cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
PENGGUNAAN PETA KONSEP DALAM PENDIDIKAN AWAL Riduan,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengelompokan gambar seperti jaring, garis bersambung, diagram vena, bagan grafis, dan peta konsep lazim dikenal sebagai alat/instruksi pembelajaran. Metode-metode tersebut membantu guru dan siswa tidak hanya dalam mengidentifikasi dan memvisualisasikan pengetahuan dan pengalaman mereka, tapi juga untuk memperkuat dan memperjelas hubungan antara materi-materi pembelajaran. Artikel ini berusaha mendiskusikan kegunaan peta konsep terhadap pendidikan awal. Dalam sebuah teori dinyatakan bahwa informasi diproses dan disimpan dalam memori, baik dalam bentuk bahasa maupun visual. Dalam hal itu, bisa dikatakan bahwa peta konsep dapat digunakan pada masa-masa awal pendidikan anak-anak untuk membantu mereka mempelajari bagaimana cara “membaca” dan membuat peta konsep, dan para guru bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi anak-anak yang ketinggalan pelajaran atau ketidakpahaman dengan menggunakannya sebagai alat evaluasi. Peta konsep dapat membantu guru untuk merencanakan, menata, dan mengurutkan isi materi pelajaran. Artikel ini bermaksud menelaah peta konsep dalam perencanaan pengajaran dan berusaha mengilustrasikan beberapa permasalahan penggunaan peta konsep pada anak-anak usia prasekolah dan memberikan cara-cara untuk mengenalkan anak-anak terhadap proses membuat peta konsep.
PENGGUNAAN PETA KONSEP DALAM PENDIDIKAN AWAL Riduan,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pengelompokan gambar seperti jaring, garis bersambung, diagram vena, bagan grafis, dan peta konsep lazim dikenal sebagai alat/instruksi pembelajaran. Metode-metode tersebut membantu guru dan siswa tidak hanya dalam mengidentifikasi dan memvisualisasikan pengetahuan dan pengalaman mereka, tapi juga untuk memperkuat dan memperjelas hubungan antara materi-materi pembelajaran. Artikel ini berusaha mendiskusikan kegunaan peta konsep terhadap pendidikan awal. Dalam sebuah teori dinyatakan bahwa informasi diproses dan disimpan dalam memori, baik dalam bentuk bahasa maupun visual. Dalam hal itu, bisa dikatakan bahwa peta konsep dapat digunakan pada masa-masa awal pendidikan anak-anak untuk membantu mereka mempelajari bagaimana cara “membaca” dan membuat peta konsep, dan para guru bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi anak-anak yang ketinggalan pelajaran atau ketidakpahaman dengan menggunakannya sebagai alat evaluasi. Peta konsep dapat membantu guru untuk merencanakan, menata, dan mengurutkan isi materi pelajaran. Artikel ini bermaksud menelaah peta konsep dalam perencanaan pengajaran dan berusaha mengilustrasikan beberapa permasalahan penggunaan peta konsep pada anak-anak usia prasekolah dan memberikan cara-cara untuk mengenalkan anak-anak terhadap proses membuat peta konsep.
Physical Rhythm in Modern Volleyball Machfud Irsyada,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu prinsip persyaratan fisik dalam perlatihan maupun permainan bola voli adalah terbentuknya ritme fisik yang baik. Tulisan ini mengetengahkan empat hal terkait ritme fisik yang baik tersebut, yakni (1) 12 elemen dalam dimensi fisik bola voli, (2) sistem energi, (3) beban, dan (4) latihan terpadu. Olahraga bolavoli modern sarat dengan optimasi keempat hal tersebut dalam rangka mencapai pelatihan dan permainan yang prima. Melalui ritme fisik yang terlatih dan terbentuk secara optimal, persyaratan fisik dalam pelatihan maupun permainan bolavoli juga akan tercapai pada tahap optimal, tentu saja dengan mempertimbangkan perlatihan fisik yang lain.
PENERAPAN MASTERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN Zen Istiarsono,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Specifically, mastery learning is a method whereby students are not advanced to a subsequent learning objective until they demonstrate proficiency with the current one. Mastery learning may be implemented as teacher-paced group instruction, one-to-one tutoring, or self-paced learning with programmed materials. It may involve direct teacher instruction, cooperation with classmates, or independent learning. It requires well-defined learning objectives organized into smaller, sequentially organized units. Individualized instruction, has some elements in common with mastery learning, although it dispenses with group activities, in favor of allowing more able or more motivated students to progress ahead of others and maximizing teacher interaction with those students who need the most assistance.
Physical Rhythm in Modern Volleyball Machfud Irsyada,
Pelangi Ilmu Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu prinsip persyaratan fisik dalam perlatihan maupun permainan bola voli adalah terbentuknya ritme fisik yang baik. Tulisan ini mengetengahkan empat hal terkait ritme fisik yang baik tersebut, yakni (1) 12 elemen dalam dimensi fisik bola voli, (2) sistem energi, (3) beban, dan (4) latihan terpadu. Olahraga bolavoli modern sarat dengan optimasi keempat hal tersebut dalam rangka mencapai pelatihan dan permainan yang prima. Melalui ritme fisik yang terlatih dan terbentuk secara optimal, persyaratan fisik dalam pelatihan maupun permainan bolavoli juga akan tercapai pada tahap optimal, tentu saja dengan mempertimbangkan perlatihan fisik yang lain.
Rancangan Silabus "BAHASA INDONESIA SEBAGAI MATAKULIAH UMUM" Suatu Tinjauan Pendekatan Pragmatik Yuniseffendri,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak             Singuistik tradisional mengkaji bahasa berdasarkan komponen kebahasan, meliputi fonologi, monofologi, sintaksi, dan semantik. Linguistik modern mengubah paradigma tersebut dengan pandangan baru yang mengkaji bahasa dihubungkan dengan konteks penggunaannya dengan memperhatikan siapa berbicara, untuk tujuan apa, dimana, kapan, dan menggunakan media apa pembicaraan itu. Pendekatan semacam ini disebut pendekatan prakmatik. Untuk meningkatkan pembelanjaan dengan pendekatan pragmatik perlu dirancang silabusnya.
KONTROL HORMON INSULIN DAN GLUKAGON DALAM PERUBAHAN METABOLISME SELAMA LATIHAN Mokhamad Nur Bawono,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peredaran zat-zat gizi dari karbohidrat, lemak, dan protein dalam proses metabolisme dipengaruhi oleh berbagai hormon, termasuk hormon insulin, glukagon, ephineprin, kortisol, dan hormon pertumbuhan. Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans (Islets of Langeerhans)yang terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha (α) yang menghasilkan glukagon, sel beta (β) yang menghasilkan insulin dan merupakan jenis sel pankreas yang paling banyak, sel deltha (D) yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui, sel  PP  yang menghasilkan polipeptida pankreas. Kita akan lebih banyak membahas dan mengkaji hormon glukagon dan insulin, karena kedua hormon ini memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, sekresi hormon insulin akan menurunkan kadar gula dalam darah sebaliknya untuk sekresin hormon glukagon akan  meningkatkan kadar gula dalam darah.
EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI DALAM PENDEKATAN PORTOFOLIO Andun Sudijandoko,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Evaluasi adalah istilah yang bukan merupakan hal yang asing bagi setiap guru pendidikan jasmani di sekolah. Bagi seorang guru tentu mengetahui dan sangat menyadari bahwa evaluasi harus selalu dilakukan, agar dapat selalu mengetahui kemajuan belajar siswa. Pelaksanaan evaluasi ini akan dapat dilaksanakan lebih baik, apabila guru sangat memahami akan makna dan fungsi dari sebuah evaluasi tersebut. Sebagai guru mata pelajaran pendidikan jasmani, mendapatkan manfaat yang sangat banyak disaat para guru tersebut melaksanakan evaluasi secara baik, manfaat tersebut antara lain: (1) Evaluasi memungkinkan guru lebih terampil dan cermat dalam menafsirkan kemajuan hasil belajar siswa. (2) Evaluasi akan memberi umpan balik bagi keberhasilan suatu program. (3) Evaluasi akan meningkatkan pengakuan pihak luar terhadap manfaat Pendidikan Jasmani. (4) Evaluasi dapat dijadikan ukuran keberhasilan guru dalam mengajar (PBM). Evaluasi dalam pendekatan portofolio, adalah kumpulan hasil kerja siswa untuk suatu tujuan tertentu, yang menggambarkan upaya, kemajuan, dan prestasi siswa dalam bidang tertentu. Proses pengumpulan harus melibatkan partisipasi siswa, terutama dalam menentukan materi, petunjuk pemilihan, kriteria penilaian dan bukti-bukti refleksi diri siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar kerja, laporan siswa, karya siswa dan lain-lain. Aspek yang dinilai sebaiknya mencerminkan aspek pengetahuan, aspek kebugaran siswa, prestasi kecabangan (Bukan teknik dasar dan prestasi olahraga). Aspek-aspek ini dijabarkan dalam indikator penilaian.
KONSEP KEPEMIMPINAN DALAM OLAHRAGA Bernard Djawa,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absrak Kepemimpinan dalam olahraga sangat penting dan vital terhadap keberhasilan suatu klub olahraga. Tanpa adanya kepemimpinan seseorang yang mengarahkan dan mengkoordinasikan dalam usaha dan aktifitasnya, maka suatu klub akan mengalami banyak kesulitan dalam mengkoordinasikan aktifitas dan dapat menimbulkan konflik yang rumit, kacau dan kehilangan semangat bertanding dalam klub. Ada beberapa macam tipe kepemimpinan dan gaya pemimpin yang spesifik yang dipengaruhi oleh karakter. Dari kenyataan tersebut maka tidak ada satupun tipe kepemimpinan yang lebih unggul dari yang lain karena banyak variable yang berpengaruh terhadap kepemimpinan seseorang. Peran kepemimpinan pada klub-klub besar seperti sepak bola, basket, dan sebagainya menggunakan tipe kepemimpinan otokratis, demokratis, people centered, dan task oriented.
KONSEP OLAHRAGA DALAM KESEHATAN Joesoef Roepajadi,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga adalah kegiatan jasmani bertujuan untuk memperkaya dan meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar dan gerak keterampilan. Kegiatan itu merupakan bentuk pendekatan ke aspek sejahtera jasmani yang berarti juga sehat dinamis yaitu sehat yang disertai dengan kemampuan gerak yang memenuhi segala tuntutan gerak kehidupan sehari-hari, artinya ia memiliki tingkat kebugaran jasmani yang memadai.