cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 3 (2016)" : 12 Documents clear
Sistem Penjaminan Mutu pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Sulawesi Selatan Awaliah Musgamy; Azhar Arsyad; Arifuddin Siraj; Muh Wayong
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7427

Abstract

The quality assurance system at the State Islamic Higher Education in South Sulawesi is already running by using a variety of credible quality documents through a determination. These various quality documents are then carried out as a normative-academic reference in the quality assurance system for further evaluation. The evaluation results are then controlled by trying to find alternative solutions to various arising problems that are accompanied by efforts to improve the quality itself. The constraint of the quality assurance system is the maximum dissemination of various quality documents so that it triggers a refresive attitude among some of the academic community and their lack of attention to the applied quality assurance system. Another constraint faced is that the Islamic education paradigm has not been maximally accommodated in various quality policies with all its derivatives as well as the incomplete fulfillment of each standard. These various constraints tend to emerge beginning with the determination to then have implications for other Islamic education quality assurance cycles which in this case are the implementation, evaluation, control and improvement. Even on a macro scale, the Islamic education quality assurance system still dwells on the establishment, implementation, and evaluation and is still not maximal on control and improvement because there is an impression that quality assurance is carried out for pragmatic purposes, especially accreditation. The efforts made by the State Islamic Higher Education in South Sulawesi in overcoming various constraints to the quality assurance system are maximizing the socialization of the quality assurance system that is applied in each cycle starting from the establishment, implementation, evaluation, control and improvement. In addition, there is a need to adjust the quality assurance system policy with all its derivatives with the paradigm developed by the institution which is then accompanied by maximum fulfillment of each standard.
SIMBOL MITOLOGI DALAM KARYA SASTRA TEKS AL-BARZANJI (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PASAL 4) Mirnawati Mirnawati; Amrah Kasim; Abd. Rauf Aliah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7330

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pendekatan semiotika Roland Barthes terhadap karya sastra al-barzanji. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan linguistik dan semiotika. Adapun sumber data penelitian diperoleh langsung dari teks al-barzanji serta penelusuran berbagai literatur atau referensi. Data dikumpulan dengan memilih dari beberapa pasal dalam barzanji kemudian memilah dan menganalisis leksia per leksia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada 5 pasal tersebut, setiap pasalnya dimulai dengan kata وَلَمَّا yang penulis bedah menjadi 87 leksia. Selanjutnya penulis analisis teks tersebut dan mengkategorikan 16 leksia mengandung kode hermeneutika, 13 leksia tergolong kedalam kode gnomik/budaya, 33 leksia yang termasuk kode prioretik/aksi, 11 leksia terkandung kode semik/konotatif dan terakhir kode simbolik terdapat dalam 14 leksia yang ada pada teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan pembacaan semiotik Roland Barthes, bisa katakan bahwa Abu Ja’far Al-Barzanji menulis karya sastra ini tidak sekedar mengungkapkan kekagumannya terhadap Rasulullah saja saw., tapi juga mengisahkan secara tersirat budaya-budaya bangsa Arab khususnya di wilayah Makkah dan Negeri Syam. Simbol mitologi pada 5 pasal yang dikaji masih mengalami eksistensi hingga saat ini, meliputi: hakikat status yatim, Bani Najjar, juru kunci Ka’bah atau Bani Syaibah, usia Rasulullah saw. menginjak 4 tahun, Umur saat pernikahan Rasulullah saw., Umur ketika Nabi saw. diangkat menjadi Rasul Allah, simbol mitologi mimpi, serta Mahallul Qiyam disetiap pembacaan al-barzanji khusunya pada pasal 4, hingga saat ini masih tetap berlaku. Dan juga kata Atthir di setiap awal pasalnya, pada dasarnya kata ini termasuk kinayah yang bisa bermakna asli dan bisa juga tidak, namun jika dijabarkan bahwa keharuman bau harum yang disandarkan kepada Nabi saw. dalam bentuk rahmat. Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Al-Barzanji adalah sebuah karya sastra yang paling akrab ditelinga bisa dikaji melalui berbagai pisau pendekatan, baik dari balaghah, Ilmu Arudh, Semantik, Sintaksis, dan berbagai cabang disiplin ilmu kebahasaan dan kesusastraan yang lainnya. Hal tersebut bisa menjadi salah satu sudut pandang bagi kaum intelektual muda di tengah maraknya isu bid’ah dan haram terkait barzanji. 2) Isi teks dari barzanji bukan hanya tentang syair namun juga sirah Rasulullah serta gambaran kondisi budaya Arab saat itu, tentu hal ini bisa juga menjadi bahan perbandingan bagi penggelut sejarah keislaman maupun sirah Nabawiyah. 3) Dengan adanya penelitian ini kedepannya bisa memberi sumbangsih terhadap penelitian selanjutnya, khususnya penelitian dibidang semiotika, bahasa dan sastra. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini masih membutuhkan pengkajian yang lebih dalam maka dibutuhkan saran dan masukan yang membangun demi kebaikan penulisan ke depannya.
WUJUD KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA QAYS DALAM ROMAN “LAYLA MAJNUN” KARYA SYAIKH NIZAMI DAN DATU MUSENG DALAM ROMAN “DATU MUSENG DAN MAIPA DEAPATI” KARYA VERDY R. BASO Hardiyanti Zainuddin; Najmuddin H. Abd. Safa; Abd. Rauf Aliah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7381

Abstract

Tulisan ini membahas tentang wujud konflik batin tokoh utama yang terdapat dalam dua roman, yaitu Qays dalam roman “Layla Majnun” Karya Syaikh Nizami dan Datu Museng dalam roman “Datu Museng dan Maipa Deapati” Karya Verdy R. Baso. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data yang telah diteliti menggunakan pendekatan psikologi sastra yaitu psikoanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertentangan antara pilihan tidak sesuai dengan keinginan. Kedua tokoh utama tersebut memiliki keinginan untuk memiliki sang wanita, yaitu Layla untuk Qays dan Maipa Deapati untuk Datu Museng. Namun, terdapat kendala di antara keduanya. Qays yang dengan keadaannya (gila) sehingga orang tua Layla enggan untuk menerima dan merestui hubungan mereka. Selain itu, orang tua Layla juga tersinggung atas mahar yang dibawa oleh orang tua Qays yang menganggap bahwa dengan harta ia dapat dengan mudah mengambil Layla. Begitupula dengan Datu Museng yang ingin memiliki Maipa Deapati. Strata sosiallah yang menjadi penghalang ia untuk dapat menikahi dan memiliki Maipa Deapati. Keterpurukan dalam menghadapi permasalahan. Konflik batin Qays cukup kompleks dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Sedangkan konflik batin pada diri Datu Museng terletak pada kerinduannya terhadap Maipa Deapati yang mengakibatkan ia tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaannya. Harapan tidak sesuai kenyataan. Qays dengan harapan lamarannya diterima oleh ayah Layla melalui bantuan Naufal, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Berbeda dengan Datu Museng yang menginginkan kehidupan yang bahagia setelah berhasil mendapatkan restu dari orang tua Maipa lalu menikah. Harapan untuk hidup bahagia tersebut harus pupus sebab ia kalah dalam perang menghadapi Tomalompoa. yakni harapan untuk melamar kembali Layla dapat diterima oleh ayahnya tidak sesuai dengan kenyataan.
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW TERHADAP PEMAHAMAN MATA PELAJARAN FIQIH PESERTA DIDIK KELAS VIIPADA MTs PONDOK PESANTREN AL-URWATUL WUTSQAA BENTENG Humaerah Humaerah; Sulaiman Saat; Muhammad Yusuf, T
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7436

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh penerapan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap pemahaman mata pelajaran fiqih peserta didik kelas VII pada MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa, Benteng kecamatan Baranti kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini didesain dengan metode penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa yang berjumlah 223 orang, dengan pengambilan sampel peserta didik hanya 30 orang dengan teknik stratified random sample (pengambilan sampel acak bertingkat). Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner(angket) dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriktif dan analisis  inferensial regresi ganda dengan bantuan SPSS versi 21.Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik deskriktif bahwa penerapan pembelajaran jigsaw kelas VII MTs diperoleh nilai rata-rata 27.90 dengan standar deviasi 5,074, dan  skor tertinggi 36, serta  skor terendah 15 dan untuk pemahaman fiqih peserta didik  pada saat penerapan pembelajan jigsaw di kelas VII MTs diperoleh nilai rata-rata 78,63 dengan standar deviasi 0,490 dan nilai tertinggi 79 serta nilai terendah 78. Adapun hasil uji analisis korelasi hipotesis diperoleh sig= 0136 > a = 0,05, maka Ho diterima, artinya hipotesis tidak terbukti yaitu tidak terdapat pengaruh penerapan pembelajaran jigsaw terhadap pemahaman mata pelajaran fiqih peserta didik kelas VII MTs. pada MTs Pondok Pesantren al-Urwatul Wutsqaa Benteng kecamatan Baranti kabupaten Sidenreng Rappang.
BENTUK DEMOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO KAMPUS 2 PUTRA TONRONGNGE Ahmad Hamdan Guntur; Munir Munir; Haniah Haniah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk demotivasi pembelajaran bahasa Arab yang terjadi di Pondok Pesantran DDI Mangkoso Kampus II Putra Tonrongnge. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan pendekatan penelitian yang digunkan adalah: pedagogis, sosiologis, dan psikologis. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan tehnik purposive sampling, dan data penelitian diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dari 10 jenis motivasi yang diajukan oleh Harmer (2011), hanya 5 jenis demotivasi yang dialami oleh santri dalam pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren DDI Mangkoso Kampus 2 Putra Tonrongnge, yakni demotivasi karena rasa takut, demotivasi karena koflik nilai, demotivasi karena kurangnya kebebasan, demotivasi karena kurangnya kepercayaan diri dan demotivasi karena kejenuhan.
PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJAAN Muhammad Qasim; Maskiah Maskiah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7365

Abstract

Tulisan ini mengurai tentang bagaimana tahapan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bagaimana implikasi perencanaan pengajaran dalam kegiatan pembelajaran. Persoalan ini dibahas dengan penelitian kepustakaan dengan pendekatan pedagogik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua poin yang penting diperhatikan dalam perencanaan pengajaran oleh setiap tenaga pendidik. Pertama, persiapan dalam merencanakan  kegiatan  pembelajaran. Kegiatan ini meliputi, mengenal  kondisi yang mengitari peserta didik, memahami karakteriristik peserta didik, memahami gaya belajar dan kemampuan peserta didik; serta memiliki kompetensi sebagai tenaga pendidik professional. Kedua, kegiatan dalam perencanaan pengajaran, meliputi, mengembangkan silabus, dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Implikasi kegiatan perencanaan pengajaran dalam kegiatan belajar berinterakasi dengan kegiatan bagaimana tenaga pendidik mengajar serta bagaimana peserta didik belajar. Kegiatan pengajaran ini merupakan suatu kegiatan yang disadari dan direncanakan. Suatu kegiatan yang direncanakan atau mengadung tiga unsur penting, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian juga halnya dengan pengajaran. Setiap tenaga pendidik semestinya melakukan persiapan mengajar sebelum memasuki suatu proses pembelajaran. Tenaga pendidik yang memiliki perencanaan pengajaran dalam kegiatan pembelajaran dapat memberikan mencapai hasil maksimal menciptakan tujuan hidup berbangsa dan bernegar yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT DAN MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 GALESONG SELATAN KAB. TAKALAR Muhammad Irham; Sitti Mania
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7295

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Negeri 3 Galesong Selatan yang berjumlah 213 siswa. Penentuan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sampel yang terpilih adalah kelas VIII. A sebagai kelas eksperimen I dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen II. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah skala minat belajar siswa dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dan analisis statistic inferensial. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran card sort dan make a match di kelas VIII berjalan dengan baik. Rata-rata skor aktifitas guru dan siswa pada model pembelajaran card sort di kelas eksperimen I adalah 84,83% dan 85,66%. Sedangkan rata-rata skor aktifitas guru dan siswa pada penerapan model pembelajaran make a match di kelas ekperimen II adalah 88,16% dan 86. Hal ini memberikan makna bahwa penerapan model pembelajaran card sort dan make a match pada kelas VIII SMP Negeri III Galesong Selatan pada kategori baik.
WUJUD KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA MADRASAH DALAM PENINGKATAN MUTU MADRASAH ALIYAH BULUKUNYI POLONGBANGKENG SELATAN KABUPATEN TAKALAR Thahirah Thahirah; Arifuddin Siraj; Wahyuddin Naro
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7322

Abstract

Tulisan ini mencoba mengungkapkan tentang wujud kompetensi manajereial kepala madrasah dalam upaya peningkatan mutu Madrasah Aliyah Bulukunyi Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan lokasi penelitian bertempat di Madrasah Aliyah Bulukunyi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan paedagogik, sosiologis, filosofis, teologis normatif, dan yuridis. Sumber primer dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah Aliyah Bulukunyi Guru-Guru, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat sekitar Madrasah Aliyah Bulukunyi. Sedangkan sumber sekunder adalah seluruh atau sebahagian dari literatur dan dokumen yang memberikan informasi tentang bagaimana karakteristi kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah Bulukunyi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi (obsrevation sheet atau observation schedule), dan pedoman wawancara (interview guide). Data yang terkumpul dianalisis dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tahap pengecekan kredibilatas data dengan teknik perssistent observation, Triangulasi (Triagulation), member check dan referential adequacy check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial Kepala Madrasah Aliyah Bulukunyi ditunjukkan melalui a) perencanaan kegiatan yang matang dan sesuai kebutuhan Madrasah. b) Kemampuan kepala Madrasah dalam mensukseskan semua kegiatan yang telah direncanakan. c) Kemampuan Kepala Madrasah yang sangat baik dalam melakukan koordinasi dalam kegiatan di Madrasah. d) Monitoring dilakukan saat dibutuhkan dan berjalan harmonis. e) Kepala Madrasah melibatkan stake holder dalam melakukan penilaian untuk mendapatkan keterangan yang tepat.
HAKIKAT MATERI AKIDAH PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR KELAS V Elce Yohana Kodina; Bahaking Rama; Abd. Rahman Getteng; Nurman Said
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7399

Abstract

Tulisan akan mengelaborasi tentang hakikat materi akidah perspektif Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum Sekolah Dasar kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat library murni. Penelitian ini termasuk dalam kategori qualitative research dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah materi kurikulum Pendidikan Agama Islam, baik berupa tulisan (buku) maupun berupa lainnya (manuskrip, jurnal, makalah dan website) baik yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogis dan psikologis. Data yang telah terkumpul diolah dengan memilah-milah ke dalam suatu konsep tertentu atau kategori dan atau tema tertentu. Kemudian hasil reduksi data di organisir ke dalam suatu bentuk tertentu, diklasifikasi, dirumuskan, dianalisis semuat data yang terkumpul, sehingga terbentuk rumusan konseptual secara utuh dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, agama Nasrani (Kristen) dan Islam memiliki akar kenabian yang sama, yakni bersumber pada nabi Ibra>him. Kedua agama ini disebut sebagai agama Ibrahim. Secara konseptual agama Kristen dan Islam memiliki beberapa perbedaan, namun secara teologis kedua agama ini memiliki ciri khas yang sama yakni agama monotheis dan inti ajarannya mengajarkan kebaikan untuk meraih keselamatan dalam pengertian yang luas. Akidah adalah ajaran agama tentang keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan. Semua agama samawi mengajarkan tentang akidah sebagai dasar dan prinsip ketauhidan, sehingga sejak dini materi akidah diajarkan kepada peserta didik.
(توافق الكتاب "العربية بين بدبك" على المناهج الدراسية للمدارس (دراسة تحليلية وصفية تقويمية أحمد فاضل شاكر هدايت; صبر الدين غرنجانج; هنيئة هنيئة
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7324

Abstract

هذا البحث يوضح الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول في تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها (دراسة تحليلية وصفية تقويمية)، التي تهدف إلى معرفة توافق الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول على المناهج الدراسية للمدارس.وتم إجراء البحث بالمنهج التحليلي الوصفي التقويمي، بالمدخل اللغوي وعلوم التدريس. فالبحث مكتبي بالطريقة الوصفية الكيفية. وجمع البيانات من المصادر الثانوية وتعيين البيانات المتعلقة بها. والاستبانة أداة البحث في تقويم الكتاب، وهي قائمة من المعلومات للكتاب الدراسي الجيد.الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول لم يكن مناسبا لأية مدرسة كانت بالنظر إلى الكفاءات الأساسية من قرار الوزارة الدينية لجمهورية إندونيسيا رقم 165 سنة 2104 حسب مبادئ إعداد المواد التدريسية (العلاقة، الاستقامة، والكفاء) وبالنظر إلى المستوى المحلي والبئة المحيطة به. ولكن بالنظر إلى المعايير المحتوية من ذلك القرار على وجه عام أقرب تناسبا إلى المدرسة الثانوية.والمستفاد من هذا البحث أنه يكون أساسا ومادة مرجعية لفهم الكتاب الدراسي الجيد الموافق على المناهج الدراسية للمدارس لتعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها، وفي معرفة تحليله وتقويمه.

Page 1 of 2 | Total Record : 12