cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
PENGEMBANGAN PERMAINAN EDUKASI DALAM PEMBELAJARAN  MATEMATIKA PADA MATERI KESEBANGUNAN FAIZAH, NENY; KURNIASARI, IKA
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa siswa berfikir bahwa aktivitas belajar itu tidak menyenangkan. Hal ini dikarenakan aktivitas pembelajaran yang tidak atraktif, dan membosankan. Peraturan Pemerintah menyatakan bahwa belajar harus menjadi interaktif, menginspirasi, menyenangkan dan menyediakan ruang bagi siswa untuk menjadi kreatif sesuai dengan potensi mereka. Oleh karena itu, guru harus membuat desain aktivitas belajar yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang disukai oleh siswa adalah permainan atau game. Permainan dapat digunakan sebagai alat pengajaran karena permainan dapat menarik siswa untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Permainan ini tidak hanya ditujukan untuk membuat kelas menyenangkan, tetapi juga fokus dalam pembelajaran. Hal ini disebut permainan edukasi. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang tidak disukai oleh para siswa karena matematika sangat abstrak terutama untuk anak-anak. Objek pada suatu permainan jika dimanipulasi dapat digunakan pembelajaran matematika. Jika permainan dapat digunakan sebagai alat mengajar pada pembelajaran matematika. Berdasarkan penjelasan ini, peneliti tertarik untuk mengembangkan permainan edukasi untuk pembelajaran matematika pada materi kesebangunan. Pengembangan permainan edukasi ini diadopsi dari model pengembangan Ross dan Kemp yang terdiri dari tiga fase yaitu perencanaan, prototipe, dan finalisasi. Pengembangan permainan edukasi terdiri dari dua sesi. Tujuan dari sesi pertama untuk membangun konsep kesebangunan dan tujuan sesi dua adalah untuk meningkatkan hasil pemahaman siswa tentang konsep kesebangunan. Hasil dari pengembangan ini adalah petunjuk permainan. Kata kunci: Permainan edukasi, kesebangunan, pengembangan permainan. Many students think that learning activity is not fun. It is because it is because the learning activities not attractive, and boring. The government regulation state that learning should be interactive, inspiring, fun and providing space for student to be creative according to their potential. Therefore, teacher should design fun learning activity, so that can motivate students to be active in learning activity. One of favored activity of children is a game. Game can be used to be a teaching tool because game can attract students to engage actively in the learning activity. The game is not only aimed to bring fun in the classroom but also focus on the learning. It is called educational game. Mathematics is one of subjects that are not liked by the students because mathematics very abstract especially for children. The objects in game if manipulated properly, it can be used in the mathematics learning. So, game can be a teaching tool to teach mathematics. Based on these explanations, the aim of this research is developing educational game for mathematics learning on materials of similarity. This developmental educational game is adopted from Ross and Kemp’s development models. It is consisting of three phases there are plan, prototype, and finalize. The developed educational game consists of two sections. The aim of section I is to construct similarity concept and the aim of section II is to work out student’s understanding about similarity concept. The result of this developmental is a game guideline. Keywords: Educational games, similarity, game developmental  
PENGGUNAAN DISCREPANT EVENTS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA FISIKA KONSEP KINEMATIKA DAN DINAMIKA SUPRAPTO, NADI; SETYARSIH, WORO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara discrepant events (DE) dengan terjadinya konflik kognitif yang bermakna dalam pembelajaran kinematika dan dinamika serta mendeskripsikan pengaruh discrepant events dan hasil belajar mahasiswa konsep kinematika dan dinamika. Penelitian dilakukan  pada mahasiswa semester 1 peserta mata kuliah fisika dasar di Jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya. Analisis penelitian menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan (yang cukup) antara discrepant events (DE) dengan terjadinya konflik kognitif (bermakna) dalam pembelajaran kinematika dan dinamika. Konflik kognitif bermakna baru muncul jika persentase DE minimal 24,62%, yang pada penelitian ini paling rendah 88%. Penggunaan discrepant events berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa konsep kinematika dan dinamika. DE mempengaruhi hasil belajar mahasiswa sebesar 49,67%. Kata Kunci: discrepant events, konflik kognitif bermakna, hasil belajar, kinematika, dinamika The aims of this study were to determine the  relationship or no relationship between discrepant events (DE) with significant cognitive conflict in learning kinematics and dynamics as well as describe the influence of discrepant events and student learning outcomes concepts of kinematics and dynamics. The study was conducted in the first semester of the student participants of  basic physics course in the Department of Physics State University of Surabaya. Analysis of studies using simple correlation and regression analysis. The results showed there relationship (enough) between discrepant events (DE) with cognitive conflict (significant) in the learning of kinematics and dynamics. New meaningful cognitive conflict arises if a minimum percentage of DE 24.62% , which is the lowest in this study 88% . The use of discrepant events positive effect on student learning outcomes concepts of kinematics and dynamics.  DE affecting student learning outcomes of 49.67%.  Key Words: discrepant event, meaningful cognitive conflict, learning outcomes, kinematics, dynamics  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA SAVITRI, DIAN
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar, penggunaan media yang tepat memudahkan peserta didik memahami suatu konsep. Oleh karena itu diperlukan media pembelajaran berbasis multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa. Pengembangan media pembelajaran matematika sebagai penunjang proses pembelajaran mengikuti model 4-D Jerold dan Thiagarajan, yaitu define, design, develop dan desiminasi. Pertama analisis kebutuhan sampai diperoleh gambaran konsep dasar pembuatan media pembelajaran menggunakan Macromedia Flash yang menghasilkan desain awal media pembelajaran. Hasil ujicoba performance sistem, program dapat dijalankan pada komputer manapun tanpa proses instalasi. Kemudian dilakukan validasi tim ahli untuk mengetahui kelayakan media serta uji coba sebagai upaya memperoleh saran berkualitas dari pengguna. Hasil validasi media pembelajaran layak digunakan dengan beberapa revisi dan saran tim ahli. Hasil ujicoba pengguna berupa respon mahasiswa terhadap media pembelajaran menunjukkan lebih dari 65% setuju bahwa media pembelajaran yang dibuat untuk diterapkan di kelas. Media pembelajaran matematika yang dihasilkan dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.    Kata kunci: media, matematika, multimedia, uji coba. Media has an important role in the learning process, facilitate the use of appropriate media students understand a concept. Therefore we need a multimedia-based learning media that can improve student comprehension. The development of instructional media to support learning mathematics using 4 - D models follow Jerold and Thiagarajan: define, design, develop and disseminate. First analysis of the need to obtain an overview of learning the basic concepts of media creation using Macromedia Flash that generates the initial design of instructional media. The results of performance test system, the program can be run on any computer without installation process. Then do the validation of a team of experts to determine the feasibility of the media as well as a pilot effort to obtain the advice of a qualified user. The results of the validation study media fit for use with some revisions and suggestions team of experts. The results of user testing in the form of student responses to instructional media indicate that more than 65 % agree that the media is made ​​to apply learning in the classroom. Thus the resulting mathematical learning media can be used to support the learning process. Keywords : media, mathematics, multimedia, test.
ANALISIS KONSISTENSI KONSEPSI SISWA MENGGUNAKAN MODEL ANALYSIS BERDASARKAN PENGALAMAN BELAJAR FISIKA PADA MATERI GELOMBANG Mardiana, Riska; Utari, Setiya; Siahaan, Parsaoran
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa siswa memiliki pemahaman awal yang seringkali berbeda dengan konsep yang benar, sehingga muncul miskonsepsi dalam proses pembangunan konsep. Berbagai instrumen telah dikembangkan untuk mendeteksi keberadaan miskonsepsi, tetapi belum mampu mengungkapkan kemungkinan siswa menggunakan berbagai model konsepsi dalam menjawab pertanyaan. Penelitian ini menggunakan Model Analysis untuk menganalisis konsistensi konsepsi. Penulis mengujikan pertanyaan terbuka sehingga diperoleh pola jawaban yang menunjukkan model-model konsepsi yang dimiliki siswa. Model konsepsi tersebut yaitu model konsep yang benar, model yang miskonsep, dan model yang salah konsep. Pola tersebut dimodifikasi menjadi opsi untuk pertanyaan pilihan ganda. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan matriks yang menunjukkan konsistensi konsepsi siswa. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMA di Purwakarta, dengan sampel salahsatu kelas XII di sekolah tersebut yang berjumlah 32 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa ditemukan pada seluruh konsep yang diujikan terkait materi gelombang, dengan miskonsepsi terbesar ditemukan pada subkonsep mengenai faktor yang mempengaruhi perambatan bunyi. Ketiga jenis model konsepsi ditemukan di keseluruhan konsep yang diujikan, dengan model konsep yang miskonsepsi ditemukan sangat dominan mempengaruhi jawaban siswa, sehingga siswa sulit membedakan miskonsepsi dengan konsep yang benar. Konsistensi konsepsi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor di luar pengalaman belajar di Sekolah. Kata Kunci: Konsistensi Konsepsi Siswa, Miskonsepsi,  Model Analysis Many researches had reported that students have many pre-conceptions that often different from scientifically accepted concept, thus alternative conceptions arised on building concept processes. Many diagnostic intruments had been developed to reveal its presence, but it can’t reveal the probabilities that students use various models of conception when answering questions yet. This study used Model Analysis as a method for analyzing consistency of students’ conceptions. This method tests sets of open-ended question to students to obtain pattern of students’ answer showed students’ models of conceptions, these are true model, alternative conception model, and wrong concept model. Pattern of students’ answer then modified to be options on multiple choices question. It was then analyzed by matrix showed us concistency of students’ conception. This research held in one of Senior High School in Purwakarta, with the sample of one of the XII class in that school consists of 32 students. This study showed us that alternative conceptions can be found in all concepts being tested on this research, thus the most alternative conceptions is on the subconcept about factors influencing sound propagation. All of three model conceptions can be found in all concepts tested, but alternative conception dominantly influencing students’ answer, thus students having a hard time on identificating the differerences between alternative conceptions and true concepts. The consistency of students’ conceptions also influenced by many factors beside physics lecture in school. Keywords: Alternative Conception, Consistency of Students’ Conception, Model Analysis   
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA ANALISIS  DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MELATIH PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMK Wahyuni, Tri; , TUKIRAN; WIDODO, WAHONO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran MAAM siswa SMK program keahlian Kimia Analisis kelas XI pada submateri melakukan analisis air dan mineral dengan metode guided discovery. Desain instruksional pada penelitian ini menggunakan model Dick and Carey, sedangkan rancangan penelitian menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dikembangkan secara umum berkategori baik. Keterlaksanaan RPP berkategori baik. Aktivitas siswa yang dominan adalah melakukan pengamatan, berdiskusi, dan berpendapat yaitu berturut-turut 19%, 17%, dan 14%.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa N-gain rata-rata pemahaman konsep berada pada kategori  tinggi. keterampilan berpikir kritis berada pada kategori sedang. Temuan lain bahwa berdasarkan tinjauan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), metode pembelajaran guided discovery juga memberikan pengaruh pada hasil belajar siswa yang berada pada kategori tuntas sedangkan dua indikator no 4 dan 14 berada pada kategori belum tuntas. Respon siswa terhadap pembelajaran dengan metode guided discovery dinilai baik. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa pembelajaran MAAM dengan metode guided discovery dapat melatihkan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa SMK. Kata Kunci: Model pembelajaran guided discovery, pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis. This study aims to develop the MAAM’ learning tools on  The Chemical Analysis program of SMK eleventh degree  in the sub materials doing mineral and water analysis by the method of guided discovery. Instructional design in this study using the model of Dickand Carey, while the design of the study design using pre-experiment with One Group Pretest-Posttest Design. The findings of this research are learning tools that developed generally categorized well. The enforceability of lesson plan categorized well. Students whose dominant activity are observing, discussing and arguing are 19%, 17%, and 14%. The results of this study also showed that the N-average gain understanding of concepts is high, while in the category of critical thinking skills in the middle category. Another finding that is based ona review of  Minimum Mastery Criteria, guided discovery learning method also gives the effect on student learning out comes in the category mastery, while two indicators, number 4 and 14 are in a category not mastery. Students response to learning with guided discovery methodis considered well. Based on these results, it was concluded that the MAAM’ learning with guided discovery method can train the understanding of concept sand critical thinking skills of vocational students. Keywords: guided discovery learning model, concept understanding, critical thinking skills 
Penggunaan Media Visual dalam Pembelajaran Pecahan untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas V SD/MI Yani, Bainuddin; Kusumah, Yaya S.; Johar, Rahmah
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemecahan masalah matematis yang berkaitan dengan materi pecahan adalah salah satu materi matematika yang sulit bagi siswa SD/MI. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan media visual terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Eksperimen dengan disain penelitian two groups pre-test post-test control group design ini menetapkan populasi seluruh siswa kelas V MIN Tungkop Aceh Besar dengan lima kelas paralel. Sampel diambil secara purposif dua kelas dari tiga kelas unggul yang ada di MIN tersebut, masing-masing satu kelas dijadikan sebagai kelas yang mendapat perlakuan (treatment) dengan jumlah siswa 35 orang dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 orang. Di kelas perlakuan (treatment) pembelajaran pecahan dilaksanakan dengan menggunakan media visual dan di kelas kontrol pembelajaran pecahan dilaksanakan dengan cara konvensional. Data dikumpulkan dengan menggunakaninstrumen kemampuan pemecahan masalah matematis untuk siswa (tes esei).  Untuk pengujian hipotesis, data pretes dan postes kemampuan pemecahan masalah matematis, dan data peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis terlebih dahulu diperiksa persyaratan analisisnya berupa homogenitas dan normalitas. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Pengolahan data dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows telah diperoleh (1) Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan media visual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional, dan (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan media visual lebih baik daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional. Berdasarkan temuan ini, maka direkomendasikan kepada guru SD/MI bahwa ketika mengajar matematika khususnya topik pecahan, hendaknya menggunakan media visual sehingga siswa lebih mudah memahami konsep maupun pemecahan masalah matematis. Kata kunci: Pembelajaran dengan menggunakan media visual, pecahan,   pemecahan masalah matematis.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN EDUKATIF SEA ADVENTURE PADA MATERI KINGDOM ANIMALIA UNTUK SISWA KELAS X SMA Fikriyah, Aida; KARTIKA INDAH, NOVITA; AMBARWATI, RENI
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media permainan edukatif  Sea Adventure yang layak secara teoretis dan empiris. Pengembangan permainan mengacu pada model pengembangan ASSURE. Media permainan divalidasi oleh ahli media, ahli (PERLU DITAMBAH KATA AHLI AGAR SETARA) materi, dan guru biologi untuk mengetahui kelayakan teoritisnya. Selanjutnya media diujicobakan kepada 20 siswa SMA kelas X untuk mengukur kelayakan empiris berdasarkan respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Sea Adventure dinyatakan layak secara teorietis dengan persentase kelayakan 89,68% dan layak secara empiris dengan 91% memberikan respons positif. Kata kunci: permainan edukatif Sea Adventure, kelayakan teoritis dan empiris, materi invertebrata The study was aimed to produce Sea Adventure educative game media which was feasible theoretically and empirically. The study was designed using ASSURE development model. The developed media was validated by four validators to know the theoretical feasibility. The media empirical feasibility was tested toward 20 students. The study was successful to produce Sea Adventure media which was feasible theoretically and empirically based on the media validation value which was 89.68% and also about 91% students gave positive responses toward the media. Key words:    Sea Adventure educative game media, theoretical and empirical feasibility, the topic of invertebrate
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWAMELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY PADA MATERI SEGIEMPAT DI KELAS VIIB SMP NEGERI 24 SAMARINDA TAHUN AJARAN 2012/2013 (THE IMPROVEMENT OF MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES THROUGH COOPERATIVE LEARNING COURSE REVIEW HORAY MATERIAL ASPECTS IN FOUR IN CLASS VII B  JUNIOR HIGH SCHOOL 24  SAMARINDA ACADEMIC YEAR 2012/2013) , Azainil
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 20, No 1 (2013): Vol. 20, No. 1, Juni 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the improvement of mathematics learning outcomes through cooperative learning course review horay Material Aspects In Four In Class VII B 24 Samarinda junior academic year 2012/2013 . Subjects in this study were students of class VII B Junior High School 24 in Samarinda , amounting to 29 students and the object of this study is the type of cooperative learning course review horay . Data collection techniques using Task Sheet ( LT ) , observation sheets to students and teachers as well as the achievement test . This study was conducted in three cycles . Each cycle of meetings held three times with twice the learning process and one achievement test . Analysis using descriptive statistics such as mean , percentages , and diagrams . The survey results revealed an increase in learning outcomes at each cycle as follows : the average value of the base to the first cycle increased the average value of learning outcomes by 1.84 % of the average value of 62.68 into 64.58 basis and the percentage of completeness of 10.34 % . I cycle to cycle II has increased the average value of the learning outcomes of 7.40 % of the average value of the first cycle of learning outcomes , ie 64.58 becomes 72.11 and 31.03 % for the percentage of completeness . Cycle II to III increased cycle average value of learning outcomes for 7.70 % of the average value of the second cycle of learning outcomes , ie 72.11 into 79.40 and 89.66 % for the percentage of completeness . Judging from the increase in the average increase in each cycle , it can be said that the average points of the basic values ​​increased in the first cycle to 17.41 . Second cycle of 21.72 and the third cycle of 22.06 . In addition , all teachers in the first cycle were considered sufficient , second cycle and third cycle assessed both considered good . While the activities of students in the first cycle is considered less , cycle II assessed fairly , and the third cycle is considered good . Based on these results it can be concluded that the type of cooperative learning chourse review horay. Learning outcomes in mathematics rectangular material in class VII B SMPN 24 Samarinda has increased. Keywords: Improvement , Learning Outcomes , Learning Course Review Horay .
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA (LKM) MEKANIKA KUANTUM DAN STRUKTUR ATOM BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH NOVITA, DIAN; , MUCHLIS
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penelitian pengembangan LKM Mekanika Kuantum dan Struktur Atom berorientasi pemecahan masalah. Urutan kegiatan meliputi 1) menelaahkan LKM kepada dosen matakuliah, 2) melakukan revisi LKM, 3) memvalidasikan LKM ke dosen rumpun keahlian Kimia Fisika. Pada saat bersamaan dengan validasi, dilakukan ujicoba terbatas kepada mahasiswa yang kemudian akan dilakukan analisis terhadap hasil validasi serta hasil ujicoba terbatas tersebut. Berdasarkan uraian dalam pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKM Mekanika Kuantum dan Struktur Atom berorientasi pemecahan masalah telah layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran. Hal ini dapat dirinci sebagai berikut: 1) Validasi Isi LKM yang telah dikembangkan memperoleh persentase 73,33% dengan kategori layak, 2) Validasi Penyajian LKM yang telah dikembangkan memperoleh persentase 77,78% dengan kategori layak, 3) Validasi Keterbacaan LKM yang telah dikembangkan melalui ujicoba terbatas memperoleh persentase 77,78% dengan kategori layak. Kata kunci: pengembangan LKM, pemecahan masalah, Kimia Fisika. The research aim describe the research of developing problem-solving worksheet in Quantum Mechanical and Atomic Structure. Sequencing of activity included 1) analyze worksheet by lecturer, 2) revised worksheet, and 3) validate the worksheet to course expertise of physical chemistry. At the same time as the validation, the tests are limited to students who performed an analysis of the results of the validation and the results of limited test. Based on the description in the discussion it can be concluded that the development of the worksheet at Quantum Mechanics and Atomic Structure that are oriented by problem solving was fit for use as a learning device. It can be described as follows: 1) Content Validation is obtain a percentage of 73.33% to qualify, 2) Validation Presentation is obtain a percentage of 77.78% with a valid category, 3) Validation Readability is obtain a percentage of 77.78% to qualify. Key words:  developing worksheet, problem solving, Physical Chemistry,
PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA MATAKULIAH KIMIA ORGANIK II DENGAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI , ISMONO; HIDAYATI SYARIEF, SRI; HIDAJATI, NURUL; , TUKIRAN; , SUYATNO
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains Vol 19, No 2 (2012): Vol. 19, No. 2, Desember 2012
Publisher : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inkuiri merupakan salah satu cara yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan ketrampilan berpikir dengan menggunakan proses mental lebih tinggi dan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa pada mata kuliah kimia organik II pokok bahasan alkohol-eter. Subjek penelitian adalah model pembelajaran inkuiri yang diimplementasikan pada pembelajaran pokok bahasan alkohol-eter untuk mahasiswa Pendidikan Kimia kelas  Internasional Angkatan 2009 di Jurusan Kimia FMIPA UNESA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian diskriptif. Deskripsi meliputi keterlaksanaan pembelajaran, ketuntasan hasil belajar serta aktivitas mahasiswa selama implementasi model pembelajaran inkuiri. Data yang diperoleh sebagai berikut: rata-rata skor hasil penilaian keterlaksanaan RPP adalah 4,5 dengan kategori baik. Sebanyak 75,01% aktivitas menunjukkan aktivitas mahasiswa yang terdiri dari aktivitas merencanakan dan melakukan eksperimen (23,85%), mengerjakan LKM (18,37%), membaca buku/ LKM (13,7%), serta merumuskan kesimpulan (6,64%). Model pembelajaran inkuiri yang telah dilakukan telah mampu mengurangi aktivitas mendengarkan penjelasan dosen dengan rata-rata 24,03%. Ketuntasan belajar aspek psikomotor mahasiswa secara classical pada pre test adalah 36,36% dan pada post test 81,81%. Setelah proses pembelajaran berbasis inkuiri diterapkan, semua mahasiswa mencapai nilai ≥ 70 sehingga dikatakan tuntas secara klasikal. Supaya dicapai hasil yang memuaskan sebaiknya pembelajaran berbasis inkuiri dilakukan dengan persiapan dan pengaturan waktu yang cermat agar pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Kata kunci : Inkuiri, Kompetensi.                    Inquiry is one of the way to increase the student thinking skill by using higher menthal process and critical thinking skill. This research aim to increase student competence in organic chemistry II on alkohol-eter matter. Research subjek is educational student of International Chemistry class of Generation 2009 at Chemistry Department of FMIPA Unesa. This Research is type research of discriptif. Description include learning on going, learning mastery and also student activity during implementation of inquiry model. Research result shows mean score of learning on going is 4,5 with good category. Counted 75,01% activity show student activity which consist of activity plan and conduct experiment ( 23,85%), doing LKM ( 18,37%), reading book/worksheet ( 13,7%), and also formulate conclusion ( 6,64%). Inquiry model which have been conducted have been able to reduce the listen activity of lecturer explanation with mean 24,03%.  Learning mastery in psycomotor student classically at pretest is 36,36% and at posttest is 81,81%. After learning process based on inquiry model, all sudent have value more 70 so it is called learning mastery classically. Inquiry model can be applied effectively and efficient if it apply with preparation and arrangement time carefully. Key words: inquiry, competence.   

Page 10 of 11 | Total Record : 102