cover
Contact Name
Suwarsito
Contact Email
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteks
ISSN : 08521468     EISSN : 26860546     DOI : https://doi.org/10.30595/sainteks
Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di sains dan teknologi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan. Sainteks terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober. Namun mulai tahun 2019 Sainteks terbit di bulan April dan Oktober.
Articles 246 Documents
Pengaruh Penyakit Stroke Terhadap Terjadinya Epilepsi Di RSUD Banyumas Abdul Hakim; Siti Rokhayah
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1503

Abstract

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba­tiba terganggu. Bekas penderita stroke bisa terserang epilepsi. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio­kimia, yang dapat menimbulkan serangan kejang pada epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stroke dengan angka kejadian epilepsi di RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah penderita stroke dan non stroke. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 20 pasien stroke dan 10 pasien non stroke. Instrumentasi penelitian menggunakan data dari status pasien dan instrumen uji pada penderita stroke dan non stroke di RSUD Banyumas. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Dari uji statistik diperoleh X² hitung = 0,0085 lebih kecil dari X² tabel = 3,841 dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat bebas = 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stroke dengan angka kejadian epilepsi di RSUD Banyumas. Kata kunci : stroke, non stroke, epilepsi
Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa di Fakultas Teknik dan Sains Universitas Muhammadiyah Purwokerto Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Opik Taofik; Hindayati Mustafidah
Sainteks Vol 15, No 1 (2018): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v15i1.6180

Abstract

Kegiatan pemilihan calon ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto  yang diadakan setiap tahun oleh DEMA (Dewan Mahasiswa) belum ada penilaian yang pasti dan belum menerapkan persyaratan yang ada untuk menentukan calon ketua BEM. Selain itu penilaian tersebut masih menggunakan proses manual dan belum menggunakan sistem sehingga penilaian yang ada kurang efisien untuk direkomendasikan dan proses tersebut cukup memakan waktu. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. Sistem tersebut adalah sistem pendukung keputusan (SPK) yang merupakan sistem tepat untuk proses seleksi karena dapat membantu mengambil keputusan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Metode yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah metode Simple Additive Weighting (SAW). Tahapan penyelesaian metode SAW yaitu menentukan kriteria keputusan, menentukan bobot tiap kriteria, menentukan alternatif beserta nilainya untuk setiap kriteria, membuat matriks keputusan, normalisasi matriks keputusan, hitung nilai preferensi (V) untuk setiap alternatif, urutkan nilai V, dan V yang terbesar merupakan rekomendasi keputusan. Kriteria yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah nilai mentoring, umur, semester, IPK dan pengalaman organisasi. Sebagai hasilnya sistem pendukung keputusan akan menghasilkan alternatif calon ketua BEM terbaik di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Puwokerto.Kata Kunci: sistem pendukung keputusan, seleksi calon ketua BEM, metode Simple Additive Weighting (SAW)
Rancang Bangun Aplikasi Penjualan Pupuk dan Obat Pertanian Toko Sinar Mutiara Agung Purwo Wicaksono; Nissa Isnandi
Sainteks Vol 16, No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i1.7018

Abstract

Pupuk, benih, pestisida dan lain sebagainya merupakan sarana produksi bagi petani yang penyediaannya dibantu oleh pemerintah. Pemerintah bekerjasama dengan banyak pihak untuk dapat menyalurkan sarana produksi pertanian bersubsidi sampai ketangan konsumen. Toko Sinar Mutiara adalah salah satu pengecer resmi sarana produksi pertanian yang berinteraksi langsung dengan konsumen dalam hal ini petani. Dalam melaksanakan kegiatan jual belinya, toko Sinar Mutiara masih mengandalkan kertas sebagai tulang punggung administrasi dan arsipnya. Hal ini menyebabkan banyak kendala yang terjadi pada proses administrasi keuangan, misalnya sering terjadi kesalahan pencatatan barang keluar dan masuk, tercecernya data penjualan, serta sulitnya melakukan proses rekap penjualan. Aplikasi penjualan pupuk dan obat yang menggunakan komputer adalah sebuah solusi yang ditawarkan. Metode pengembangan aplikasi waterfall merupakan metode pengembangan yang digunakan untuk membuat aplikasi penjualan pupuk dan obat. Aplikasi ini dapat melakukan pengolahan barang dan melakukan transaksi penjualan.Kata kunci : Aplikasi Penjualan, Sarana Pertanian, Pupuk, Sarana Pertanian
POLA DISTRIBUSI PARASIT PADA IKAN BELANAK (Mugil cephalus) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SEKITAR CILACAP Eny Sofiyatun
Sainteks Vol 9, No 1 (2012): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v9i1.292

Abstract

And Segara Anakan Turtle Bay (river Donan) is biodiversity-rich aquatic environments. Fisheries resources is one that has many potential diamanfaatkan, both for local and international needs. The fish is never separated from the life of a parasite that is also a component in an ecosystem. This study aims to determine the distribution pattern of parasites, both ectoparasites and endoparasites, the mullet fish (M. Cephalus) who was caught in the waters around Cilacap, covering waters Segara Anakan and Turtle Bay. The method used in this research is survey method with fish sampling is purposive sampling of fish mullet (M. Cephalus) of the families Mugilidae from two locations, namely the Turtle Bay and Segara Anakan (river Donan). The study was conducted in May and July 2008. The number of samples of fish taken was 30 individuals for each location. Parasite species found in M. Cephalus of Turtle Bay is more diverse than Segara Anakan (river Donan). Based on the analysis of the value of x (mean intensity) and S2 (standard deviation) is known that the distribution pattern of Caligus sp. found in M. Cephalus of the two sites showed a similar pattern, which is clustered. More clumped distribution pattern shown in Nothobomolochus sp. and Digenea indetermination. A uniform distribution pattern shown in Ergasillus sp. and Metamicrocotyla sp., whereas a random distribution pattern found in the Monogenea indetermination, Cymothoa sp., and Acanthocephala. Differences in the distribution pattern of each parasite species were found showing the survival of free-living stages and the ability to infect the host. In addition, also influenced by host specifity factor (predilection), as well as competition and predation. Keywords: distribution pattern, Mugil Cephalus, Segara Anakan, Turtle Bay.
Perbandingan Antara Pemberian Ondansetron Dengan pemberian Metoklopramid Untuk Mengatasi Mual Dan Muntah Paska Laparatomi Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yuhantoro Budi Handoyo Sakti; Hidayat Budi
Sainteks Vol 13, No 1 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i1.1493

Abstract

Pasien yang telah menjalani pembedahan beresiko untuk mengalami mual dan muntah paska bedah (PONV).Berbagai obat dengan mekanisme kerja berbeda, baik menggunakan agen tunggal atau kombinasi obat yang berbeda, telah digunakan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya PONV ini.Metoklopramid dan ondansetron adalah obat premedikasi anestesi yang dapat mengurangi mual muntah, sehingga penelitina ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara pemberian Ondansetron dengan pemberian metoklopramid untuk mengatasi mual dan muntah paska laparatomi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental kuasi dengan teknik acak buta ganda (double blind).Populasi penelitian adalah pasien operasi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Data dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbandingan yang bermakna. Penelitian ini menggunakan 40 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok, 20 orang mendapat metoklopramid 0,2 mg/kgBB dan 20 orang mendapat ondansetron 0,1mg/kgBB. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara pemberian metoklopamid dan ondansetron dalam mencegah mual muntah paska laparatomi. Kata kunci : metoklopramid – ondansetron –PONV
Kombinasi Vitamin E dan Omega-3 Topikal Meningkatkan Derajat Penyembuhan Anastomosis Intestinum Kajian Terhadap Kadar Interleukin-10 (IL-10) Cairan Peritoneum Guntur Muhammad Taqwin; Mina Mina
Sainteks Vol 14, No 2 (2017): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v14i2.4262

Abstract

Anastomosis intestinum merupakan tindakan penyambungan usus, yang didahului dengan laparotomi. Beberapa masalah kesehatan yang sering ditangani dengan tindakan ini diantaranya adalah kanker kolorektal, strangulasi dan inkarserasi pada hernia inguinalis. Akan tetapi angka morbiditas dan mortalitas dari tindakan tersebut cukup tinggi, sehingga beberapa studi dilakukan untuk mencari solusi, seperti pemberian terapi adjuvant.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kombinasi vitamin E dan Omega-3 topikal terhadap derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar interleukin-10 cairan peritoneum. Penelitian ini menggunakan tikus jantan galur wistar (n = 24) yang dilakukan anastomosis intestinum, dibagi menjadi 4 kelompok: P0 (kontrol), P1 (vitamin E 10 mg dalam 5 ml soybean oil topikal intestinum), P2 (Omega-3 40 mg dalam 5 ml soybean oil topikal intestinum), P3 (kombinasi vitamin E 10 mg dan Omega-3 40 mg dalam 5 ml soybean oil). 14 hari berikutnya tikus direlaparotomi, selanjutnya dilakukan penilaian derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 cairan peritoneum. Analisa statistik menggunakan uji beda one way ANOVA untuk derajat penyembuhan anastomosi dan uji Mann-Whitney untuk kadar IL-10 cairan peritoneum, sedangkan untuk mengetahui korelasi derajat penyembuhan anastomosis intestinum dengan kadar IL-10 cairan peritoneum menggunakan uji Spearman. Derajat penyembuhan anastomosis intestinum kelompok P3 lebih tinggi secara bermakna (p<0,05), dibandingkan kelompok P0, P1 dan P2. Kadar  IL-10 cairan peritoneum kelompok P3 lebih tinggi secara bermakna (p<0,05), dibandingkan kelompok P0, P1 dan P2. Uji korelasi antara derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 cairan peritoneum menunjukkan korelasi negatif sangat kuat dengan r:-0,844. Pemberian kombinasi vitamin E dan omega-3 topikal intestinum memiliki efek yang lebih baik terhadap derajat penyembuhan anastomosis intestinum dan kadar IL-10 daripada yang tidak mendapatkan kombinasi.Kata-kata Kunci: Anastomosis intestinum, IL-10, Vitamin E, Omega-3, Kombinasi
LAJU AERASI PADA PENGOMPOSAN LIMBAH SAYURAN MENGGUNAKAN KOMPOSTER DENGAN PENGADUK PUTAR Dwi Ari Cahyani; Rr. Mustika Pramudya A
Sainteks Vol 10, No 2 (2013): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v10i2.146

Abstract

Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh manusia. Hal ini tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga menyebabkan bau yang dapat mempengaruhi masalah serius karena penanganan yang tidak tepat. Oleh karena itu masalah penanganan limbah membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Berdasarkan masalah tersebut, perlu penerapan teknologi untuk mengatasi limbah padat dengan menggunakan teknologi daur ulang limbah padat menjadi produk bernilai tinggi kompos. Pengomposan dianggap sebagai teknologi berkelanjutan karena tujuannya untuk pelestarian lingkungan, keselamatan manusia, dan nilai ekonomi. Kompos dapat membantu pelestarian lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat menyebabkan degradasi lahan. Kompos tidak langsung juga membantu keselamatan manusia dengan mencegah pembuangan sampah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat aerasi yang tepat pada pembuatan kompos dari limbah sayuran yang menggunakan komposter dilengkapi dengan sistem pengaduk rotary. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Politeknik Banjarnegara pada Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan 5 kg limbah sayuran dari pasar tradisional di Banjarnegara kemudian dicampur dengan 1 kg dedak, serbuk gergaji sebanyak 8.50 kg, 2 kg kotoran sapi , dan 10 ml EM4 dengan memberikan 3 ( tiga ) variasi aerasi : 0,5 L / Menit ,1,0 L / Menit; 1,5 L / Menit. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan metode grafik dan analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan telah memenuhi SNI: 19-7030-2004 . Tingkat aerasi terbaik untuk kompos dari limbah sayuran adalah dengan memberikan 0,5 L / Menit aerasi dengan suhu maksimum 46,7 ° C selama 6 jam kompos . Tingkat air terbaik turun 1,5 L / Menit untuk proses pengomposan, level air menurun dari 60.40 % menjadi 43.20 % pada akhir proses pengomposan. PH tertinggi diperoleh dengan memberikan aerasi 1.5L / Menit adalah 7.69 pada akhir proses pengomposan. Hasil rasio CN dan perkecambahan 3 perawatan menunjukkan bahwa kompos telah matang dan siap untuk digunakan . Kata kunci : limbah sayuran, pembuatan kompos, laju aerasi.
ALGORITMA FxAFA LANGKAH ADAPTASI DINAMIS UNTUK PENGHAPUSAN DERAU Arif Johar Taufiq; M. Taufiq Tamam
Sainteks Vol 9, No 2 (2012): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v9i2.269

Abstract

In the present study has addressed the application of noise canceling FxAFA using dynamic step size algorithm, and we got the result that the noise reduction of FxAFA dynamic step size algorithms better then FxAFA algorithm. But when Compared with the noise reduction to FxLMS algorithms, FxLMS still better than the FxAFA dynamic step size algorithm. Based on the data from the computer simulation results of noise reduction FxLMS = 27.6793 dB, FxAFA dynamic step size and FxAFA db = 26.0329 = 23.6059 dB. Keywords: FxAFA, FxAFA dynamic adaptation measures, noise removal
Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Terjadinya Penyakit ISPA Bagi Polisi Di Wilayah Kerja Polres Banyumas Fadhol Romdhoni; Refni Riyanto
Sainteks Vol 12, No 2 (2015): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v12i2.1484

Abstract

ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Penyebaran penyakit ini sangat luas, komplikasinya membahayakan serta menyebabkan hilangnya hari kerja, bahkan berakibat kematian (khususnya pneumonia). Lingkungan kerja merupakan bagian yang penting dalam perusahaan dan sangat berpengaruh bagi kesehatan, lingkungan yang sesuai dapat memberikan kesan nyaman dan berfungsi sebagai sarana yang harus diperhatikan terhadap efektivitas dan efisensi kerja. Masalah mengenai kondisi lingkungan akibat dampak yang ditimbulkan sangat besar serta menyangkut masalah keuntungan dan kerugian perusahaan dan sampai saat ini masih banyak ditemukan instansi yang kurang memperhatikan hal tersebut. Tempat kerja di jalan pada polisi lalu lintas merupakan lokasi rawan yang menjadi perantara masuknya virus atau bakteri penyebab ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap terjadinya penyakit ISPA bagi anggota polisi di wilayah kerja Polres banyumas. Metode dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Penelitian ini dilaksanakan di Polres Banyumas pada tanggal 15 Maret 2015. Pada penelitian ini di dapatkan sampel sebanyak 66 orang. Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Kuadrat didapatkan hasil X2 hitung 0,998 < X2 tabel 2,806. Berdasarkan nilai RO polisi di bagian lalu lintas memiliki resiko mengalami ISPA 1,98kali lebih besar dari pada polisi di bagian administrasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh positif secara statistik terhadap terjadinya penyakit ISPA
Sistem Informasi Geografis Lokasi Bimbingan Belajar di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap Berbasis Android Sigit Sugiyanto; Anggit Bani Awal
Sainteks Vol 14, No 1 (2017): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v14i1.4192

Abstract

Bimbingan Belajar adalah suatu kegiatan bantuan belajar kepada siswa yang bertujuan agar siswa mencapai hasil belajar secara maksimal. Di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap terdapat banyak bimbingan belajar, tapi masyarakat masih merasa kesulitan untuk mencari lokasi tempat bimbingan belajar tersebut, untuk membantu masyarakat mencari lokasi bimbingan belajar masyarakat menggunakan teknologi smartphone. Smartphone adalah teknologi yang mempunyai fitur atau kemampuan menyerupai komputer. Untuk mencari lokasi bimbingan belajar masyarakat menggunakan aplikasi google map, di aplikasi tersebut banyak lokasi bimbingan belajar yang tidak akurat lokasinya dan banyak bimbingan belajar yang tidak tercantum di aplikasi google map dan di aplikasi google map tidak memberikan informasi tambahan terkait tentang bimbingan belajar tersebut. Mengatasi masalah diatas maka perlu dibangun sebuah sistem informasi geografis lokasi bimbingan belajar di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi tentang lokasi, nama bimbel, fasilitas, alamat, pelajaran, biaya, brosur dan gambar bimbel di Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap yang dapat diakses secara online melalui smartphone berbasis android. Sehingga masyarakat umum dapat terbantu untuk mencari lokasi bimbingan belajar dengan mudah dan efisien. Kata kunci : Android, Smartphone, Bimbingan Belajar, Sistem Informasi Geografis

Page 6 of 25 | Total Record : 246