cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani - Agriculture Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Strategi Pemerintah Kabupaten Wonogiri Dalam Mengembangkan Sentra Agroindustri Brem Putih Harisudin, Mohd.; Wijianto, Arip; Widiyanto, Widiyanto
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi  Pemerintah  Kabupaten  Wonogiri  dalam  Mengembangkan Sentra Agroindustri Brem Putih. Penelitian ini bertujuan Menganalisis keragaan sentra agroindustri  brem  putih  di  Kabupaten  Wonogiri,  Mengidentifikasi  kondisi  lingkungan internal dan eksternal, Menentukan alternatif strategi dan Menentukan prioritas strategi yang paling tepat diterapkan Pemerintah Kabupaten Wonogiri    dalam mengembangkan sentra  agroindustri  brem  putih.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  analitik dengan menggunakan data primer dan skunder. Data primer untuk menjelaskan keragaan agroindustri brem putih, faktor strategis dan alternative strategi dan penetapan strategi melalui  survey,  observasi  dan  focus  group  discussion.  Data  sekunder  berupa  data monografi dan potensi perekonomian Kabupaten Wonogiri. Alat analisis yang digunakan adalah matriks SWOT dan Matriks QSP.  Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Keragaan sentra agroindustri brem putih di Kabupaten Wonogiri adalah rata-rata penerimaan setiap  pengusaha  brem  putih  pada  bulan  mei  2011  sebesar  Rp  17.634.375,-;  biaya  yang dibutuhkan sebesar Rp 16.103.678,- dan pendapatannya sebesar Rp 1.530.697,-. Faktor- faktor strategis Kekuatan  adalah Mudahnya melakukan pertukaran informasi, Mudahnya melakukan penjualan produk, Pengalaman berusaha yang lama dan Keterampilan tenaga kerja. Faktor Strategis kelemahan adalah: Para pengusaha kurang inovatif, upaya promosi kurang,  kepingan  brem  putih  tidak  menarik,  kemasan  kurang  menarik,  sentra  belum dikelola  dengan  baik,  Faktor  strategis  peluang  adalah  permintaan  pasar  yang  tinggi, berkembangnya   layanan   pemasok   bahan   baku,   terdapatnya   komunitas   agen/bakul, keberpihakan kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi pengolahan pangan, perkembangan teknologi informasi. Faktor strategis ancaman adalah fluktuasi harga bahan baku, inovasi produk pesaing sejenis, hadirnya produk substitusi, kebijakan pemerintah yang kurang  terintegrasi, cerahnya sinar    matahari/cuaca. Prioritas strategi yang direkomendasikan  agar  pengembangan  sentra  agroindustri  brem  putih  di  Kabupaten Wonogiri  dapat  berjalan  efektif  adalah  Memperbaiki  kebersamaan  diantara  pengusaha untuk meningkatkan inovasi guna meningkatkan keuntungan.
PENGARUH MACAM EKSTRAK BAHAN ORGANIK DAN ZPT TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET ANGGREK HASIL PERSILANGAN PADA MEDIA KULTUR Hartati, Sri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  macam  komposisi  dengan  penambahan  bahan organik (ekstrak kedelai, jagung dan minyak ikan) dan konsentrasi ZPT pada media kultur terhadap pertumbuhan  planlet  anggrek  hasil  persilangan.  Penelitian  dilaksanakan  di Laboratorium  Fisiologi  dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian UNS mulai bulan April sampai dengan Oktober 2009 Penelitian ini  dilaksanakan  dengan  menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  dengan  2  faktor  perlakuan,  yaitu  : Faktor I adalah media bahan organik, terdiri dari 3 taraf : ekstrak kedelai,   ekstrak jagung,   dan  minyak ikan. Faktor II adalah konsentrasi  atonik, terdiri dari 3 taraf : 0 cc/ltr, 0,5 cc/ltr, dan 1 cc/ltr. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang 4 kali.Hasil   penelitian   menunjukkan    bahwa   anggrek   hasil   persilangan   ♀Phalaeonopsis    pinlong cinderela><  ♂Phalaeonopsis  joanekileup  June”, perlakuan bahan organic jagung memberikan  pengaruh nyata  terhadap  saat  kemunculan  akar  (21,83  HST)  dan  jumlah  akar  (1,92).Perlakuan  bahan  organic minyak  ikan  memberikan  hasil  yang  berbeda  nyata  terhadap  panjang  akar  (2,82  cm) dan jumlah  akar (1,92), serta memberikan  hasil terbaik terhadap panjang daun. Sedangkan  untuk perlakuan  ZPT Atonik dapat menambah jumlah daun dan jumlah akar.
INKORPORASI SULFUR DALAM PROTEIN ONGGOK MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Suprayogi, Wara Pratitis Sabar
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama inkubasi dan dosis  sulfur dalam onggok fermentasi  dengan  Saccharomyces  cerevisiae.    Penelitian  dilakukan  secara  invitro    di  Laboratorium Nutrisi  dan Makanan  Ternak,  Jurusan  Perternakan,   Universitas     Sebelas  Maret surakarta.Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 3 bulan.Materi  penelitian  adalah  onggok  yang  difermentasi  dengan  kapang    Saccharomyces  cerevisiae dengan perlakuan dosis sulfur yaitu 0 dan 1500 mg/kg substrat (Kadar air 60%), lama inkubasi 2, 3 dan 4 hari.   Hasil penelitian di analisis ragam dengan menggunakan  Rancangan  Acak Lengkap Pola Faktorial2x3 dan setiap perlakuan diulang 3 kali.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa onggok yang difermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae  dengan lama inkubasi 3 hari dan penambahan  sulfur 1500 mg/kg dapat meningkatkan  bahan organik dan kandungan  protein biomassa hasil fermentasi  secara signifikan  (p<0,05) namun kadar serat kasar menunjukkan pengaruh yang berbeda tidak nyata.
POTENSI CACING TANAH EKSOTIK ENDOGEIK Pontoscolex corethrurus UNTUK PRODUKSI VERMIKOMPOS GRANUL (VERMIGRAN) BERBASIS BAHAN ORGANIK LOKAL Dewi, Widyatmani Sih; Sumarno, Sumarno; Rossati, Sri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potential of  Exotic  Earth worm  Endogeik  (Pontoscolex corethrurus)  for Production Vermikompos    granules (Vermigran) Local Organil-Based Materials. In 2011, total demand for  organic fertilizer in Indonesia was 12.394 million tons and 2.601 million tons  of new available. This requirement will continue to increase until 2015, so the  opportunity   to   develop   great organic fertilizer. One  disadvantage  of the  use of organic fertilizers is very much in    volume (bulky), it is necessary    vermikompos manufacturing  innovation in   the   form   of granules to   be   more efficient   in   the applicationand transport. Research objectives are: (1) study the potential     of earthworms in producing vermikompos Pontoscolex    corethrurus of l local organic ingredients, and (2)produce quality vermikompos in the form of  granules.  The study    was   conducted in   a   greenhouse Fak. Agriculture and in   the   yard   of a house in Ngesrep,   Boyolali, in July-November 2011. The     study design using a Completely  Randomized Design, factorial,two factor. Factor 1 is  composed of three types  of  worms   cedar, and  the  second  factoris  the variation  of the  type of organic material, consisting of 7 cedar. The variablesmeasured were vermikompos nutrient quality and speed  of the  water  solubility  vermikompos   granules. The  results showed  that  Pontoscolex corethrurus high potentialto produce vermikompos  that meet ISO   quality   compost.   Cow   pile, pile quail, water  hyacinth   can  be  used as  a  raw material   vermikompos.   Clay,   starch, starch and claymixture (1:1) can be  used as  an adhesive vermikompos granules (vermigran) soluble in   water at <48 hours. Production vermigran great potential for   developmentas a high-quality organic fertilizer.
EXPLORATION OF BACTRIOPHAGE VIRULENT TO XANTHOMONAS CAMPESTRIS PV CAMPETRIS TOWARD DEVELOPMENT AS BIOCONTROL AGENT FOR CABBAGE BLACK ROT DISEASE Widadi, Sri; Linayanti, Linayanti; Sumiyati, Sumiyati
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi Bactriophage virulen untuk Xanthomonas campestris pv campetristerhadap Pembangunan  sebagai   Agen   biokontro   untuk  Penyakit   Kubis   Busuk Hitam.  Penyakit busuk hitam yang  disebabkan  oleh   Xanthomonas campestris pv campetris  adalah  penyakit penting pada   tanaman   kubis dan   sejauh   ini  belumu   untuk   memuaskan   memuaskan dikendalikan.   Baru-baru  ini,  orang semakin sadar dampak negatif  dari  aplikasikan pestisida sintetis  dan pentingnya  menggunakan agen bioconrol   untuk  mengendalikan  hama karena mereka relatif  aman   dan  ramah  lingkungan.   Bakteriofage  adalah virus  yang  menginfeksi bakteri.Penggunaan fag untuk   pengendalian   penyakit   merupakan   daerah berkembang cepat perlindungan  tanaman dengan potensi besar untuk menggantikan kontro  l kimia dan sekarang lazim. Fag dapat digunakan secara efektif sebagai bagian dari strategi  manajemen penyakit terpadu.Yang    relatif mudah untuk mempersiapkan perawatan fag dan biaya produksi   yang   rendah dari   agen-agen membuat   mereka kandidat   yang   baik untuk digunakan secara luas di negara berkembang juga. Sejauh ini, dalam eksplorasi bakteriofage di  Indonesia untuk dikembangkan sebagai agen  biokontrol belum dilakukan belum. Di sisi lain, Indonesia adalah salah satu negara pandang  memiliki banyak   resources  keanekaragaman hayati  di dunia.  Jadi dapat  diperkirakan  bahwa banyak strain  bakteriofag  alami, yang dapat dikembangkan untuk agen biokontrol penyakit busuk hitam pada kubis.Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi  beberapa  bakteriofag virulen  untukXanthomonas campestris pv campetris dari lapangan. X. campestris pv campetris telah diisolasi dari kubis sakit di Blumbang, Tawangmangu.   Karakterisasi uji   biologis dari 10  sampel daun kubis yang  sakit menunjukkan bahwa sampel  semuanya  diindikasikan oleh X.  campestris pv campetris. Sedangkan  uji plak dari  10 sampel yang  diambil dari bidang menunjukkan indikasi pembentukan wabah. Penelitian  ini masihterus  menggali lebih  banyak sampel membentuk Tawangmangu, dan juga dari bidang lain kubis di Jawa Tengah.
MI KERING WALUH (Cucurbita moschata) DENGAN ANTIOKSIDAN DAN PEWARNA ALAMI Anam, Choiroel; Handajani, Sri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di masyarakat. Saat   ini mie menjadi kebutuhan masyarakat luas sebagai bahan yang dapat menggantikan makanan pokok. Mie kering adalah mie segar yang telah dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 8-10%. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan mie kering adalah tepung terigu yang selama ini masih impor. Sehingga perlu adanya pengurangan konsumsi tepung terigu dalam pembuatan mie kering. Hal ini bisa disubstitusi dengan labu kuning. Labu kuning  adalah  tanaman  lokal  yang  melimpah  keberadaannya.  Angkak  merupakan  beras  yang  telah difermentasi dengan Monascus sp yang mengandung antosianin (pembentuk warna merah) yang bisa digunakan sebagai pewarna alami.Oleh karena itu perlu adanya penelitian guna mengetahui prosentase tepung terigu, labu kuning dan tepung angkak yang tepat dalam pembuatan mie kering yang bisa diterima oleh konsumen. Juga untuk mengetahui pengaruh penambahan labu kuning dan tepung angkak terhadap kandungan kadar air, abu dan protein, serta pengaruh terhadap kesukaan panelis terhadap parameter warna, aroma, elastisitas, rasa dan keseluruhan.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor, faktor pertama yaitu substitusi labu kuning (0%, 20%, 30%, 40%) terhadap tepung terigu   dan faktor kedua yaitu penambahan tepung angkak (0%, 1%, 2%,3%). Hasil penelitian menunjukkan prosentase penggunaan labu kuning yang paling disukai oleh panelis yaitu mie kering dengan kombinasi perlakuan substitusi labu kuning sebesar 20% dengan tanpa penambahan tepung angkak. Semakin besar substitusi labu kuning akan meningkatkan kadar abu, sedangkan kadar air, kadar protein dan aktivitas antioksidan akan menurun secara tidak berbeda nyata. Semakin besar penambahan tepung angkak akan meningkatkan kadar abu, kadar protein dan aktivitas antioksidan, sedangkan kadar air menurun. Warna, aroma dan rasa mie kering cenderung tidak berpengaruh terhadap perlakuan substitusi labu kuning dan penambahan tepung angkak. Semakin banyak substitusi labu kuning, maka penilaian panelis terhadap parameter elastisitas akan semakin menurun secara tidak berbeda nyata. Semakin banyak penambahan tepung angkak, akan menurunkan penilaian panelis terhadap parameter elastisitas. Parameter keseluruhan cenderung tidak berpengaruh terhadap perlakuan substitusi labu kuning dan penambahan tepung angkak. Sampel dengan nilai tertinggi yaitu perlakuan substitusi labu kuning 20% tanpa penambahan tepung angkak.
PENGARUH KONSENTRASI BAP TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS ANTHURIUM (Anthurium andraeanum Linden) PADA BEBERAPA MEDIA DASAR SECARA IN VITRO Yuniastuti, Endang; Praswanto, Praswanto; Harminingsih, Ika
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  macam  media  tanam  dan  konsentrasi  BAP  (6- Benzyl  Amino  Purine)  terhadap  multiplikasi  tunas  Anthurium  secara  in  vitro.  Perlakuan  penelitian meliputi  macam  media  tanam  yang  terdiri  dari  :  medium  Murashige  dan  Skoog  (MS),  Schenk  dan Hildebrandt (SH) serta Nitsch dan Nitsch (N2) dan konsentrasi BAP terdiri dari : 0 ppm, 2 ppm, 4 ppm. Variabel pengamatan meliputi saat muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, saat muncul daun, jumlah daun, saat muncul akar, panjang dan jumlah akar. Rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang didapat ditampilkan secara diskriptif dan uji F taraf 5%, bila ada beda nyata dilanjutkan uji DMRT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara media dan konsentrasi BAP secara nyata pada  jumlah  dan  panjang  tunas.  Medium  N2  dengan  penambahan  4  ppm  BAP  menunjukkan  adanya jumlah  tunas terbanyak  dan tunas terpanjang.  Medium  MS tanpa penambahan  BAP menunjukkan  saat muncul tunas tercepat.  Saat muncul daun tercepat pada perlakuan  MS dengan 2 ppm BAP dan jumlah daun  terbanyak  ditunjukkan  pada  perlakuan  medium  SH  tanpa  penambahan  BAP.  Saat  muncul  akar tercepat  pada perlakuan  medium  SH dengan  4 ppm BAP, sedangkan  akar terpanjang  ditunjukkan  oleh perlakuan Medium N2 tanpa penambahan BAP.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS SORGUM MANIS DI LAHAN KERING WILAYAH JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR Rahayu, Muji; Samanhudi, Samanhudi; Wartoyo, Wartoyo
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji Adaptasi beberapa Varietas Sorgum Manis di Lahan Kering Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai dengan Nopember 2011 di lahan kering Kabupaten Karanganyar dan Ngawi. Penelitian disusun secara faktorial dengan rancangan lingkungan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu varietas sorgum manis  (Numbu dan Kawali) dan jenis pupuk kandang (ayam, kambing, sapi, kascing, tanpa pupuk).  Data  dianalisis  menggunakan  analisis  ragam  dan  uji  berjarak  Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) varietas Numbu dan Kawali memberikan respon yang tidak berbeda, baik terhadap peubah pertumbuhan maupun komponen hasil sehingga kedua varietas tersebut dapat dikembangkan baik di Kabupaten Karanganyar maupun kabupaten Ngawi; (b). penggunaan pupuk kotoran ayam menghasilkan pertumbuhan dan hasil sorgum manis lebih baik dibandingkan dengan pupuk kotoran sapi, kotoran kambing, kascing, maupun kontrol meliputi; tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, panjang malai, berat 1000 biji, diameter batang, berat brangkasan segar, berat brangkasan kering, kandungan nira dan kadar gula.
PENERAPAN TEKNOLOGI MINI INTEGRATED FARMING SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT KORBAN GEMPA DI DESA ARGOREJO KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL Rosningsih, Sonita
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian  masyarakat  berupa  penerapan  teknologi  mini  integrated  farming  telah  dilakukan  di Desa Argorejo,  Sedayu, Bantul, Yogyakarta,  pada bulan Mei   sampai Desember  2009, bertujuan  untuk mempercepat  pemulihan  ekonomi  dan ketahanan  pangan  masyarakat  korban  gempa  di Desa  Argorejo. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pendekatan kelompok dan individu. 10 paket Ayam kampung dan 10 paket vertikultur  diberikan  kepada  10 orang peserta   terpilih  (status  ibu rumah  tangga  muda)  yang kemudian membentuk kelompok tani bernama “Srikandi”. Setiap paket ayam kampung terdiri dari1 ekor pejantan  dan 10 induk  siap bertelur.  Penyuluhan,  pelatihan  budidaya  dan strategi  pengaturan  populasi ayam  kampung,  serta  budidaya  vertikultur   telah  dilaksanakan.   Hasil  kegiatan  adalah  terbentuk  10 peternak  ayam  kampung  yang  menjalankan  usahanya  secara  semi  intensif.  Hasil  panen  sayuran  sudah dapat dinikmati untuk konsumsi keluarga, dan limbah sayur untuk pakan ternak. Sebagian produksi telur di konsumsi untuk kebutuhan pangan keluarga. Kini usahaternak ayam kampung dan sayuran vertikultur disadari merupakan sumber pangan murah bagi keluarga. Perkembangan  terakhir populasi yang dimiliki anggota kelompok saat ini adalah 100 ekor induk, 11 ekor pejantan, Ayam dara 550 ekor, 300 DOC, 340 telur   tetas (sedang dierami).
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE SEKTOR NON PERTANIAN TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS DI KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH TB, Catur; Purwanto, Joko; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Ani, Susi Wuri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dampak alih fungsi lahan pertanian ke sektor non pertanian khususnya terhadap ketersediaan beras di kabupaten Klaten. Data sekunder penggabungan  dari periode  dari 1998 - 2007 pada 26 daerah di kabupaten  Klaten.  Model penelitian  menggunakan  analisa perkembangan dan perbedaan dari penghasilan jaring untuk jumlah konsumsi (NPKt). Hasil dari penelitian adalah laju pertumbuhan  mencapai ,53% dan 47% per tahun. Nilai Konversi rendah adalah nilai positif dari perbedaan penghasilan dengan jumlah konsumsi (NPKt) di kabupaten Klaten.