cover
Contact Name
Muhammad Nur Hidayat
Contact Email
jiip@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6281342363639
Journal Mail Official
jiip@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology of Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. HM. Yasin Limpo 36 Samata, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan
ISSN : 23550732     EISSN : 27162222     DOI : 10.24252/jiip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan is a published journal by the Department of Animal Science, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University (UIN) Makassar since December 2013. Publish twice a year in June and December, containing the results of research and review of fields of Animal Product Safety, Feed Nutrition and Technology, Livestock Production, Animal Health, Livestock Product Technology, and Livestock Socio-Economic
Articles 186 Documents
COVER VOL. 6 NO.2 DESEMBER 2020 Cover Cover
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v6i2.19271

Abstract

Analisis Fenotip, Pendugaan Bobot Tetas dan Bobot Hidup Umur 8 Minggu pada Selesi Ayam Kampung Yusnaini B. Talebe; Abdurahman Hoda; Sri Utami
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.20047

Abstract

Penelitian dengan judul Analisis fenotipe, pendugaan bobot tetas dan bobot hidup umur 12 minggu pada seleksi ayam kampung telah dilakukan di Kota Ternate. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental design dengan tahapan sebagai berikut: Tahap awal: Perkawinan antara ayam kampung jantan berjumlah 5 ekor dengan betina berjumlah 25 ekor sebagai tetua yang berada dalam kandang individual menggunakan teknik Inseminasi Buatan (IB) sebanyak 2 kali dalam seminggu. Tahap kedua : Pengumpulan telur selama seminggu dimasukkan ke dalam mesin penetasan. Setelah telur menetas dan tubuh anak ayam kampung kering diberi Wing band sebagai identitas lalu dilakukan penimbangan untuk memperoleh data bobot tetas. Tahap ketiga: Anak ayam dimasukkan ke dalam kandang kelompok yang terbuat dari ram kawat berukuran 70 x 60 x 30 cm dilengkapi induk buatan, tempat makan dan minum. Parameter diamati adalah karakter fenotip, bobot telur, bobot tetas dan bobot hidup 8 minggu. Hasil menunjukkan  tingkat keragaman baik karakter fenotip maupun tingkat produktivitas ayam buras masih dalam kategori tinggi, upaya seleksi perlu dilakukan secara kontinyu untuk memperoleh strain ayam buras murni.
Persentase Mortalitas Embrio Burung Puyuh yang Diberikan Ekstrak Daun Mengkudu sebagai Disinfektan Alami dalam Proses Penetasan Isra Mirawati; Muhammad Nur Hidayat; Khaifah Asgaf; Jumriah Syam; Aminah Hajah Thaha
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v6i2.18315

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh sanitasi alami ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifoli lignosae) dengan metode pengelapan terhadap mortalitas embrio telur burung puyuh (Conturnix conturnix japonica). Penelitian ini menggunakan 1.500 butir telur tetas burung puyuh dengan rasio induk jantan dan betina 1:4. Penelitian ini menggunakan metode rancangn acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan masing-masing setiap ulangan terdiri dari 100 butir telur tetas burung puyuh dengan berat telur 10 gram. Perlakuan yang digunakan adalah P0: kontrol, P1: menggunakan desinfektan komersil : 8 mL /1000 mL Air, P2: konsentrasi 10% = 10 mL estrak daun mengkudu + 90 mL Air suling. Hasil penelitian dengan penggunaan ekstrak daun mengkudu sebagai sanitasi alami dengan metode pengelapan diperoleh bahwa penggunaan ekstrak daun mengkudu 10% tidak memberikan perbedaan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas embrio (P>0.05). Meskipun demikian pada konsentrasi 10% dapat menurunkan mortalitas embrio 14%.  Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan ekstrak daun mengkudu dapat mempengaruhi mortalitas embrio.
Deteksi Logam Kadmium (Cd) dan Timbel (Pb) pada Sapi Peranakan Ongole yang Digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar Fedri Rell
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.10095

Abstract

Sapi peranakan ongole adalah salah satu sapi penghasil daging. Logam berat Cd dan Pb adalah logam beracun bagi makhluk hidup. Penelitian bertujuan untuk mendeteksi adanya logam kadmium (Cd) dan timbel (Pb) pada sapi peranakan ongole yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2019 di Laboratorium Kimia Makanan Ternak, Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak  Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Sampel sebanyak 15 sampel darah dari lima lokasi peternakan. Pengukuran kadar Cd dan Pb dalam darah menggunakan metode uji Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil dari penelitian menunjukkan keberadaan logam berat kadmium yang berada dikisaran antara 0,290 ppm - 1,008 ppm dan timbel yang berada  dikisaran antara 1,32 ppm – 9,91 ppm. Kesimpulan dari penelitian adalah terdeteksinya logam kadmium dan timbel pada sapi peranakan ongole yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa Makassar. 
COVER VOL.5 NO.2 DESEMBER 2019 Cover Cover
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v5i2.19273

Abstract

Pengaruh Penggunaan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) sebagai Pengganti Bekatul Terhadap Kualitas Karkas dan Berat Organ Dalam Ayam Pedaging Osfar Sjofjan; Danung Nur Adli
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 1 (2021): JUNI
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i1.13800

Abstract

Biji asam jawa mempunyai potensi besar sebagai penggati bekatul. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian bekatul dengan tepung biji asam jawa dalam pakan terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan organ dalam ayam pedaging. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan : P0 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 10% ( kontrol ), P1 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 7,5% + tepung biji asam jawa 2,5%, P2 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 5% + tepung biji asam jawa 5%, P3 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 2,5% + tepung biji asam jawa 7,5%, P4 = Jagung 60% + konsentrat 30% + bekatul 0% + tepung biji asam jawa 100%, dengan 4 kali pengulangan dan pada setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam pedaging. Penggantian bekatul dengan tepung biji asam jawa dilakukan pada saat umur ternak 21 hari pemeliharaan. Variabel penelitian yang diamati terdiri dari bobot karkas, persentase karkas dan berat organ dalam ayam pedaging. Pengunaan tepung biji asam jawa sebagai pengganti bekatul memberikan pengaruh tidak berbada nyata (P>0,05) terhadap berat karkas ayam pedaging. Pemberian tepung biji asam jawa sebagai pengganti bekatul dalam pakan belum mampu meningkatkan bobot karkas, persentase karkas dan berat organ dalam ayam pedaging.
Evaluasi Nutrient Silase Eceng Gondok (Eichornia crassipes) yang Difermentasi dengan Level EM4 dan Sumber Energi yang Berbeda Anwar Efendi Harahap; Eniza Saleh; Wiloci Wiloci; Bakhendri Solfan
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i2.20643

Abstract

Eceng gondok (Eichchornia crassipes) merupakan gulma air yang perlu ditingkatkan nilai nutrisinya melalui teknologi fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan level EM4 dan konsentrat yang berbeda pada tanaman eceng gondok terhadap kualitas  nutrisi. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi  protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan BETN. Meotode penelitia menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A : Penambahan level EM4 (0, 0,5, 1, 1,5 dan 2 ml) selanjutnya faktor B penambahan konsentrat (dedak padi dan tepung  jagung).  Data dianalisis menggunakan RAL Faktorial dan uji lanjut  dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian ini menunjukkan penambahan level EM4 hingga 2 ml dapat meningkatkan kualitas  PK (%), LK (%) menurunkan SK (%) dan BETN (%) selanjutnya penambahan konsentrat tepung jagung mampu meningkatkan kualitas PK (%), dan LK (%) dan menurunkan SK (%) dan BETN (%). Perlakuan terbaik silase eceng gondok dengan penambahan EM4 2 ml dan konsentrat tepung jagung.
Total Kolesterol HDL, LDL dan Trigliserida Darah Ayam Broiler yang Diberi Tepung Daun Apu-Apu (Pistia stratiotes) dalam Ransum Basal Rahmad Mahadir Hasibuan; Edi Erwan; Elviriadi Elviriadi; Muhammad Rodiallah; Sofya Maya
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i2.21085

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengevaluasi pengaruh pemanfaatan tepung daun apu-apu (TDA) dalam ransum basal terhadap kadar total kolesterol (TCHO), HDL (High Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein) dan trigliserida (TG) pada darah ayam broiler. Hewan penelitian yang digunakan adalah ayam broiler yang dipelihara mulai DOC sampai umur 35 hari dengan menggunakan 20 petak kandang yang tiap unit kandang terdiri dari 3 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan meliuputi T0 (ransum komersial tanpa TDA), T1 (ransum basal dengan TDA 0%), T2 (ransum basal dengan TDA 5%), T3 (ransum basal dengan TDA 10%), T4 (ransum basal dengan TDA 15%). Parameter yang diamati adalah TCHO, HDL, LDL dan TG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap seluruh parameter. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan TDA sampai 15% dalam ransum basal tidak merubah fisiologi darah khususnya kadar kolesterol, HDL, LDL dan TG ayam broiler.
Prospektif Jerami Padi dan Jerami Jagung Sebagai Sumber Pakan Sapi Potong di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa Jasmal A Syamsu
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i2.22051

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya dukung jerami padi dan jerami jagung sebagai sumber pakan sapi potong di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. Pengumpulan data sekunder dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa. Data dianalisis untuk menghitung populasi ternak berdasarkan satuan ternak (ST), produksi bahan kering jerami padi dan jerami jagung (BK), indeks konsentrasi ternak (IKT), indeks konsentrasi pakan (IKP). Berdasarkan hasil analisis diperoleh potensi jerami padi dan jerami jagung di Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa sebesar 17.316,29 ton BK jerami padi dengan produksi terbesar adalah jerami jagung 76.206,00 ton BK. Daya dukung jerami padi dan jerami jagung sebagai sumber pakan masing-masing 7.590,70 ST dan 33.405,37 ST. Berdasarkan populasi sapi potong saat ini sebesar 4.709,50 ST, maka terdapat peluang penggembangan ternak sapi potong di Kecamatan Biringbulu dengan memanfaatkan jerami padi dan jerami jagung sebagai sumber pakan.
Hubungan Antara Karakteristik Telur dengan Bobot Telur dan Bobot Day Old Duck (DOD) dengan Bobot Badan Itik Kerinci pada Berbagai Tingkat Umur Depison Depison
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 7 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jiip.v7i2.22352

Abstract

Itik kerinci mrupakan itik lokal yang berasal dari Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang telah lama dibudidayakan masyarakat Kerinci secara turun temurun. Itik Kerinci telah diakui sebagai plasma nulfah Indonesia, hingga saat ini data mengenai karakteristik telur, bobot telur, bobot badan dan pertambahan bobot badan itik Kerinci belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik telur dengan bobot telur dan bobot Day old Duck (DOD) dengan bobot badan itik kerinci pada berbagai tingkat umur.  Materi penelitian ini adalah telur itik kerinci sebanyak 800 butir telur. Metode penelitian adalah metode eksperimen. Data yang dihimpun meliputi: karakteristik telur, bobot telur, bobot DOD, bobot badan, dan pertambahan bobot badan. Uji- t digunakan untuk mengetahui perbedaan antara karakteristik telur, bobot telur, bobot badan, dan pertambahan bobot badan itik kerinci jantan dan betina. Analisis regresi dan korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan dan keeratan hubungan antara karakteristik telur dengan bobot telur, dan bobot DOD dengan bobot badan itik kerinci baik jantan maupun betina. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa karakteristik telur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot telur, dan bobot DOD berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot badan umur 1 dan 2 bulan. Lingkar telur memiliki korelasi tertinggi dengan bobot telur baik pada jantan maupun betina dengan nilai korelasi sebesar 69,70% dan 57,4%, dibandingkan ukuran telur lainnya. Korelasi antara  bobot DOD dengan bobot badan Umur 1 bulan lebih tinggi dibandingkan dengan bobot badan umur 2 bulan baik pada jantan mapun betina dengan nilai korelasi yaitu sebesar 92,0% dan 87,40%. Karakteristik telur, bobot telur, bobot DOD, bobot badan dan pertambahan bobot badan itik kerinci jantan lebih tinggi dibandingkan betina. Karakteristik telur mempunyai hubungan positif dengan bobot telur demikian juga bobot DOD dengan bobot badan. Korelasi tertinggi karakteristik telur dengan bobot telur adalah lingkar telur. Korelasi bobot DOD dengan bobot badan umur 1 bulan lebih tinggi dibandingkan dengan bobot badan umur 2 bulan.