cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
JAMALUDDIN AL-AFGHANI (PAN-ISLAMISME DAN IDE LAINNYA) Ibrahim Nasbi
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.9805

Abstract

Jamaluddin al-Afghani (1838-1897 M) adalah salah seorang tokoh pembaru yang paling brilian dan pionir dalam menjawab tantangan Islam terhadap modernitas. Konsep-konsep pembaruan Afghani adalah Konsep-konsep pembaruan al-Afghani ialah; Pertama, musuh utama adalah penjajahan Barat yang merupakan kelanjutan dari perang salib; Kedua, umat Islam harus menentang penjajahan di mana dan kapan saja; Ketiga, untuk mencapai tujuan itu, umat Islam harus bersatu atau Pan-Islamisme. Pan-Islamisme merupakan ide pembaruan al-Afghani dalam bidang politik. Ide ini mengajarkan agar semua umat Islam seluruh dunia bersatu, untuk membebaskan mereka dari perbudakan asing. Bersatu bukan berarti leburnya kerajaan-kerajaan Islam menjadi satu, tapi mereka harus mempunyai satu pandangan hidup. Dalam pengertian yang luas, Pan-Islamisme berarti solidaritas antara seluruh muslim di dunia internasional. Tema perjuangan yang terus dikobarkan oleh al-Afghani dalam kesempatan apa saja adalah semangat melawan kolonialiasme dengan berpegang kepada tema-tema ajaran Islam sebagai stimulannya. Selain itu, beliau juga mengobarkan semangat untuk kembali ke teologi sunnatullah dengan pemikiran rasional, filosofis dan ilmiah guna mengejar ketertinggalan dari Barat.
FUNGSI DAN TUJUAN KEWARISAN MENURUT AL-QUR’AN Idah Suaidah; Rusydi Khalid; Achmad Abubakar; Amrah Kasim
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10480

Abstract

Tulisan ini secara spesifik mengkaji tentang urgensi kewarisan menurut al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan sistem penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah ilmu tafsir. Dalam pelaksanaan penelitian ini digunakan  metode mauḍu’i. Sumber primer, yaitu al-Qur’an, yakni ayat-ayat yang berkaitan dengan kewarisan. Sumber sekunder,  yakni kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ibnu Kas|i>r yang disusun oleh ibnu Kas|i>r, Tafsir al-Mana>r yang disusun oleh Muhammad Rasyid Rid}a>, atau buku-buku yang dipandang sebagai referensi yang representatif,  yang dapat memberikan keterangan dan informasi mengenai persoalan kewarisan. Dari sini kemudian dijelaskan dengan mengemukakan pandangan dan melakukan perbandingan dalam menganalisis serta memberikan interpretasi lebih lanjut. Pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Data disusun berdasarkan kerangka pembahasan untuk memperoleh gambaran konsep al-Qur’an tentang kewarisan. Teknik interpretasi yang digunakan adalah interpretasi tekstual, sosio historis, teleologis, dan sistemik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Urgensi kewarisan dalam al-Qur’an, yaitu pertama, al-Qur’an mendudukkan anak bersamaan dengan orang tua pewaris serentak sebagai ahli waris. Dalam kewarisan di luar Islam, orang tua baru mungkin mendapat harta warisan jika pewaris meninggal dunia tidak memiliki keturunan. Kedua, al-Qur’an  memberi  kemungkinan saudara beserta orang tua (minimal dengan ibu) pewaris yang meninggal tanpa memiliki keturunan sebagai ahli waris.  Ketiga, suami-istri saling mewarisi. Hal ini bertolak belakang dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak memberikan warisan harta kepada istri, bahkan menjadikan istri sebagai  salah satu bentuk harta warisan. Keempat, adanya perincian  bagian tertentu bagi orang-orang tertentu dalam keadaan tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Nisa>’/4: 11, 12, dan 176. Kelima, kewarisan berkaitan langsung dengan harta benda yang apabila tidak diberikan ketentuan-ketentuan (rincian bagian masing-masing), maka sangat mudah menimbulkan sengketa bagi ahli waris, sedangkan Islam merupakan agama yang menghendaki perdamaian dalam segala bidang, termasuk mempunyai komitmen preventif dari  segala hal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan umat. Keenam, Rasululah saw. berpesan kepada umatnya agar mempelajarinya dan menyebut ilmu ini sebagai separuh ilmu.
BENTUK DAKWAH DI TWITTER MENJELANG PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2017 Taufiq Syam; Kamaluddin Tajibu; Usman Jasad; Nurhidayat M Said
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.10097

Abstract

Mencoba melakukan studi kasus terhadap perang dakwah yang terjadi di media sosial, dalam hal ini yang terdapat di Twitter berdasarkan atas wacana, opini, berita-berita di situs online, video dan komentar dari beberapa akun yang terlibat dari perang dakwah ini yang terjadi sebelum pemilihan gubernur di Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau naturalistik. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan sosioligi komunikasi dalam bentuk studi kasus (case study) terhadap arena produksi kultural merujuk pada konsep, pendapat, pemikiran, dan komentar para da`i maupun masyarakat dalam bentuk tulisan, berita/ wacana, pesan gambar, status personal, komentar terhadap status seseorang dan video ceramah dan debat dakwah yang diunggah ke media sosial yang nantinya akan menggiring opini publik ke dalam ranah pembentukan mindset kecenderungan (disposisi) terhadap suatu otoritas (authority) yang sedang terjadi. Lokasi penelitian ini adalah media sosial terkhusus pada media sosial yang sering digunakan yaitu Tweeter. Sumber data pada penelitian dari informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu para pengguna media sosial Facebook. Teknik pengumpulan data adalah observari, dokumentasi. Instrumen penelitian adalah pedoman observasi dan alat dokumentasi. Proses pengujian keabsahan data terdiri kredibilitas, transferbilatas, depenbilitas dan konfimabilitas. Teknik pengolahan dan analisis data terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.Berdasarkan pada data penelitian, terdapat beberapa status dari para dai atau pun public figure yang dijadikan sebagai objek penelitian. Jumlah status dakwah di media sosial yang dijadikan sebagai data penelitian yaitu data yang bersumber dari Twitter sebanyak 54. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dakwah di media sosial pada masa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 tidak terlepas dari bentuk dakwah secara umum yaitu da‘wah bi al-lisan, da‘wah bi al-qalam, dan da‘wah bi al-hal, yang teritegrasikan dengan bentuk dakwah siyasah yang terdiri dari siyasah khajiriyah, siyasah dakhiliyah dan siyasah tarbawiyah.
KONSTRUKSI TEKS PEMBERITAAN CALON GUBERNUR SULSEL PERIODE 2018 PADA HARIAN FAJAR (STUDI PADA BERITA TENTANG PENJARINGAN CAGUB) Dinul Fitrah Mubarak
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.5727

Abstract

Artikel ini membahas tentang konstruksi realitas pemilihan gubernur di media lokal, sebuah studi komunikasi politik tentang wacana calon Gubernur Sulsel 2018 pada Harian Fajar dan Celebes TV. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis teks pemberitaan calon gubernur Sulsel periode 2018 pada Harian Fajar dan Celebes TV, dan menganalisis praktik diskursus Harian Fajar dan Celebes TV dalam pengkonstruksian realitas Pilgub Sulsel periode 2018. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks media yakni Critical Discourse Analysis yang berfokus pada subject matter komunikasi politik tentang konstruksi realitas Pilgub Sulsel di media lokal. Metode pengumpulan data penelitian ini melalui wawancara mendalam proses analisis dokumenberita publikasi Harian Fajar dan program siaran Celebes TV terkait pengkontruksian wacana calon gubernur jelang Pilgub Sulsel 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teks berita Harian Fajar dan program siaran Celebes TV cenderung mengkonstruksi isu-isu populis mengenai realitas politik jelang Pilgub Sulsel 2018. Penonjolan kekuatan elit, parpol dan kelompok dominan serta pemarginalan posisi kontestan pilgub dikonstruksi dalam teks berita dengan penekanan pada elemen wacana; semantik, stilistik, skema relasi dan identitas aktor politik. Konstuksi teks berita tentang realitas Pilgub Sulsel 2018 memberi kesan bahwa entitas media lokal berkarakter partisan, namun pemihakannya pada kepentingan kelompok dominan berlangsung secara samar dan dramatis dengan mengendalikan teks secara interdiskursif. Praktik wacana di ruang redaksi menunjukkan peran sentral redaktur tidak hanya sebatas agen pendefinisi realitas, tetapi juga sebagai political player dalam kontestasi wacana Pilgub Sulsel 2018. Redaktur memiliki kuasa atas teks yang mampu menciptakan isu politik dalam pemberitaan sekaligus berkuasa menentukan arah wacana yang dikonstruksinya.
MAQASHID SYARIA’AH KHULU’ DALAM HUKUM PERNIKAHAN Nurhadi Nurhadi
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.9721

Abstract

Maqasid syariah khulu’ dalam pernikahan dalam artikel ini, merupakan kajian muqaranah mazahib fil al-fiqh. Khulu’ menurut mazhab Daud al-Zhahiri yang diwaliki Ibnu Hazm berpendpat bahwa khulu’ merupakan talak raja’ (talak yang bisa dirujuk kembali). Menurut Mazhab Hanbali diwaliki oleh Ibnu Qudamah bahwa khulu‘ adalah fasakh nikah. Dikuatkan ole Imam Ahmad dengan dalil hadis shahih riwayat Ibnu Abbas, sebagaimana juga pendapat mazhab Syafi’iyyah. Adapun tinjauan maqasid syari‘ah tentang khulu’ dalam pernikahan dengan pendekatan maqasid Ammah dan Khassah, lalu dianalisa dengan menggunakan teori sirkuler dengan memahami makna khulu‘ berdasarkan kemaslahatan umum, maka khulu’ merupakan talak dari pihak istri, karena talak pada dasarnya bisa muncul dari suami disebut dengan hak talak dan juga dari istri disebut dengan gugat cerai atau khulu’ atau fasakh. Maka adapun hikmah dari khulu’ adalah solusi dari komplik rumah tangga yang tidak kunjug terselesaikan, agar istri tidak terzhalimi, maka hukum membolehkan istri mentalak atau menceraikan suami dengan konsep khulu’ atau fasakh di Pengadilan agama (pengadilan syariah).
PERJUANGAN NABI MUHAMMAD SAW. PERIODE MEKAH DAN MADINAH Muhammad Julkaranain; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.9854

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sejarah Islam secara umum dengan rumusan masalah bagaimana sejarah awal Islam muncul dan bagaimana Islam pasca hijrah. Hasil penelitian menunjukkan Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir yang diutus Allah untuk membimbing kembali umat manusia yang telah menyenceng dari fitrahnya. Sejarah Islam awal yang dilalui Rasulullah saw sungguh berat lantaran harus berhadapan oleh suku Quraisy yang menguasai kota Mekkah. Pengikut Rasulullah saw relatif sedikit dan fokus utama Rasulullah saw dalam dakwah awalnya adalah mengenalkan ajaran Tauhid. Berbeda dengan dakwah di Madinah, masyarakatnya cenderung menerima ajaran Rasulullah saw sehingga dalam waktu 10 tahun, Rasulullah saw menjadikan Madinah sebagai pusat dakwah Islam dan bukan hanya itu, Rasulullah saw. juga membuat suatu undang-undang yang mengatur seluruh permasalahan yang terjadi, yakni Piagam Madinah. Fokus dakwah Rasulullah adalah mengajarkan syariat Islam dan hukum Islam.Adapun implikasi dari pembahasan sejarah Islam periode Mekkah dan Madinah, sebagai berikut: a) Memahami Islam sebagai sebuah rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam); dan b) Memahami Islam sebagai agama yang cinta toleransi, sebagaimana pada peristiwa Fathul Makkah Rasulullah saw masih mengahargai orang-orang penyembah berhala.
PENGARUH BI’AH AL-‘ARABIYAH TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA ARAB SANTRIWATI PESANTREN AL-AMANAH LIABUKU KOTA BAUBAU Ramsu Hasan; Kamaluddin Abu Nawas; Shabir U
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.5612

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lingkungan bahasa Arab (bi>’ah al-‘arabiyah) di Pondok Pesantren Al-Amanah, bagaimana keterampilan berbicara bahasa Arab santriwati Pesantren Al-Amanah, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan bahasa Arab terhadap keterampilan berbicara bahasa Arab santriwati Pondok Pesantren Al-Amanah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan metode kuntitatif. Sumber data penelitian ini adalah dewan guru serta santriwati Pesantren Al-Amanah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner, tes lisan serta dokumentasi. Teknik pengolahan datanya dilakukan dengan menggunakan pendekatan statistik dan selanjutnya menggunakan regresi untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parstisipasi terhadap lingkungan bahasa Arab dalam kategori sedang dengan presentase 66 % dari 50 responden,. Sedangkan kemampuan Bahasa arab santriwati juga dalam kategori sedang dengan pencapaian 68 % dari hasil tes lisan yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil uji t sebesar 7,995, signifikan pada 0,000 < 0,05 dengan persamaan Y ̂= 94,942+ 0,270 X. Hal ini menunjukkan bahwa H_0 ditolak, atau H_1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lingkungan berbahasa Arab berpengaruh terhadap kemampuan berbicara santriwati di pondok Pesantren Al-Amanah Kecamatan Bungi Kota Baubau.
DAYA TANGGAP KINERJA PELAYANAN PERPUSTAKAAN PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN ENREKANG Andi Ahmad Chabir; Iskandar Iskandar; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.9707

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis daya tanggap kinerja pelayanan perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yang berlokasi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini tergolong kualitatif, data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya tanggap pelayanan perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka sudah cukup baik. Walaupun memang masih ada beberapa keluhan pemustaka terkait daya tanggap tersebut. Misalnya terkait letak koleksi dan pengadaan buku yang terlambat.
HADIS TENTANG SEBAIK-BAIK MANUSIA M. Iqbal Natsir; La Ode Ismail Ahmad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.9839

Abstract

There is a hadith about the virtue of people who study the Qur'an and teach it in some sources of trusted hadith. To analyze the hadith and explore the benefits of the hadith, it is very interesting to study and studied. In this study used the method maudu’i or a thematic study by collecting some hadith related to the theme of the good human is the study of the Qur'an and teach it. And the type of research used is qualitative research. Qualitative research is used with the intention that this research be obtained from the research results by using natural means so that the data obtained far from the rules or the subjective nature of the researcher or the author's tendencies in Do this research. In this study is examined about the quality of hadith as good as human beings is who study the Qur'an and teach it and the virtue of the people who study the Qur'an and teach it. In studying the Qur'an should be considered both aspects of studying the Qur'an in accordance with the rules of reading the Qur'an, and the second is to understand the meaning of the Qur'an and its subsequent laws to be made into life And make it a living guideline to get the world and the hereafter.
MISTISISME ISLAM MODERN Muhammad Iqbal Nasir
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.10094

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang mistisisme Islam modern. Problematika mistisme sering dipermasalahkan karena berhubungan dengan kepercayaan dan ilmu pengetahuan. Sikap para filosofof mengenai mistisisme sudah dibahas dan dijelaskan dalam buku-buku klasik tentang alam idea atau transendental. Permasalahan ini bukan permasalahan yang baru bagi para pemikir. Misitisisme dalam Islam juga dikaji dan dianalisa sehingga para pakar tasawuf membuat beberapa karya ilmiah mengenai mistisisme Islam dan dikembangkan pada abad modern. Hal tersebut masih bisa diterima dan diaplikasikan selama hal atau jalur dari sebuah tarekat sesuai dengan rambu-rambu syariat atau agama Islam. Mistisisme Islam ini dikaji secara tematik hingga menuju titik pendalaman materi serta menyinggung hal-hal yang terjadi pada zaman modern ini.