cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN Indah Prabawati, ; Meirinawati, ; Dian Arlupi Utami,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Oleh karena itu pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Keluhan yang dilontarkan masyarakat sebagai pemakai jasa pendidikan terhadap mutu pelayanan pendidikan dewasa ini perlu ditanggapi. Sebagai customer, mahasiswa D III Administrasi Negara dapat menilai kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan oleh dosen dan tenaga administrasi di jurusan PMP-KN FIS Unesa melalui indikator keandalan, keresponsifan, keyakinan, keempatian dan keterwujudan. Kepuasan mahasiswa jika dianalisis dengan tingkat kepentingan (harapan mahasiswa dan kinerja/pengalaman) terhadap kualitas layanan pendidikan hasil bahwa pada indikator keandalan tingkat kesesuaian yang paling tinggi pada faktor ketepatan dosen ketika datang mengajar dan menyelesaikan perkuliahan. Faktor-faktor pada indikator keandalan masih dirasa kurang memenuhi harapan mahasiswa. Indikator keresponsifan, keyakinan, keempatian dan keterwujudan pada semua faktor masih dirasa kurang memenuhi harapan mahasiswa. Adapun kendala-kendala dalam pemberian pelayanan pendidikan kepada mahasiswa D III Administrasi Negara adalah : sarana dan prasarana ruang kuliah yang  kotor, jumlah ruang kuliah yang belum  memadai,  ruang administrasi   belum rapi, ruang perpustakaan kurang nyaman, kamar mandi juga terlihat kotor dan tidak ada airnya, taman di lingkungan Jurusan PMP-KN juga seringkali kotor, selain itu sistem pengajaran belum memadai perlu adanya perbaikan, peran Dosen Pembimbing Akademik perlu ditingkatkan, pengumuman nilai mahasiswa  lambat,   dan seyogyanya memegang mata kuliah sesuai dengan kompetensinya.
KONSTRUKSI IDEOLOGIS GERAKAN ISLAM Mutimmah Faidah,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehadiran Hizbut Tahrir (HT) di Perguruan Tinggi  telah mengubah konfigurasi gerakan keagamaan mahasiswa. Sebelum hadirnya HT, dan kelompok keagamaan lainnya seperti Tarbiyah, al-Haramain, Jamaah Tabligh, dan Salafi, afiliasi organisasi keagamaan mahasiswa terkonsentrasi di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Setelah hadir di Perguruan Tinggi (PT), HMI dan PMII tidak lagi menjadi mainstream (arus utama). Penelitian ini lebih spesifik akan mengkaji konsep, tujuan, dan metode  dakwah gerakan fundamentalis Islam Hizbut Tahrir.
AKUNTANSI LINGKUNGAN: ANTARA MANDATORY DAN VOLUNTARY Dian Anita Nuswantara,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The choice between mandatory and voluntary disclosure on environmental reporting is still controversy. This paper tries to describe that mandatory is prefer than voluntary due to measurement problem and the urgency of environment impact.
Pendidikan Pancasila (Pendekatan yang mengIndonesiakan) Winarno Surakhmad,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitos Demit dan Magi Dukun: Posisinya dalam Strategi Budaya Made Pramono,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitos dan magi merupakan satuan-satuan budaya yang meskipun termarjinalisasi oleh konsep-konsep sain modern, namun memiliki eksistensi dan sekaligus fungsi yang relevan dengan kodrat budaya manusia. Secara sederhana, mitos adalah sebuah cerita yang memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang, sedangkan magi lebih condong berorientasi penguasaan sesama manusia atau proses-proses/daya kekuatan alam lewat beberapa kepandaian. Melalui kajian antropologis kefilsafatan, tulisan ini mencoba mengungkap makna, fungsi, dan posisi mitos demit dan magi dukun dalam strategi kebudayaan.
PEMBANGUNAN IDEOLOGI, PENDIDIKAN PANCASILA DAN MASYARAKAT GOTONG ROYONG Ajar Triharso,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Sejak diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) terjadi gejolak baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Karena UU tersebut tidak lagi memasukkan Pendidikan Pancasila sebagai kelompok mata pelajaran pengembangan kepribadian (MPK) disegala jalur, jenjang dan jenis pendidikan sehingga timbul kekhawatiran kondisi moral dan kepribadian bangsa Indonesia yang selama reformasi telah terjadi degradasi menjadi semakin tanpa arah. Banyak kalangan melakukan upaya agar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mendapatkan “perlindungan” yang serius termasuk mengembalikan Pendidikan Pancasila masuk ke dalam kurikulum pendidikan dan disosialisasi di masyarakat dengan baik dan benar. Namun karena sudah merupakan keputusan lembaga yang berwenang yaitu DPR dan Eksekutif tentunya memerlukan waktu dan tenaga bahkan perjuangan karena keberadaan UU Sisdiknas merupakan produk situasi dan kondisi kejiwaan bangsa yang sedang mengalami hingar-bingar reformasi sekaligus globalisasi.             Tulisan ini membahas masalah perlunya usaha revitalisasi dan implementasi ideologi Pancasila, konsep, dan metode serta strategi apa yang diusulkan untuk diterapkan agar  Pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang paripurna sebagai modal bangsa Indonesia menghadapi globalisasi. Disamping itu juga akan dibahas mengapa pendidikan tinggi (PT) layak untuk menjadi pusat usaha revitalisasi dan implementasi Pancasila.
PEMBANGUNAN IDEOLOGI, PENDIDIKAN PANCASILA DAN MASYARAKAT GOTONG ROYONG Ajar Triharso,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Sejak diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) terjadi gejolak baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Karena UU tersebut tidak lagi memasukkan Pendidikan Pancasila sebagai kelompok mata pelajaran pengembangan kepribadian (MPK) disegala jalur, jenjang dan jenis pendidikan sehingga timbul kekhawatiran kondisi moral dan kepribadian bangsa Indonesia yang selama reformasi telah terjadi degradasi menjadi semakin tanpa arah. Banyak kalangan melakukan upaya agar Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia mendapatkan “perlindungan” yang serius termasuk mengembalikan Pendidikan Pancasila masuk ke dalam kurikulum pendidikan dan disosialisasi di masyarakat dengan baik dan benar. Namun karena sudah merupakan keputusan lembaga yang berwenang yaitu DPR dan Eksekutif tentunya memerlukan waktu dan tenaga bahkan perjuangan karena keberadaan UU Sisdiknas merupakan produk situasi dan kondisi kejiwaan bangsa yang sedang mengalami hingar-bingar reformasi sekaligus globalisasi.             Tulisan ini membahas masalah perlunya usaha revitalisasi dan implementasi ideologi Pancasila, konsep, dan metode serta strategi apa yang diusulkan untuk diterapkan agar  Pancasila menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang paripurna sebagai modal bangsa Indonesia menghadapi globalisasi. Disamping itu juga akan dibahas mengapa pendidikan tinggi (PT) layak untuk menjadi pusat usaha revitalisasi dan implementasi Pancasila.
Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Bahasa Inggris Mahasiswa D3 Administrasi Negara FIS Unesa Arik Susanti,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                        Kesulitan yang dihadapi mahasiswa ketika mereka harus menulis dalam bahasa Inggris adalah tidak dapat menentukan makna kata, menentukan ide pokok serta menentukan kalimat yang menjadi pendukung ide pokok. Selain itu proses pembelajarannya masih bersifat tradisional. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Selain itu juga mengembangkan keterampilan kooperatif yang meliputi: menghargai pendapat, mengambil giliran, berbicara, mendengarkan, bertanya, dan memeriksa ketepatan.
LAKI-LAKI DAN KESEHATAN Advendi Kristiyandaru,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menahan diri agar tidak merasakan sakit merupakan ciri-ciri seorang laki-laki. Banyak orang menganggap hal ini benar. Namun pada kenyataannya kebiasaan ini jika terus menerus dilakukan justru dapat menimbulkan penyakit. Ada sepuluh fakta penyakit berbahaya yang perlu diketahui oleh kaum laki-laki. Melakukan perubahan dengan membiasakan hidup sehat dan benar, mengonsumsi makanan yang benar, lingkungan kerja yang sehat, melakukan pendeteksian dini adalah cara yang terbaik untuk mencegah penyakit yang membahayakan tersebut.
MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KEGIATAN OUTBOUND Tutur Jatmiko,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak siswa diberbagai Sekolah jenjang terlibat dalam berbagai kasus. Membolos pada saat jam sekolah merupakan sikap indisipliner menjadi hal biasa. Fenomena ini menggambarkan bahwa siswa perlu mendapatkan perhatian lebih dari orang tua dan sekolah. Siswa SD adalah siswa yang berusia antara 6 sampai 12 tahun. Anak-anak menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Mereka mulai memasuki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Perkembangan setiap individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lain yaitu, fisik, psikis, serta emosional, moral, dan sosial. Outbound adalah kegiatan yang dilakukan di alam bebas, dengan permainan. Di dalamnya terdapat berbagai filosofi, simulasi kehidupan, olah pikir, studi kasus, bermain peran, dan praktik langsung dengan pendekatan pengalaman (experiential learning), dan penuh dengan kegembiraan. Keberhasilan dalam proses belajar mengajar di sekolah, sangat dipengaruhi kepercayaan diri, kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain, berkaitan erat dengan Intelegensi Emosi (Emotional Intelegence). Pengembangan kepribadian dalam kegiatan outbond, di samping melalui permainan juga dapat melalui petualangan (adventure) dan kegiatan penuh tantangan