cover
Contact Name
Indri Seta Septadina
Contact Email
indri.andriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
rulanadnindya.md@fk.unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24067431     EISSN : 26140411     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya with registered number ISSN 2406-7431 (Print) and ISSN 2614-0411 (Online), is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and Metabolism, Integument, Mental Health, Obstetry and Gynecology, Ophtalmology, ENT, Musculusceletal) and Public Health Medicine.
Arjuna Subject : -
Articles 641 Documents
KORELASI ANION GAP CALCULATED DENGAN STRONG ION GAP DALAM EVALUASI KEADAAN ASIDOSIS METABOLIK PADA PASIEN CRITICALLY ILL Dona Liazarti; Deinike Marwan; May Valzon
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.284 KB) | DOI: 10.32539/JKK.V7I2.11290

Abstract

Asidosis metabolik merupakan gangguan asam basa paling sering pada pasien critically ill dengan penyebab umum berupa peningkatan anion yang tidak terukur. Penilaian adanya anion tidak terukur dapat dilakukan dengan tradisional (AGcalculated ) dan alternatif (SIG). Strong ion gap paling umum digunakan namun membutuhkan sejumlah besar komponen dalam perhitungannya dibandingkan dengan AGcalculated.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara AGcalculated dengan SIG dalam evaluasi keadaan asidosis metabolik pada pasien critically ill. Penelitian dilakukan terhadap 84 pasien critically ill yang dirawat di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang. Analisis gas darah, elektrolit, dan albumin diukur dengan metode potensiometri, amperometri dan spektrofotometri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman untuk mengetahui korelasi antara kadar AGcalculated dengan SIG yang dinyatakan bermakna jika nilai p < 0,05. Rerata nilai pH, pO2, pCO2, Ca ion, HCO3-, BE, Na, K, Cl, dan albumin berturut-turut adalah 7,26(0,1); 193,71(90,26); 36,62(7,77); 0,62(0,16); 17,39(4,36); -9,1(5,11); 134(6,64); 4,19(0,97); 107(5,7); dan 2,43(0,78). Nilai tengah (median) AGcalculated dan SIG adalah 18,52(3,14) dan 7,76(3,31). Uji Spearman menunjukkan korelasi AGcalculated dan SIG memberikan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara AGcalculated dan SIG serta nilai r sebesar 0,997 yang berarti korelasinya sangat kuat, sehingga AGcalculated dapat digunakan untuk menentukan adanya anion yang tidak terukur sebagai penyebab asidosis metabolik di tempat dengan  fasilitas pemeriksaan yang terbatas. Kata kunci: asidosis metabolik, AGcalculated, critically ill, korelasi, SIG   
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN TERGLIKASI (HbA1c) PADA REMAJA OBESITAS Eka Febri Zulissetiana; Elsafani Faddiasya; Nursiah Nasution; Irfannuddin Irfannuddin; Sadakata Sinulingga
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.949 KB) | DOI: 10.32539/JKK.V7I2.11335

Abstract

Obesitas pada anak dan remaja menjadi perhatian serius karena prevalensi yang semakin meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia. Obesitas pada anak dan remaja berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya gangguan toleransi glukosa, dislipidemia dan diabetes. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) telah direkomendasikan menjadi alat diagnostik untuk mengidentifikasi diabetes. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rerata kadar HbA1c pada remaja dengan obesitas dan remaja non obesitas.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Palembang dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan didapatkan 50 subjek yang terdiri dari kelompok remaja dengan obesitas dan kelompok remaja non obesitas. Pada subjek penelitian dilakukan pemeriksaan status gizi dengan cara mengukur indeks massa tubuh menurut umur dan jenis kelamin. Pemeriksaan kadar HbA1c dilakukan dengan menggunakan NycocardReader.Hasil penelitian dengan uji alternatif Mann Whitney menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan rerata kadar HbA1c pada remaja obes sebesar 6,1% dan rerata kadar HbA1c pada remaja non-obes sebesar 4,7%. Kesimpulannya, kadar HbA1c pada remaja usia 15-19 tahun yang obes lebih tinggi daripada non-obes.
EFEKTIVITAS KEMOTERAPI KOMBINASI PAKLITAKSEL-KARBOPLATIN BERDASARKAN KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR A ( VEGF-A ) SERUM PADA KANKER OVARIUM TIPE EPITEL Suriani Rosida; Rizal Sanif; Amirah Novaliani; Theodorus Theodorus
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I2.9775

Abstract

Kanker ovarium merupakan keganasan ginekologi terbanyak ketiga penyebab kematian perempuan di Indonesia, menempati urutan ke-18 di dunia tahun 2018, histopatologi terbanyak merupakan tipe epitel. Tatalaksana pasien kanker ovarium stadium lanjut terdiri dari kombinasi operasi surgical staging atau sitoreduksi dengan kemoterapi. Penelitian ini akan menilai respons pengobatan pasien kanker ovarium tipe epitel yang menjalani kemoterapi kombinasi paklitaksel-karboplatin di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang berdasarkan kadar VEGF-A serum. Penelitian ini merupakan uji klinik acak tanpa pembanding. Sampel penelitian adalah semua pasien kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang yang mendapat kemoterapi pada bulan Desember 2018 sampai dengan Mei 2019 sejumlah 30 pasien.  Karakteristik umum subyek penelitian ini yaitu usia terbanyak >48 tahun (53,3%), 20 sampel berdomisili di luar kota (66,7%). Pendidikan terbanyak adalah SMA yaitu 14 orang (46,7%). 21 orang (66,7%) merupakan multipara, stadium terbanyak adalah IIIC (56,7%). Didapatkan penurunan bermakna kadar ca125 sebelum dan setelah kemoterapi (p=0.000). Rerata kadar ca125 sebelum dan setelah kemoterapi adalah 840,60 dan 472,02. Rerata kadar VEGF-A serum sebelum kemoterapi adalah 806,03 dan menurun menjadi 703,5 setelah kemoterapi tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0,082). 20 pasien (71,43%) dengan respons kemoterapi positif mengalami penurunan kadar VEGF-A namun tidak bermakna secara statistik (p=0,517). Hasil penelitian didapatkan penurunan kadar VEGF-A pada 70% pasien paska kemoterapi paklitaksel-karboplatin 3 seri tetapi tidak bermakna secara statistik. Kadar VEGF-A serum belum efektif untuk menilai respon kemoterapi paklitaksel-karboplatin pada pasien kanker ovarium tipe epitel.
Characteristic Body Mass Index and Nutrition Knowledge of Snack Food School-Age Children Among Elementary School Students at SD Ciawi Jatinangor Fifi Veronica; Resti Gradia; Wulan Mayasari; Nandina Oktavia
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I2.11071

Abstract

AbstractIntroduction. Lack of nutrient in school age children in several times had implication in abnormal increasing body weight and height related with their growth.  Snack food school –age children had contribute 15-20% from total  daily nutrien consumption. Aim of this study  is to describe characteristic body mass index and nutrition knowledge about healty snack food school age. Method.Collecting primary data with cross sectional descriptive study  comes from questionnaire, measurement of body weight and height.Number of total sampling 33 participants from grade 5 elementary school   Ciawi Jatinangor. The questionnaire were asked about characteristics participants, nutritional knowledge and their reasoning and preference for variety of snack food school-age children. It also include question about their self efficacy about their knowledge.  Results The result shows most of participants, male and female  in underweight status. The mostly reasoning choice snacking school variety cause of their tastefull, cheaper and  umami. Number they pocket money not correlated with their skill to choices variety of school snacking. Conclusion. The present study revealed that, 36% and 39%  of boys  and girls respectively were having underweight BMI with lack of healthy characteristical  knowledge of  snack food school aged. Participants tends to show good self efficacy about their snacking food. Changing student food behavior and their efficacy will require cooperation supports between school staff, parents and food vendors at schoolKeywords : Body Mass Index, Nutrition knowledge, Snack food School-Age Children   AbstrakKurangnya zat gizi pada anak usia sekolah dalam waktu yang lama dapat berimplikasi pada terganggunya penambahan berat badan dan tinggi badan seorang anak yang sedang bertumbuh. Salah satu pemenuhan zat gizi harian yang penting adalah lewat kontribusi zat gizi Pangan Jajanan Anak Sekolah(PJAS) antara 15-20%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik status gizi (body mass index) dan tingkat pengetahuan PJAS pada anak sekolah dasar di Jatinangor.. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang deskriptif dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan.Jumlah total sampling yang diambil sekitar 33 orang siswa kelas 4 SD Ciawi Jatinangor. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa berada pada status gizi kurang (underweight) baik pada laki-laki maupun perempuan. Alasan terbesar para siswa memilih jenis makanan PJAS adalah karena rasanya enak dan harganya murah. Besaran uang saku yang mereka bawa setiap harinya tidak berkorelasi dengan ketrampilan mereka dalam menentukan jenis PJAS. Perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah, orangtua murid dan pedagang makanan di ingkungan sekolah untuk membentuk prilaku jajan yang baik dan self efficacy yang baik pada siswa.Kata kunci :Body Mass Index, karakteristik pengetahuan jajanan , pangan jajanan anak sekolah 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI Eliya Mursyida; Huda Marlina Wati
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.11952

Abstract

Diarrhea is a bowel movement as much as 3 times or more in a day with the consistency of liquid feces, both accompanied by blood and or mucus. Diarrhea is generally caused by some microbes, one of which is Escherichia coli. Cinnamon is a plant that is known to have efficacy as a drug. Cinnamon has its activity as an antimicrobial, as it contains active compounds such as essential oils. The study aims to analyse the antibacterial activity of cinnamon extracts against the growth of Escherichia coli. The research method uses the research design post-test only with control group with the method of diffusion paper discs at concentrations of 25%, 50%, 75% and 100%. Results showed that the cinnamon extract concentration of 100% and 75% had activity in inhibiting the growth of Escherichia coli with a diameter of the 4.85 mm and 3.15 mm inhibitory zones.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TIMBULNYA STENOSIS PEMBULUH DARAH INTRAKRANIAL YANG DIDETEKSI DENGAN TRANSCRANIAL DOPPLER PADA PASIEN STROKE ISKEMIK YANG DIRAWAT DI RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Rini Nindela; Ahmad Junaidi; Irfannuddin Irfannuddin
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi yang ada saat ini mengenai faktor risiko stenosis intrakranial memberikan hasil yang berbeda-beda, tergantung dari ras dan lokasi geografis subjek yang diteliti serta metode diagnostik yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes melitus, coronary artery disease, dislipidemia, dan merokok dengan stenosis intrakranial pada penderita stroke iskemik di RSUP Dr. Moh. Hoesin/RSMH Palembang. Seluruh penderita stroke iskemik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dicatat faktor risikonya menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pemeriksaan transcranial doppler/TCD dan dicatat mean flow velocity/MFV di pembuluh darah yang diteliti. Cut-off point untuk mendiagnosis stenosis intracranial adalah ?100 cm/s untuk middle cerebral artery/MCA, ?90 cm/s untuk internal carotid artery/ICA, dan ?80 cm/s untuk anterior cerebral artery ACA, posterior cerebral artery/PCA, vertebral artery/VA, dan basilar artery/BA. Pembuluh darah intrakranial yang paling banyak mengalami stenosis adalah carotid syphon (16%). Sebanyak 16 dari 28 subjek mengalami stenosis hanya pada satu pembuluh darah. Lokasi stenosis intrakranial lebih banyak yang tidak sesuai klinis (57%). Sebaran penderita stroke iskemik yang berusia >45 tahun sebanyak 28%, yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 28,6%, menderita hipertensi sebanyak 26,2%, menyandang DM sebanyak 38,5%, mengalami dislipidemia 28%, merokok 24,1%, dan menderita CAD 31,8%. Kombinasi faktor risiko DM, hipertensi, CAD, dislipidemia dan usia >45 tahun mempengaruhi stenosis intrakranial pada penderita stroke iskemik (OR 5; 95%CI 1,11-22,57; p = 0,037). Stenosis intrakranial dipengaruhi oleh kombinasi dari lima faktor risiko yaitu DM, hipertensi, CAD, dislipidemia dan usia >45 tahun.
THE RELATIONSHIP OF COGNITIVE FUNCTION AND INDEPENDENCE ACTIVITIES OF DAILY LIVING (ADL) IN ELDERLY AT PANTI DARUSSA'ADAH AND AN-NUR LHOKSEUMAWE Cut Sidrah Nadira; Mulyati Sri Rahayu
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V7I3.10690

Abstract

Aging causes a lot of changes in elderly’s physiologic function. It could be physical, mental or functional changes, including cognitive function. Cognitive function needed for performing ADL tend to decrease in elderly. Decreasing in cognitive function will cause disturbance in fulfil daily requirements so that increasing the dependency on others to help performing ADL. This study purpose to analyze relationship between cognitive function and independent level in performing ADL in elderly at panti Darussa’adah and An-Nur lhokseumawe using analytical cross-sectional design with purposive sampling technique. The data was analyzed by chi-square for the statistical test. Population for this study was elderly who lives in panti Darussa’adah and An-Nur by September 2017. Data obtained from 30 participants based on inclusion and exclusion criteria. Variables of this study are cognitive function and independent level in performing ADL. The result showed that half participants (50%) had a severe cognitive impairment. Most of them (53,3%) need helps to perform ADL. There is no significant relationship between cognitive function and independent level in performing ADL in elderly at Panti Darussa’adah and An-Nur lhokseumawe (p = 0,209). However, it is suggested that elderly should have a mental activity for maintaining their cognitive function.
TATALAKSANA DISINFEKSI BANDAR UDARA SAAT PANDEMIK COVID-19 Ferdi Alfian; Radistrya S Brahmanti; Dasti Anditiarina
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V8I3.13619

Abstract

Adanya bandar udara internasional maka transmisi penyakit COVID-19 dengan mudah dapat terjadi di negara-negara lain sehingga dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization. Mempertimbangkan bahwa bandar udara dapat menjadi port of entry suatu penyakit infeksius, maka penting bagi stakeholder bandar udara untuk memiliki tatalaksana disinfeksi yang tepat dan efektif dalam rangka mencegah transmisi Covid-19. Setiap bandar udara, terutama yang internasional, penting untuk menerapkan prosedur dan panduan cara disinfeksi yang baik dan benar, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut dinegara asal maupun dinegara tujuan
PEMBERIAN N-ASETYLSISTEIN TERHADAP KADAR IFN-GAMMA PADA PENDERITA HIV/AIDS YANG MENJALANI PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL Sri Sulpha Siregar; Eddy Mart Salim; Zen Hafy; Nova Kurniati; Harun Hudari; Erial Bahar; Agustian Dwi Putra; Afriyana Siregar
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I2.13269

Abstract

HIV merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah besar kesehatan di Indonesia maupun dunia. Berbagai macam bentuk infeksi yang disebabkan oleh HIV, salah satunya ditandai dengan turunnya jumlah sel limfosit T CD4+ dan juga penurunan kadar IFN-GAMMA yang dapat menyebabkan percepatan replikasi virus hingga terjadi kegagalan sistem imun. NAC yang merupakan antioksidan diharapkan dapat memperbaiki kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian NAC terhadap perubahan kadar IFN-GAMMA  pada penderita HIV/AIDS di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan uji klinik acak tersamar ganda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 32 pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang dibagi secara acak ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok Plasebo dan NAC. Pada kelompok Plasebo, pasien diberi kapsul yang berisi laktosa dengan dosis 3x1 kapsul/hari, sedangkan kelompok NAC, diberi NAC dengan dosis 3x 200 mg/hari. Setiap kelompok diberi perlakuan sama selama 12 minggu. Darah pasien diambil sebelum dan setelah perlakuan untuk diperiksa kadar IFN-GAMMA . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji yang diberikan NAC maupun placebo tidak menunjukkan perubahan kadar IFN-GAMMA yang bermakna setelah 12 minggu perlakuan. Kesimpulan penelitian, pemberian NAC tidak mempengaruhi kadar IFN-GAMMA pada penderita HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV.HIV is an infectious disease that becomes a major health problem in Indonesia and the world. There are various forms of infection caused by HIV, one of which is marked by a decrease in the number of CD4 + T lymphocytes and a decrease in IFN-GAMMA level which can accelerate viral replication to the point of immune system failure. NAC, an antioxidant, is expected to improve this condition. This research aimed to determine the effect of NAC on IFN-GAMMA levels in HIV / AIDS patients in Dr. Mohammad HoesinCentral Hospital, Palembang. This research was a randomized double blind clinical trial. The samples were 32 HIV / AIDS patients who were undergoing ARV treatment at Dr. Mohammad Hoesin Central Hospital, Palembang, which were randomly divided into 2 groups; the placebo and the NAC groups. In the placebo group, patients were given capsules containing lactose at a dose of 3x1 capsules / day, while patients in the NAC group were given NAC at a dose of 3 x 200 mg / day. Each group was given the same treatment for 12 weeks. The patients’ blood were taken before and after treatment to check their IFN-GAMMA levels. The results showed that both groups did not show any significant changes in IFN-GAMMA levels after 12 weeks of treatment. The conclusion of this researchis that NAC administration did not affect IFN-GAMMA levels in HIV / AIDS patients who were undergoing ARV treatment. 
Uji Aktivitas Penghambatan Enzim ?-glucosidase Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol Kayu Kuning (Arcangelisia flava) Fatmawati Karim; Susilawati Susilawati; Liniyati D Oswari; Fadiya Fadiya; Nadya Nadya
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/V8I1.13118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktifitas penghambatan kerja enzim  ?-glucosidase oleh ekstrak air dan ekstrak etanol dari daun, batang dan akar dari kayu kuning (Arcangelisia flava) secara in vitro. Aktifitas enzim a-glukosidase diukur pada panjang gelombang 400 nm  berdasarkan jumlah p-nitrofenol yang dihasilkan. Daya hambat kerja enzim a-glukosidase ini dilihat dari nilai IC50. Dari nilai IC50 untuk ekstrak air daun, batang dan akar  sebesar 195,161; 138,9881 dan 48,68632 mg/mL dan ekstrak etanol daun, batang dan akar sebesar 365,8793; 123,0814 dan 66,9616 mg/mL, bagian akar mempunyai potensi yang lebih baik untuk menghambat aktifitas enzim a-glukosidase daripada bagian daun dan batang kayu kuning, dimana ekstrak air akar kayu kuning mempunyai potensi paling baik untuk menghambat kerja enzim a-glukosidase daripada ekstrak lainnya walaupun potensinya lebih rendah dari acarbose.  Dari uji fitokimia didapatkan pada ekstrak  air daun mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin, dan pada ekstrak etanol daun terdapat alkaloid, flavonoid,  triterpenoid, saponin dan tannin, dan pada ekstrak air maupun ekstrak etanol  batang kayu kuning mengandung alkaloid, flavonoid, triterpenoid, dan saponin, sedangkan pada ekstrak air akar terdapat alkaloid, flavonoid, triterpenoid dan tanin, dan pada ekstrak etanol akar mengandung  alkaloid, flavonoid, triterpenoid, saponin dan tanin. Ekstrak air dan ekstrak etanol dari akar kayu kuning (Arcangelisia flava) berpotensi  menghambat kerja enzim ?-glucosidase.Kata kunci: Kayu kuning (Arcangelisia flava), a-glukosidase, daya hambat enzim, fitokimia

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers Vol 10, No 1 (2023) Vol. 9 No. 3 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 3 (2022) Vol 9, No 2 (2022) Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 9, No 1 (2022) Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 8, No 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol. 7 No. 3 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 2 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 3 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 3 (2018) Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 2 (2018) Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 5, No 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 1 (2016): Januari 2016 Vol. 3 No. 3 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 3 (2016) Vol. 3 No. 2 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol. 3 No. 1 (2016): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015 Vol. 2 No. 3 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 2, No 1 (2015) Vol. 2 No. 1 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi Vol 1, No 1 (2014) More Issue