cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pelangi Ilmu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
PANCASILA SEBAGAI SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM, FILSAFAT HUKUM DAN FALSAFAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA J. Hendy Tedjonagoro,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hukum di Indonesia tidak dipisahkan dari masyarakat dan wilayah Indonesia serta perjalanan sejarahnya. Materi hukum di Indonesia harus digali dan dibuat dari nilai-nilai yang hidup di Masyarakat. Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum nasional dan sekaligus membuktikan bahwa selain filsafat Negara, Pancasila juga sebagai filsafat hukum Indonesia. Berdasarkan Stuven Theori dari Hens Kelsen yang diteruskan Hens Nawiasky, Pembukaan UUD 1945 merupakan filsafat Hukum Indonesia, sedangkan Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum dan Filsafat Negara. Filsafat hukum dan filsafat Negara serta Ideologi Negara Pancasila itu adalah Pedoman dasar bertindak atau berperilaku sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang berbeda dengan Volkgeist bangsa-bangsa lain.
PILIHAN BERBAHASA DALAM KOMUNIKASI MASYARAKAT DWI BAHASA Trinil Dwi T.,
Pelangi Ilmu Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Di kalangan masyarakat yang menguasai lebih dari satu bahasa, alih kode dan campur kode hal yang sangat biasa. Hal ini dilakasanakan bila pembicara memiliki alasan yang cukup kuat untuk beralih dari satu bahasa ke bahasa  lain. Alasan itu antara lain, pembicara perlu memberi komentar, sebagian pendengar perlu penjelasan dalam bahasa tertentu, atau karena pergantian  suasana batin. Interaksi yang melibatakan keanekaragaman bahasa sering mengakibatkan adanya pemilihan bahasa yang akan digunakan. Proses menentukan pilihan bahasa mana yang digunakan pada peristiwa komunikasi tidak selalu mencapai kesepakatan. Kadang-kadang kedua pembicara mempertahankan masing-masing bahasa yang digunakan, yang paling penting bahasa tersebut dipahami dan dimengerti oleh mereka. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Model Terapi Multisensorik, untuk Meningkatlkan Prestasi Siswa Berkesulitan Belajar Membaca-menulis di SD M. Husni Abdullah,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak Kesulitan belajar perlu ditangani dengan seksama seperti disleksia dan disgrafia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh terapi multisensorik  terhadap prestasi siswa berkesulitan belajar di SD. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan eksperimental. Metode pengumpulan data digunakan alat Bantu tes, dokumentasi, dan observasi. Analisis data digunakan statistik non parametric “ ujitanda”. Hasilnya bahwa terapi multisensorik berpengaruh positif dalam meningkatkan prestasi siswa berkesulitan belajar membaca menulis permulaan di SD.
PENDIDIKAN BERBASIS MORAL DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH, KELUARGA, DAN MASYARAKAT Muhammad Turhan Yani,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dari sekian persoalan pendidikan nasional di Indonesia, ada dua hal mendasar yang sangat penting diperhatikan. Pertama, mengapa anak didik atau bahkan hasil pendidikan (output) di Indonesia masih banyak yang belum mencerminkan kepribadian manusia Indonesia yang bermoral (akhlaq al-karimah). Sebagai contohnya, sering terjadi penyelewengan sosial dan seksual seperti korupsi, penyalagunaan jabatan, konsumsi narkoba, perselingkuhan, pelecehan seksual, pakaian wanita yang serba terbuka, pergaulan bebas, dan lain sebagainya yang dilakukan oleh sebagian anak bangsa, baik pelajar, mahasiswa maupun kalangan dewasa. Kedua, sebagai bentuk tanggung jawab institusi pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) atas berbagai persoalan degradasi moral maka bagaimana implementasi model pendidikan berbasis moral dalam lingkungan tiga institusi pendidikan tersebut. Tulisan ini akan mencoba memberikan kontribusi pemikiran berkaitan dengan persoalan yang diketengahkan.
PENDIDIKAN JASMANI MELALUI OUTBOND Tutur Jatmiko,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gerak memegang peranan yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Pendidikan Jasmani memegang peranan penting dalam pembentukan manusia seutuhnya. Pendidikan Jasmani harus meningkatkan penyajian mutu bidang studi berupa kemampuan berpartisipasi dalam aktivitas jasmani dan aspek psikologis. Outbound adalah kegiatan yang dilakukan di alam bebas, dengan permainan di dalamnya terdapat berbagai filosofi, simulasi kehidupan, olah pikir, studi kasus, bermain peran, dan praktik langsung dengan pendekatan melalui pengalaman (experiential learning), dan penuh dengan kegembiraan. Dalam outbound terdapat permainan-permainan yang melibatkan aktivitas gerak, berfikir, emosional, dan sosial sebagai bagian pembentukan watak dan karakter seseorang. Permainan outbond dapat dikategorikan  berdasarkan jumlah pemain dan sifat permainannya.
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN MEDIA OHP DALAM PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN ANALISIS ADMINISTRASI PROGRAM STUDI D-III ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Prasetyo I, ; Dian Arlupi Utami, ; Meirinawati,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam melaksanakan tugas pengajaran, seorang pengajar dituntut untuk profesional. Selain menguasai pola pengajaran (desain instruksional) juga harus mampu memilih strategi belajar mengajar, baik dalam arti instructional effect maupun effect yang ingin dicapai berdasarkan rumusan tujuan pendidikan yang utuh.Pendekatan strategi belajar mengajar menyangkut beberapa komponen, Yaitu (1) interaksi belajar mengajar, (2) pemilihan metode pengajaran, (3)  pemilihan media pengajaran.             Permasalahan yang dikaji meliputi : (1) aktivitas belajar mahasiswa, (2) hasil belajar mahasiswa, dan (3) tanggapan mahasiswa terhadap strategi belajar mengajar dengan metode diskusi dan media OHP, dengan tujuan memberikan gambaran tentang proses perkuliahan yang berlangsung. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan angket. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas mahasiswa dalam perkuliahan dengan metode diskusi dan media OHP berjalan baik, hal ini dapat dilihat dari indikator mahasiswa yang bertanya, menjawab, memberi bantahan, memberikan saran dan, memberi perhatian, (2) hasil belajar, mahasiswa menunjukkan hasil yang bagus, hal ini dapat dilihat dari   hasil belajar hasil nilai akhir (NA) yang terdiri atas nilai partisipasi, nilai tugas, nilai  ujian tengah semester, dan nilai ujian akhir semester, (3) tanggapan mahasiswa terhadap strategi belajar mengajar yang digunakan dosen ditanggapi dengan baik oleh mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket yang menunjukkan persentase rata-rata di atas 60%.
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA MENDUKUNG MAHASISWA BELAJAR RELATIF LEBIH LAMA Advendi Kristiyandaru,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kesegaran jasmani merupakan sangat didambakan setiap insan di dunia. Begitu juga bagi setiap mahasiswa. Namun banyak pendapat bahwa pendidikan jasmani dan olahraga (penjasor) hanya membuat tubuh kelelahan dan hanya meningkatkan keterampilan fisik saja. Ternyata bahwa penjasor merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. Dan salah satu tujuan pendidikan jasmani adalah menjaga kesegaran tubuh sehingga memberikan tenaga kepada tubuh melakukan pekerjaan atau bekerja relatif lebih lama dan masih memiliki daya cadang setelah belajar dengan keras.
TEORI-TEORI PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU DALAM MEMBELAJARKAN SISWA MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA YANG HUMANISTIK Bernard Djawa,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori-teori tentang peningkatan keterampilan guru dalam membelajarkan siswa melalui mata  pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dengan pendekatan humanistik sehingga terwujud sehat seutuhnya dalam diri siswa, untuk berkembang berkelanjutan. Penerapan teori-teori peningkatan keterampilan guru melalui mata pelajaran pendidikan jasmani dan olahraga yang humanistik akan memberikan layanan pendidikan yang baik kepada siswa dengan tujuan agar guru memiliki profesionalitas dalam menjalankan tugasnya untuk mewujudkan proses pendidikan yang bermutu.
PEMASARAN DALAM PENDIDIKAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK Sri Abidah Suryaningsih,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan konsep pemasaran  pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dengan rancangan penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif / naturalistic, untuk menjawab beberapa permasalahan tentang bagaimana pandangan pihak UMG terhadap  konsep pemasaran pendidikan di (UMG), bagaimana cara membangun orientasi pemasarannya; dan bagaimana manajemen pemasarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan konsep pemasaran dalam bidang pendidikan (di UMG) dapat meningkatkan manajemen  dan meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa.
MASIH EKSISKAH KARAKTER BANGSA (INDONESIA) Lukas Sugiharto,
Pelangi Ilmu Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Pelangi Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtrak Setiap individu atau setiap bangsa memiliki karakter yang sering diterjemahkan jati diri atau kepribadian. Jati diri inilah yang membedakan individu yang satu dengan individu yang lain atau bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Oleh  karena itu, jati diri menjadi sangat urgens bagi suatu bangsa untuk tetap eksis sebagai suatu bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Memasuki era globalisasi jati diri pun mengalami transformasi. Ketika memasuki proses transformasi Talcott Pearson memberikan rambu-rambu yang diangkat melalui teorinya yang berjudul social system. Dalam teori ini dia menyatakan bahwa bila suatu masyarakat ingin tetap eksis dengan jati dirinya, masyarakat tersebut harus memiliki kemampuan untuk menjaga jati dirinya.