cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SURYA AGRITAMA - Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
KARAKTERISTIK INTERNAL DAN EKSTERNAL PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DI LAHAN TEGALAN DESA WALUYOREJO KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN Edi Purwanto; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) karakteristik internal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. 2) karakteristik eksternal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara sengaja sengaja atau purposive sampling. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 47 petani. Data penelitan diperoleh dengan cara observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi kemudian data dianalisis secara deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari faktor internal (pendidikan formal, pendidikan non formal, umur dan pengalaman) dan faktor eksternal (kesesuaian dengan aspek lahan, kemudahan untuk dibudidayakan, ketersediaan sarana dan prasarana dan dukungan kelompok tani)Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik internal petani responden berpendidikan SLTP sebanyak 40,43 %, mengikuti pelatihan 1 kali sebanyak 53,19 %, umur 34-43 tahun sebanyak 82,98 % dan pengalaman sedang sebanyak 57,45 %. Karakteristik ekternal petani diketahui bahwa kesesuaian dengan kondisi alam mayoritas menyatakan sesuai, terkait kemudahan diusahatanikan petani menyatakan cukup mudah, ketersediaan sarana dan prasarana petani menyatakan cukup tersedia dan dukungan kelompok tani mayoritas petani menyatakan cukup mendukung. Kata Kunci: belimbing, keputusan, petani.
ANALISIS USAHATANI MELON DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Rekhan Andrianto; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan pada usahatani melon, 2) Kelayakan usaha tani melon. Sampel penelitian berjumlah 57 orang ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane, pengambilan sampel di desa penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan alasan sesui tujuan penelitian. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dengan menggunakan deskriptif, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan.Hasil analisis diketahui bahwa usahatani melon di Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo per 20.747,8 ha membutuhkan rata-rata penggunaan tenaga kerja dalam keluarga Rp 2.153.307, penggunaan tenaga kerja luar keluarga Rp 587.776, dengan biaya sarana produksi Rp13.419.975, biaya penyusutan alat Rp 893.895, biaya lain-lain Rp 4.844.241, dan total biaya sebesar Rp 22.728.534, rata-rata penerimaan Rp 66.262.132, rata-rata pendapatan sebesar Rp 46.040.796, rata-rata keuntungan sebesar Rp 43.533.598. Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 1.176.442/HKO lebih besar dari biaya tenaga kerja per hari di lokasi penelitian sehingga layak untuk diusahakan, nilai produktivitas modal (π/C ratio) sebesar 61,257% lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI yang berlaku yaitu 1,75% sehingga layak untuk diusahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,91 lebih dari 1 sehingga layak untuk diusahakan. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan (nyata) terhadap produksi melon adalah benih, curahan waktu tenaga kerja dan luas lahan. Kata kunci : usahatani melon, kelayakan
Produktivitas Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Pada Pakan Komersial Mulianto Muhsaputro; Hanung Dhidhik Arifin; Zulfanita Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.598 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap produktivitas burung puyuh (Cortunix-cortunix japonica). Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo. Bahan yang digunakan 100 ekor puyuh betina, tepung daun mengkudu 8,4 kg dan pakan komersil  (BP104) 66,15 kg. Alat yang digunakan antara lain timbangan digital, gelas ukur, kandang, blender. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan dan 5 sampel setiap ulangan, yaitu (T0) perlakuan 0% tepung daun mengkudu, (T2) perlakuan 2% tepung daun mengkudu, (T4) perlakuan 4% tepung daun mengkudu, (T6 ) perlakuan 6% tepung daun mengkudu dan (T8) perlakuan 8% tepung daun mengkudu. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, PBBH, konversi dan efisiensi. Hasil pemberian tepung daun mengkudu pada burung puyuh pada konsumsi pakan, konsumsi BK tertinggi di T8 31,91 g terendah di T0 22,03 g, PBBH tertinggi di T4 0,90 g terendah di T8 0,63,BB tertinggi di T4 213,43 terendah di T8 200,28, bobot telur tertinggi di T8 12,46 terendah di T2 11,75, konversi tertinggi di T8 2,56 terendah di T0 1,83, efisiensi tertinggi di T0 54,75 terendah di T8 39,06. Pemberian tepung daun mengkudu berpengaruh nyatan (P<0,05) terhadap  konsumsi pakan, PBBH, BB, konversi dan efisiensi pakan burung puyuh.Tepung daun mengkudu dapat digunakan sebagai campuran atau tambahan dalam ransum puyuh. Kata Kunci: Tepung Daun Mengkudu, Produktivitas, Puyuh, Konsumsi Pakan
PRODUKTIVITAS BURUNG PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) PENGARUH SUBTITUSI SARI JAHE GAJAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) PADA AIR MINUM Rinawidiastuti, Rinawidiastuti; Fadhiliya, Lukman; Ngatman, Tri
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.629 KB)

Abstract

ABSTRAK Burung puyuh merupakan penghasil protein hewani, akan tetapi burung puyuh sensitif terhadap perubahan lingkungan dan pakan yang mengakibatkan produktivitas menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan respon produktivitas burung puyuh dengan pemberian Sari Jahe Gajah. Materi yang digunakan adalah 120 ekor burung puyuh betina, Sari Jahe Gajah, pakan komersial dan peralatan pendukung lainnya.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis Sari Jahe Gajah  0, 5, 10, 15, 20, dan 25% dari jumlah air minum yang diberikan. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan dan air minum, produksi telur, konversi, dan efisiensi pakan. Data dianalisis menggunkan analisa Anova dan dilanjutkan dengan Uji Duncan jika ada perpedaan. Hasil penelitian pemberian  Sari Jahe Gajah menunjukkan pengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap konsumsi pakan dengan jumlah 29,13g; 29,98g; 27,50g; 29,25g; 31,34g dan 28,75g. Konsumsi air minum berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) dengan jumlah 68,26ml; 59,69ml; 62,98ml; 63,39ml; 63,39ml dan 63,39ml. Produksi telur burung berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) dengan 91,67%; 92,12%; 90,76%; 90,15%; 93,49% dan 93,79%. Konversi pakan berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) dengan nilai 2,50; 2,68; 2,45; 2,60; 2,75 dan 2,73. Efisiensi pakan berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) dengan nilai 40,42%; 37,76%; 40,85%; 38,51%; 36,73% dan 37,16%. Subtitusi sari jahe pada air minum menghasilkan rerata produksi telur dan nilai konversi pakan yang dihasilkan lebih baik dari penelitian sebelumnya. Kata kunci:  Sari Jahe Gajah, Puyuh, Produktivitas
KEPUTUSAN PETANI BERUSAHATANI TEBU LAHAN BERPASIR DI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Arbiyansah, Lukman Rizqian; Widiyantono, Didik; Kusumaningrum, Arta
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.899 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) korelasi faktor internal terhadap keputusan petani berusahatani tebu lahan berpasir; 2) korelasi faktor eksternal terhadap keputusan petani berusahatani tebu lahan berpasir; 3) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani  dalam berusahatani tebu lahan berpasir di kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo. Metode pengambilan sampel dilakukan secara survei dan metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif, rank spearman, dan analisis regresi linier berganda dengan lokasi penelitian adalah kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo. Jumlah sampel petani tebu yang diambil adalah 44 petani di kecamatan Ngombol yang menanam tebu di lahan berpasir. Hasil penelitian tersebut adalah faktor internal  petani  yang  tidak  berkorelasi  dengan keputusan petani berusahatani di lahan bepasir adalah usia, pendidikan non formal, luas lahan dan tanggungan keluarga. Faktor internal yang berkorelasi dengan keputusan petani di lahan berpasir adalah pendidikan formal, penerimaan usahatani, dan pengalaman usahatani tebu. Faktor eksternal yang tidak berkorelasi dengan keputusan petani berusahatani dilahan berpasir adalah peran teknologi dalam kecepatan mendapat informasi dan harga gula. Faktor eksternal yang berkorelasi dengan keputusan petani berusahatani dilahan berpasir adalah peran pabrik gula, peran pendamping lapangan, peran KPTR, kondisi alam, kemudahan membudidaya, dan ketersediaan saran prasarana. Faktor  internal  dan  eksternal  yang  mempengaruhi petani berusahatani tebu di lahan berpasir diketahui melalui hasil regresi bahwa pendidikan formal, penerimaan usahatani, pengalaman usahatani tebu, peran pabrik gula, peran pendamping lapangan, peran KPTR, kondisi alam, kemudahan membudidaya, dan ketersediaan saran prasarana secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani. Hasil uji t diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan   terhadap keputusan petani adalah pendidikan formal, pengalaman berusahatani tebu, peran pabrik gula, peran KPTR, dan kemudahan membudidaya. Kata Kunci: tebu, lahan berpasir , keputusan petani
PERSEPSI PETANI TERHADAP RISIKO BUDIDAYA BELIMBING (AVERRHOA CARAMBOLA L.) DI DESA WALUYOREJO KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN Sulchan, Achmad Alfi; Utami, Dyah Panuntun; Windani, Isna
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.501 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui macam-macam risiko yang dihadapi petani belimbing di kecamatan Puring kabupaten Kebumen. 2. Mengetahui persepsi petani terhadap risiko budidaya di kecamatan Puring kabupaten Kebumen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.Teknik pengambilan sampleadalah proportionale random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 responden.kriteria sampel adalahpetani  yang sudah pernah panen. Data penelitan diperoleh dengan cara observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi kemudian data dianalisis menggunakan Skala Likert. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa macam-macam risiko yang paling dihadapi petani belimbing di kecamatan Puring adalah curah hujan yang tinggi, serangan hama lalat buah, kenaikan harga insektisida dan pupuk anorganik, belum adanya jaminan pasar buah belimbing, kualitas buah dan standarisasi buah belimbing, tambahan dan bantuan modal serta tidak adanya lembaga keuangan formal yang menyediakan modal untuk budidaya belimbing. Persepsi petani terhadap risiko curah hujan, risiko serangan hama, risiko kekurangan modal adalah netral, sedangkan persepsi petani terhadap risiko pasar adalah baik. Secara keseluruhan persepsi petani terhadap risiko budidaya belimbing  di kecamatan Puring adalah baik. Kata Kunci : belimbing, persepsi, petani
DEFERENSI (LEUKOSIT) KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) JANTAN YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA Adnan, Arif; Iskandar, Faruq; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.457 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deferensi leukosit kambing peranakan etawa (PE) yang diberi pakan jerami padi fermentasi dengan lavel berbeda. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo dan Laboratorium Pato Klinik BBVet Wates.Bahan yang digunakan 12 ekor kambing peranakan etawa jantan umur 10-12 bulan, jerami padi fermentasi (JPF), rumput gajah, ampat tahu. Alat yang digunakan antara lain kandang, timbangan electronic dan seperangkat lain untuk pengambilan sampel darah. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Kosentrasi perlakuan T0 : 80% RG + 0% JPF + 20% AT; T1 : 60% RG + 20% JPF + 20% AT; T2 : 40% RG + 40% JPF + 20% AT; T3 : 20% + 60% + 20% AT. Parameter yang diamati leukosit, neutrofil, eosinofil, limfosit, monosit, basofil. Penelitian dilakukan selama 9 minggu. Data di analisis dengan ANOVA jika ada perbedaan dilanjutkan analisis Dancen.Hasil pemberian jerami padi fermentasi pada leukosit berpengaruh nyata (P&lt;0,05) dengan jumlah T0 : 102,000 ribu/mm3; T1 : 200,000 ribu/mm3; T2 : 79 ribu/mm3; T3 : 109 ribu/mm3, Neutrofil tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) dengan persentase T0 : 42,8%; T1 : 47,9%; T2 : 4,2%; T3 : 59,1%, Eosinofil tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) dengan persentase T0 : 1,9%; T1 : 2,4%; T2 : 2,9%; T3 : 2,9%, Limfosit berpengaruh nyata (P&lt;0,05) dengan persentase T0 : 55,3%; T1 : 48,3%; T2 : 52,4%; T3 : 44,3%, Monosit tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) dengan persentase T0 : 0,5%; T1 : 1,1%; T2 : 1,3%; T3 : 0,9%, Basofil tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) dengan persentase T0 : 0%; T1 : 0%; T2 : 0%; T3 : 0%. Jerami padi fermentasi dapat menjadi pakan subtitusi kambing peranakan etawa (PE), yang dapat mempertahankan status kesehatan dilihat dari deferensi leukosit, neutrofil, eosinofil, monosit, basofil dan berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap limfosit sehingga pemberian jerami padi fermentasi mampu menjadi pakan pengganti. Kata kunci: Kambing peranakan etawa, Jerami Padi Fermentasi, Leukosit, Neotrofil, Eosinofil, Limfosit, Monosit, Basofil.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING BURUNG PUYUH (CORTUNIX-CORTUNIX JAPONICA) Sanjaya, Arip; Wibawanti, Jeki Mediantari; Mudawaroch, Roisu Eny
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.498 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.)  dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh (Cortunix-cortunix Japonica). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dan 4 ulangan yang terdiri dari T0 : 100%  BP104, T2 : 100% + 2% TDM, T4 : 100% BP104 + 4% TDM, T6 : 100% BP104 + 6% TDM dan T8 : 100% BP104 + 8% TDM. Hasil analisis sifat fisik daging burung puyuh menunjukkan bahwa pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil sebagai berikut : nilai pH tertinggi T8 6,13 terendah T2 dan T4 5,88, nilai keempukan tertinggi T8 271,00 terendah T2 152,00, nilai susut masak tertinggi T6 30,59 terendah T0 29,29, nilai kadar air tertinggi T8 71,61 terendah T2 70,13, nilai daya ikat air tertinggi T2 33,68 terendah T6 25,93. Pemberian tepung daun mengkudu tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap nilai pH, keempukan, susut masak, kadar air dan daya ikat air. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil tidak dapat meningkatkan kualitas fisik daging burung puyuh. Perlu adanya uji lanjut mengenai pemberian tepung daun mengkudu dalam pakan komersil terhadap kualitas sifat fisik daging burung puyuh. Kata Kunci : Tepung Daun Mengkudu, Burung Puyuh, Sifat Fisik Daging
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KENTANG DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA Rulianto, Fajar; Utami, Dyah Panuntun; Hasanah, Uswatun
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.973 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1.Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Kutabawa dan desa Serang kecamatan Karangreja kabupaten Purbalingga. lokasi tersebut dipilih karena wilayah yang memiliki jumlah petani kentang terbanyak di kecamatan Karangreja kabupaten purbalingga. Penentuan jumlah sampel secara proportional random sampling, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 55 orangHasil penelitian menujukan faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi usahatani kentang adalah jumlah bibit, jumlah luas lahan, jumlah curahan waktu hari kerja orang, pupuk kandang dan pestisida sipermetrin, sedangkan jumlah pupuk phonska, jumlah pupuk SP-36, pupuk Za, kapur, pestisida mankozeb tidak berpengaruh secara signifikan atau nyata. Kata Kunci : Faktor produksi, Kentang, Signifikan
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L) DI DESA SURENGEDE KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Fiatnasari, Fiatnasari; Windani, Isna; Hasanah, Uswatun
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 8, No 1 (2019): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.691 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mengetahui teknik budidaya kentang yang di lakukan petani kentang di desa Surengede kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 2) Mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usahatani kentang di desa Surengede kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 3) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh pada usahatani kentang di kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. 4) Mengetahui efisiensi alokatif produksi kentang di kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo. Sampel penelitian berjumlah 50 orang, Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simle random sampling. Analisis data menggunakan fungsi produksi, biaya produksi, kelayakan dan efisiensi alokatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 6.804.346,66, rata-rata penerimaan adalah Rp 19.845.960, rata-rata pendapatan Rp 14.225.135,88, dan rata keuntungan yang diperoleh petani dalam satu kalimusim tanam adalah 13.041.613,34. Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 1.186.959,33 lebih besar dari biaya tenaga kerja yang berlaku sehingga layak di usahakan, nilai produktivitas modal (sebesar Rp 1.92% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes) sebesaer 0,023% sehingga layak di usahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,92 lebih dari 1 sehingga layak di usahakan. Hasil Efisiensi alokatif berdasarkan variabel luas lahan sudah efisien, variabel pupuk kandang belum efisien. Kata Kunci : Kentang, faktor produksi, kelayakan,  efisiensi alokatif.