cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SURYA AGRITAMA - Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
MANAJEMEN RISIKO USAHATANI PADI ORGANIK (Studi Kasus Di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo) Fajar Tri Lestari; Uswatun Hasanah; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.219 KB)

Abstract

Sektor pertanian adalah suatu sektor yang dalam kegiatannya mudah mengalami suatu risiko dan kejadian yang tidak pasti termasuk dalam kegiatan usahatani padi organik. Dalam menghadapi suatu risiko perlu suatu manajemen agar risiko ini dapat dikurangi dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui macam risiko dan tingkat risiko, 2) persepsi petani terhadap risiko, dan 3) manajemen risiko yang dilakukan oleh petani untuk mengurangi risiko. Penelitian ini dilakukan pada petani padi organik di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo dengan jumlah sampel sebanyak 32 petani responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik sensus. Metode analisis penelitian ini adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang dihadapi petani padi organik di kecamatan Ngombol adalah gangguan OPT, cuaca/iklim yang tidak menentu, konsumen beras organik terbatas, anggota kelompok tani tidak mau menanam padi organik, antusias petani PETA berkurang, kesehatan petani terganggu, berkurangnya tenaga kerja, modal usahatani sedikit, dan pengeluaran kebutuhan petani tinggi. Risiko produksi dan pendapatan adalah tinggi, sedangkan risiko biaya termasuk risiko rendah. Petani menganggap risiko adalah hal yang dapat membahayakan usahatani, tetapi dapat dicegah dan dikurangi dampaknya. Persepsi petani terhadap risiko usahatani padi organik adalah baik. Manajemen risiko yang dilakukan oleh petani padi organik di kecamatan Ngombol yaitu dimulai dari petani mengidentifikasi kerusakan yang terjadi dalam usahatani padi organik, kemudian mencari penyebab kerusakan tersebut. Petani melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko yang terjadi dalam usahataninya. Strategi yang dilakukan oleh petani terdapat tiga cara yaitu strategi ex-ante (sebelum terjadi risiko), interactive (saat terjadi risiko), dan ex-post (setelah terjadi risiko). Kata kunci: Manajemen Risiko, Usahatani Padi Organik
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI DI DAERAH PERBUKITAN DENGAN METODE JAJAR LEGOWO DESA KALIWUNGU KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO Keni Firdaus; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.275 KB)

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk : 1) faktor-faktor internal apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, usahatani padi jajar legowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, 2) faktor-faktor eksternal apa saja yang menjadi peluang, ancaman, usahatani padi jajar legowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo, 3) strategi pengembangan usahatani padi jajar jegowo daerah perbukitan di desa Kaliwungu kecamatan Bruno kabupaten Purworejo.Pengambilan sampel daerah penelitian ditentukan berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang dipilih yaitu desa Kaliwungu. populasi  petani padi di desa Kaliwungu yaitu 42 orang dan informan kunci 2 orang. Penentuan jumlah sampel petani berdasarkan purposive sampling dan informan kunci purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket atau kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani padi jajar legowo di desa Kaliwungu terbagi menjadi empat yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman. Kekuatan berupa: (1) kualitas hasil panen baik, (2) menggunakan varietas unggul, (3) produktivitas sama dengan dataran rendah, (4) biaya produksi rendah, dan (5) kesuburan lahan pertanian. Kelemahan yaitu: (1) kualitas SDM petani mayoritas masih rendah, (2) keterbatasan teknologi, (3) keterbatasan sarana prasarana, (4) permodalan masih lemah, (5) informasi pasar. Peluang berupa: (1) ketersediaan tenaga kerja, (2) tidak terkena banjir, (3) dukungan kelompok tani,(4) adanya program pengembangan sistem Jajar Legowo oleh Dinas Pertanian, (5) potensi sumber daya alam yang mendukung. Ancaman berupa: (1) serangan hama dan penyakit, (2) beralih kekomoditas lain, (3) harga gabah yang fluktuatif, (4) kenaikan harga input. Strategi pengembangan yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahatani padi Jajar Legowo di desa Kaliwungu yaitu: meningkatkan kualitas SDM dengan memanfaatkan tenaga penyuluh dan Dinas Pertanian atau Perkebunan sebagai lembaga pembina usahatani padi jajar legowo dengan jumlah skor yang diperoleh sebanyak 5,05. Kata kunci: ancaman, kekuatan, kelemahan, peluang.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KAKAO MELALUI TEKNOLOGI SAMBUNG SAMPING Hasniati Hasniati
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.394 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pendapatan usahatani kakao dengan teknologi sambung samping . Penelitian ini  dilaksanakan di Desa Lawonua Kecamatan Besulutu Kabupaten Konawe pada bulan April sampai dengan Juni 2017, penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan Di Desa Lawonua terdapat  petani  yang melaksanakan teknologi sambung sampingPopulasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan petani kakao yang melaksanakan teknologi sambung samping berjumlah 30 0rang.  Pengambilan sampel dilakukan dengan sample jenuh (sensus).Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pencapaian tingkat produktivitas usahatani kakao dengan teknologi sambung samping cukup tinggi  (1,776 ton/Ha)  jika dibandingkan dengan produktivitas usahatani kakao secara umum yang hanya mencapai 0,625 ton/Ha.  (2) Pendapatan Usahatani Kakao dengan teknologi sambung samping  sebesar Rp. 25.443.700 setiap hektar dengan R/C ratio sebesar 4,64. Kata Kunci  :  Sambung Samping, Pendapatan, Tanaman Kakao.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR INDUSTRI KECIL KERIPIK JAMUR KANCING (Agaricus bisporus) DI KABUPATEN WONOSOBO Hidayah Triwahyuningsih; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.805 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui profil industri kecil keripik jamur kancing di kabupaten Wonosobo, (2) mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) (3) mengidentifikasi faktor eksternal (peluang dan ancaman), (4) mengetahui strategi pengembangan pasar yang tepat digunakan pada industri kecil keripik jamur kancing di kabupaten Wonosobo. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode analisis data menggunakan Analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan profil industri kecil meliputi nama pemilik, lama usaha, jumlah tenaga kerja, sumber biaya produksi dan izin usaha. Faktor internal yang dimiliki oleh industri kecil adalah teknologi sudah modern, kualitas keripik jamur kancing baik, harga keripik jamur kancing terjangkau, hubungan usaha dengan pemasok sangat baik, upah tenaga kerja murah, kurangnya bahan baku jamur kancing, keterbatasan modal usaha, pemasaran belum menyebar keseluruh kabupaten, kurangnya promosi/iklan keripik jamur kancing, keterbatasan sumber daya manusia. Faktor eksternal yang dimiliki oleh industri kecil adalah perkembangan teknologi informasi, meningkatnya permintaan pelanggan, dukungan pemerintah pada UKM, penawaran modal dari bank, trend gaya hidup sehat masyarakat, pemasok bahan baku jamur kancing yang tidak konsisten dalam pengiriman, pesaing dari industri lain yang sejenis, muncul banyak keripik jamur kancing dengan inovasi baru, adanya produk substitusi, naiknya biaya produksi. Strategi yang tepat digunakan untuk pengembangan pasar industri kecil keripik jamur kancing adalah meningkatkan iklan/promosi agar lebih dikenal dan pangsa pasar lebih luas, meningkatkan kualitas keripik jamur kancing dan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran keripik jamur kancing. Kata kunci: Industri Kecil, Keripik Jamur Kancing, SWOT
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR PRODUK JELLY DI PD. ANEKA BINTANG CEMERLANG KABUPATEN KUNINGAN Intan Bestianingsih; Dyah Panuntun Utami; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.117 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi  faktor internal apa saja yang dapat menghambat dan mendukung pengembangan pasar produk Jelly di PD. Aneka Bintang Cemerlang, 2) mengidentifikasi  faktor eksternal apa saja yang dapat menghambat dan mendukung pengembangan pasar produk Jelly di PD. Aneka Bintang Cemerlang, 3) strategi apa saja yang dapat diterapkan oleh PD. Aneka Bintang Cemerlang berdasarkan analisis SWOT, 4) alternatif strategi apa yang dapat diterapkan dalam pengembangan pasar produk Jelly di PD. Aneka Bintang Cemerlang berdasarkan analisis QSPM.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus.Pengambilan sampel lokasi penelitian dan sampel informan dilakukan secara purposive sampling.Sampel informan kunci diambil sebanyak 3 orang perwakilan dari PD. Aneka Bintang Cemerlang yaitu Informan biasa untuk agen diambil 3 agen dan 5 konsumen akhir.Diketahui bahwa strategi untuk pengembangan pasar jelly adalah menjaga kualitas dan peningkatan mutu produk Jelly, memberikan pelatihan terhadap karyawan, agar karyawan terampil dalam memmbuat produk dengan rasa yang baru sesuai inovasi pemilik, meningkatkan promosi agar produk dikenal dimasyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi, menciptakan produk baru dengan rasa yang baru, memberikan jaminan kesehatan terhadap karyawan, menambah mitra pemasok bahan baku, agar bahan baku stabil, menjalin kerja sama dengan pedagang pengecer diluar kota untuk meningkatkan pemasaran. Hasil matriks QSPM yang dijadikan prioritas strategi adalah menjaga kualitas dan peningkatan mutu produk Jell, memberikan pelatihan terhadap karyawan agar karyawan terampil dalam pembuatan produk dengan rasa yang baru sesuai inovasi pemilik, menciptakan produk yang baru dengan rasa yang baru, menjalin kerja sama dengan pedagang pengecer diluar kota untuk meningkatkan penjualan. Kata kunci: Pengembangan Pasar, Jelly, SWOT.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP WARNA KUNING DAN ORGANOLEPTIK TELUR PUYUH ( Coturnix coturnix japonica) Lely Apriani; Roisu Eny Mudawaroch; Jeki Mediantari Wahyu Wibawanti
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.437 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun mengkudu terhadap warna kuning dan organoleptik telur puyuh yang meliputi warna, rasa, aroma, keempukan dan kesukaan terhadap telur puyuh.  Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2016 di Laboratorium terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari 0%, 2%, 4%, 6% dan 8% tepung daun mengkudu. Sampel penelitian yang diambil sebanyak 235 butir telur puyuh.Hasil penelitian menunjukkan suplementasi tepung daun mengkudu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur. Penilaian secara organoleptik (warna kuning, warna putih, aroma, rasa, keempukan dan kesukaan) dengan suplementasi tepung daun mengkudu tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang pengaruh suplementasi tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam pakan komersil terhadap warna kuning dan organoleptik Telur puyuh (Coturnix – coturnix japonica). Skala yang digunakan untuk uji organoleptik sebaiknya dalam rentang nilai 1-9, karena hasil yang diperoleh akan lebih berbeda.  Kata kunci: Puyuh, Telur, Tepung Daun Mengkudu, Kuning Telur, Organoleptik
PENDAPATAN PETANI LAHAN KONVERSI DAN TIDAK KONVERSI DESA REJOWINANGUN KECAMATAN KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO Purwahyudi Purwahyudi; Uswatun Hasanah; Istiko Agus Wicaksono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.761 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui biaya dan pendapatan petani lahan konversi, 2) mengetahui biaya dan pendapatan petani lahan tidak konversi 3) mengetahui perbedaan biaya petani lahan konversi dan tidak konversi, dan 4) mengetahui perbedaan pendapatan petani lahan konversi dan tidak konversi.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Pengambilan sampel lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel petani sebanyak 33 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner dan di analisis menggunakan analisis uji t dengan menggunakan perangkat software SPSS versi 16.Diketahui bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan petani lahan konversi adalah sebesar Rp Rp 21.114.100  dengan pendapatan sebanyak Rp 16.443.100. Rata-rata biaya petani lahan tidak konvesi sebesar Rp 7.145.800  dengan pendapatan sebanyak Rp 4.534.400. Hasil uji beda biaya menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel (15,281>2,386)  dan (p<0,01) artinya biaya rata-rata usahatani lahan konversi lebih besar dari biaya rata-rata lahan tidak konversi. Hasil uji beda pendapatan juga menunjukan bahwa nilai thitung>ttabel (14,845>2,386) dan (p<0,01) yang artinya bahwa pendapatan petani lahan konversi lebih besar dibandingkan dengan pendapatan lahan tidak konversi. Kata kunci: Usahatani, Konversi Lahan, Padi, Sengon, Pendapatan.
ANALISIS RISIKO USAHATANI PADI DI DAERAH PERBUKITAN DI DESA KRAGILAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO Rio Saputra; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.115 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) risiko yang dihadapi petani padi di sekitar daerah perbukitan di desa Kragilan, dan bagaimana risikonya terhadap harga, produksi dan pendapatan petani, 2) persepsi petani padi terhadap risiko usahatani padi di sekitar daerah perbukitan di desa Kragilan, 3) cara petani padi dalam menghadapi risiko usahatani di daerah perbukitan di desa Kragilan.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian dipilih di desa Kragilan kecamatan Gebang karena desa tersebut salah satu desa penghasil padi dengan produktifitas tinggi di daerah perbukitan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel kuota sehingga di peroleh 36 petani sampel.Hasil penelitian diketahui bahwa (1) Macam-macam risiko yang dihadapi petani padi di sekitar daerah perbukitan adalah a) bencana alam (seperti longsor dan kekeringan), b) perubahan cuaca dan iklim (seperti lebih lamanya musim kemarau daripada musim hujan), c) gangguan OPT (serangan hama wereng), d) kesulitan pengolahan lahan karena tidak bisa dilalui oleh traktor, e) mencari pinjaman modal yang sulit. analisis risiko menunjukkan risiko produksi, biaya dan pendapatan risikonya rendah (2) Petani mempunyai persepsi buruk terhadap risiko Karena menganggap risiko merupakan suatu kejadian yang sangat mengganggu jalannya usahatani padi, walaupun masih ada sebagian risiko bisa dicegah dan diatasi. (3) cara yang dipilih oleh petani dalam mengendalikan risiko; a) sebelum melakukan usahatani padi petani atau mengalami risiko, petani terlebih dahulu membuat perencanaan bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian, b) pada saat masa produksi apabila terserang hama dan penyakit petani lebih banyak memilih untuk membasmi hama dengan menggunkan pestisida yang lebih cepat dan terbukti, walaupun petani sudah mengetahui dampaknya dan c) setelah mengalami risiko, petani tetap melakukan/menyelesaikan usahataninya walaupun produksi padi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kata Kunci: Padi, Risiko Usahatani, Usahatani di Daerah Pebukitan
ANALISIS USAHATANI DAN PENJUALAN SEMANGKA (Citrullus lanatus) DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Sari Susanto; Dyah Panuntun Utami; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) biaya yang dikeluarkan dalam usahatani, jumlah produksi, dan penerimaan usahatani semangka; (2) pendapatan usahatani semangka; (3) kelayakan usahatani semangka; (4) penjualan semangka di desa Wonosari kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo.Pengambilan sampel petani dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 34 orang dan pengambilan sampel pedagang yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik snowball sampling sebanyak 2 orang. Metode yang digunakan dalam mengolah data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis biaya input yang digunakan dalam usahatani, analisis pendapatan dihitung dengan menggunakan ukuran pendapatan usahatani seperti return to total capital dan return to farm equity capital. Analisis kelayakan dihitung menggunakan BEP dan R/C ratio, sedangkan analisis penjualan menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya total petani dalam satu musim tanam sebesar Rp 11.687.990. Rata-rata jumlah produksi semangka sebanyak 8.396 kg. Rata-rata penerimaan petani semangka sebesar                     Rp 16.791.177. Rata-rata pendapatan bersih usahatani sebesar Rp 9.244.366. Hasil dari perhitungan BEP yaitu BEP Produksi < Jumlah Produksi, BEP Penjualan < Jumlah Penjualan, dan BEP Harga < Harga Produk, maka usahatani semangka di desa Wonosari kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo layak diusahakan karena petani mendapatkan keuntungan. Berdasarkan dari perhitungan R/C Ratio yaitu 1,44, maka usahatani yang dilakukan layak karena penerimaan lebih besar dari biaya total. Petani semangka di desa Wonosari menjual semangka ke pedagang pengepul secara tebasan dengan sistem pembayaran tunai atau bayar ditempat. Harga jual petani ke pedagang pengepul sebesar Rp 2.000/ kg. Pola saluran distribusi semangka : Petani – Pedagang Pengepul – Pedagang Besar – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir. Pedagang pengepul menjual hasil pembelian dari petani ke pedagang besar yang berada di Bandung dan Indramayu Jawa Barat. Kata Kunci : biaya, kelayakan, pendapatan, penerimaan, penjualan, semangka.
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP BERAS SEHAT BOGOWONTO Susi Ernawati; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 6, No 2 (2017): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik konsumen Beras Putih Sehat Bogowonto, 2) mengetahui proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen dalam pembelian Beras Putih Sehat Bogowonto, dan 3) mengetahui persepsi konsumen terhadap Beras Putih Sehat Bogowonto. Populasi penelitian berjumlah 101 konsumen. Sampel penelitian berjumlah 51 konsumen, ditentukan dengan rumus Yamane. Metode pengambilan sampel berdasarkan data PETA Organik Purworejo menggunakan metode snowball. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, alat tulis, dan alat dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan skala likert. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa karakteristik konsumen Beras Putih Sehat Bogowonto digambarkan melalui beberapa sebaran. Umur masuk dalam usia produktif, berjenis kelamin pria, rata-rata konsumen telah menempuh pendidikan SMA, bekerja sebagai petani organik, pendapatan konsumen sedang, jumlah tanggungan keluarga rata-rata 3 orang, dan pengeluaran konsumen sangat rendah. Pembelian Beras Putih Sehat Bogowonto oleh konsumen melalui lima tahap yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, proses pembelian, dan pasca pembelian. Hasil analisis skala likert menunjukan persepsi konsumen terhadap Beras Putih Sehat Bogowonto baik. Kata Kunci: Persepsi, Konsumen, Beras Putih Sehat Bogowonto