Claim Missing Document
Check
Articles

Parents Knowledge about Early Childhood Sexual Education Based on Level of Education in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara District Faizah, Umi; Latiana, Lita
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 6 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high number of cases of child sexual abuse committed by the nearest children including the family shows the importance of early child sex education. Parents as educators in the family must have knowledge about sexual education for children. This study aims to find out whether there are differences in parental knowledge about early childhood sexual education based on education level in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara Regency and whether parents graduate from Higher Education have knowledge about early child sexual education higher than parent who graduated High school and junior high school. This research type is quantitative with sample of parents who have children aged 4-6 years in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara Regency. Data collection in this research is by using Parents Knowledge Scale of Early Childhood Sexual Education. Method of data analysis in this research is by using F test. The results of the study based on the calculation of statistical values ​​obtained F arithmetic> F table and Pvalue <0.05. Mean value in the group of parents who graduated from junior high school equal to 85.3, for the group of parents who graduated from high school 103.2, for the group of parents who graduated from college of 123.2. The result of research stated that there are differences of knowledge of parents who graduated from college based on education level and parents who graduated from higher education have higher knowledge than parents who graduated from high school.
Pemanfaatan Asesmen Otentik untuk Menilai Karakter Peserta Didik melalui Pembelajaran Alquran pada Lembaga Pendidikan Islam Anak Usia Dini di TK/RA Faizah, Umi
ACIECE Vol 2 (2017): Annual Conference on Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pemanfaatan asesmen otentikuntuk menilai karakter peserta didik pada Lembaga Pendidikan Islam Anak Usia Dini BerbasisAlquran. Diawali pada kegiatan prapenelitian, ditemukan bahwa selama ini pembelajaranAlquran pada lembaga pendidikan islam anak usia dini memiliki beberapa fungsi. Salah satufungsinya adalah untuk pembentukan karakter peserta didik. Namun pada kenyataannya, dalampelaksanaan pembelajaran alquran, perkembangan pencapaian karakter peserta didik tidakdapat terdeteksi dengan baik. Hal ini disebabkan karena belum adanya pemanfaatan asesmenotentik dalam pembelajaran alquran. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkaitpemanfaatan asesmen otentik tersebut. Kajian ini berasal dari studi literature dan pemikirankritis penulis. Temuan dalam studi ini adalah 1) model asesmen otentik dapat digunakan untukmenilai karakter peserta didik di Lembaga Pendidikan di TK/RA. Hal ini karena instrumen yangdigunakan telah memenuhi kualitas valid dan reliabel, meskipun demikian selama ini belumbanyak diterapkan di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini terutama terkait denganpembelajaran alquran sebagai pembentukan karakter peserta didik; 2) asesmen otentik terbuktidapat menilai perkembangan pencapaian karakter peserta didik dalam pembelajaran alquransecara akurat dan efektif untuk mengetahui mencapaian kompetensi spiritual, personal dansosial peserta didik. Keberhasilan dalam penelitian ini, diharapkan dapat menjadi pendorongbagi pihak-pihak terkait untuk memanfaatkan model asesmen otentik yang sudah dihasilkandari penelitian ini.
Multi-intelligence-based literacy learning training to improve teacher pedagogic competence Sholeh, Khabib; Kadaryati, Kadaryati; Faizah, Umi; Wahyono, Hari
Community Empowerment Vol 6 No 7 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.9 KB) | DOI: 10.31603/ce.4550

Abstract

This community service activity was carried out at SD Sukomanah, Purwodadi District, Purworejo Regency. The activity was carried out by involving 30 elementary school teachers in Purwodadi, Purworejo, with the aim of improving the pedagogic abilities of teachers in empowering lifelong learners through literacy learning based on multiple intelligences. The methods used in service activities are socialization, simulation, monitoring and evaluation. Most of the participants have understood and three participants have even practiced multiple intelligence-based literacy learning for lifelong learners.
Parents Knowledge about Early Childhood Sexual Education Based on Level of Education in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara District Faizah, Umi; Latiana, Lita
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 6 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/belia.v6i2.17274

Abstract

The high number of cases of child sexual abuse committed by the nearest children including the family shows the importance of early child sex education. Parents as educators in the family must have knowledge about sexual education for children. This study aims to find out whether there are differences in parental knowledge about early childhood sexual education based on education level in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara Regency and whether parents graduate from Higher Education have knowledge about early child sexual education higher than parent who graduated High school and junior high school. This research type is quantitative with sample of parents who have children aged 4-6 years in Krasak Village, Pecangaan Sub-district, Jepara Regency. Data collection in this research is by using Parents Knowledge Scale of Early Childhood Sexual Education. Method of data analysis in this research is by using F test. The results of the study based on the calculation of statistical values ​​obtained F arithmetic> F table and Pvalue <0.05. Mean value in the group of parents who graduated from junior high school equal to 85.3, for the group of parents who graduated from high school 103.2, for the group of parents who graduated from college of 123.2. The result of research stated that there are differences of knowledge of parents who graduated from college based on education level and parents who graduated from higher education have higher knowledge than parents who graduated from high school.
IMPLIKATUR WACANA SEMARANGAN PADA HARIAN SUARA MERDEKA umi faizah
SURYA BAHTERA No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.338 KB)

Abstract

Harian Suara Merdeka yang mempunyai jargon “Korannya Jawa Tengah” mampu memenuhi kebutuhan pembacanya dalam segala hal. Artikel dalam harian tersebut berisi antara lain Suara Merdeka, Suara Kedu, Suara Muda, Olah Raga, Nasional, Internasional, Hiburan, serta Advertensia. Disuguhkan dalam sebuah artikel wacana kritik sosial yang cukup mewakili komentar publik yang cenderung memiliki arti implikatur. Wacana tersebut secara sengaja  menyentil kalangan tertentu agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. Sebagai contoh, tindak tutur langsung yang bermaksud diungkapkan dengan kalimat-kalimat yang sesuai dengan modusnya, yakni kalimat berita untuk memberitakan, kalimat tanya untuk bertanya, dan kalimat perintah untuk memerintah.  Perhatikan contoh Wacana berikut.   Luna maya dan Cut Tari tidak mengaku, tapi minta maaf. Maaf, gambarnya tidak jelas Wacana di atas termasuk wacana langsung dan literal yang memberikan arti pemberitahuan yang sebenarnya, yaitu Luna Maya dan Cut Tari tidak mengaku melakukan perbuatan mesum, tetapi meminta maaf atas pemberitaan buruk tentang mereka baru-baru ini.
Bahasa Indonesia, Antara Variasi dan Penggunaan umi faizah
SURYA BAHTERA No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, yang berfungsi sebagai alat komunikasi mempunyai peran sebagai penyampai informasi. Kebenaran berbahasa akan berpengaruh terhadap kebenaran informasi yang disampaikan. Berbagai fenomena yang berdampak buruk pada kebenaran berbahasa yang disesuaikan dengan kaidahnya, dalam hal ini berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.  Berbahasa yang baik yang menempatkan pada kondisi tidak resmi atau pada pembicaraan santai tidak mengikat kaidah bahasa di dalamnya. Ragam berbahasa seperti ini memungkinkan munculnya gejala bahasa baik interferensi, integrasi, campur kode, alih kode maupun bahasa gaul.
PERAN MATA KULIAH RETORIKA DALAM PEMBINAAN BUDI PEKERTI DAN MORAL BANGSA umi faizah
SURYA BAHTERA No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.717 KB)

Abstract

Tulisan  ini bertujuan untuk memaparkan peran mata kuliah Retorika dalam pembinaan budi pekerti bangsa. Berangkat dari kegelisahan terhadap mahasiswa era multikultural saat ini memang memprihatinkan ketika kita sedikit mengoreksi kemampuan berbicara mahasiswa. Sebagai contoh saat mahsiswa akan berkonsultasi dengan dosen dan orang yang lebih dewasa secara sruktural di lingkungan kampus, mereka belum mampu memberikan kesantunan berbahasa dengan subtansi bermutu. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi adalah 1) ada seorang mahasiswa akan berkonsultasi Kartu Rencana Studi (KRS) kepada Ketua Program Studi, kemudian tanpa berbicara apapun mahasiswa tersebut duduk dan menyodorkan KRS kepada Ketua Program Studi (Prodi PBSI,  10 Oktober 2009) , 2) Mahasiswa datang tanpa diawali pengantar apapun langsung mengatakan “mau pindah Prodi, Bu!” (Prodi PBSI, 28 Oktober 2009), 3) Mahasiswa terlihat gelisah di luar Prodi PBSI menunggu kedatangan seorang dosen, tanpa berbicara apapun ia hanya mengamati dosen lain yang lewat di depannya, kemudian dosen tersebut yang bertanya lebih dulu, “akan bertemu dengan siapa Mas?” setelah itu baru terdengar jawaban bahwa ia sedang menunggu seseorang. Dari kasus tersebut dapat ditarik simpulan bahwa kemampuan verbal mahasiswa dalam hal kesantunan berbicara masih sangat kurang. Ketika dosen dalam pembelajaran hanya mengupas orator-orator andal pada masa kejayaan Yunani dan Romawi saja seperti bagaimana gaya bicara Aristoteles, Plato, Corax, Empedocles, dan Pytagoras kemampuan berbicara dalam hal kesantunan dan kearifan lokal tidak dapat dicerna dengan baik oleh mahasiswa. Tambahan lagi,  mahasiswa hanya disuguhi tentang kepiawaian Sukarno dan Barack Obama  dalam berpidato, tetapi tidak memperhatikan penerapan komunikasi yang santun dalam berbicara. Oleh karena itu, mata kuliah Retorika tidak boleh diajarkan sambil lalu saja, tetapi harus memberikan gambaran terhadap kesantunan berbicara yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yang akan membawa pada optimalnya pembelajaran mata kuliah Retorika yang menjadi wahana pembinaan budi pekerti dan moral bangsa.
KEEFEKTIFAN CERITA BERGAMBAR UNTUK PENDIDIKAN NILAI DAN KETERAMPILAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Umi Faizah
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2009): Cakrawala Pendidikan, November 2009, Th. XXVIII, No. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.066 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.302

Abstract

AbstractEffectiveness of Picture Stories in Value Education and Language Skills inIndonesian Language Learning. This study aims to investigate the effectiveness ofpicture stories to improve learning achievement in value education (honesty,patience, and religious worship) and language skills (listening and reading) inIndonesian language learning. This study was a quasi-experimental studyemploying the pretest-posttest control group design. The population comprised all114 Year II students of MIN Tempel Sleman Yogyakarta. The sample, selected bythe random sampling technique, consisted of 70 students, divided into theexperimental group and the control group. The results show that (1) the learningachievement in value education of the students in the experimental group is higherthan that of the students in the control group, and (2) the learning achievement inlanguage skills of the students in the experimental group is higher than that of thestudents in the control group. It can be concluded that the use of picture stories iseffective for value education and Indonesian language skills.Keywords: picture stories, value education, language skills
Model Asesmen Otentik untuk Menilai Capaian Karakter di Taman Kanak-Kanak Raudlatul Athfal Umi Faizah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian karakter anak usia dini sangat penting diketahui untuk mempermudah guru dalam memberikan bantuan, layanan, sertapengembangan peserta didik. Oleh karena itu diperlukan model asesmen yang dapat digunakan untuk mendeteksi capaian karakter anak secara mudah dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan model asesmen otentik untuk menilai capaian karakter anak usia dini di Taman Kanak-Kanak/ Raudlatul Athfal yang baik/efektif dan memenuhi kriteria goodness of fit statistics; (2) mengetahui karakteristik instrumen model asesmen otentik untuk menilai capaian karakter anak usia dini di TK/RA. Metode penelitian yang digunakan mengacu model Research and Development dari Plomp. Model ini digunakan karena setiap fase pengembangan selalu diikuti dengan implementasi, sehingga fase implementasi dari model tersebut tidak perlu lagi dilaksanakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi, observasi, dan FGD. Uji validitas isi dengan expert judgment dan diteruskan dengan formula Aiken’s V. Uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Uji validitas dan reliabilitas konstruk serta kecocokan model menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) diteruskan dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian ini meliputi: (1) model asesmen otentik yang dikembangkan yaitu model ASOKA. Model ini dinyatakan valid, dan reliabel, serta memenuhi kriteria goodness of fit statistic; (2) Karakteristik instrumen model ASOKA yaitu: (a) validitas isinya tergolong tinggi yakni dengan indek Aiken’s V sebesar 0,901, (b) validitas konstruk instrumennya memenuhi kriteria goodness of fit statistic, (c) reliabilitas instrumennya tergolong baik dilihat dari koefisien nilai Alpha Cronbach sebesar 0,914. kata kunci: model ASOKA, asesmen otentik, anak TK/RA.
UNDERSTANDING THE QUR’AN AND HADITH RELATED TO CHILDREN'S DEVOTION TO PARENTS WITH HERMENEUTICS OF TAWHID Hadiyansyah, Dhuha; In'ami, Moh; Hunaida, Wiwin Luqna; Anasy, Zaharil; Faizah, Umi
RIWAYAH Vol 9, No 1 (2023): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v9i1.21446

Abstract

children and parents. Thus far, these two sacred texts have been used as the basis for a children’s obedience to their parents. In this sense, being obedient to both parents, whether the ordered is obligatory, sunnah or permissible, is a must. Likewise, if parents forbid from unlawful, makruh or permissible actions, the children are obliged to obey. In this view, obedience to parents is absolute; there is no concept of self-boundary, which in psychology is valued as an important component in the growth of a healthy identity. The study found that, by using Hermeneutics of Tawhid, the interpretation of the two texts becomes more fair, namely the form of obedience of children to their parents lies in the obedience to roles and functions in the family system. When parents act as caregivers in the family, children need to obey them as the owner of the authority; conversely, when the caregiver role changes, parents need to adjust to the new situation. Through this interpretation, the parent-child relationship pattern can be seen as a bond capable of supporting the sakinah family concept. Wadud's Hermeneutics of Tawhid gives us the opportunity to read texts with a broad horizon of thinking in order to produce more acceptable meanings for those who think logically. This meaning would be more functional to be applied in everyday life in society, not the meaning that only exists in the world of ideas.[Artikel ini merupakan penelitian kualitatif dengan kajian teks, yang fokus pada Surat al-Isra ayat 23 dan Hadits tentang hubungan antara anak dan orang tua. Sejauh ini, kedua teks suci ini  telah digunakan sebagai dasar untuk kepatuhan anak-anak kepada orang tua mereka. Dalam pengertian ini, patuh kepada kedua orang tua, apakah perintah itu wajib, sunnah atau diizinkan, adalah suatu keharusan. Demikian juga jika orang tua melarang perbuatan melawan hukum, makruh atau perbuatan yang diizinkan, maka anak-anak wajib taat. Dalam pandangan ini, kepatuhan kepada orang tua adalah mutlak; Tidak ada konsep batas diri, yang dalam psikologi dinilai sebagai komponen penting dalam pertumbuhan identitas yang sehat. Penelitian menemukan bahwa, dengan menggunakan Hermeneutika Tauhid, interpretasi terhadap dua text tersebut menjadi lebih adil, yaitu bentuk ketaatan anak kepada orang tuanya terletak pada ketaatan terhadap peran dan fungsi dalam sistem keluarga. Ketika orang tua bertindak sebagai pengasuh dalam keluarga, anak-anak perlu mematuhinya sebagai pemegang otoritas; sebaliknya, ketika peran pengasuh berubah, orang tua perlu menyesuaikan diri dengan situasi baru. Melalui interpretasi ini, pola hubungan orangtua-anak dapat dilihat sebagai ikatan yang mampu mendukung konsep keluarga sakinah. Hermeneutika Tauhid Wadud memberi kita kesempatan untuk membaca teks dengan cakrawala berpikir yang luas demi menghasilkan makna yang lebih berterima oleh mereka orang yang berpikir logis. Makna ini lebih fungsional untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, bukan makna yang hanya ada di dunia ide.]