cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
MENJAGA KESIMBANGAN KOLESTEROL MELALUI LATIHAN BERBASIS AEROBIK Setijo Hartoto,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas dampak latihan terhadap perubahan lemak, khususnya kesimbangan kelesterol dalam darah. Agar latihan memiliki dampak yang diharapkan, maka harus dirancang melalui latihan yang tepat dan berkesinambungan.  Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik berbasis aerobik akan memberikan pengaruh terhadap penurunan terhadap kadar kolesterol total dan kolesterol LDL darah serta peningkatan kadar kolesterol HDL darah. Ketidakseimbangan kolesterol dalam darah dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan
CEDERA ROTATOR CUFF ATLET PENCEGAHAN DAN PERAWATANNYA Roy Januardi Irawan,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rotator cuff was made up of four muscles that help move and stabilize the shoulder joint. Damage to any one of the four muscles or their ligaments that attach the muscle to bone can occur because of acute injury, chronic overuse, or gradual aging. This can cause significant pain and disability with range of motion or use of the shoulder joint. When the the athlete got injured on his/her rotator cuff, many things that coach and athlete should do. RICE method was the first aid kit that should be taken in order to minimize the pain and make the injured are not spread out. Many things that should be done to minimize the risk of rotator cuff injured and also many things should be done if the athlete got rotator cuff injured. This article is a describe of rotator cuff injured, the cause, the  the symptoms and the treatment when the athlete got the rotator cuff injured.
ANXIETY AND INTERVENTION IN SPORT Olivia Andiana,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety, stress and worry about the athletic experience on the part of athletes is a major area of concern. It is estimated that many young athletes drop out of organized sport each year due to frustration and fear of failure. Many young athletes thrive on the pressure and tension association with competitive sport. However, far too many find that the experience precipitates feelings of apprehension and stress. In this article I discuss the phenomenon of anxiety and how it affects the athletic experience. I present numerous strategies designed to intervene and reverse the negative effects of anxiety on the athlete. To a large extent, intervention strategies are used to counter the effects of runaway anxiety and associated arousal. However, it is also important to realize that psychological intervention strategies can also be used to motivate and increase the attentional readiness of the athlete.
PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF PADA MASA KANAK-KANAK Nanik Indahwati,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kanak-kanak  antara 3 sampai 4 tahun, pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif menjadi fokus utama para orang tua.  Mereka berupaya dan berlomba memacu kemajuan yang bisa dicapai oleh anaknya. Karena pada pola perkembangannya, pada masa ini anak-anak membuat begitu banyak kemajuan dalam perkembangan dan koordinasi otot sehingga mereka dapat melakukan lebih banyak hal. Anak- anak juga membuat kemajuan luar biasa dalam kemampuan berfikir, berbicara, dan mengingat. Dengan memasukkan mereka ke pendidikan masa kanak-kanak awal, kemudian transisi ke taman kanak-kanak (TK), merupakan langkah penting karena merupakan awal ”sekolah yang sebenarnya”. Sehingga mereka akan mendapatkan pengalaman belajar, memperluas lingkungan fisik, memacu perkembangan kognitif serta membentuk perkembangan sosialnya
KURIKULUM S-1 PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA 2007 MENYONGSONG DIBERLAKUKANNYA KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN I Made Sriundy Mahardika,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kurikulum harus mampu mengantisipasi perkembangan lapangan kerja yang akan menjadi habitat lulusan perguruan tinggi. Kurikulum Prodi S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Tahun 2007 merupakan perencanaan pengajaran yang didesain untuk menghadapi tantangan-tantangan pengajaran Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan di tahun 2011. Kompetensi utama lulusan adalah memiliki kecakapan sebagai pelatih berbagai cabang olahraga. Perubahan yang paling signifikan terjadi pada kompetensi kedua dan kompetensi tambahan, Lulusan yang harus memiliki kompetensi kedua sebagai Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dilengkapi dengan matakuliah modifikasi olahraga, kegiatan ekstra kurikuler dan luar sekolah. Sedangkan kompetensi tambahan mengalami perubahan pada beberapa matakuliah yaitu, informasi keolahragaan
APLIKASI PROPENSITY SCORE MATCHING PADA ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (DAYA TAHAN JANTUNG PARU) BERDASARKAN STATUS TINGKAT AKTIVITAS OLAHRAGA (DATA SPORT DEVELOPMENT INDEX 2006) Junaidi Budi Prihanto,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Propensity score matching (PSM) adalah model analisis yang menggunakan pemadanan berdasarkan nilai propensity dari kelompok terpajan dan kontrol, sehingga masing-masing subjek pada 2 kelompok tersebut akan memiliki padanan dengan karakteristik yang sama. Pemadanan mengakibatkan asumsi exchangeability dalam counterfactual framework terpenuhi, sehingga dapat mereduksi bias seleksi. Secara konsep hasil analisis yang dihasilkan PSM akan menghasilkan nilai bias yang lebih rendah dibandingkan jika hanya menggunakan model regresi. Sementara dari hasil survei Sport Development Indeks dikatakan bahwa tingkat kebugaran Bangsa Indonesia sangat memprihatinkan dengan 81% penduduk termasuk dalam kategori tidak bugar. Padahal semestinya kebugaran adalah faktor utama pencegah resiko penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan model PSM pada analisis tingkat kebugaran jasmani. Pemodelan yang digunakan adalah model faktor resiko yang berusaha untuk menilai pajanan tingkat aktivitas olahraga terhadap status kebugaran dengan faktor yang menjadi potensial confounder adalah variabel ruang terbuka olahraga, sumber daya manusia olahraga, usia, gender, Indeks Massa Tubuh, pekerjaan, propinsi dan sosial ekonomi kabupaten. Dari hasil penelitian di dapat OR dari PSM 1,28. Secara statistik tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat aktifitas olahraga dan kebugaran jasmani dengan nilai efek yang kecil. Meskipun nilai efek yang dihasilkan kecil, program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar aktif berolahraga sangat penting untuk digalakkan agar nilai kebugaran meningkat sehingga dapat menaikkan angka produktifitas, menurunkan resiko penyakit degeneratif dan menghemat anggaran kesehatan negara
PROFIL OLAHRAGAWAN BERPRESTASI INTERNASIONAL CABANG OLAHRAGA KARATE Febrita P. Heynoek,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan olahraga prestasi di kancah internasional diukur melalui perolehan medali yang diperoleh tiap cabang olahraga. Cabang olahraga yang turut menyumbangkan medali adalah  karate. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pembinaan dan pengembangan olahragawan (karateka) yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Pembelajaran yang dapat diambi adalah bahwa keberhasilan seorang atlet karate berprestasi internasional dipengaruhi oleh dukungan  stakeholder, peranan sumber daya manusia, motivasi olahragawan, peranan induk organisasi dan sarana prasarana.
PENDIDIKAN KEMATANGAN DAN PEMANTAPAN KARIER GURU (PKPKG) SEBAGAI RENCANA STRATEGIS MATA KULIAH DI JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FIK UNESA Bambang Ferianto Tjahjo Kuntjoro,
Ordik Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata kuliah PKPG diharapkan mampu meningkatka perilaku calon guru, mata kuliah tersebut terdiri dari sembilan materi dan terbagi atas enam bahan ajar. Ruang lingkup profesi guru dapat pula dibagi ke dalam dua gugus yaitu gugus pengetahuan dan penguasaan teknik dasar profesional, serta gugus kemampuan profesional, Fungsi utama guru adalah sebagai teladan bagi murid-muridnya dalam hal ini terungkap dalam istilah ing ngarso sungtulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Evaluasi hanya akan berguna jika membantu guru, siswa, dan pengelola pendidikan untuk membuat judgment dan keputusan yang bermakna. Terapi rasional, klien akan terbimbing agar dapat berpikir lebih rasional. Melalui meditasi, energi, kesehatan, dan hubungan interpersonal seseorang dapat ditingkatkan. Kekalutan pikiran dan menurunnya gangguan fisik dapat diatasi dengan relaksasi. Dalam menjalankan tugas profesinya, guru pada dasarnya memerlukan kode etik. Di Indonesia, kode etik yang dimaksud adalah kode etik guru Indonesia dalam menjalankan tugas profesi dan aktivitasnya, meskipun rumusan kode etik tersebut masih memerlukan penjabaran secara lebih rinci lagi. Refleksi profesional kependidikan, pada hakikatnya mengacu kepada kemampuan dan kesanggupan guru merenungkan, memahami, dan menyadari pengalaman diri selama menggeluti profesi kependidikan. Guru harus mampu mempresentasikan tujuan untuk pendidikan, sehingga pada diri guru akan tumbuh kesadaran profesional.
OLAHRAGA DAN LEMAK DARAH Endang Sri Wahjuni,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini orang-orang mulai sadar akan pentingnya kesehatan dan mulai banyak yang memeriksakan kadar lemak darahnya. Karena beberapa penyakit yang dapat berakibat fatal memeang sering berhubungan dengan tingginya lemak darah. Ada beberapa jenis lemak darah yaitu  terdiri dari kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid, yang terikat dengan protein dalam jumlah yang bervariasi. Lipoprotein-lipoprotein ini diklasifikasikan sebagai kilomikron, lipoprotein berdensitas sangat rendah ( VLDL ), lipoprotein berdensitas rendah (LDL) dan lipoprotein berdensitas tinggi ( HDL ).ari kesemuanya  ini HDL adalah lemak darah yang baik karena bertugas membawa kolesterol dan lemak darah lain dari jaringan ke hati untuk diproses dan dibuang, Olahraga merupakan cara terbaik untuk bisa mengendalikan lemak darah ini. Dimana olahraga yang teratur dapat menurunkan kadar kolesterol, VLDL, LDL tetapi justru menaikkan kadar HDL, sehingga diharapkan dapat menurunkan kemungkinan penyakit darah tinggi dan penyakit jantung yang sering berakibat kematian
UJI COBA TEKNIK PEMANDUAN BAKAT OLAH RAGA SUSUNAN DIREKTORAT JENDRAL OLAHRAGA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2003 DI KOTA MOJOKERTO Nurhasan, ; Abdul Rachman Syam Tuasikal, ; Subagyo, ; Nanang Indriarsa, ; Nining Widyah Kusnanik,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pemanduan bakat olahraga yang dimaksud adalah teknik pemanduan bakat yang dikembangkan Direktorat Jendral Olahraga Departemen Pendidikan Nasional tahun 2003. Bahwa teknik ini merupakan teknik yang dikembangkan dari beberapa intrumen pemanduan bakat.           Tujuan ujicoba adalah 1) melihat kemungkinan pengunaan lebih jauh teknik pemanduan bakat yang dimaksud, 2) melihat keberbakatan anak-anak usia dini atau dini usia di Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian; subyek sampel yang digunakan adalah 400 siswa dari 10 SD dan 10 SMP yang ada di Kota Mojokerto. Pengolahan data mengunakan Microsoft Office Exel 2007 – 2003.             Kesimpulan: dari temuan dilapangan menunjukkan kecenderungan-kecenderungan sebagai berikut; 1) teknik ini sangat ketat dalam menseleksi keberbakatan siswa SD dan SMP hal ini terlihat dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan sedikit siswa yang terjaring hanya untuk nomor jalan, lompat tinggi dan lompat jauh yang banyak terjaring, 2) ada kecenderungan siswa yang berbakat di nomor-nomor atletik juga berbakat di nomor-nomor beladiri dan yang lainya. Hal ini ditunjukkan oleh siswa (Natha HS, M Ali K dan Sugiarto)