cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
MINAT SISWA SMA KANJENG SEPUH SIDAYU DALAM MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI (Studi pada Siswa Putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu) Ahmad Efendi, ; Raymond IVano Avandi,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMA Kanjeng Sepuh Sidayu menarik siswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Sasaran penelitian ini adalah siswa putra SMA Kanjeng Sepuh Sidayu yang diambil sebanyak 175 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat. Dari hasil penelitian diperoleh suatu simpulan bahwa: tingkat minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah sebesar 74,7%. Hal ini dapat dikatakan bahwa minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli adalah tinggi. Faktor-faktor yang menjadi penyebab timbulnya minat siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli menunjukkan bahwa: faktor perasaan mempunyai nilai persentase yang paling tinggi yaitu sebesar 77,8%, kemudian masing-masing secara berurutan diikuti oleh faktor tujuan sebesar 77,4%, faktor alasan sebesar 73,8%, dan faktor keinginan sebesar 71,3%.
PEMBELAJARAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN JASMANI: SUBSTANSI YANG TERABAIKAN Ali Maksum,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Characters is one of the substance of physical education and sport at school. Unfortunately, until now the practice of learning by teachers is far from adequate. This research aims to uncover the root causes that include pedagogical competence of teachers in teaching character, understanding of teachers about the character, and learning practices of teachers over the years. The research uses a combination of qualitative and quantitative methods. The subjects were 55 physical education teacher, at elementary, junior and high school in Surabaya. The results showed that only 4% of lesson plan of teacher charged consistently characters ranging from the purpose, process, and evaluation. Understanding teachers on character education is relatively narrow, the character is understood more as a courtesy. Another thing that is found in this study is the practice of teaching is teacher-passive internalization, have not lead to constructive-active.
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI (DAYA TAHAN JANTUNG PARU) BERDASARKAN STATUS TINGKAT AKTIVITAS OLAHRAGA (DATA SPORT DEVELOPMENT INDEX 2006) Junaidi Budi Prihanto,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2000, penyakit tidak menular telah mendominasi penyebab kematian utama dan beban penyakit secara global akibat dari meningkatnya kesejahteraan dan perubahan gaya hidup. Gaya hidup tidak aktif (sedentary life style) terjadi akibat kurangnya aktifitas fisik harian. Telah terdapat bukti empirik tentang hubungan antara aktivitas fisik dan kebugaran terhadap kesehatan dan penyakit tidak menular. Sementara itu berdasarkan hasil survei Sport Development Indeks 2006 didapatkan hasil bahwa sebagian besar (81%) masyarakat Indonesia tergolong memiliki tingkat kebugaran yang buruk. Dari data survei SDI tersebut dapat dibayangkan tingkat produktivitas bangsa Indonesia dan beban kesehatan yang akan ditanggung negara di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan antara tingkat kebugaran jasmani (daya tahan jantung paru) berdasarkan status tingkat aktivitas olahraga menggunakan analisis regresi logistik model faktor resiko pada data Sport Development Indeks (SDI) tahun 2006. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dan dengan model faktor resiko akan dinilai pajanan tingkat aktivitas olahraga terhadap status kebugaran dengan faktor yang menjadi potensial confounder adalah variabel ruang terbuka olahraga, sumber daya manusia olahraga, usia, gender, Indeks Massa Tubuh, pekerjaan, propinsi dan sosial ekonomi kabupaten. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat interaksi antara aktivitas olahraga sebagai faktor resiko dengan variabel usia dan IMT sebagai faktor konfounder. Maka terdapat 4 nilai OR sebagai hasil interpretasi dari model akhir regresi logistik sebagai berikut: Logit (Status Kebugaran) = -1,51 + 0,15Aktif + 0,38Usia2 – 0,044IMTkat –  0,21Kerja2 + 0,6aktif_usia2 – 0,26aktif_imtkat.
ANALISIS GERAKAN TENDANGAN T PADA UKM PENCAK SILAT UNESA KELAS B PUTRA Heri Wahyudi,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi pesilat dalam melakukan tendangan T agar bisa menghasilkan kecepatan yang maksimal banyak jenisnya. Kecepatan, teknik tendangan, kelentukan, dan daya kosentrasi mempengaruhi kecepatan ini. Salah satu faktor yang kurang diperhatikan dalam melakukan tendangan yang baik adalah sudut tendangan. Dengan sudut tendangan yang tidak lebih dari 100,50, kecepatan tendangan yang dihasilkan akan semakin cepat. Koordinasi antara teknik dasar dan sudut tendangan sangat diperlikan, karena gerakan tersebut berkesinambungan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah hasil analisis gerakan tendangan T padda UKM Pencak Silat Unesa Kelas B putra?. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi dan data hasil analisis gerakan tendangan T pada UKM Pencak Silat Unesa yang meliputi kecepatan tendangan, sudut segmen tubuh, dan tahapan gerakan tendangan T. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif analisis, yaitu menganalisa dan menyajikan fakta secara sistemik sehingga dapat lebih mudah dipahami dan disimpulkan. Penelitian ini dibantu program Dartfish, yaitu sebuah software yang pada intinya diperlukan seseorang dalam mengukur sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh kejadian mata. Untuk penelitian ini menggunakan Dartfish dengan fasilitas Analyzer sehingga dapat menganalisis gerakan lain yang ditinjau dari sudut segmen tubuh, lintasan gerak, kecepatan, waktu, serta gerakanya. Simpulan dari penelitian ini adalah semakin rendah sudut tendangan dan kemiringan tubuh, maka semakin cepat tendangan yang dihasilkan. Dari sepuluh subjek penelitian yang masing-masing subjek mendapatkan tendangan yang paling cepat ketika sudut tendangan dan kemiringan tubuh kecil. Tendangan yang paling cepat dan tepat sasaran dilakukan oleh pesilat J dengan kecepatan 3 m/s, sudut tendangan 100,50, sudut kemiringan tubuh 970 dan tinggi badan 166 cm. dalam pencak silat, berat badan tidak berpengaruh dalam mendapatkan kecepatan suatu tendangan. Itu terbukti oleh salah satu subjek penelitian yang berat badanya lebih berat daripada subjek penelitian yang lain menghasilkan kecepatan akurasi tendangan yang paling baik
PENGGUNAAN MULTIMEDIA DALAM MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ILMU GIZI OLAHRAGA MAHASISWA D2-PGSD PENJAS Faridha Nurhayati, ; Endang Sri Wahjuni,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the main problem in learning of sport nutrition study at student of sport education departement, specially D2-PGSD Penjas is lack of their motivation in following learning. This condition cause the result of learning of student less. This matter is visible from result evaluate the UAS (final exam semester) obtained average value of student still below the mark that is less than 60, even in one class nothing get the value A.             Target of this research is description of usage multimedia in direct instruction model to increase motivation and result of learning sport nutrition of D2-PGSD Penjas student.  This Research represent the class action research consisted of some cycle. Every cycle consisted of 4 phase, that is: (1) planning, (2) activity, (3) observation, (4) reflection. Amount of cycle depend on attainment of efficacy indicator every cycle, that is at least 75% student have the motivation learn high and 75% student can get the value ≥75 from test given by cycle. This Subject Research is student of D2- PGSD Penjas FIK Unesa amount to 54 people. Result of research indicate that after 2 study cycle is amount of student which motivation to learn the high 44 people (81,5%) and which motivation to learn very high counted 6 people (11,1%). While student which assess the result learn ≥75 counted 43 people (79,6%). Because indicator efficacy of research in class action have been reached so that this activity discontinued at cycle 2. Becoming with the usage multimedia in direct instruction model can improve the motivation and result of learning sport nutrition of D2 PGSD Penjas student.
MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA UNTUK SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN KANOR BOJONEGORO Anam Syaifuddin, ; Advendi Kristiyandaru,
Ordik Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada dua kegiatan penting yang dilaksanakan di sekolah yaitu kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler merupakan kegiatan belajar mengajar pada jam pelajaran, sedangkan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penyaluran bakat dan minat siswa di luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam pengembangan potensi diri siswa. Agar siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut maka perlu adanya pengelolaan atau manajemen kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah manajemen atau sekolah mengelolah kegiatan ekstrakurikuler khususnya bidang olahraga. Penelitian ini mengambil sampel sekolah dasar negeri di-kecamatan Kanor Bojonegoro yang berjumlah 18 (delapan belas) sekolah yang telah mengadakan kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Untuk pengambilan data, peneliti menggunakan metode angket dan dokumentasi.Untuk analisis data peneliti menggunakan teknik deskriptif  kuantitatif dan skala Likert. Dari variabel manajemen, peneliti hanya menggunakan 4 (empat) fungsi manajemen sebagai sub variabel yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Setelah dilakukan penelitian, dari keempat sub variabel tersebut diketahui bahwa tingkat perencanaan sudah 71,09%, untuk tingkat pengorganisasian mencapai 75,44%, untuk tingkat pelaksanaan baru mencapai 69,82%, dan untuk tingkat pengawasan yang dilakukan baru 51,93%. Dari situ dapat disimpulkan bahwa manajemen yang dilakukan oleh sekolah dasar negeri di-kecamatan Kanor Bojonegoro dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga sudah mencapai 67,30% dan dapat dikatakan sudah sebagian besar dilakukan dengan baik.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF (PENELTIAN PADA GURU PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF SEKOLAH DASAR INKLUSIF KOTA SURABAYA) Ima Kurrotun Ainin,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ancaman kesehatan akibat pola hidup kurang garak meningkat terhadap orang dengan kebutuhan khusus, kebutuhan khusus meningkatkan resiko dalam penurunan kapasitas gerak dan otonomi seseorang. pendidikan jasmani adaptif merupakan alternatif solusi dalam menangani permasalahan penurunan fungsi fisik akibat kurangnya gerak bagi ABK. Mayoritas siswa ABK memiliki kapasitas mobilisasi yang rendah, dan performa fisik yang kurang, Abdoellah (1996:4-5) oleh karenanya ABK memiliki kebutuhan yang lebih besar akan gerak, seharusnya pendidikan jasmani menjadi program utama dari program pendidikan bagi siswa, karena menjadi dasar bagi peningkatan fungsi tubuh yang sangat diperlukan oleh semua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan sumbangsih keberhasilan pendidkan inklusi melalui bidang pendidikan jasmani adaptif. Guru olahraga di sekolah inklusif sebagai praktisi pendidikan jasmani adaptif memegang peranan sentral dalam keberhasilan pembelajaran pendidikan jasmani adaptif, oleh karenanya guru olahraga menjadi sumber data utama untuk mendapatkan gambaran kompleks tentang pelaksanaan pembelajaran penjas adaptif di sekolah inklusif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan menggunakan metode wawancara dan kuesioner Penentuan subjek dengan teknik purposive sampling, Keabsahan data dengan kompetensi subjek riset dan analisis trianggulasi model trianggulasi metode. *) Dosen Jurusan Pendidikan Olahraga FIK Unesa Hasil temuan penelitian: (1)identitas: jenis kelamin, usia, background pendidikan tidak berkaitan dengan pandangan positif guru terhadap ABK; pengalaman mengajar guru melibatkan ABK berkaitan dengan pandangan positif guru tehadap ABK, guru mendapatkan pemahaman tentang karakteristik dari intensitas interaksi; (2) pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pembukaan, sumber materi pembelajaran berasal dari buku umum, tidak ada buku tentang panjas adaptif, permasalahan yang dihadapi guru terkait partisipasi siswa, kesulitan penanganan, komunikasi, sarana prasarana, evaluasi dan minimnya pengetahuan guru terhadap ABK. (3) strategi pembelajaran yang diterapkan melakukan pendekatan psikologi dan individual dengan memperhatikan kebutuhan khusus siswa. (4) modifikasi yang dilaksanakan masih sangat minim mayoritas modifikasi hanya pada praktek pembelajaran. Tidak ada PPI, hanya sedikit yang membuat RPP yang dimodifikasi, modifikasi media terbatas pada modifikasi umum, modifikasi evaluasi berupa penurunan beban praktek dan penurunan kriteria penilaian (5) upaya guru dalam memotivasi dan mengaktifkan peranserta seluruh siswa dalam kegiatan pembalajaran pendidikan jasmani adaptif dengan memperlakukan siswa secara adil tanpa diskriminatif, apresiasi bagi yang berprestasi, melibatkan ABK sebagai supporter, meminimalisir bantuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuan yang dimiliki ABK, berusahan mengenali dan menggali potensi individu siswa. Guru disarankan untuk berperan aktif dalam pembelajaran, memupuk pandangan positif terhadap kemampuan siswa, memiliki optimisme terhadap kemampuannya dalam mengajar, berfikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan media pembelajaran, mengoptimalkan peran dan fungsi pusat sumber dan guru kunjung, menggunakan landasan assessment atau diagnose ahli dalam penyusunan PPI atau RPP modifikasi; sekolah diharapkan mengoptimalkan keberadaan pusat sumber dan guru kunjung, melaksanakan asesmen terhadap keseluruhan siswa, menggunakan hasil assessment dalam penyusunan kurikulum, pendelegasian pada setiap kegiatan terhadap wakil yang tepat; saran bagi dinas pendidikan guru olahraga yang mengajar di kelas inkluif hendaknya dibekali materi tentang (metode penanganan siswa, metode berkomunikasi, metode evaluasi, modifikasi media, metode perencanaan pembelajaran dengan PPI/ RPP modifikasi), memperjelas kriteria peserta pelatihan, pengadaan buku modul penjas adaptif; bagi pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan dan ketersediaan guru pembimbing yang kompeten, memenuhi tersedianya sarana dan prasarana serta memperhatikan aksesibilitas dan alat sesuai kebutuhan siswa; bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian jangka panjang tentang manfaat dan konsekuensi pelaksanaan penjasa adaptif, melakukan follow up dengan melakukan kajian lebih dalam untuk diimplementasikan pada pengembangan model pembelajaran penjas adaptif.
RESTRUKTURISASI PENDIDIKAN JASMANI BERKARAKTER DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI OLAHRAGA Nurul Mas’ Rif&rsquo
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan jasmani apabila ditarik ke ranah struktur pendidikan dapat dilihat dari tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan jasmani dan olahraga berhubungan dengan unsur-unsur sosiologik seperti manusia, aktivitas manusia, lembaga dalam masyarakat. Sosiologi olahraga adalah penerapan ilmu sosiologi dalam konteks olahraga; atau dengan kata lain sub-disiplin sosiologi yang membahas olahraga sebagai bagian dari kehidupan sosial budaya. olahraga sebagai fenomena sosial sangat berkaitan erat dengan konteks kehidupan sosial manusia seperti keluarga, ekonomi, media massa, politik, pendidikan, dan agama. Pendidikan jasmani memberikan sumbangan potensi dalam proses pembentukan, diantaranya adalah: karakteristik manusia, dan kebutuhan manusia. ada tiga cara pembelajaran sosial yang umum, yaitu: 1) hadiah dan hukuman, 2) mencontoh dan meniru, dan 3) diajar. Dalam pendidikan jasmani terdapat beberapa sasaran, tujuan, serta pengembangan konsep berbeda dalam istilah serta metode yang digunakan. Terdapat struktur nilai bermakna dalam pembelajaran jasmani di sekolah, yaitu sejumlah keterampilan dan nilai yang  dapat dipelajari melalui olahraga. Adapun kaitannya dengan perilaku sosial menuju pendidikan karakter terdapat dua aspek penilaian, diantaranya: 1) nilai pendidikan karakter dan nilai dalam penjasor, dan 2) praktik nilai kejujuran dalam permainan dan olahraga
PENDIDIKAN DI INDONESIA : PERUBAHAN-PERUBAHAN DAN TANTANGANNYA Heryanto Nur Muhammad,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun-tahun belakangan ini dunia pendidikan di Indonesia dituntut untuk dapat lebih baik lagi dalam menyiapkan anak didik guna menghadapi dunia nyata yang telah banyak mengalami perubahan. Oleh karena itu perlu untuk diketahui apa saja perubahan-perubahan tersebut beserta tantangannya dan bagaimana menghadapinya. Aspek-aspek yang perlu diperbaiki seiring perubahan-perubahan tersebut adalah Sumber Daya Manusia, Metode Pembelajaran, Sarana dan Prasarana Pendidikan, dan Pertukaran Informasi. Hal-hal tersebut diatas hendaknya dapat diperbaiki seiring tuntutan zaman. Adanya jaringan informasi antar lembaga yang terkoneksi akan dapat memudahkan pengambilan kebijakan di ranah pendidikan
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN RENANG GAYA BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN ALAT DAN TANPA ALAT BANTU Fifukha Dwi Khory,
Ordik Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang perbandingan antara pembelajaran renang gaya bebas  dengan menggunakan alat dan tanpa alat bantu pada siswa putri di Sekolah Menengah Kejuruan Antartika 2 Sidoarjo yang mengikuti ekstrakurikuler renang tahun ajaran 2009. Subjek penelitian ini berjumlah 38 orang siswa yang harus  mengikuti tes awal kemudian proses pembelajaran renang gaya bebas dan tes akhir renang gaya bebas. Peneliti menduga terdapat perbedaan antara hasil pembelajaran renang gaya bebas dengan menggunakan alat dan tanpa menggunakan alat bantu pada siswa putri di Sekolah Menengah Kejuruan Antartika 2 Sidoarjo yang mengikuti ekstrakurikuler renang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa, rata-rata skor hasil pengujian hipotesis nol () diterima apabila lebih kecil dari . Uji hipotesis ini untuk taraf siginifikan α = 0,05 dengan db = 38 maka didapatkan  1,684. Karena   lebih besar dari  (29,24 > 1,684) maka hipotesis nol () ditolak dan hipotesis alternatif () diterima. Berarti terdapat perbedaan rata-rata hasil pembelajaran renang gaya bebas dengan menggunakan alat bantu lebih besar dari pada hasil pembelajaran renang gaya bebas tanpa menggunakan alat bantu pada siswa putri di Sekolah Menengah Kejuruan Antartika 2 Sidoarjo berbeda secara signifikan.