cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
UPAYA GURU DALAM MENGATASI PROBLEM PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MADRASAH IBTIDAIYAH LINGKUP KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN MAROS Salmah Salmah; st. Azizah Azizah; Andi Maulana
Jurnal Diskursus Islam Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v3i3.7442

Abstract

Pokok masalah yang dibahas pada penelitian ini tentang Upaya guru dalam mengatasi problem Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Madrasah Ibtidaiyah Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan naturalistik dan pendekatan pengamatan berperan serta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dokumentasi Adapun teknik pengolahan dan analisis data, yaitu: keseluruhan data yang terkumpul dianalisis sepanjang proses pengumpulan data dilapangan berlangsung hingga data yang dikehendaki sudah dianggap lengkap, kemudian dilanjutkan dengan membuat catatan hasil temuan ke dalam buku catatan lapangan, data tersebut diklarifikasi sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian, kemudian diberi pengkodean dengan menggunakan teknik analisis deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengatasi problem budaya membaca yang masih rendah, antara lain guru melakukan inovasi dan strategi bagaimana caranya agar peserta didik tersebut bisa mencintai buku. Ada beberapa kiat yang harus dilakukan guru dalam menghadapi siswa-siswi yang minat bacanya rendah, antara lain: a) pemilihan buku yang tepat, b) ciptakan suasana yang nyaman, c) menempelkan slogan atau stiker yang memotivasi anak untuk giat membaca, d) sharing, dan e) membimbing siswa bagaimana caranya membaca yang baik.  2) Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi problem kurangnya penguasaan teknologi informasi, antara lain: a)..melakukan pelatihan secara berkala tentang penggunaan teknologi informasi.: b.) membiasakan diri bersentuhan dengan alat-alat elektronik terutama laptop terkait dengan materi pembelajaran, c) selalu menggunakan waktu luang untuk mencari informasi pembelajaran lewat alat elektronik dan d) mengikis sifat jenuh dalam diri untuk senantiasa berkembang dan berwawasan luas
TRADISI BARZANJI DALAM PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN BONE Anna Rahma Syam; Kasjim Salenda; Wahid Haddade
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7370

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana tradisi Barzanji dalam persepsi Masyarakat Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif/ field research dengan pendekatan syar’i, historis, fenomenologis, serta sosiologis. Adapun sember data dalam penelitian ini \diperoleh langsung oleh tokoh agama, tokoh adat, masyarakat di Kabupaten Bone serta penelusuran berbagai literarur atau referensi. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui empat tahapan, yaitu reduksi data, penyajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini menujukkan bahwa tradisi Barzanji dipahami oleh masyarakat di Kabupaten Bone sebagai tradisi yang baik untuk di pertahankan eksistensinya karena dalam pelaksanaanya memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Selain itu, masyarakat melaksanakan pembacaan Barzanji dalam setiap ritual keagamaan maupun budaya dijadikan sebagai ungkapan rasa syukur, membumikan shalawat, dan sebagai salah satu wadah dalam mesyiarkan Islam, karena pada kesempatan ini banyak masyarakat berkumpul, sehingga ketika membaca Barzanji masyarakat dapat kembali mengenal, mengenang dan menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. yang merupakan sosok panutan dalam kehidupan masyarakat. serta bertawassul kepada Allah swt. dengan wasilah Nabi Muhammad saw. untuk memperoleh keberkahan atas apa yang dikerjakan.
PERAN SULTAN MUHAMMAD MULIA IBRAHIM SYAFIUDDIN DI KESULTANAN SAMBAS 1931-1943 DALAM BIDANG REVITALISASI LEMBAGA PERADILAN AGAMA Beti Yanuri Posha; Ahmad M. Sewang; Siti Aisyah H. Kara; Arifuddin Siraj
Jurnal Diskursus Islam Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v6i1.7297

Abstract

Sambas adalah salah satu Kesultanan Melayu yang cukup lama eksis di tanah Borneo. Kerajaan Islam Sambas atau yang disebut Kesultanan Sambas berdiri pada paruh kedua pertengahan abad ke-17 M. Kesultanan Sambas terkenal besar sejak sultan Sambas yang pertama Sultan Muhammad Syafiuddin I (1631-1668 M). Kejayaan Kesultanan Sambas telah membesarkan nama negeri Sambas, sampai pada Sultan Sambas ke-15 yaitu Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943 M). Raden Muhammad Mulia Ibrahim adalah putra Pangeran Adipati Ahmad bin Sultan Muhammad Syafiuddin II. Pendidikan awal Raden Muhammad Mulia Ibrahim diperolehnya dari lingkungan keluarga terutama pendidikan yang diterapkan oleh kakeknya sendiri Sultan Muhammad Syafiuddin II dan ayahnya Raden Ahmad. Sebelum dinobatkan, pada tanggal 2 Mei 1931 M, Belanda mengikat kontrak politik dengan Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin, bahwa penyelenggaraan pemerintahan Kerajaan Sambas harus menyesuaikan diri dengan ketentuan yang termaktub dalam Staatsblad Pemerintah Hindia Belanda yang disebut dengan Korte Verklaring atau Akte Van Vereband. Kepada sultan sebagai Het Zelfbestuur dikuasakan oleh pemerintah Hindia Belanda antara lain untuk melaksanakan hukum agama Islam dan hukum adat. Adapun peran Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin dalam pengembangan Islam meliputi pembaruan di bidang pendidikan Islam, revitalisasi lembaga peradilan agama dan pranata sosial keagamaan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui dan mengkaji kembali bagaimana peran Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin, khususnya dalam revitalisasi lembaga peradilan agama di Kesultanan Sambas 1931-1943.
HAKIKAT MATERI AKIDAH PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR KELAS V Elce Yohana Kodina; Bahaking Rama; Abd. Rahman Getteng; Nurman Said
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7399

Abstract

Tulisan akan mengelaborasi tentang hakikat materi akidah perspektif Pendidikan Agama Islam dalam kurikulum Sekolah Dasar kelas V. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat library murni. Penelitian ini termasuk dalam kategori qualitative research dengan jenis penelitian deskriptif analitis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah materi kurikulum Pendidikan Agama Islam, baik berupa tulisan (buku) maupun berupa lainnya (manuskrip, jurnal, makalah dan website) baik yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogis dan psikologis. Data yang telah terkumpul diolah dengan memilah-milah ke dalam suatu konsep tertentu atau kategori dan atau tema tertentu. Kemudian hasil reduksi data di organisir ke dalam suatu bentuk tertentu, diklasifikasi, dirumuskan, dianalisis semuat data yang terkumpul, sehingga terbentuk rumusan konseptual secara utuh dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis, agama Nasrani (Kristen) dan Islam memiliki akar kenabian yang sama, yakni bersumber pada nabi Ibra>him. Kedua agama ini disebut sebagai agama Ibrahim. Secara konseptual agama Kristen dan Islam memiliki beberapa perbedaan, namun secara teologis kedua agama ini memiliki ciri khas yang sama yakni agama monotheis dan inti ajarannya mengajarkan kebaikan untuk meraih keselamatan dalam pengertian yang luas. Akidah adalah ajaran agama tentang keyakinan atau kepercayaan kepada Tuhan. Semua agama samawi mengajarkan tentang akidah sebagai dasar dan prinsip ketauhidan, sehingga sejak dini materi akidah diajarkan kepada peserta didik.
(توافق الكتاب "العربية بين بدبك" على المناهج الدراسية للمدارس (دراسة تحليلية وصفية تقويمية أحمد فاضل شاكر هدايت; صبر الدين غرنجانج; هنيئة هنيئة
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7324

Abstract

هذا البحث يوضح الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول في تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها (دراسة تحليلية وصفية تقويمية)، التي تهدف إلى معرفة توافق الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول على المناهج الدراسية للمدارس.وتم إجراء البحث بالمنهج التحليلي الوصفي التقويمي، بالمدخل اللغوي وعلوم التدريس. فالبحث مكتبي بالطريقة الوصفية الكيفية. وجمع البيانات من المصادر الثانوية وتعيين البيانات المتعلقة بها. والاستبانة أداة البحث في تقويم الكتاب، وهي قائمة من المعلومات للكتاب الدراسي الجيد.الكتاب "العربية بين يديك" المجلد الأول لم يكن مناسبا لأية مدرسة كانت بالنظر إلى الكفاءات الأساسية من قرار الوزارة الدينية لجمهورية إندونيسيا رقم 165 سنة 2104 حسب مبادئ إعداد المواد التدريسية (العلاقة، الاستقامة، والكفاء) وبالنظر إلى المستوى المحلي والبئة المحيطة به. ولكن بالنظر إلى المعايير المحتوية من ذلك القرار على وجه عام أقرب تناسبا إلى المدرسة الثانوية.والمستفاد من هذا البحث أنه يكون أساسا ومادة مرجعية لفهم الكتاب الدراسي الجيد الموافق على المناهج الدراسية للمدارس لتعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها، وفي معرفة تحليله وتقويمه.
PROSES PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TAMALANREA DAN KECAMATAN BIRINGKANAYA Zulkifli Wahab; Supardin Supardin; Patimah Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7122

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pelaksanana Suscatin di KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (field research) kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada pada dua (2) wilayah kecamatan di Kota Makassar yakni KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan teologis (syar'i), pendekatan yuridis formal, dan pendekatan sosiologis. Sumber data yakni Kepala Kantor Urusan Agama dan beberapa Pejabat dan Penyuluh Kantor Urusan Agama di Kecamatan Biringkanya dan Kecamatan Tamalanrea serta beberapa resopnden lainnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokuementasi dengan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan kursus calon pengantin pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya Kota Makassar masih jauh dari target waktu yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran, semetara realisasinya hanya berkisar  kurang lebih 2 jam, sehingga berpengaruh terhadap target materi yang ingin disampaikan. Dengan demikian proses pelaksanaan suscatin pada Kantor Urusan Agama di Kecamatan Tamaranrea dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar terkesan hanya menjalankan peraturan tetapi mengabaikan apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari pelaksanaan suscatin tersebut. Suscatin atau bimbingan yang diberikan kepada calon pengantin merupakan dasar dari tujuan membangun keluarga yang harmonis.
MANAJEMEN PEMBIAYAAN OPERASIONAL PESANTREN TAHFIZUL QURAN IMAM AL-SYAATIBI BONTOABADDO GOWA Zusba Muctar; Syarifuddin Ondeng; Mohd Wayong
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7443

Abstract

Tulisan ini mencoba mengelaborasi tentang manajemen pembiayaan pperasional Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Syaatibi Bontoabaddo Gowa. Elaborasi dengan melakukan penelitian lapangan (feld research), bila dilihat dari jenis data adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan cara ukuran kuantitatif bentuk presentase Terhadap data penemuan dilapangan. Data diperoleh dari para pengelola pembiayaan Pesantren Tahfizul Quran Imam Al-Syaatibi Bontobaddo Gowa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menggunakan panduan observasi, pedoman wawancara dan data dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sistem pembiayaan pendidikan di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Imam Asy-Syaatibi Bantoabaddo gowa secara administratif telah menunjukkan tata kelola keuangan yang positif, bahkan cenderung sitematis meski masih terbilang manajemen pembukuan sangat sederhana. Sistem pembiayaan pendidikan pesantren yang diawali dari penganggaran (budgeting) benar-benar ditentukan berdasar pada hasil evaluasi tahun sebelumnya dan menerapkan skala prioritas dalam dua jangka penggunaan; yaitu jangka pendek yang dinamakan kebutuhan personalia, dan jangka Panjang yang dikenal dengan kebutuhan non personalia. Sedangkan dalam pembukuannya pada pesantren tersebut menerapkan sistem pembiayaann pendidikan dua sisi, yaitu pembukuan yang disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan pemerintah yang nantinya akan disesuaikan dengan sumber dana lembaga pemerintah tersebut, dan pembukuan yang bersifat internal (sumber dana dari orang tua santri ataupun pihak lain yang san tetapi tidak mengikat). Untuk pengawasan (controlling), pesantren ini menerapkan elemen yang secara langsung dapat turut mengawasi jalannya pendapatan dan penggunaan keuangan oleh Kepala pesantren (direktur) dan kepala yayasan sebagai kuasa pengguna anggaran dan Komite pesantren.
KOMPETENSI MEDIATOR DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN MEDIASI PADA KASUS PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA MAKASSAR (TINJAUAN TEORETIS DAN FAKTUAL) Anugrah Reskiani; Mukhtar Lutfi; Hamzah Hasan
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7371

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi dan mendeskripsikan kompetensi mediator di Pengadilan Agama Makassar dalam perspektif teoretis dan faktual. Tulisan ini merupakan hasil penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif, yang berlokasi di Pengadilan Agama Makassar. Adapun pendekatang yang digunakan adalah pendekatan yuridis, teologis, sosiologis dan fenomenologis. Apapun pengumpulan datanya di lapangan menggunakan teknik observasi wawancara/interview dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan analisis reduksi data, penyajian data adan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan mediator di Pengadilan Agama Makassar sudah sejalan dengan PERMA Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Namun mediator menjadi kesulitan mendamaikan para pihak disebabkan berbagai faktor, termasuk di dalamnya adalah keengganan para pihak untuk menghadiri mediasi dan waktu penempatan mediasi yang terbilang kurang tepat atau terlambar, jika merujuk pada QS al-Nisa>’/4: 35. Sehingga pertengkaran yang sudah berlangsung terus-menerus atau berlarut-larut akan sulit didamaikan. Selain itu, mediator yang menengahi proses mediasi di Pengadilan Agama Makassar, secara keseluruhan adalah hakim dengan latar belakang keilmuan hukum. sedang idealnya yang dalam proses mediasi dibutuhkan seorang mediator profesional dengan latar belakang keilmuan yang linear dengan akar permasalahan yang menjadi penyebab perselisihan para pihak.
علم البديع من منظور تاريخي Muhammad Syahran; Najmuddin H. Abd. Saffa; Abd. Rauf Aliyah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i3.7298

Abstract

يهدف هذا البحث إلى معرفة علم البديع ونشأته وتطوره، مستخدما منهج التحليل الوصفي والمقارنة التاريخية للوصول إلى أصح البيانات وأشملها. فكانت نتيجة البحث تدل على أن علم البديع عند علماء اللغة وأئمة البلاغة تنقسم إلى ثلاثة مذاهب: 1) مذهب رأى أن علم البديع هو علم البلاغة بشكل عام، 2) ومذهب رأى أن علم البديع هو فن أو علم خاص في تحسين الكلام لفظا دون معنى، 3) ومذهب رأى أن علم البديع هو فن أو علم خاص في تحسين الكلام معنى ولفظا. وكذلك دلت نتيجة البحث على أن نشأة وتطور علم البديع يمكن إجمالها في هذه النقاط: 1) كانت النشأة الأولى لعلم البديع من حيث التطبيق موجودة في كلام العرب المتقدمين، وفي القرآن الكريم، والحديث الشريف، وآثار الصحابة، 2) وكانت النشأة الأولى لعلم البديع من حيث التسمية معروفة عند الْمُحدَثين العرب كأبي نواس الحسن بن هانئ. 3) وكانت النشأة الأولى لعلم البديع من حيث النظرية مشهورة لدى الخليفة عبد الله بن المعتز العباسي، 4) وكان تطور علم البديع من حيث تكامل عناصره على أيدي كل من قدامة بن جعفر، وأبي هلال العسكري وابن رشيق القيرواني، 5) وكان تطور علم البديع من حيث تطبيقه الحي في القرآن أجمع، من فضل الزمخشري، 6) وكان تطور علم البديع من حيث تقسيمه إلى المحسنات المعنوية والمحسنات اللفظية من فضل السكاكي، 7) وكان تطور علم البديع من حيث تطبيقه إلى البديعيات من فضل الإمام البوصري، 8) وكان علم البديع في العصر الحالي يقتصر على التهذيب والدراسات، وأما التطوير فلا.
METODE PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM Rosmiaty Azis
Jurnal Diskursus Islam Vol 1 No 3 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i3.7989

Abstract

Aspek-aspek yang perlu dalam pembentukan kepribadian Muslim adalah aspek kejasmanian, aspek kejiwan dan aspek kerohaniaan yang luhur dengan tenaga utamanya adalah budi pekerti yang baik. Aspek kejasmanian, yaitu aspek kepribadian muslim yang harus dibentuk melalui organ-organ anak dengan tenaga utamanya adalah otot agar anak mempunyai kemampuan jasmani dalam menempuh hidup ini. Aspek kejiawaan yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan sehingga anak-anak memiliki kemampuan dalam mengelola pembentukan kepribadian Muslim (memahami atau menghayati). Aspek kerohaniaan yang luhur yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan pada anak-anak sehingga dapat melakukan hubungan antara Tuhan dan sekaligus dapat melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dengan tenaga utama budi.