang dibuat dapat mengoperasikan motor induksi 3-fasa dengan baik pada sistem tenaga listrik 3-fasa dan sistem tenaga listrik 1-fasa. Sistem kendali ini juga dapat menjaga motor terus beroperasi dengan baik dan aman walaupun salah satu atau dua fasa sistem tenaga listriknya hilang dan muncul kembali secara tiba-tiba.
Perencanaan Wireless Sensor Network (WSN) pada Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Kamar Jenazah Rumah Sakit M. Djamil Padang
Al Al
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (695.61 KB)
Lemari Jenazah merupakan suatu wadah tertutup yang suhu dan kelembabannya dapat diatur dengan cara mendinginkan udara dengan suhu tertentu dan juga salah satu alat forensik yang berfungsi untuk menjaga suhu dan kelembaban sebuah ruangan supaya suhu dan kelembabannya tetap berada pada level yang di inginkan. Untuk mempermudah mengatur dan memonitor keadaan suhu dan kelembaban lemari jenazah, diperlukan sebuah sistem yang dapat mengatur dan memonitor lemari jenazah tersebut dari jarak jauh. Penelitian ini merancang sistem monitoring suhu dan kelembaban berbasis aplikasi mobile menggunakan sebuah sensor dan dilengkapi dengan modul relay untuk mengatur suplay tegangan lemari jenazah. Untuk Transmitter mempunyai bagian komponen yaitu modol relay, SHT11, modul X-Bee series 2 dan arduino uno sedangkan alat untuk reciever yaitu modul X-Bee series 2 dan personal computer. Dari hasil pengujian penelitian ini dengan memasukkan nilai kalibrasi ke dalam progran Arduino, nilai rata-rata kesalahan dari pembacaan sensor SHT11 dapat diperkecil dari ±0,5ºC menjadi ±0,26ºC untuk pembacaan temperatur, dan dari ±2,17% menjadi ±1,76% untuk pembacaan humidity. Sedangkan pembacaan data Xbee bisa dilihat melalui perangkat lunak yaitu ZiggBee Operator.