cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
التعليم الإسلامي التحويلي في موقع التكامل العلمي: منظور التربية الهيوتاغوجية Munawir K.; Amrah Kasim
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n2i3

Abstract

ملخص:التربية الإسلامية التحويلية في موقع التكامل العلمي هي نموذج تعليمي قائم كبديل في تعزيز الإطار النموذجي والإجرائي والتنفيذي للتكامل العلمي الذي يتطلب بالتأكيد جوًا تعليميًا أكثر شمولاً من مختلف المكونات المشاركة فيه، وخاصة المدرسين والتلاميذ. تستخدم هذه الدراسة المنهج النوعي لمعرفة ماهية التربية الإسلامية التحويلية في سياق التكامل العلمي. الطريقة النوعية المستخدمة قد تمت باستخدام المصادر الثانوية أو البيانات الثانوية من خلال إجراء الدراسات المكتبية سواء المجلات أوالكتب المتعلقة بالموضوع، أي التربية الإسلامية التحويلية والتكامل العلمي باستخدام المنظور الهيوتاغوجية في الفحص عن العلاقة بين الاثنين اللذين قد سبق دراستهما. ويتم تحليل نتائج البيانات باستخدام تقنيات الوصف التحليلي، حيث يتم العثور على بعض المفاهيم المماثلة ثم تقسيمها وتحليلها والبحث عن علاقة بعضها ببعض. وفي منظور التربية الهيوتاغوجية، يجب تصميم استقلالية التلاميذ من خلال توفير مراجع منظمة ومقاسة فيما يتعلق بما يجب على التلاميذ تحقيقه في تطبيق التربية الإسلامية التحويلية في موقع التكامل العلمي.  :AbstrakPendidikan Islam transformatif dalam lokus integrasi keilmuan merupakan paradigma pendidikan yang ada sebagai alternatif dalam memperkuat kerangka paradigmatik, prosedural, dan implementatif dari integrasi keilmuan yang tentunya membutuhkan suasana belajar yang lebih inklusif dari berbagai komponen yang terlibat di dalamnya, khususnya tenaga pendidik dan peserta didik. Keduanya merupakan partner dalam proses pembelajaran yang saling menguatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam memahami bagaimana pendidikan Islam transformatif dalam konteks integrasi keilmuan. Adapun metode kualitatif yang digunakan adalah dengan menggunakan secondary resource atau data sekunder dengan melakukan studi kepustakaan baik jurnal maupun buku terkait dengan topik yang sama yakni Pendidikan Islam Transformatif dan Integrasi Keilmuan dengan menggunakan Perspektif Heutagogis dalam mengkaji keterkaitan antara keduanya yang lebih dahulu dikaji. Dalam perspektif heutagogis, kemandirian peserta didik perlu dirancang dengan memberikan referensi yang terstruktur dan terukur terkait dengan apa yang harus dicapai peserta didik dalam penerapan pendidikan Islam transformatif dalam lokus integrasi keilmuan.
HUMANS AS PEDAGOGIC CREATURES: Islamic and Western View Muh. Akib D; Ridwan Idris
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v24n2i13

Abstract

Abstract:The essence of human creation in Islamic perspective refers to the text of the Koran in terms of khalaqa (creating) and ja’ala (making). Both elements can grow through the educational process. This perspective points that humans are naturally pedagogical beings with the potential for education. This paper aims at elaborating the essence of humans as pedagogic creatures, both in Islamic and Western views. This study relied on library research for its findings. The information was gathered from a variety of books and papers on the subject. In the Islamic view, the level of education development, along with the pedagogical process that initiates it, involves informal, formal, and non-formal education. However, in the Western view, there are two categories, namely navitism and behaviorism.Abstrak:Hakekat penciptaan manusia dalam perspektif Islam dengan merujuk pada nash Alquran pada istilah khalaqa (menciptakan) dan  ja’ala (menjadikan). Kedua unsur itu dapat berkembang melalui proses pendidikan. Perspektif ini menyatakan bahwa manusia secara fithrawi disebut sebagai makhluk paedagogiek dengan potensi untuk dapat dididik dan dapat mendidik. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hakekat penciptaan manusia sebagai makhluk paedagogiek, baik dalam pandangan Islam maupun Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Data pada penelitian ini diambil dari berbagai buku dan artikel yang berkaitan dengan topik tersebut. Dalam pandangan Islam, tingkat perkembangan pendidikan manusia, seiring dengan proses paedagogis yang mengintarinya meliputi pendidikan informal, formal, dan non formal. Sedangkan dalam pandangan Barat, ditemukan dua kategori yaitu paham navitisme dan paham behaviorisme.
IDENTIFICATION OF THE STUDENTS' ATTITUDE TO PHYSICAL LESSON IN SMAN 8 JAMBI CITY Tanti Tanti; Dwi Agus Kurniawan; Nur Ika Sandi Pratiwi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i10.

Abstract

Abstract:The students' attitude that occurs during the learning process is essential in directing human behavior. It shows the individual likes or dislikes a particular item. Students' attitudes in science subjects can be seen from how students respond to science subjects. This study aimed to determine how the students' attitude of SMAN 8 Jambi City towards Physics subjects. This research used quantitative research with a survey research design. The data collection technique used was a questionnaire with 5 points on the Likert scale. This research involved 174 students of SMAN 8 Kota Jambi. Data analysis in this study used descriptive statistics. The indicator used in this study was the attitude towards investigations in Physics. The analysis results obtained on indicator towards physics investigation was good with 64.4%.Abstrak:Sikap siswa yang terjadi selama proses pembelajaran sangat penting dalam mengarahkan perilaku manusia. Ini menunjukkan individu suka atau tidak suka item tertentu. Sikap siswa pada mata pelajaran IPA dapat dilihat dari bagaimana siswa merespon mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap siswa SMAN 8 Kota Jambi terhadap mata pelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dengan 5 butir skala likert. Penelitian ini melibatkan 174 siswa SMAN 8 Kota Jambi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sikap terhadap investigasi Fisika. Hasil analisis yang diperoleh indikator terhadap investigasi fisika adalah baik dengan 64,4%.
THE EFFECTIVENESS OF THE BLENDED LEARNING MODEL ON THE STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS AND LEARNING MOTIVATION IN ACCOUNTING DEPARTMENT Della Fadhilatunisa; Rosidah Rosidah; M Miftach Fakhri
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n2i1.

Abstract

Abstract:The accountant profession in the 21st century requires good critical thinking skills so that developing the skills needed in the 21st century is necessary in the accounting student’ learning environment. Therefore, the technology can be used as a medium for learning and communication between the students and the lecturers. In addition, the problem based learning model as a learning that requires the students to actively participate in each learning to develop the critical thinking skills so that the integration between problem-based face-to-face learning and learning utilizing technology in e-learning media is expected to improve the students’ critical thinking skills and the learning motivation. The research aims to: (1) find out the implementation of an effective blended learning model towards the students’ critical thinking skills and the learning motivation, and (2) to find out the difference in the students’ critical thinking skills and the learning motivation between the experimental class and the control class. This research is a quasi experimental research with non equivalent control group design. The study used one experimental group and one control group. The population in this study was the students who took introductory courses in accounting and accounting information systems so that the samples were taken by using purposive sampling technique. The instruments used are the essay test for the critical thinking skills and the questionnaire for the learning motivation. The data analysis techniques used are paired sample t test and independent sample t test assisted by SPSS 26.00. The findings show that: (1) the results of the paired simple t test show that the implementation of the blended learning model effectively improve the students’ critical thinking skills and the learning motivation, and (2) The results of the independent simple t test show that the students’ critical thinking skills and the learning motivation of the experimental class have a significant difference with the students of the control class.Abstrak:Profesi akuntan pada abad 21 membutuhkan keterampilan berpikir kritis yang baik sehingga diperlukan lingkungan belajar mahasiswa akuntansi yang mampu mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21. Oleh karena itu, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media untuk belajar dan komunikasi antara mahasiswa dan dosen. Selain itu, model problem based learning sebagai pembelajaran yang menuntut mahasiswa berpartisipasi aktif dalam setiap pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritisnya sehingga integrasi antara pembelajaran tatap muka berbasis problem based learning dengan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi di media e-learning diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar mahasiswa. Adapun penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi model blended learning yang efektif terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar mahasiswa, (2) mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar mahasiswa antara kelas eksperimen dengan kelas control. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan desain non equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar akuntansi dan sistem informasi akuntansi sehingga sampel diambil secara purposive sampling.  Teknik pengumpulan data untuk keterampilan berpikir kritis adalah tes sedangkan untuk motivasi belajar menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired sample t test dan independent sample t test dengan bantuan SPSS 26.00. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Hasil uji paired simple t test menunjukkan implementasi dari model blended learning secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar mahasiswa,  (2) Hasil uji independent simple t test menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar mahasiswa kelas eksperimen memiliki perbedaan secara signifikan dengan mahasiswa kelas kontrol.
THE CONTRIBUTION AND ROLE OF LANGUAGE CENTERS IN ACTUALIZING WORLD-CLASS UNIVERSITY Hamid, M. Abdul; Fatimah, Siti; Charis, M. Abdullah
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i8

Abstract

This study aimed to investigate the contribution and role of Language Centers in actualizing World-Class University within the State Islamic Higher Education (PTKIN). This research was a case study using qualitative approach. The subjects were two Language Centers located at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta and UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. In collecting data, researchers conducted interviews and documentation. The data collected were analyzed through data reduction, presentation, and conclusion. The results showed that the contribution and role of the Language Centers were very significant in supporting the actualization of World-Class University. Both Language Centers have contributed to a) improve/increase foreign language skills, b) detect language skills, c) archive important translated documents, and d) organizing language-related training or workshops. They had a role in building a global university brand through international cooperation, seminars or conferences, and sending lecturers to Al-Azhar University in Egypt to introduce the Indonesian language and culture. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dan peran Pusat Pengembangan Bahasa dalam mewujudkan World Class University di lingkungan PTKIN. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Ada dua Pusat Bahasa yang menjadi subjek penelitian yaitu yang berlokasi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan cara reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi dan peran Pusat Pengembangan Bahasa sangat signifikan dalam mendukung terwujudnya WCU. Kedua Pusat Bahasa telah memberikan kontribusi dalam: a) peningkatan kemampuan berbahasa asing, b) mendeteksi kemampuan berbahasa, c) mendokumentasikan dokumen-dokumen terjemahan penting, dan d) menyelenggarakan pelatihan atau workshop terkait bahasa. Sedangkan peran keduanya di antaranya membangun global brand universitas melalui kerja sama internasional, seminar atau konferensi, dan pengiriman dosen ke Universitas Al-Azhar di Mesir untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia.
ISLAMIC EDUCATION LEARNING MODEL IN NATURAL ELEMENTARY SCHOOL OF AR-RIDHO Faisol, Muhammad Aris; Raharjo, Raharjo
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i5

Abstract

This study aimed to know the learning plan, implementation, and evaluation of Islamic Education lessons. The method used in this research was qualitative research with a phenomenological approach. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The subjects of this study were principals, teachers, and students of Ar-Ridho Elementary School. The results indicated that the lesson plan consisted of determining the theme for one semester, making theme analysis, spider-web, weekly planning sheets, and writing daily activities. The Natural elementary school of Ar-Ridho used an integrated thematic model with spider-web or linked one theme with several lessons, which emphasizes aqidah (believes), 'akhlaq (moral), and fiqh (knowledge). Evaluation of learning used written, oral, and practical assignments that referred to cognitive, affective, and psychomotor aspects. Therefore, Islamic education already has a good learning plan, implementation, and evaluation, but several things still need improvement for better learning. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rencana, penerapan, dan evaluasi pembelajaran dari pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa SD Alam Ar-Ridho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pembelajaran terdiri dari penentuan tema untuk satu semester, membuat analisis tema, spider web, weekly planning sheet atau lembar rencana mingguan, dan menulis kegiatan sehari-hari. SD Alam Ar-Ridho menggunakan model tematik terpadu dengan spider web atau mengaitkan satu tema dengan beberapa pelajaran, yang menekankan pada akidah, akhlak, dan fiqih. Evaluasi pembelajaran menggunakan teknik tes tertulis, lisan, dan tugas praktek yang mengacu pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PAI sudah memiliki rencana, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang baik, tetapi beberapa hal masih perlu ditingkatkan dan diperbaiki untuk pembelajaran yang lebih baik.
TEACHING COMPETENCIES OF UNDERGRADUATE STUDENTS IN EDUCATIONAL PRACTICE PROGRAM AS TEACHER CANDIDATES Amri, Ariani; Djatmiko, Istanto Wahyu; Yuniarti, Nurhening; Triantini, Dewi; Wati, Miladiah Setio
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i3

Abstract

This study aimed to know the quality of undergraduate students' teaching competencies as teacher candidates. The subjects of this study were 54 teachers of 32 vocational schools. The data was obtained from the Educational Practice Program (EPP) in Vocational High School (VHS) using online questionnaires via Google Form. This study used a quantitative descriptive approach with survey research. Data were analyzed using normality tests and product-moment correlation analysis. The results indicated that the undergraduate students' competencies as candidate teachers were more dominant in social competency than personal, pedagogical, and professional competencies. Each competency had a highly strong relationship with others so that there was a significant attachment. Therefore, the undergraduate students as candidate teachers need to develop competencies to improve their quality in EPP. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompetensi mengajar mahasiswa sebagai calon guru. Subyek penelitian ini adalah 54 guru dari 32 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Data diperoleh dari mata pelajaran pada Program Praktek Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan menggunakan angket melalui Google Form. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi mahasiswa sebagai calon guru lebih dominan pada kompetensi sosial dibandingkan kompetensi kepribadian, pedagogik, dan profesional. Setiap kompetensi memiliki hubungan yang sangat kuat dengan yang lain sehingga terjadi keterikatan yang signifikan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai calon guru perlu meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kualitasnya di EPP.
THE EFFECT OF OUTDOOR LEARNING ON STUDENTS’ STORYTELLING ABILITY R.Andi Ahmad Gunadi; Maesaroh Lubis
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n2i15

Abstract

Abstract:Learning outside the classroom is carried out by teachers to improve students’ competences in a particular subject. In this study, learning outside the classroom is conducted to complete the assignment of Indonesian subjects with the topic "Students' Storytelling Ability". This study aims to determine whether learning outside the classroom is effective in improving students' storytelling ability. The method used in this research is expost-facto by using an instrument for assessing students' storytelling ability. The study was conducted in Elementary School Cluster 2 Iwal in the 5th grade of 24 students. The results showed an increase in the average score of students in terms of storytelling ability after the learning outside the classroom compared to the existing learning (classroom learning) before outside learning activities were carried out.Abstrak:Pembelajaran luar kelas dilakukan guru kelas untuk meningkatkan kompetensi siswa pada suatu mata pelajaran tertentu. Pembelajaran luar kelas pada penelitian ini untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi “Kemampuan Bercerita Siswa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran di luar kelas efektif dalam meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah expost-facto dengan menggunakan instrumen penilaian kemampuan bercerita siswa. Penelitian ini dilakukan di SD 2 Iwul kelas 5 yang terdiri dari 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kenaikan nilai rata-rata siswa dalam hal kemampuan bercerita pada pembelajaran luar kelas dibandingkan pada pembelajaran konvensional (pembelajaran dalam kelas) sebelum kegiatan  pembelajaran luar kelas dilakukan.
THE MEMORIZE-SPEAK UP-HABITUATION METHOD AS AN EFFORT TO IMPROVE THE MASTERY OF FOREIGN LANGUAGE SKILLS Abd. Hamid Wahid; Fathor Rozi; Hasan Baharun; Santi Laili Safitri
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 24 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2021v24n2i14

Abstract

Abstract:This study aimed to analyze and examine the MSH (Memorize-Speak Up-Habituation) method on foreign language mastery skills, especially English. This research used a descriptive qualitative approach with case study research at the LIPs (Language Intensive Program of Boarding Junior High School of Nurul Jadid) Paiton, Probolinggo. The instruments used were observation, in-depth interviews, and documentation to support the completeness of the data. The data analysis technique was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion of research results. The findings indicated that the MSH method was applied with the stages of Memorizing new vocabulary and pronunciation, Speak Up, or integrating the use of new vocabulary in speaking activities, and habituation of foreign language activities. This study shows the implication that with the MSH method, LIPs members can master 4 English skills (listening, writing, reading, and speaking) correctly even though it requires high discipline.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengkaji penggunaan metode MSH (Memorize-Speak Up-Habituation) terhadap keterampilan penguasaan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus di lembaga LIPs (Language Intensive Program of SMP Nurul Jadid) Paiton, Probolinggo. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi untuk mendukung kelengkapan data. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MSH diterapkan dengan tahapan Memorize (mengingat) kosakata baru serta pelafalannya; Speak Up (berbicara) atau mengintegrasikan penggunaan kosakata baru dalam kegiatan speaking (berbicara); dan Habituation (pembiasaan) kegiatan berbahasa asing. Penelitian ini menunjukkan implikasi bahwa dengan metode MSH, anggota LIPs dapat menguasai 4 kompetensi bahasa Inggris (listening, writing, reading, speaking) dengan tepat walau membutuhkan kedisiplinan tinggi.
AN EVALUATION OF IMPLEMENTATION OF THE DISCOVERY LEARNING MODEL ON NATURAL SCIENCE LEARNING Chusni, Muhammad Minan
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 1 (2022): Juni
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n1i1

Abstract

This study analyzes the quality of preparation, process, and learning outcomes in applying the discovery learning model. The method used in this research was evaluation with the Countenance Stake model. The population of this research was natural science students and teachers throughout Indonesia. The sample was the seventh-grade students from Sleman Regency and teachers representing several provinces. Data collection was through document review, observation sheets, and teacher and student questionnaires. Data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study indicated that the quality of the preparation and implementation process of the discovery learning model was quite good. Student learning outcomes were fairly good but had not applied assessments of critical skill, problem-solving, creativity, and innovation as a requirement of 21st-century learning evaluation. The study results were expected to provide an overview of the quality of teacher preparation, process, and learning outcomes in applying the discovery learning model. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas persiapan, proses, dan hasil belajar dalam menerapkan model discovery learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model Countenance Stake. Populasi penelitian ini adalah siswa dan guru IPA se-Indonesia dengan sample siswa berasal dari Kabupaten Sleman serta guru dari perwakilan beberapa provinsi. Pengumpulan data menggunakan lembar telaah dokumen, lembar observasi, angket guru, dan angket siswa. Data dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas persiapan dan proses pelaksanaan model discovery learning sudah cukup baik. Hasil belajar siswa cukup baik, namun belum menerapkan penilaian keterampilan kritis, pemecahan masalah, kreativitas dan inovasi sebagai tuntutan dalam penilaian pembelajaran abad 21. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran umum tentang kualitas persiapan, proses, dan hasil belajar guru dalam menerapkan model discovery learning.