cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2024): August" : 13 Documents clear
Analisis Metode Ijtihad Terhadap Hukum Poligami dalam Fatwa Syaikh Bin Baz Mahatta, Afdhalia; Azwar, Zainal
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.44283

Abstract

Artikel ini membahas ijtihad Syaikh Bin Baz tentang hukum poligami. Meskipun madzhab Hanafi, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa hukum asal perkawinan adalah sunnat, ulama Syafi'i berpendapat bahwa itu adalah mubah (boleh). Namun, Syaikh Bin Baz berbeda dan menganggap poligami sebagai hukum asal perkawinan. Untuk memamparkan hal tersebut, data yang dikumpulkan secara keseluruhan diperlukan, yang merujuk pada penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode ijtihad yang digunakan Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau mengenai hukum asal perkawinan adalah poligami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau mengenai hukum poligami menggunakan dua model metode ijtihad yaitu dalam hal ini beliau menggunakan metode bayani ialah upaya untuk memahami sumber hukum atau tasyri, yaitu al-Qur'an dan As-Sunnah, dan metode intiqa’i, atau tarjih, adalah membandingkan pendapat para ulama sebelumnya dengan melakukan penelitian ulang tentang bukti yang mendukungnya.
Konsep Al-Mass dalam Al-Qur'an (Suatu Kajian Tafsir Maudu’i) Asirah, Siti; Abubakar, Achmad; Hidayatulah Galib, Ahmad Syarif
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.45334

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian terhadap konsep al-mass dalam Al-Qur’an, untuk menyelami ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan makna al-Mass­ sebagai landasan dalam memahami Al-Qur’an, sekaligus mengimplementasikan petunjuknya dalam memandu manusia kepada jalan yang diridhai Allah swt. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hakikat, wujud serta urgensi al-mass dalam Al-Qur'an. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan yang diterapkan adalah ilmu tafsir dan teologis. Penelitian ini juga mengadopsi pola tafsir Mauḍū’i dalam mengolah data yang terkumpul. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, hakekat al-mass dalam Al-Qur’an digunakan untuk menunjuk adanya hubungan dengan sesuatu, baik terkait fisik maupun non fisik, baik yang menyenangkan maupun yang menyulitkan. Meskipun pada umumnya digunakan untuk menunjuk kepada hal-hal yang menyulitkan, baik jasmani maupun rohani. Kedua, wujud al-mass dalam Al-Qur’an yaitu penimpaan dalam bentuk al-ba’sā’ dan al-darrā’. menggambarkan respon manusia terhadap penderitaan. Ketika terbebas, manusia cenderung lupa dan menyatakan kebebasannya sebagai hasil kepintarannya. Sebaliknya, saat ditimpa penderitaan, manusia berdoa dan berserah sepenuhnya kepada Allah. Ketiga, urgensi al-mass sebagai pengajaran bagi umat manusia agar terhindar dari kesulitan, penderitaan dan siksaan baik dari segi duniawi maupun ukhrawi. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi renungan bersama terkait gambaran perilaku manusia saat menghadapi penderitaan, dengan harapan menghindari siksaan sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur'an pada masa lalu. Kemudian penelitian ini penulis juga berharap dapat menambah wawasan pembaca terkait objek kajian yang terkandung dalam al-Qur’an.
Pengaturan Hukum Ombudsman Kota Makassar Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-VIII/2010 Jaya, Muchtar; Irwansyah, Irwansyah; Aspan, Zulkifli
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.47577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum Ombudsman Kota Makassar pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-VIII/2010. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang mengutamakan bahan hukum berupa peraturan perundang-undangan sebagai bahan acuan dasar. Selain itu, pengumpulan data dan informasi juga dilakukan di Kantor Ombudsman Kota Makassar dan Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan. Penulis menggunakan sumber data melalui studi pustaka dan wawancara secara langsung disusun secara sistematis dan analisis dengan pendekatan Perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan Konseptual (conceptual approach). Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ombudsman Kota Makassar merupakan lembaga independen Pemerintah Daerah, dikarenakan legitimasi Lembaga tersebut bersumber dari keputusan Walikota, yakni Peraturan Walikota No. 2 Tahun 2019 dan menggunakan sumber keungan daerah, sehingga harus bertanggungjawab kepada Walikota. Keberadaan Ombudsman Kota Makassar tetap penting, karena kelemahan utama UU No. 37 Tahun 2008 adalah menyentralisasi kewenangan pengawasan pelayanan publik di daerah kepada Komisi Ombudsman Republik Indonesia (ORI). ORI Perwakilan Sul-Sel bukan terdiri dari Komisioner, tetapi hanya Kepala kantor yang kewenangannya terbatas. Dengan demikian, perwakilan tidak bisa menyelesaiakan laporan masyarakat. Hal ini dapat dikatakan menghilangkan kemudahan akses bagi masyarakat untuk melaporkan masalah pelayanan publik di daerah.
Analisis Qs. Az-Zariyat Ayat 19 dalam Pengimplementasian Hak dan Kewajiban Warga Negara Chotimah, Chusnul; Samsudin, Arif; Dianur, Khilwa Addina; Anbiya, Bakti Fatwa
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.47699

Abstract

Al-Qur’an menjadi sumber pedoman hidup bagi umat muslim yang mengimani Allah Swt. Penelitian ini menggali makna ayat 19 Surat Az-Zariyat dalam pembangunan sosial, politik, dan ekonomi kontemporer melalui kacamata ajaran Al-Qur’an. Dengan menggunakan analisis tekstual, tinjauan literatur, konsultasi dengan ulama Islam, dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi implikasi praktis prinsip-prinsip Al-Qur’an terhadap upaya pembangunan modern. Tema-tema utama seperti keadilan, tanggung jawab sosial, dan solidaritas komunal dikaji, menyoroti relevansinya dengan pembangunan berkelanjutan. Dengan menjelaskan contoh-contoh konkrit, penelitian ini menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip Al-Qur’an dapat memandu kebijakan dan praktik yang mendorong keadilan sosial, keadilan politik, dan kemakmuran ekonomi. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya ajaran Al-Qur’an dalam mengatasi tantangan pembangunan saat ini dan menekankan perlunya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam strategi pembangunan. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah sebagai bentuk penelitian dalam meneliti hubungan surat Az-Zariyat ayat 19 yang ada di Al-Qur’an dengan hak dan kewajiban bernegara. Karena hal-hal yang bersumber dari Al-Qur’an dapat menjadi sebuah acuan untuk membatasi dan menjadi petunjuk dalam permasalahan sosial serta perkembangan sosial. Metode dalam penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif yang dapat menghasilkan suatu kajian mendalam dengan cara meneliti lebih dalam sumber-sumber yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Oleh karena itu, tema penelitian ini diangkat dalam sebuah artikel untuk mengulas hak-hak dan kewajiban bernegara dalam perspektif Islam yakni yang ada pada surat Az-Zariyat ayat 19 tersebut.
Perkawinan Usia Anak Perspektif Hak Asasi Manusia Hamzah, Ahmad Zakiy Mubarak
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.50657

Abstract

Artikel ini akan mencoba melihat tentang perkawinan Usia Anak Perspektif Hak Asasi Manusia. Tema perkawinan Usia anak, menjadi isu yang sering diperbincangkan oleh para ilmuwan dan masyarakat, baik local maupun nasional dan menjadi isu kontemporer, karena dalam ketentuan undang-undang bahwa batasan usia perkawinan itu adalah 19 tahun. Tetapi kerap terjadi pelanggaran hukum terhadap ketentuan usia tersebut disebabkan karena banyak factor, misalnya factor budaya yang menganggap pamali jika terlambat kawin padahal sudah ada yang melamar, factor ekonomi/kemiskinan dan factor hamil di luar nikah serta Pendidikan rendah. Terlepas dari factor-faktor tersebut perkawinan usia anak dipandang melanggar hak asasi manusia, terutama hak anak yang seharusnya masih bisa menikmati masa bermain, dan hak untuk mendapatkan Pendidikan.
Interaksi Hadis dan Budaya: Interpretasi Ali Mustafa Yaqub dalam Kitab Al-Turuq Al-Sahihah Fi Fahm Al-Sunnah Al-Nabawiyah Khalilurrahman, As'ad; Ichwayudi, Budi; Shobri, Alwi; Akbar, Riko
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.43307

Abstract

The source of religious teachings is the Qur'an and hadith (sayings and actions of Prophet Muhammad). The birth of both is closely related to the culture and customs of the society at that time. The Prophet used culture as a medium to convey his message. The actions of the Prophet served as an example for humanity, especially Muslims, in the world. These behaviors and traits are referred to as the "sunnah." One example of the Prophet's habits is wearing the imamah or turban, letting his hair grow long, and many other aspects related to the Prophet's life. As devout followers, it is important to practice everything the Prophet did as a form of reverence for him. However, the challenge arises because every place has different cultures and customs. This becomes an issue when the Prophet's habits, as depicted in the hadiths, are not followed due to reasons not related to religious matters. Consequently, practices that are not considered acts of worship (ibadah) may be abandoned according to the local culture and traditions. Abstrak Sumber ajaran agama adalah al-Qur’an dan hadis. Lahirnya keduanya tidak lepas dari budaya dan kebiasaan masyarakat pada masa itu. Nabi menggunakan budaya sebagai media dalam menyampaikan risalahnya. Tindakan yang dilakukan Nabi adalah suri tauladan atau contoh untuk umat manusia khususnya muslim didunia. Prilaku dan sifat itulah disebut dengan sunnah. Salah satu contoh kebiasaan Nabi adalah menggunakan imamah atau sorban, membiarkan rambutnya panjang dan banyak lagi hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan Nabi. Sebagai umat yang taat beragama perlulah utuk mengamalkan semua yang dilakukan Nab dalam bentuk rasa cita kepada Nabi. namun masalahnya adalah setiap tempat mempunyai budaya dan istiadat yang berbeda-beda. Hal ini menjadi masalah ketika kebiasaan Nabi yang tergambar dalam kitab-kitab hadis tidak diamalkan dengan alasan bukan perkara agama. Sehingga amalan yang ranahnya bukan ibdah boleh ditinggal sesuai budaya, tradisi masyarakat setempat.
Literasi Keuangan Memoderasi Pengaruh Lingkungan Terhadap Keputusan Investor Muda Berinvestasi Mardan, Muh. Zulhadi; Awaluddin, Murtiadi; Sirajuddin, Sirajuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.47260

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Literasi Keuangan dalam memoderasi Lingkungan terhadap Keputusan Investasi pada Pasar Modal Syariah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sumber data adalah data primer dari kuesioner dan data sekunder dari website Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan; Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang diperkuat oleh Literasi Keuangan tidak berpengaruh terhadap Keputusan Investasi pada Pasar Modal Syariah Makassar. Implikasi penelitian adalah: 1) Kepada peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah responden dan menyebarkan lebih banyak kuesioner kepada para responden, sehingga bisa mendapatkan data yang lebih akurat; dan 2) Kepada peneliti selanjutnya usahakan untuk mendapatkan data berupa wawancara dari beberapa investor yang menjadi responden peneliti agar bisa mendapatkan data yang lebih nyata dan bisa keluar dari pertanyaan-pertanyaan yang terlalu sempit atau kurang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dari profesi investor.
Prinsip Dasar Restorative Justice dalam Menyelesaikan Perkara Pidana Anak Nur, Muhammad Azhar; Jafar, Usman; Marilang, Marilang; Shuhufi, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.50767

Abstract

The central issue of this study was the concept of restorative justice for children in confrontation with the law from an Islamic legal standpoint. This was a qualitative study employing a normative (syar'i) methodology. This study utilized primary data sources, including information from the Police, Prosecutors, Judges, and Social Institutions. And secondary sources such as books, journals, and articles. This study utilized observation, interviews, documentation, and reference tracking to acquire its data. Data processing and analysis procedures were implemented in a series of processes, including data selection, data examination, data classification, and data compilation. Based on the findings of this study, the fundamental elements of restorative justice in resolving criminal cases involving children in confrontation with the law are child protection, the best interests of the child, and kinship. In criminal cases involving children in dispute with the law, the concepts of restorative justice were implemented through mediation, deliberation, consensus, direction, and supervision of children. In criminal cases involving children in dispute with the law, the practice of restorative justice has the social effects of eradicating the stigma or labeling of children as mischievous, as well as promoting child growth and child development.
Financial Technology Sebagai Solusi Potensial Market Yolo Style Gen Z Kota Makassar Tajrim, Muh.; Awalauddin, Murtiadi; Haddade, Abdul Wahid
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.50794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spending YOLO (You Only Live Once) style yang dijalani oleh Gen Z (Generasi Z) di kota Makassar lalu mengaitkannya dengan peran fintech sebagai solusi YOLO style Gen Z kota Makassar sebagai potensial market. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun sumber data yang diperoleh dari data primer yang bersumber dari 9 responden Gen Z yang lahir dari rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2012. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pola spending Gen Z YOLO style kota Makassar terbagi menjadi tiga tema, yakni pola spending terkait konsumsi terhadap experience, pola spending terkait present time, dan pola spending terkait prinsip dalam mengkonsumsi. Financial technology, baik konvensional terlebih lagi syariah, sangat cocok untuk diaplikasikan pada Gen Z YOLO style kota Makassar karena mampu memberikan solusi terhadap segala permasalah yang ditemukan pada tiga tema poloa spending tersebut.
Pemikiran Sunah Hasbi Ash-Shiddeqiy Perspektif Teori CDA Norman Fairclough Kholilurrahman, As’ad; Muhid, Muhid; Nurita, Adris
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.52191

Abstract

Hasbi Ash-Shiddieqy adalah sosok pembaharu pemikiran Islam di Indonesia, pengaruhnya dalam kajian hadis di Indonesia tidak dapat dihilangkan begitu saja. Hasbi menjadi tokoh menarik dalam kajian ini lantaran sedikit banyak dari pemikirannya ditemukan kemiripan dengan gurunya, Ahmad Surkati. Jadi, fokus kajian ini adalah bagaimana ideologi pemikiran hadis Hasbi?. Kemudian, apakah pemikiran hadis Hasbi di pengaruhi oleh gurunya?. Dalam tulisan ini akan menggunakan metode kualitatif dengan model kajian kepustakaan serta mencoba menganalisis dengan analisis yang dicetuskan oleh Norman Fairclough yaitu CDA (Critical Discourse Analyis). Maka dari itu kajian ini menghasilkan temuan bahwa ideologi pemikiran Hasbi memiliki kemiripan dengan gurunya seperti Ahmad Surkati dan Al-Kalili, namun juga mencakup elemen orisinal yang menitikberatkan pada al-Qur'an dan sunah. Analisis Norman Fairclough menunjukkan bahwa bahasa dalam karya Hasbi bersifat moderat. Ia menggunakan posisinya sebagai dosen untuk menyebarkan ideologinya yang juga termasuk dari bentuk kekuasaan dari Hasbi sendiri.

Page 1 of 2 | Total Record : 13