cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
ANALISIS KAPASITAS PARU DAN ALIRAN UDARA PERNAFASAN MANUSIA YANG MEMPUNYAI KEBIASAAN MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK Maria, Gisella; Muninggar, Jodelin; Suci, Made rai
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.707 KB)

Abstract

Kapasitas paru merupakan kemampuan paru-paru untuk menampung udara. Kemampuan menampung udara ini berbeda-beda untuk setiap individu. Penelitian ini dilakukan menggunakan spirometer Vernier order code SPR-BTA dan logger pro untuk mengukur kapasitas paru laki-laki perokok dan bukan perokok. Kapasitas paru-paru manusia secara normal sangat tergantung dengan kebiasaan hidup, usia, indeks massa tubuh,dan riwayat penyakit pada saluran pernafasan. Penelitian dilakukan pada 4 sampel yang berusia 19-22 tahun dengan 2 sampel mempunyai kebiasaan merokok dan 2 sampel lain tidak merokok. Hasil menunjukkan bahwa untuk 2 sampel bukan perokok pada sampel A dan C sebesar 3,77 L dan 3,02 L. Dari nilai kapasitas paru menunjukkan bahwa pola hidup sampel memiliki kebiasaan berolah raga yang membuat kapasitas paru lebih tinggi. Perokok aktif didapatkan hasil CC dan DD memiliki kapasitas vital paru sebesar 2,24 Ldan 2,69 L. Nilai diatas menunjukkan kapasitas volume yang lebih rendah. Analisis kemudian dilakukan dengan menghitung aliran fluida dari aliran udara pernafasan. Dan didapatkan bahwa grafik aliran udara aliran pernafasan akan bernilai semakin tinggi, jika kapasitas vital paru nya rendah, semakin tinggi nilai alirannya.Kata kunci :Kapasitas paru, aliran udara pernafasan
Pengaruh Guided Discovery Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Ditinjau dari Sikap Ilmiah Menggunakan Metode Diskusi dan Demonstrasi pada Materi Sistem Tata Surya Kelas IX SMPN 1 Kauman Tahun Pelajaran 2014/2015. Setyaningsih, Henny; Sunarno, Widha; Rahmasari, Lita
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.994 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) beda pengaruh GDL menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya, (2) beda pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya, (3) hubungan GDL dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 1 Kauman tahun ajaran 2014/2015. Sampel terdiri dari 2 kelas, kelas eksperimen I (metode diskusi) dan kelas eksperimen II (metode demonstrasi). Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, angket, pengamatan dan pemeriksaan dokumen. Teknik analisis data menggunakan uji statistik ANAVA 2 jalan.Hasil penelitian disimpulkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan pengaruh GDL menggunakan metode demonstrasi dan diskusi terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,014 (< 0,05). Rerata prestasi belajar kognitif siswa yang diberi pembelajaran GDL dengan metode demonstrasi (77,30) lebih baik daripada rerata siswa yang diberi pembelajaran GDL dengan metode diskusi (74,38). (2) Terdapat perbedaan pengaruh sikap ilmiah tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,015 (< 0,05). Rerata prestasi belajar siswa yang mempunyai sikap ilmiah tinggi (77,1) lebih baik daripada siswa yang mempunyai sikap ilmiah rendah (71,6). (3) Terdapat interaksi antara GDL dengan sikap ilmiah terhadap prestasi belajar siswa pada materi Sistem Tata Surya siswa kelas IX SMPN 1 Kauman. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi dibawah 0,05 yaitu sebesar 0,03.Kata kunci : GDL, Sikap ilmiah, Prestasi Belajar, Sistem Tata Surya.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK SEBAGAI ALAT EVALUASI KESULITAN BELAJAR FISIKA Rusilowati, Ani
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.891 KB)

Abstract

Pembelajaran efektif merupakan dambaan bagi setiap guru. Pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang dapat mengkondisikan siswa mencapai kemajuan secara maksimal, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun kenyataannya, pembalajaran tidak selalu efektif. Tidak semua siswa dapat mencapai kemajuan secara maksimal dalam proses belajarnya. Siswa kadang mengalami kesulitan atau masalah dan membutuhkan bantuan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Agar dapat membantu siswa secara tepat perlu diketahui terlebih dahulu kesulitan atau masalah yang dialami oleh siswa, baru kemudian dianalisis dan dirumuskan pemecahannya. Permasalahannya, bagaimanakah mengembangkan tes untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Rizkayanti, Yazida; Sukarmin, Sukarmin; Rahardjo, Dwi Teguh
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.698 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta melalui implementasi model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Fluida Statis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh melalui kajian dokumen, observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif tipe STAD pada materi Fluida Statis dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 4 SMA N 1 Surakarta. Hal ini dapat dilihat pada siklus I, dari 9 indikator aktivitas belajar siswa, 3 indikator aktivitas belajar siswa telah mencapai target, sedangkan pada siklus II keseluruhan indikator aktivitas belajar siswa telah mencapai target penelitian sebesar 70%.Kata kunci: PTK, Kooperatif tipe STAD, Fluida Statis, Aktivitas Belajar
DIAGRAM GAYA NORMAL Pujayanto, Pujayanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.76 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian untuk melukis diagram gaya normal kubus pada bidang datar yang dikenai gaya. Gayanormal adalah gaya yang mencegah benda untuk jatuh ke tempat yang didudukinya. Arah vektor gaya normalselalu tegak lurus pada permukaan yang bersentuhan dengan benda. Titik tangkap gaya normal pada benda dibidang datar berada pada perpotongan antara resultan gaya luar dengan bidang pergeseran benda. Untukmenentukan posisi titik tangkap gaya normal digunakan konsep keseimbangan rotasi, yaitu untuk benda yangdalam keadaan seimbang rotasi berlaku bahwa di setiap titik pada benda tersebut jumlah momen gayanya nol.Disimpulkan bahwa ditemukan kejanggalan pada penentuan titik tangkap gaya normal, yaitu bahwa titik tangkapgaya normal, hanya dapat ditentukan dengan menggunakan konsep keseimbangan rotasi, di semua titik padabenda yang bersentuhan dengan bidang pergeseran.Kata kunci: gaya normal, titik tangkap gaya.
Eksperimen Model Blended Learning dan Joyfull Learning Sub Tema Ekosistem Air Tawar Ditinjau dari Aktivitas Siswa Kelas VII SMPN 9 Surakarta Dewi, Anantyas Kusuma; Pujayanto, Pujayanto; Ekawati, Elvin Yusliana
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 6 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.424 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh model pembelajaran blended learning dan joyfull learning terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar, (2) mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pengaruh aktivitas belajar siswa yang tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar, (3) mengetahui ada atau tidaknya interaksi pengaruh model pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Surakarta TA 2014/2015, dengan teknik cluster random sampling didapatkan sampel penelitian yaitu siswa kelas VII F dan VII G. Data diperoleh melalui kajian dokumen, observasi dan tes kognitif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif menggunakan ANAVA dua jalan dengan isi sel tak sama.Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) ada perbedaan pengaruh model pembelajaran blended learning dan joyfull learning terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar; (2) ada perbedaan pengaruh aktivitas belajar siswa yang tinggi, sedang, dan rendah terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar; (3) tidak ada interaksi pengaruh model pembelajaran dan aktivitas belajar siswa terhadap kemampuan kognitif pada sub tema Ekosistem Air Tawar.Kata kunci : blended learning, joyfull learning, aktivitas belajar
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH KELAS VII C SMP NEGERI 4 SURAKARTA Wulandari, Puspita Septim; Raharjo, Thrustho; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.128 KB)

Abstract

The objectives of this research are: (1) to improve the students’ cognitif competence of 7th grade students of SMPN 4 Surakarta in the second semester, 2014/2015 academic year particulary in temperature, heat and heat transfer material by using scientific approach-based modul, and (2) to improve the learning interest.This Classroom Action Research (CAR) adopts Kurt Lewin model. It was conducted collaboratively between the researcher and the teacher within two cycles. Each cycle began with preparation stage then followed by implementation of using the modul within the cycle stage which covers planning, action, observing, and reflection stage. The subject of the research was 33 students at the 7th grade in SMPN 4 Surakarta in the 2014/2015 academic year. The research was particularly conducted to teach temperature, heat and heat transfer material. The data were collected through observation, interview with teacher and students, post test, questionnaire, and document analysis. The data were validated through triangulation technique. The data analysis employed used qualitative and quantitative technique.The finding of this research shows that: (1) The students’ cognitive competence improved as much as 2,73% surpassing the expected target. The number of students who met the passing grade was 72,73%, with the passing score of 86. (2) the students’s learning interest also improved as much as 2,5% surpassing the expected target. The aspects of learning interest that became the focus of this research improved such as: (1) the willingness which improved to 82,89%, (2) the attention which improved to 76,08%, (3) and the participation which improved to 78,57%.Kata kunci : cocnitive competence, learninginterest, instructional modul, scientific approach
PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SMA PADA MATERI SUHU DAN KALOR Khoirun Nisa, Afanin Nur; Budiharti, Rini; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 4 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.807 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen penilaian portofolio dan mengidentifikasi hasil penyusunan instrumen penilaian portofolio untuk siswa kelas X SMA pada materi Suhu dan Kalor yang memenuhi kriteria baik.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Penelitian ini dilakukan melalui 5 tahap, yaitu (1) tahap analisis, (2) tahap perencanaan, (3) tahap pengembangan, (4) tahap implementasi, dan (5) tahap evaluasi. Subjek coba adalah 6 siswa pada uji coba awal dan 30 siswa pada uji coba lapangan. Data penelitian diperoleh melalui analisis kebutuhan, uji ahli, uji coba awal, dan uji coba lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1) teknik analisis data kualitatif melalui hasil observasi, hasil penelaahan instrumen penilaian portofolio oleh validator, dan hasil wawancara; (2) teknik analisis data kuantitatif pada uji ahli sehingga diketahui kriteria validitas instrumen penilaian portofolio dan uji coba lapangan sehingga diketahui kriteria reliabilitas instrumen penilaian portofolio.Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) penelitian pengembangan instrumen penilaian portofolio dilakukan dengan 5 tahap yang berpedoman pada model ADDIE, yaitu tahap analisis, perencanaan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan analisis kebutuhan serta studi literatur. Pada tahap perencanaan ditentukan produk yang akan dikembangkan, tujuan, subjek, lokasi penelitian, serta membuat rancangan produk yang dirumuskan dalam rencana kegiatan penilaian portofolio. Pada tahap pengembangan dilakukan dengan membuat draf instrumen penilaian portofolio, kemudian dilakukan uji ahli sehingga diketahui kriteria validitasnya serta dilakukan penyempurnaan draft instrumen penilaian portofolio berdasarkan koreksi dan saran dari validator. Pada tahap implementasi dilakukan dengan mengujicobakan instrumen penilaian portofolio di dalam kelas, yaitu dengan uji coba awal dan uji coba lapangan. Tahap akhir adalah tahap evaluasi sehingga diketahui kriteria reliabilitas instrumen penilaian portofolio; (2) hasil pengembangan instrumen dengan validasi pada aspek format, konstruksi, dan bahasa memenuhi kriteria sangat baik dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,98 yang memenuhi kriteria istimewa. Dengan demikian, produk akhir berupa instrumen penilaian portofolio memenuhi kriteria sangat baik dan reliabel.Kata kunci: instrumen, penilaian portofolio, siswa SMA
PENENTUAN ARAH KIBLAT DENGAN METODE SEGITIGA BOLA Aditiani, Suci Novira; Masithoh, Dyah Fitriana; Aminah, Nonoh Siti
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.643 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan arah kiblat dengan metode segitiga bola.Pemahaman tentang arah kiblat sangat penting bagi umat Islam, karena menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah shalat. Meskipun kini teknologi untuk menentukan arah kiblat sudah canggih, namun perlu diketahui bagaimana cara menentukan arah kiblat yang sebenarnya. Penentuan arah kiblat dengan metode segitiga bola didasari oleh segitiga pada permukaan bola bumi yang dibentuk oleh tiga lingkaran besar bola bumi, yaitu dua lingkaran garis bujur bumi dan satu lingkaran kiblat. Perpotongan ketiga lingkaran besar tersebut membentuk tiga buah titik, yaitu titik A (Makkah), titik B (lokasi yang akan dihitung arah kiblatnya), dan titik C (Kutub Utara). Langkah-langkah dalam penentuan arah kiblat diantaranya: (1) Disiapkan data-data yang dibutuhkan dalam perhitungan arah kiblat suatu tempat, yaitu data lintang dan bujur Ka’bah (kota Makkah), serta data lintang dan bujur tempat lokasi/kota yang akan dihitung arah kiblatnya; (2) Penghitungan arah kiblat dengan menggunakan rumus, dengan: B = Sudut arah kiblat suatu tempat, C = Selisih bujur Kabah dengan bujur tempat yang dicari arah kiblatnya, a = 90o – φ tp (lintang tempat), dan b = 90o – φ ka (lintang Ka’bah); (3) Penghitungan azimuth kiblat sejati dari arah utara sejati searah jarum jam, dimana azimuth kiblat sejati = 360o – sudut arah kiblat (B); (4) Penentuan arah kiblat sebenarnya dengan mengukur menggunakan penggaris busur sebesar azimuth kiblat sejati dari utara sejati.Kata kunci : segitiga bola, lingkaran besar bola bumi, arah kiblat, sudut arah kiblat, azimuth kiblat
PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MATERI TERMODINAMIKA Satria, Heru; Handhika, Jeffry
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.314 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada pelajaran fisika setelah menerapkan pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis scientific approach bermuatan pendidikan karakter materi termodinamika pada siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II (dua) Tahun Ajaran 2014/2015. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian pada siklus I diperoleh peningkatan rata-rata skor minat belajar siswa dari rata-rata skor 61,87 menjadi 76,37 dengan persentase minat belajar klasikal pada siklus I sebesar 80%. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh bahwa nilai thitung ≤ ttabel (-4,819 ≤ 1,697) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan secara nyata rata-rata hasil angket minat belajar siswa pada pra siklus dan siklus I. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan modul fisika berbasis scientific approach bermuatan pendidikan karakter materi termodinamika memberikan efek signifikan bagi peningkatan minat belajar siswa.Kata kunci : PTK, Modul, Scientific Appoach, Pendidikan Karakter, dan Minat Belajar.