cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 919 Documents
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL REMBULAN DI LANGIT KONSTANTINOPEL KARYA EL SALMAN AYASHI RZ DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING DI SMK Afan Nurfatah
SURYA BAHTERA Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) unsur kebahasaan; (3) nilai moral; (4) rencana pelaksanaan pembelajaranObjek penelitian ini adalah novel Rembulan di Langit Konstantinopel Karya Salman Ayashi Rz. Fokus penelitian ini berupa nilai moral novel Rembulan di Langit Konstantinopel Karya El Salman Ayashi Rz serta rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XII SMK. Sumber data berupa novel dan kutipan tokoh. Instrumen penelitian ini peneliti sendiri dengan bantuan kartu pencatat data. Pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik pustaka. Dalam analisis data ini digunakan analisis isi. Hasil analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel: (a) tokoh utama: Yusuf ( emosional, pemabuk, religius, bijaksana, dan saleh); tokoh tambahan: Aziz, Nazmah, Haidar, Kajong, Anas, Pak Ibrahim, Ahmad; (b) alur: alur maju, (c) latar: latar tempat: rumah Ridwan Hasan Ali, kamar, flat dan Turki; latar waktu: pagi hari dan malam hari; latar sosial: keagamaan; (2) unsur kebahasaan dalam novel Rembulan di Langit Konstantinopel Karya El Salman Ayashi Rz, yaitu: (a) majas: simile, personifikasi, dan hiperbola, (b) ungkapan, dan (c) peribahasa: perumpamaan; (3) aspek  nilai moral dalam novel Rembulan di Langit Konstantinopel Karya El Salman Ayashi Rz mencakup empat aspek, yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan: bersyukur, berdoa, beribadah, ikhlas, jihad, upaya dan usaha, taubat, (b) hubungan manusia dengan manusia lain: persahabatan, tolong-menolong, perduli dengan orang lain, memberi nasihat, dan kasih sayang dalam keluarga, (c) hubungan manusia dengan diri sendiri: eksistensi diri, rindu, sedih, dan tidak mudah menyerah, (d) hubungan manusia dengan alam: memuji keindahan alam; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel disesuaikan dengan kompetensi dasar 3.9 menganalisi isi dan kebahasaan novel. Metode yang digunakan adalah metode cooperative learning.Kata kunci :nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran cooperative learning\  
Analisis Perubahan Makna Program Acara Mata Najwa "Ujian Reformasi" dan Relevansinya Pembelajaran Mendengarkan Debat di Kelas X SMA Feba Ayuningtiyas; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) macam-macam jenis perubahan makna dalam program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi; (2) relevansi pembelajaran perubahan makna sebagai bahan pembelajaran keterampilan mendengarkan dalam program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” di kelas X SMA; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran debat dalam program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” di kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap (SLBC). Metode padan digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pada program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” terdapat (1) macam-macam perubahan makna yang ditemukan oleh penulis meliputi: perubahan makna meluas ditemukan 11, perubahan makna total ditemukan 2, perubahan makna penghalusan ditemukan 3, dan perubahan makna pengasaran ditemukan 14. Jadi, keselurahan program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” yang mengalami perubahan makna sebanyak 30;  (2) relevansi perubahan makna program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran keterampilan mendengarkan debat di kelas X SMA meliputi: (a) mendengarkan untuk belajar, (b) mendengarkan untuk mengapresiasi, (c) mendengarkan untuk mengevaluasi; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran debat dalam program acara Mata Najwa “Ujian Reformasi” di kelas X SMA disesuaikan dengan KD 3.13 Menganalisis isi debat (permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak dan simpulan). Pembelajaran dilaksanakan dengan metode inkuiri, diskusi, dan tanya jawab. Model yang digunakan adalah jigsaw.  Kata kunci : perubahan makna, program Mata Najwa, dan rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS ASPEK SOSIOLOGI SASTRA NOVEL TUHAN KENAPA KAU MEMBERIKU WAJAH INI? KARYA ISA ALAMSYAH DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Wiwit Nur Aeni; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto,
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) aspek sosiologi; (3) hubungan antaraspek; (4) rencana pelaksanaan pembelajaran isi novel Tuhan, Kenapa Kau Memberiku Wajah Ini? karya Isa Alamsyah di kelas XII SMA. Objek penelitian berupa aspek-aspek sosiologi. Teknik pengumpulan data berupa teknik studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data berupa analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik (a) tema: perjuangan Hanif menyelamatkan diri dari berbagai ancaman kehidupan; (b) tokoh utama: Hanif Yahya, tokoh tambahan: Uday, Saddam Hussein, Ummi, dan Abi; (c) latar tempat: Baghdad, Istana Republik, dan Skotlandia, Latar waktu: pagi, siang, sore dan malam, latar suasana: sedih, bahagia, dan ricuh. (d) alur: maju. (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu, dan (f) pantang menyerah, dan berani karena benar; (2) aspek sosiologi (a) aspek kekerabatan: anak dengan ibu, anak dengan ayah, dan istri dengan suami, (b) aspek cinta kasih: cinta kasih terhadap keluarga dan cinta kasih terhadap teman, (c) aspek moral: bersyukur, menghormati, jujur, dan pantang menyerah, (d) aspek pendidikan: pemberi motivasi, dan sikap keteladanan, (e) aspek ekonomi: perekonomian keluarga sukses dan sukses prestasi di pekerjaan, (f) aspek religi: mualaf, dan berdoa; (3) hubungan antaraspek (a) cinta kasih dengan religi, (b) pendidikan dengan ekonomi, (c) cinta kasih dengan kekerabatan, (d) kekerabatan dengan moral. (4) RPP di kelas XII SMA dengan metode Think-Pair-Share. Langkah: siswa mengidentifikasi unsur intrinsik dan aspek sosiologi, bergabung dengan pasangan untuk berdiskusi, dan mempresentasikan hasil diskusi. Penilaian berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikapKata kunci: aspek sosiologi, novel, rencana pelaksanaan pembelajaranAbstract: This study aims to describe: (1) intrinsic elements; (2) sociological aspects; (3) the relationship between aspects; (4) the lesson plan contents of the novel Tuhan, Kenapa Kau Memberiku Wajah Ini? by Isa Alamsyah in class XII of SMA. Technique of the research is literature review, reading technique, and note technique. Analysis of this research is collecting data. Based on the analysis, it can be concluded that (1) intrinsic element: (a) theme: Hanif's struggle to save himself from various life threats; (b) main characters: Hanif Yahya, additional characters: Uday, Saddam Hussein, Ummi, and Abi; (c) setting of place: Baghdad, Palace of the Republic, and Scotland, setting of time: morning, afternoon, evening and night, setting of atmosphere: sad, happy, and chaotic. (d) plot: forward. (e) point of view: third person omniscient, and (f) never give up, and be brave because it's true;(2) sociological aspects (a) kinship aspects: children with mothers, children with fathers, and wives with husbands, (b) aspects of love: love for family and love for friends, (c) moral aspects: gratitude, respect, honesty, and abstinence giving up, (d) educational aspects: motivating, and exemplary, (e) economic aspects: successful family economy and successful achievement at work, (f) religious aspects: converts, and prays; (3) relationship between asp
ANALISIS NILAI RELIGIUS FILM 99 NAMA CINTA SUTRADARA DANIAL RIFKI DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE QUANTUM LEARNING DI SMA Rifani Fikri Amirullah; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nama Cinta Sutradara Danial Rifki; (2) nilai religius film 99 Nama Cinta Sutradara Danial Rifki; (3) rencana pembelajaran film 99 Nama Cinta Sutradara Danial Rifki dengan metode Quantum Learning di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu nilai religius film 99 Nama Cinta sutradara Danial Rifki dan rencana pembelajarannya dengan metode Quantum Learning di SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik catat. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis data model alir. Teknik penyajian informal sebagai teknik penyajian hasil analisis data. Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) unsur intrinsik film 99 Nama Cinta sutradara Danial Rifki mencakup 6 aspek yaitu: (a) tema: kebaktian seorang anak kepada ayahnya; (b) alur: maju; (c) tokoh meliputi: Talia, Kiblat, Ibu Talia, Ayah Talia, Kyai Umar, Mlenuk, Candra, Tedy, Ustaz Bambu; (d) latar meliputi: (i) latar tempat: Studio 5, Rumah Talia, Pondok Pesantren, Jakarta, Kediri, (ii) latar waktu: pagi, siang, malam, (iii) latar sosial: kehidupan pesantren dan kehidupan pertelevisian; (e) dialog: terdapat dialeg jawa timuran; (f) amanat: perintah untuk selalu percaya dan yakin akan takdir yang Allah berikan kepada kita, dan perintah untuk menghindari gosip atau ghibah. (2) nilai religius film 99 Nama Cinta sutradara Danial Rifki mencakup 3 aspek yaitu: (a) akidah; (b) ibadah/syariat; (c) akhlak. (3) rencana pembelajaran film 99 Nama Cinta sutradara Danial Rifki dalam pembelajaran drama/film dengan metode Quantum Learning di kelas XI SMA yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 berdasarkan kompetensi dasar 3.18 Mengidentifikasi alur cerita, babak demi babak, dan konflik dalam drama yang dibaca atau ditonton. Kata Kunci: unsur intrinsik, nilai religius, rencana pembelajaran Abstract: This study aims to describe: (1) the intrinsic elements of the film 99 Nama Cinta, directed by Danial Rifki; (2) the religious value of the film 99 Names of Love, directed by Danial Rifki; (3) lesson plan for the film 99 Names of Love, directed by Danial Rifki, using the Quantum Learning method in high school. This research is a qualitative descriptive study. The focus of this research is the religious value of the film 99 Nama Cinta directed by Danial Rifki and its lesson plan using the Quantum Learning method in high school. Data collection techniques were carried out by observation and note-taking techniques. The data collected were analyzed using flow model data analysis techniques. Informal presentation technique as a technique for presenting the results of data analysis. From the results of this study, it can be concluded: (1) the intrinsic elements of film 99 Nama Cinta directed by Danial Rifki include 6 aspects, namely: (a) theme: devotion of a child to his father; (b) flow: forward; (c) the figures include: Talia, Qibla, Talia's mother, Talia's father, Kyai Umar, Mlenuk, Candra, Tedy, Ustaz Bambu; (d) the setting includes: (i) the setting of the place: Studio 5, Talia's House, Pondok Pesantren, Jakarta, Kediri, (ii) the setting of the time: morning, afternoon, evening, (iii) the social setting: pesantren life and television life; (e) dialogue: there is an East Java dialect; (f) mandate: the command to always believe and believe in the destiny that Allah has given us, and the command to avoid gossip or backbiting. (2) the religious value of the film 99 Nama Cinta by director Danial Rifki includes 3 aspects, namely: (a) creed; (b) worship/shari'a; (c) morality. (3) learning plan for the film 99 Nama Cinta directed by Danial Rifki in learning drama/film using the Quantum Learning method in class XI SMA which is adapted to the 2013 curriculum based on basic competencies 3.18 Identifying storylines, chapter by act, and conflicts in dramas that are read or watched. Keywords: intrinsic elements, religious values, lesson plans
Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di Kelas XI SMA Anesty Okta Fianty; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa, (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dengan media film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif pada film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sutradara Ernest Prakasa dan Skenario Pembelajarannya di SMA. Sumber data pada penelitian ini adalah film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis ini dilakukan dengan metode padan. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah, permintaan, ajakan, nasihat, kritikan, dan larangan; (2) fungsi tindak tutur direktif dalam film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan terdiri atas: perintah memiliki fungsi menyuruh 21 data, meminjam 1 data, dan menyilakan 1 data; permintaan memiliki fungsi meminta 32 data, mengharapkan 1 data, memohon 4 data, dan menawarkan 8 data; ajakan memiliki fungsi mengajak 7 data, merayu 1 data, dan mendukung 1 data; nasihat memiliki fungsi menasihati 6 data, menyarankan 8 data, mengarahkan 1 data, dan mengingatkan 3 data; kritikan memiliki fungsi menegur 5 data, menyindir 1 data, mengumpat 2 data, dan marah 2 data; larangan memiliki fungsi melarang 6 data dan menegur 1 data; (3) skenario pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan di kelas XI SMA dilaksanakan berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton menggunakan model Discovery Learning. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pembelajaran yang disampaikan. selanjutnya, pada tahap inti, dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran discovery learning (penemuan) yaitu guru memberikan tugas kepada siswa untuk berkelompok kemudian diminta menemukan dialog yang termasuk tindak tutur direktif dalam film. Dalam tahap penutup, guru merefleksikan kegiatan pembelajaran untuk membangun karakter siswa.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, dan skenario pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA FILM MARTABAK BANGKA SUTRADARA EMAN PRADIPTA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Refa Kartika Yunarning Fajar; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dialog film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta; (2) rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Objek penelitian ini berupa tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta. Penelitian ini difokuskan pada analisis tindak tutur direktif dalam film Martabak Bangka sutradara Eman Pradipta dan rencana pelaksanaan pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Martabak Bangka. Dalam pengumpulan data ini menggunakan teknik simak dan catat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam dialog film Martabak Bangka  meliputi enam bentuk yaitu: sepuluh tindak tutur direktif perintah, duabelas tindak tutur direktif permintaan, enam tidak tutur direktif mengajak, sembilan tindak tutur direktif nasihat, tiga tindak tutur direktif menegur, dan dua tindak tutur direktif melarang; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran tindak tutur direktif dalam dialog film Martabak Bangka di kelas XI SMA berdasarkan KD. 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama/film yang dibaca atau ditonton dengan menggunakan model Cooperative learning. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi (a) guru memberikan materi; (b) guru menayangkan film Martabak Bangka; (c) peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok atau menyesuaikan jumlah peserta didik; (d) secara bergantian peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.Kata kunci: tindak tutur direktif, film, rencana pelaksanaan pembelajarannya.Abstract: The objectives of this research are (1) to describe the form of directive speech actin dialogue of Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta, and (2) to describe its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The object of this research is directive speech act in Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta. This research is focused on the analysis of directive speech act Martabak Bangka film directed by Eman Pradipta and its lesson plan in eleventh-grade of senior high school. The data source is Martabak Bangka film. The data were collected by using observation method with uninvolved conversation observation technique. The  instrument of  this research was the researcher herself and analysis card. The data was analyzed by using identity method. The data were presented by using informal technique. It can be concluded  that (1) there are six forms of directive speech act in Martabak Bangka film: (a) ten forms of commanding directive speech act, (b) twelve forms of requesting directive speech act, (c) six forms of inviting directive speech act, (d) nine forms of advising directive speech act, (e) three forms of reprimanding directive speech act, (f) two forms of forbidding directive speech act; (2) the lesson plan of directive speech act in dialogue of Martabak Bangka film based on KD. 3.19 analyzing content and language of drama/film read or watched using Cooperative Learning method with Student Team Achievement Divisions (STAD) type. The learning steps are (a) teacher provides the material; (b) teacher shows Martabak Bangka  film; (c) students are divided into four groups or adjust the number of students; (d) students present their discussion result in front of the class.Keyword: directive speech act, film, the lesson plan
Nilai Pendidikan Karakter Novel Merdeka Sejak Hati Karya A. Fuadi dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA Sindi Denta Ramadhani; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Merdeka Sejak Hati Karya A. Fuadi; (2) nilai pendidikan karakter novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya di SMA. Objek penelitian ini adalah unsur intrinsik novel, nilai pendidikan karakter, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Studi pustaka merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data. Analisis isi  merupakan teknik yang digunakan dalam analisis data. Metode informal merupakan teknik yang digunakan dalam penyajian hasil analisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi terdiri dari: a) tema mayor: kisah perjalanan hidup seorang pahlawan nasional, tema minor: pencarian jati diri, penjajahan bangsa Indonesia, pendirian sebuah organisasi, keharmonisan keluarga, b) tokoh utama: Lafran Pane (keras kepala, pemberani), tokoh tambahan: Nenek, Sutan Pangurabaan , Gonto Siregar , Salmiah Pane, c) alur: maju, d) latar tempat: ruang makan, surau, pasar, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar suasana: menyenangkan, menyedihkan, menegangkan, e) sudut pandang: orang pertama sebagai pelaku utama, f) amanat: jangan pernah menyerah untuk menggapai sebuah keinginan; (2) nilai pendidikan karakter dalam Novel Merdeka Sejak Hati karya A. Fuadi terdiri dari: (a) religius, (b) jujur, (c) toleransi, (d) disiplin, (e) kerja keras, (f) kreatif, (g) mandiri, (h) demokratis, (i) rasa ingin tahu, (j) semangat kebangsaan, (k) cinta tanah air, (l) menghargai prestasi, (m) bersahabat/komunikatif, (n) cinta damai, (o) gemar membaca ada, (p) peduli lingkungan, (q) peduli sosial, (r) tanggung jawab; (3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disesuaikan dengan KD 7.2 menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan menggunakan metode STAD (Student Team Achievement Division). Kegiatan pembelajarannya  meliputi: (a) guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5  siswa yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi dan jenis kelamin, (b) guru memberikan tugas menganalisis unsur intrinsik dan nilai pendidikan karakter untuk dikerjakan di rumah, (c) pada minggu berikutnya, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.
ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL CATATAN JUANG KARYA FIERSA BESARI DENGAN TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMK Sediono Dwi Rizqi Saputro; Bagiya Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; (1) unsur intrinsik Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari, (2) psikologi kepribadian tokoh utama novel Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari, (3) rencana pelaksanaan pembelajaran Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari di SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, baca, dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data dan alat tulisnya. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan content analysis (analisis isi). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) unsur intrinsik Novel Catatan Juang Karya Fiersa Besari; (2) psikologi kepribadian novel ini yaitu konflik batin yang dialami tokoh utama ketika Kasuarina mengalami keresahan dalam pekerjaan dan kisah cintanya, dari teori Sigmund Freud yang membahas id,ego, dan superego tokoh utama lebih menonjol pada superego, yaitu ketika tokoh utama membutuhkan pekerjaan yang sesuai cita-citanya  untuk kelangsungan hidupnya, ego memilih untuk bekerja menjadi sinematografer dan hasilnya superego yang baik atau positif; dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran novel ini dengan menggunakan metode analisis isi. Langkah-langkah dalam metode ini yaitu, guru membagi kelompok kemudian menjelaskan materi dan siswa diminta untuk mencari unsur intrinsik dan psikologi tokoh dalam novel, selanjutnya dua siswa dalam kelompok pergi ke kelompok lain untuk meminta informasi, dan dua siswa lain tinggal dalam kelompok untuk memberi informasi kepada kelompok lain. Terakhir setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasilnya. Kata kunci: unsur intrinsik, psikologi sastra, novel Novel Catatan Juang.
ANALISIS MASKULINITAS TOKOH UTAMA DALAM NASKAH DRAMA MALAM JAHANAM KARYA MOTINGGO BOESJE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Dino Budiyanto; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK:   Tujuan penelitian ini mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) maskulinitas; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian berupa ciri kapribadian maskulinitas tokoh Mat Kontan dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje. Teknik pengumpulan data berupa teknik pustaka dan teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje. Teknik analisis data berupa analisis isi.Berdasarkan penelitian, dapat diperoleh bahwa: (1) tidak terdapat unsur intrinsik naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje mencakup enam unsur, yaitu (a) tema: pada bagian yang terdapat tema walikota yang berisikan lika-liku kehidupan rumah tangga dan tema minor yang berisikan masalah perselingkuhan, kesombongan dan masalah penyesalan; (b) alur: alur maju; (c) tokoh dan perwatakan: tokoh protagonis: Mat Kontan memiliki watak sombong, penakut, emosional, sok tahu dan tokoh Paijah memiliki watak pencemas dan tidak setia; tokoh antagonis: soleman memiliki watak penakut, pembual, perhatian kepada paijah dan tokoh utai memiliki watak penurut dan jahil; tokoh triagonis: tukang pijat memiliki watak selalu ingin tahu sesuatu permasalahan;(d) digolongkan menjadi tiga, latar tempat: di pekarangan rumah dan di dalam rumah; latar waktu: malam hari; latar suasana: sunyi, menakutkan, sedih, dan tegang (menegangkan); (e) dialog : Dialog pada naskah dramaMalam Jahanamberisikan dialog-dialog yang menggambarkan sifat para tokoh, menampilkan hingga alur, menciptakan konflik antartokoh, fakta yang dibutuhkan untuk membangun drama maupun interaksi antartokoh, serta sebagai penghubung antara satu adegan dengan adegan lain; (f) amanat: kita harus orang yang jujur karena apabila kita berbohong dapat merugikan diri sendiri dan janganlah kita menyembunyikannya karena cepat atau lambat itu akan terbongkar juga; (2) maskulinitas: tokoh Mat Kontan memiliki Sembilan ciri kepribadian maskulinitas yaitu: (a) memiliki prinsip kuat (b) perhatian kepada keluarga (c) percaya diri, (d) tidak putus asa, (e) memiliki bini atau istri (e) temperamen, (f) realistis, (g) tegas, dan (h) tegas;cooperative learningKata kunci: maskulinitas, naskah drama dan rencana pembelajaranABSTRACT: The purpose of this research  is to describe: (1) intrinsic elements; (2) masculinity; (3) the implementation plan for learning the content of the play script Malam Jahanam by Motinggo Boesje in class XI SMA. This research is a qualitative descriptive research. The object of the research is the masculinity of Mat Kontan's character in the drama script Malam Jahanam by Motinggo Boesje. Data collection techniques are library techniques and note-taking techniques. The data source of this research is the script of the drama Malam Jahanam by Motinggo Boesje. The data analysis technique is in the form of content analysis. Based on the results of the research, it can be concluded that: (1) the intrinsic elements of the drama script Malam Jahanam by Motinggo Boesje include six elements, namely (a) the theme: in the theme section there is a major theme which contains the twists and turns of domestic life and a minor theme which contains infidelity problems, pride problems and regret problems; (b) plot: forward plot; (c) characters and characterization: protagonist: Mat Kontan is an arrogant, timid, emotional, knowing character and Paijah's character has an anxious and disloyal character; antagonist character: soleman has a cowardly character, boasts, cares for paijah and the character utai has an obedient and ignorant character; triagonist character: masseurs have the character of always wanting to know something about a problem; (d) the setting is classified into three, the setting of the place: in the yard of the house and inside the house; time setting: night; setting: silent, scary, sad, and tense (stressing); (e) dialogue: Dialogue in the drama script Malam Jahanam contains dialogues that describe the character's traits, displays and enriches the plot, creates conflict between characters, presents facts needed to build drama and interactions between characters, and acts as a liaison between one scene and another. ; (f) message: we must be honest people because if we lie it can harm ourselves and others and we must not hide the lie because sooner or later the lie will be exposed too; (2) masculinity: Mat Kontan's character has nine personality traits of masculinity, namely: (a) having strong principles (b) caring for family (c) self-confidence, (d) not giving up. (e) have a wife or wife (e) temperament, (f) realistic, (g) ambitious, and (h) assertive; (3) the implementation plan of learning the script for the drama Malam Jahanam by Motinggo Boesje using the cooperative learning methodKata kunci : maskulinitas, naskah drama dan RPP
ANALISIS TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM NOVEL I AM SARAHZA KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA DAN RENCANA PEMBELAJARAN DI KELAS XI SMK Inggar Yossi Randra; Bagiya Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur asertif yang terdapat dalam novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran tindak tutur asertif dalam percakapan novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dengan rencana pelaksanaan pembelajarannya pada siswa kelas XI SMK. Objek penelitian adalah novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Fokus penelitian ini adalah tindak tutur asertif pada novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas XI SMK. Sumber data penelitian ini adalah novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Teknik Pengumpulan data diperoleh dengan teknik simak catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan kertas pencatat data dan alat tulis Analisis data dengan menggunakan teknik daya pilah pragmatis yang alat penentunya mitra tutur.  Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: tuturan asertif pada novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ditemukan 45 fungsi tuturan, yang terbagi menjadi tuturan menyatakan 9 tuturan, mengakui 5 tuturan, mengemukakan pendapat 7 tuturan, membual 3 tuturan, menuntut 5 tuturan, menunjukkan 6 tuturan, memberikan saksi 1 tuturan, dan memberitahukan 9 tuturan.Kata kunci: Nilai Moral, Novel, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue