cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Caraka Tani - Agriculture Science Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
STUDI MORFOLOGI DAN ANALISIS KORELASI ANTAR KARAKTER KOMPONEN HASIL TANAMAN SEREH WANGI (Cymbopogon sp.) DALAM UPAYA PERBAIKAN PRODUKSI MINYAK Djoar, Djati Waluyo; Sahari, Panut; Sugiyono, Sugiyono
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi   Morfologi   dan   Analisis   Korelasi   Antar   Karakter Komponen Hasil Tanaman Sereh Wangi (Cymbopogon sp.) dalam Upaya Perbaikan   Produksi   Minyak.   Sereh   cukup   dikenal   oleh   masyarakat Indonesia sebagai bumbu masak, yaitu sereh dapur (Cymbopogon citratus). Sereh wangi termasuk tanaman dengan kriteria langka dan belum banyak masyarakat mengenalnya, terdapat dua spesies yang sudah diketahui yaitu sereh wangi Lenabatu (Cymbopogon nardus) dan sereh wangi Mahapengiri (Cymbopogon winterianus) yang khusus diambil minyak atsirinya sebagai bahan  baku  parfum  dan  obat.  Penelitian  ini  dilaksanakan  pada  bulan Desember  2010  sampai  Februari  2011  di  BKPH  Lawu  Selatan  RPH Watukempul dan Konsorsium Desa    Sendang, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten  Wonogiri.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  karakter morfologi,  rendemen  minyak  atsiri  dan  tingkat  keragaman  sereh  wangi, digunakan   sebagai   landasan   seleksi   untuk   mendapatkan   bibit   unggul. Penelitian  ini  menggunakan  30  sampel/aksesi,  ditentukan  secara  Random Proporsional. Pengamatan dilakukan pada karakter morfologi dan rendemen minyak  atsiri,  tingkat  keragaman  ditentukan  dari  analisis  Cluster  dengan metode average linkage (pautan rataan) dan keeratan hubungan antara sifat komponen hasil dengan rendemen minyak dilakukan analisis korelasi.. Dari hasil  penelitian  didapat  keragaman  sereh  wangi  sebesar  24,90  %  yan Keragaman tersebut terlihat dari sifat morfologi, dan perbedaan rendemen minyak yang dihasilkan. Aksesi 26 dan aksesi 24 memiliki rendemen minyak tertinggi yaitu 1,421 % dan 1,25 %. Kedua aksesi ini memiliki persamaan dari segi morfologi yaitu warna pelepah daun merah keunguan, memiliki jumlah tanaman per rumpun   sedikit antara (50-100) dan memiliki tinggi tanaman tidak terlalu tinggi (antara 150-200 cm).Sifat tinggi tanaman, jumlah tanaman per  rumpun  dan  panjang  daun  memiliki  hubungan  negatip  sangat  nyata, sedangkan sifat panjang pelepah memiliki hubungan nyata dengan rendemen minyak atsiri sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi dalam upaya peningkatan hasil minyak.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus) TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RANSUM DOMBA LOKAL JANTAN Sihombing, Ginda; Pratitis, Wara; Dewangga, Ginanjar Arya
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan usaha ternak domba dilakukan sebagai salah satu komoditas penghasil daging untuk memenuhi  kebutuhan.  Untuk  meningkatkan  produktivitas  daging  domba,  diperlukan  adanya  kualitas pakan  yang  menunjang.  Salah  satunya  menggunakan  pakan  dengan  campuran  tepung  cacing  tanah (Lumbricus  rubellus).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  pengaruh  penggunaan  tepung  cacing tanah  (Lumbricus  rubellus)  terhadap  kecernaan  bahan  kering  dan  bahan  organik  ransum  domba  lokal jantan.   Penelitian   ini   dilaksanakan   di  kandang   penelitian   Jurusan   Peternakan   Fakultas   Pertanian Universitas Sebelas Maret yang berlokasi di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar..   Penelitian   dilaksanakan   dari  tanggal  28  Desember   2008  sampai  22  Februari   2009. Penelitian menggunakan  12 ekor domba lokal jantan dengan bobot badan rata-rata 13,82 ± 0,73 kg/ekor. Ransum  yang diberikan  sebesar  6% dari bobot  badan  yang terdiri  dari hijauan  dan konsentrat  dengan perbandingan  70:30  persen  (dasar  BK).  Konsentrat  yang  digunakan  berupa  konsentrat  campuran  yang terdiri dari bekatul, bungkil kedelai, tepung jagung, tepung cacing dan premix. Sedangkan hijauan yang diberikan  berupa  rumput  lapang.  Ransum  perlakuan  yang  digunakan  masing-  masing  adalah  rumput lapang 70%, konsentrat 30% (P0); rumput lapang 70%, konsentrat 28%, tepung cacing 2% (P1); rumput lapang 70%, konsentrat  26%, tepung cacing 4% (P2) dan rumput lapang 70%, konsentrat  24%, tepung cacing  6% (P3).  Rancangan  percobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  pola searah dengan 4 level perlakuan (P0, P1, P2, dan P3). Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari satu ekor domba lokal jantan. Parameter yang diamati: Konsumsi Bahan Kering (BK), Konsumsi  Bahan Organik  (BO), Kecernaan  Bahan Kering (BK), dan Kecernaan  Bahan Organik (BO).Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa rerata dari keempat  macam perlakuan  (P0, P1, P2 dan P3) berturut-turut   untuk  konsumsi   bahan  kering   858,35;   876,57;   881,55   dan  887,58  (gram/ekor/hari), konsumsi  bahan  organik  670,32;  682,04;  686,16  dan 689,03  (gram/ekor/hari),  kecernaan  bahan  kering 55,17; 59,51; 57,19 dan 58,84 persen dan kecernaan bahan organik 66,28; 69,09; 67,21 dan 68,12 persen.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik adalah berbeda tidak nyata (P≥0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) dalam ransum hingga 6% dari  total  konsentrat  tidak  mempengaruhi  konsumsi  dan  kecernaan  bahan  kering  dan  bahan  organik, namun mampu mempertahankan kualitas pakan ransum domba lokal jantan.
LEPIDOPTERA DAN PARASITOID YANG BERASOSIASI PADA TANAMAN KENANGA (CANANGA ODORATA (LAM.) HOOK.F. & THOMSON) Himawati, M. Kamilah; Wijayanti, Retno
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi  Lepidoptera dan parasitoid bahwa berasosiasi pada C. odorata . Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Fakultas Pertanian UNS dan di lapangan lokasi penanaman di Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pengamatan dilakukan dari hasil semaian bibit tanaman Kenanga.  Lepidopteran (larvae, pupae, dewasa) dan parasitoids yang diambil dan  diidentifikasi   di  laboratorium.   Larva  dan  pupa  yang  terjangkit   oleh  parasitoid  atau  pathogen dipisahkan   dan  dipelihara   untuk   menunggu   parasitoid   memuncul.   Koleksi   dari  Lepidopteras   dan parasitoids   diidentifikasi   dengan   membandingkan   gambar   diterminasi.   Identifikasi   dilakukan   pada beberapa  jenis yang ditemukan.  Pada penelitian  ini ditemukan  delapan jenis dari Lepidopteras  dan dua parasitoids.  Delapan  jenis dari Lepidopteras  terdiri dari jenis dari Lymantridae  keluarga,  Nymphalidae, Papilionidae,   Satyridae,  Psychidae,  dan  Saturniidae  (Cricula  trifenestrata     dan  Atlas  Attacus).  Dua parasitoid adalah Apanteles  sp. dan Pteromalus  sp.)
ANALISIS POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN JAMU INSTAN DI KABUPATEN KARANGANYAR Setyowati, Nuning; Fajarningsih, Rhina Uchyani; Adi, Kunto
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Jamu  Instan di  Kabupaten karanganyar. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memetakan agroindustri  pedesaan jamu  instan  yang  ada  di  Kabupaten Karanganyar,  mengidentifikasi  peringkat  (potensi)  agroindustri  pedesaan  jamu  instan  di  Kabupaten Karanganyar, merumuskan strategi pengembangan strategi pengembangan agroindusti pedesaan jamu instan dan  mengidentifikasi peta  rantai  usaha  agroindustri pedesaan jamu instan di  Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitis, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik  survey  dan  FGD.  Alat  analisis  yang  digunakan  antara  lain:  analisis  Metode  Perbandingan Eksponensial,  Metode  Borda,  SWOT  dan  Value  Chain  map.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa agroindustri  jamu  instan  tersebar  di  kecamatan  Jatipuro,  Jenawi,  Jumantono,  Karanganyar,  Kerjo, Mojogedang dan Tawangmangu. Agroindustri jamu instan merupakan agroindustri unggulan peringkat kedua.  Strategi  pengembangan  jamu  instan  antara  lain:  Peningkatan  kemampuan  produsen  dalam diversifikasi  produk  jamu  instan  dengan  harga  yang  terjangkau  pasar,  Peningkatan  akses  pasar  bagi diversifikasi  produk  jamu  instan,  Peningkatan  akses  permodalan  melalui  akses  lembaga  pembiayaan, Pengembangan  diversifikasi  produk  dengan  tetap  menjaga  kualitas  produk,  Peningkatan  kemampuan produsen dalam akses bahan baku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau, Peningkatan kualitas produk dengan bahan baku lokal, Perkuatan permodalan terutama dalam hal pengadaan bahan baku, dan Pengembangan kemitraan usaha dalam hal pengadaan bahan baku. Pelaku usaha dalam agroindustri jamu instan antara lain petani empon-empon dan pedagang pasar sebagai pemasok bahan baku, produsen sebagai pengolahnya dan pemasarnya adalah pedagang jamu.
PENGUJIAN PUPUK HAYATI KALBAR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI (Glycine max) var. BALURAN Subowo, YB.; Sugiharto, Arwan; Suliasih, Suliasih; Widawati, Sri
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian     mengarah     pada     evaluasi     kemampuan     dari      pupuk     hayati     kalbar     untuk meningkatkan   produktivitas  dari  tanaman  kedelai.  Percobaan  pada  plot  percobaan  lapangan  di  LIPI Cibinong.  Kacang  kedelai(  Glycine  max )   variasi  Baluran  diperlakukan  dengan  satu rangkaian  pupuk yaitu: Nitrogen berisi kompos mikroba perbaikan, Fosfat berisi kompos mikroba solubilizing, kompos mengandung lignocelullosic menurunkan populasi jamur, Pupuk hayati Kalbar (Kompos memperbaiki kandungan  nitrogem, Fosfat solubilizing  dan lignocellulosic  mengurangi  derajat mikroba), pupuk kimia, kompos  dan  kontrol.  Kenaikan  pupuk    berat  segar  dari  biomass,  angka  dari  daun-daun,  angka  buah polong, dan berat dari biji diamati. Nitrogen, Fosfat dan Karbon yang berada pada tanah sebelum tanaman, saat   fase  generatif   pembungaan   dan   saat   panen.   Hasil   aplikasi   pengujian   pupuk   kalbar   mampu meningkatkan  Karbon  (C  ), Nitrogen  (N  ) dan  Phosphor  (P  ) konten  pada  tanah.  Perlakuan  ini  juga meningkatkan berat segar dari biomass (22%), buah polong (11, 11%) dan berat dari biji (12,22%).
KINETIKA FERMENTASI YOGHURT YANG DIPERKAYA UBI JALAR (Ipomea batatas) Utami, Rohula; Andriani, MAM; Putri, Zoraya A
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kinetika fermentasi dari yoghurt yang diperkaya  oleh ubi jalar ( Ipomea batatas L. ). Parameter  dari kinetika fermentasi  terdiri dari laju pertumbuhan  spesifik (µ), waktu pengganda (t d ), derajat darab (n ), perkembangan  menghasilkan  telah tetap (Yx / s), produk menghasilkan  telah tetap (Yp / s), dan efisiensi penghasilan dari asam susu. Hasil penelitian  menunjukkan,  angka dari laju pertumbuhan  spesifik (    ), di yoghurt dataran adalah 0.4809 / jam, yoghurt putih adalah 0.4510 / jam, yoghurt warna ungu 0.5589 / yoghurt jam dan buah jeruk adalah0.5880 / jam. Angka dari waktu pengganda (td) di yoghurt adalah 1.4513 jam, memutihi yoghurt adalah 1.8393 jam, yoghurt warna ungu adalah 1.3806 jam, dan yoghurt jeruk adalah 1.2074 jam. Angka dari derajat bebas (n ) di yoghurt adalah 4.9567 times, yoghurt putih adalah 5.5671 waktu, yoghurt warna ungu adalah 5.6837 waktu,  dan yoghurt  jeruk adalah 6.0985 waktu. Angka dari Telah Tetap Hasil Investasi Perkembangan (Yx / s) dan Telah Tetap Hasil Investasi Produk Yp / s berturut-turut di yoghurt adalah 4,5 x10 5 cfu / mg dan 0.082 mg, yoghurt putih adalah 4,2 x10 5 cfu / mg dan 0.139 mg, yoghurt warna ungu adalah 7,5x10 5   cfu / mg dan memasuki,0712 mg, yoghurt jeruk adalah 6,8x10 5 cfu / mg dan 0.1046 mg. Angka dari efisiensi penghasilan  dari asam susu selama fermentasi  di yoghurt adalah 7,633 %, yoghurt putih adalah 6,458%, yoghurt warna ungu adalah 4,739% dan yoghurt jeruk adalah 6,479%.
TINGKAT PENERAPAN USAHATANI LAHAN SURUTAN BERBASIS KONSERVASI DI BENDUNGAN GAJAH MUNGKUR KABUPATEN WONOGIRI Molo, Marcelinus; Utami, Bekti; Widiyanti, Emi
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  dirancang untuk  menguji kinerja  dalam konservasi  tanah antara petani yang    menyewa area penarikan Bendungan Multi-tujuan Wonogiri. Penelitian     ini melibatkan survei  terhadap   63 penyewa di  tujuh   kecamatan   dan  diskusi  kelompok terfokus dan staf diwawancarai IV Divisi dari PT Jasa Tirta 1. Dalam hubungannya dengan kinerja para    petani, tim menarik kesimpulan berikut: (a) penerapan  pertanaman tumpangsari cenderung meningkatkan degradasi tanah, dalam hal peningkatan sedimen ke reservoir. Monokultur, sebaliknya, lebih    baik untuk konservasi tanah, (b) kualitas konservasi tanah, oleh karena itu, bervariasi. Tentang 49,2% petani (atau24.93% luas) diterapkan tingkat  yang sangat baik  dari konservasi tanah, 19% adalahbaik (atau 24.93% luas), dan 17,5% adalah cukup baik  (atau 14, 1% dari area) tidak mencapai kinerja yang baik; yang 7,9% adalah buruk (atau 4,56% dari luas) dan 6,3%sangat buruk (atau 9,53% luas) yang berprestasi. Temuan-temuan mengarah pada rekomendasi potensial  yang   penting  untuk menyusun kriteria pencapaian   standar  untuk konservasi    tanah, baik untuk pemantauan dan tujuan evaluasi,  baik dalam penarikandan jalur  hijau juga.
KAJIAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS WORTEL UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN SUTHOMADANSIH DI KABUPATEN KARANGANYAR Sutarto, Sutarto; Padmaningrum, D.; Wibowo, Agung
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh  ini, pembangunan  dengan  institusi  agribisnis  pedesaan  biasanya  jauh  dari  harapan  untuk menyelesaikan masalah terkait.   Model dari perpaduan di antara petani dan pengusaha agribisnisdi tandai suatu kinerja tak memuaskan.   underdevelopment  dari modelnya persekutuan sehubungan dengan secara filsafat,  ini  mempunyai  tidak  bersatu  pemegang  taruhan  pada  satu  penggunaan  umum  yang  mana menyediakan bermanfaat bagi menurut perbandingan.Tujuan  dari  penelitian  yang  diarahkan  untuk  mendeskripsikan   institusi  lokas  agribisnis  yang berpotensi sebagai supporting agribisnis di komuditas wortel; untuk mengkaji kinerja kelembagaan  yang lokal agar mendukung satu agribussiness wortel; (ii.) untuk menguji pendapat dari ini pemegang taruhan ke arah pembangunan kelembagaan untuk wortel.Pengamatan  dengan  salah   satu cara deskriptif.  Lokasi  penelitian  dipilih purposively.  Subdistrict dari Tawangmangu telah dipilih sebagai daerah penghasil  wortel adalah paling tinggi dibandingkandaerah lain di Karanganyar.  Data dikumpulkan  dari sejumlah ytokoh masyarakat dan petani.   Dari sumber yang dapat dipercaya diketahui tentang konsep dari ‘ agropolitant sendiri; bahkan beberapa petani kurang mempedulikan konsep itu. Area dari agropolitant yang mana tadinya direncanakan jadi wilayah pariwisata agro dan promosi dari barang produksi setempat jauh dari harapan semula. Pada kenyataan di lapangan tidak ada aktivitas pemasaran untuk barang produksi setempat itu.Beberapa  program  yang  layak  dipertimbangkan  untuk  diterapkan  agar  dapat  mencapai  tujuan. Pertama,  meningkatkan  posisi  penawaran,  ini  layak  untuk  meningkatkan  intensitas  dari  asssistance. Terutama, ini disarankan untuk meningkat mutu dari manajemen organisasi dan entreprenurship.  Kedua, adalah  penting  bagi  pemda  untuk  memudahkan  jaringan  antara  subdistricts  atau  dengan  daerah  luar dengan perhatian khusus untuk menghubungkan petani wortel. Sebagai institusi yang barang jualan efektif untuk menerapkan  fungsi dari pembangunan,  advocation,  dan relevan yang promosi  ke wortel. Ketiga, penting bagi pemda untuk meningkatkan  efektivitas,  especialy  pada langkah dari sosialisasi,   di hormat dengan pembangunan agropolitant.
ANALISIS NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS (STUDI KASUS PADA BMT CENGKARENG) Hasan, Syarifuddin
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 29, No 1 (2014): Articles in Press
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan gambaran tentang bagaimana nilai pelanggan diperoleh konsumen sehingga merasakan kepuasan atau dalam tingkat kepuasan adequated dan desired. Tujuan kajian diantaranya untuk mengetahui apakah terdapat hubungan langsung antara nilai pelanggan dengan loyalitas setelah merasakan kepuasan, melalui penggunaan model SEM dalam instrumentasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai pelanggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan desired yang berarti perusahaan memiliki nilai pelanggan yang tinggi. Di samping itu juga nilai pelanggan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan adequated. Namun kepuasan desired  mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap loyalitas bahwa bila nasabah memiliki persepsi kepuasan yang diharapkan lebih tinggi, cenderung lebih rendah dari loyalitas nasabah. Sedangkan pengaruh kepuasan adequated terhadap loyalitas menunjukkan hasil positif dan signifikan, bahwa semakin tinggi kepuasan adequated yang diterima maka loyalitasnya semakin meningkat.
EFEKTIVITAS LIMBAH TEMBAKAU TERHADAP WERENG COKLAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP LABA-LABA PREDATOR Tuti, Harlina Kusuma; Wijayanti, Retno; Supriyono, Supriyono
Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol 29, No 1 (2014): Articles in Press
Publisher : Caraka Tani - Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilaparvata lugens Stal.is one of plant pest which damages rice field. The waste of tobacco contains nicotine which can use as botanical insecticide. This research was aimed to find out the effectiveness of tobacco waste in controlling brown planthopper and its effect then predator (Oxyopes javanus). The methode of this research applies Completed Randomized Design experiment. In this research, used the kind of tobacco waste and various concentration with triple repeating. The variables of this research were mortality and death period of brown  planthopper, mortality and eating capability of O.javanusviewed from direct and indirect application. The concentration 12,5% of tobacco roots extract cause mortality of brown planthopper reaches 93%. Furthermore, the concentration 12,5% of tobacco root extracts made the death period of brown planthopper faster than the other concentrations. Direct application of tobacco waste extracts did not cause of O.javanus. Indirect application of tobacco waste extract did not cause of death toward O.javanus, but caused eating capability of O.javanus. Extract from tobacco bark with concentration 3,125% dan 1,56% had the power repellent which was shown by O.javanus only eat 2,33 brown planthoppers per week.