cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 357 Documents
MANAJEMEN DAKWAH MA‘HAD AL-SUNNAH KABUPATEN SIDRAP Isman Iskandar; Baharuddin Ali; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9640

Abstract

Tulisan ini mengungkap dan mengelaborasi secara deskriptif manajemen dakwah Ma‘had al-sunnah Kabupaten Sidrap. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif. penelitian ini bertempat Ma‘had al-sunnah Sidrap yang berlokasi di Jl Andi Pannyiwi, Dusun II Labempa, Desa Kanie Kecamatan Maritenggngae Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pendekatan yang digunakan dalah pendekatan manajemen dakwah dan pendekatan ilmu komunikasi. Sumber data primer ialah data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, dokumen (buku-buku yang telah ditulis oleh tokoh salafiyyah) dan para informan kunci yaitu para jama>’ah salafiyyah yang akan memberikan informasi tentang gerakan dakwahnya. Sedangkan informan luar jama>’ah salafiyyah adalah masyarakat dan aparat pemerintah. pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian observasi dan juga wawancara dengan daftar pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya, dibutuhkan kamera, alat perekam (recorder) serta alat tulis menulis yang berupa buku catatan juga pulpen, dan bisa juga alat technology seperti smartphone. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya dengan Credibility (validasi internal), Transferability (validasi eksternal), Dependability (reabilitas), dan Confirmability (obyektifitas).Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah salafiyyah dalam ma’had ini dapat dilihat dari fungsi manajemen yaitu: a. Perencanaan dakwahnya dibagi menjadi perencanaan dakwah perhari, perpekan, perbulan dan pertahun. Karakteristik yang paling menonjol dalam Ma‘had ini seluruh biaya pendidikan gratis  dan sumber pendanaannya mengandalkan sistem saling tolong menolong dan kerjasama diantara mereka dengan menggunakan pola pengajaran tersendiri yaitu talaqqi dan sanad. b. Pengorganisasian dakwahnya bersifat terbuka dan mempersilahkan siapapun untuk ikut andil. Pembagian tugas dilakukan melalui cara musyawarah. c. Pelaksanaan dakwahnya terlaksana dengan baik dan tetap istiqa>mah walaupun dengan sumberdaya seadanya. Mereka melakukan dakwah dengan dasar keikhlasan yang tinggi dan mengharap rida Allah swt. Gerakan dakwah salafiyyah yang dilakukan dikelompokkan dalam tiga bentuk yaitu: 1) Gerakan dakwah salafiyyah kepada non muslim adalah dengan tidak melakukan jihad syar’i (berperang dengan orang kafir) khususnya di Indonesia karena salah satu syaratnya harus bersama waliy al-amr. Adapun kondisi umat Islam yang terzalimi di berbagai negara di bolehkan untuk berjihad syar’i di negara masing-masing sesuai dengan syariat. Mereka melakukan interaksi dan toleransi yang baik dengan non Islam yang ada di Kab. sidrap salah satunya dengan komunitas agama lokal yaitu to lotang. 2) Gerakan dakwah salafiyyah kepada kaum muslimin dengan cara beramar makruf nahi mungkar, hajr al-mubtadi dan tahz|i>r 3) Gerakan dakwah salafiyyah kepada pemerintah adalah wajib taat kepada pemerintah, tidak boleh memberontak, tidak boleh dicela tapi hendaknya dinasehati atau bersabar dan berdoa. Namun mereka sangat menolak demokrasi dan politik. Mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bidah dan penyimpangan. d. Pengawasan dakwah yang dilakukan dimulai dari penentuan kegiatan serta aktivitas yang harus sesuai dengan dalil dan petunjuk Nabi saw. Ustaz memililki posisi sebagai rujukan utama dalam memberi pencerahan atau solusi atas permasalahan yang terjadi.
KOMPETENSI KOMUNIKASI DAI DUTA PEMINANGAN DALAM PROSESI NEDUTA DAN NESURO PADA SUKU KAILI DI KOTA PALU Moh Yusuf; Nurhidayat Muh. Said; Abd. Khalik
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9650

Abstract

Tulisan ini menganalisis secara singkat tentang kompetensi komunikasi para dai baik yang telah berhasil atau gagal ketika diutus keluarga calon mempelai laki-laki mengawal prosesi neduta dan nesuro. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Lokasi penelitian yang dipilih adalah wilayah Provinsi Sulawesi-Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, fenomenologis, komunikatif serta teori-teori yang relevan dengan kajian kompetensi dai dalam proses peminangan. Sumber data penelitian ini dikategorikan menjadi tiga bagian, data tertulis, data lapangan dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen ada tiga: Panduan observasi; pedoman wawancara dan data dokumentasi adalah catatan peristiwa dalam bentuk tulisan lansung, instrumen penilaian, foto kegiatan pada saat penelitian. Data diolah dengan mengklasifikasi materi data transkrip wawancara, catatan lapangan (hasil wawancara/observasi), data primer dan sekunder dan berdasarkan keterkaitan antar komponen dalam konteks fokus permasalahan penelitian. Data dianalisi dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi tekni dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dai yang mendapat amanah untuk prosesi meminang harus memiliki kompetensi yang kompleks, mencakup kompetensi komunikasi, kompetensi spriritual, kompetensi intelektual, kompetensi sosial budaya, kompetensi strata sosial (posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya). Secara empiris tanpa lima kompetensi yang telah dijelaskan di atas, akan sulit peminangan berhasil dengan penerimaan. Dapat dibayangkan seseorang yang tidak saling kenal atau tidak ada perasaan suka, secara tiba-tiba di atur dalam sebuah perjodohan, hal ini tentu tidak akan berhasil tanpa ditunjang kompetensi dan dukungan strategi komunikasi yang mumpuni dari seorang dai peduta dan pesuro. Dalam hal ini tingkat kesulitan neduta lebih tinggi dari nesuro karena neduta merupakan tradisi perjodohan bagi suku kaili yang berusaha merapatkan kembali hubungan darah atau kerabat yang sudah jauh. Tradisi ini berlaku bagi suku kaili, sejak ratusan tahun lalu, karena mereka hidup berpencar di lembah Palu, sehingga dengan menjodohkan anak-anak mereka garis keturunan mereka tetap bertahan. Sedangkan nesuro merupakan model peminangan yang saling suka atau telah ada kesepakatan untuk melanjutkan kehidupan berumah tangga, sehingga prosesnya tidak terlalu memaksa. Oleh karena itu baik neduta maupun nesuro dai harus memiliki kompetensi yang kompleks, dalam situasi ini kompetensi komunikasi (mencakup kemampuan komunikasi bathiniah, kemampuan membaca gestur, kemampuan dalam memberi penjelasan secara komunikatif persuasif verbal dan non verbal), kompetensi spriritual (menguasai fikih khitbah, kemampuan ini mencakup pemahaman dai dalam menjelaksan tentang perintah Allah dalam al-Quran tentang perintah menikah dan menikahkan, bagaimana nabi Muhammad saw meminang hingga ke proses pernikahan dan tahapan yang beliau lakukan dalam menikahkan para sahabatnya), kompetensi intelektual (kemampaun dai menjelaskan berbagai hal mencakup wawasan kekinian dai, dampak negatif pergaulan bebas, meliputi wawasan managemen, wawasan ekonomis, wawasan empiris atau dampak memaksakan pesta terlalu besar), kompetensi sosial budaya (hal ini mencakup pemahaman dai terhadap budaya-budaya, pemahaman dai tentang pengaruh akulturasi, pengaruh tradisi etnis setempat dan sekitarnya), kompetensi strata sosial atau menyandang jabatan (hal ini mencakup posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya), sehingga ada rasa patuh yang muncul dari kehadiran dai yang memiliki strata yang lebih tinggi dari mad’unya, apabila  kompetensi ini dimiliki seorang dai duta peminangan orang tua calon mempelai bisa di arahkan kemana saja. Kompetensi sosiolingustik (Kemampuan memahami bahasa setempat atau minimal istilah-istilah setempat). Kemampuan atau kompetensi yang telah dijelaskan diatas menjadi modal kekayaan materi dai dalam berdakwah pada saat meminang sehingga benar-benar mad’u mendapat pencerahan serta terhindar dari perselisihan.
PEMURNIAN AJARAN ISLAM KH FATHUL MUIN DG MAGGADING Syandri Syandri; Salahuddin Salahuddin; M. Darwis Muhdina
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9652

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemurnian ajaran Islam dengan melakukan studi terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) yang bersifat kualitatif. Penelitian lapangan ini berhadapan dengan keluarga, murid langsung, dan para pemuda Muhammadiyah yang senantiasa bersama KH Fathul Muin Dg Maggading semasa hidup. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis, sosiologis dan filosofis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku hasil karya KH Fathul Muin Dg Maggading, Diktat pelajaran Keimanan 1 dan 2, Diktat Pelajaran Tafsir 1, Gerak Langkah Muhammadiyah Terlibat Dalam Kekaburan, melakukan observasi di kalangan keluarga dan para murid KH Fathul Muin Dg Maggading juga dengan merujuk pada agenda harian 1970 dan 1971. Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku yang menyangkut biografi ringkas KH Fathul Muin Dg Maggading, diantaranya: Matahari Pembaharuan di Serambi Madinah Menelusuri tepak sejarah Muhammadiyah Kota Makassar, Menepak Jejak Menata Langkah Sejarah Gerakan Dan Biografi Ketua-Ketua Muhamddiyah Sulawesi Selatan, dan terkhusus buku yang ditulis pada tahun 1966 berjudul Beginilah Muhammadijah Langkah dan Dharma Bakti Muhammadijah Tjab. Makassar. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang pada penelitian ini adalah dengan wawancara, wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan data lokasi penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data deduktif yang bertitik tolak dari pengetahuan umum tentang pemurnian ajaran Islam, kemudian mengambil kesimpulan yang bersifat khusus, setelah melakukan kajian mendalam terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Pekerjaan analisis data dalam hal mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorisasikan data yang terkumpul, baik dari catatan lapangan, gambar, foto atau dokumen berupa laporan.Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa KH Fathul Muin Dg Maggading mendefenisikan kata tajdīd sebagai pemurnian, banyak hal yang mendorongnya untuk melakukan pemurnian, diantaranya masalah pudarnya pemahaman ummat Islam akan fungsi utama dari al-Quran dan al-Sunnah. Selain itu, kondisi sosial seperti kondisi ummat Islam yang dalam masa transisi atau peralihan kebudayaan, dimana ilmu-ilmu Barat sudah menjadi penentu ukuran kebenaran dalam kehidupan, demikian juga dengan politik, dimana Masyumi dibubarkan dan para pemimpin revolusioner disudutkan. Menurutnya hanya ada satu jalan untuk merealisasikan pemurnian ini yaitu kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah. Ia membagi pemurnian kedalam tiga bagian yaitu pemurnian dalam bidang aqidah yaitu menjadikan al- Quran dan al-Sunnah sebagai satu-satunya landasan dalam kehidupan, ibadah yaitu tunduk dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang telah disyariatkan dan muamalah yaitu menjadikan Islam sebagai jalan hidup (way of life) dimana ketiga bentuk pemurnian ini terinspirasi dari surah al-Fatihah.
STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIG DALAM REALITAS KONFLIK SOSIAL DI KECAMATAN MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA Abdin Subu; Arifuddin Arifuddin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9637

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang strategi dakwah Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (fild reseach) yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis, pendekatan komunikasi, dan pendekatan historis, serta teori-teori yang relevan dengan kajian konflik sosial dan gerakan dakwah Jamaah Tablig. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari informan baik itu melalui wawancara atau peneliti sendiri yang melakukan observasi. Sedangkan data sekunder merupakan data yang tidak langsung diambil dari para informan akan tetapi memalui dokumen. Metode pengumpulan data kualitatif dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi. Dalam upaya memperoleh data yang empiris mengenai masalah yang diamati dalam penelitian ini digunakan seperangkat instrumen dalam bentuk pedoman wawancara (interview guide), alat rekam peristiwa seperti tape recorder dan kamera, serta catatan lapangan (field note) untuk menghimpun informasi mengenai strategi dakwah Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengn uji keabsahan data melalui triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan oleh Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba adalah dengan cara; a) Jaulah, yakni silaturahmi mengunjungi para pelaku konflik untuk mengingatkan agar sama-sama taat kepada Allah; b) Bayan, yakni memberikan penerangan atau ceramah agama; c) Tasykil, yakni mengajak para pelaku konflik dengan memberikan semangat untuk meluangkan waktu di jalan Allah; dan d) Bersinergi dengan pemerintah yang menghasilkan resolusi konflik yakni khuru@j berbasis pesantren atau pelaku konflik di pesantrenkan.
SISTEM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN STIKES MEGA RESKI MAKASSAR Akbar Akbar; Noer Jihad Saleh; Muliaty Amin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9658

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan secara deskriptif sistem pembinaan dan pengembangan koleksi pada perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar. Jenis penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan manajerial dan pedagogik. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ketua STIKES, dosen, kepala perpustakaan, kepala bagian /staf, petugas perpustakaan, dan mahasiswa yang berada di STIKES Mega Reski Makassar. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokuementasi dengan instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen sekunder adalah lembar observasi, pedoman wawancara, arsip dan dokumen, kamera, dan perekam visual. Data diolah dan dianalsisi dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan menggunakan triangulasi waktu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan pengembangan koleksi di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan dengan pengadaan koleksi bahan pustaka dalam bentuk buku di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan dengan menyediakan daftar judul buku yang hendak akan diadakan. Daftar ini pada umumnya dibuat dengan mempertimbangkan beberapa unsur yang dimulai dari intensitas penggunaanya dan keterbatasan eksemplarnya. Selain itu, penginventarisan koleksi bahan pustaka berupa buku diperpustakaan STIKES mega reski Makassar sudah berbasis Teknologi Informasi (TI) yaitu dengan melakukan pembubuhan stempel pada bagian-bagian tertentu pada buku dan selanjutnya melakukan pengimputan koleksi buku kedalam aplikasi slims yang terdapat didalam perangkat keras (komputer). Selanjutnya pemeliharaan bahan pustaka terlihat bahwa perpustakaan tidak melakukanya dalam perpustakaan melainkan membutuhkan jasa yang ada diluar perpustakaan. Alasanya karena jumlah tenaga kerja perpustakaan yang masih terbatas serta ketersediaan alat penjilidan bahan pustaka yang belum ada yang menjadi factor penghambat pemeliharaan koleksi buku perpustakaan di STIKES Mega Reski Makassar. Kemudian penyiangan yang dilakukan di Perpustakaan STIKES mega Reski Makassar didasari atas beberapa factor diantaranya koleksi yang sudah tidak terpakai lagi, dalam bahasan yang sudah tidak dikenal lagi pemustaka, bidang subjek yang sesuai untuk koleksi, jarang digunakan, serta jumlah copy yang terlalu banyak denga pengguna yang terbatas. Pelaksanaan penyiangan di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan 1 kali setahun namun terkadang juga tidak dilakukan sama sekali dalam setahun.
OPTIMALISASI PEMBIAYAAN MUDHARABAH WIRAUSAHA BERBASIS HUMANISME Muhammad Surono Rauf
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.7117

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk pembiayaan mudharabah  BNI Syariah Makassar dan pembiayaan mudharabah berbasis humanisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif yakni mendeskripsikan dan menganalisa temuan yang didapat. Penelitian deskriptif bermaksud untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu variabel atau tema, gejala atau keadaan yang ada. Dengan demikian, peneliti akan memaparkan data atau menganalisis data-data yang diperoleh berkaitan dengan optimalisasi pembiayaan mudharabah di  BNI Syariah Makassar. Hasil penelitian dalam beberapa point antara lain bahwa optimalisasi sistem pembiayaan mudharabah pada BNI Syariah  dalam hal ini ada beberapa upaya yang dilakukan, Pertama; Penyaluran Pembiayaan mudharabah dengan basis humanisme, Kedua; Memberikan pembiayaan mudharabah kepada nasabah dengan cara khusus dam kepada nasabah inti. Ketiga; Memaksimalkan kuantitas dan meningkatkan kualitas SDI (Sumber Daya Insani) Bank Syariah. Humanisme yang dimiliki BNI Syariah mempunyai kelebihan yaitu dari sisi humanisme dalam pembiayaan mudarabah, karakter merupakan ciri khusus yang berbeda dengan bank syariah lainnya, sehingga dalam proses pembiayaan memberikan kenyamanan dari unsur pegawainya kepada setiap nasabah pembiayaan mudarabah.
PEMAHAMAN MASYARAKAT KECAMATAN RAPPOCINI TENTANG KELUARGA SAKINAH Syamsir Sulaiman
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.10083

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemahaman masyarakat Kecamatan Rappocini tentang keluarga sakinah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif untuk mengungkapkan secara mendalam tentang pemahaman masyarakat Kecamatan Rappocini tentang keluarga sakinah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan dakwah dan pendekatan sosiologi dakwah. Sumber data dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri, dan tokoh masyarakat di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Data dikumpulkan di metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan alat dokumentasi dalam bentuk kamera. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang keluarga sakinah sebahagian besar sudah memahami, namun dalam mengaflikasikan dalam kehidupan sehari-hari masih terdapat rumah tangga yang belum mencapai taraf kehidupan keluarga yang sejahtera sakinah mawaddah warahmah. Disebabkan oleh berbagai faktor dan hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam membina rumah tangga.
METODE IJTIHAD LEMBAGA MAJLIS AGAMA ISLAM PROVINSI PATTANI THAILAND SELATAN Muhammadrodee Ka-anga; Hamzah Hamzah
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.10351

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang bagaimana metode ijtihad Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan dalam menetapkan hukum distribusi daging qurban kepada non-Muslim. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengambil lokasi di Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan teologis normatif dan sosiologis. Sumber data primer diperoleh dari lembaga Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan, melalui wawancara dan catatannya dalam berijtihad tentang hukum distribusi daging qurban kepada non-muslim. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen penelitian adalah pedoman wawancara dan pedoman observasi. Teknik pengolahan dan analisis terhadap data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data, peneliti menekankan pada uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap hasil penelitian melalui beberapa tahap antara lain; memperpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melaksanakan triangulasi sumber data maupun teknik pengumpulan data, melakukan diskusi dengan sejawat/orang yang berkompeten menyangkut persoalan yang sedang diteliti, serta mengadakan member chek untuk memastikan kesesuaian data yang telah diberikan oleh pengurus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ijtihad Majlis Agama Islam Provinsi Pattani Thailand Selatan dalam menetapkan hukum distribusian daging qurban kepada non-Muslim. Menggunakan metode ijtihad baya>ni dan metode ijtihad istis}la>h}i.  Metode ijtihad baya>ni yang berdasarkan kepada zahir nash al-Qur’an dan hadis Nabi saw. Adapun ijtihad istis}la>h}i, melihat secara kemaslahatan dan keagamaan yaitu tujuan ibadah qurban dalam bentuk sikap kasih sayang terhadap umat sesama muslim dengan cara memberikan makanan atau sedekah kepadanya. Dan qurban  merupakan suatu ibadah, untuk hamba taat dan mendekatkan diri kepada Allah swt. maka yang boleh hanya ahli ibadah. Sementara non-Muslim di Pattani adalah kafir musyrik beragama budha yakni bukan ahli ibadah.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT STRATEGI DAKWAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DI SULAWESI TENGGARA SERTA SOLUSINYA Iyatna Supriatna; Muliaty Amin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i1.10098

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang faktor pendukung dan penghambat strategi dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara serta solusinya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yaitu strategi dakwah PKS di kota Kendari, Kab.Muna dan Anggota legislatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, dakwah, komunikasi dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara peneliti dengan pengurus inti Partai Keadilan Sejahtera di Kota Kendari yakni ketua umum dan sekretaris umum, dan ketua bidang dakwah DPW Sulawesi Tenggara, sekretaris DPD PKS Kab.Muna dan anggota legislatif, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta dokumentasi mengenai pelatihan yang pernah diikuti oleh para kader. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen masing-masing sesuai metodenya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan faktor pendukung dakwah siyasah sebagai strategi dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara meliputi partisipasi kader dalam memanfaatkan partai politik, kompotensi kader, materi yang disampaikan, media dan waktu yang digunakan, metode yang digunakan, adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah setempat. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman kader, usia kader yang relatif muda, masih lemahnya komunikasi yang baik dan kontinyu dengan masyarakat, adat atau tradisi masyarakat dan letak geografis. Dan solusi faktor penghambat dalam menerapkan dakwah siyasah sebagai stategi dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara yakni dengan membangun kekokohan kader. Langkah-langkah solutif dalam membangun kekokohan tersebut antara lain: membangun kekokohan ma’nawiyah dalam hal ini membangun kekuatan ruhiyah untuk menjaga keikhlasan dalam medan dakwah. Kekokohan fikriyah yakni mempunyai wawasan dan keilmuan yang memadai agar mampu berinteraksi dengan dunia yang semakin maju. Selain itu, membangun kekokohan da’awiyah maksudnya setelah kokoh ruhiyah dan fikriyahnya maka selanjutnya menghidupkan roda dakwah sepanjang hidup. Serta kekokohan jasadiyah yaitu energi yang optimal dan kebugaran jasmani agar dapat melaksanakan dan memikul beban dakwah.
JILBAB SEBAGAI IBADAH (STUDI FENOMENOLOGI PADA POLISI WANITA POLRES BAUBAU) Adhe Yatul Fitry; Abd. Halim Talli; Rahmatiah HL
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 2 (2019): August
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i2.7770

Abstract

Dalam hukum Islam, pemakaian jilbab wajib bagi muslimah. Setiap pemakainya  didasari beberapa motivasi, satu diantaranya ibadah sebagai motivasi utama. Berdasarkan perintah teks-teks suci al-Qur’an dan al-Sunnah maka pelaksanaanyapun bernilai ibadah. Jilbab berada pada posisi sesungguhnya yang telah dilegitimasi pemakaiannya, juga sebagai kehormatan dan kemuliaan bukan untuk menjatuhkan kemanusiaan dan menurunkan martabat, justru bagi Polwan menambah energik baru, professional dalam berdinas, mampu meningkatkan kinerja dan tetap melalukan pelayanan dengan baik. Peraturan Kapolri tentang jilbab hanyalah bersifat boleh bukan suatu keharusan yang ditaati dalam lingkup kepolisian. Dari kebijakan Polri tersebut bisa dinilai bahwa para Polwan yang memakai jilbab didasari oleh kemauan sendiri yang memiliki spesifikasi alasan sebagai perintah agama terlebih tidak ada intervensi dan paksaan dari pihak manapun yang kemudian alasan memakai diikuti motivasi lain.