cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
LIBERALISM AND DEMOCRACY IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC EDUCATION Marjuni Marjuni; Yuspiani Yuspiani; Alwan Suban
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n1i3.

Abstract

Abstract:In the perspective of Islamic education, the concept of liberalism and democracy in education is about owning academic freedom, in which a lecturer can teach, and the students have the right to learn without limitation and mixing it with irrational thoughts. This paper aims to elaborate on the nature and the development of liberalism and democracy in Islamic higher education from different sources. The type of research used in this study was library research. The data were taken from various books and articles related to the topic then analyzed using content analysis. Based on the findings, the theory of the Islamic education philosophy about the concept of liberalism and democracy were so sustainable to provide possible solutions in education management, educational facilities, and infrastructure. Also, it could be a solution for educators to implement teaching methods or approaches that are more suitable for the learning process.Abstrak:Dalam perspektif pendidikan Islam, konsep liberalisme dan demokrasi dalam pendidikan adalah tentang memiliki kebebasan akademik, dimana seorang dosen dapat mengajar, dan mahasiswa berhak untuk belajar tanpa batasan dan mencampurkannya dengan pemikiran-pemikiran yang irasional. Makalah ini bertujuan untuk mengelaborasi sifat dan perkembangan liberalisme dan demokrasi di perguruan tinggi Islam dari berbagai sumber. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data diambil dari berbagai buku dan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut kemudian dianalisis menggunakan analisis isi. Berdasarkan temuan tersebut, teori filosofi pendidikan Islam tentang konsep liberalisme dan demokrasi yang begitu lestari dapat memberikan solusi yang memungkinkan dalam pengelolaan pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, dapat menjadi solusi bagi pendidik untuk menerapkan metode atau pendekatan pengajaran yang lebih sesuai untuk proses pembelajaran.
TEACHING MODELS FOR CHILDREN WITH MODERATE INTELLECTUAL DISABILITIES DURING COVID-19 PANDEMIC Asep Supena; Uswatun Hasanah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i9.

Abstract

Abstract:This study aims to analyze learning models appropriate for children with moderate intellectual disabilities during the COVID-19 pandemic because all learning in schools turn into distance learning. This period is very crucial, especially for children with moderate learning disability in learning. This research used a qualitative method with a case study. Data collection was done through in-depth interviews and observations. The subjects were two special education teachers, a homeroom teacher, and two parents of children with moderate intellectual disabilities. Thematic analysis was used to interpret the research findings. In this study, the answers of parents and teachers as respondents were evaluated. The results showed a suitable learning model to use during this pandemic was a project-based individual learning model. Teachers could provide a simple project containing soft skill and hard skills for children with intellectual disabilities controlled under their parents' supervision. The focus of learning was not on achieving cognitive abilities as in general, but on how they could be skilled and independent in carrying out activities. The findings of this research could provide teachers and parents with solutions in guiding learning activities for children with moderate intellectual disabilities, especially during the COVID-19 pandemic.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran yang sesuai untuk anak tunagrahita sedang pada saat pandemi COVID-19 karena semua pembelajaran di sekolah berubah menjadi pembelajaran jarak jauh. Periode ini sangat krusial, terutama bagi anak-anak dengan ketidakmampuan belajar sedang dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru pendidikan luar biasa, seorang wali kelas, dan dua orang tua anak tunagrahita sedang. Analisis tematik digunakan untuk menafsirkan temuan penelitian. Dalam penelitian ini, jawaban orang tua dan guru sebagai responden dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan selama pandemi ini adalah model pembelajaran individu berbasis proyek. Guru dapat memberikan proyek sederhana yang berisi soft skill dan hard skill untuk anak tunagrahita yang dikendalikan di bawah pengawasan orang tua. Fokus pembelajaran bukan pada pencapaian kemampuan kognitif seperti pada umumnya, tetapi pada bagaimana mereka bisa terampil dan mandiri dalam melakukan aktivitas. Temuan penelitian ini dapat memberikan solusi kepada guru dan orang tua dalam memandu kegiatan pembelajaran bagi anak tunagrahita sedang, khususnya pada saat pandemi COVID-19.
THE LEVEL OF STUDENTS’ METACOGNITION THINKING DURING ONLINE LECTURES IN THE COVID-19 PANDEMIC Mohammad Archi Maulyda; Lalu Hamdian Affandi; Vivi Rachmatul Hidayati
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:During the pandemic, the lectures conducted online tend to make the students not serious about attending the lectures. The absence of direct supervision from lecturers is one of the reasons why this can occur. Thus, the researchers assume that the level of students’ metacognition who follow the online lectures is still low. Therefore, the objective of this study is to analyze the level of students’ metacognition during online lectures that have been carried out. The researchers used a qualitative-descriptive research approach with online form filling method. The research subjects were 120 students who had taken online courses for at least 8 meetings or 2 months. The results showed that 83 students were at the lowest metacognition level (Tacit Use), while the students who were at the highest level of metacognition were 2 students (Reflective Use). Thus, it is inferred that the students’ metacognition level during the online lectures is still very low.Abstrak:Selama pandemi, perkuliahan dilaksanakan secara online, hal ini mengakibatkan adanya kecenderungan mahasiswa menjadi tidak serius menghadiri perkuliahan. Tidak adanya pengawasan langsung dari dosen menjadi salah satu penyebab hal tersebut bisa terjadi. Dengan demikian peneliti berasumsi bahwa tingkat metakognisi mahasiswa yang melaksanakan perkuliahan secara online juga akan menurun. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis level metakognisi mahasiswa selama perkuliahan online yang telah dilaksanakan. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengisian form online. Subjek penelitian adalah 120 mahasiswa yang telah mengikuti kuliah online minimal 8 kali pertemuan atau 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83 mahasiswa berada pada tingkat metakognisi terendah (Tacit Use). Sedangkan siswa yang berada pada level metakognisi tertinggi sebanyak 2 siswa (Reflective Use). Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat metakognisi mahasiswa selama perkuliahan online masih sangat rendah.
THE EFFECT OF COMMUNITY LANGUAGE LEARNING AND EMOTIONAL INTELLIGENCE ON STUDENTS’ SPEAKING SKILL Dede Surahman; Ahmad Sofyan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n1i8.

Abstract

Abstract: The research objective is to find out the effect of the Community Language Learning method and the Emotional Intelligence on students’ speaking skill at the eighth grade of SMP Darussalam Ciputat. This research used a quasi-experimental with factorial design which involved 60 students as the sample, (as the experimental and the control group), who were chosen by using purposive sampling technique. The research data were collected through test of speaking skill, and the questionnaire to test emotional intelligence. The data were analyzed by factorial ANOVA test. This study’s findings revealed that: (1) Community Language Learning (CLL) method is more effective in enhancing students’ English speaking skill than the conventional method. (2) The students who have a high level of emotional intelligence are better in speaking skill than those who have a low level of emotional intelligence. (3) There is no interactional effect between teaching method and emotional intelligence (EI) on the students’ speaking skill.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode Pembelajaran Bahasa Komunitas dan Kecerdasan Emosional terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VIII SMP Darussalam Ciputat. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain faktorial yang melibatkan 60 siswa sebagai sampel (kelompok eksperimen kontrol), dengan teknik purposive sampling. Instrumen terdiri dari tes keterampilan berbicara percakapan, dan angket kecerdasan emosional. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Metode Community Language Learning (CLL) lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa daripada metode konvensional. (2) Siswa yang memiliki kecerdasan emosional tingkat tinggi memiliki keterampilan berbicara yang lebih baik daripada siswa yang memiliki kecerdasan emosional tingkat rendah. (3) Tidak ada pengaruh interaksional antara metode pengajaran dan kecerdasan emosional (EI) terhadap keterampilan berbicara siswa. Artinya, siswa tingkat IE tinggi pada metode CLL maupun konvensional lebih baik daripada tingkat IE rendah.
فعالية تطبيق الطريقة المباشرة في رفع كفاءة المحادثة لدى تلاميذ المدرسة العالية التابعة لمعهد السلطان حسن الدين في ولاية غووا Azizul Hakim; Sri Adhayani
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i15.

Abstract

ملخ ص الغرض لهذا البحث العلمي هو  تحليل مدى فعالية تطبيق الطريقة المباشرة في رفع  كفاءة المحادثة لدى تلاميذ  المدرسة العالية التابعة لمعهد السلطان حسن الدين في ولاية غووا.  واستخدم الباحثان طريقة البحث  التجريبـي، وطريقة جمع البيانات وطريقة تحليل البيانات؛ ففي جمع البيانات استخدما الطريقة الوثيقية  والاختبار القبلي والمعاملة والاختبار البعدي والمراقبة؛ وفي تحليل البيانات استخدم الباحثان الطريقة  الإحصائية الوصفية. ويستفاد من نتائج البحث أن تطبيق الطريقة المباشرة في تدريس اللغة العربية فعال في  رفع كفاءة المحادثة لدى التلاميذ حيث أن تحصيل دراستهم في الاختبار البعدي يزداد ارتقاء بمقارنة اختبارهم  القبلي. ويجوز الاستنتاج أن تطبيق الطريقة المباشرة فعال في رفع كفاءة المحادثة لدى تلاميذ المدرسة العالية  التابعة لمعهد السلطان حسن الدين في ولاية غووا Abstrak:Tujuan penelitian ilmiah ini adalah menganalisis efektivitas penerapan metode langsung dalam meningkatkan kemampuan bercakap siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa. Peneliti menggunakan metode penelitian eksperimen, metode pengumpulan data dan metode analisis data. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi, tes awal, perlakuan, tes akhir, dan observasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan metode statistik deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan metode langsung dalam mengajarkan bahasa Arab, efektif dalam meningkatkan kemampuan bercakap siswa di mana hasil belajar mereka pada tes akhir meningkat dibandingkan dengan tes awal. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode langsung, efektif dalam meningkatkan kemampuan bercakap siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa. 
CONTRIBUTION OF BANJAR ULAMA IN THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC EDUCATION IN SAMARINDA CITY Khojir Khojir
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i5.

Abstract

Abstract:Samarinda is a multi-ethnic city, and there are various urban Ulama in Samarinda such as Javanese, Banjar, Bugis, and Madurese Ulama. Urban Ulama has made a significant contribution to the development of Islam. This research specifically examined the contribution of Banjar Ulama in the development of Islamic education. The purpose of this article was to determine the contribution of Banjar Ulama to Islamic Education in Samarinda City. This research used a qualitative study with a historical-phenomenological approach. The data sources were from Banjar figures, Paguyuban Banjar, and Banjar Ulama and data collection procedures were done through in-depth interviews and documentation. Data were analyzed using qualitative analysis, namely data reduction, presentation and concluding. The results showed that Banjar Ulama contributed to the development of Islamic education in Samarinda City. The contribution was 1) establishing various types of Majelis Ta’lim in various cities of Samarinda; 2) functioning the mosque as a community education centre (congregation); 3) establishing formal education in madrasah and Islamic universities; 4) founding the first Islamic boarding school in Samarinda; 5) writing books as a reference in providing material in Majelis Ta’lim and the general public. Therefore, the results of this research were the evidence that the Banjar Ulama contributed in real terms to the development of education in Samarinda City.Abstrak:Samarinda merupakan kota multi etnis dan terdapat berbagai Ulama urban di Samarinda seperti Ulama Jawa, Banjar, Bugis, Madura.  Ulama urban mempunyai kontribusi yang signifikan dalam pengembangan Islam. Penelitian ini secara khusus mengkaji kontribusi Ulama Banjar dalam pengembangan Pendidikan Islam. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kontribusi Ulama Banjar dalam Pendidikan Islam di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis-fenomenologis. Sumber data digali dari para tokoh Banjar, Paguyuban Banjar, dan Ulama keturanan Banjar. Metode penggalian data yaitu wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, penyajian dan penarikan kesmpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulama Banjar berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam di Kota Samarinda. Bentuk kontribusinya yaitu 1) mendirikan berbagai jenis mejelis Ta’lim diberbagai kota Samarinda; 2) memfungsikan masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat (jamaah); 3) mendirikan Pendidikan formal berupa madrasah dan perguruan tinggi Islam; 4) mendirikan pesantren pertama di Samarinda; 5) menulis kitab sebagai referensi dalam memberikan materi dalam Majelis Ta’limmaupun masyarakat umum. Dengan hasi penelitian tersebut membuktikan bahwa Ulama Banjar berkontribusi secara riil pada pengembangan Pendidikan di Kota Samarinda.
ALI JUM'AH SUFISTIC THINKING AND ITS RELEVANCE ON ISLAMIC EDUCATION (PAI) IN HIGHER EDUCATION Fahrudin Fahrudin; M. Abdul Somad; Risris Hari Nugraha; Muhamad Parhan; Mohammad Rindu Fajar Islamy
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n2i7.

Abstract

Abstract:Strengthening spiritual values through the dimensions of tasawwuf learning is one of the efforts to improve changes in students' moral mentality. Sheikh Ali Jum'ah as a charismatic cleric at Al-Azhar University and a former Mufi of Egypt, one of the international scholars who payed attention to the discourse, according to him, instilling modern Sufistic values of Sufism in the young generation can be a supporter of forming a young age who is religious and has good intellect. This article aims to examine and explore the Sufistic concept of Alī Jum'ah to increase individual piety and discuss the relevance of its Sufistic theory to the learning of Islamic Religious Education in Higher Education. Using a literature review approach, his works are collected from various sources and studied interactively through the Islamic studies approach. The primary reference source is his work entitled At-Tharīq Ilā Allah, while the second reference refers to other books. The Sufistic concept of Alī Jum'ah is built on six main principles where the axis is Allah Al-Makshd Al-Kulli. At the practical level, repentance, tafakkur, tadabbur, and consistency in dhikr are the primary tools for ma'rifatullah. Manhaj, the existence of a Murshid and a Salik are the essential pillars in the world of Sufism. Its sufistic relevances in PAI learning which substantially impacts on strengthening the five main components, namely learning objectives, learning materials, learning approaches, lecturers, and students in higher education.Abstrak: Memperkuat nilai-nilai spiritualitas melalui dimensi pembelajaran tasawwuf merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki perubahan mentalitas akhlak pada siswa. Syeikh Ali Jum’ah sebagai ulama kharismatik Universitas Al-Azhar dan manfat Mufi Mesir salah satu ulama internasional yang menaruh perhatian terhadap diskurus tersebut dimana menurutnya menanamkan nilai-nilai sufistik tasawwuf modern terhadap generasi muda dapat menjadi penyokong membentuk generasi muda yang religius serta memiliki intelektualitas baik. Artikel ini bertujuan untuk menelaah serta menjelajahi konsep sufistik Alī Jum’ah dalam rangka meningkatkan kesalehan individu serta mengkaji relevansi teori sufistiknya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi. Dengan menggunakan pendekatan literature review, karya-karya beliau dikumpulkan dari berbagai sumber serta dianalisis secara interaktif melalui pendekatan Islamic studies. Sumber rujukan primer diambil dari karyanya berjudul At-Tharīq Ilā Allah sedangkan rujukan sekunder merujuk kepada kitab-kitab yang lainnya. Konsep Sufistik Alī Jum’ah dibangun atas enam kaidah utama dimana porosnya adalah Allah Al-Makshūd Al-Kulli. Tataran praktisnya, aktivitas taubat, tafakkur, tadabbur, dan konsistensi dalam dzikir menjadi alat utama menuju ma’rifatullah. Manhaj, keberadaan Mursyid dan Seorang Salik merupakan rukun-rukun esensial dalam dunia tasawwuf. Relevansi sufistiknya dalam pembelajaran PAI berdampak kuat terhadap penguatan empat komponen utama yaitu tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, dosen, serta mahasiswa di perguruan tinggi.
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP OF DAYAH: EMPOWERMENT OF DAYAH COMMUNITY IN DEVELOPING TOTAL QUALITY MANAGEMENT Almuhajir Almuhajir; Jumat Barus
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n1i9.

Abstract

Abstract:This study aims to explain the transformational leadership of Dayah in empowering the Dayah community, which is focused on empowering the quality of teungku, santri, and administrative personnel for the development of Total Quality Management (QTM). The research method used was library research with a transformational leadership approach to educational institutions. Data sources consisted of books, journals, and other literacy sources related to Dayah educational institutions and transformational leadership. Data analysis used was content analysis by determining, describing, and interpreting the data. The result indicated that to empower teungku quality, Dayah leaders carry out the management, guidance and development of all teungku in the intellectual, spiritual, emotional and social dimensions. To empower the quality of students, Dayah leaders organize all activities related to the students, from input to output, with a series of cognitive, affective, and psychomotor activities. Empowerment of administrative personnel, Dayah leaders take steps to develop self-potential, fostering and increasing performance productivity, including scientific, loyal, skilled, and evaluating their performance to be measured.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepemimpinan transformasional Dayah dalam pemberdayaan masyarakat Dayah yang difokuskan pada pemberdayaan mutu teungku, santri, dan tenaga administrasi untuk pengembangan Total Quality Management (QTM). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kepemimpinan transformasional pada lembaga pendidikan. Sumber data terdiri dari buku, jurnal, dan sumber literasi lainnya yang terkait dengan lembaga pendidikan Dayah dan kepemimpinan transformasional. Analisis data yang digunakan adalah content analysis dengan menentukan, mendeskripsikan, dan menginterpretasikan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memberdayakan mutu teungku, pimpinan Dayah melakukan pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan terhadap seluruh teungku dalam dimensi intelektual, spiritual, emosional, dan social. Untuk memberdayakan mutu santri, pimpinan Dayah melakukan penataan segala aktivitas yang berkaitan dengan santri mulai dari input sampai dengan out put dengan serangkaian aktivitas cognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk memberdayakan tenaga administrasi, pimpinan Dayah melakukan langkah-langkah dengan usaha pengembangan potensi diri, pembinaan dan peningkatkan produktivitas kinerja yang meliputi keilmuan, loyal, terampil, dan mengevaluasi kinerjanya agar dapat terukur.
NEUROSCIENCE IN DEVELOPING STUDENTS' INTELLECTUAL INTELLIGENCE OF AL-AZHAR ISLAMIC PRIMARY SCHOOL Susanto Susanto; Ida Royani Munfarokhah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i12.

Abstract

Abstract:Neuroscience in developing students' intellectual intelligence is crucial to know by teachers. The nervous system structure is an aspect that underlies human actions both from cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to find out information related to neuroscience in developing students' intellectual intelligence of Al-Azhar Islamic Primary School Bumi Serpong Damai. This research was qualitative research using a phenomenological approach. The subjects were one principal as a supporting informant, five teachers, and the students of 1 to 6 grades. The data were analyzed to interpret the data into information so that the data's characteristics or properties can be easily understood and useful to answer problems related to research activities. The results showed that neuroscience could grow the students’ attention, develop an active and creative learning model, consider the diversity of brain development of students, develop fun learning stimulation, and create positive emotions.Abstrak:Ilmu saraf dalam mengembangkan kecerdasan intelektual siswa sangat penting untuk diketahui oleh guru. Struktur sistem saraf merupakan aspek yang mendasari tindakan manusia baik dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi yang berkaitan dengan ilmu saraf dalam mengembangkan kecerdasan intelektual siswa di Sekolah Dasar Islam Al-Azhar Bumi Serpong Damai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah satu kepala sekolah sebagai informan pendukung, lima orang guru, dan siswa kelas 1 sd 6. Data dianalisis untuk menginterpretasikan data menjadi informasi sehingga sifat atau sifat data dapat dengan mudah dipahami dan berguna untuk menjawab permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu saraf dapat menumbuhkan perhatian siswa, mengembangkan model pembelajaran yang aktif dan kreatif, mempertimbangkan keberagaman perkembangan otak siswa, mengembangkan stimulasi belajar yang menyenangkan, dan menciptakan emosi yang positif.
ENHANCING STUDENTS' READING ABILITY THROUGH PEER-ASSISTED LEARNING STRATEGIES (PALS) Hasnani Hasnani; Agus Ismail
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i6.

Abstract

Abstract:This study aims to enhance the students' reading ability through Peer-Assisted Learning Strategies (PALS) in SMA Negeri 19 Makassar. This research is a Classroom Action Research (CAR), which consists of four stages: planning, implementing, observing, and reflecting. The research techniques used are pretest, post-test, and observation. The findings showed that the use of Peer-Assisted Learning Strategies was successful in improving the students' reading ability. The improvement can be seen from the mean score of the students in cycle one is 23.1, which is categorized as good, while in cycle two, it is 73.1, which is classified as very good. Seventeen students met the Minimum Completeness Criteria (MCC) in cycle one, and 22 students completed the MCC in cycle two. Therefore, this research concludes that Peer-Assisted Learning strategies improve the students' learning outcomes of reading ability in SMA Negeri 19 Makassar.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui Peer-Assisted Learning Strategies (PALS) di SMA Negeri 19 Makassar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahap; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik penelitian ini menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Peer-Assisted Learning Strategies berhasil meningkatkan kemampuan membaca siswa SMA Negarei 19 Makassar. Peningkatan tersebut terlihat dari nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 23,1 dengan kategori baik, dan pada siklus II sebesar 73,1 tergolong sangat baik. Tujuh belas siswa memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) pada siklus satu, dan 22 siswa memenuhi KKM pada siklus dua. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa meningkat melalui model pembelajaran Peer-Assisted Learning Strategies di SMA Negarei 19 Makassar.