cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,420 Documents
Perbandingan Metode-Metode dalam Algoritma Genetika untuk Travelling Salesman Problem Irving Vitra P.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Travelling Salesman Problem, TSP, is a well known and popular problem that hasbecome a standard for testing computational algorithms. The basic problem is that of asalesman working out the minimum distance tour of a number of cities, given their locations.Every city must be visited, but only once and the optimal solution has the lowest totaldistance.The aim of this research is to solve the problem with Genetic algorithm and itsmethods. The result of the research is software whose input is a cartesius coordinate andoutput is a graph that present the minimum route.Keywords: genetic algorithm, chromosom, generation, fitness, crossover, mutation.
Blended e-Learning: Alternatif Model Pembelajaran Jarak Jauh di Indonesia Soekartawi Soekartawi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, with more than 220 million people spreading in the more than 17 thousand islands, is facing big problem associated with providing educational opportunities for people in the country. To solve this problem, the Government established the Education Law (UU No 20/2003, i.e. SISDIKNAS). Through this Law, and also recognizing the advantages of IT/ICT, the Government has given an opportunity to all education institutions to maximize the use of IT/ICT for running distance learning (DL). Consequently, many education institutions have been working hard for the last few years to develop policies and strategies for education to infuse technology for searching appropriated models for executing distance learning (DL).Recognizing the advantages of DL, and to make DL models more efficiently, people has tried to develop various DL models. One of newest models is called ‘Blended e-Learning’ (BEL). The model, BEL, is designed basically based on combination of the best aspects of application of information technology e-Learning, structured face-to-face activities, and real world practice. BEL approach uses the strengths of each to counter the other’s weaknesses. The obvious advantage of BEL solution is that learning becomes a process, rather than an event. This is because BEL puts training into job environment and provides a forum for every learning style to gain maximum results.To make BEL more effective, there are six steps that shall be followed, i.e. (a). Identify the content and convert to online delivery, (b). Design the blended learning solution, (c) Have the online content formatted and hosted, (d). Test the design, (e). Publicize and run the blended course and (f). Set up criteria for evaluating learning technology.This article reviews and reveals what makes BEL model so powerful, and choose the right mix of delivery methods for the best blend of skill enhancement and sustainability to ensure long-term competitive advantageKata kunci: Distance Learning (DL), Application of IT/ICT in DL, Blended e-Learning
Rancang Bangun Modulator Digital BPSK Berbasis CPLD MAX7000S Anton Yudhana; Tole Sutikno; Muhammad Aris Fajar Ilmawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam merancang hardware modulator digital BPSK sangat rumit ketika dihadapkan padadata input yang mempunyai banyak bit, sehingga perlu dikembangkan modulator digital menggunakan metodelain. Modulator Digital BPSK Berbasis CPLD MAX7000S menjadi salah satu pilihan karena CPLD memuatribuan gerbang logika yang dapat diprogram untuk membentuk suatu logika. Tujuan dari penelitian ini adalahmerancang dan membuat modulator digital BPSK berbasis CPLD.Metode penelitian dilakukan dengan suatu perancangan software dan hardware modulator BPSK. Tahapperancangan rangkaian logika dengan perangkat lunak MAX+Plus II Baseline meliputi: perancanganrangkaian untuk menghasilkan frekuensi pembawa 20 KHz dan frekuensi informasi 5 KHz, perancanganrangkaian memori sinusoida, perancangan multiplexer 8 ke 1 untuk data input, dan perancangan multiplexer 2ke 1 untuk memilih memori sinusoida. Perancangan hardware meliputi: perancangan saklar input, perancanganDAC, dan perancangan BPF. Proses berikutnya menguji setiap bagian dengan mengkompilasi danmensimulasikan rangkaian logika yang digambar pada perangkat lunak. Hasil simulasi output modulator digitalBPSK ditampilkan dengan Microsoft Office Excel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian modulator digital BPSK yang dirancang telah dapat dicompiledan secara simulasi dengan perangkat lunak MAX+Plus II Baseline telah menunjukkan hasil sesuaiyang diharapkan. Fase output dari modulator digital BPSK berubah jika data yang dikirimkan berbeda logika.Hal ini menunjukkan bahwa hasil perancangan sesuai dengan teori modulasi BPSK.Kata kunci: Modulator digital, BPSK, CPLD.
Algoritma Generalized Sequential Pattern untuk Menggali Data Sekuensial Sirkulasi Buku pada Perpustakaan UK Petra Gregorius Satia Budhi; Andreas Handojo; Christine Oktavina Wirawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan mengetahui pattern sekuensial peminjaman buku pada perpustakaan, banyak putusan/kebijakanstrategis yang dapat diambil oleh pimpinan perpustakaan, misalnya: memberi informasi pada customernyatentang buku-buku yang berelasi, menjaga ketersedian stok buku-buku yang berelasi agar berimbang,pengaturan peletakan buku-buku yang berelasi pada rak-rak buku, dan banyak putusan strategis lain yangbermanfaat. Oleh sebab itu peneliti mencoba memanfaatkan salah satu metode data mining, yaitu GeneralizedSequential Pattern (GSP) guna menggali informasi dari data transaksi peminjaman buku di perpustakaan UKPetra. Hasil dari penggalian ini adalah informasi tentang buku-buku yang sering dipinjam secara bersamaan(Association Rules) dan buku-buku yang sering dipinjam secara berurutan oleh peminjam yang sama(Sequential Pattern Rules). Dengan algoritma GSP kedua macam informasi tersebut akan didapat secarabersamaan dalam sekali proses. Dari pengujian disimpulkan bahwa penelitian ini berhasil menggali informasiyang diinginkan dalam waktu singkat. Dari hasil survei pada para pengambil keputusan di perpustakaan UKPetra tentang kelayakan hasil penelitian ini diaplikasikan, didapat nilai rata-rata sebesar 88.34%.Kata Kunci: Data Mining, Generalized Sequential Pattern, Sirkulasi Buku
Operasional Teknologi Informasi yang Efektif dengan Outsourcing Anjar Priandoyo
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam fungsinya sebagai komponen pendukung kegiatan bisnis perusahaan, operasional teknologiinformasi seringkali disepelekan jika dibandingkan dengan komponen lain seperti perencanaan (planning)ataupun pengembangan (development). Hal ini benar adanya apabila dilihat dari sisi finansial bahwa biayayang diperlukan untuk perencanaan dan pengembangan merupakan biaya terbesar dari keseluruhanpenyelenggaraan fungsi teknologi informasi.Untuk mengelola sumberdaya teknologi informasi secara efektif ternyata juga memerlukan perhatianyang besar pada sisi operasional. Bila dikelola dengan baik dapat mengurangi biaya operasionalnya dan jugasemakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Tulisan ini membahas mengenai outsourcing sebagai salahsatu metode pengelolaan teknologi informasi dengan cara memindahkan pengelolaannya pada pihak lain yangtujuan akhirnya adalah efektivitas dan efisiensi kerja.Kata kunci: Manajemen Teknologi Informasi, Outsourcing, Operasional
Aplikasi untuk Menyelesaikan Program Linier dengan Menggunakan Metode Simpleks Kusrini Kusrini
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2006
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan jumlah produksi untuk beberapa produk dalam suatu perusahaan, sering menjadi masalah bagi manager produksi. Aktivitas yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan dengan keterbatasan sumber daya yang ada dapat dilakukan dengan menggunakan metode simpleks.Dalam makalah ini, akan dibahas tentang implementasi metode simpleks dalam sebuah aplikasi dalam membantu pengambilan keputusan. Aplikasi dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi dengan dukungan DBMS Interbase. Hasil penelitian ini adalah sebuah aplikasi dengan input variabel keuntungan dari masing-masing item produksi, kebutuhan akan sumberdaya dan maksimal sumberdaya yang dimiliki. Keluaran dari aplikasi adalah jumlah produksi masing-masing item produksi sehingga diperoleh keuntungan maksimal.Kata kunci: Produksi, Metode Simpleks, Program Linier
Algoritma Genetika Dalam Pemilihan Spesifikasi Komputer Aghus Sofwan; Eko Handoyo; Ramadhony WD
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Algoritma genetika merupakan evolusi atau perkembangan dunia komputer  dalam bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence). Algoritma ini memanfaatkan proses seleksi alamiah yang dikenal dengan proses evolusi. Dalam proses evolusi, individu secara terus-menerus mengalami perubahan gen untuk menyesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Proses seleksi alamiah ini melibatkan perubahan gen yang terjadi pada individu melalui proses perkembangbiakan.  Sementara itu dewasa ini perkembangan perangkat keras komputer sangatlah cepat. Dulu orang hanya mengenal prosesor dengan satu inti didalamnya, sekarang sudah banyak dijual di pasaran prosesor dengan dua inti, bahkan empat inti sekaligus. Keadaan yang sama terjadi dengan periferal lainnya. Belum lagi persaingan produsen penghasil perangkat keras komputer dalam meluncurkan produk terbarunya, maka akan semakin banyak jenis perangkat keras komputer yang beredar di pasaran.  Hal ini tentunya membingungkan pengguna dalam memilih spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Tidak jarang komputer yang dibeli memiliki spesifikasi yang tidak memenuhi kebutuhan atau malah melebihi dari kebutuhannya. Hal yang terjadi kemudian adalah komputer yang dibeli menjadi tidak optimal penggunaannya. Dengan dukungan algoritma genetika ini diharapkan mampu memberikan solusi atas masalah ini..
ALGORITMA ROUTING DI LINGKUNGAN JARINGAN GRID MENGGUNAKAN TEORI GRAF Irfan Darmawan; Kuspriyanto *; Yoga Priyana; Ian Yosep M.E
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grid Computing adalah infrastruktur komputasi yang menyediakan akses berskala besar terhadap sumber dayakomputasi yang tersebar secara geografis namun saling terhubung menjadi satu kesatuan fasilitas. Sumber dayaini termasuk antara lain supercomputer, sistem penyimpanan, sumber-sumber data, dan instrument- instrument.Jaringan grid adalah suatu kumpulan resource (mesin, CPU, memori) yang saling berkomunikasi satu sama laindengan menggunakan cara-cara (protokol) tertentu. Jaringan komputer dapat dimodelkan denganmenggunakan graf. Makalah ini khusus membahas pemodelan keterhubungan antar resource dan algoritmarouting yang digunakan, pada suatu jaringan komputer, dengan memanfaatkan teori graf. Pada bagian awaldijabarkan secara ringkas beberapa definisi terkait dengan teori graf. Bagian selanjutnya adalah pembahasanbeberapa algoritma routing pada suatu jaringan komputer. Algoritma routing yang dibahas adalah algoritmaBreadth-First, algoritma Dijkstra dan algoritma Bellman-Ford. Untuk mendapatkan kelebihan dan kekurangandari setiap algoritma routing dilakukan dengan cara menganalisis kompleksitas pada setiap algoritma tersebut.Kata kunci: graf, jaringan grid, router, algoritma routing, BreadFirst, Dijkstra, BellmanFor
Aplikasi Metode Thomas untuk Mengefisiensikan Penyelesaian Sistem Persamaan Linier pada Persoalan Perambatan Panas dengan Skema Implisit Supriyono Supriyono; Eka Haraiba
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2004
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Equation spread thermal was an issued which on the equation of differentially partialparabolic. For finished that equation, one method used for were different method to whichimplicit scheme. Degradation of implicit scheme in equation spread thermal produced linierequation system form with matrix was tridiagonal matrix. Linier equation system numericallyprocessed was Gauss-Jordan method. If Step Measurement ( t and x ) on equation spreadthermal was very small, whereas observing interval and time was bigger. It will made bigmeasure of linier equation system. Finally, completion execution time with Gauss-Jordanmethod was longer. To reduce completion execution time linier equation system with thoseGauss-Jordan methods, it necessary to putted another method, which is Thomas method. Theefficient step was to decrease linier equation system measure with Thomas method and a newlinier equation system finished with Gauss-Jordan method. Results of the research showedthat execution time between combined method of Thomas method and Gauss-Jordan methodin accordance Gauss-Jordan had significantly different. The bigger different linier equationsystem the bigger time they operated. For example, to system matrix 2525 x 2525 the different03: 05: 760 compared to 33: 55: 490. In this research we also discussed algorithm complexityand study results showed that 2525 x 2525 mix of Thomas method and Gauss-Jordan methodis 2.031.105.803 loop and with Gauss-Jordan loop 16.164.813.274.Kata kunci: persamaan, perambatan, panas, implisit, matriks, tridiagonal, metode Thomas,efisien.
Growing Information System: New Vision in Integration of Information System into Organization Husni Sastramihardja; Sukrisno Mardiyanto; Iping Supriana; Iman Sudirman; D. A. Wassenaar
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since organization change from stable to emergent condition, information system (IS) as part oforganization should have capability to follow the changes of requirement from the functional purposes andinteractivities with the users. Need of new strategy in IS development methodology is urgent. Integration of ISand organization could be seen as new vision and growing IS could be the new paradigm in IS developmentmethodology. The research conducted concludes that growing IS could be developed using role and task asorganic constructor. This paper presents theoretical approach leads to requirement of growing IS model (GiSM).Key words: growing information system, emergent condition, organic constructor, role, task

Page 15 of 142 | Total Record : 1420