cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal EduBio Tropika
ISSN : 23392649     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Journal EduBio Tropical published twice a year in April and October, containing text that was lifted from the results of research in the field of education of biology and biological sciences. Article review (review article) loaded on the invitation.
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
MIKROSKOP SEDERHANA DARI BOTOL PLASTIK SEBAGAI ALAT PEMBELAJARAN PADA PENGAMATAN SEL Elli Arianti
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.809 KB)

Abstract

Mikroskop merupakan alat bantu utama untuk melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang studi biologi (IPA), karena dapat digunakan untuk membuat objek pengamatan yang kecil terlihat besar. Menghadapi kondisi keterbatasan alat pembelajaran, maka guru dituntut mempunyai kreativitas merakit media pembelajaran apabila belum tersedia. Sebagai alternatif pengganti mikroskop, dilakukan pembuatan mikroskop sederhana dari botol plastik minuman dan digunakan sebagai alat pembelajaran pada pengamatan sel bawang merah. Untuk mengetahui keberhasilan pembuatan dan penggunaan mikroskop sederhana tersebut dilakukan penelitian pada siswa kelas X6 sebanyak 36 orang di MAN Model Banda Aceh tahun pelajaran 2011/2012. Setelah melihat demonstrasi langkah-langkah pembuatan dan penggunaan mikroskop sederhana dari botol plastik minuman, siswa langsung mempraktekkan membuat dan menggunakannya. Data dikumpulkan melalui penilaian unjuk kerja siswa dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dan diolah dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan 86,1% siswa berhasil membuat mikroskop sederhana dengan terampil dan rapi. Siswa berhasil menggunakannya dengan terampil dan hasil pengamatannya jelas. Kesimpulan bahwa mikroskop sederhana dari botol plastik minuman berhasil dibuat dan dapat digunakan oleh siswa sebagai alat pembelajaran pada pengamatan sel bawang merah.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA PADA KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP Evie Palenewen; Dewi Mayasari
Jurnal Edubio Tropika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.005 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran reciprocal teaching dengan pembelajaran tutor sebaya pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup kelas VII di SMP Negeri 32 Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 32 Samarinda yang berjumlah 4 kelas, sedangkan sampel yang digunakan kelas VII-A dan kelas VII-B masing-masing sebanyak 25 siswa. Kelas pertama menggunakan pembelajaran reciprocal teaching dan kelas kedua menggunakan pembelajaran tutor sebaya. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitin diperoleh thitung = 3,21 dan ttabel = 2,00 berarti nilai thitung ttabel pada taraf signifikan 5%, Dengan demikian dapat disimpulkan, ada perbedaan hasil belajar siswa antara pembelajaran reciprocal teaching dengan pembelajaran tutor sebaya pada pokok bahasan klasifikasi mahluk hidup.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP STRUKTUR MIKROSKOPIS SEL BETA PANKREAS TIKUS HIPERGLIKEMIK Nurlena Andalia; Safrida Safrida; Mustafa Sabri
Jurnal Edubio Tropika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.666 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun Kersen (Muntingia calabura L) terhadap stuktur mikroskopis sel pankreas tikus hiperglikemik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas P0 sebagai kontrol negatif (diberi aquades), P1 sebagai Kontrol positif (75 mg/kg BB aloksan dan diinkubasi selama 28 hari), P2 (75 mg/kg BB aloksan dan pemberian metformin sebagai pembanding obatherbal dan sintetik) selama 28 hari, P3 (75 mg/kg BB aloksan dan pemberian 150 mg/kg BB ekstrak daun Kersen (Muntingia calabura L) selama 28 hari), P4 (75 mg/kg BB aloksan dan pemberian 300 mg/kg BBekstrak daun Kersen (Muntingia calabura L) selama 28 hari), P5 (75 mg/kg BB aloksan dan pemberian 450 mg/kg BB ekstrak daun Kersen (Muntingia calabura L) selama 28 hari. Data dianalisis menggunakan analisis varian pada selang kepercayaan α 0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kersen (Muntingia calabura L.) pada berbagai dosis mempengaruhi proposi nekrosa sel pankreas dengan nilai signifikan 0,036 pada tikus hiperglikemik. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun Kersen(Muntingia calabura L.) berpotensi dalam memperbaiki nekrosa sel beta pankreas tikus Hiperglikemik.
TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI KEMUKIMAN SIMPANG TANJONG KECAMATAN PEUSANGAN SELATAN KABUPATEN BIREUEN PROVINSI ACEH Djufri Djufri; Hasanuddin Hasanuddin; Afkar Afkar
Jurnal Edubio Tropika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.245 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan berkhasiat obat, cara pengolahan, serta cara penggunaannya. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara terhadap masyarakat di Kemukiman Simpang Tanjong Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh sejumlah 25 orang terdiri dari tokoh masyarakat, bidan desa, dan tabib/dukun dari 5 desa sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa 20 jenis tumbuhan digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit antara lain; panas, gangguan pencernaan (maag, diare, sembelit, dan keracunan) batuk, penyakit kulit, penyakit degeneratif (kolesterol, tekanan darah tinggi, lever, malaria, diabetes, hepatitis, reumatik, dan batu ginjal) serta ramuan untuk kecantikan. Organ tumbuhan yang sering digunakan adalah daun dan buah, sedangkanorgan tumbuhan yang jarang digunakan adalah getah, bunga, dan akar. Cara pengolahannya direbus, ditumbuk, diparut dan dibuat jus. Sedangkan Cara penggunaannya diminum, dioles, diusap dan dibasuhke bagian tubuh yang sakit.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI GURU BIOLOGI SMA KELAS XI IPA PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Lyanda Fitriani Chaniarosi
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.802 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul “Identifikasi Miskonsepsi Guru Biologi SMA Kelas XI IPA pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia” bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya miskonsepsi, mengetahui sub konsep yang dimiskonsepsikan dan faktor utama penyebab terjadinya miskonsepsi pada guru biologi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa tes certainty of respons index (CRI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru teridentifikasi mengalami miskonsepsi pada 4 sub konsep yaitu pembentukan gamet (2,98%); ovulasi (7,50%); menstruasi (22,50%); fertilisasi, gestasi, persalinan, dan laktasi (14,58%). Dari sub konsep tersebut, persentase miskonsepsi tertinggi yang terjadi pada guru terdapat pada kelompok sub konsep menstruasi. Faktor utama penyebab terjadinya miskonsepsi guru bersumber dari pemikiran mereka sendiri.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL BUAH PALA (Myristica fragrans) TERHADAP DAYA HAMBAT Staphylococcus aureus Teuku Hadi Wibowo Atmaja; Mudatsir Mudatsir; Samingan Samingan
Jurnal Edubio Tropika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.937 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui sumber ekstrak dari buah pala (daging buah, fuli dan biji pala) yang berpengaruh terhadap daya hambat Staphylococcus aureus. Selain itu juga untuk mengetahui konsentrasidari sumber ekstrak yang memiliki daya hambat terbaik terhadap S. aureus. Penelitian dilakukan di laboratorium kimia dan biologi FKIP Unsyiah. Metode penelitian adalah metode eksperimen, menggunakanrancangan acak lengkap non faktorial dengan empat ulangan. Peubah yang diamati adalah diameter daya hambat yang terbentuk. Data dianalisis mengunakan Analisis Varian dan dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata dari sumber ekstrak daging buah, fuli dan biji pala terhadap daya hambat S. aureus. Sumber ekstrak fuli memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan daging buah dan biji pala. Sumber ekstrak dan konsentrasi terbaik pengaruhnya terhadap daya hambat S. aureus adalah fuli mulai dari konsentrasi 5 x 105 ppm. Semakin besar konsentrasi yang diberikan maka semakin besar daya hambat yang dihasilkan oleh ketiga sumber ekstrak etanol terhadap S. aureus.
KONTRIBUSI KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PENGUASAAN MATERI SISTEM SARAF PADA SISWA SMA NEGERI 1 DONRI-DONRI Muhiddin Palennari; Hamka Lodang; Andi Faridah Arsal; A. Agusniman H.P.N.
Jurnal Edubio Tropika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.919 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kebiasaan belajar terhadap penguasaan materi sistem saraf siswa. Penelitian ini termasuk penelitian korelasi (Sebabakibat). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Donri-Donri semester genap tahun ajaran 2012/2013. Sampel penelitian yang digunakan yaitu sampel jenuh menggunakan seluruh siswa kelas XI IPA yang terdiri dari 76 siswa. Kebiasaan belajar yang diukur meliputi 5 indikator, yakni: Kebiasaan belajar biologi secara teratur, kebiasaan mempersiapkan keperluan studi pada malam hari, kebiasaan hadir di kelas sebelum pelajaran biologi dimulai, kebiasaan belajar sampai paham dan tuntas, dan kebiasaan mengunjungi perpustakaan. Data penelitian kebiasaan belajar diperoleh melalui angket tertutup dan data penguasaan materi sistem saraf diperoleh dari tes pilihan ganda yang kemudian diolah dengan analisis regresi linear dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada kontribusi kebiasaan belajar terhadap penguasaan materi sistem saraf siswa kelas XI IPA SMAN 1 Donri-Donri sebesar 54,3%. Nilai sig 0,000 0,05 artinya kebiasaan belajar berpengaruh signifikan terhadap penguasaan materi sistem saraf siswa. Nilai korelasi 0,737 berada pada kategori tinggi, artinya kebiasaan belajar memiliki korelasi yang tinggi terhadap penguasaan materi sistem saraf siswa.
PENERAPAN PRESENTASI MEDIA PREZI PADA MATERI SISTEM SARAF MANUSIA TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 BUKIT Aotar Aotar; Adlim Adlim; Safrida Safrida
Jurnal Edubio Tropika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.085 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar keterampilan berfikir kritis siswa setelah penerapan media prezi pada proses pembelajaran materi sistem saraf manusia. Penelitian inimenggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest dan control grup design. Penelitian ini dilaksanakan adalah pada 2 kelas yaitu kelas XI-IPA1 dengan jumlah 24 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-IPA2 dengan jumlah siswa 24 orang sebagai kelas kontrol. Sebelum dilaksanakan proses pembelajaran dilakukan pretest baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Pada proses belajar mengajar (treatment) media presentasi prezi hanya pada kelas eksperimen, pembelajaran dilakukan masing-masing sebanyak tiga kali pertemuan kemudian diberikan postes. Data peningkatan hasil belajar berupa gain ternormalisasi (N-Gain). Perbedaan rata-rata N-Gain kelas eksperimen dan kelas control dianalisis dengan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa setelah penerapan media prezipada proses pembelajaran materi sistem saraf manusia. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media prezi pada materi sistem saraf manusia dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis siswa.
KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU BIOLOGI DI BANDA ACEH Vivi Yunisa Harahap; Hasanuddin Hasanuddin; Abdullah Abdullah
Jurnal Edubio Tropika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.814 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kompetensi profesionalisme guru biologi di Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2015. Metode penelitian merupakan penelitiandeskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah guru Biologi di SMA Negeri 2 dan MAN 2 Banda Aceh yang berjumlah 7 guru biologi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar angket kompetensiprofesionalisme guru sesuai dengan Standar Kompetensi Guru Mata Pelajaran dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007. Data dianalisis dengan rumus persentase. Hasil analisis persentasekompetensi profesionalisme guru biologi menunjukkan kompetensi inti menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu sebesar 87,11% (sangat baik), kompetensi inti menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu sebesar 90,46% (sangat baik), kompetensi inti mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif 89,28% (sangat baik), kompetensi inti mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif sebesar 87,69% (sangat baik), dan kompetensi inti memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebesar80,36% (sangat baik). Kesimpulan dari penelitian adalah kompetensi profesionalisme guru biologi di Banda Aceh berada pada kategori sangat baik.
PROFIL KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS SETELAH PENYUNTIKAN ALOKSAN SEBAGAI HEWAN MODEL HIPERGLIKEMIK Irdalisa Irdalisa; Safrida Safrida; Khairil Khairil; Abdullah Abdullah; Musafa Sabri
Jurnal Edubio Tropika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.77 KB)

Abstract

Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi diabetes pada hewan model hiperglikemik. Pemberian aloksan adalah cara yang cepat untuk menghasilkan kondisi diabetik eksperimental (hiperglikemik) pada hewan percobaan. Peningkatan kadar glukosa darah terjadi karena jaringan menyerap glukosa dari darah dan menyimpannya dalam bentuk glikogen. Saat kadar glukosa darah meningkat, sel β pankreas terangsang untuk mensekresi hormon insulin sehingga kadar glukosa darah menurun. Hewan model untuk penelitian hiperglikemik menggunakan tikus Putih. Penggunaan tikus putih sebagai hewan model hiperglikemik disebabkan struktur anotomi tubuh tikus putih hampir sama dengan anatomi manusia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan pada penelitian ini terdiri atas P1 = Tikus normoglikemik yang diberi akuades sebagai kontrol), dan P2= Tikus yang diberi 75 mg/kg BB aloksan sebagai tikus hiperglikemik selama 6 (Enam hari). Data dianalisis menggunakan analisa varian dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aloksan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar glukosa darah tikus hiperglikemik. Simpulan penelitian adalah pemberian aloksan sebesar 75 mg/kg BB pada tikus perlakuan dapat meningkatkan kadar glukosa darah di dalam tikus putih dan dan cocok digunakan terhadap hewan model hiperglikemik

Page 7 of 12 | Total Record : 120