cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
ANALISIS NILAI BUDAYA JAWA DALAM NOVEL WIGATI; LINTANG MANIK WORO KARYA KHILMA ANIS DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA DI KELAS XII SMA Nisa, Zulfatun Nisa; Kadaryati, Kadaryati Kadaryati; Purwanto, Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel Wigati; Lintang Manik Woro karya Khilma Anis menggambarkan kekayaan budaya Jawa yang terdapat dalam cerita novel tersebut. Novel tersebut memberikan pengalaman budaya kepada pembaca terkait dengan kehidupan masyarakat Jawa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya Jawa dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi nilai budaya Jawa yang ada dalam novel tersebut. Selain itu, penelitian ini juga berkaitan dengan relevansi pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, menggambarkan secara rinci nilai budaya Jawa yang ada dalam novel dan mempertimbangkan sejauh mana hal tersebut dapat mendukung pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel yang dikaji terdapat nilai budaya Jawa yang meliputi: (a) menerima takdir atau nrima,(b) pekerjaan, (c) memanfaatkan waktu yang tersedia, (d) sopan santun, (e) gotong royong, (f) tolong menolong, (g) silaturahmi, (h) peduli terhadap sesama, (i) taat kepada orang tua, (j) saling memaafkan, (k) peduli lingkungan, (l) memanfaatkan alam  dan relevansinya sebagai pembelajaran sastra di kelas XII SMA meliputi: (a) ketercapaian tujuan jangka panjang pembelajaran sastra yaitu siswa mempunyai apresiasi tinggi terhadap karya sastra; (b) ketercapaian Kompetensi Dasar yaitu siswa dapat menganalisis teks novel melalui tulisan; (c) novel sesuai sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di kelas XII SMA.Kata kunci: nilai budaya Jawa, novel, relevansi pembelajaran Abstract: Abstract: Novel Wigati; Lintang Manik Woro by Khilma Anis describes the richness of Javanese culture contained in the novel's story. The novel provides cultural experiences to readers related to the life of the Javanese people. Therefore, this study aims to analyze Javanese culture and its relevance as material for learning literature in class XII SMA. This study uses a qualitative approach with content analysis method to identify the Javanese cultural values contained in the novel. In addition, this research is also related to the relevance of learning literature in class XII SMA. The data were analyzed using a descriptive technique, describing in detail the Javanese cultural values contained in the novel and considering the extent to which this could support the learning of literature in class XII SMA. The results of this study indicate that in the novel studied there are Javanese cultural values which include: (a) accepting destiny or acceptance, (b) work, (c) making use of available time, (d) courtesy, (e) mutual cooperation, ( f) helping each other, (g) friendship, (h) caring for others, (i) obeying parents, (j) forgiving each other, (k) caring for the environment, (l) utilizing nature and its relevance as learning literature in class XII Senior high school includes: (a) achieving the long-term goal of learning literature, namely that students have a high appreciation of literary works; (b) achievement of Basic Competency, namely students can analyze novel texts through writing; (c) novels are suitable as teaching materials for learning literature in class XII SMA.Keywords: Javanese cultural values, novels, the relevance of learning
NILAI MORAL PADA FILM CATATAN AKHIR KULIAH SUTRADARA JAY SUKMO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Endrayanto, Oky; Bagiya, Bagiya; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya pembelajaran moral untuk pengembangan kemampuan, pembentukan watak, dan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Berdasarkan penelitian penulis, masih banyak terjadi kasus kenakalan ataupun penyimpangan perilaku peserta didik yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo; (2) nilai moral film Catatan Akhir Kuliah sutradara Jay Sukmo; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi nilai moral film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo di kelas XI SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat . Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intriksik dalam film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo meliputi tema percintaan dan persahabatan dalam perkuliahan; tokoh dan penokohan yaitu Sam watak pintar dan pantang menyerah, Sboari watak setia kawan, Kodok watak jujur, Ajep watak setia kawan dan Wibi watak baik hati; alur cerita menggunakan alur maju; latar waktu yaitu pagi, siang dan malam sedangkan latar tempat cerita di kampus, kos, fotocopian, ruang kelas dan studio tv; amanat dari cerita yaitu jangan menyerah jika belum sesuai apa yang diharapkan teruslah berusaha untuk cita-cita karena cinta akan berjalan seiring cita-cita dan sahabat akan selalu bersama; (2) nilai moral dalam film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo meliputi (a) hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu mengucap salam dan bersyukur; (b) hubungan antara manusia dengan diri sendiri, yaitu sabar dan pantang menyerah; dan (c) hubungan manusia dengan manusia lain, yaitu keakraban dan tolong menolong. (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan materi nilai moral pada film Catatan Akhir Kuliah di kelas XI SMA terdiri dari menyampaikan materi tentang unsur intrinsik film dan nilai-nilai yang terdapat dalam karya sastra; melakukan pemutaran film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo, mengidentifikasi dan menganalisis unsur intriksik dan nilai moral pada film Catatan Akhir Kuliah Sutradara Jay Sukmo secara berkelompok; membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hasil diskusi setiap kelompok dengan kelompok lain; memberikan kesempatan peserta didik untuk melaporkan hasil pekerjaan.
Semiotika Roland Barthers pada Film Ku Kira Kau Rumah Sutradara Umay Shahab dalam Pembelajaran Drama Kelas XI SMA Zubaedah, Ani; Sholeh, Khabib; Setyorini, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film menjadi wacana sosial dengan karakteristik unik yang menyebar ke berbagai tempat, dan perspektif psikoanalisis film untuk memengaruhi cara berpikir yang terkait dengan persepsi dan kesesuaian nilai dimana informasi tersebut dikomunikasikan. Film pada umumnya juga mengangkat sebuah tema atau fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya adalah film Ku Kira Kau Rumah yang disutradarai oleh Umay Shahab, film ini merupakan adaptasi dari sebuah lagu yang berjudul sama karya Amigdala. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan (1) semiotika Roland Barthers yang terdapat dalam film Ku Kira Kau Rumah Sutradara Umay Shahab (2) pembelajaran drama melalui analisis semiotika Roland Barthres. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Ku Kira Kau Rumah Sutradara Umay Shahab. Pengumpulan data dengan Simak Bebas Libat Cakap. Teknik analisis data dengan content analysis (analisis isi). Teknik penyajian hasil analisis ini adalah teknik penyajiam informal. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthers yang berfokus pada gagasan signifikasi dua tahap (two order of signification) menunjukkan bahwa hasil analisis semiotika Roland Barthers dalam film Ku Kira Kau Rumah Sutradara Umay Shahab telah ditemukan data yang terdiri atas makna denotasi, konotasi, dan mitos. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai modul ajar bahasa Indonesia fase F 3.1 mengenai hakikat tanda sebagai sistem simbol yang dijadikan wahana interaksi sosial manusia.
MEKANISME PERTAHANAN EGO TOKOH UTAMA KADO TERBAIK KARYA J.S KHAIREN DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA KELAS X SMA Khoiriyah, Khoiriyah; Kadaryati, Kadaryati; Setyorin, Nurul
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggambarkan karakter utama dalam novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen, yang menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupannya. Tokoh utama memiliki beragam pengalaman emosional dan peristiwa hidup yang mempengaruhi cara dia berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Peserta didik dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar untuk mengambil sikap dalam pembelajaran atau kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan :(1) mekanisme pertahanan ego, (2) relevansi bahan ajar novel Kado Terbaik karya J.S Khairen di kelas X SMA. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah teknik analisis isi. Hasil penelitian untuk membuktikan bahwa novel Kado Terbaik karya J.S Khairen terdapat mekanisme pertahanan, penulis menggunakan 9 kategori mekanisme pertahanan oleh Sigmund Freud, pertama digambarkan 6% agresi: pertahanan Rizki dalam mengahadapi masalah dengan melampiaskan rasa kecewa dengan melakukan tindakan kriminal, 6% denial: pertahanan Rizki yang tidak mau menerima fakta atau kenyataan kalau dia maling, 20% sublimasi: pertahanan Rizki dengan mengarahkan rasa emosi yang ia terima menjadi sebuah motivasi untuk dirinya, 6% displacement (pengalihan): pertahanan diri yang mengarahkan emosi atau frustasi kearah yang tidak mengancam, 9% proyeksi: pertahanan diri yang melibatkan orang lain untuk menuangkan rasa emosi, 16% reaksi: pertahanan diri yang mendorong alam bawah sadar untuk menembus alam sadar dengan melakukan hal yang bertolak belakang, 17% represi: pertahanan diri yang memaksa perasaan-perasaan yang tidak sesuai atau yang membuatnya tidak nyaman, 13% fantasi: pertahanan diri abstrak yang diharapkan dapat terwujud, 6% rasionalisasi: pertahanan diri dengan berusaha untuk membenarkan segala tindakan-tindakan baik terhadap diri sendiri ataupun kepada orang lain. Relevansi bahan ajar novel Kado Terbaik karya J.S Khairen di kelas X SMA dilaksanakan dengan metode Project Based Learning. dengan menggunakan ATP 10.12 Peserta didik mengidentifikasi, menganalisis, menilai karakterisasi dan alur cerita, menilai akurasi penggambaran keragaman masyarakat, dan memprediksi dinamika pemikiran maupun tindakan tokoh pada teks naratif.
ANALISIS PENGGUNAAN KONJUNGSI PADA KARANGAN EKSPOSISI SISWA KELAS VIII SMPN 22 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2022/2023 Wilarsih, Endah; Sholeh, Khabib; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karangan eksposisi merupakan salah satu jenis karangan yang berisi informasi atau pengetahuan yang disajikan secara singkat, akurat dan padat. Karangan eksposisi memiliki tujuan untuk memaparkan atau menjelaskan informasi tertentu guna menambah wawasan atau pengetahuan. Mengingat kemampuan menulis merupakan sebuah keterampilan penting yang harus dikuasai oleh siswa, perlu adanya pengembangan yang kreatif dan inovatif dalam pembelajaran menulis karangan eksposisi. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil wawancara peneliti pada kelas VIII F di SMPN 22 Purworejo, ditemukan permasalahan mengenai keterampilan menulis karangan eksposisi, khususnya dalam penggunaan konjungsi. Rendahnya hasil belajar pada KD 3.4 dalam menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi pada siswa karena keterbatasan pemahaman siswa mengenai penggunan konjungsi. Beberapa siswa masih bingung dengan penggunaan konjungsi.Konjungsi adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan satu kata dengan kata lainnya, klausa dengan klausa lainnya, sampai kalimat dengan kalimat lainnya. Analisis penggunaan konjungsi ini jarang dilakukan untuk diaplikasikan dalam suatu pembelajaran. Untuk mengisi kesenjangan tersebut, peneliti menganalisis penggunaan konjungsi dan merencanakan pembelajarannya dalam menulis karangan eksposisi. Dengan penggunaan konjungsi yang tepat, siswa akan menghasilkan karangan yang baik sesuai dengan ketentuan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penggunaan konjungsi yang terdapat dalam karangan eksposisi siswa kelas VIII SMPN 22 Purworejo; dan (2) rencana pembelajaran konjungsi dalam membuat teks karangan eksposisi di kelas X SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah konjungsi yang digunakan pada teks eksposisi karangan siswa kelas VIII F SMPN 22 Purworejo. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu dengan kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka serta teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode agih. Teknik penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: penggunaan konjungsi pada karangan eksposisi siswa kelas VIII SMPN 22 Purworejo tahun ajaran 2022/2023, meliputi: konjungsi koordinatif, konjungsi korelatif, konjungsi subordinatif, konjungsi antarkalimat dan konjungsi antarparagraf. Selanjutnya, hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam rencana pembelajaran mengenai penggunaan konjungsi dalam karangan eksposisi, tepatnya dalam Kompetensi Dasar 3.5: menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PUISI BUHUNG RAPPOA, PADA SELEMBAR SARUNG HITAM, DAN PALAJAU KARYA MARIATI ATKAH DAN RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA KELAS X Lestari, Mega Kusuma; Faizah, Umi; Bagiya, Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau merupakan salah satu karya sastra yang menarik dari Mariati Atkah. Puisi ini memiliki kompleksitas simbolik dan makna yang menantang untuk dipahami. Untuk menganalisis puisi ini, penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Puisi ini memiliki banyak denotasi, konotasi, dan mitos yang memerlukan pemahaman mendalam untuk mengungkapkan maknanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap makna dan pesan dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi hasil analisis semiotika ini sebagai materi pembelajaran sastra SMA di kelas X. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang melibatkan identifikasi tanda-tanda dan simbol-simbol dalam teks puisi. Analisis dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda indeksikal, ikonikal, dan simbolis yang muncul dalam teks. Hasil analisis semiotika Roland Barthes pada puisi Buhung Rapoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau mengungkapkan lapisan-lapisan makna yang tersembunyi dalam teks. Puisi ini mengandung pesan-pesan tentang identitas, budaya, dan pengalaman pribadi penulis. Analisis ini juga membantu menggali makna yang mungkin tidak terlihat pada pandangan pertama. Dengan menerapkan pendekatan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berhasil mengungkap makna-makna dalam puisi Buhung Rappoa, Pada Selembar Sarung Hitam, Palajau karya Mariati Atkah. Hasil analisis ini dapat menjadi sumber belajar yang berharga dalam pembelajaran sastra di SMA kelas X, membantu siswa memahami lebih dalam konsep semiotika dan menganalisis karya sastra dengan lebih mendalam. Relevansi analisis semiotika dalam pembelajaran sastra dapat membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang makna dalam karya sastra dan menghargai kerumitan dalam bahasa figuratif dan simbolisme sastra.
Analisis Kelayakan Isi dan Bahasa Buku Teks BAhasa Indonesia Edisi Revisi 2017 untuk SMA/SMK Kelas XI Terbitan Kemendikbud dan Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka Janah, Roudhatul; Sholeh, Habib; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kurikulum sangat berdampak pada berbagai komponen pendidikan, salah satunya yaitu pada buku teks atau pelajaran. Dampak tersebut berakibat pada berubahnya buku yang digunakan sesuai dengan kurikulum baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan isi dan bahasa buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2017 untuk SMA/SMK kelas XI terbitan Kemendikbud. relevansi buku tersebut dengan pembelajaran Bahasa Indonesia pada kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu data yang mendukung penelitian bersumber dari buku (pustaka). Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Penyajian data menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama buku teks ditinjau dari aspek kelayakan isi dinyatakan sangat layak. Secara keseluruhan materi yang disajikan sudah sesuai dengan KI dan KD. Konsep, definisi, cntoh, fakta, dan soal dinilai sudah cukup akurat dan sesuai. Sebagian bab-bab pada buku teks telah menyajikan materi pendukung pembelajaran yang memuat aspek perkembangan ilmu,namun masih ada bab tidak berkaitan dengan perkembangan dengan teknologi. Fitur, contoh, dan rujukan ada yang tidak terkini. Penalaran, komunikasi dan mendorong untuk mencari lebih jauh seringkali ditemui pada soal latihan, buku teks tidak dilengkapi dengan materi pengayaan. Kedua, ditinjau dari aspek kelayakan bahasa buku teks dinyatakan sangat layak. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan sudah sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual, sosial, dan emosional siswa. Pesan yang disampaikan materi juga mudah untuk dipahami oleh siswa, sebagian besar bacaan yang terdapat di dalam buku sudah menggunakan kalimat efektif dan komunikatif. Ditemukan juga beberapa kesalahan penulisan yang tidak sesuai dengan penulisan kaidah bahasa Indonesia. Penyampaian pesan antara satu bab dengan bab lain, subbab satu dengan subbab lain ,paragraf satu dengan paragraf yang lain dan antara kalimat satu dengan yang lain mencerminkan hubungan yang logis dan runtut. Ketiga, buku teks relevan digunakan sebagai buku pendamping pada materi cerpen, karya ilmiah dan drama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kurikulum merdeka pada fase F.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL AYAH MENYAYANGI TANPA AKHIR KARYA KIRANA KEJORA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI SMA Utami, Wiji Utami; Bagiya, Bagiya Bagiya; Setyorini, Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Novel “Ayah Menyayangi Tanpa Akhir” karya Kirana Kejora merupakan karya sastra yang memberikan banyak pelajaran hidup seperti pendidikan, cinta kasih, moral, religius, dan kekerabatan. Novel ini menawarkan pembaca dengan ceritanya yang sangat menarik dan juga menginspirasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosiologi sastra yang terdapat dalam novel " Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. dengan metode analisis isi untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek sosiologi sastra yang ada dalam novel. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan analisis relevansi dengan kurikulum sastra di kelas XII SMA. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, menggambarkan secara rinci aspek sosiologi sastra yang ada dalam novel dan mempertimbangkan sejauh mana hal tersebut dapat mendukung pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel "Ayah Menyayangi Tanpa Akhir" menghadirkan beragam aspek sosiologi sastra seperti pendidikan, cinta kasih, moral, religius, dan kekerabatan. Elemen-elemen ini dapat memberikan wawasan bagi siswa tentang kehidupan, serta dapat mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai kehidupan.Kata kunci : aspek sosiologi sastra, rencana pelaksanaan pembelajarannya di SMAAbstract: The novel "Ayah Menyayangi Tanpa Akhir" by Kirana Kejora is a literary work that provides many life lessons such as education, love, morals, religion, and kinship. This novel offers readers with a story that is very interesting and also inspiring. Therefore, this study aims to analyze aspects of the sociology of literature contained in the novel " Ayah Menyayangi Tanpa Akhir by Kirana Kejora and. Sociology of literature contained in the novel. In addition, this study also involved an analysis of relevance to the literature curriculum in class XII SMA. The data were analyzed using descriptive techniques, describing in detail aspects of the sociology of literature contained in the novel and considering the extent to which it can support learning literature in class XII SMA.The results showed that the novel "Ayah Menyayangi Tanpa Akhir" presents various aspects of sociology of literature such as education, love, morals, religion, and kinship. These elements can provide insights for students about life, and can encourage a deeper understanding of the values of life. Key words: aspects of the sociology of literature, the implementation plan of learning in high school
PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN DALAM ANTOLOGI CERPEN BERAPA HARGA NYAWA HARI INI? KARYA EKO TRIYONO DAN MODUL PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Rihandini, Atika; Kadaryati, Kadaryati; Purwanto, Joko
SURYA BAHTERA Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika yang terjadi di masyarakat modern saat ini sudah sampai tahap memperihatinkan, bahkan seolah masyarakat sudah memandang apa yang menjadi masalah sosial adalah hal yang biasa terjadi atau bahkan mungkin tidak mengetahui apa yang mereka lihat dan rasakan merupakan sebuah masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk problematika masyarakat modern dan (2) relevansi problematika masyarakat modern dalam antologi cerpen Berapa Harga Nyawa Hari Ini? karya Eko Triono terhadap modul pembelajarannya di kelas X SMA. Sumber data pada penelitian ini adalah antologi cerpen Berapa Harga Nyawa Hari Ini? karya Eko Triono. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dengan menggunakan sumber tertulis. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi (conclutions). Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik formal dan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk problematika masyarakat modern meliputi: (1) pengaruh kemajuan IPTEK, (2) pengangguran, (3) perhitungan ekonomi, (4) pengaruh pola pikir masalalu, (5) kriminalitas. Selanjutnya, penelitian ini sangat relevan dengan modul pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yang sesuai dengan kurikulum Merdeka kelas X yaitu dengan materi sastra, tepatnya KD 10.8. Mengidentifikasi problematika masyarakat modern yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca. Manfaat mempelajari problematika masyarakat modern sebagai bahan ajar untuk peserta didik tingkat SMA yaitu dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang luas mengenai permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga peserta didik dapat memberikan kritikan atau tanggapan serta solusi mengenai permasalahan tersebut.
ANALISIS KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL KADO TERBAIK KARYA J.S. KHAIREN DAN RENCANA PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Faturahman, Irfan; Faizah, Umi; Santoso, Suryo Daru
SURYA BAHTERA Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai fenomena dan permasalahan sosial di masyarakat mendorong pengarang untuk menciptakan karya sastra yang mengandung kritik sosial. Salah satu karya sastra yang mengandung kritik sosial adalah novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kritik sosial novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen; dan (2) rencana pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel Kado Terbaik karya J.S. Khairen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi. Dari penelitian ini sapat disimpulkan bahwa: (1) kritik sosial novel mencakup lima permasalahan meliputi: (a) kritik sosial masalah kejahatan: eksploitasi anak, perdagangan organ manusia, perampokan, penampungan berkedok panti asuhan, korupsi dan pungutan liar, dan narkotika (b) kritik sosial masalah kemiskinan meliputi: kemiskinan aspek keuangan dan kemiskinan aspek pengetahuan, (c) kritik sosial masalah disorganisasi keluarga: meninggalnya sosok pemimpin keluarga, rusaknya moral orang tua, dan terlalu mementingkan pekerjaan dibandingkan orang tua, (d) kritik terhadap norma-norma masyarakat: delikuensi anak dan penggunaan teknologi yang tidak tepat; (3) rencana pembelajaran novel di kelas XII dilakukan dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang terdiri atas empat pertemuan. Pertemuan pertama difokuskan pada pemberian materi kepada peserta didik. Pertemuan kedua difokuskan pada membaca dan menganalisis novel. Pertemuan ketiga berupa presentasi dan diskusi. Pertemuan keempat adalah penilaian harian.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue