cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal KALAM
ISSN : 08539510     EISSN : 25407759     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
KALAM (ISSN 0853-9510; E-ISSN: 2540-7759) is a journal published by the Ushuluddin Faculty, Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA. KALAM published twice a year. KALAM focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, Islamic Philosophy, Theology, and Mysticism. It is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Every article submitted and will be published by Kalam will review by two peer review through a double-blind review process. KALAM has been accredited by The Ministry of Research, Technology, and Higher Education, the Republic of Indonesia as an academic journal (SK Dirjen PRP Kemenristekdikti No. 1/E/KPT/2015).
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Revitalisasi Desa Adat Berbasis Pendidikan dan Kearifan Lokal Rufaidah, Erlina
KALAM Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i2.13

Abstract

Kehadiran desa adat dinilai mampu menjadi wadah yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan budaya sebagai bentuk pelestariannya. Sebuah desa adat berjalan dengan baik apabila berjalannya berbagai aspek pendukung lainnya di antaranya aspek pendidikan dan kearifan lokal. Peran pendidikan dasar dan kesadaran kearifan lokal dalam hal ini menjadi sangat penting, sebagai upaya untuk mencegah munculnya sikap-sikap tersebut sejak dini. Kajian ini bertujuan untuk menjawab persoalan bagaimana wujud revitalisasi desa adat berbasis pendidikan dan kearifan lokal pada masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Sebagai bentuk revitalisasi pada aspek pendidikan peningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan zaman kedepan dan pengembangan kompetensi budaya sebagai salah satu aspek kompetensi guru diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan program pendidikan pada berbagai jenis dan jenjang. Selain itu, termuatnya pandangan hidup yang bersumber dari kearifan lokal sangatlah penting mengingat nilai-nilai dasar kultural yang ada di dalam kearifan lokal melekat pada diri masyarakat. Memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dan mengimplementasikannya pada kehidupan bermasyarakat akan mampu menjadi solusi atas timbulnya permasalahan sosio-kultural di dalam masyarakat.
Akulturasi Islam dan Nilai lokal Dalamm Perspektif Psikologi Saloom, Gazi
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.17

Abstract

Akulturasi Islam dan nilai lokal adalah fakta sejarah sosial yang dapat disaksikan sampai saat ini. Keberagamaan dan spiritualitas menjadi ranah utama di mana terjadi akulturasi di antara keduanya.Psikologi terutama psikologi lingkungan dan budaya melihat bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari ikatan lokal atau ikatan tempat. Ikatan seseorang dengan tempat tertentu menimbulkan proses timbal balik secara pikiran, emosi dan tindakan. Proses pikiran, emosi dan tindakan itu membawa seseorang atau kelompok untuk mengaitkan keberagamaan dan ritual keagamaan dengan nilai-nilai lokal yang mewarnai kehidupan individu dan kelompok. Artikel ini hendak menegaskan bahwa akulturasi Islam dan nilai lokal adalah proses psiko-sosial-keagamaan yang bisa dijelaskan secara ilmiah dari perspektif psikologi.
Interelasi Nilai Jawa dan Islam dalam Berbagai Aspek Kehidupan Kamal, Muhammad Ali Mustofa
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.18

Abstract

Artikel ini mengkaji proses akulturasi budaya Jawa dan Islam dengan mengeksplorasi berbagai aspek interelasi nilai dari berbagai segi kehidupan melalui pendekatan antropologi budaya. Keadaan masyarakat Jawa, sebelum munculnya berbagai asimilasi agama dan budaya asli, telah memiliki peradaban Jawa yang khas yang tercermin dalam sistem sosial dan norma kemasyarakatan. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan proses akulturasi antara budaya Jawa dengan Islam tak terlepas dari proses penyebaran Islam yang masuk ke tanah Jawa secara damai. Akulturasi antara Islam dengan budaya Jawa terbukti dapat melahirkan kedewasaan masyarakat dalam beragama, baik dalam karya sastranya, system ekonomi, mistisme, pola kepercayaan budaya dan ritual. Penyatuan antara budaya Jawa dengan Islam nampak jelas dalam kecenderungan masyarakat Muslim Jawa yang taat agama namun tetap tidak bisa meninggalkan tradisi ke-Jawanya.
Analisis Simbolik Penggunaaaan Ayat-ayat Al-Qur`an Sebagai Jimat Dalam Kehidupapan Masyarakat Ponorogo Mujahidin, Anwar
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.159

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena jimat dalam masyarakat Islam Ponorogo. Tujuannya untuk mengetahui ragam ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat dan bagaimana masyarakat memaknainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jimat yang digunakan oleh masyarakat Ponorogo bermacam-macam, mulai dari jimat yang ditujukan untuk mengusir/melindungi gangguan makhluk halus atau Jin, jimat pagar rumah, jimat kekebalan, jimat penglaris, hingga jimat penyubur tanah. Sebagian besar ayat dan surat al-Qur`an yang digunakan meliputi Surat al-Fātihah, Ayat Kursi, Surat Yāsin, Surat al-Syu’arā, Surat Thaha ayat 39, Surat al-Ikhlāsh, al-Falaq, dan al-Nas. Praktik ini dikombinasikan dengan unsur budaya lokal seperti selametan dan puasa mutih. Jimat tersebut. Bagi masyarakat Ponorogo, ayat-ayat al-Qur`an yang digunakan dalam jimat adalah wahyu yang memiliki kekuatan luar biasa yang diturunkan Allah SWT dan hanya dapat dicapai oleh orang-orang tertentu yang memiliki kekuatan supernatural, yang disebut sebagai wong pinter.
Tafsir Kultural Jawa: Studi Penafsiran Surat Luqman Menurut KH. Bisri Musthofa Faiqoh, Lilik
KALAM Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v10i1.160

Abstract

Penelitian ini menelaah Penafsiran Surat Luqman menurut Perpektif KH Bisri Musthofa dalam kitab Tafsir Al-Ibriz. Pertanyaan penting yang diajukan meliputi Historisitas Surat Luqman, biografi KH Bisri Musthofa, sejarah al-Ibriz, dan bagaimana Kontektualisasi Penafsiran Mauizah dalam Surat Lukman kaitannya dengan Budaya Lokal dalam pandangan KH. Bisri Musthofa. Metode analisis yang digunakan adalah metode konten analisis untuk menjelaskan perspektif KH Bisri Musthofa terhadap konsep Mauizah dalam surat Luqman dan hubungannnya dengan Tafsir Tradisi Kultural Jawa.
Sains Islam Dalam Diskursus Filsafat Ilmu Muslih, M.
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.162

Abstract

Sains Islam sampai saat ini masih terkungkung dalam lingkaran pseudoscience, atau masih pada taraf model justifikasi Bucaillian. Sebagai bangunan keilmuan, sains Islam tentu memiliki basis filosofis. Tulisan ini berupaya mengkaji sains Islam dalam perspektif filsafat ilmu. Dalam perspektif ini, keilmiahan bangunan keilmuan ditentukan oleh ketepatan penggunaan teori dan metodologinya, tanpa mengabaikan sisi sosiologis-historis maupun sisi teologis-metafisis. Jika yang pertama merupakan basis logis dan objektifitas sains, lalu yang kedua merupakan aspek kemanusiaan dari sains, maka yang ketiga adalah basis keyakinan, keimanan, dan keberagamaan dari sains. Dengan ketiga elemen penting tersebut, Sains Islam sebagai sains berbasis agama Islam bisa menjadi ilmiah. Sekalipun demikian, definisi baru Sains Islam sebagai aktivitas ilmiah mesti terus dilanjutkan ke arah “action” dalam bentuk program riset. Dengan begitu, Sains Islam akan menghasilkan temuan-temuan baru, teori baru, metodologi baru, konteks baru, dan seterusnya. Tanpa upaya itu, image pseudosains dan justifikasi Bucaillian akan sulit hilang dari bangunan keilmuan Sains Islam.
DEBUS BANTEN: Pergeseran Otentisitas dan Negosiasi Islam-Budaya Lokal Hakiki, Kiki Muhamad
KALAM Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v7i1.163

Abstract

Sebagai suatu produk budaya, kesenian debus merepleksikan kompleksitas manusia itu sendiri. Di dalamnya terdapat kepentingan sosial, politik, bahkan nilai-nilai religi. Dalam historisitasnya debus mengalami pasang surut khususnya ketika berhadapan dengan perkembangan zaman dan nilai kelokalan. Artikel ini mengkaji apakah kesenian debus telah mengalami perubahan atau dengan kata lain terpengaruh oleh budaya lokal atau tidak. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa kesenian debus nampaknya sudah mengalami pergeseran dan perubahan karena ia harus menyesuaikan diri agar tak ketinggalan zaman atau bahkan dilupakan. Kesenian debus saat ini sudah mengalami modifikasi yang ditunjukkan dengan banyak sekali hal-hal yang tak pernah dipraktekkan pada debus tempo dulu. Debus saat ini telah meninggalkan atau lepas dari asalnya yakni tarekat. Pergeseran itu terlihat dari segi ritual, gaya pertunjukan, pola perekrutan personil dan tujuan yang ingin dicapai. Kesenian debus sekarang lebih cenderung digunakan sebagai alat hiburan masyarakat atau menjadi komoditi pariwisata saja ketimbang sebagai suatu produk budaya yang mengandung nilai keagamaan.
Kosmologi, Sains, dan Teknologi: Pergeseran Paradigmatik dan Implikasinya terhadap Studi Agama Iqbal, Imam
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.166

Abstract

Alam semesta, selain menjadi “subject matter” kosmologi, juga merupakan salah satu koordinat penentu perkembangan paradigma. Peralihan yang terjadi di ranah kosmologi secara sirkuler akan berakibat pada pergeseran paradigma dan pencapaian peradaban. Sirkularitas perkembangan inilah yang ditemukan dalam peradaban manusia. Tulisan ini berupaya menapaki perkembangan itu secara deskriptif-eksploratif. Dari titik ini, ditemukan: pertama, perkembangan sains dan teknologi manusia modern dipengaruhi oleh kosmologi Cartesian-Newtonian; Kedua, meski telah menghasilkan sukses spektakuler, kosmologi modern yang bercorak positivistik itu tetap memiliki cacat internal. Ini terbukti dari hujatan-hujatan yang muncul dari wilayah keilmuan yang sama dengan wilayah yang digeluti oleh kosmologi lama, meski muncul dengan asumsi-asumsi yang banyak berseberangan dengan yang lama. Ketiga, implikasi perubahan kosmologi ternyata juga merambah dimensi kehidupan manusia lainnya, terutama agama. Secara langsung, peralihan kosmologi ini menuntut respon agama untuk tidak melulu berpijak pada pola doktriner yang terlalu mengandalkan teks-teks suci,tetapi harus pula mempertimbangkan unsur-unsur lainnya yang selama ini tidak diperhitungkan.
Rekonstruksi Ilmu-Ilmu Keislaman: Problematika Ontologis dan Historis ‘Ulūm Al-Qur’ān Rohmana, Jajang A.
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.167

Abstract

Tulisan ini fokus pada penelusuran seputar problem ontologis dan historis dalam kajian ‘Ulu>m al-Qur’a>n, krisis ruang lingkup dan jejak sejarah pembentukan wacananya. Sejak disusun dan disistematisasikan hingga sekarang hampir, diskursus Ulu>m al-Qur’a>n tidak mengalami perkembangan dan masih tetap bercorak skolastik, baik dari sisi metodologi maupun muatan isinya. Kecenderungan ini melahirkan berbagai problem, di antaranya pandangan mendasar terhadap al-Qur’an dan ‘Ulu>m al-Qur’a>n yang seakan terlepas dari konteks historis dan sosio-kulturalnya. Hal ini mengakibatkan timbulnya sejumlah masalah antara lain berupa : krisis ruang lingkup kajian ‘Ulu>m al-Qur’a>n- yang seolah-olah mengalami kemandegan dan kebuntuan; terpisahnya teks ‘Ulu>m al-Qur’a>n dari konteks situasinya yang objektif-historis yang kemudian menimbulkan pensakralan terhadap berbagai cabang ilmu dalam ‘Ulu>m al-Qur’a>n yang diawali dengan anggapan bahwa ilmu-ilmu itu sajalah yang memiliki kedudukan yang absah dalam ‘Ulu>m al-Qur’a>n, sehingga sulit untuk meloloskan perspektif keilmuan baru. Terakhir, pada tataran selanjutnya, misi penyelamatan tersebut secara tidak langsung melahirkan berbagai anomali dan reduksi keilmuan dalam wilayah ‘Ulu>m al-Qur’a>n sendiri secara ontologis.
Dekonstruksi Tafsir Antroposentrisme: Telaah Ayat-Ayat Berwawasan Lingkungan Abdillah, Junaidi
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.168

Abstract

Mainstream yang berkembang bahwa alam semesta ini disediakan oleh Tuhan hanya untuk kemakmuran manusia, membuat eksplorasi atas sumber daya alam ini makin brutal tak terkendali. Agama-agama samawi juga ditengarai kuat menanamkan paham antroposentrisme pada pemeluknya. Sehingga, muncul pandangan bahwa penyebab kerusakan lingkungan dan alam tersebut diakibatkan paham antroposentrisme tersebut. Islam sebagai salah satu agama samawi juga tidak luput dari tudingan tersebut. Karenanya, tulisan ini bermaksud membongkar paradigma tafsir bias antroposentisme dalam Islam. Dengan metode maud}u’i, penulis mengumpulkan dan mengelaborasi ayat-ayat berbasis ekologi. Pendekatan yang dipakai adalah bayani dan hermeneutika. Sedangkan content analysis sebagai pisau bedahnya. Tulisan ini bertujuan menemukan pesan-pesan tafsir berbasis lingkungan dalam perspektif ekologi Islam.