cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 522 Documents
Pathways To Islamic Education Renewal In Aceh (A Case Study of Dayah Ma'had al Ulum Diniyyah Mesjid Raya Samalanga) Asari, Hasan; Mukti, Abd.; Kahar, Syadidul
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.2.6661

Abstract

This research examines the renewal initiative at Dayah Ma'had al Ulum Diniyyah Mesjid Raya Samalanga Islamic School. This study focuses on the renewal initiative during the leadership of Abon Abdul Aziz and Abu Hasanoel Bashri. This research is qualitative research with a historical approach. This research indicates that the Al Aziziyah Samalanga Islamic Education Foundation's modernization began during the leadership of Abon Abdul Aziz in 1958 and culminated in Abu Hasanoel Bashry in 1989. Social factors had been the most dominant factors of modernization of Islamic education in the foundation, including the birth of Islamic and public universities in Aceh, the adoption of information and communication technology (ICT), the requirement of diplomas for teachers and education personnel, and the involvement of alumni in the foundation.
Ujian Nasional, Dulu, Kini dan yang Akan Datang: Tinjauan Normatif Muntholi’ah, Muntholi’ah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.557

Abstract

The policy of the National Examination (UN) continues to get criticism from education experts, practitioners, as well as various elements of society. With the  problems happen in the implementation of National Examination, it can be af-firmed that the impacts of its implementation are more harmful than the objec-tives to be achieved. Considering the imbalances and disadvantages of the Na-tional Examination implementation, the government through the Ministry of Education should have to be more thoughtful and immediately review the policy  comprehensively. Thus, the purpose of education should be tailored to the interests of Indonesia, which is stated and defined in the the National Education Law No. 20/ 2003 on National Education System Chapter II, Article 3. AbstrakKebijakan Ujian Nasional (UN) terus menuai kritik dari para pakar dan praktisi pendidikan serta berbagai kalangan  masyarakat. Melihat banyaknya permasalahan dan carut-marut dalam pelaksanaan Ujian Nasional dapat ditegaskan bahwa dampak dari penyelenggaraan UN lebih banyak mudaratnya dari pada tujuan yang ingin dicapai. Menilik berbagai ketimpangan dan kemudaratan yang ditim bulkan akibat pelaksanaan UN, maka seyogianya pemerintah melalui Kemendiknas harus bersikap lebih bijaksana dan segera mengkaji ulang kebijakan UN secara komprehensif. Dengan demikian maka tujuan pendidikan yang hendak dicapaipun disesuaikan dengan kepentingan bangsa Indonesia, yang sekarang initujuan pendidikan tersebut dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU sisdiknas) BAB II pasal 3. 
Peningkatan Mutu Madrasah melalui Modal Sosial Ju’subaidi, Ju’subaidi
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6, No 2 (2012): Signifikansi Pendidikan Profetis
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2012.6.2.592

Abstract

This paper attempts to examine the important role of social capital in the meninges-forces madrasah education quality. Madrasah as national education subsystem has a heavy burden in carrying out the mandate of the law. The biggest problem is the activity of improving the quality of education that is determined by the achievement of the ultimate goal of education effectively and more efficiently. That goal is the realization of academic ability, moral and social. Structure and values of the communities around it is actually a social capital that should be used by the madrassa to improve the quality of education. Social capital is a means of achieving national education goals. AbstrakTulisan ini mencoba mengkaji peran penting modal sosial dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Madrasah sebagai subsistem pendidikan nasional memiliki beban yang berat dalam mengemban amanat undang-undang. Problem terbesar adalah kegiatan meningkatkan mutu pendidikan yang ditentukan oleh ketercapaian tujuan akhir pendidikan secara efektif dan lebih efisien. Tujuan itu adalah terwujudnya kemampuan akademik, moral dan sosial. Struktur dan nilainilai yang dimiliki masyarakat sekitar sebenarnya merupakan modal sosial yang seharusnya dimanfaatkan oleh madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikannya. Modal sosial ini menjadi sarana mencapai tujuan pendidikan nasional. 
The Search For Islamic Studies Information Through Smartphones By Visual Impairments Disability Hafiar, Hanny; Subekti, Priyo; Budiana, Heru Ryanto
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 2 (2018): Islamic Education and Humanization
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2018.12.2.2605

Abstract

This study will find out the pattern of information retrieval about Islamic studies carried out by visual impairments people. This study uses a case study method. Respondents in this study were Muslim women with disabilities in the rehabilitation complex of the blind Wiyataguna, Bandung. The results showed that people with visual impairments used narrative sounds on their mobile phones to capture narrative voice abilities that were arranged at high speed. At first they used standard speed settings, but when the skill of capturing audio through the sense of hearing increased, they set the pace of the narrative to be very fast, so that other people had difficulty listening to it.AbstrakPenelitian ini berusaha untuk mengetahui pola pengambilan informasi mengenai studi Islam yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan penglihatan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim penyandang cacat yang berada di komplek rehabilitasi orang buta Wiyataguna, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan gangguan penglihatan menggunakan suara naratif pada handphone untuk menangkap kemampuan suara naratif yang diatur dengan kecepatan tinggi. Pada mulanya mereka menggunakan pengaturan kecepatan standar, namun ketika  keterampilan  menangkap audio melalui indera pendengaran meningkat, mereka mengatur laju narasi menjadi sangat cepat, sehingga orang lain sulit untuk mendengarkannya.
Is Online Learning Accessible During COVID-19 Pandemic? Voices and Experiences of UIN Sunan Kalijaga Students with Disabilities Ro'fah, Ro'fah; Hanjarwati, Astri; Suprihatiningrum, Jamil
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 1 (2020): Islamic Education and Radicalism
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2020.14.1.5672

Abstract

The study seeks to examine the voices and experiences of students with disabilities in navigating online learning during the COVID-19. Based on in-depth interviews with thirty-four students with various disabilities of UIN Sunan Kalijaga, this study attempts to answer how these students experiencing online learning, what challenges they encounter, and what strategies they are using to navigate this new way of learning. Results show most students prefer conventional face-to-face learning, compared to the online learning one. Students reported various challenges they experienced, the most important of which is the high cost of internet access. Other challenges include the inaccessibility of the e-learning system with respect to the platform of online learning and the learning activities. Students also concerned with the absence of supports that they normally received from the university’s disability office (Pusat Layanan Difabel/ PLD). These challenges have encouraged students to seek help from family members, peers, and lecturers.Abstrak Studi ini berupaya untuk mengevaluasi pendapat dan pengalaman siswa penyandang cacat dalam menavigasi pembelajaran online selama COVID-19. Berdasarkan wawancara mendalam dengan tigapuluh empat mahasiswa dengan berbagai kecacatan di UIN Sunan Kalijaga, penelitian ini mencoba menjawab bagaimana para siswa ini mengalami pembelajaran online, tantangan apa yang mereka hadapi, dan strategi apa yang mereka gunakan untuk menavigasi cara belajar baru ini. Hasil menunjukkan sebagian besar siswa lebih suka pembelajaran tatap muka konvensional, dibandingkan dengan pembelajaran online. Siswa melaporkan berbagai tantangan yang mereka alami, yang terpenting adalah tingginya biaya akses internet. Tantangan lain termasuk tidak dapat diaksesnya sistem e-learning sehubungan dengan platform pembelajaran online dan kegiatan pembelajaran. Siswa juga khawatir dengan tidak adanya dukungan yang biasanya mereka terima dari Pusat Layanan Difabel (PLD) universitas. Tantangan-tantangan ini telah mendorong siswa untuk mencari bantuan dari anggota keluarga, teman sebaya, dan dosen
Kurikulum Madrasah: Studi Perbandingan Madrasah di Asia Nasir, Muhammad
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2015): Pendidikan Inovatif dan Pendidikan Karakter
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2015.9.2.524

Abstract

Madrasah is one of the oldest Islamic education institution. At first, the school only develop curriculum with Islamic competences are the main objectives .. Madrasah today has been integrating the Islamic knowledge and sciences. Several countries in Asia both predominantly Muslim and minority seems that they have developed madrasa education institutions as one attractive option for people. Every country has the madrassa who coined according to the characteristics typi-cal of a country, There are significant similarities, all madrassas in various countries have a curriculum that combines religious education in the form of Aquran, Hadith, Fiqh, Tawhid, historical and moral theology and general edu-cation based on demands of each country AbstrakMadrasah merupakan salah lembaga pendidikan Islam tertua. Pada mulanya, ma-drasah hanya mengembangan kurikulum dengan kompetensi keislaman yang menjadi tujuan utama. Madrasah masa kini telah memadukan antara ilmu-ilmu kesilaman, ilmu-ilmu umum dan teknoogi. Beberapa negara di Asia baik yang penduduknya mayoritas muslim maupun yang minoritas telah memgembangkan lembaga pendidikan madrasah sebagai salah satu pilihan menarik buat masyara-katnya. Setiap negara memiliki madrasah yang memiiki ciri khas sesuai dengan karakteristik negara di mana madrasah itu berada, Terdapat persamaan yang penting, semua madrasah di berbagai negara memiliki kurikulum yang mema-dukan antara pendidikan keagamaan berupa Aquran, Hadis, Fiqh, Tauhid, sejarah dan akidah akhlak dan pendidian umum yang menjadi tuntutan negara masing-masing
Sekolah Alam: Paradigma Baru Pendidikan Islam Humanis Rohinah, Rohinah
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2014): Pendidikan Berbasis Masyarakat
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.2.582

Abstract

This paper describes a new paradigm of Islamic education in the perspective of humanism based on nature school model. This school model has three specific aspects, namely: natural as learning space, nature as media and teaching mate-rials, and natural as learning objects. It is a creativity in building a humanist paradigm of Islamic education. The education system emphasizes awareness to encourage the process of dialogue between teachers and students. Dialogical process can bring an attitude of humility and affection that is open to criticism from the learners. Learners are required critical and questioned again about the unknown by the teacher. This kind of learning led to a harmonious communica-tion between all parties. School of Natural allow the emergence of awareness. This school gives the freedom to create, explore and discover potential, and find the knowledge based on experiences from the world of reality. AbstrakMakalah ini menjelaskan paradigma baru pendidikan Islam dalam perspektif humanisme dengan bertolak pada model sekolah alam. Model sekolah ini memiliki tiga aspek khusus, yakni: alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan mengajar, serta alam sebagai objek pembelajaran. Pendidikan seperti ini merupakan sebuah kreativitas dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang humanis. Sistem pendidikan ini menekankan penyadaran untuk mendorong adanya proses dialog antara guru dan anak didik. Proses dialogis dapat memunculkan sikap rendah hati dan kasih sayang sehingga terbuka terhadap kritik dari peserta didik. Peserta didik dituntut kritis dan mempertanyakan kembali tentang hal yang belum diketahui oleh sang guru. Pembelajaran semacam ini memunculkan kesadaran siswa dan komunikasi yang harmonis antara semua pihak. Sekolah ini memberikan kebebasan untuk berkreasi, menggali dan menemukan potensi, serta menemukan pengetahuan berbasis pada pengalaman-pengalaman dari dunia realitas.
Analisis Praktik Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat dalam Kegiatan Kreatif Anak Usia Dini : Studi Kasus di TK Pertiwi Ds.Tambah Rejo, Kec. Tunjungan Kab. Blora Hasanah, Uswatun
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2017): Pendidikan Islam Progresif
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2017.11.2.1552

Abstract

This study aims to analyze practices involvement parents and the community in the creative early childhood in kindergarten Pertiwi. This research in a qualitative, that serves to find a meaning, investigate the process, obtain information, and having a deep understanding of an individual as well as groups.Technique data collection uses observation, interviews, and documentation. Data analyzed by using descriptive qualitative. The research results show that the creative done in kindergarten pertiwi is good. Types of creative activity were done in kindergarten to have a partnership with their surroundings school to support activity early childhood.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa praktik pelibatan orang tua dan masyarakat dalam kegiatan kreatif anak usia dini di TK Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang berfungsi untuk menemukan sebuah makna, menyelidiki proses, menggali informasi, serta memperoleh pemahaman yang mendalam dari individu maupun kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisa dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kreatif yang dilakukan di TK Pertiwi sudah baik. Jenis Kegiatan kreatif yang dilakukan di Tk tersebut adalah dengan melakukan kerjasama dengan lingkungan sekitar sekolahan sebagai sarana bermain untuk menunajang kegiatan kreatif anak usia dini. untuk mendapatkan suasana yang bervariasi bagi anak.
The Management of Strengthening the Mosque-Based Religious Character Education Badrudin, Badrudin
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 13, No 2 (2019): Islamic Education and Trancendence
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2019.13.2.4106

Abstract

This study aims to explore the management of strengthening the religious character education of mosque-based students in madrasas. Data collection techniques using observation, interviews, and study documentation. Data analysis used qualitative analysis at Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung. The results showed that the management of mosque-based character strengthening students had fulfilled management principles and was able to instill student character through worship activities. The design of activities to strengthen mosque-based character education that has been carried out includes thaharah, Duha praying, adhan, iqamah, recitation of asma alhusna, tadarus al-Quran, lectures, midday prayers, remembrance, and prayers. This activity is effectively able to develop the character of obedience, responsibility, discipline, cleanliness, neatness, trustworthy, confident, caring, brave and polite.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen penguatan pendidikan karakter religius peserta didik berbasis Mesjid di madrasah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif di Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penguatan pendidikan karakter peserta didik berbasis masjid telah memenuhi prinsip manajemen dan mampu menanamkan karakter siswa melalui aktifitas ibadah. Desain aktivitas penguatan pendidikan karakter berbasis mesjid yang telah dilakukan meliputi  thaharah, sholat Duha, adzan, iqamah, pembacaan asma alhusna, tadarus al-Quran, kuliah, sholat dzuhur , zikir, dan sholat. Kegiatan ini secara efektif mampu mengembangkan karakter kepatuhan, tanggung jawab, disiplin, kebersihan, kerapian, dapat dipercaya, percaya diri, peduli, berani dan sopan
Madrasah: dari Nizamiyah hingga Pesisiran Jawa Junaedi, Mahfud
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2014): Kepribadian Anak
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2014.8.1.572

Abstract

Growth and development in the Coastal Java madrasah in the early twentieth century until now generally spearheaded by scholars/religious leaders who graduated in Islamic centers in the Middle East. At first they established the boarding school, followed by the establishment of madrasah to the coast of Javacan be regarded as children of a boarding school. The educational institutions have bonding formation of madrasah was first built by  Niz{am al-Mulk in Baghdad in 1057, later known as madrasah  Nizamiyah . This school is an educational institution that aims to teach Fiqh Sunni schools. Institutions of higher education has become one of the eleventh century and became the blueprint for the development of similar madrasah in the Islamic world. Historically, madrasah in Java can not be separated from the Middle East, especially the relationshipHaramayn scholars of al-Azhar and Cairo with the students in Java, Indonesia.AbstrakPertumbuhan dan perkembangan madrasah di Pesisir Jawa pada awal abad ke XX hingga kini, umumnya dipelopori oleh para kiai atau tokoh agama yang menamatkan pendidikan di pusat-pusat Islam tersebut. Pada awalnya mereka mendirikan pondok pesantren, lalu diikuti dengan pendirian madrasah, sehinggamadrasah di pesisir Jawa bisa dikatakan sebagai anak-anak pesantren. Lembaga pendidikan ini memiliki ikatan dengan madrasah pertama kali dibangun oleh Niz{am al-Mulk di Baghdad pada tahun 1057, kemudian dikenal dengan madrasahNiz{amiyah. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan untuk mengajarkan fikih mazhab Sunni. Lembaga pendidikan tinggi ini ada pada abad kesebelas dan menjadi cetak biru bagi pengembangan madrasah-madrasah serupadi dunia Islam. Secara historis, keberadaan madrasah di Jawa tidak dapat dipisahkan dari hubungan ulama Timur Tengah, khususnya Haramayn dan al- Azhar Kairo dengan para murid di Jawa, Indonesia. 

Filter by Year

2012 2025