cover
Contact Name
Fatmawati Nur
Contact Email
fate.nurkhalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
+62811443002
Journal Mail Official
teknosains@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H.M.Yasin Limpo 36 Romang-Polong, Sombaopu, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi
ISSN : 19793154     EISSN : 2657036X     DOI : https://doi.org/10.24252/teknosains
Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi is a peer-reviewed journal that publishes three times a year (January-April, May-August, and September-December) on articles concerning all areas of science and technology in both theoretical and applied research. The below-mentioned areas are just indicative. The editorial board also welcomes innovative articles that redefine any Science and Technology field. Chemistry and Chemical Engineering Physics, Material, and Mechanical Engineering Biology, and Biosystem Engineering Food and Agriculture Engineering Mathematics Computer Science and Engineering Earth Science and Engineering Space Engineering Electrical Engineering Architecture and Civil Engineering Environment Science and Engineering Mechanical Engineering Basic Science in Engineering Education Engineering Education Reforms New Technologies in Education Industry and Education: A Continous Collaboration Research and Development in Engineering Education Globalization in Engineering Education Computers, Internet, Multimedia in Engineering Education Organization of Laboratories
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 19 No 3 (2025): September-Desember" : 15 Documents clear
Application of fungal pretreatment to produce monosaccharide from algae Spirogyra peipingensis Fatiha, Lisa Ainayal; Husain, Dirayah Rauf; Sulfahri, Sulfahri
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.58055

Abstract

Spirogyra peipingensis is a species of green algae known to have a high carbohydrate content, making it a promising alternative raw material for biosugar production. This study aimed to determine the effects of inoculum size and pretreatment duration on biosugar yield. The research was conducted in three stages: pretreatment, hydrolysis, and fermentation. Pretreatment was carried out to release polysaccharides, hydrolysis was performed to convert cellulose and hemicellulose into simpler forms, and fermentation was conducted to transform disaccharides into monosaccharides. Monosaccharide measurement was performed using an ATC refractometer with a refractive index method to estimate the total sugar content. The results showed that the combination of a 7.5% inoculum size with a fermentation duration of 24 hours produced the most optimal monosaccharide yield, amounting to 0.28 g/g substrate. These findings emphasize that the regulation of inoculum and pretreatment parameters plays a crucial role in enhancing the efficiency of algal biomass conversion into biosugar. Overall, this study contributes to the development of bioconversion technologies based on local biological resources and highlights the potential of Spirogyra peipingensis as an environmentally friendly raw material candidate for future biosugar industries.
KEANDALAN BANGUNAN TERHADAP ASPEK KESELAMATAN AKTIFITAS PENGGUNA GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM STELLA MARIS DI MAKASSAR Miftahuljannah, Miftahuljannah; Sukmawaty, Erma; Indrayuni, Armi
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.51506

Abstract

Keselamatan dan keandalan struktur bangunan rumah sakit sangat penting, khususnya di fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Stella Maris Makassar. Bangunan harus mampu menahan beban dan bencana alam, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penggunanya. Penelitian ini mengevaluasi keandalan struktur melalui metode dengan pengujian teknis seperti hammer test dan rebar scan, serta survei persepsi pengguna mengenai kenyamanan, aksesibilitas, dan keselamatan dari bahaya kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keandalan struktural dan keselamatan pengguna bangunan Rumah Sakit Umum Stella Maris serta untuk memberikan rekomendasi desain struktural, perbaikan sistem pencegahan kebakaran, dan pemantauan rutin guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna rumah sakit. Hasil pengujian hammer test menunjukkan mutu beton rata-rata sebesar 363,60 kg/cm², yang masih memenuhi standar desain yang berlaku di Indonesia. Pengujian rebar scan menunjukkan kesesuaian jumlah tulangan dan ketebalan selimut beton dengan dokumen as-built drawing. Kesimpulannya bahwa survei terhadap pengguna menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa puas dengan keandalan struktur dan kenyamanan ruangan, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan dalam hal aksesibilitas dan keselamatan kebakaran.
Arahan pengembangan penyediaan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala Kota Makassar Septiawan, Muh Aditya; Nurfatimah, Nurfatimah; Latief, Rudi
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.51811

Abstract

Kota Makassar menghadapi tantangan serius terkait kekurangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berdampak pada banjir rutin, peningkatan polusi udara, dan penurunan kualitas lingkungan perkotaan. Permasalahan ini diperparah oleh alih fungsi lahan yang mengurangi ketersediaan ruang hijau, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi RTH dalam RTRW Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi dan arahan pengembangan RTH publik di Kecamatan Tallo dan Bontoala. Metode yang digunakan meliputi analisis superimpose untuk mengidentifikasi kesesuaian spasial RTH berdasarkan peta tata ruang dan penggunaan lahan actual, serta analisis deskriptif untuk menilai kondisi eksisting dan factor penghambat pengembangan RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kecamatan ini mengalami kekurangan RTH dari standar minimal 30% luas wilayah sebagaimana diatur dalam RTRW. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengemabngan RTH yang meliputi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sector swasta, pemanfaatan lahan kosong, serta penerapan kebijakan perlindungan ruang hijau secara konsisten. Rekomendasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengawasan, sosialisasi, dan integrasi kebijakan RTH dalam perencanaan kota berkelanjutan.
Identifikasi bencana tanah longsor menggunakan data citra dan InaRisk: Studi kasus Kecamatan Walenrang Barat, Luwu Sewang, Selvi; Said L, Muh.; Abidin, Kurniati; Kusmiran, Amirin
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.53932

Abstract

Walenrang Barat dikategorikan sebagai wilayah rawan tanah longsor yang disebabkan oleh kondisi batuan dan lereng gunung yang tidak kompak serta mudah mengalami degradasi atau lebih mudah menyebabkan pergerakan tanah. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis potensi tanah longsor di lokasi penelitian dan untuk mengetahui luasan potensi tanah longsor menggunakan software ArcGis, metode logika fuzzy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang berisiko longsor berdasarkan analisis metode logika fuzzy yaitu tingkat kerawanan paling luas berada di Desa Ilan Batu sebesar 6127,16 ha (25,32%) dan Desa Ilan Batu Uru 5968,57 ha (24,67%), kelas sedang berada di Desa Lewandi sebesar 3569,92 ha (14,75%), Desa Lempe Pasang sebesar 3391,87 ha (14,02%) dan Desa Lempe sebesar 3148,63 ha (13,01%), sedangkan rendah pada Desa Lamasi Hulu sebesar 1989,89 ha (8,22%). Sedangkan jika dilihat dari metode InaRISK BNPB, bahwa Desa Ilan Batu sebesar 6184,74 ha (23,82%) dan Ilan Batu Uru 6014,95 ha (23,16%), tingkat sedang berada di Lempe Pasang 4885,85 ha (18,82%), Desa Lewandi sebesar 3636,57 ha (14,01%) dan Desa Lempe sebesar 3222,55 (12,41%), sedangkan tingkat rendah berada di Desa Lamasi Hulu sebesar 2021,25 ha (7,78%). Setiap data memiliki hasil persentase yang berbeda untuk tingkat risiko tanah longsor. Kecamatan Walenrang Barat termasuk daerah yang sedang terjadi tanah longsor dikarenakan wilayah tersebut memiliki kemiringan lereng yang tinggi serta curah hujan yang cukup tinggi dan jenis tanah yang peka terhadap bencana tanah longsor.
The Analisis karakteristik spasial Desa Kaseralau Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang berbasis sistem infomasi geografis (GIS) sebagai bahan acuan mitigasi bencana Angraini A, Nurvadillah; Said L, Muh.
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.54853

Abstract

Desa Kaseralau Kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang memiliki topografi bervariasi dengan ketinggian 85-1000 mdpl yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik spasial wilayah sebagai acuan mitigasi bencana menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang dianalisis meliputi Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), data curah hujan BPS, serta data geologi dan jenis tanah dari BIG, yang diproses menggunakan ArcGIS 10.3 melalui teknik overlay, interpolasi IDW, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan 50% wilayah memiliki kemiringan lereng >45% (sangat curam), geomorfologi perbukitan (57%), struktur geologi didominasi batu pasir berporositas tinggi (97%), jenis tanah podsolik yang peka erosi (98%), dan curah hujan rata-rata 127 mm/bulan dengan puncak 301 mm di bulan April. Kombinasi kelima faktor ini mengindikasikan tingkat kerawanan bencana tanah longsor dan banjir yang sangat tinggi, sehingga diperlukan sistem peringatan dini untuk warga dan pemerintah sekitar dan strategi mitigasi terintegrasi.
IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN KELOR Moringa oleifera DENGAN METODE PCR-SEQUENCING Lukman, Juniati; Nurfadillah, Arafah; Irma, Ade; Wahdaniar, Wahdaniar; Amir, Nur Insani
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.59827

Abstract

Mikroorganisme endofit merupakan mikroorganisme yang berada pada bagian dalam jaringan tanaman tingkat tinggi. Jamur endofit tergolong ke dalam salah satu kelompok simbion tanaman, hal ini menjadikannya sebagai komponen keanekaragaman mikroba. Jamur endofit mempunyai kemampuan untuk menghasilkan senyawa metabolit sekunder tanpa memberikan dampak negatif terhadap ekosistem tumbuhan inangnya. Selain itu, proses isolasi jamur endofit dari tumbuhan inangnya terbukti lebih efisien dalam menghasilkan senyawa metabolit karena siklus hidupnya lebih pendek dan menghasilkan senyawa aktif dalam jumlah besar. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dan eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui spesies jamur endofit yang terdapat pada tanaman kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi prodi S1 Sains Biomedis, pada bulan April-September 2024 dengan tanaman kelor diambil dari pemukiman penduduk di sekitar Tamalanrea. Penelitian ini mengenai isolasi jamur endofit dari tanaman kelor Moringa oleifera dan diidentifikasi dengan metode PCR yang menggunakan primer ITS1 dan ITS4, lalu dilakukan sequencing. Hasil penelitian menunjukkan khususnya pada bagian batang tanaman kelor terdapat 2 isolat jamur endofit yang tumbuh pada media PDA setelah diinkubasi selama 2 minggu, kemudian hasil uji PCR dan sequencing terlihat bahwa kedua jenis jamur tersebut adalah Penicillium sp. dan Colletotrichum sp.
Rancang Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Daerah Pesawaran, Lampung Azfaro, Muhammd Fairo Yans; Alfaris, Muhammad Fabian; Daffa, Natraya El; Pauzi, Gurum Ahmad; Sutiarno, Sutiarno
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.60230

Abstract

Ketergantungan Provinsi Lampung terhadap pasokan listrik eksternal menimbulkan berbagai permasalahan seperti pemadaman tidak terduga, biaya operasional tinggi, dan keterbatasan akses listrik di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (PLTH) yang mengintegrasikan energi surya, angin, dan gelombang laut untuk meningkatkan kemandirian energi daerah. Lokasi penelitian dipilih di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran yang memiliki potensi energi terbarukan melimpah dengan kecepatan angin rata-rata 10 m/s, periode gelombang 4,63 detik, dan intensitas cahaya mencapai 0,315 W/m². Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder potensi energi terbarukan, perhitungan matematis output daya menggunakan Microsoft Excel, serta perancangan desain sistem menggunakan AutoCAD dan Blender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu unit PLTH yang mengintegrasikan panel surya polycrystalline, turbin angin vertikal (VAWT), dan pembangkit gelombang laut tipe Archimedes Wave Swing mampu menghasilkan daya maksimal 1.012,02 Watt dan minimal 546,46 Watt, dengan kontribusi terbesar dari PLTGL (663,78 Watt), diikuti PLTS (318 Watt) dan PLTB (30,24 Watt) pada kondisi optimal. Sistem PLTH ini dapat menghasilkan energi listrik harian sebesar 87,4 kWh (maksimal) hingga 47,2 kWh (minimal). Untuk memenuhi kebutuhan listrik harian Provinsi Lampung sekitar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% diperlukan berturut-turut sekitar 8.065 unit, 16.130 unit, 24.195 unit, 32.260 unit, dan 40.325 unit PLTH yang terintegrasi dalam suatu sistem instalasi. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa integrasi tiga sumber energi terbarukan dalam sistem PLTH dapat meningkatkan stabilitas dan kontinuitas pasokan listrik, mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal, serta mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya energi lokal yang berkelanjutan.
Uji efek antiinflamasi dan analgetik ekstrak etanol daun jati putih (Gmelina Arborea Roxb) pada mencit jantan (Mus musculus) Adri, Tenri Ayu; Wulandari, Tri; Mansyur, Mansyur
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.60727

Abstract

Daun jati putih (Gmelina Arborea roxb) merupakan jenis tumbuhan dengan akar, kulit kayu, daun, bunga, dan buah yang biasa digunakan sebagai obat. Flavonoid adalah senyawa utama yang terkandung dalam daun jati putih yang memiliki aktivitas dalam menghambat jalur siklooksigenase 2 (COX 2) pada proses inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jati putih (Gmelina arborea Roxb) terhadap aktivitas antiinflamasi dan analgetik pada mencit jantan (Mus musculus). Penggunaan mencit jantan dipilih karena hewan ini memiliki kemiripan biologis yang tinggi dengan manusia, termasuk kesamaan genetik sekitar 95% dan keserupaan mekanisme respons imun, seperti aktivasi makrofag serta produksi sitokin proinflamasi. Dalam penelitian ini, ekstrak daun jati putih diberikan pada tiga dosis, yaitu 10 mg, 15 mg, dan 20 mg sebagai kelompok perlakuan, sedangkan Natrium Diklofenak digunakan sebagai kontrol positif. Uji antiinflamasi dilakukan untuk mengevaluasi penurunan edema, dan uji analgetik digunakan untuk menilai pengurangan respons nyeri pada mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dosis ekstrak daun jati putih mampu menurunkan pembengkakan dibandingkan kelompok kontrol negatif, dengan penurunan edema paling besar ditunjukkan oleh dosis 20 mg. Pada uji analgetik, data menunjukkan bahwa dosis tertinggi ekstrak menghasilkan efek pengurangan nyeri paling signifikan dibandingkan kelompok kontrol negatif. Dengan demikian, ekstrak daun jati putih berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgetik yang sebanding dengan obat standar pada model mencit jantan.
KEANEKARAGAMAN JENIS LICHENES SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS UDARA DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN Nurhayati, Desi; Reyhan Rabbani, Muhammad; As-Syifa, Galuh Daneswari; Fauziah, Putri; Syafiqoh, Irma; Muliyah, Evi; Mardiati, Yuke
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.60934

Abstract

Lichen adalah organisme simbiotik antara jamur dan alga atau cyanobacteria yang sangat sensitif terhadap perubahan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis Lichenes sebagai indikator kualitas udara di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Kawasan konservasi ini memiliki zonasi yang unik, yaitu bagian dalam (primer) dan luar (sekunder), yang berbatasan langsung dengan aktivitas wisata, sehingga potensi tekanan pencemaran udaranya perlu diukur. Namun, data mengenai kualitas udara berbasis bioindikator di kawasan ini masih terbatas. Metode yang digunakan adalah eksplorasi jelajah di dua lokasi, yaitu kawasan Cagar Alam Pangandaran bagian dalam dan luar. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah Lichenes, serta faktor abiotik seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Dari data tersebut dihitung indeks keanekaragamannya menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan dalam Cagar Alam memiliki keanekaragaman tinggi (H' = 2,95), sedangkan di kawasan luar hanya ditemukan dua spesies yang toleran terhadap polusi, yaitu Dirinaria picta dan Dirinaria applanata dengan H' = 0,67. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kawasan luar cagar alam mengalami tekanan kualitas udara yang lebih besar dibandingkan kawasan dalam. Studi ini secara praktis mengimplikasikan pentingnya pemantauan lingkungan berkelanjutan di kawasan penyangga cagar alam dan memperkuat peran Lichenes sebagai alat bioindikatoryang efektif dan murah dalam strategi konservasi.
Permukiman kumuh dan stunting di Kelurahan Macini Sombala Kota Makassar Mandala, Satria; Juni, Juni; Sobirin, Sobirin; Karim, Abdul; Akbar, Muh
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.61595

Abstract

Permukiman kumuh berkontribusi besar terhadap meningkatnya kejadian stunting pada anak. Kondisi hunian yang tidak layak mendorong munculnya penyakit infeksi, paparan lingkungan yang tidak aman, serta defisit asupan gizi rangkaian faktor yang mempertinggi risiko gangguan pertumbuhan. Riset ini menerapkan metode kuantitatif melalui rancangan deskriptif observasional. Subjek penelitian meliputi keseluruhan penduduk di wilayah Kelurahan Macini Sombala, Kota Makassar (N = 22.584 jiwa). Sampel dipilih secara acak sederhana dari rumah tangga dengan kepemilikan tempat tinggal pribadi, dengan ukuran 5–15% dari total populasi. Data diolah melalui statistik deskriptif dan diperkaya telaah kualitatif atas temuan lapangan. Validitas instrumen ditinjau pada aspek isi dan konstruk menggunakan uji korelasi Pearson serta analisis faktor. Hasil menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting di kawasan kumuh menuntut perluasan akses sanitasi dan air layak, penguatan layanan kesehatan, serta edukasi gizi dan pola asuh bagi orang tua/pengasuh. Temuan ini memberikan masukan bagi perumusan kebijakan penataan permukiman perkotaan di Kota Makassar dengan mempertimbangkan determinan lingkungan, sanitasi, sosial ekonomi, dan pendidikan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15