Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Transformation of Micro Small and Medium Enterprises in Semarang through Implementation of Intellectual Property Rights as an Effort to Implement State Thinking that Happy the People's Law Yuliandari, Erna; Hendri N, Muhammad; Kharisma, Dona Budi; Anam, Choiroel; Febrianty, Alifia Della
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3468

Abstract

Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the largest economic supporter in Indonesia. Semarang is one of the vast regions in Indonesia and the capital of Central Java Province in this case also has MSMEs with great growth potential. Intellectual property rights are at the heart of the creative economy. Lack of understanding related to the urgency of Intellectual Property Rights can hinder MSMEs from transforming. IPR can make businesses more developed and avoid harmful disputes. This study aims to describe the understanding of MSME entrepreneurs in Semarang about IPR and how to transform MSMEs in Semarang through the Implementation of Wealth Rights. The method used is descriptive qualitative. The instrument used in this study used primary data, namely interviews and questionnaires which were distributed to SMEs in Semarang and also used literature studies. The results of the study show that the understanding of SMEs in Semarang already understands IPR, for business actors IPR is important as a form of legal protection, but there are still many business actors who do not understand how to obtain IPR. Therefore, it is necessary to reaffirm the understanding of the urgency of Intellectual Property Rights and how to obtain Intellectual Property Rights to make MSMEs transform to be more effective and efficient, and independent and the realization of a state of law that makes its people happy.
EVALUASI MUTU KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN KARE KABUPATEN MADIUN JAWA TIMUR Choiroel Anam; Eny Muzayana; Rohmat Priya Atmaja; Didik Purnomo
Pro Food Vol. 6 No. 2 (2020): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v6i2.147

Abstract

ABSTRACT Coffee is a leading commodity in Madiun Regency, East Java, the area of coffee plantations in 2018 is 1,432 Ha with an average productivity of 769.63 kg / ha /year. This study aims to provide information on the physical, chemical, and microbiological quality characteristics of rice coffee, roasted coffee beans and evaluate the primary processing procedures for Mugi Lestari Farmer Group's coffee in Kare Village, Kare District, Madiun Regency. Evaluation of the quality of coffee rice is based on general and specific quality equirements according to SNI 01-2907: 2008. Organoleptic and chemical analysis of rice coffee and roasted coffee beans was carried out to see the state (smell, taste), moisture content, ash content, ash alkalinity, caffeine content, sugar content (reducing), insoluble solids, metal contaminants (Pb and Cu). Assessment of the physical quality of coffee beans shows that the robusta rice coffee produced at Poktan Mugi Lestari has quality according to SNI 01-2907-2008, especially for the parameters of the presence of insects, moisture content, impurities, and no found odor/mold. Physical quality of roasted coffee beans from Poktan Mugi Lestari when compared to SNI standards has a normal condition, both in terms of smell, taste, and appearance. Chemical parameters of roasted coffee bean samples are also in accordance with the general requirements for roasted coffee (SNI 01-2983-1992). The number of bacteria and molds is less than the maximum limit set. Assessment of physical, chemical, and microbiological quality of packaged coffee powder has a value in accordance with the SNI quality requirements, both for caffeine content, the amount of mold, and bacteria (ALT value), and water content. The primary coffee processing process at Poktan Mugi Lestari has been able to produce rice coffee in accordance with SNI requirements. Keywords: coffee, robusta, quality, kare madiun ABSTRAK Kopi merupakan komoditas unggulan di Kabupaten madiun Jawa Timur, Luas areal perkebunan kopi tahun 2018 di Kabupaten Madiun 1.432 Ha dengan produktivitas rata rata 769,63 kg/ha/tahun. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi karakteristik mutu fisik, kimiawi, dan mikrobiologis dari kopi beras, kopi biji sangrai dan mengevaluasi prosedur pengolahan primer kopi Kelompok Tani Mugi Lestari di desa Kare, Kecamatan Kare, Kab Madiun, agar dihasilkan produk dengan mutu yang baik. Evaluasi mutu kopi beras didasarkan pada syarat mutu umum dan khusus sesuai SNI 01-2907:2008. Analisa organoleptik dan kimiawi kopi beras dan kopi biji sangrai dilakukan untuk melihat keadaan (bau, rasa), kadar air, kadar abu, kealkalian abu, kadar kafein, kadar gula (pereduksi), padatan tak larut dalam air, cemaran logam (Pb dan Cu). Penilaian mutu fisik biji kopi diketahui bahwa kopi beras robusta yang dihasilkan di Poktan Mugi Lestari memiliki mutu sesuai dengan SNI 01-2907-2008, khususnya untuk parameter keberadaan serangga, nilai kadar air, pengotor, dan tidak ditemukannya bau busuk/kapang. Keadaan mutu fisik biji kopi sangrai dari Poktan Mugi Lestari jika dibandingan dengan SNI 01-2983-1992 memiliki keadaan yang normal, baik dalam hal bau, rasa, dan penampakan. Parameter kimiawi biji kopi sangrai dalam penelitian juga sesuai dengan syarat umum kopi sangrai (SNI 01-2983-1992). Jumlah bakteri dan kapang kurang dari batas maksimum yang ditetapkan. Penilaian mutu fisik, kimiawi, dan mikrobiologis bubuk kopi yang dikemas memiliki nilai sesuai dengan persyaratan mutu SNI, baik untuk kadar kafein, jumlah kapang, dan bakteri (nilai ALT), dan kadar air. Proses pengolahan primer kopi di Poktan Mugi Lestari sudah mampu menghasilkan kopi beras yang sesuai dengan persyaratan SNI. Kata kunci: Kopi, Robusta, Mutu, Kare Madiun
Mengungkap Senyawa pada Nata De Coco sebagai Pangan Fungsional Choiroel Anam
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v3i1.3453

Abstract

 Nata adalah selulosa ekstraseluler yang dihasilkan dari aktiivitas bakteri Acetobacter xylinum dalam proses fermentasi, dan  merupakan salah satu makanan kesehatan yang kaya akan serat. Nata yang paling umum ditemukan adalah nata de coco dengan media fermentasi air kelapa. Faktor-faktor dominan dalam pembuatan nata adalah ketersediaan nutrisi (karbon dan nitrogen), derajat keasaman dan media fermentasi yang digunakan. Penentuan kualitas terbaik media air kelapa yang digunakan, penentuan konsentrasi nitrogen dan sukrosa yang ditambahkan serta kondisi pH optimum  akan menghasilkan nata yang maksimal.Penelitian ini bertujuan untuk mencari kualitas terbaik pada fermentasi dalam proses pembuatan nata de coco, dan mengetahui senyawa fungsional yang terdapat pada nata de coco sebagai pangan fungsional. Hasil pengujian analisa sampel nata de coco menggunakan Gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) menunjukkan senyawa yang sangat bermaaf bagi kesehatan tubuh manusia. Sepuluh besar senyawa fungsional yag terdapat pada nata de coco yaitu:  Benzeneacetic Acid sebagai anti fungal dan scavenger. Hexadecanoid Acid memiliki efek anti-inflamasi, anti bakteri dan anti fungi. 22-Hydroxyhopane, Tetradecanoic Acid yang mempunyai aktivitas antimikroba dan antifungal. 9-Octadecanoid Acid, ρ-Cresol  memiliki aktivitas antioksidan. 9-Octadecenamide berfungsi untuk mencegah Alzheimer, menurunkan kolesterol dan menurunkan tekanan darah, Senyawa fungsional yang lain diantaranya (Z), Phenol, 4-(2-aminoethyl), Pentadecanoic Acid, 1-Heptadecanecarboxylic acid. Komposisi kimia nata  de coco dihasilkan kadar air 95%.  abu 0,35% dan protein 0,45%. Penelitian menunjukkan peningkatkan produksi nata dengan kualitas  yang baik sesuai persyaratan standar yang telah ditetapkan dan mempunyai senyawa senyawa  yang bermanfaat sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan.
Karakterisasi Biokimia Lektin Makroalga Sargassum polycystum dan Turbinaria ornata Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Naomi Intaqta; Danar Praseptiangga; Choiroel Anam; Ekowati Chasanah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i2.562

Abstract

AbstrakKemampuan lektin untuk mengikat karbohidrat secara spesifik dan reversible dapat dikembangkan dalam berbagai aplikasi, misalnya sebagai reagen histokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari spesifisitas pengikatan lektin makroalga Sargassum polycystum dan Turbinaria ornata pada berbagai jenis karbohidrat, stabilitas aktivitas hemaglutinasi lektin pada berbagai rentang suhu dan pH, serta pengaruh kation divalen pada aktivitasnya. Uji penghambatan hemaglutinasi secara kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mempelajari spesifisitas pengikatan lektin terhadap 20 jenis gula dan glikoprotein. Untuk melihat stabilitas aktivitasnya, lektin S. polycystum dan T. ornata diberi perlakuan pemanasan pada rentang suhu 30-100 oC, perlakuan pH 3-10 dan perlakuan kation divalen MgCl2 dan CaCl2 kemudian diuji aktivtitas hemagglutinasinya. Ekstrak kaya lektin S. polycystum dan T. ornata mampu mengenali dan mengikat 8 glikoprotein secara kualititatif, yaitu fetuin (Fe), asialo Fe (aFe), thyroglobulin from bovine (BTG), asialo BTG, thyroglobulin from porcine (PTG), asialo PTG (aPTG), asialo mucin from bovine submaxillary glands (aBSM), dan asialo transferrin (aTf), namun tidak mempunyai afinitas terhadap gula sederhana. Lektin S. polycystum memiliki spesifisitas pengikatan terbaik terhadap aFe dan transferrin (Minimum Inhibitory Concentration/MIC 250 µg/ml), sementara Lektin T. ornata memiliki spesifisitas pengikatan terbaik terhadap aPTG (MIC 31.25 µg/ml), PTG (MIC 125 µg/ml), dan BTG (MIC 250 µg/ml). Aktivitas hemaglutinasi lektin S. polycystum stabil pada suhu 30-80 oC dan suasana netral hingga basa (pH 7-10), namun kurang stabil pada suasana asam (pH 3-6). Aktivitas lektin T. ornata relatif tidak stabil pada suhu 40-100 oC, sedikit menurun pada pH sangat asam, namun stabil pada rentang pH 5-10. Keberadaan kation divalent Ca2+ dan Mg2+ sedikit menurunkan aktivitas lektin S. polycystum dan T. ornata. Biochemical Characterisation of Lectin Derived from Sargassum polycystum and  Turbinaria ornata MacroalgaeAbstractThe ability of lectins to specifically and reversibly bind carbohydrates is an important characteristics for its various applications. This research aims to study the binding specificity of Sargassum polycystum and Turbinaria ornata lectin rich extracts to various types of carbohydrates, the stability of both lectins hemagglutination activities at various temperatures and pH, and the effects of divalent cations on the lectin activities. The lectin binding specificity was studied through qualitative and quantitative hemagglutination inhibition studies. To study their activity stability, both lectins were treated at 30 to 100 oC, treated with various pH buffers (pH 3-10), treated with MgCl2 and CaCl2 followed with hemagglutination assay. Both lectins bound 8 glycoproteins tested, i.e. fetuin (Fe), asialo Fe (aFe), thyroglobulin from bovine (BTG), asialo BTG, thyroglobulin from porcine (PTG), asialo PTG (aPTG), asialo mucin from bovine submaxillary glands (aBSM), and asialo transferrin (aTf) but did not have any affinity to the simple sugars. The S. polycystum lectin bound to aFe and transferrin (MIC 250 µg/ml). Meanwhile, the T. Ornata lectin specifically bound to aPTG (MIC 31.25 µg/ml), PTG (MIC 125 µg/ml), and BTG (MIC 250 µg/ml). The hemagglutination activity of S. polycystum lectin was stable at 30-80 oC and in neutral to alkaline conditions (pH 7-10), but less stable in acidic conditions (pH 3-6). The T. ornata lectin activity was relatively unstable at 40-100 oC, slightly decreased at a very acidic pH, butwas stable in a pH range of 5-10. The presence of Ca2+ and Mg2+ divalent cations slightly decreased the lectins activities.
Karakteristik Fisik dan Organoleptik MP-ASI Instan Diperkaya Ikan Patin dan Ikan Gabus Metode Freeze Dryer Choiroel Anam; Kawiji Kawiji; Usada Nur Ariyoga; Reyhan Farha
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 21 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v21i2.2650

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu atau selanjutnya ditulis MP–ASI merupakan produk bubur instan yang bahan penyusun bubur untuk bayi yang bersifat siap saji atau instan sehingga prinsip dalam penyajian mudah disajikan, mudah penyimpanan, dan kaya akan nutrisi. MP–ASI merupakan makanan yang berbentuk cair semi padat. Pada penelitian ini digunakan bahan pangan ikan patin dan ikan gabus sebagai bahan pembuatan bubur bayi MP–ASI instan. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui sifat karakteristik bubur bayi MP – ASI dari sifat fisik (kelarutan dan daya serap air) dan tingkat kesukaan dengan uji organoleptik. pada bubur bayi dengan penambahan ikan patin dan ikan gabus. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), satu faktor yaitu konsentrasi ikan patin (7,5%; 10%; 12,5%) dan ikan gabus (7,5%; 10%; 12,5%). Sebagai kontrol yaitu tanpa penambahan ikan. Pengujian organoleptik, sampel bubur instan diseduh air hangat selanjutnya dilakukan pengamatan secara organoleptik dengan uji skoring dari 25 orang panelis. Pengolahan data secara statistik memakai one way anova  taraf signifikansi 5%. Pengamatan organoleptik dilakukan pada parameter tektur, rasa, warna, aroma, dan overall. Hasil penelitian karakteristik fisik untuk kelarutan memiliki rentang hasil 33 – 47 %. Untuk daya serap air memiliki rentang nilai 0,882 – 6,20 gr/gr. Untuk hasil uji organoleptik sampel bubur bayi instan paling terbaik berdasarkan nilai skor pada sampel ikan bubur bayi instan dengan penambahan ikan gabus 12,5%.
Extraction and Partial Characterization of Lectin from Indonesian Brown Algae Padina australis and Padina minor Nurrahmi Dewi Fajarningsih; Naomi Intaqta; Danar Praseptiangga; Choiroel Anam
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 3 (2019): December 2019
Publisher : Research and Development Center for Marine and Fisheries Product Processing and Biotechnol

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.v14i3.400

Abstract

Extraction and partial characterization of lectin from Indonesian Padina australis and Padina minor had been carried out. The crude extract of the P. australis and P. minor were examined for hemagglutination activity (HA) using native and trypsin-treated of rabbit and human A, B, O type erythrocytes. Both extracts agglutinated all of the trypsin-treated erythrocytes tested in the HA assay. Strong HA was detected in the crude extract of P. minor with trypsin-treated of human type A and O erythrocytes. However, the sugar-binding specificity study through the quantitative hemagglutination inhibition (HI) assay showed that P. minor extract could not specifically recognize the glycans tested. Apparently, the HA of the P. minor was more due to its co-extracted polyphenols content than its lectin content. On the other hand, the HI assay showed that asialo transferrin human (aTf) and asialo porcine thyroglobulin (aPTG) were the most powerful in inhibiting the HA of P. australis. Those indicated that P. australis protein extract was able to specifically recognized aTf and aPTG. The stability of P. australis and P. minor HA over various temperatures, pH ranges, and divalent cations studies showed that the P. minor HA was stable on a wide range of pH and temperature; not affected by the presence of EDTA, but decreased by Ca2+ and Mg2+ additions showed that P. minor protein extract  was not a metallic protein. The HA of P. australis decreased at 60 oC and was inactivated at 90 oC; increased at strong acidic (pH 3 4) and strong basic (pH 9 10) and dependent by the presence of either EDTA or Ca2+ and Mg2+ divalent cation.
The Inovasi Produk dan Strategi Mempertahankan Market Share Minuman Herbal: Product Innovation and Strategy to Maintain Market Share of Herbal Drinks Choiroel Anam Anam; Danar Praseptiangga; Achmad Ridwan Ariyantoro; Anastriyani Yulviatun; Mu’adz Mu’adz
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i2.2933

Abstract

Trend konsumsi minuman herbal yang telah berkembang pesat baik secara domestik maupun mancanegara menjadikan usaha jamu instan sebagai ide bisnis yang menjanjikan. Produk jamu instan juga mengalami kenaikan permintaan selama pandemi Covid-19. Namun dalam mempertahankan eksistensi dari suatu bisnis diperlukan inovasi produk dan bagiamana strategi dalam mempertahankan pasar. Oleh karena itu tujuan dari artikel ini yaitu bagaimana mempertahankan market share melalui strategi pemasaran dan inovasi produk studi kasus pada UKM minuman herbal Polanmadu. Metode yang digunakan pada pendampingan ini meliputi survey pasar, pelatihan digital marketing, program kurasi, dan pelayanan prima. Hasil dari pendampingan ini menunjukan adanya kenaikan produktivitas UKM dalam memproduksi produk jamu instan. Pendistribusian produk juga telah berhasil diperluas hingga ke 10 tempat pendistribusian. Diversifikasi produk telah berkembang hingga menjadi 8 varian produk dan telah terjadi permintaan secara online melalui platform digital marketplace.
Diversifikasi Produk Jambu Air Wulung (Syzygium aqueum) Mewujudkan Desa Pranan, Sukoharjo sebagai Desa Wisata Choiroel Anam; Prakoso Adi; Rizka Mulyani; Yenny Febriana Ramadhan Abdi; Dininurilmi Putri Suleman
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i2.272

Abstract

Desa Pranan yang terletak di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini sudah lama dikenal sebagai desa penghasil jambu biji. Salah satu jenis jambu yang dikenal di Desa Pranan adalah jambu wulung. Kandungan air pada jambu wulung air cukup banyak sehingga sangat digemari karena memberikan efek kesegaran saat dikonsumsi. Namun hal ini menimbulkan resiko bagi petani karena kadar airnya yang tinggi, jambu biji merupakan salah satu komoditas yang memiliki umur simpan yang pendek dan rawan rusak sehingga produknya tidak dapat lagi dikonsumsi oleh konsumen. Masalah lainnya, luasnya lahan yang dimiliki Desa Pranan menyebabkan melimpahnya jambu air saat musim panen tiba. Melimpahnya jambu air menyebabkan harga jambu biji turun pada puncak musim panen. Untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut air jambu biji menjadi produk olahan seperti selai dan sirup. Pengolahan produk sudah dilakukan oleh PKK Desa Pranan seperti pengolahan selai dan ayrup namun belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan masyarakat Kecamatan Sukoharjo tepatnya di Desa Pranan menjadi lebih mandiri dan berdaya dengan output munculnya diversifikasi produk olahan jambu biji seperti selai dan sirup untuk mendukung desa wisata Pranan. Pranan Village, located in Polokarto District, Sukoharjo Regency, Central Java, has long been known as a guava producing village. One type of guava known in Pranan Village is the guava wulung. The water content in the water guava wulung is quite a lot so it is very popular because it gives a freshness effect when consumed. However, this poses a risk for farmers because of its high moisture content, guava is one of the commodities that has a short shelf life and is prone to damage so that the product can no longer be consumed by consumers. Another problem, the extent of land owned by Pranan Village causes an abundance of water guava when the harvest season arrives. The abundance of water guava causes the price of guava to fall at the peak of the harvest season. In order to overcome these two problems, it is necessary to carry out further processing of guava water into processed products, such as jam and syrup. Product processing has been carried out by the Pranan Village PKK, such as processing jam and ayrup but not yet optimal. This service aims to develop the people of Sukoharjo District, precisely in Pranan Village to become more independent and empowered with the output of the emergence of diversification of processed guava products, such as jam and syrup to support the Pranan tourist village
Peningkatan Performa UMKM Es Gabus 90'an melalui Pendampingan Sertifikasi Halal Laksita Haniifah Pratiwi; Choiroel Anam; Ari Diana Susanti; Ernoiz Antriyandarti; Nidyah Widyamurti; Muhammad Cahyadi
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, No. 3, Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.955 KB) | DOI: 10.23917/warta.v25i3.1089

Abstract

Bisnis dalam bidang makanan dan minuman masih menunjukkan geliat pada masa pandemi. Dalam rangka membantu perekonomian para pelaku usaha tersebut, program kemitraan masyarakat (PKM-UNS) bekerjasama dengan Pusat Studi Halal Research Center and Services (HRCS) LPPM UNS melakukan serangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan performa UMKM. Kegiatan dikemas dalam dua bentuk yaitu web seminar (webinar) agar dapat menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia dan dalam bentuk pendampingan intensif terhadap UMKM Es Gabus 90'an yang berada di Kota Solo. Webinar diselenggarakan oleh PKM-UNS sebanyak dua kali, materi tentang manajemen keuangan pada Minggu, 4 Juli 2021 dan sistematika cara memperoleh izin BPOM dan sertifikat halal pada Sabtu, 25 September 2021. Pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdi untuk UMKM Es Gabus 90'an meliputi pendampingan untuk memperoleh izin BPOM dan sertifikat halal, pembuatan video profil untuk membantu promosi produk, serta bantuan teknis berupa penyediaan alat untuk kelancaran produksi. Output yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut antaralain adalah pembaharuan desain kemasan produk, peningkatan pengetahuan para pelaku UMKM lainnya terhadap kepentingan kepemilikan dan tata cara memperoleh dokumen-dokumen legalitas usaha, serta membantu perolehan dokumen-dokumen tersebut, berupa nomor izin edar (NIE) dan sertifikat halal (SH) bagi UMKM binaan, Es Gabus’90an. Keseluruhan kegiatan memperoleh antusiasme dan respon positif dari para pelaku usaha. Melalui program kemitraan masyarakat (PKM-UNS) yang telah terlaksana, diharapkan goals berupa peningkatan performa dan citra UMKM dapat terwujud.
PENINGKATAN USAHA KERIPIK SINGKONG RASA GADUNG MENUJU UKM YANG BERDAYA SAING rahayu, wiwit; Anam, Choiroel; Riptanti, Erlyna Wida
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol. 22 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3672.785 KB) | DOI: 10.21831/ino.v22i1.18314

Abstract

ABSTRAKKeripik singkong rasa gadung merupakan salah satu hasil olahan dari singkong yang memiliki rasa gadung. Usaha pembuatan kripik ini telah lama dilakukan oleh masyarakat di Desa Pule Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri, diantaranya UKM Jawi rahayu dan UKM Surami. Kegitan pengabdian dilakukan dalam rangka meningkatkan usaha keripik singkong rasa gadung agar memiliki daya saing di tengah persaingan yang ketat dalam usaha pengolahan pangan.  Kegiatan yang dilaksanakan agar kedua UKM mitra menjadi UKM yang berdaya saing meliputi : 1) Pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, 2)  Fasilitasi dan pendampingan perijinan usaha, 3) Pelatihan dan fasilitasi kemasan, serta 4) Pendampingan pemasaran.  Hasil yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan adalah  1) perbaikan manajemen usaha khususnya pembukuan keuangan,  2) UKM mitra memiliki sertifikat P-IRT, 3) Kemasan lebih marketable, dan 4) daerah pemasaran semakin luas.  Pada akhirnya kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan jumlah produksi, kualitas produk, dan pendapatan UKM. Kata kunci:  daya saing, keripik singkong rasa gadung,UKM