cover
Contact Name
Andi Thahir MA.,Ed.D
Contact Email
jurnalkonseli@radenintan.ac.id
Phone
081369906130
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Jl.Letkol.h.endro suratmin sukarame-bandar lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
ISSN : 20899955     EISSN : 23558539     DOI : 10.24042
Core Subject : Education, Social,
KONSELI is a journal published by the Tarbiyah Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KONSELI published twice a year. KONSELI receives articles about The Counseling Education, Guidance and Counseling and Psychology. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles 269 Documents
Peran Konselor Dalam Pendidikan Karakter El Fiah, Rifda
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1 No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v1i1.313

Abstract

Character education was one of the focuses in the system of national education. Therefore, educators must not neglect this. A school counselor, as one of the educators, has to play a role in character education. Referring to guidance and counseling responsibilities in relation to students’ personal, social, academic, and career aspects, a school counselor must not escape from the main duties. Considering that character education is the responsibility of all parties, a school counselor can, independently and in collaboration with all school components, play a role in character education. Individually, a school counselor can provide services, such as individual services, individual planning services, and responsive services. In collaboration with other parties, a school counselor can make a synergy in character education programs
Peranan Konselor dalam Penerapan dan Pemupukan Nilai-Nilai Murni Melalui Rogram Konseling Terhadap Remaja di Sekolah: Satu Wadah Terpadu Antara Guru dan Kounselor Erlina, Nova
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1 No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v1i1.314

Abstract

This research aims to review the role of counseling toward the development of qamil people. This research will review and understand western caucus perspectives on human research functions on earth based on freud and rogrs theory. The problem is why human life on earth is causing problems especially from the spiritual aspect even though it has often received counseling therapy. Diseases associated with mental disorders such as new rosis, Emotional instability, stress, mental disorders and their compatriots are evidence of a person's need for counseling. The formation of a model that strives for the overall development of the workforce is expected to be practiced to care for clients facing personal problems, the families of the community. This model is expected to become a martial-client mechanism to deal with every problem not only from the spiritual aspect, even form a healthy human, motivated, confident and willing to face all the problems and challenges in human life in the future.
Layanan Bimbingan Pribadi-Sosial dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin Kabupaten Pesawaran AD, Yahya; Winarsih, Winarsih
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i1.554

Abstract

Komunikasi adalah bentuk perilaku seseorang baik verbal maupun non-verbal yang direspon oleh orang lain. Setiap bentuk perilaku yang mengekspresikan pesan tertentu, sehingga juga merupakan bentuk komunikasi. Berdasarkan hasil pengamatan dan penyebaran kuesioner yang penulis lakukan di SMA Negeri 2 Kabupaten Padang Cermin. Pesawaran masih ada siswa kelas XI yang memiliki komunikasi interpersonal rendah seperti: berbicara ketika seseorang menyampaikan pesan, gagap saat menyampaikan pesan atau tujuan, sering menggunakan bahasa yang sulit dipahami sehingga menghasilkan banyak interpretasi, kemauan rendah untuk mengakui kesalahan dan cenderung menyalahkan orang lain, kurang akrab, membantah perintah. Atas dasar ini para peneliti mencoba menerapkan layanan bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal siswa dan untuk mengetahui apakah komunikasi interpersonal dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan sosial-pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin Kb. Menawarkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pra-eksperimental dengan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 siswa di kelas XI SMA Negeri 2 Padang Cermin. Tahun ajaran 2016/2017 menawarkan komunikasi interpersonal yang rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, metode kuesioner, wawancara, dan dokumentasi teknis pendukung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada siswa komunikasi antarpribadi di sekolah sebelum diberikan layanan konseling kelompok dan setelah diberikan layanan. Hal ini ditunjukkan dari pengujian hipotesis menggunakan uji t (uji-t), dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh pada kelompok eksperimen t hitung = 50,250> ttabel 0,05 = 2,262, df = n-1 = 10-1 = 9 dengan nilai p <t tabel (0,000 <0,005), maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa layanan bimbingan pribadi-sosial dapat meningkatkan komunikasi interpersonal siswa. Saran yang diajukan oleh peneliti, adalah untuk bimbingan guru yang perlu ditindaklanjuti jika ada siswa yang meminta bantuan atau kesulitan dalam berkomunikasi di lingkungannya. Karena ini dapat mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar dan mengajar,
Hubungan Self Awareness dengan Kedisiplinan Peserta Didik Kelas VIII di SMP Wiyatama Bandar Lampung (Penelitian Korelasional Bidang Bk Pribadi) Maharani, Laila; Mustika, Meri
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i1.555

Abstract

Disiplin adalah sesuatu yang penting bagi siswa, namun masih banyak siswa Sekolah Menengah Wiyatama Bandar Lampung yang belum disiplin, hal ini terlihat pada siswa di sekolah, masih ada siswa yang menentang disiplin dan disiplin yang diperlukan di sekolah, termasuk yang datang ke sekolah 14 siswa, tidak disiplin dalam seragam 7 siswa, malas mengerjakan 4 siswa, kurang mampu belajar sendiri 6 siswa, malas mengerjakan tugas 5 siswa, sering selingkuh dengan pekerjaan 17 teman, mengerjakan pekerjaan rumah mengambil 7 siswa, karena disiplin siswa juga terkait dengan pemeliharaan diri pada siswa. Kesadaran diri dengan tujuan meningkatkan disiplin telah dilakukan oleh guru pengawas di Wiyatama Bandar Lampung Tengah, tetapi belum efektif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan kesadaran siswa kedisiplinan di Sekolah Menengah Wiyatama Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional kuantitatif dengan menggunakan penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Wiyatama Bandar Lampung dengan jumlah siswa 120 orang dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sampel yang diambil adalah 60 siswa kelas VIII, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap disiplin masih dimiliki oleh siswa SMP Wiyatama Bandar Lampung.Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian yang membuktikan agar siswa yang tergolong memiliki kesadaran diri memiliki persentase 41,7% dan terbuka 58,3%. Kemudian siswa yang disiplin memiliki persentase 78,3% dan 21,7% dari siswa yang tidak disiplin yang membuktikan disiplin siswa kelas di SMP Wiyatama Bandar Lampung (p-value = 0,001 yang berarti p <α). Peneliti dapat membantu siswa dalam meningkatkan dan melatih kesadaran diri dengan menanamkan nilai-nilai disiplin, sehingga siswa dapat mengembangkan secara optimal dengan kesadaran diri.
Meningkatkan Self Esteem dengan Menggunakan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy pada Peserta Didik Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016 Ikbal, Muhammad; Nurjannah, Nurjannah
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i1.556

Abstract

Harga diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri, baik dalam bentuk penilaian negatif dan penilaian positif yang pada akhirnya menghasilkan perasaan yang membawa kepercayaan dalam menjalani hidup. Harga diri yang rendah mempersulit siswa untuk berinteraksi secara sosial. Harga diri masih ditemukan pada siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 3 Jati Agung sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi harga diri rendah melalui konseling individu dengan pendekatan terapi perilaku emotif rasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-eksperimen dengan satu kelompok pet-posttest dengan sampel 12 siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah Jati Agung pada tahun akademik 2015/2016 yang memiliki tingkat harga diri yang rendah. Berdasarkan uji Wilcoxon pada tabel 4.5, nilai Asymp.Sig (2-tailed) diperoleh 0,002 karena nilai sig 0,002 <0,005, dengan perhitungan uji Wilcoxon yang diperoleh Zhitung -3,007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, kemudian Zhitung> Ztable (-3,007> 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, maka Zhitung> Ztable (-3,007> 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 007 dan Ztable 0,05 = 0,0011, maka Zhitung> Ztable (-3,007> 0,0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emosional Rasional. Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emotif Perilaku Emosional . Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. 0011)) dengan nilai tanda (2-tailed) sehingga berdasarkan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga diri rendah dapat ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan Terapi Perilaku Emotif Perilaku Emosional . Kemudian, dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa. dari data Ho dapat dilihat pada tolak dan Ha yang bertuliskan pendekatan terapi perilaku emotif rasional dapat meningkatkan harga diri siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan pada tahun akademik 2015/2016. Saran untuk guru bimbingan konseling agar dapat menggunakan layanan individual melalui pendekatan terapi perilaku emotif rasional untuk meningkatkan harga diri siswa.
Pendekatan Konseling Behavior dengan Teknik Self Control untuk Mengurangi Kebiasaan Merokok pada Peserta Didik di SMA Negeri 13 Bandar Lampung Thahir, Andi; Oktaviana, Deska
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i1.558

Abstract

Layanan bimbingan belajar adalah salah satu bentuk penting dari layanan bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, kemudian juga sebagai respons terhadap kehidupan sosial, misalnya merokok. Mengatasi kebiasaan merokok pada siswa adalah bidang bimbingan sosial-pribadi, karena bidang bimbingan ini menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan keadaan mental dan fisik seseorang, serta menyangkut hubungan dengan orang lain. Dalam penelitian ini jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen). Berdasarkan hasil penelitian di SMAN 13 Bandar Lampung, dapat ditarik kesimpulan, yaitu: Berdasarkan hasil dalam penelitian ini bahwa uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon dengan uji signifikansi 5%, nilai p = 0,026; p <0,05, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kebiasaan merokok siswa sebelum dan sesudah konseling perilaku diberikan oleh teknik kontrol diri dan menggunakan metode konseling individu. Dengan demikian Ha diterima yang berarti bahwa kebiasaan merokok siswa dapat dikurangi dengan menggunakan pendekatan konseling perilaku untuk strategi pengendalian diri dan Ho ditolak, yaitu kebiasaan merokok siswa tidak dapat dikurangi dengan menggunakan pendekatan konseling perilaku untuk strategi pengendalian diri.
Pengaruh Konseling Rational Emotif Behavioral Therapy (REBT) dalam Mengurangi Kecemasan Peserta Didik Kelas VIII SMP Gajah Mada Bandar Lampung Thahir, Andi; Rizkiyani, Dede
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i2.560

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena di kelas VIII SMP Gajah Mada di Bandar Lampung yang berkaitan dengan siswa yang membuktikan, dengan indikator seperti palpitasi, lupa apa yang ingin mereka katakan selanjutnya, dan perlu menginstal. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mempelajari sebelum dan setelah diberikan perawatan dan konseling Rasional Emotive Behavioral Therapy (REBT) dapat membantu siswa di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif desain pra-eksperimental. Peneliti menggunakan One-Group Pretest-Posttest Designs karena mereka tidak menggunakan kelompok kontrol.Sampel penelitian ini adalah 19 siswa dari kelas VIII SMP Gajah Mada di Bandar Lampung. Pemilihan sampel menggunakan sampel purposive, yaitu teknik pemilihan sampel dengan pertimbangan tertentu. Ada penurunan pendapat siswa yang dilihat dari rerata sebelum diberi izin 55,7 dan rerata setelah diberi izin 33,7, ini juga dibuktikan dari ketentuan thitung lebih besar dari tabel (24,044-1,734), sehingga memungkinkan siswa di Gajah Sekolah Menengah Mada di Bandar Lampung menggunakan perubahan setelah diberikan layanan terapi emosi (REBT). Rehabilitasi Emosional (REBT) memiliki dampak yang meningkat di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung.Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Ada penurunan kecemasan siswa dilihat dari rerata sebelum diberi perlakuan 55,7 dan rerata setelah diberi perlakuan 33,7, ini juga dibuktikan dari ketentuan thitung lebih besar dari tabel (24,044-1,734), sehingga kecemasan siswa di Gajah Sekolah Menengah Mada di Bandar Lampung mengalami perubahan setelah diberikan layanan terapi perilaku emotif rasional (REBT). Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi perilaku emotif rasional (REBT) memiliki pengaruh dalam mengurangi kecemasan siswa di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. Ada penurunan kecemasan siswa dilihat dari rerata sebelum diberi perlakuan 55,7 dan rerata setelah diberi perlakuan 33,7, ini juga dibuktikan dari ketentuan thitung lebih besar dari tabel (24,044-1,734), sehingga kecemasan siswa di Gajah Sekolah Menengah Mada di Bandar Lampung mengalami perubahan setelah diberikan layanan terapi perilaku emotif rasional (REBT). Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi perilaku emotif rasional (REBT) memiliki pengaruh dalam mengurangi kecemasan siswa di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hasil hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. dengan demikian kegelisahan siswa di Sekolah Menengah Gajah Mada di Bandar Lampung mengalami perubahan setelah diberikan layanan terapi perilaku emotif rasional (REBT). Rehabilitasi Emosional (REBT) memiliki dampak yang meningkat di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung. Jadi, dapat membatalkan hasil hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak. dengan demikian kegelisahan siswa di Sekolah Menengah Gajah Mada di Bandar Lampung Rehabilitasi Emosional (REBT) memiliki dampak yang meningkat di Sekolah Menengah Gajah Mada, Bandar Lampung. Jadi, dapat membatalkan hasil hipotesis Ha diterima dan H0 ditolak.
Pengaruh Konseling Cognitif Behavior Therapy (CBT) dengan Teknik Self Control untuk Mengurangi Perilaku Agresif Peserta Didik Kelas VIII di SMPN 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017 AD, Yahya; Megalia, Megalia
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i2.561

Abstract

Agresivitas yang dilakukan oleh remaja di sekolah adalah karena kurangnya nurani pada remaja, lebih rendah kontrol terhadap impuls, lebih rendah sensitivitas terhadap nilai-nilai moral. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan agresif adalah faktor lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMPN 9 Bandar Lampung ada siswa yang berperilaku agresif dan agresif secara verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari terapi perilaku kognitif (CBT) dalam mengurangi motivasi agresif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimental pretest-posttest satu Desain Grup. Sampel dalam penelitian ini membuktikan 14 siswa yang memiliki kompatibilitas.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket agresif, wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan analisis data statistik (kuantitatif). Hasil perhitungan skor rata-rata sebelum memulai konseling Cognitive Behavior Therapy (CBT) dengan teknik Self Control adalah 115,5 dan setelah mengikuti pelatihan konseling Cognitive Behavior Therapy (CBT) dengan teknik Self Control adalah 68,5. Dari hasil uji-t dengan df = 13 dengan taraf signifikansi 0,05 -2,160. Nilai -> - (15.982> -2.160) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Terapi Cognitive Behavior Therapy (CBT) dengan teknik Kontrol Diri dalam Mengurangi Motivasi Kelas VIII di SMPN 9 Bandar Lampung.
Efektivitas Konseling Puisi Sebagai Media Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Rasa Percaya Diri Peserta Didik Kelas Vii SMPN 24 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015/2016 Maharani, Laila; Mansur, Muhammad
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i2.562

Abstract

Keyakinan adalah kunci motivasi diri. Setiap orang akan membutuhkan kepercayaan diri setiap hari dalam berbagai cara, termasuk siswa dalam proses belajar di sekolah. Tingkat kepercayaan yang baik memudahkan untuk membuat keputusan dan memperlancar cara untuk membantu, membangun hubungan, dan membantu orang lain dalam membangun kesuksesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari apakah konseling puisi sebagai media bimbingan dan konseling efektif dalam meningkatkan kepercayaan siswa kelas VII SMPN 24 Bandar Lampung pada tahun akademik 2015/2016. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design.Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMPN 24 Bandar Lampung yang tidak muncul saat mengikuti lomba membaca puisi dan terbang komedi, 20 siswa, yang kemudian mengajukan pertanyaan tentang kepercayaan diri yang telah disetujui validitasnya. Secara keseluruhan, siswa-siswa ini termasuk dalam kategori kurang percaya diri. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah meminta layanan konseling sebagai media bimbingan dan konseling dengan perolehan df = 18 kemudian dibandingkan dengan tabel 0,05, maka tabel = 2,101 dan nilai lebih besar dari tabel, (3,939 ≥ 2,101 ).Kelas menengah di SMP Negeri 24 Bandar Lampung pada Tahun Akademik 2015/2016. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah meminta layanan konseling sebagai media bimbingan dan konseling dengan perolehan df = 18 kemudian dibandingkan dengan tabel 0,05, maka tabel = 2,101 dan nilai lebih besar dari tabel, (3,939 ≥ 2,101 ). Kelas menengah di SMP Negeri 24 Bandar Lampung pada Tahun Akademik 2015/2016.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada peningkatan kepercayaan diri siswa setelah meminta layanan konseling sebagai media bimbingan dan konseling dengan perolehan df = 18 kemudian dibandingkan dengan tabel 0,05, maka tabel = 2,101 dan nilai lebih besar dari tabel, (3,939 ≥ 2,101 ). Kelas menengah di SMP Negeri 24 Bandar Lampung pada Tahun Akademik 2015/2016.
Sense Of Place Dan Social Anxiety bagi Mahasiswa Baru Pendatang Jatmiko, Agus
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v3i2.563

Abstract

Perasaan tempat memiliki peran dalam partisipasi sosial, pengaruh negatif yang dapat ditimbulkan oleh partisipasi sosial, salah satunya adalah peningkatan kinerja individu, sedangkan siswa dituntut untuk dapat mencapai indeks prestasi tertentu (IP), jika perlu sosial yang dikembangkan oleh siswa baru Bukan tidak mungkin bagi para siswa yang tidak dapat bertahan. Para siswa baru tidak dapat membantah dari interaksi dengan Lingkungan mereka, di mana interaksi ini akan membentuk perasaan khusus terhadap lingkungan atau rasa tempat mereka. Bagaimana individu menaiki Lingkungan akan memengaruhi psikologis individu.

Page 9 of 27 | Total Record : 269


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Vol. 12 No. 2 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 12 No 1 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 11 No 2 (2024): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 11 No 1 (2024): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 10 No 2 (2023): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 10 No 1 (2023): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 9 No 2 (2022): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 9 No 1 (2022): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal) Vol 8 No 2 (2021): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 8 No 1 (2021): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 7 No 2 (2020): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 7 No 1 (2020): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 6 No 2 (2019): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 6 No 1 (2019): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5 No 2 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 5 No 1 (2018): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4 No 2 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 4 No 1 (2017): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 2 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 3 No 1 (2016): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 2 No 2 (2015): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 2 No 1 (2015): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1 No 2 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 1 No 1 (2014): KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) More Issue