cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 368 Documents
DILEMA HUKUMAN FISIK DALAM PENDIDIKAN: Telaah Kritis Perspektif Empat Aliran Pembelajaran Putra B., Muhammad Nuralamsyah; N., Abd. Muid; Lubis, Zakaria Husin; Thulfitrah B., Nurlathifah
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.55671

Abstract

Artikel ini membahas tentang praktik hukuman fisik dalam pendidikan telah menjadi perdebatan panjang di kalangan akademisi dan praktisi pendidikan. Sebagian pihak berpendapat bahwa hukuman fisik efektif dalam menanamkan disiplin, sementara yang lain menyoroti dampak negatifnya terhadap perkembangan psikologis dan emosional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan hukuman fisik dalam pendidikan dari perspektif empat teori pembelajaran utama: behaviorisme, kognitivisme, humanisme, dan konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang membahas hubungan antara teori pembelajaran dan efektivitas hukuman fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behaviorisme cenderung membenarkan penggunaan hukuman fisik sebagai alat penguatan negatif untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Sebaliknya, kognitivisme, humanisme, dan konstruktivisme menolak hukuman fisik karena dapat menghambat proses pembelajaran, merusak motivasi intrinsik, serta mengganggu perkembangan sosial dan emosional siswa. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya penerapan metode disiplin alternatif yang lebih humanis dan berbasis pemahaman, seperti pemberian penguatan positif dan pendekatan reflektif. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pendidik dalam merancang strategi disiplin yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan modern yang menekankan pembelajaran yang efektif dan empatik.
TRANSFORMASI PERAN GURU PAI DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH Fitriyah Hamzah; Aminullah; Wardhana
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.59795

Abstract

This study aims to identify the forms of transformation in the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers at Madrasah Ibtidaiyah (MI) in strengthening students’ religious character. A literature review of various sources and studies produced five key findings: (1) the transformation of PAI teachers functional roles from normative instructors to contextual spiritual facilitators; (2) the use of teacher role-modeling as an effective strategy for character development; (3) the integration of digital technology into religious learning, making it more engaging and relevant to modern learners; (4) the importance of a conducive madrasah environment in supporting Islamic character formation; and (5) the significance of synergy among teachers, school leaders, and parents in cultivating a religious culture. This transformation requires systemic support, including integrative curriculum development, ongoing teacher training, and supportive school policies. The findings affirm that PAI teachers hold a strategic role as moral and spiritual agents in character education for the modern era.
BULALO LO LIMUTU; KEARIFAN LOKAL DALAM CERITA RAKYAT GORONTALO Siti Hajrin Monoarfa; Alanuari; Siti Rihadatulaisyi
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.60335

Abstract

Cerita rakyat Bulola Lo Limutu menceritakan asal-usul terbentuknya Danau Limboto yang memiliki nilai-nilai kearifan (local wisdom) yang sangat penting bagi masyarakat Gorontalo. legenda ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya tetapi juga mengandung pesan moral dan filosofi terkait hubungan manusia dengan alam. Dalam cerita tersebut,tokoh-tokoh seperti mbu’i bungale dan jilomoto menggambarkan interaksi antara dunia manusia dan kayangan yang menegaskan nilai pelestrian lingkungan sebagai bagian dari identitas budaya Gorontalo. Kearifan lokal ini merupakan ilmu pengetahuan dan kecerdasan lokal yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan,yang menuntut masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem danau serta kehidupan sosial ekonomi sekitar danau. penelitian etnografi dan kajian pustaka mengungkapkan bahwa penghidupan kembali nilai-nilai kearifan ini sangat krusial untuk menyelamatkan lingkungan dan memperkuat tatanan sosial budaya masyarakat gorontalo di tengah tantangan modernisasi.Dengan demikian, Bulalo Lo Limutu menjadi representasu local genius yang menghubungkan spritualitas,kelestarian alam,dan budaya dalam kerangka kehidupan masyarakat gorontalo.
PENGGUNAAN TEKNIK MARKETPLACE ACTIVITY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PESERTA DIDIK KELAS VIII (DELAPAN SMP DDI MANGKOSO Ulfah, Sitti Maria; Abdul Halik; Abdullah Thahir
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.63929

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan teknik Market Place Activity dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII SMP DDI Mangkoso. Permasalahan penelitian difokuskan pada rendahnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik akibat dominannya penggunaan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknik Market Place Activity, mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaannya, serta merumuskan solusi untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui desain Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, yang melibatkan observasi dan tes hasil belajar sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik Market Place Activity mampu meningkatkan keaktifan peserta didik dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam secara signifikan. Pembelajaran tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berkomunikasi, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya keselarasan antara landasan teoretis, strategi pembelajaran, dan fokus kajian agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih bermakna dan berkontribusi secara konseptual maupun praktis dalam diskursus pendidikan Islam kontemporer.
PENERAPAN METODE TAKRIR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN AL-QURAN DI PESANTREN TAKKALASI BARRU Nasrullah; Ahdar; Abd Halik
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.64241

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang penerapan metode takrir dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an santri di Pesantren Takkalasi Barru. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode takrir dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an santri di Pesantren Takkalasi Barru. Secara khusus, penelitian ini diarahkan untuk menganalisis dan mengevaluasi efektivitas penerapan metode takrir sebagai metode pengulangan hafalan yang sistematis dalam memperbaiki kelancaran, ketepatan lafadz, Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes lisan (pre-test dan post-test) untuk mengukur kemampuan hafalan santri, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Indikator penilaian hafalan meliputi kelancaran hafalan, ketepatan lafadz, kesesuaian urutan ayat, penerapan tajwid dasar, dan kemampuan mutaba’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode takrir dilaksanakan secara sistematis dan terarah dengan bimbingan intensif dari guru tahfiz. Penerapan metode ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan hafalan santri secara signifikan, yang ditunjukkan oleh peningkatan pada seluruh indikator penilaian hafalan. Seluruh santri berhasil mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada Siklus III, sehingga penelitian dinyatakan berhasil. Dengan demikian, metode takrir efektif digunakan dalam pembelajaran tahfiz Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas hafalan santri. Impilasi penelitian ini yaitu penerapan metode takrir terbukti mampu meningkatkan kemampuan hafalan santri, baik dari segi kelancaran, ketepatan lafadz, urutan ayat, penerapan tajwid dasar, maupun kemampuan menyambung hafalan..
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY USE IN SPEAKING THROUGHT CONTEXT-BASED DRAWING ACTIVITIES Lestari, Pinta; Yauri, Andi Muhammad; Ilmi HL, Siti Nurul
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.64299

Abstract

This research aims to improve students' vocabulary use in speaking through context-based drawing activities. Many students at SMPN 3 Mare experience difficulties in understanding and using English vocabulary, especially nouns, verbs, and adjectives. This limitation hinders their ability to express ideas orally, understand teacher instructions, and participate confidently in classroom communication. Previous studies emphasize that speaking ability is strongly influenced by vocabulary mastery and that meaningful vocabulary learning must be contextualized to support real-life communication. Context-based drawing activities have been shown to increase students' engagement, creativity, and conceptual understanding by visualizing language in familiar contexts. Therefore, this study applies context-based drawing as a strategy to help students practice using vocabulary meaningfully while describing their drawings orally. Using a classroom action research design, data were collected through observations, speaking tests, and interviews. The results showed that the use of context-based drawing activities significantly improved students' recall, accuracy, and fluency in speaking. Students became more confident in constructing sentences and were better able to identify and use vocabulary according to its grammatical category. The results showed that context-based drawing activities were effective in creating a more engaging learning atmosphere and improving vocabulary use in speaking. This method can serve as an alternative learning strategy for English teachers to support active communication and meaningful vocabulary learning.
THE IMPACT OF ONLINE LEARNING PLATFORM ON ENGLISH LANGUANGE PROFICIENCY AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS Hara, Annisa; Darwis, Nirwana; Yauri, Andi Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 3 (2025): Desember: Pendidikan, Menajemen, Bahasa Arab
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i3.64300

Abstract

The widespread adoption of digital technology has influenced the way English as a Foreign Language (EFL) is learned, particularly through the use of online learning platforms and artificial intelligence (AI)–based applications. This study examines the role of online learning platforms in supporting English language proficiency among eleventh-grade students at Madrasah Aliyah As'adiyah Uloe. A quantitative descriptive approach was employed, involving 20 students as research participants. Data were collected through a structured questionnaire designed to explore students’ experiences and perceptions of both conventional online platforms, such as Zoom and Google Classroom, and AI-based tools, including ChatGPT and Gemini.This data is taken from analysis using statistical techniques.The findings reveal that AI-based platforms are perceived as helpful in facilitating English learning by providing flexible access to learning, clearer explanations, and assistance in understanding instructional content. Conversely, platforms used for fully online instruction were perceived as less effective than face-to-face learning, as most students indicated a preference for direct classroom interaction. These results suggest that AI-based platforms serve more effectively as supportive learning resources rather than as substitutes for in-person instruction. Therefore, this study recommends the adoption of a blended learning approach that integrates AI-assisted platforms with face-to-face teaching to enhance students’ English language proficiency.
MUI DALAM MEMBENDUNG AJARAN MENYIMPANG (Metode Penyelesaikan Konflik Keagamaan di Kabupaten Gowa) Yahya, Muhammad; Khalik, Subehan; Sakka, Abdul Rahman
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Indonesian Ulema Council (MUI) has strategic duties and functions as a servant of the people (khādim al-ummah), protector of society (ḥimāyat al-ummah), and partner of the government (ṣadīq al-ḥukūmah) in maintaining order and purity in religious life. These three roles are realized through various concrete steps to respond to the problems of the ummah that arise in society. In Gowa Regency, the emergence of religious issues that are localistic in nature and later identified as deviant teachings is a manifestation of individual religious interpretations that have developed evolutionarily. These deviations are apparent in aspects of belief in God, prophethood, attitudes, and ways of living in groups, giving rise to what can be called “free interpretations” of the authenticity of the Qur'an and Sunnah of the Prophet. Some of the teachings that have developed in this region include the teachings of the Grand Master who calls himself Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf, as well as other teachings that are suspected of being deviant, namely the Teachings of Purity, which were identified in February 2023. This study aims to examine the factors causing the emergence of deviant teachings and the strategies of the Gowa Regency MUI in dealing with them. The results of the study show that the main triggers are internal factors, such as superficial faith and weak religious understanding among the community, as well as external factors, such as the doctrine of Sufi masters who build a relationship of worldly and spiritual dependence between master and disciple. The efforts made by the MUI include deepening information, tabayyun, studying indicators of heresy, involving Islamic organizations, coordinating with the government and law enforcement agencies, issuing fatwas, disseminating information, and taking preventive measures through institutional guidance at the sub-district level. These efforts demonstrate the central role of the MUI in maintaining the stability of religious life in Gowa Regency.