Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles
260 Documents
Uji Histologi Udang Putih (Liptopenaeus vannamei) Selama Penyimpanan Pada Suhu Rendah
Dion Mayodra;
Fitra Mulia Jaya;
Tri Widayatsih
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.6541
Desa Sungsang merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan berbatasan dengan laut Bangka sehingga potensi hasil perikanan sangat tinggi. Salah satu hasil tangkapan penduduk di daerah tersebut adalah udang. Hasil tangkapan para nelayan di desa Sungsang didistribusikan ke perusahan pembekuan udang atau ikan melalui pos-pos perwakilan yang ada di Desa Sunsang. Selain itu, udang juga didistribusikan ke wilayah Kabupaten Banyuasin dan Palembang dengan waktu tempuh 2,5-3 jam. Ketika sampai di Palembang, terkadang udang bekukan terlebih dahulu sebelum dibawa ke pasar untuk didistribusikan ke konsumen Seperti kita ketahui bahwa udang merupakan hasil perikanan yang mudah mengalami kemunduran mutu. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengetahui keadaan struktur sel dan jaringan tubuh udang yang didistribusikan dari Desa Sungsang dengan melalui uji Histologi. Udang yang akan di amati yaitu udang yang ditransportasikan dengan suhu 4oC dan selanjutnya dilakukan penyimpanan pada suhu tersebut. Pengamatan dilakukan sampai hari 12 hari dengan interval hari ke-0,ke-3, ke-6, ke-9 dan hari ke-12. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2018. Hasil uji Histologi menunjukkan bahwa struktur jaringan tubuh daging udang sudah mulai merenggang pada hari ke-3 sampai hari ke-12.
Pengaruh Air Lindi Asal TPA Sukawinatan Terhadap Perilaku dan Mortalitas Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy)
Aldi Beni Irawan;
Indah Anggraini Yusanti;
Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.6682
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air lindi terhadap perilaku dan mortalitas benih ikan gurami (Osphronemus gourami) pada skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020. Pengambilan sampel air lindi dilakukan di Sungai Sedapat Kec.Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan air lindi meliputi P0 (Kontrol), P1 (100 ml air lindi), P2 (150 ml air lindi), P3 (200 ml air lindi). Hasil penelitian diperoleh adanya perubahan perilaku pada benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi perlakuan air lindi yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada ikan, pengeluaran lendir yang banyak pada ikan, pergerakan ikan tidak teratur dan ikan menabrakkan diri pada aquarium. Nilai mortalitas ikan gurami tertinggi sebesar 56,67% diperoleh pada perlakuan P3 menggunakan 200 ml air lindi dan kualitas air selama penelitian mendukung untuk pertumbuhan ikan gurami.
Penambahan Tepung Maggot Pada Pelet Tepung Komersil Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin Pangasius hypophthalmus
Rahma Mulyani;
Rangga Bayu Kusuma Haris
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.6990
Potensi maggot Chrysomya megacephala sebagai bahan alternatif sebagai sumber protein dapat dimaanfaatkan untuk pakan benih ikan patin Pangasius hypophthalmus. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yang bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kelagsungan hidup benih ikan patin yang diberi pakan dengan tambahan tepung maggot dengan berbagai perlakuan yaitu perlakuan A pelet tepung (100), perlakuan B pelet dengan tepung maggot (75:25), perlakuan C pelet dengan tepung Maggot (50:50), dan perlakuan D tepung maggot (100). Hasil pengamatan menunjukkan penambahan tepung magot pada pakan menunjukkan hasil pertumbuhan berat tertinggi sebesar C 2,91 g dan terendah pada perlakuan D sebesar 1,99 g sedangkan pertumbuhan Panjang tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 4,67, untuk kelangsungan hidup benih ikan patin yang memberikan nilai tertinggi sebebsar 93,3 % sehingga hasil analisis menunjukkan perlakuan B dan C berbeda nayata dengan kontrol.
Analisis Ekonomi dan Kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries alat tangkap bagan perahu di PPI Air Bangis Sumatera Barat
Muhammad Nur Arkham;
Windri Gunawan;
Ratih Purnama Sari;
Mathius Tiku;
Rangga Bayu Kusuma Haris;
Roma Yuli F Hutapea
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.7117
Nagari Air Bangis merupakan sebuah desa yang berada di Provinsi Sumatera Barat. Potensi sumberdaya perikanan yang ada di Air Bangis sangat besar dan banyak yang memiliki usaha perikanan tangkap. Salah satu usaha perikanan tangkap yang terus berkembang adalah alat tangkap bagan perahu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonomi dan menggambarkan dukungan pengembangan alat tangkap bagan perahu berdasarkan CCRF di Perairan Air Bangis, Provinsi Sumatera Barat. Metode pengumpulan data yaitu dengan survey dan observasi secara langsung, sedangkan untuk teknik pemilihan responden menggunakan metode purposive samplaing. Analisis data yang digunakan adalah analisis ekonomi dan kriteria alat tangkap ramah lingkungan berdasarkan code of conduct for responsible fisheries (CCRF). Hasil penelitian menyebutkan bahwa alat tangkap bagan perahu yang dioperasikan oleh nelayan di PPI Air Bangis secara ekonomi menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan usahanya dilihat dari nilai R/C rasio sebesar 1,35 dengan keuntungan per tahun sebesar Rp. 442.500.000,00. Dilihat dari segi lingkungan juga menunjukkan bahwa alat tangkap bagan perahu termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan dari hasil penilaian kriteria dengan pendekatan CCRF menunjukkan bobot rata-rata sebesar 31,4.
Analisis Usaha Pemeliharaan Ikan Lele Bersama Padi Di Sawah Di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan (Studi Kasus: Minapadi Bapak Winarno)
Humairani Humairani;
Nurlaini Nurlaini
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v16i2.6715
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis usaha bapak winarno tentang pemeliharaan ikan lele bersama padi di sawah di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja. Penarikan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data analisis usaha dihitung secara tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwabiaya produksi usaha pemeliharaan ikan lele bersama padi di sawah milik Bapak Winarno ini terdiri dari biaya tetap (penyusutan) dan biaya variabel. Biaya tetap sebesar Rp. 626.000,00/siklus, sedangkan biaya variabel yaitu Rp. 1.813.000,00/siklus sehingga biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp, 2.439.000,00/siklus. Penerimaan yang diperoleh dari usaha ini adalah Rp 5.432.000,00/siklus dan pendapatan sebesar Rp 2.993.000,00/siklus. Perhitungan R/C ratio sebesar 2,23 dan nilai B/C rasio 1,23 menunjukkan bahwa kegiatan pemeliharaan ikan lele bersama padi di sawah milik Bapak Winarno menguntungkan dan sudah efisien. Sehingga pemeliharaan ikan bersama dengan padi di sawah dapat dilakukan untuk menambah pendapatan petani.
Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Pengembangan Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Kelurahan Sungai Geniot Kota Dumai
Haris luthfi;
Kukuh Nirmala;
Irzal Effendi;
Yuni Puji Hastuti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.8036
Kelurahan Sungai Geniot merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai yang memiliki potensi perikanan budidaya yang besar untuk dikembangkan khususnya udang vaname dengan tradisional dan semi intensif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan menganalisis kesesuaian lahan dan kesesuaian perairan pada pengembangan tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kelurahan Sungai Geniot. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah scoring dalam penilaian tingkat kesesuaian perairan untuk budidaya udang vaname, Kemudian penilaian kualitas perairan menggunakan metode matching untuk membandingkan karakteristik fisika, kimia, dan biologi perairan suatu lokasi dengan kriteria kesesuaian yang diinginkan untuk budidaya udang vaname. Hasil penelitian menunjukan kondisi kualitas perairan muara sungai maupun di bibir pantai berada dalam kondisi optimal dan masih sesuai untuk budidaya udang vaname. Status kesesuaian lahan untuk pengembangan tambak udang vaname di Kelurahan Sungai Geniot, Kota Dumai sangat berpotensi untuk kegiatan budidaya udang vaname dan pemanfaatan lahan untuk tambak dapat ditingkatkan dari 110,6 Ha menjadi 627 Ha dengan mengoptimalisasi pemanfaatan lahan yang ada. Kesesuaian lahan di Kelurahan Sungai Geniot dalam kelas sesuai yaitu dengan kisaran 48 – 51 sehingga layak dalam kegiatan pengembangan kawasan tambak udang vaname dan memiliki kontur tanah lempung liat berpasir.
Nilai Ekonomi Ekosistem Lamun di Perairan Barat Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia: Sebagai Penyedia Sumberdaya Ikan
Septa Riadi;
Muhammad Nur Arkham;
Rangga Bayu Kusuma Haris;
Mathius Tiku
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v17i1.8341
Ekosistem lamun memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi lokal, hal ini dapat diartikan bahwa kehidupan masyarakat pesisir memiliki ketergantungan terhadap keberadaan padang lamun. Ekosistem lamun menyediakan jasa penyediaan berupa sumberdaya ikan dan biotanya yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan kesejahteraan nelayan kecil, khususnya di Perairan Barat, Kabupaten Rote Ndao. Tujuan dari penelitian adalah menunjukkan nilai ekonomi yang diberikan oleh jasa ekosistem lamun dalam menyediakan sumberdaya ikan dengan pendekatan effect on production (EOP). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survey dengan teknik wawancara. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan penilaian ekonomi melalui pendekatan pendugaan surplus konsumen (CS) sumberdaya. keberadaan ekosistem lamun di Perairan Barat Kabupaten Rote Ndao telah terbukti dapat memberikan jasa penyediaan berupa sumberdaya ikan dan biota lainnya yang berasosiasi dengan lamun yang dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat sekitar. Manfaat tersebut dapat dilihat dari perhitungan ekonomi dengan pendekatan Effect on Production (EOP), hasil analisis menyebtukan estimasi nilai ekonomi dari consumen surplus (CS) terhadap ekosistem lamun sebesar Rp. 13.035.481,00/Orang/Tahun dan nilai ekonomi total ekosistem lamun sebesar Rp. 1.381.760.996,00/tahun.
Efek Pemberian Campuran Tepung Wortel (Daucus carota) dan Tepung Bunga Marigold (Tagetes erecta) pada Warna Ikan Badut (Amphiprion ocellaris)
Apryana Reni Tasuib;
Yudiana Jasmanindar;
Wesly Pasaribu
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.7965
Penurunan kualitas warna pada ikan salah satunya diakibatkan oleh ikan tidak dapat menghasilkan karotenoid oleh dirinya sendiri, sehingga perlu penambahan karotenoid alami dari bahan alami dari wortel dan bunga marigold. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penambahan campuran tepung wortel (Daucus carota) dan tepung marigold (Tagetes erecta) yang ditambahkan dalam pakan untuk meningkatkan warna pada ikan badut (Amphiprion ocellaris). Penelitian ini menggunakan empat perlakuan: (a) pakan komersil merk FF999 (tanpa penambahan tepung wortel dan tepung bunga marigold), (b) tepung bunga marigold 2,5% dan tepung wortel 5% + Pellet FF999 92,5%, (c) tepung wortel 2,5 % + tepung bunga marigold 5% + Pellet FF999 92,5%, (d) tepung bunga marigold 5% dan tepung wortel 5% + Pellet FF999 90 %. Parameter yang diamati adalah pengukuran warna Red Green Blue (RGB) yang diubah menjadi nilai Hue, Saturation, Brightness (HSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung wortel (D. carota) dan tepung bunga marigold (T. erecta) menghasilkan perubahan warna lebih kontras pada nilai Hue dan Brightness (kecerahan) serta dapat mempertahankan warna ikan badut seperti warna dialam (A. ocellaris) ketika dibudidayakan tetapi pada perubahan warna Saturation mengalami penurunan.
Sebaran Spasial Nitrat dan Fosfat Di Perairan Terumbu Karang Kabupaten Bone dan Kelayakannya Untuk Lokasi Pertumbuhan Karang
Lalu Penta Sebri Suryadi;
Abdul Haris;
Dewi Yanuarita
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v17i1.8373
Nitrat dan posfat dibutuhkan oleh zooxhantella yang bersimbiosis dengan terumbu karang. Kadar nitrat dan fospat perairan dipengaruhi oleh aktifitas di daratan karena sumber utama nutriaen yang ada di perairan berasal dari daratan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi spasial nitrat dan fospat perairan dan kelayakan perairan untuk mendukung pertumbuhan karang. Pengujian nitrat dan fospat dilakukan di laboratorium kualitas air FIKP UNHAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrat dan fospat perairan di perairan terumbu karang kabupaten bone tidak terpengaruh oleh jaraknya dengan daratan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kadar nitrat perairan melebihi baku mutu air laut sedangkan kadar fospat perairan masih dibawah baku mutu air laut. Kondisi oseongrafi seperti suhu, salinitas dan DO tidak berada dalam kisaran optimal, sedangkan kecerahan, kecepatan arus dan pH perairan masih dalam kondisi optimal dalam mendukung pertumbuhan karang.
Komposisi Fermentasi Kotoran Puyuh, Ampas Tahu Dan Tepung Kentang Yang Berbeda Terhadap Populasi Dan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex Sp)
Deri Anggara;
Indah Anggraini Yusanti;
Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/jipbp.v17i2.8108
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis populasi dan biomassa cacing sutera (Tubifex sp) yang dibudidayakan pada komposisi fermentasi kotoran puyuh, ampas tahu, dan tepung kentang yang berbeda. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakukan dan 3 pengulangan. Komposisi perlakuan meliputi P0 (kotoran puyuh 100%), P1 (50% kotoran puyuh, 35% ampas tahu dan 15% tepung kentang), P2 (50% kotoran puyuh, 25% ampas tahu dan 25% tepung kentang), P3 (50% kotoran puyuh, 15% ampas tahu dan 35% tepung kentang). Cacing suetra dipelihara selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi cacing sutera tertinggi diperoleh pada perlakuan P2 sebesar 240 ind/gr, sedangkan biomassa tertinggi didapatkan pada perlakuan P2 yaitu sebesar 121.17 gr dan kualitas air selama penelitian mampu menunjang budidaya cacing sutera.