cover
Contact Name
Hijrana
Contact Email
hijrana@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkesehatan@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20862555     EISSN : 26227363     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is an academic journal that publishes medical and health scientific articles. We regularly publish the issues in June and December. The journal accepts research-based papers, literature/health research regarding of pharmacy, nursing public science and midwifery. This journal published by Medical and Health Science Faculty, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
PEMANFAATAN DANDELION (TARAXACUM OFFICINALE) PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 Reyhan Anjani Putri; Ayu Dinda Fatimah
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.9872

Abstract

Diabetes mellitus was one of WHO priority diseases because the number of sufferers is quite high and  always increased in every country, especially in Indonesia. Efforts to manage diabetes mellitus from non-pharmacological, pharmacological, to traditional treatments have been carried out. Indonesia is also a country that has a variety of nutritious plants, but only a few plants have been used as traditional medicine. The purpose of this study was to find out how the utilization would be done using dandelion or Taraxacum officinale for type 2 diabetes mellitus so that the results would be useful to increase knowledge for health providers and the people of Indonesia in utilizing the natural resources in Indonesia. This type of research was a literature review and the method used in this study literature was collecting 21 literature from books and 30 case report and research article journals. Conclusion: One of the medicinal plants found in Indonesia was dandelion plant (Taraxacum officinale) which was known to have antihyperglycemic or antidiabetic effects, but its use in Indonesia was quite rare. Antidiabetic mechanisms of this plant are reabsorption of the glucose in the kidneys, reducing the activity of the enzyme alpha-amylase and alpha-glucosidase, reducing glucose levels in the blood, and inhibiting the flow of potassium channels.ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan penyakit yang menjadi salah satu pusat perhatian WHO karena jumlah penderitanya yang cukup tinggi dan selalu mengalami peningkatan pada setiap negara, khususnya di Indonesia. Upaya penatalaksanaan diabetes mellitus dari tatalaksana non-farmakologi, farmakologi, hingga pengobatan tradisional sudah banyak dilakukan. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki beragam tanaman berkhasiat, tetapi hanya sedikit tanaman yang sudah digunakan sebagai tanaman sebagai obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan yang dapat dilakukan menggunakan dandelion atau taraxacum officinale terhadap kondisi diabetes mellitus tipe 2. Sehingga hasilnya dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi penatalaksana kesehatan dan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di Indonesia dengan baik. Jenis penelitian ini adalah tinjauan literatur dengan metode yang digunakan adalah mengumpulkan hasil baca dari sumber berupa 21 buku dan 30 jurnal laporan kasus dan jurnal artikel penelitian. Kesimpulan: Salah satu tanaman obat yang terdapat di Indonesia adalah tanaman dandelion (Taraxacum officinale) yang diketahui memiliki efek antihiperglikemia atau antidiabetes, tetapi penggunaannya di Indonesia masih jarang. Mekanisme antidiabetes yang terjadi adalah mereabsorpsi glukosa di ginjal, mengurangi aktivitas enzim alfa-amylase dan alfa-glukosidase, mengurangi kadar glukosa dalam darah, serta menghambat aliran saluran kalium.
ANALISIS HUBUNGAN WAKTU TUNGGU TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA PUSKESMAS MACCINI SOMBALA Dedi Maulana; Risma Tamrin; Andi Alim; Ali Imran
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10483

Abstract

Waiting time for services is a problem that often causes patient complaints in several health agencies. The length of time a patient waits at registration, examination, and reception drugs are reflects how the agencies manages the service component that is tailored to the patient's situation and expectations. This study aims to see the relationship between waiting time and patient satisfaction. This study uses an analytic observational research design with a cross-sectional study approach conducted at Public Health Center, Maccini Sombala of Makassar City. The sampling technique used purposive sampling with a total of 170 respondents. Analysis test with chi square test with significance level p <0.05. From the results of the chi square test waiting time for registration and examination of the drug to patient satisfaction, the p value = 0.000 and 0.021 <0.05 means Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is a relationship between waiting time registration and examination with patient satisfaction. While the time of receiving drugs with patient satisfaction is obtained p = 0.400> 0.05 means that Ho is accepted and Ha is rejected, meaning there is no relationship between waiting time of taking drugs with patient satisfaction. So, it is recommended to health workers to be more committed and disciplined in providing services in accordance with the schedule that has been set.ABSTRAKWaktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien dibeberapa instansi kesehatan. Lamanya waktu tunggu pasien di pendaftaran, pemeriksaan, pengambilan obat mencerminkan bagaimana instansi tersebut mengelola komponen pelayanan yang disesuaikan dengan situasi dan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi Cross- sectional yang dilakukan di Puskesmas Maccini Sombala Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 170 responden. Uji analasis dengan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p < 0.05. Dari hasil uji chi square waktu tunggu pendaftaran dan pemeriksaa obat terhadap kepuasan pasien didapatkan nilai p=0.000 dan 0.021<0.05 berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada hubungan antara waktu tunggu pendaftran dan pemeriksaan dengan kepuasan pasien. Sedangkan waktu pengambilan obat terhadap kepuasan pasien di dapatkan nilai p=0.400>0.05 berarti Ho diterima dan Ha di tolak artinya tidak ada hubungan antara waktu tunggu pengambilan obat dengan kepuasan pasien. Sehingga, disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih komitmen dan disiplin waktu dalam memberikan Pelayanan yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
EFEKTIVITAS TEKNIK PURSED LIPSBREATHING PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK): STUDY SYSTEMATIC REVIEW Barakatul Qamila; Maria Ulfah Azhar; Risnah Risnah; Muhammad Irwan
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10180

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is one of the chronic diseases characterized by limited air flow contained in the respiratory tract. Breathing shortness becomes the main complaint feeling by COPD patients. Pursed lips breathing (PLB) technique can increase pulmonary compliance to retrain the respiratory muscles to function properly and prevent respiratory distress. This study aims to determine the effectiveness of pursed lips breathing technique in COPD patients. The research used a quantitative descriptive design with a systematic review approach. There were 315 articles published from 2015-2019. From 315 articles, 7 articles that met the inclusion criteria and research questions. Based on the result of the Systematic Review that has been conducted on pursed lips breathing technique in COPD patients, it was concluded that the PLB technique is effective to reduce breathing frequency and improve oxygen saturation. PLB technique given 3 times per day in every morning, afternoon, and evening with a time of 6-30 minutes for 3 consecutive days. The PLB technique is effective in reduce frequency respiratory and increase oxygenation in COPD patients with ineffective breathing patterns. Furthermore, it is suggested that PLB techniques can be applied as one of the nurses' independent interventions in nursing care for COPD patients to reduce patients complaints of breathing shortness.ABSTRAKPenyakit paru obstruksi kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit kronik yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara yang terdapat di dalam saluran pernapasan. Sesak napas menjadi keluhan utama yang dirasakan oleh pasien PPOK. Teknik pernapasan pursed lips breathing (PLB) merupakan teknik pernapasan yang membantu meningkatkan compliance paru untuk melatih kembali otot pernapasan berfungsi dengan baik serta mecegah distress pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik pursed lips breathing pada pasien PPOK. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan systematic review. Terdapat 315 artikel yang dipublikasi dari tahun 2015-2019. Dari 315 artikel 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusidan pertanyaan penelitian, dimana kriteria inklusi tersebut ialah artikel tahun 2015-2019 full text yang sesuai dengan topik penelitia yaitu teknik PLB pada pasien PPOK, terdapat ISSN dan atau DOI, artikel yang berfokus pada intervensi terapi Pursed Lips Breathing, artikel yang berfokus pada pemenuhan oksigenisasi dan frekuensi pernapasan sebagai alat ukur. Berdasarkan hasil Systematic Review yang telah dilakukan tentang teknik pursed lips breathing pada pasien PPOK disimpulkan bahwa teknik PLB efektif menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan pemenuhan oksigenisasi dalam tubuh. Dengan demikian pemberian latihan yaitu 3x sehari setiap pagi, siang, dan sore dengan waktu 6-30 menit selama 3 hari berturut-turut. Teknik PLB efektif dalam menurunkan frekuensi pernapasan dan meningkatkan pemenuhan oksigenisasi pada pasien PPOK dengan pola napas tidak efektif. Selanjutnya, disarankan teknik PLB dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien PPOK untuk mengurangi keluhan sesak.
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI Misbakhul Munir
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10553

Abstract

The prevalence of smoking behaviour in Indonesia shows improvement. Based on basic health Research (RISKESDAS) in 2010, the national prevalence of smokers was 34.7%, while in 2013, the prevalence increased to 36.3%. Males most perform smoking behaviour. It can harm the health of its smokers and can also damage the health of the surrounding environment. There are three phases of urgent clinics in tobacco addiction, namely: try, sometimes use and use every day. There are several factors of smoking behaviour for adolescents, such as psychological factors, biological factors and environmental factors. The purpose of this research is to know the factors affecting the behaviour of smoking in male adolescents. The method in this study used a type of descriptive research with the population of all male students in UIN Sunan Ampel Surabaya. The sampling technic used is a accidental sampling with several respondents amounting to 50 students. It gained a result that 46% began to smoke at the age of 17-19 while still in high school and belongs to the category of mild smokers. These smoking behaviours are influenced by family support, friend encouragement and ad influence.ABSTRAKPrevalensi perilaku merokok di Indonesia menunjukkan peningkatan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2010, secara nasional prevalensi perokok yaitu 34,7%, sedangkan pada tahun 2013, prevalensi meningkat menjadi 36,3%. Perilaku merokok paling banyak dilakukan oleh laki-laki.Hal ini dapat merugikan kesehatan perokok sendiri dan juga dapat merugikan kesehatan lingkungan sekitarnya. Terdapat tiga fase klinik penting dalam kecanduan tembakau yaitu: mencoba, kadang-kadang menggunakan, dan menggunakan setiap hari. Terdapat beberapa faktor perilaku merokok bagi remaja, misalnya faktor psikologi, faktor biologi dan faktor lingkungan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja laki-laki.Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan populasi semua mahasiswa laki-laki di UIN Sunan Ampel Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah responden sebesar 50 mahasiswa. Didapatkan hasil bahwa 46% mulai merokok pada usia 17-19 tahun ketika masih SMA dan termasuk kategori perokok ringan. Perilaku merokok ini dipengaruhi oleh dukungan keluarga, dorongan teman dan pengaruh iklan.
IMPROVEMENT OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF COMMUNITY FIGURE IN PREVENTING MALARIA DISEASE THROUGH DISCUSSION WITH LEAFLET AND MODULE Fauziah Nasution; Putra Apriadi Siregar; Emmy Yustina
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10191

Abstract

Malaria is an ancient disease, which is that still survive to this day, which is transmitted by the bite of Anopheles mosquito containing plasmodium, and poses a health problem that causes anemia, lowered work productivity and even death. Cases of clinical malaria in Langkat in the last three years has increased, which in 2010 from 47.18 per 1000 population increased to 63.79 per 1000 population in 2012. This type of research used in this study is quasi-experimental with a pretest-posttest design. The population in this study are all Community Leaders in Kutambaru Subdistrict, Langkat district totaling 36 people. The sample is the entire population, numbering 36 people were divided into 2 groups: with leaflet and modules media. Analysis of the data using a statistical test Wilcoxon. The results of this study showed that the average improvement of knowledge and attitude was more effectively obtained through leaflet media compared to using modules media.Discussions using leaflet media are more effective compared to the p value module (0,000) <α (0.05). Discussion by using leaflet media is more effective than the module in improving the attitudes of community leaders p (0,000) <α (0.05).It is recommended that the health extension workers Puskesmas Maryke more active in providing health education to the community leaders on the prevention of malaria by using media modules and leaflets.For community leaders to be more active in finding and conveying information about malaria prevention to the community in their respective villages.ABSTRAKMalaria adalah penyakit purba,sebuah penyakit bertahan hingga hari ini, yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles yang mengandung plasmodium, dan menimbulkan masalah kesehatan yang menyebabkan anemia, menurunkan produktivitas kerja dan bahkan kematian. Kasus malaria klinis di Langkat dalam tiga tahun terakhir telah meningkat, yang pada 2010 dari 47,18 per 1.000 populasi meningkat menjadi 63,79 per 1.000 populasi pada 2012. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Tokoh Masyarakat di Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat yang berjumlah 36 orang. Sampel adalah seluruh populasi, berjumlah 36 orang dibagi menjadi 2 kelompok: dengan media leaflet dan modul. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata pengetahuan dan sikap lebih efektif diperoleh melalui media leaflet dibandingkan dengan menggunakan media modul. Diskusi menggunakan media leaflet lebih efektif dibandingkan dengan modul nilai p (0,000) <α (0,05). Diskusi dengan menggunakan media leaflet lebih efektif daripada modul dalam meningkatkan sikap tokoh masyarakat p (0,000) <α (0,05) .Disarankan bahwa petugas penyuluh kesehatan Puskesmas Maryke lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada para pemimpin masyarakat tentang pencegahan malaria dengan menggunakan modul media dan selebaran. Untuk para pemimpin masyarakat agar lebih aktif dalam menemukan dan menyampaikan informasi tentang pencegahan malaria kepada masyarakat di desa masing-masing
PENGARUH TERAPI BINAURAL BEATS TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN TIDUR LANSIA DI PANTI LANJUT USIA POTROYUDAN JEPARA Galia Wardha Alvita; Sholihul Huda
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10284

Abstract

The aging process in the elderly leads to physical decline, one of which is disruption to the fulfillment of sleep needs, resulting in the elderly getting tired easily and decreasing the ability of daily activities. Efforts to overcome the problem of sleep disorders are with binaural beats therapy. This study aims to determine the effect of Binaural Beats therapy on fulfilling elderly sleep needs. The research design used by researchers was the Quasy Experiment with a pre-post test with control group design. This study used a sample of 36 respondents divided into: 16 intervention groups and 16 control groups. The sampling technique used is purposive sampling. Based on the analysis of tests using the Wilcoxon Signed Rank Test in the intervention group showed a p-value of 0,000, while the control group p-value of 0.317 (p-value <0.05) and the Mann Whitney U Test showed the results of p-value of 0.005 (p -value <0.05), so there is the effect of binaural Beats wave therapy on fulfilling elderly sleep needs. This study provides general information relating to the management of improving the fulfillment of elderly sleep needs by using Beats binauran Wave therapy. In addition, the findings from this study are expected to provide advice for local health care providers so that they can carry out binaural beats wave therapy as a self-care management program in improving elderly health.ABSTRAKProses menua pada lansia menimbulkan penurunan fisik salah satunya berupa gangguan pemenuhan kebutuhan tidur yang mengakibatkan lansia mudah lelah dan penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. Upaya untuk mengatasi masalah gangguan tidur adalah dengan terapi binaural beats.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Binaural Beats terhadap pemenuhan kebutuhan tidur lansia. Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan pre-post test with control group. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 36 responden dibagi menjadi: 16 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan aadalah  Purposive sampling. Berdasarkan uji analysis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok intervensi menunjukkan nilai hasil p-value 0,000, sedangkan kelompok control p-value 0,317 (p-value <0,05) dan uji Mann Whitney U Test menunjukkan hasil nilai p-value 0,005 (p-value <0,05),  sehingga ada pengaruh terapi gelombang binaural Beats terhadap pemenuhan kebutuhan tidur lansia. Penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan penatalaksanaan peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur lansia dengan menggunakan terapi Gelombang binauran Beats. Selain itu, temuan dari penelitian ini diharapkan bisa memberikan saran bagi penyedia layanan kesehatan setempat supaya dapat melaksanakan terapi gelombang binaural beats sebagai program manajemen perawatan diri dalam meningkatkan kesehatan lansia, mengurangi kadar glukosa dalam darah, serta menghambat aliran saluran kalium
PENGARUH PEMBERIAN SPIRULINA PERORAL YANG DIBERI CCL4 TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ DARAH TIKUS PUTIH Swandito Wicaksono
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.9829

Abstract

Free radical is Carbon Tetra Chloride, which is organic toxic solution through liver, heart, and kidneys. Spirulina is green-blue algae which photosynthetic microalgae, spiral-shape, multicelullar and chemic-riched and able to correct body’s damage by free radicals, for instance Beta Carotene, amino acids, Gamma Linolenic Acid (GLA). The aims of this research is to discover whether Spirulina can correct kidneys function from CCl4-induction on white rats (Rattus norvegicus) with weight ±300 gram. Decreasing kidneys fungtion was evaluated by increasing blood ureum and creatinine levels. ANOVA analysis performed that CCl4 effect blood ureum and creatinin (p<0,05). Spirulina at dose 3,471 ml/300gr body weight was the most effective through correction kidneys function.ABSTRAKRadikal bebas Carbon Tetra Chloride merupakan pelarut organik yang bersifat toksik terhadap hati, jantung, dan ginjal. Spirulina adalah alga hijau-biru yang merupakan mikroalga fotosintetik, berbentuk spiral, multiseluler dan kaya senyawa kimia yang dapat memperbaiki berbagai kerusakan di dalam tubuh yang disebabkan karena radikal bebas, seperti Beta Carotene, Asam Amino, Gamma Linolenic Acid (GLA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari Spirulina yang dapat memperbaiki kerusakan fungsi ginjal akibat induksi CCl4 pada tikus putih dilihat dari kadar ureum dan kreatinin darah. Penurunan fungsi ginjal terjadi pada hari pertama setelah aklimatisasi. Penurunan fungsi ginjal dapat dilihat dari kenaikan kadar ureum dan kreatinin darah. Hasil uji ANOVA pemberian CCl4 berpengaruh terhadap kenaikan ureum dan kreatinin darah (p<0,05). Spirulina 3,471 ml /300grBB merupakan dosis paling efektif dalam memperbaiki fungsi ginjal.
GAMBARAN TINGKAT ANSIETAS ANAK USIA SEKOLAH SAAT MENGALAMI MENARCHE Livana PH; Novi Indrayati; Eka Yuliyanti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10295

Abstract

Menarche is menstruation which occurs first as a sign of maturity of a woman's reproductive organs. Menarche events that tend to be earlier, when children have not reached a maturity of mind coupled with a factor of lack of knowledge raise a variety of psychological responses to girls, namely anxiety. The purpose of this study was to describe the anxiety level of school-age children in the village when experiencing menarche. The design of this study used a cross-sectional approach, with a sample of 30 female students who had experienced menarche. The sampling technique uses total sampling. Data analysis using descriptive analysis. The results of the study showed that the majority of school-age children in the village experienced moderate anxiety. Based on the results of the study it is suggested that nurses need to carry out their role as educators zx and counselors by providing health education to school-age children, especially providing information regarding menarche, so that children are better prepared to face menarche, so as not to cause anxiety.ABSTRAKMenarche yaitu menstruasi yang terjadi pertama kali sebagai tanda kematangan alat reproduksi wanita. Kejadian menarche yang cenderung lebih awal, ketika anak belum mencapai kedewasaan pikiran ditambah dengan faktor kurangnya pengetahuan memunculkan bermacam respon psikologis pada anak perempuan yaitu ansietas. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat ansietas anak usia sekolah di desasaat mengalami menarche. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, dengan jumlah sampel 30 siswi yang sudah mengalami menarche. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas anak usia sekolah di desa menalami ansietas sedang (56,7%). Berdasarkan hasil penelitian disarankan bahwa perawat perlu untuk melakukan perannya sebagai edukator dan konselor dengan memberikan pendidikan kesehatan pada anak usia sekolah terutama memberikan informasi terkait menarche, agar anak lebih siap dalam menghadapi menarche, sehingga tidak menimbulkan kecemasan. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN OBAT DAN GIZI SELAMA KEHAMILAN MELALUI PROGRAM PENDAMPINGAN Naniek Widyaningrum; Wili Wahyu Timur; Putri Novia Karmita Dewi; Serina Salmathifa Winarsih
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10189

Abstract

Central Java is one of the contributors to our maternal and infant mortality rates in Indonesia. This increase was partly due to the knowledge of pregnant women about nutritional needs at the time of assessment. The purpose of this research is to increase the knowledge of pregnant women about the adequacy of nutrition and the use of drugs during pregnancy. The method used was assistance for pregnant women by professionals in their fields in September Obgyn Doctors and Pharmacists and descriptive analysis through questionnaires before and then conducted activities. Assistance activities carried out for one day in preparation for preliminary pregnant women in Pudak Payung. Based on the results of research people do not understand the importance of adequate nutrition during the assessment seen from a baby's low weight at his age. After mentoring, the increase in knowledge and awareness of pregnant women increased by 97%.ABSTRAKJawa tengah merupakan salah satu penyumbang angka kamatian ibu hamil dan bayi di Indonesia. Peningkatan tersebut salah satunya karena faktor pengetahuan ibu hamil mengenai kebutuhan gizi pada saat kehamilan. Tujuan dilakukan penelitian adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil akan kecukupan gizi dan penggunaan obat selama kehamilan. Metode yang digunakan adalah pendampingan pada ibu hamil oleh tenaga professional dibidangnya seperti Dokter Obgyn dan Apoteker dan analisa deskriptif melalui kuisioner sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pendampingan dilakukan selama satu hari sebagai gambaran pendahuluan kondisi ibu hamil di Pudak Payung. Berdasarkan hasil penelitian masyarakat belum mengetahui akan pentingnya kecukupan gizi selama kehamilan dilihat dari berat badan bayi yang rendah pada usianya. Setelah dilakukan pendampingan peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil meningkat sebesar 97%. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES PSIKOLOGIS DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA Mei Lina Fitri Kumalasari; Moch Irfan Hadi; Misbakhul Munir
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v12i2.10842

Abstract

The menstrual cycle is the distance between the first day of menstruation and the first period of the next menstruation. One of the faktors that influence the menstrual cycle is stres. Stres can stimulate the release of the hormone cortisol, which is a product of glucocorticoid adrenal cortex. This hormone affects the amount of progesterone in the body. This hormonal imbalance will cause changes in the menstrual cycle. The purpose of this study was to analyze the relationship between stres levels and the menstrual cycle of UIN Sunan Ampel Surabaya students. This research was an observational analytic study with a sampling design using simple random sampling with a total of 30 respondents. Data collection techniques use the DASS 42 questionnaire to measure stres levels and the menstrual cycle pattern questionnaire to measure the menstrual cycle. Data analysis using Fisher's exacs test and the results obtained p = 0.031, so it means that there is a relationship between the level of stres with the menstrual cycl.ABSTRAKSiklus menstruasi adalah jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama pada menstruasi berikutnya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh stress yang merangsang pengeluaran hormone kortisol yang merupakan produk dari glukokortiroid korteks adrenal yang disintesis di zona fasikulata. Hormon ini mempengaruhi jumlah hormone progesterone di dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini akan menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswai UIN Sunan Ampel Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah 30 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner pola siklus menstruasi untuk mengukur siklus menstruasi. Analisis data menggunakan Fisher’s exacs test dan didapatkan hasil nilai p=0.031. Hal ini berarti menunjukkan bahwa ada hubungan hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel lain yang mempengarusi siklus menstruasi dan menamba jumlah sampel agar diperoleh data yang lebih baik.

Page 7 of 21 | Total Record : 206