cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Pengembangan Paralayang Ternadi di Kabupaten Kudus Indardi, Nanang; Sahri, Sahri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21480

Abstract

Paralayang sejak tahun 1990an sudah berkembang di Jawa Tengah, namun sampai sekarang perkembangannya masih kalah dengan daerah Jawa Timur dan Jawa Barat. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengembangan Paralayang Ternadi  sebagai ikon pariwisata udara oleh Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan pemetaan pengembangan tempat paralayang sesuai dengan karakteristik alam setempat dan secara umum aktivitas wisata paralayang dapat berkembang dan menjadi lebih baik sesuai standar operasi prosedur serta keamanan penerbangan. Pengkajian potensi pengembangan paralayang ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, kemampuan terbang, dan airmanship/tingkah laku, serta menjadi daya tarik wisata udara dalam dunia penerbangan paralayang. Tertatanya potensi pengembangan paralayang dan tata kelola paralayang yang lebih terorganisir dengan baik merupakan dampak positif yang ingin dicapai. Penelitian ini bersifat eksploratif dan dilakukan di Kabupaten Kudus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap dengan meliputi pengamatan lapangan, pemetaan, dan tata kelola. Pengamatan lapangan dilakukan dengan menggunakan pengamatan langsung dengan menggunakan media (gambar, rekaman audio/visual) serta didampingi pakar dan melibatkan lembaga yang berkompeten. Pemetaan tempat dilakukan dengan memperhatikan potensi alam yang mendukung (ketinggian, arah angin, kontur tanah, luasan lahan, sumber air, dan lain-lain). Tata kelola diperlukan untuk memastikan kelangsungan pengembangan paralayang secara menyeluruh dalam kurun waktu yang relatif lama.Paragliding since the 1990s has been developing in Central Java, but until now its development is still inferior to the regions of East Java and West Java. The study was conducted to examine the development of Ternadi Paragliding as an icon of air tourism by the Central Java Paragliding Management. This study aims to facilitate the mapping of the development of paragliding sites in accordance with local natural characteristics and in general paragliding tourism activities can develop and become better according to standard operating procedures and flight safety. The assessment of the potential of paragliding development is expected to be able to improve knowledge, flight ability, and airmanship / behavior, as well as being an attraction for air travel in the world of paragliding flights. The organized potential of the development of paragliding governance that is better organized is a positive impact to be achieved. This research is exploratory and conducted in Kudus Regency. This research was carried out in three phases which included field observations, mapping and governance. Field observations are carried out using direct observations using media (images, audio/visual recordings) and accompanied by experts and involving competent institutions. Site mapping is done by taking into account the supporting natural potential (altitude, wind direction, land contour, land area, water source, etc.). Governance is needed to ensure the continued development of paragliding as a whole in a relatively long period of time.
Bokavia Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Pada Olahraga Petanque Irawan, Fajar Awang; Pangesti, Oktavia Pratiwi Diah Ayu
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.21368

Abstract

Siswa tingkat sekolah dasar mengalami kesulitan dalam bermain petanque karena bola besi terasa berat saat dimainkan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan alternative media permainan melalui modifikasi bola petanque yang lebih murah, ringan, praktis, dan menarik tetapi tetap standar. Penelitian ini menggunakan 10 orang dalam uji coba kecil dan 20 orang dalam uji coba besar dengan rentang usia 8 sampai 10 tahun. Hasil dari penelitian ini pada uji coba skala kecil diperoleh 84% spesifikasi produk pada kategori baik dan 90% relevansi produk juga pada kriteria baik. Untuk uji coba skala besar diperoleh 88% spesifikasi pada kategori baik, sedangkan relevansi produk 92% pada kategori baik pula. Hasil lain pada komentar ahli ditemukan 94.15% untuk kualitas produk Bokavia pada kategori sangat baik dan 96.65% untuk spesifikasi produk juga pada kategori sangat baik.   Kesimpulan yang didapat bahwa Bokavia ini layak digunakan untuk bermain petanque dan juga sebagai alternative pilihan dalam pembelajaran.Elementary student felt difficult when playing petanque because of the weight. The aim of this study was to give media alternative using petanque ball modification that more cheap, light, and interesting as petanque standard. This study using 10 participants in small-scale and 20 participants in large-scale with the mean age 8 to 10 years old. Result of this study found that 84% product specifications in small-scale was good and 90% product relevance was also in good category. Large-scale data found 88% product specification in 88% and 92% relevance product was good in category. Results from the expertise found that 94.15% for product quality was very good and 96.65% product specification was also very good. The conclusion stated that Bokavia suitable for was petanque and also as an alternative choice for learning.
Representasi Aktivitas Fisik pada Pasien Covid-19 Selama Karantina Yuliawan, Dhedhy
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.31201

Abstract

Pandemic Covid-19 merupakan bentuk dari sebuah bencana yang mempengaruhi tatanan dunia. Para penderita Covid-19 melakukan karantina, dimana pasien melakukan isolasi agar tidak menyebarkan virus. Proses karantina memberikan permasalahan, karena aktivitasnya dibatasi hanya dilingkungan tempat karantina. Maka variable penelitian ini mengambil aktivitas fisik pada paseien Covid-19. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik survey. Penelitian dilakukan pada pasien Covid-19 yang melakukan karantina di Kabupaten Bantul. Sampel yang diambil sebanyak 211 orang yang sudah melakukan karantina selama 7 hari. Teknik sampel menggunakan purposive sampling dari populasi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner Global Physical Activity Qutionnaire (GPA-Q) dengan validitas dan reliabilitas instrumen sebesar 0,48 dan 0,67-0,73 yang disajikan dalam bentuk google form. Hasil dari penelitian menunjukan Aktivitas fisik pasien Covid-19 selama masa karantina ditemukan sebanyak 6 (3%) memiliki aktivitas fisik tinggi; 183 (87%) memiliki aktivitas fisik sedang; dan 22 (10%) memiliki aktivitas fisik rendah. Frekuensi terbanyak pada aktivitas fisik sedang, maka dapat disimpulkan aktivitas fisik pasien Covid-19 selama masa karantina memiliki aktivitas fisik sedang. Kesimpulan dari penelitian ini menjadi gambaran bahwa pasien Covid-19 memiliki aktivitas fisik sedang pada masa karantina.The Covid-19 pandemic is a form of disaster that affects the world order. Covid-19 sufferers are in quarantine, where patients are isolated, so they do not spread the virus. The quarantine process poses problems because its activities are limited only to the quarantine environment. So, this research variable takes physical activity in Covid-19 patients. The method used is quantitative research with survey techniques. The study was conducted on Covid-19 patients who were quarantined in Bantul Regency. The samples taken were 211 people who had quarantined for 7 days. The sampling technique used purposive sampling from the population. The instrument used is the Global Physical Activity Questionnaire (GPA-Q) questionnaire with instrument validity and reliability of 0.48 and 0.67-0.73 which is presented in google form. The results of the study showed that the physical activity of Covid-19 patients during the quarantine period was found to be 6 (3%) having high physical activity; 183 (87%) had moderate physical activity; and 22 (10%) had low physical activity. The highest frequency was in moderate physical activity, so it can be concluded that the physical activity of Covid-19 patients during the quarantine period had moderate physical activity. The conclusion of this study illustrates that Covid-19 patients have moderate physical activity during the quarantine period.
Implikasi Pola Kerja Telensefalon dan Korteks Cerebral dalam Pendidikan Jasmani Mustafa, Pinton Setya
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.24901

Abstract

Tujuan dari artikel ini membahas tentang pola kerja telensefalon dan korteks cerebral dan implikasinya dalam pendidikan jasmani. Telensefalon berperan berbagai proses, yaitu: penentuan kecerdasan, penentuan kepribadian, menginterpretasi rangsang berbagai indra. Sedangkan Korteks cerebral berperan sebagai pusat integrasi untuk informasi sensorik dan regio pengambil keputusan bagi berbagai jenis output motorik. Dengan demikian korteks cerebral memiliki sumbang asih pada pembelajaran gerak, khususnya dalam pendidikan jasmani. Selain itu perkembangan korteks cerebral juga dapat dibentuk melalui pembelajaran gerak yang tepat.The purpose of this article discusses the work patterns of telencephalon andr brain cortex and their implications in physical education. Telencephalon won various processes, namely: intelligence, personality selection, interpreting the various sensory stimuli. While the Cortex acts as an information center for sensory and requests decisions for various types of motor. Thus the brain cortex has a contribution to the learning of motion, specifically in physical education. In addition, the development of the brain cortex can also be built through the learning of appropriate motion.
Minat Masyarakat dalam Menggunakan Sepeda Lipat untuk Olahraga Rekreasi di Kota Surabaya Fitroni, Hijrin; Wibowo, Sapto; Sulistyarto, Soni
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.29919

Abstract

Peningkatan minat masyarakat terhadap penggunaan sepeda khususnya jenis sepeda lipat meningkat sangat pesat, dapat dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas sepeda lipat yang bermunculan,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data faktor-faktor motivasi dan minat masyarakat surabaya dalam menggunakan sepeda lipat sebagai aktifitas olahraga rekreasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan Instrumen penelitian kuesioner yang telah di validasi. Subyek penelitian adalah komunitas sepeda di kota Surabaya dengan jumlah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan minat terhadap sepeda lipat adalah tertinggi kedua dengan persentase 24%. Kemudian sebanyak 60% melakukan bersepeda dengan frekuensi lebih dari 2x per minggunya dengan tujuan 98% untuk meningkatkan kebugaran. Informasi tentang sepeda lipat 66% didaatkan dari komunitas dengan 92% memilih sepeda lipat karena praktis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minat komunitas sepeda di Surabaya terhadap sepeda lipat berada pada urutan tertinggi kedua setelah sepeda MTB. Mereka melakukan aktivitas bersepeda pada hari aktif bekerja dengan frekuensi lebih dari 2 kali per minggu dengan tujuan utama untuk meningkatkan kebugaran. Sepeda lipat banyak dipilih karena alasan praktis dibawa kemana-mana.
Korelasi Antara Lompat Vertikal Dengan Performa Sprint 60 Meter Pada Atlet Taekwondo dan Karate Apriantono, Tommy; Syahruddin, Syahruddin; Winata, Bagus; Karim, Doddy Abdul
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.27140

Abstract

Taekwondo dan Pencak silat merupaka dua contoh cabang olahraga seni bela diri yang saat ini sedang berkembang saat ini. Maka dari itu, tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengukur serta mengetahui korelasi antara performa lompat vertikal dengan sprint 60 meter pada atlet Taekwondo dan Pencak silat. Seluruh peserta, dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kecabangan mereka, yaitu kelompok Taekwondo (TKW), dan kelompok Pencak silat (PKS). Seluruh peserta diwajibkan untuk melakukan pemanasan secara statis dan dinamis selama minimal 15 menit. Setelah sesi pemanasan selesai, kelompok TKW memulai pertama untuk sesi pengukuran anthropometry, lompat vertikal, dan sprint. Kelompok PKS lebih unggul dalam melakukan performa loncatan, yaitu 57,33 (± 7,73) cm dibandingkan dengan kelompok TKW sebesar 55,78 (± 4,30) cm. Sedangkan untuk hasil sprint 60 meter, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sprint 60 meter antara kelompok TKW dan PKS (p = 0,007), dimana kelompok PKS (7,94 ± 0,15) detik lebih cepat dibandingkan dengan kelompok TKW (8,48 ± 0,49) detik. Hasil dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara performa lompat vertikal dengan performa sprint 60 meter, pada atlet Takewondo dan Pencak silat.Taekwondo and Pencak silat are two examples of martial arts sports that are currently being developed. Therefore, the purpose of this study was to measure and determine the correlation between vertical jump performance and 60 meter sprints in Taekwondo and Pencak silat athletes. All participants were divided into two groups based on their branches, namely the Taekwondo group (TKW) and the Pencak silat group (PKS). All participants are required to warm up statically and dynamically for at least 15 minutes. After the warm-up session was over, the TKW group started the first session for anthropometry measurement, vertical jump, and sprint. The PKS group was superior in jumping performance, 57.33 (± 7.73) cm compared to the TKW group of 55.78 (± 4.30) cm. As for the results of the 60 meter sprint, it shows that there were a significant difference between the 60 meter sprint between the TKW and PKS groups (p = 0.007), where the PKS group (7.94 ± 0.15) seconds is faster than the TKW group (8, 48 ± 0.49) seconds. The results in this study indicate that there were a correlation between vertical jump performance and 60 meter sprint performance, for Takewondo and Pencak silat athletes.
Efektifitas Latihan Aerobik pada Kasus Obesitas Pegawai Pertamina MOR IV Semarang Hadi, Hadi; Irawan, Fajar Awang; Romadhoni, Syahru; Sunyoto, Tommy; Permana, Dhias Fajar Widya; Ma’dum, Mirza Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.28485

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivitasan latihan aerobik dalam menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan pegawai Pertamina MOR IV Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Total responden yang berpartisipasi berjumlah 44 orang dengan ketentuan semua responden merupakan pegawai internal Pertamina MOR IV Semarang dan bersedia menjadi bagian dalam penelitian ini, ditunjukkan dengan melengkapi lembar kesediaan menjadi partisipan. Instrumen yang digunakan yaitu tes kondisi fisik menggunakan laporan tes Tecumseh, senam aerobic, dan jogging. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa 11 orang (25%) secara efektif mampu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan. 19 orang (43,2%) secara berkala mampu menurunkan berat badan, dan 14 orang (31,8%) mampu mempertahankan kondisi normalnya. Secara keseluruhan dalam penelitian ini membuktikan bahwa pola hidup dan pola makan yang baik akan menjaga kesehatan setiap orang. Untuk hasil yang lebih maksimal diperlukan adanya pengawasan monitoring, dan pengevaluasian secara berkelanjutan dan harapannya adalah para pegawai mampu mempertahankan kondisi fisik ditunjang dengan latihan rutin yang terprogram. 
Analisis Gerak Teknik dan Performa Memanah Nomor 70 Meter Recurve Atlet PPLP Panahan Daerah Istimewa Yogyakarta Septiana, Luluk; Widiyanto, Widiyanto; Wali, Carles Nyoman
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.25777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kinerja gerak teknik dan performa memanah jarak 70 meter recurve putri pada kejurnas antar PPLP di Semarang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan variabel: gerak teknik memanah dan kemampuan fisik memanah. Instrumen yang digunakan yaitu; (1) angket, yang berisi kisi-kisi analisis kinerja gerak teknik memanah yang telah divalidasi oleh ahli biomekanika dan teknik memanah; (2) handycam, untuk melakukan pengamatan. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah atlet panahan putri yang mengikuti kejurnas panahan jarak 70 meter recurve antar PPLP di Semarang tahun 2015 yang berjumlah 3 atlet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kinerja gerak teknik memanah pada tahap cara berdiri (stance), memasang ekor panah (nocking), posisi setengah tarikan (set up), menarik tali (drawing), penjangkaran (anchoring), menahan sikap memanah (holding), membidik (aiming), melepaskan anak panah (release), gerak lanjut (followthrough) berada pada kategori baik. (2) Performa atlet memanah PPLP DIY masih kurang, terlihat dari hasil perolehan skor pada setiap rambahan selalu menurun. This research aimed to reveal the capability of technical movement and the performed by female archers to shoot arrow in 70 meters recurve distance on the championship among PPLP in 2015 in Semarang. This research was a descriptive quantitative research with variables the technical movement and the physical ability of shooting arrow. The instruments used are: (1) questionnaire, containing the blue print of analysis of the capability of technical movement in shooting arrow which has been validated by the expert of biomechanic and the technique of shooting arrow; (2) handycam, to carry out the observation. The research subjects is female archers who joined the championship among PPLP in Semarang in 2015 totaling 3 archer. The result of this research shows, (1) technical movement of shooting arrow on the phase of stance, nocking, set up, drawing, anchoring, holding, aiming, releasing and follow through is classified in “good” category; (2) the performance of the athletes of archery of PPLP is not maximum, it can be seen from the decrease tendency in obtaining additional score.
Dampak Kelelehan terhadap Pengambilan Keputusan di Dalam Permainan Futsal Ferdiansyah, Radyan; Imanuddin, Iman; Fitri, Mustika
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i2.23463

Abstract

Intensitas yang tinggi pada olahraga futsal mengakibatkan para pemainnya sering mengalami kelelahan sebelum pertandingan selesai. Pada akhirnya, kelelahan akan menyebabkan penurunan performa. Oleh karna itu peneliti ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui tentang dampak kelelahan terhadap pengambilan keputusan di dalam permainan futsal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengambilan keputusan atlet yang sedang mengalami kelelahan dan tidak. Setelah mengetahui, maka peneliti mencari perbedaan pengambilan keputusan antara kelompok yang mengalami kelelahan dan tidak mengalami kelelahan. Pada penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif. Partisipan pada penelian ini adalah Siswa Sekolah Menengah Pertama PGII II Bandung yang terdaftar aktif di ekstrakulikuler futsal. Sampel pada penelitian ini berjumlah 16 orang yang dipilih menggunakan teknik sampling porposive sampling, instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan Assessment of Secondary School Student’s Decision Making and Gameplay Ability in Soccer. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data uji perbedaan sebelum dan sesudah kelelahan maka diperoleh data signifikansi sebesar 0,022 maka H0 ditolak.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengambilan keputusan sebelum dan selama kelelahan. Dengan demikian, karena nilai t hitung 2,409 > t, tabel 1,6973 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya kelelahan berdampak terhadap pengambilan keputusan di dalam permainan futsal.
Olahraga Prestasi di Jawa Tengah dalam Perspektif Pendanaan Junaidi, Said; Subiyono, Hadi Setyo; Raharjo, Hermawan Pamot; Priyono, Bambang; Nasution, Moh.; Wahadi, Wahadi
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 11, No 1 (2021): July 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v11i1.23105

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis pembinaan olahraga prestasi di Jawa Tengah dari perspektif pendanaan. Jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data berasal dari semua pihak yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan sistem pembinaan olahraga prestasi di Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terbuka dan mendalam dan studi pustaka. Teknik analisis meliputi koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian; Dana untuk pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Jawa Tengah belum sesuai dengan kubutuhan ideal pembinaan olahraga. Pendanaan untuk proses pembinaan masih belum sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga. Fakta menunjukkan bahwa capaian prestasi Jawa Tengah berkorelasi dengan besaran alokasi dana pembinaan. Konsekuensi dari relatif rendahnya dana untuk olahraga prestasi Jawa Tengah membawa dampak terhadap kualitas pembinaan. KONI Provinsi Jawa Tengah mengalami kesulitan mengelola kebutuhan pembiayaan riil cabang olahraga karena sistem pembinaan tidak model hibah.