cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 583 Documents
Degradasi Hubungan Kekerabatan (Studi Konflik Antar Kelompok di Sabutung Potere) arifin, jamaluddin; Arifin, Ibrahim
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71528

Abstract

Artikel ini membahas degradasi hubungan kekerabatan di Sabutung Paotere melalui kajian konflik antar kelompok. Kondisi dalam masyarakat tradisional yang mengandalkan sistem kekerabatan sebagai pilar utama struktur sosial dan mekanisme penyelesaian konflik kini mengalami perubahan signifikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab degradasi hubungan kekerabatan dan menganalisis dampaknya terhadap stabilitas sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dari informan kunci seperti tokoh masyarakat, pemimpin adat, dan anggota komunitas yang terlibat dalam konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa degradasi hubungan kekerabatan disebabkan oleh persaingan sumber daya, perbedaan kepentingan, dan melemahnya institusi tradisional. Dampak dari degradasi hubungan kekerabatan yaitu menurunnya kepercayaan antar kelompok, fragmentasi sosial, penurunan kohesi sosial, siklus kekerasan, dan trauma generasional. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi revitalisasi nilai-nilai tradisional dan penguatan mekanisme penyelesaian konflik berbasis kearifan lokal.
Etos Kerja Perempuan (Studi Kasus Pada Karyawan Perempuan Di Pt. Pendidikan Ganesha Operation Makassar) Khuzaimah, Andi; Sakaria, Sakaria; Abbas, Ria Renita
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.69954

Abstract

Etos kerja perempuan memainkan peran penting dalam mendukung produktivitas, efisiensi, dan keberhasilan organisasi. Komitmen perempuan yang displin, tekun dan dedikasi yang ditunjukkan oleh perempuan dalam dunia kerja tidak hanya mencerminkan kualitas individu, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis etos kerja pada karyawan perempuan PT. Pendidikan Ganesha Operation Makassar. Penelitian ini menerapkan penelitian kualitatif melalui strategi studi kasus dengan pendekatan deskriptif agar dapat menggambarkan suatu fakta yang ada melalui proses wawancara mendalam dengan 10 (sepuluh) orang staf pengajar Ganesha Operation. Penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga aspek etos kerja yang dimiliki staf pengajar di Ganesha Operation yakni (1) semangat kerja yakni etos kerja pengajar Ganesha Operation tercermin dari semangat yang ditunjukkan dalam menyelesaikan tugas secara cepat dan efisien untuk menghindari penundaan bahkan dalam menghadapi tantangan. Antusias dalam mengajar juga menjadi cerminan dalam semangat kerja.(2 jujur, bertanggung jawab, kepatuhan yang dimana jujur mencerminkan keberanian untuk melapor kepada atasan saat melakukan kesalahan, tanggung jawab tercermin dari usaha pengajar dalam memastikan siswa memahami materi dengan baik, serta kepatuhan yakni tampak pada pengajar yang sangat mengikuti aturan kerja di Ganesha Operation yakni membuat sketsa mengajar, mendokumentasi sebagai bukti dan merealisasikan jadwal mengajar. (3) Rasa cinta terhadap pekerjaan yakni dipengaruhi oleh minat pengajar dan antusias dalam melihat perkembangan siswa dalam belajar.. 
PENGARUH KESADARAN KOLEKTIF DAN DUKUNGAN ORANGTUA TERHADAP KELANJUTAN PENDIDIKAN ANAK PESISIR DI DUSUN TAIPA KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR Patrisia, Putri; Torro, Supriadi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71295

Abstract

kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, 2) Pengaruh dukungan orangtua terhadap kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, 3) Pengaruh kesadaran kolektif dan dukungan orangtua secara simultan terhadap kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey, dengan jumlah populasi adalah 382 orang. Pengambilan besaran sampel ditentukan melalui rumus Slovin dengan perolehan sampel yaitu 80 responden, karena terdapat 3 kelompok umur yakni 11-14, 15-18, dan 19-22 maka ditentukan jumlah sampel dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket dan dokumentasi. Kevalidan data diputuskan melalui uji korelasi dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji statistik inferensial dengan pengolahan data melalui aplikasi IBM SPSS versi 25. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa : 1) Terdapat pengaruh kesadaran kolektif terhadap kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, dengan hasil uji T yang menunjukkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 3,467 > ttabel 1,991. Kesadaran kolektif berada pada kategori “sangat baik” ditunjukkan dengan nilai skor rata-rata (mean) = 104,60 dan nilai persentase rata-rata = 87,16% .2) Terdapat pengaruh dukungan orangtua terhadap kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, dengan hasil uji T yang menunjukkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai thitung 11,434 > ttabel 1,991. Dukungan orangtua berada pada kategori “sangat baik” ditunjukkan dengan nilai skor rata-rata (mean) = 105,36 dan nilai persentase rata-rata = 87,80%. 3) Terdapat pengaruh secara simultan antara kesadaran kolektif dan dukungan orangtua terhadap kelanjutan pendidikan anak pesisir di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, dengan tabel uji F nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 66,668 > Ftabel 3,11. Hasil tabel koefisien determinan R2 “Model Summary” menunjukkan nilai Rsquare sebesar 0,634, artinya kedua variabel X secara simultan berpengaruh terhadap variabel Y sebesar 63,4% dengan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian ini. Kata kunci: Kesadaran Kolektif, Dukungan Orangtua, Pendidikan Anak Pesisir
Interaksi Sosial Keagamaan Pada Masyarakat Desa Kaballokang Pakkabba Kabupaten Takalar Rahman, Abdul
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.71121

Abstract

One of the characteristics of village communities that still survives today is that they strive to always maintain harmony and harmony between each other in the process of social interaction. This article attempts to explore the social life of the people of Kaballokang Pakkabba Village, especially those related to social-religious interactions as the socio-cultural basis of a civilized society. The main problem studied is what underlies the emergence of religious social interaction and how religious social interaction is practiced in Kaballokang Pakkabba Village. To obtain data in order to answer the main problem, data was collected through observation and in-depth interviews. The data that has been collected is then analyzed using narrative techniques, namely examining a combined collection of descriptions of events and phenomena. The data that has been analyzed is then interpreted based on the understanding and experience of the research subjects, which is then presented in descriptive narrative form. The research results show that the emergence of religious social interaction in Kaballokang Pakkabba Village is based on the understanding of religious communities who always uphold the importance of a harmonious life in accordance with their respective religious doctrines. Religious social interaction finds momentum when each religious adherent celebrates their religious holidays.
Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar Anniza K, Nur Alia; Ismail, Ashari; Mario, Mario
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.48579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui motif yang melatarbelakangi perilaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berdasarkan perspektif tindakan sosial Max Weber, 2. Mengetahui interaksi sosial pelaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif jenis fenomenologi. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1. Motif yang melatarbelakangi mahasiswa prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berperilaku phubbing ialah karena kebiasaan dan dilakukan dengan spontan (tindakan tradisional), karena bosan, gugup, cemas, takut, canggung, merasa aneh jika tidak mengecek atau melihat ponsel dan berkeinginan untuk terus mengecek ponsel (tindakan afektif), karena mewajarkan phubbing  sebab sudah menjadi lumrah di masyarakat dengan tetap menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku (berorientasi nilai), karena memiliki harapan atau tujuan, yaitu menghindari tindakan kriminal (hipnotis), mengecek waktu, berbagi informasi dengan orang tua dan dosen serta FoMO atau rasa takut tertinggal trend (tindakan instrumental). 2. Pergeseran pola interaksi dilihat dari perilaku mahasiswa yang senang bermain ponsel saat bersama teman, keluarga, pasangan dan dosen dengan alasan bosan, gugup, cemas, takut dan canggung berakhir pada berkurangnya interaksi secara langsung. Pola interaksi yang dibentuk yaitu, a) kerjasama dalam bentuk komunikasi interpersonal (pola asosiatif) b) mewajarkan dan menggap lumrah perilaku phubbing dengan berusaha menyesuaikan diri dengan lawan bicara dan orang sekitar guna meminimalisir ketegangan atau konflik dan melahirkan keseimbangan dalam kehidupan sosial, pola yang dibentuk adalah akomodasi (penyesuaian diri agar terhindar dari konflik/asosiatif). c) Perilaku phubbing memiliki dampak negatif salah satunya adalah memicu terjadinya konflik, akibat salahsatu pihak merasa diabaikan.
Kampanye Sustainable Fashion di Akun @dinoaugusto dan Peningkatan Kesadaran Lingkungan Pengguna Media Sosial Instagram Mappe, Ulfa Utami; Sadriani, Andi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.73601

Abstract

Produk fesyen saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern. Penggunaan produk fesyen mestinya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi, pada realitasnya, penggunaan produk fesyen justru digunakan untuk memenuhi keinginan dan mengikuti trend yang diciptakan oleh pasar sehingga produksi fesyen menjadi sangat cepat atau dikenal dengan istilah fast fashion tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sustainable fashion yang dilakukan di media sosial Instagram @dinoaugusto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokus penelitian adalah media sosial Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati pesan, interaksi, dan respon audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye dilakukan di akun media sosial Instagram @dinoaugusto dengan membagikan konten edukasi berupa video mengenai bahaya lingkungan produk fast fashion yang dapat menimbulkan limbah sejak produksi hingga konsumsinya, penggunaan produk fesyen secara bijak dengan memilih produk fesyen yang sustain serta menormalisasi penggunaan produk secara berulang, melakukan konsumsi produk fesyen secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan serta memilih bahan yang ramah terhadap lingkungan. Efek kampanye yang dilakukan terhadap kesadaran lingkungan pengguna instagram yakni audiens pada pengetahuan (mendapatkan pemahaman baru), sikap (tindakan evaluasi), dan perilaku (menerapkan penggunaan produk sustainable fashion).
Tradisi Ziarah Kubur (Majerra’) Pasca Pernikahan Di Desa Allakuang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap Niar, Niar; Ismail, Ashari; Tamrin, Sopian
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.71950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan tetap eksis dalam masyarakat Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, berkaitan dengan Syekh Abdul Rahman / Syekh Bojo sebagai kifrah dalam penyebaran islam, penamaan tradisi ziarah kubur sebagai majerra’, tradisi ziarah kubur yang dilakukan pasca pernikahan, dan adanya fungsi tradisi majerra’ tersebut di masyarakat. 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap termuat dalam pelaksanaan tradisi yang meliputi persiapan ziarah, waktu dan penyelenggaraan ziarah, dan tata ruang makam. Makna tersebut menghasilkan nilai-nilai berupa nilai spritual, nilai tradisi (budaya), dan nilai silaturahmi. Dalam teori Fungsionalisme, pemenuhan kebutuhan biologis dari tradisi ziarah kubur (majerra’) dikaitkan dengan keselamatan dan keberlangsungan keturunan sedangkan kebutuhan psikologis berupa penghargaan dan penghormatan kepada leluhur. Sehingga tradisi tersebut dilakukan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Secara simbolik tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan bermakna penghormatan, ungkapan rasa syukur hingga keharusan sebagai keberlanjutan tradisi yang kemudian menghasilkan nilai-nilai tradisi berupa nilai spitual, nilai tradisi (budaya) dan nilai silaturahmi.
Andil Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam Mencegah Perundungan Sartika, Sartika; Agus, Andi Aco; Suyitno, Imam
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.75728

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (2) Bentuk-bentuk perundungan yang terjadi di SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar (3) Andil projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam mencegah perundungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber informan peneliti adalah 5 orang guru dan 10 orang siswa SMP Islam Terpadu Wahdah Islamiyah Makassar. Hasil ini menunjukkan bahwa : (1) Perencanaan proyek P5 melalui beberapa tahapan yaitu merencanakan alokasi waktu dan profil dimensi, membentuk tim fasilitator, menentukan tema. Eksekusi proyek P5 menggunakan empat alur yaitu orientasi, kontekstualisasi, aksi, refleksi dan tindak lanjut. Evaluasi proyek P5 dilakukan secara formatif dan partisipatif, proses penekanan dan keterlibatan siswa dalam membentuk sikap positif serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. (2) Bentuk-bentuk perundungan yang ditemukan di sekolah meliputi perundungan verbal, relasional, dan digital (cyberbullying). (3) Projek P5 ikut andil dan penting dalam mencegah perundungan melalui penanaman nilai-nilai empati, gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi di Ekowisata Mangrove Lantebung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar) Mustaming, Najiyah; Idrus, Idham Irwansyah; Ramli, Mauliadi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.74956

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Bagaimana bentuk partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung, (2) Bagaimana kendala yang dihadapi oleh masyarakat lokal dalam pengembangan Ekowisata Mangrove Lantebung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan penentuan informan penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara langsung kepada informan yang berjumlah 9 orang sesuai dengan kriteria informan yang telah ditentukan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bentuk partisipasi yang diberikan masyarakat adalah partisipasi dalam bentuk ide/gagasan dalam tahap perencanaan, partisipasi dalam bentuk tindakan diberikan dalam tahap pelaksanaan dalam wujud pemanfaatan sumber daya manusia untuk terlibat langsung dalam pengelolaan ekowisata dan melakukan berbagai usaha yang mendukung pengembangan ekowisata, serta pada tahap monitoring dan evaluasi masyarakat berpartisipasi dalam bentuk melakukan pengawasan dan memberikan saran dan kritik terkait pengelolaan ekowisata. (2) kendala-kendala yang dihadapi oleh masyarakat dalam pengembangan ekowisata berupa kendala komunikasi, keterbatasan anggaran, serta kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten.
Muhammadiyah Dan Tradisi Assuro Maca Suku Makassar Hikma, Nur; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.72473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Pandangan masyarakat Muhammadiyah terhadap tradisi assuro maca suku Makassar di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa dan 2) Pengaruh Muhammadiyah dalam menjalin hubungan sosial dan interaksi terhadap penganut tradisi assuro maca dalam kehidupan sehari-hari di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitan ini sebanyak 13 orang di antaranya 1 orang pemerintah setempat, 6 orang anggota Muhammadiyah serta simpatisan aktif Muhammadiyah (baik pengurus maupun individu secara rutin mengikuti kegiatan tanpa keanggotaan formal), 2 orang tokoh adat/budaya yang memimpin tradisi assuro maca dan 4 orang penganut tradisi assuro maca yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu: 1) pemerintah setempat, 2) anggota Muhammadiyah, 3) tokoh adat, dan 4) penganut tradisi assuro maca. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber/cross check. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pandangan masyarakat Muhammadiyah terhadap tradisi assuro maca suku Makassar di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa di antaranya: a. Tanggapan dari masyarakat Muhammadiyah terhadap tradisi assuro maca b. Tanggapan dari masyarakat penganut tradisi assuro maca. 2) Pengaruh Muhammadiyah dalam menjalin hubungan sosial dan interaksi terhadap penganut tradisi assuro maca dalam kehidupan sehari-hari di Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa di antaranya: a. Pertukaran gagasan dan penyampaian ajaran b. Konfigurasi pergaulan sosial setiap hari. Di mana sebagian besar anggota dan simpatisan Muhammadiyah tidak melaksanakan tradisi assuro maca di karenakan perbuatan tersebut berpotensi mengarah pada perbuatan musyrik karena dalam ajaran agama yang mereka anut tidak ada dalam ajaran Islam yang tertulis. Sedangkan penganut tradisi berpandangan assuro maca sebagai budaya yang sejalan dengan Islam, memperkuat hubungan sosial, dan mendoakan leluhur. Interaksi keduanya melibatkan dialoq dan dakwah Muhammadiyah yang persuasive.