cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 583 Documents
Dampak Kebijakan Sertifikasi Pendidik Terhadap Kinerja Guru Negeri Di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Soppeng Nurhidayah, Nurhidayah; Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Dampak positif kebijakan sertifikasi pendidik terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Soppeng yang terdiri dari tiga sekolah yaitu SMAN 1 Soppeng, SMAN 4 Soppeng dan SMAN 8 Soppeng dan 2) Dampak Negatif kebijakan sertifikasi pendidik terhadap kinerja guru di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Soppeng yaitu SMAN 1 Soppeng, SMAN 4 Soppeng dan SMAN 8 Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang guru  yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria guru yaitu : 1) guru saat ini yang mengajar di UPT SMAN 1 Soppeng, UPT SMAN 4 Soppeng, UPT SMAN 8 Soppeng, 2) guru yang telah memiliki sertifikat profesi, 3) guru yang telah mengikuti Program Profesi Guru, 4) Informan tambahan yaitu guru pns yang belum menerima sertifikat profesi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan member check. Analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Dampak Positif kebijakan sertifikasi guru terhadap kinerja guru di sekolah menengah atas Kabupaten Soppeng berdasarkan hasil wawancara yaitu adanya Peningkatan Kompetensi Guru, Motivasi dan Kepuasan Kerja, Pengembangan Karir, dan Standar Pengajaran yang Konsisten. 2) Dampak negatif  kebijakan sertifikasi guru terhadap kinerja guru di sekolah menengah atas Kabupaten Soppeng dari hasil wawancara yaitu Biaya dan waktu dan Fokus pada Sertifikasi dari pada Pengajaran.
Fenomena Aplikasi Kesehatan Sebagai Technology of the Self Permata, Vido Shahputra; Chaerani, Annisa; Hasanah, Yasmin Ramadhani; Maulida, Sayha Difa Hanifa
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.70477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan aplikasi kesehatan sebagai technology of the self di kalangan masyarakat. Pada era digitalisasi saat ini, bermunculan berbagai jenis perangkat atau aplikasi kesehatan dimana dapat digunakan untuk memantau dan mengontrol kesehatan baik oleh individu maupun pemerintah. Banyak studi terdahulu yang membahas aplikasi kesehatan digunakan oleh individu untuk mendeteksi tanda-tanda vital maupun tenaga kesehatan dalam memantau pasien. Selain itu aplikasi kesehatan juga digunakan oleh pemerintah ketika pandemi Covid-19 sebagai untuk mengatasi penyebaran virus melalui pelacakan kontak. Belum banyak penelitian yang membahas lebih lanjut khususnya mengenai aplikasi dan perangkat wearable untuk pelacakan diri yang menjadi technology of the self pada masing-masing individu. Kondisi ini menjadi penting sebagai awal dalam melihat aplikasi kesehatan yang semakin melekat dan dapat memengaruhi kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan. Kriterianya merupakan para pengguna aplikasi kesehatan berusia di atas 18 tahun dengan fokus aplikasi atau perangkat untuk pelacakan diri. Berdasarkan analisis melalui kerangka Foucault, terungkap proses aplikasi kesehatan sebagai technology of the self. Pertama, mereka secara mandiri menggunakan berbagai aplikasi kesehatan yang ada. Kedua, mayoritas pengguna sudah memasang dan mengecek setiap harinya ataupun saat olahraga. Ketiga, mereka berusaha mencapai target-target yang telah ditetapkan. Keempat, individu merasa terawasi melalui data tanda-tanda vital maupun notifikasi yang muncul dalam aplikasi. Kelima, terdapat tujuan akhir yaitu menjaga kesehatan tubuhnya melalui transformasi perilaku sehari-harinya. Oleh karena itu aplikasi kesehatan sudah menjadi technology of the self yang kuat di masyarakat
Analisis Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi Pada Pengembangan Kreativitas Belajar Siswa Kelas VII di MTs Al-Irsyad Biringkaloro Alfian, Alfian; Arifin, Zainal
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pendekatan pembelajaran diferensiasi dapat mengembangkan kreativitas belajar siswa kelas VII di MTs Al-Irsyad Biringkaloro dan 2) Faktor yang mendukung keberhasilan pendekatan pembelajaran diferensiasi pada pengembangan kreativitas belajar siswa kelas VII di MTs Al-Irsyad Biringkaloro. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 8 informan, terdiri dari 4 guru mata pelajaran dan 4 siswa. Informan dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria guru yang telah menerapkan pembelajaran diferensiasi, menyesuaikan metode pengajaran, serta mengikuti pelatihan terkait. Siswa dipilih berdasarkan keterlibatan dalam pembelajaran, partisipasi di kelas, kemampuan menyelesaikan tugas kreatif, dan pemahaman materi. Prosedur pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan member check. Teknik analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pendekatan pembelajaran diferensiasi dapat mengembangkan kreativitas belajar siswa kelas VII di MTs Al-Irsyad Biringkaloro melalui tiga strategi utama yaitu a) Diferensiasi konten menyesuaikan materi dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa, b) Diferensiasi proses menggunakan diskusi, observasi, praktik, dan media interaktif, dan c) Diferensiasi produk memberi tugas fleksibel seperti poster, peta konsep, atau presentasi. 2) Faktor yang mendukung keberhasilan pendekatan pembelajaran diferensiasi pada pengembangan kreativitas belajar siswa kelas VII di MTs Al-Irsyad Biringkaloro mencakup tiga elemen utama yaitu a) Guru membimbing, memberi arahan, dan menyediakan media pembelajaran, b) Siswa berpartisipasi aktif melalui diskusi, kerja kelompok, dan eksplorasi ide, dan c) Kolaborasi guru-siswa membangun interaksi, kerja sama, dan solusi kreatif.
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA SAMBANGAN, SUKASADA, BULELENG, BALI DARI DESA AGRARIS KE DESA WISATA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Sukrawan, Kadek Edi; Mudana, I Wayan; Maryati, Tuty
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor-faktor ayang melatarbelakangi perubahan status desa dari desa Agraris ke Desa Wisata, (2) bentuk-bentuk perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat dan (3) aspek-aspek dari perubahan sosial di Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng, Bali yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun dari hasil penelitian ini adalah (1) perubahan status Desa Sambangan dari desa agraris menjadi desa wisata dipengaruhi oleh beberapa faktor utama yang saling terkait. Potensi alam yang luar biasa, termasuk keberadaan air terjun, sawah terasering, dan ekosistem yang masih terjaga, menjadi daya tarik utama untuk pengembangan sektor pariwisata. (2) Diferensiasi penggunaan lahan yang mengalihkan sebagian lahan pertanian untuk pengembangan fasilitas pariwisata, sambil tetap menjaga keseimbangan dengan sektor pertanian, menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung pembangunan berkelanjutan. (3) Selain itu, perubahan minat penduduk terhadap pekerjaan di bidang pariwisata membuka peluang baru yang lebih menjanjikan bagi masyarakat, yang sebelumnya bergantung pada sektor pertanian. Pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan terhadap potensi alam, penggunaan lahan yang terencana dengan baik, dan peningkatan keterampilan penduduk dalam sektor pariwisata menjadi kunci sukses transformasi Desa Sambangan menjadi desa wisata yang berkembang pesat.
Agrowisata Arjuna Farm sebagai Pelopor Penerapan Smart farming dalam Pemberdayaan Petani di Kota Tasikmalaya rahma, Rahma wati; Hanifa, Yolan Salma; Ridho, Tanto Muhammad; Inshani, Intan Nurul; Pajar, Pajar Sutrisna; Astuti, Yani Sri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71211

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor pertanian, yang merupakan pilar utama perekonomian nasional. Penelitian ini mengkaji implementasi Smart Farming di Agrowisata Arjuna Farm, Kota Tasikmalaya, sebagai upaya pemberdayaan petani lokal. Dengan memanfaatkan teknologi modern seperti sistem irigasi otomatis, sensor tanah, dan pemantauan cuaca real-time, Agrowisata Arjuna Farm tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dan biaya produksi. Melalui pendekatan partisipatif, program pelatihan dan pendampingan yang disediakan telah membuka peluang baru bagi petani untuk beradaptasi dengan teknologi pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai strategi, tantangan, dan dampak dari inisiatif Smart Farming, serta memberikan pembelajaran berharga untuk pengembangan model pertanian yang inklusif di Indonesia.
Model Pembelajaran Kooperatif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar Rimal, Aprilya Trinanda; Awaru, A. Octamaya Tenri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif bagi anak berkebutuhan khusus di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar, 2) Faktor pendorong yang didapatkan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif bagi anak berkebutuhan khusus di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pen dekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang, terdiri dari guru 2 guru keterampilan dan 4 guru kekhususan yang berstatus aktif mengajar di sekolah. Penentuan informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria  yaitu : 1) Guru yang menerapkan model pembelajaran kooperatif, 2) Guru yang saat ini mengajar di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, penarikan  kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Penerapan model pembelajaran kooperatif bagi anak berkebutuhan khusus di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar yaitu: a) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar b) membimbing kelompok bekerja dan belajar. c) evaluasi 2) Faktor pendorong yang didapatkan guru dalam menerapkan model pembelajran kooperatif bagi anak berkebutuhan khusus di UPT SLB Negeri 1 Pembina Makassar yaitu: a)  Antusias dan keaktifan peserta didik, b) Kebutuhan sosial dan emosional peserta didik
Analisis Strukturasi terhadap Praktik Berkendara Sepeda Motor oleh Siswa di Bawah Usia Legal Qonitah, Ratu Dina; Setiawan, Rizki
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71378

Abstract

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 telah menetapkan 17 tahun sebagai usia minimum kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM), namun pelanggaran masih terjadi, termasuk di kalangan siswa SMP di Kota Cilegon yang usianya di bawah legal tetapi mengendarai sepeda motor ke sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik berkendara siswa dengan menggunakan teori Strukturasi Anthony Giddens. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, ditemukan bahwa meskipun sekolah telah menetapkan aturan larangan berkendara, siswa tetap melanggarnya. Dalam perspektif Strukturasi, aturan sekolah (struktur) dan tindakan siswa (agen) berinteraksi secara dinamis, di mana siswa mereproduksi struktur melalui perilaku mereka. Aturan memiliki signifikansi rendah, dominasi sekolah dalam menegakkan aturan kurang efektif, dan legitimasi aturan tidak sepenuhnya diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam perumusan kebijakan pendidikan yang mengutamakan keselamatan berkendara bagi anak di bawah usia legal, serta mendorong pengawasan yang lebih ketat dari orang tua, sekolah, masyarakat, lembaga berwenang, dan pihak terkait lainnya.
Tindak Kejahatan Berulang Pada Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas Ii Pekanbaru (Studi tentang Proses Desosialisasi dan Resosialisasi) Fatriansyah, Aulia; Asriwandari, Hesti
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71061

Abstract

ABSTRAKNarapidana anak yang telah diberikan hukuman awalnya, kembali melakukan keberulangan kejahatan. Terjadinya keberulangan kejahatan terhadap narapidana anak tentu memiliki latar belakang, dimana sebelumnya mereka sudah pernah masuk diberikan pembinaan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengapa mereka melakukan kejahatan berulang dengan teori labelling dan differential association serta proses pembinaan resosialisasi yang dilakukan LPKA. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 5 orang. Hasil penelitian yaitu Keberulangan tindak kejahatan yang dilakukan oleh narapidana anak disebabkan labelling buruk dari masyarakat di lingkungannya, lalu lingkungan pertemanan lama dan disorganisasi keluarga. Dan proses desosialisasi dan resosialisasi yang diberikan LPKA sudah sangat bagus. Proses desosialisasi pertama mereka cepat beradaptasi, berbeda dengan desosialisasi kejahatan berulang. Proses resosialisasi dilakukan yaitu memberikan pendidikan non formal dan program keagamaan. Kesimpulannya yaitu proses desosialisasi dan resosialisasi diberikan oleh LPKA tidak menjamin kejahatan tidak dilakukan. Keberulangan kejahatan narapidana anak ini dikarenakan labelling buruk dari masyarakat menjadikan proses resosialisasi tidak dapat diimpelmentasikan oleh mereka, menyebabkan kembali ke pertemanan lama dan kembali melakukan kejahatan.
Makna Simbolik Dalam Tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong Pada Masyarakat Di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar Hijriana, Hijriana; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Ritual pelaksanaan tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong pada masyarakat di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar dan 2) Makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong pada masyarakat di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dan Pendekatan Deskriptif. Jumlah Informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu: 1) Tokoh Masyarakat, 2) Pemerintah setempat, 3) warga lokal. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan Member Check. Analisis data yaitu kondensasi data , display data , penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ritual pelaksanaan tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong yaitu: a) Appaballe, b) Pappasabi, c) Appalili, d) Appadongko Raki-raki’, e) Akrate Juma’. 2) makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Tammu Taung Gaukang Karaeng Galesong yaitu: a) Appaballe bermakna untuk mengingatkan kembali ingatan masyarakat tentang adanya Gaukang, b) Pappasabi bermakna sebagai penghargaan dan penghormatan masyarakat kepada gaukang, c) Appalili bermakna untuk menghindari mara bahaya, d) Appadongko Raki-raki’ dimaknai sebagai suatu bentuk perjamuan kepada leluhur, e) Akrate Juma’ dimaknai sebagai bentuk rasa puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan keberkahannya untuk tanah Galesong.
Pemanfaatan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pada Pekerja Konstruksi Informal di Kota Samarinda Abu, Ilham; Sultan, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.70776

Abstract

Salah satu pendekatan solusi untuk mengurangi risiko cedera akibat kecelakaan kerja di sektor konstruksi informal yaitu keikutsertaan dan pemanfaatan jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pekerja berupa BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kecelakaan kerja dan praktik pemanfaatan jaminan sosial ketenagakerjaan pada pekerja konstruksi informal. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan memilih populasi penelitian sebanyak 168 pekerja yang dipekerjakan oleh 7 pemborong konstruksi informal di wilayah Kelurahan Teluk Lerong Ulu Kota Samarinda. Pengumpulan data dilakukan pada semua populasi (total sampling) di bulan Oktober-Desember 2024 menggunakan kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif disertai narasi penjelasan dari setiap tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan yang dialami pekerja sebanyak 33,3% dengan jenis kecelakaan seperti tersandung, terpukul terjatuh, dan tersetrum yang mengakibatkan 11% pekerja tidak bekerja 4-10 hari. Sebagian besar pekerja selalu bekerja lembur, menggunakan peralatan kerja manual, memiliki tugas yang selalu berganti, dan berpengalaman di bidang konstruksi. Pekerja yang sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2% dan hanya 1% yang memanfaatkan layanannya.