cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
Pendekatan Olah Raga Berbasis Sekolah dalam Mengatasi Obesitas pada Anak Indrawati, Fitri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7884

Abstract

Prevalensi obesitas pada anak-anak akhir ini terus meningkat. Pada anak sekolah, kejadian kegemukan dan obesitas merupakan masalah yang serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa. Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan.Asupan energi tinggi oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas  sik dansedentary life style.Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengembangkan intervensi dalam rangka mengurangi prevalensi obesitas pada anak-anak.Dengan demikian obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan penanganan yang tepat dengan melibatkan peran orang-orang yang dekat dalam lingkungan hidupnya seperti orang tua dan guru di sekolah.
Suplementasi Vitamin C dan E untuk Menurunkan Stres Oksidatif Setelah Melakukan Aktivitas Fisik Maksimal Rusiani, Elma; Junaidi, Said; Subiyono, Hadi Setyo; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.23582

Abstract

Latar belakang: aktivitas fisik maksimal (AFM) memicu ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan antioksidan dalam tubuh diketahui sebagai stres oksidatif. Vitamin C dan E berperan sebagai antioksidan eksogen dapat menghentikan reaksi berantai dari radikal bebas. Tujuan penelitian memberikan informasi kepada masyarakat tentang pengaruh pemberian suplementasi vitamin C dan E terhadap tingkat stres oksidatif setelah melakukan aktivitas fisik maksimal. Metode: studi eksperimental dengan rancangan posttest only control design. Sampel penelitian menggunakan tikus putih jantan galur wistar sebanyak 30 ekor, dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol, perlakuan I adalah AFM, perlakuan II adalah AFM dan 1,8 mg vitamin C, perlakuan III adalah AFM dan 1,44 mg vitamin E, dan perlakuan IV adalah AFM dan 1,8 mg vitamin C + 1,44 mg vitamin E. Intervensi dilakukan selama 14 hari. Semua kelompok dilakukan pemeriksaan malondialdehid di laboratorium pada akhir perlakuan.  Data dianalisis menggunakan Uji One Way Anova. Kadar malondialdehid (MDA) secara signifikan menurunkan tingkat stres oksidatif (p<0,05). Kelompok suplementasi vitamin C dan E menurunkan kadar MDA secara signifikan 95,5 % setelah melakukan aktivitas fisik maksimal. Kesimpulan: suplementasi vitamin C dan E menurunkan tingkat stres oksidatif setelah melakukan aktivitas fisik maksimal. Konsumsi vitamin C dan E disarankan ketika tubuh mengalami stres oksidatif.
Analisis Biomekanika pada Stroke Nomor 100 Meter Gaya Dada terhadap Swimming Velocity Ardha, Muchamad Arif Al; Yang, Chung Bing; Ridwan, Mochamad; Darmawan, Gatot; Hartoto, Setiyo; Kuntjoro, Bambang Ferianto Tjahyo; Kartiko, Dwi Cahyo; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.21772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biomekanika swimming velocity (SV), stroke frequency (SF), stroke rate (SR), dan distance per stroke (DPS) pada 100 meter gaya dada putra kelompok umur 3. Penelitian ini merupakan penelitian quantitative dengan metode comparative. Sebanyak 70 atlet renang berusia 12-13 tahun dari berbagai provinsi di Indonesia yang berpartisipasi pada kejuaraan renang Jatim Open 2019 di Jawa Timur dibagi menjadi 4 quartil berdasarkan catatan waktu resmi panitia perlombaan. Video diambil dengan menggunakan kamera Canon 80D dan lensa Canon 18-135 STM dengan resolusi video full HD dan 50 fps. Delapan video dianalisis dengan menggunakan software komputer Kinovea 0.8.15 pada 8 zona pengamatan dengan jarak 10 dan 15 meter. Data masing-masing zona diuji normalitas dan uji beda dengan menggunakan One Way Anova serta Post-Hoc pada software komputer SPSS 20.0. Berdasarkan hasil uji normalitas, secara keseluruhan SV, SF, SR dan DPS mempunyai distribusi data yang normal (sig. > 0.05). Selanjutnya berdasarkan hasil One Way Anova, ditemukan perbedaan dari ke empat kelompok pada SV, SF, SR dan DPS (sig. < 0.05). Kesimpulannya, atlet pada kuartil 1 mempunyai catatan waktu yang baik karena mempunyai efektivitas SF dan SR, serta jarak DPS yang lebih jauh dari ketiga kelompok lainnya pada 8 zona pengamatan.This research aims to analyze the biomechanics components i.e. swimming velocity (SV), stroke frequency (SF), stroke rate (SR), and distance per stroke (DPS)  at 100 meters breaststroke 12-13 years old male swimmer. This is a quantitative research which was conducted by comparative methods. There were 70 athletes which were divided in to four quartiles based on the official time record in Jatim Open 2019 swimming competition. The videos were recorded by using Canon 80D camera and Canon 18-135 STM lens with HD quality and 50 fps. Eight videos were analyzed by using Kinovea 0.8.15 in eight observation zones. The data were tested by normality test (Kolmogorov-smirnov) and comparative test (one way anova) in SPSS 20.0 computer program. The results, SV, SF, SR dan DPS have a normal distribution (sig.>0.05). Furthermore, there is a significant different among quartile group in SV, SF, SR dan DPS (sig.<0.05). In conclusion, quartile 1 group has better time compare than quartile 4 group , because quartile 1 group performs more effective SF and SR with longger DPS than other groups.
Model Latihan Crazy Ball Game Meningkatkan Minat dan Motivasi Anak Berlatih Karate Ari Susila, Gede Hendri; Prastya, Ade Hindhu
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.22479

Abstract

Melatih teknik bertarung (kumite) dengan cara berhadapan one bye one ditingkat anak usia dini tidaklah mudah secara psikologi anak, sehingga dibutuhkan metode khusus dalam melatih teknik kumite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan Crazy Ball Game dalam upaya meningkatkan minat dan motivasi anak berlatih kumite di lingkungan Pengkab FORKI Buleleng. Metode penelitian ini eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah anak kategori usia dini (7 s/d 9 tahun) yang terdaftar di aliran/perguruan di bawah naungan FORKI Buleleng sebanyak 50 orang. Berdasarkan hasil analisis dan penelitian yang sesuai dengan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Model Latihan Crazy Ball Game sangat berpengaruh terhadap minat dan motivasi anak-anak berlatih kumite. Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua dalam penelitian (F = 4.614, p = < 0,05). Jika ditetapkan taraf signifikansi p = 0,05 maka nilai signifikansi uji hipotesis kedua jauh lebih kecil daripada p, sehingga F signifikan. Maka hipotesis kedua diterima yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan terhadap sikap sosial antara siswa yang mengikuti Model Latihan Crazy Ball Game dengan siswa yang mengikuti Latihan konvensional.Practicing fighting techniques (kumite) by dealing with one bye one at the level of early childhood is not easy psychologically for children, so special methods are needed in training the kumite technique. This study to determine the effect of Crazy Ball Game training models in an effort to increase the interest and motivation of children practicing kumite in the FORKI Buleleng regency. The research methods is an experimental research design with one group pretest-posttest design. The subject were fifty childrens of the early age category (7 to 9 years) who were registered in the school of Karate under the auspices of FORKI Buleleng. The result showed that Crazy Ball Game Exercise Model significantly to increase the interests and motivation of children to practice Kumite (F = 4.614, p = < 0.05). If the significant level is set p = 005, the significance value of the second hypothesis test is much smaller than p, so F is significant. The the second hypothesis is accepted, which means that there are significant differences in social attitudes between students who take the Crazy Ball Game Exercise Model and students who take conventional exercises.
Prinsip-Prinsip Biomekanika Kualitatif: Upaya Menjembatani Teori dan Aplikasi dalam Sport Science Ardiyanto, Hysa; Widiyanto, Widiyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.17757

Abstract

Asian Games 2018 dinilai sebagai pendorong kebangkitan olahraga nasional yang diiringi dengan penguatan peran sport science. Biomekanika sebagai salah satu area sport science menyediakan analisis gerak guna meningkatkan performa atlet. Permasalahannya, prinsip dan hukum mekanika Newtonian yang umum digunakan dinilai sulit karena counterintuitive dan kurang memberikan analisis yang bermakna. Pada saat bersamaan, kesenjangan antara teori dan aplikasi pada sport science masih terjadi. Beberapa ahli berupaya mengembangkan seperangkat prinsip-prinsip umum untuk aplikasi biomekanika kualitatif. Tulisan ini mencoba membahas prinsip-prinsip biomekanika kualitatif sebagai sebuah upaya menjembatani antara teori dan aplikasi dalam sport science.
Model Permainan Game 3 On 3 dan Bola Pantul Meningkatkan Kemampuan Dasar Bola Voli Widiyatmoko, Fajar Ari; Anggoro, David Bayu
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.23646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan passing bawah melalui metode game 3 on 3 dan permainan bola pantul. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain randomized control group pretest-posttest design dengan sampel sejumlah 45 siswa ekstrakurikuler yang di bagi menjadi 3 kelompok,15 orang diberi treatment game 3 on 3, 15 diberi treatment permainan bola pantul dan 15 kelompok kontrol. Tes yang digunakan adalah brumbach forearm pass wall volley test. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan passing bawah melalui metode game 3 on 3 sebesar 39,72% dan melalui metode permainan bola pantul sebesar 64,29% dan kelas kontrol sebesar 19.72%. Perbedaan peningkatan kemampuan passing bawah melalui metode permainan bola pantul lebih besar dibandingkan melaui metode game 3 on 3, dan kelompok kontrol dengan signifikansi 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa untuk meningkatkan kemampuan pasing bawah bola voli lebih efektif dengan permainan bola pantul.This study aims to develop lower passing skills through the method of game 3 on 3 and reflected ball games. The method of this study was a randomized control group pretest-posttest design with a sample of 51 extracurricular students divided into 3 groups, for the experimental group and the control group. The test used is a modified brumbach forearm pass wall volley test. Data analysis techniques using t-test. The results showed an increase in lower passing skills through the game 3 on 3 method of 39.72% and through the method of bouncing ball game of 64.29% and the control class of 19.72%. The difference in increasing the lower passing ability through the bounce ball method is greater than that of the game 3 on 3 method, with a significance of 0,000. The conclusion of this study is that to improve the ability to pass down volleyball more effectively with bouncing ball games.
Persepsi Mahasiswa Ilmu Keolahragaan terhadap Permainan Tradisional dalam Menjaga Warisan Budaya Indonesia Permana, Dhias Fajar Widya; Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i2.23645

Abstract

Permainan tradisional yang ada di indonesia sebagai aset budaya yang harus dilestarikan dan di budidayakan, sehingga tidak begitu saja hilang karena hal hal yang dapat menyingkirkan permainan tradisional. Permainan tradisionarangl berkolaborasi dengan olahraga untuk menambah bentuk kegiatan diluar yang dapat memberikan segala bentuk permainan yang bermanfaat untuk berolahraga. Olahraga melalui permainan-permainan tradisional mampu memberikan efek kepada penggiat olahraga. Bentuk saling memberikan interaksi positif antara olahraga dan permainan tradisional tercipta saat permainan ini dimainkan dan memiliki menfaat bagi semua. Data yang menampilkan persepsi mahasiswa terhadap permainan tradisional untuk menambah unsur aktivitas kegiatan dilapangan dengan hasil pengetahuan tentang presepsi pengetahuan permainan  tradisional 87,79% menunjukan angka yang signifikan dalam pengetahuan tentang permainan tradisional, presepsi tentang peraturan permainan tradisioanl menunjukan prosentase 85,61 % menunjukan prosentase yang baik dalam pengetahuan peraturan permainan tradisional dan 89,23% menunjukan presentase implementasi permainan dilapangan yang amsih di lakukan di daerah masing masing, dengan hasil yang telah di tujukan bahwa presepsi mahasiswa ilmu keolahragaan terhadap presepsi permainan tradisional baik secara pengetahuan permaianan, peraturan permainan dan implementasi permainan tradisional memiliki presepsi baik yang dapat dikembangkan serta dibudidayakan serta dilestarikan. Traditional games that exist in Indonesia as a cultural asset that must be preserved and cultivated, so it does not simply disappear because of things that can get rid of traditional games. Traditional games collaborate with sports to increase the form of activities outside which can provide all forms of games that are useful for sports. Sports through traditional games can give effect to sports activists. The forms of mutual interaction between sports and traditional games are created when these games are played and have benefits for all. Data showing students' perceptions of traditional games to add elements of field activities with the results of knowledge about the perception of traditional game knowledge 87.79% shows a significant number in the knowledge of traditional games, the perception of traditional game rules shows the percentage of 85.61% shows the percentage both in the knowledge of traditional game rules and 89.23% shows the percentage of game implementation in the field that is still done in their respective regions, with the results that have been addressed that the perception of sports science students to traditional game perception both in game knowledge, game rules and game implementation traditional has a good perception that can be developed and cultivated and preserved.
Kontribusi Recive Servis, Dig, Cover dan Toss Pemain Libero dalam Pertandingan Final SEA GAMES 2019 Sujarwo, Sujarwo; Purnomo, Arif
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi recive servis, dig, cover dan toss pemain libero dalam pertandingan bola voli. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi dan match analisis pada pertandingan final bola voli putra indoor SEA GAMES 2019. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi yang dinilai oleh dua orang ahli, yaitu ahli bola voli dan ahli tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang libero tim nasional bola voli indoor Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada set pertama libero 1 berkontribusi dalam recive servis, dig, cover dan toss sebesar: 38.6%. Set kedua libero 1 berkontribusi: 26.2%. Pada set kedua libero 2 berkontribusi sebesar: 16.3%. Pada set ketiga libero 2 berkontribusi sebesar: 52.1%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa kontribusi kemampuan libero sangat menentukan dalam keberhasilan tim dalam melakukan serangan maupun bertahan, baik kemampuan recive servis, dig, cover dan toss. Rekomendasi peneliti hendaknya pelatih melatih libero dengan kondisi sedekat mungkin dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Kesalahan yang dilakukan libero di lapangan hendaknya diulang-ulang dibenahi dan diberikan solusi atau pembetulan baik konsep maupun teknikPurposed of this study was to determine the contribution of recive servis, dig and toss libero players in volleyball matches. The research method was used quantitative descriptive research with observation and match analysis techniques in the SEA GAMES 2019 indoor men's volleyball final match. The study’s instrument was the observation sheet assessed by two experts, namely, volleyball expert, test and measurement expert. Subjects in this study were two Indonesian national volleyball national team libero. Results showed that in the first set libero number 1 contributed to the recive service, dig and toss by: 38.6%. The second set of libero number 1 provided: 26.2%. In the second set of libero number 2 participated: 16.3%. In third set, libero number 2 contributed: 52.1%. The conclusion in this study is that the contribution of Libero's ability was crucial to the success of the team in attack and defense, both the ability to recive service, dig, cover and toss. Common researchers' recommendation should be that the trainer train libero with conditions as close as possible to the field’s actual requirements. A libero made mistakes in the area should be repeated addressed and given a solution or correction of both concepts and techniques.
Keseimbangan dan Kelentukan Pergelangan Kaki: Bagaimanakah Korelasinya dengan Kemampuan Shooting Sepakbola? Sinatriyo, Dewonggo; Kusuma, Indra Jati; Festiawan, Rifqi; Kusnandar, Kusnandar; Heza, Fuad Noor
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) dan kelentukan pergelangan kaki & Shooting (Widiastuti, 2015). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dan korelasi ganda. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1.y = 0,071 < r(0,05)(60) = 0,254, Ada korelasi antara kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx2.y = 0,341 > r(0,05)(60) = 0,254, dan  Tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1,x2,.y = 0,129 < r(0,05)(60) = 0,254, dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting. The purpose of this study was to determine the correlation between ankle balance and flexibility and the shooting ability of students participating in soccer extracurricular at SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. This research method is correlational with cross sectional approach, the sampling technique uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria and a sample of 60 students is obtained. The research instruments used include the Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) and ankle elasticity & shooting (Widiastuti, 2015). The data analysis technique used is Pearson product moment correlation test and multiple correlation. From the results of the study note that there is no correlation between balance with shooting ability with a value of rx1.y = 0.071 <r (0.05) (60) = 0.254, there is a correlation between ankle flexibility with shooting ability with a value of rx2.y = 0.341> r (0.05) (60) = 0.254, and there is no correlation between ankle balance and flexibility and shooting ability with rx1, x2, .y = 0.129 <r (0.05) (60) = 0.254, from the results It can be concluded that there is no correlation between balance and ankle flexibility and shooting ability.
Manfaat Vitamin D untuk Pemain Sepak Bola : Mini Literature Review Yustika, Gaung Perwira; Santoso, Eko Budi; Hadi, Cholichul; Sumartiningsih, Sri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.18426

Abstract

Permainan sepakbola dicirikan dengan pola aktivitas yang berubah-ubah, olahraga dengan durasi yang panjang dengan intensitas yang tinggi dan aksi yang eksplosif seperti melakukan akselarasi, deakselarasi, merubah arah, melompat, dan menjegal yang tentunya memerlukan kerja yang tinggi dari daya tubuh. Di dalam pertandingan kebutuhan energi sangat tinggi, dipenuhi dengan metabolisme aerob dan anaerob, yang mana perlu dibarengi dengan asupan nutrisi berkualitas dalam bentuk mikronutrisi khususnya asupan/pemaparan vitamin D untuk pemain agar dapat menunjang dan menjaga performa permainan dari seorang pemain, terlebih pada level sepakbola elit. Vitamin D sendiri adalah suatu prekursor hormon yang memiliki peranan penting di dalam menjaga kesehatan tulang dan fungsi imunitas. Penemuan reseptor vitamin D pada sel otot rangka manusia telah membawa para ilmuwan fisiologi otot untuk menemukan peranan penting vitamin D dalam meregulasikan sintesis protein dan fungsi otot. Pada atlit sepakbola elit, terdapat kebutuhan konstan vitamin D di dalam memaksimalkan sintesis protein untuk memenuhi kebutuhan fisik dari latihan harian. Selain dari pemaparan sinar matahari vitamin D pun dapat didapatkan dari sumber makanan yang mengandung nutrisi ini (hewani dan nabati).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).Soccer was characterized with activity that changed periodically during the game, this sport has long duration and with high intensity dan explosive action like doing acceleration, deacceleration, changing direction, jumping, and tackling. Of course in order to doing that this sport needs high rate of physical performance of the players. In the match, energy requirements is very high, fulfill by aerob metabolism and anaerob, to help the metabolism regulation, micronutrien intake especially vitamin D intake/exposure for the players to support and maintain performance of soccer players, especially in the elite level. Vitamin D is a hormonal precursor that hold an important role to maintain bone health and imunity function. The discovery of vitamin D receptor in human skeletal’s cells made attention to Muscle Physiologyst in order to find a way how vitamin D regulated protein synsthesis and muscle function. For soccer elite athletes, there’s constant needs of vitamin D to built synthesis protein in order to support the physical requirements from daily training. Besides sunlight exposure, vitamin D can be acquired from dietary foods that contain this vitamin (animal and plant source).