cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
KESIAPAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI MANOKWARI Sri Hartini, ; Alexander Yaku, ; Frenki Arthur Paiki, ; Purwaningsih,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims at finding out how Junior High Schools at Manokwari, Papua Barat Province implement the school-based curriculum (KTSP). It  focuses on their readiness to implement all the curriculum components in the teaching and learning process and the availability of the supporting components. The results show that the schools are ready to implement the curriculum. However, the supporting components are still far from being sufficient.    Abstrak: Penelitian ini mengkaji kesiapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengkajian difokuskan pada kesiapan sekolah dalam melaksanakan komponen-komponen yang terkandung dalam KTSP dan kesiapan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan KTSP.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP di kabupaten Manokwarti telah siap melaksanakan KTSP.
PENERAPAN TES ESEI PEMETAAN KONSEP DAN GAYA KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Edi Kusnadi,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This research aims at investigating the differences of  1) the learning outcomes on science between students treated using an eassy test on concept mapping and those treated using an objective test, 2) between students having convergent cognitive style and those having divergent one, 3) between students having convergent cognitive style treated using the essay test and those treated using the multiple choice one, 4) between students having divergent cognitive style treated using the essay test and those treated using the multiple choice one, 5) the relational effect  between formative assessments and cognitive style towards the learning outcomes. The study was conducted at elementary schools in Metro Lampung, the sample of which comprises 124 students taken randomly. The findings show that the learning outcomes of students 1) treated using an essay test are higher, 2) having convergent cognitive style are higher, 3) having the convergent style treated using an essay test are higher, 4) having divergent style treated using an essay test are lower, and 5)there is a relational effect between the formative assessments and the cognitive style on the learning outcomes.   Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan 1) hasil belajar pada ilmu pengetahuan antara siswa yang mendapat perlakuan menggunakan tes eassy pada pemetaan konsep dan mereka yang mendapat perlakuan menggunakan tes obyektif, 2) antara siswa yang memiliki gaya kognitif konvergen dan divergen, 3) antara siswa memiliki gaya kognitif konvergen diperlakukan dengan menggunakan tes esai dan mereka diperlakukan dengan menggunakan pilihan ganda, 4) antara siswa memiliki gaya kognitif divergent diperlakukan dengan menggunakan tes esai dan yang diperlakukan dengan menggunakan pilihan ganda 5) efek relasional antara penilaian formatif dan gaya kognitif terhadap hasil belajar. Penelitian dilakukan di sekolah-sekolah dasar di Metro Lampung, sampel yang terdiri dari 124 siswa diambil secara acak. Temuan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa 1) diperlakukan  dengan menggunakan tes esai lebih tinggi, 2) memiliki gaya kognitif konvergen lebih tinggi, 3) memiliki gaya konvergen diperlakukan  dengan menggunakan tes esai lebih tinggi, 4) memiliki gaya yang berbeda diperlakukan menggunakan tes esai lebih rendah, dan 5) ada efek relasional antara penilaian formatif dan gaya kognitif pada hasil belajar.
MEMPERBAIKI KESALAHAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH DENGAN PERMAINAN DADU DAN KARTU BILANGAN Tri Dyah Prastiti,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; This research aims at describing the learning activities concerning the effect of how to correct the subtraction mistakes of whole numbers done by the third graders through dice games and card numbers. To reach the goal an action research consisting of 6 cycles is conducted. It is found out that 1) there are a mistaken pattern and its causes, 2) to correct  the mistake, remedial work is done based on each cause of the mistake, 3) the average score of the student mastery learning is 75.96 % meaning that the target is achieved.   Abstrak;Penelitian ini bertujuan menghasilkan deskripsi kegiatan pembelajaran tentang upaya memperbaiki kesalahan pengurangan bilangan cacah siswa kelas III SD melalui permainan “dadu” dan “kartubilangan “. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan 6 (enam) kali tindakan. Melalui tindakan pembelajaran perbaikan yang dilakukan, dihasilkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Ditemukan pola kesalahan dan sebab-sebab kesalahan dari hasil pekerjaan siswa tentang pengurangan bilangan cacah. (2) Untuk memperbaiki kesalahan operasi pengurangan bilangan cacah dilaksanakan pembelajaran perbaikan berdasarkan masing-masing sebab kesalahan yang ditemukan. (3) Evaluasi akhir diperoleh data  penguasaan materi untuk pengurangan bilangan cacah rata-rata 75,96% artinya  telah menunjukkan pencapaian target belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN Indinatarjiah,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; This action research aims to improve the outcomes and process of instruction for students  with learning disabilities using differentiated instructional model. The subject consists of 21 students studying in three separated classes at Pantara Special School Kebayoran Baru. The cycles conducted comprise planning, acting, observing, reflecting and evaluating. The result shows that approaching the end of the third cycle an increase in the learning outcomes and instruction process appears when differentiated instructional model is applied.   Abstrak; Penelitian tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil dan proses pengajaran bagi siswa dengan ketidakmampuan belajar menggunakan model pembelajaran terdiferensiasi.  Subjek terdiri dari 21 mahasiswa yang belajar di tiga kelas terpisah di Sekolah Khusus Pantara Kebayoran Baru. Siklus terdiri dari perencanaan yang dilakukan, pelaksanaan, observasi, refleksi dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa mendekati akhir siklus ketiga terjadi peningkatan hasil dan proses belajar muncul ketika model pembelajaran terdiferensiasi diterapkan.
MEMINIMALKAN KESULITAN SISWA DALAM BELAJAR BANGUN RUANG SISI TEGAK Tatagyuli Eko Siswono,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the problems in learning mathematics faced by the seventh graders of SMPN 6 Sidoarjo is understanding the Solid Geometry (Cube, Prism and Pyramid). To solve it, it is necessary that CTL (Contextual Teaching and Learning) approach be employed.In order to verify the argument a 3 cycle action research is conducted. The finding shows that student difficulties can be reduced by employing CTL approach. Another finding confirms that some students still misunderstand a  certain concept.   Abstrak: Bangun Ruang Sisi Tegak (BRST) merupakan salah satu materi belajar matematika yang masih sulit dipahami siswa SMP, tidak terkecuali siswa kelas VII SMP Negeri 6 Sidoarjo. Melihat kesulitan tersebut, maka perlu dipikirkan cara-cara mengatasinya atau meminimalkannya. Salah satu cara dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual. Untuk mengetahui apakah upaya itu berhasil,  dilakukan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari satu sampai tiga siklus untuk tiap kesulitan yang teridentifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meminimalkan kesulitan siswa dalam belaja rmateri Bangun Ruang Sisi Tegak di kelas VII SMP Negeri 6 Sidoarjo. Hasil lain menemukan beberapa penafsiran siswa yang salah terhadap suatu konsep.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SOAL CERITA MATEMATIKA Rohita,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract; This study aims to get information on the correlations between 1) emotional intelligence and ability to solve mathematics problems; 2) parents’ guide and ability to solve mathematics problems; 3) emotional intelligence and parents’ guide and ability to solve mathematics problems. The setting is six elementary schools spreading in three villages of Kecamatan Pulo Gadung, East Jakarta. 102 third graders are taken randomly using a survey method. A test and questionaires are used to collect the data. The results indicate that emotional intelligence contributes 14.2 % to the ability of solving mathematics problems. Meanwhile, parents’guide  only contributes 10.4 % to the ability of soving mathematics problems.   Abstrak; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang korelasi antara : 1) emosional intelegensi dan kecakapan untuk memecahkan soal cerita matematika; 2) bimbingan orang tua dan kecakapan untuk memecahkan soal cerita matematika; 3)emosional intelegensi dan bimbingan orangtua dan kecakapan untuk memecahkan soal cerita matematika. Setting dari penelitian ini adalah 6 SD yang tersebar di 3 Kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.103 anak kelas 3 diambil secara acak dengan menggunakan metode survey. Tes dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil menunjukkan bahwa emosional intelegensi memberikan kontribusi sebesar 14,2% kepada kecakapan untuk memecahkan soal cerita matematika. Sementara , bimbingan orangtua hanya memberikan kontribusi sebesar 10,4% terhadap kemampuan untuk memecahkan soal cerita matematika.
PERBEDAAN KAPASITAS AEROBIK ANAK USIA DINI SISWA SEKOLAH DASAR DI DATARAN TINGGI DENGAN DATARAN RENDAH Achmad Sofyan Hanif, ; Abdul Aziz Hakim,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract;The study aims tofind out (1) The difference of aerobic capacity between prepubertal children of native highlander and those of lowlander. (2) The difference of aerobic capacity between prepubertal boys and girls. (3) The relationship between altitude and gender in influencing aerobic capacity.The result of the data analysis reveals that there aresignificant differences of aerobic capacity between 1)prepubertal children of native highlander and those of lowlander,Fcount = 6.056 >Ftable = 3.94. 2) prepubertal boys with girls., Fcount= 46.524 >Ftable = 3.94. 3)altitude and gendergive noinfluence on aerobic capacity., Fcount = 1.792 <Ftable= 3.94.Further finding shows that highlanders are smaller and lighter. Therefore, it is strongly suggested that talent identification give more priority to the aerobic capacity than to figures. Abstrak; Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) perbedaan kapasitas aerobic antara anak usia dini di dataran tinggi dan dataran rendah. (2) perbedaan kapasitas aerobic antara anak usia dini perempuan dan laki-laki. (3) Hubungan antara ketinggian dan gender dalam mempengaruhi kapasitas aerobic. Hasil dari analisa data menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kapasitas aerobic diantara 1) anak usia dini di dataran tinggi dan yang di dataran rendah, Fcount =6.056 > Ftable.=3.94. 2) anak usia dini laki-laki dan perempuan, Fcount =46.542 > Ftable =3.94. 3) ketinggian dan gender tidak memberikan pengaruh pada kapasitas aerobic., Fcount = 1.792 < Ftable = 3.94. Lebih lanjut temuan menunjukkan bahwa anak-anak di dataran tinggi lebih kecil dan ringan. Untuk itu, sangat dianjurkan bahwa system identifikasi bakat diberikan prioritas lebih dalam kapasitas aerobic daripada penentuan bakat.
PROFESIONALITAS GURU ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) DI SEKOLAH DASAR I.ketutp.artana,
Pendidikan Dasar Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pendidikan Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:This research aims at describing teacher abilities in making instructional planning, implementing, evaluating, in building personal relationship and factors influencing their skills to conduct the teaching-learning process of social science in primary schools. The data needed are obtained through interview, documentation and IPKG and are directly analysed in the field. The results show that abilities to plan and implement are “fair” and are “good” for building personal relationship. Being professional and creative greatly influence the teaching-learning process. Abstrak:Penelitian ini untuk mengkaji kemampuan guru SD lakarsntri dalam kemampuan pembelajaran IPS meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hubungan antar pribadi, serta factor yang mempengaruh keterampilan guru dalam KBM.  Interviu, dokumentasi dan IPKG digunakan sebagai pengumpulan data. Data dianalisis pada saat dilapangan. Hasil penelitian adalah kemampuan guru SD membuat perencanaan kategori “cukup”, pelaksanaan KBM kategori”cukup” evaluasi dan hubungan antar pribadi “baik”, serta profesionalitas  dan kreatifitas mempengaruhi kemampuan guru dalam KBM.

Page 1 of 1 | Total Record : 8