cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ILMU PERTANIAN
ISSN : 08521077     EISSN : 24427306     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu Pertanian "AGRIUM" adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dua kali dalam setahun untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian ataupun review yang dirancang sebagai sarana komunikasi untuk para ilmuwan/peneliti yang terkait dengan bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2025)" : 10 Documents clear
Aktivitas Antagonis Isolat Bakteri Endofit Cabai dan Ciplukan terhadap Patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Alifianto, Luthfi Galih; Nugraheni, Ika Afifah; Rohmawati, Rizka
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21342

Abstract

Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. merupakan patogen utama yang menyerang tanaman cabai. Bakteri endofit memiliki kemampuan antimikrobia sehingga mampu berperan sebagai pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antagonis isolat bakteri endofit dari tanaman cabai dan ciplukan terhadap patogen Fusarium sp. dan Colletotrichum sp. Metode penelitian menggunakan dua isolat bakteri endofit dari tanaman cabai dan ciplukan, CS1A dan BA2(3). Kedua isolat dilakukan karakterisasi morfologi, dilanjutkan uji antagonis dual culture dengan metode Kirby Baurer pada media pertumbuhan PDA (Potato Dextrose Agar), serta kemampuan penghasil enzim ekstraseluler. Berdasarkan hasil karakterisasi morfologi, isolat CS1A berwarna putih, berbentuk tak beraturan, elevasi raised, tepian bergelombang, bentuk selnya batang, dan Gram positif. Isolat BA2(3) berwarna kuning, berbentuk bulat, elevasi cembung, tepian koloni yang mulus, berbentuk coccus, dan Gram positif. Hasil uji antagonis menunjukkan bahwa isolat CS1A dan BA2(3) memiliki potensi menghambat pertumbuhan Colletotrichum sp. dan Fusarium sp. secara in vitro. Zona hambat masing-masing sebesar 11,83 mm dan 15,66 mm terhadap Colletotrichum sp., serta 20,50 mm dan 9,16 mm terhadap Fusarium sp. Hasil uji biokimia isolat CS1A positif uji amilolitik dan selulolitik, sedangkan isolat BA2(3) positif uji amilolitik dan pelarut P. Kemampuan yang dimiliki isolat CS1A dan BA2(3) menunjukkan potensinya sebagai agen hayati terhadap patogen tanaman, Fusarium sp dan Colletotrichum sp.
Pengaruh Jenis Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pada Tiga Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Secara Hidroponik Ramadhanti, Ainna; Laila, Alfu; Muztahidin, Nur Iman; Fatmawaty, Andi Apriany
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23568

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) dikenal sebagai salah satu tanaman komersial unggulan dengan potensi finansial tinggi yang produksinya mencapai 1.985.233 ton pada tahun 2023, namun harga sering berfluktuasi akibat keterbatasan pasokan, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas melalui teknik budidaya seperti hidroponik untuk mengatasi penyempitan lahan pertanian. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis dampak dari penggunaan media tanam serta varietas yang berbeda di masa pertumbuhan tanaman bawang merah sekaligus hasil produksinya. Penelitian telah dilaksanakan pada November 2024 – Februari 2025 di Perumahan Dasana Indah Blok SO16 No.12, Kabupaten Tangerang. Metode yang diterapkan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan media tanam serta varietas bawang merah sebagai faktornya. Kategori perlakuan yang dilakukan sebagai berikut : Kategori perlakuan yang dilakukan sebagai berikut : M1 (cocopeat), M2 (arang sekam), M3 (50% cocopeat + 50% arang sekam) dan V1 (Trisula), V2 (Bima Brebes), V3 (Merdeka). Seluruh kombinasi diulang sebanyak tiga kali dan masing-masing kombinasi terdiri dari tiga sampel, sehingga total sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 81. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam cocopeat (M1) sangat signifikan mempengaruhi bobot umbi segar per tanaman dan bobot umbi kering per tanaman; media tanam arang sekam (M2) sangat signifikan mempengaruhi tinggi tanaman dan jumlah umbi per tanaman; dan varietas Bima Brebes (V2) sangat signifikan mempengaruhi hanya pada bobot umbi kering per tanaman. Kemudian dari hasil penelitian juga tidak ditemukan adanya saling keterkaitan antara jenis media tanam serta varietas pada seluruh aspek pengamatan.
Seleksi Bacillus sp. sebagai Penambat NPK dan Menghambat Aktivitas Jamur Hasibuan, Etti Suriani; Sulistiani, Rini; Haron, Farah Farhanah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21533

Abstract

Penyakit layu bakteri, terutama yang disebabkan oleh Fusarium solanum, telah menjadi ancaman serius bagi petani di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh Fusarium solanum pada tanaman sulit dikendalikan yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi sektor pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi spesies bakteri Bacillus terpilih (bakteri cereus, bakteri megaterium, dan bakteri licheniformis) sebagai agen pengendali hayati untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan aktivitas antijamur. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, setiap perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah uji antagonis yaitu diameter jamur, radius dan zona hambat. Parameter uji antijamur yaitu diameter jamur pada media. Parameter untuk uji kemampuan pertumbuhan tanaman yaitu pertumbuhan ketiga bakteri. Analisis data menggunakan uji Tukey sistem SAS. Melalui uji kultur ganda, ditemukan bahwa semua spesies Bacillus terpilih mampu menghambat pertumbuhan Fusarium solanum. Selain itu, uji produksi senyawa volatil menunjukkan bahwa Bacillus sp. menghasilkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Selanjutnya, uji kemampuan pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Bacillus sp. memiliki kemampuan untuk memperbaiki nitrogen, melarutkan fosfat, dan kalium. Temuan ini menunjukkan bahwa Bacillus sp. terpilih memiliki potensi besar sebagai alternatif pengendalian hayati yang ramah lingkungan untuk mengelola layu bakteri pada tanaman dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
Morfologi dan Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Cekaman Kekeringan dengan Aplikasi Silika Musliadi, Musliadi; Hasanah, Yaya; Hanafiah, Diana
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21775

Abstract

Elnino and lanina have led to lower mung bean production and higher risk for farmers. Mung beans are one of the commodities whose export value has increased in recent years, so the problem of global warming is a serious threat that can reduce mung bean production. The purpose of this research was to determine the effect of silica application on morphology and yield of mung bean under drought stress.This research was conducted in a plastic house in Glumpang Sulu Timur Village, Dewantara District, North Aceh Regency, Aceh in February-May 2023. The research used a Randomized Block Design with two factors and three replications. The first factor was drought stress with 3 levels: 80%, 60%, 40%KL. The second factor is silica application with 4 levels: 0.15, 30, 45ml/l. The results showed that A3 drought stress (40% KL) can reduce the growth of plant height, number of leaves, leaf area, number of effective root nodules, root volume, root dry weight, crown dry weight, number of productive branches. Drought stress A3 (40% KL) also increased root length and accelerated flowering and harvesting age. Application of silica dose of 45ml/l can increase the growth and yield of mung beans. The interaction (A1S3) between 80% KL drought stress and 45ml/l silica can increase the number of mung bean seeds.
Efektivitas Insektisida Nabati Daun Sirsak dan Sirih Hijau terhadap Mortalitas Rayap Syahbani, Raisya Nur; Saragih, Syaiful Amri
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.22056

Abstract

Penggunaan insektisida nabati untuk mengendalikan rayap Coptotermes curvignathus sudah dilakukan termasuk penggunaan ekstrak daun sirih hijau. Namun, belum ada penelitian yang dilakukan untuk melihat efektivitas ekstrak daun sirsak pada C. curvignathus, termasuk mengcampurkan ekstrak daun sirsak dan sirih hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati dari ekstrak daun sirsak (Annona muricata), sirih hijau (Piper betle) dan pengaruh campuran dari keduanya terhadap mortalitas rayap C. curvignathus. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstrak dari kedua daun sirsak dan sirih hijau dibuat dengan beberapa konsentrasi dan kemudian disemprotkan ke C. curvignathus. Persentase mortalitas C. curvignathus dihitung 24 jam setelah aplikasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Duncan melalui SPPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak pada seluruh perlakuan berpengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakuan konsentrasi 40% dan konsentrasi 60% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 90%. Ekstrak daun sirih hijau pada seluruh perlakuan juga memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakuan konsentrasi 50% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 90%. Campuran dari ekstrak daun sirsak dan sirih hijau pada seluruh perlakuan juga memberikan pengaruh nyata terhadap mortalitas C. curvignathus dengan perlakukan konsentrasi 40% menyebabkan mortalitas tertinggi yaitu 76,67%. Penelitian ini menunjukkan bahwa daun sirsak dan sirih hijau efektif untuk mengendalikan C. curvignathus.
Uji Perbandingan Warna Perangkap Likat Terhadap Populasi Hama Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) di Lahan Organik, Selangor Zahri, Dava Arindra; Fadhillah, Wizni; Sjafni Suherman, Farah Huda Binti
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21472

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.)  merupakan tanaman hortikultura  yang mengandung capsaicin, senyawa kimia yang bertanggung jawab atas rasa pedasnya. Cabai diperkenalkan ke Indonesia pada abad ke-15 oleh pelaut Portugis. Saat ini, cabai banyak digunakan di rumah tangga, restoran, dan industri sebagai bahan makanan, bumbu. Penelitian dilaksanakan di lahan cabai organik terpadu Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) pada tanggal 1 - 21 September 2024. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi keragaman hama, populasi hama dan persentase hama utama yang terperangkap. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Perangkap ikat biru dan kuning, diberi tanda dengan berbagai macam tanda yang disesuaikan dengan ordo hama tersebut. Kemudian dihitung jumlah hama sesuai dengan ordo yang telah diberikan tanda pada masing- masing perangkap likat. Perangkap berwarna kuning dan biru yang mampu menarik dan menangkap berbagai jenis serangga yang dijadikan untuk indikator jenis serangga yang berada di pertanaman jenis hortikultura dan tanaman tahunan. Hama pada tanaman cabai (Capsicum annuum L.) terdiri dari beberapa hama seperti trips, kutu daun dan kutu kebul. Tidak hanya ada hama utama pada tanaman cabai (Capsicum annuum L) tapi sudah ada jenis lainnya yang berada pada perangkat likat yang digunakan. Banyaknya jumlah tangkapan pada perangkap biru  karena warna biru lebih peka terhadap mata pada serangga seperti trips, kutu daun, kutu kebul dan serangga lainnya.
Elevating the Growth and Production of Asparagus Beans Through the Use of Coffee Grounds and Rice Husk Ash Mardhiana, Mardhiana; Jenni, Jenni; Adiwena, Muh.
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21311

Abstract

Asparagus beans (Vigna unguiculata subsp. Sesquipedalis) have high economic and nutritional potential, but their yield has declined due to suboptimal land fertility. Inorganic fertilizers pose adverse influence on the environment, so more eco-friendly organic materials, such as coffee grounds and rice husk ash are necessary. This study aims to evaluate the effect of coffee grounds and rice husk ash on the growth and production of asparagus beans. It was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo, Tarakan City, using a Randomized Block Design (RBD) with five treatments: no coffee grounds and rice husk ash (P0), 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1), 4 ton/ha of rice husk ash (P2), 0.75 ton/ha of coffee grounds + 2.0 ton/ha of rice husk ash (P3), and 1.5 ton/ha of coffee grounds + 4 ton/ha of rice husk ash (P4). The results corroborated that using 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1) yields the highest outcome with respect to plant height (113.4 cm), the number of leaves (38 strands), the number of pods to the control (4 pieces), the length of the pods (4.01 cm), and the weight of the pods (140.65 g), compared to other treatments and control. Coffee grounds are proven a more effective material than its combination with rice husk ash in elevating the growth and yield of asparagus beans in red-yellow podzolic soil.
Substitusi Pupuk Anorganik Menggunakan Kasgot terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis Ungu (Zea mays sacharata Sturt L.) Arlianto, Irfan Sarifuddin; Usmadi, Usmadi; Muhlison, Wildan; Sholikhah, Ummi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23041

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang masih menjadi andalan pada kegiatan budidaya jagung manis ungu, selain telah mencapai titik jenuh juga berdampak negatif terhadap kulitas tanah dan kesehatan lingkungan pertanian. Upaya mengurangi penggunaan pupuk anorganik dapat dilakukan melalui substitusi menggunakan pupuk organik, salah satunya menggunakan kasgot yang merupakan hasil biokonversi bahan organik oleh larva lalat tentara hitam. Kombinasi penggunaan pupuk anorganik dengan kasgot secara proporsional, diharapkan selain dapat memenuhi kebutuhan kesuburan kimia juga dapat memenuhi kesuburan fisik dan biologi untuk tanaman jagung manis ungu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proporsi pupuk anorganik dengan kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis ungu. Penelitian menggunakan pola dasar rancangan acak kelompok yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk anorganik menggunakan kasgot secara pemenuhan hara layak diterapkan untuk budidaya jagung manis ungu. Substitusi menggunakan kasgot sebesar 39% cenderung meningkatkan ukuran daun, berat tongkol kupas dan kadar gula reduksi biji sedang pada 59% meningkatkan kadar antosianin biji.
Penggunaan Biochar Limbah Kelapa Muda dan Kompos terhadap Produktivitas Kedelai Mawardiana, Mawardiana; Karnilawati, Karnilawati; Handayani, Sri
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21319

Abstract

Limbah kelapa muda merupakan salah satu biomassa yang melimpah, namun pemanfaatannya belum optimal. Limbah ini berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biochar. Aplikasi biochar dari limbah kelapa muda dapat memperbaiki kondisi tanah pertanian serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Di sisi lain, kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat dikombinasikan dengan biochar. Namun, penggunaan kombinasi biochar dan kompos pada tanaman kedelai masih jarang dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar limbah kelapa muda dan kompos terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Indra Jaya, Pidie, pada bulan Agustus hingga November 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara Faktorial, dengan dua faktor yaitu biochar limbah kelapa muda (B) dan kompos (K). Biochar terdiri atas tiga taraf: B0 = tanpa biochar (kontrol), B1 = 5 t ha-1, dan B2 = 10 t ha-1; sedangkan kompos juga terdiri atas tiga taraf: K0 = tanpa kompos (kontrol), K1 = 5 t ha-1, dan K2 = 10 t ha-1. Peubah yang diamati meliputi jumlah cabang, tinggi tanaman, umur berbunga, berat biji per tanaman, berat 100 butir biji, dan jumlah polong per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cabang tanaman kedelai meningkat sebesar 16,77% pada pemberian biochar dosis 10 t ha-1 dibandingkan tanpa biochar, dan meningkat sebesar 10,42% pada pemberian kompos dosis 10 t ha-1 dibandingkan tanpa kompos. Selain itu, berat 100 butir biji kedelai meningkat sebesar 10,83% pada pemberian biochar dosis 10 t ha-1 dibandingkan perlakuan tanpa biochar.
Studi Kekerabatan Morfologi Jagung (Zea mays L.) Varietas Lokal Di Gorontalo Tadidik, Ulfaida H.; Kandowangko, Novri Youla; Febriyanti, Febriyanti; Retnowati, Yuliana; Ahmad, Aisyah
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.23146

Abstract

Jagung varietas lokal Gorontalo merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki kandungan gizi tinggi. Namun, jagung lokal jarang ditemukan dan belum dikenal secara luas oleh masyarakat. Kurangnya informasi terkait varietas ini menyebabkan kesulitan dalam pengembangannya, terutama terkait karakter fenetik jagung yang penting dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter dan hubungan kekerabatan fenetik jagung varietas lokal Gorontalo berdasarkan marka morfologi. Penelitian ini dilaksanakan di Sreen House Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Gorontalo. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Pengamatan karakteristik morfologi terdiri dari 50 karakter meliputi habitus, akar, batang, daun dan bunga. Analisis hubungan kekerabatan dilakukan dengan metode UPGM (Unweighted Pair-Group with Mean of Arithmetic) melalui program statistik MVSP (Multivariate Statictical Program). Hasil karakterisasi pada empat varietas jagung lokal Gorontalo yaitu Binthe Doti, Binthe Pulo, Binthe Siropu dan Binthe Momala memiliki perbedaan dan persamaan karakter morfologi. Hasil analisis kekerabatan dari empat varietas jagung lokal Gorontalo berdasarkan dendogram menujukkan bahwa koefisien kemiripan berkisar 0,51-0,73. Hubungan kekerabatan yang sangat dekat terjadi antara Binthe Siropu dan Binthe Momala, diikuti oleh hubungan dengan Binthe Pulo. Sementara, Binthe Doti memiliki hubungan kekerabatan yang paling jauh dengan ketiga varietas lainnya, ditunjukkan oleh tingkat kesamaan yang lebih rendah.

Page 1 of 1 | Total Record : 10