cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 6 (2016)" : 25 Documents clear
SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN ALIRAN UDARA PADA WIND TUNNEL DENGAN UMPAN BALIK KECEPATAN ALIRAN UDARA MENGGUNAKAN KONTROL LOGIKA FUZZY Azwan Mahadin Kusuma; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wind tunnel adalah alat yang digunakan dalam penelitian aerodinamika untuk mempelajari karakteristik aliran udara. Wind tunnel digunakan untuk mensimulasikan keadaan sebenarnya pada suatu benda yang berada dalam pengaruh gaya-gaya aerodinamis untuk menganalisis kinerja mekanika terbang dari suatu benda terbang. Untuk membangkitkan aliran udara pada wind tunnel, yaitu dengan cara mengatur putaran propeller atau baling-baling yang di kendalikan melalui motor penggerak (motor induksi 3 fasa) dan menggunakan sensor air flow untuk mengetahui kecepatan aliran udaranya. Motor penggerak tidak sepenuhnya sebagai pengontrolan kecepatan aliran udara, namun spesifikasi propeller juga sangatlah berpengaruh pada kecepatan aliran udara. Dengan itu untuk keperluan uji spesimen, perlu distabilkan kecepatan aliran udaranya dengan diperlukannya sistem kontrol kecepatan aliran udara berdasarkan experience of operator (metode berdasarkan pengalaman operator) dengan melihat respon output nya. Penelitian ini menggunakan Kontrol Logika Fuzzy (KLF) metode Mamdani dengan output single tone. Pada penelitian ini diberi setpoint 10 m/s dan menghasilkan respon steady state 5,6 detik dan ketika sistem diberi gangguan menghasilkan respon recovery time sebesar 1600 ms. Kata kunci: Wind Tunnel, Kontrol Logika Fuzzy, Aliran Udara, Propeller.
PENGENDALIAN SUHU PADA JAKET PENGHANGAT SUHU TUBUH MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO Yolanda Adi Setiawan; n/a Purwanto; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suhu tubuh yang normal diperlukan untuk sel- sel tubuh agar dapat berfungsi secara efektif. Suhu tubuh mencerminkan keseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran panas. Bila suhu turun dibawah suhu tertentu maka pembentukan panas ditingkatkan, laju metabolisme meningkat, otot-otot ditegangkan dan tubuh menggigil. Suhu tubuh yang terlalu ekstrim bisa menyebabkan kematian. Tubuh yang sehat mampu memelihara suhu tubuh secara konstan walaupun kondisi lingkungan berubah-ubah. Kulit mempunyai lebih banyak reseptor untuk dingin dan hangat dibanding reseptor pada bagian tubuh lain. Apabila suhu tubuh di bawah batas normal, kematian biasanya terjadi saat suhu tubuh turun hingga dibawah 34oC. Pada hipotermia berat, sleepines dan bahkan koma mungkin terjadi, yang selanjutnya menekan aktifitas mekanisme kontrol panas dan mencegah menggigil. Tanda –tanda klinis hipotermia adalah menggigil hebat, merasa dingin dan kedinginan, pucat, dingin kulit seperti lilin, hipotensi, keluaran urine menurun, koordinasi otot berkurang, disorientasi dan mengantuk yang mengarah ke koma. Seiring dengan perkembangan teknologi, dibuatlah suatu alat berupa jaket penghangat suhu tubuh dengan menggunakan kontroler PID berbasis Arduino untuk mengatasi masalah Hipotermia pada suhu udara yang sangat dingin. Pada penggunaan kontroler PID didapatkan nilai parameter Kp= 70.2, Ki= 17.5, dan Kd= 70.2, sehingga dapat mempercepat sistem untuk mencapai keadaan steadystate sesuai dengan setpoint yang telah ditentukan berupa suhu 40oC, 35oC, dan 30oC. Kata Kunci: Jaket Pemanas, Suhu dingin, Kontroler PID, Ziegler Nichols 1
ANALISIS PENGARUH KELEMBABAN UDARA, SUHU, DAN POLUTAN GARAM TERHADAP ARUS BOCOR ISOLATOR PIN BERBAHAN PORSELEN Sukma Rangga N.; Moch. Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menyalurkan energi dari pusat pembangkit kepada konsumen dibutuhkan saluran atau transmisi tegangan tinggi dan peralatan tegangan tinggi yang mendukung pengadaan sistem tersebut. Isolator adalah material isolasi yang memisahkan konduktor bertegangan dari konduktor atau obyek lainnya. Dalam aplikasinya, isolator yang terletak pada pasangan luar banyak sekali terpengaruh oleh keadaan lingkungan disekitarnya. Karakteristik lingkungan di Indonesia yang memiliki kelembaban, suhu, dan curah hujan, disertai kehadiran polutan yang bervariasi tentunya merupakan penyebab yang sangat penting dalam mempengaruhi unjuk kerja isolator pasangan luar. Kondisi udara yang lembab akan menyebabkan timbulnya lapisan air pada permukaan isolator, dan dengan adanya polutan, akan timbul arus bocor dan flashover yang dapat menyebabkan kegagalan isolasi. Dari data hasil pengujian menunjukkan semakin tinggi tingkat kelembaban udara, suhu, dan polutan garam, semakin tinggi pula arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator. Pada tingkat kelembaban udara rendah memiliki nilai arus bocor yang lebih kecil dibanding kelembaban tinggi. Karena pada saat kelembaban tinggi terdapat pembasahan pada permukaan isolator sehingga isolator menjadi semakin konduktif. Kelembaban udara dan suhu memberikan perubahan yang signifikan terhadap nilai resistansi permukaan isolator. Semakin meningkat kelembaban udara dan suhu, maka semakin rendah nilai resistansi permukaan isolator. Berdasarkan data hasil pengujian menunjukkan rata-rata nilai resistansi isolator pengujian kelembaban sebesar 197.99 MΩ pada kondisi bersih, dan 157.65 MΩ pada kondisi berpolutan garam. Sedangkan pada pengujian suhu sebesar 343.44 MΩ untuk kondisi bersih dan 202.07 MΩ pada kondisi berpolutan garam. Hal ini menunjukkan bahwa kelembaban udara dan polutan garam memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan nilai resistansi permukaan isolator. Kata kunci: arus bocor, isolator, kelembaban udara, suhu, polutan garam
RANCANG BANGUN TACHOMETER MENGGUNAKAN GENERATOR DC DENGAN TAMPILAN DIGITAL Agus Setiyono; Hery Purnomo; n/a Soeprapto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tachometer merupakan alat ukur kecepatan putaran yang digunakan dalam Laboratorium Mesin Elektrik. Tachometer analog yang kurang efisien dan tachogenerator yang menggunakan magnet permanent perlu ada pembaharuan untuk menunjang praktikum yang lebih efisien dan tepat. Tachometer menggunakan generator DC merupakan alternatif untuk menggantikan keberadaan tachometer yang ada. Tachometer dengan tampilan digital lebih efisien digunakan dari segi waktu karena hasil kecepatan langsung ditampilkan dalam LCD. Generator DC penguat terpisah lebih cocok digunakan dibandingkan dengan generator shunt yang resistansi medannya lebih besar dari resistansi kritis generator. Generator DC yang digunakan memiliki resistansi medan (Rf) sebesar 36,07 ohm dan konstanta mesin sebesar 0,0215. Untuk membuat tachometer menggunakan generator DC dengan tampilan digital diperlukan generator DC dan kontrol unit sebagai rangkaian elektronik untuk menampilkan hasil kecepatan dalam LCD. Konversi tegangan keluaran generator DC menjadi kecepatan dengan menggunakan rumus tegangan keluaran generator terdapat kesalahan rata-rata sebesar 7,18% sedangkan konversi menggunakan regresi linier terdapat kesalahan rata-rata sebesar 2,13%. Pengujian tachometer secara keseluruhan didapatkan hasil dengan kesalahan terbesar yaitu 6,75%, kesalahan terkecil yaitu sebesar 0,23% serta kesalahan rata-rata sebesar 2,41%. Kata kunci : Tachometer, kecepatan, generator DC, Liquid Crystal Display (LCD)  
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN PADA ROOFTOP SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI LISTRIK Arizqun Anwar Fatcha; Unggul Wibawa; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan renewable energy untuk sumber listrik pada kehidupan sehari-hari masih terbilang rendah, masyarakat umumnya lebih menggunakan energi listrik dari PLN. Pembangkit listrik tenaga angin merupakan pemanfaatan renewable energy yang ramah lingkungan dan dapat menjadi solusi ketika terjadi pemadaman listrik. Pemasangan turbin angin pada pembangkit listrik tenaga angin umumnya menggunakan tower yang tinggi untuk mendapatkan kecepatan angin.  Dengan pemasangan turbin angin pada rooftop, maka sistem akan tetap mendapat kecepatan angin yang baik tanpa adanya sebuah tower yang tinggi. Pada penelitian ini dirancang sebuah turbin angin sumbu horizontal dengan 3 blade dan memiliki panjang 0,85 m pada setiap bladenya. Komponen yang digunakan antara lain adalah generator DC magnet permanen, pulley, boost converter, batteray control regulator, aki kering dan lampu LED. Semakin besar kecepatan angin yang berhembus, maka kecepatan putar, tegangan dan arus yang dihasilkan generator semakin besar. Dari hasil pengujian diketahui bahwa turbin angin membutuhkan kecepatan angin 3,6 m/s untuk melakukan proses starting.  Pada saat kecepatan angin 7,11 m/s didapatkan nilai tegangan output generator 25,87 volt, arus generator 4,31 ampere dan putaran generator 416,47 rpm. Sedangkan total energi yang dapat dibangkitkan saat implementasi sistem selama 24 jam adalah 577,223 Wh dengan efisiensi rata-rata sistem adalah 24,21%. Kata kunci : renewable energy, alternatif, turbin angin, rooftop.
SISTEM PENGENDALIAN MOTOR KONVEYOR BELT MENGGUNAKAN DCS YOKOGAWA CENTUM VP Dennis Himawan Arista; M. Aziz Muslim; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pemindahan barang memegang peranan yang penting dalam proses di industri. Pemindahan barang bertujuan untuk memindahkan barang dari suatu proses menuju proses yang lain. Salah satu contoh alat yang berfungsi untuk memindahkan barang adalah konveyor. Konveyor banyak digunakan di industri karena dapat memindahkan barang dalam jumlah yang banyak dan berkelanjutan, karena itu konveyor mempunyai nilai yang lebih ekonomis dibandingkan alat pemindah barang yang lain. Perubahan kecepatan motor untuk menggerakkan konveyor secara otomatis perlu dilakukan agar dapat meningkatkan proses produksi untuk memenuhi jumlah target produksi yang ditentukan oleh perusahaan. Saat tidak ada suatu proses yang dilakukan dalam jalur konveyor dibutuhkan kecepatan yang cepat agar dapat menghemat waktu namun, pada saat memasuki suatu proses dibutuhkan kecepatan yang lambat agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik. Pengontrolan kecepatan untuk merubah kecepatan secara otomatis dilakukan oleh Distributed Control System (DCS) Yokogawa Centum VP yang ada pada laboratorium sistem kontrol Teknik Elektro Universitas Brawijaya. Metode pengontrolan yang digunakan untuk merubah kecepatan secara otomatis yaitu dengan metode pengontrolan on-off yang dilakukan oleh DCS Yokogawa Centum VP. Kata Kunci –DCS, kecepatan, Kontroller on-off, konveyor belt
SISTEM PENSTABILAN SUHU PELELEHAN PADA PRINTER TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN KONTROLER PID Muhammad Taufiq Al-Ramadhan; Bambang Siswojo; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal yang mempengaruhi cepat-lambatnya proses cetak pada Printer 3D adalah ketahanan, kemantapan, maupun kestabilan suhu pelelehan bahan. Karenanya perlu dilakukan pengendalian agar suhu pelelehan tersebut dapat bertahan pada angka tertentu, sehingga gangguan dapat diminimalkan dan proses pencetakan tetap berjalan pada kinerja terbaiknya. Sistem kendali pada penelitian kali ini memakai kontroler PID dengan metode pertama dari Ziegler-Nichols untuk mendapatkan parameter kontrol, yakni Kp=35,56; Ki=1,975; dan Kd=160,02. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontroler PID tersebut dapat dikatakan mampu menjadikan suhu pelelehan bertahan sesuai dengan nilai yang dikehendaki (set point). Kata Kunci: Printer Tiga Dimensi, Suhu Pelelehan, Kontroler PID, Metode Pertama Ziegler-Nichols.
SISTEM PEMANTAUAN RUANGAN JARAK JAUH VIA INTERNET BERBASIS RASPBERRY PI 2 TERINTEGRASI DENGAN GOOGLE DRIVE DAN LINE Juli Arianes; Ponco Siwindarto; Panca Mudjirahardjo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi yang membuktikan berkembangnya teknologi komunikasi untuk kebutuhan manusia adalah kamera untuk melakukan pengintaian atau dikenal dengan CCTV (Closed Circuit TeleVision). Saat ini sudah banyak penggunaan kamera CCTV terutama untuk daerah dengan tingkat mobilitas tinggi seperti perkantoran, sekolah, jalan raya, dll. Namun dalam hal ini penggunaannya tidak efektif untuk daerah dengan tingkat mobilitas rendah seperti rumah yang ditinggalkan pemiliknya ataupun di ruang/gudang penyimpanan karena pada CCTV analog akan tetap merekam selama 24 jam tanpa henti dan hal ini tentu akan membebani ruang penyimpanan pada perangkat DVR (data video recorder). Penyimpanan hasil video rekaman pada DVR pun belum cukup aman, karena DVR tersebut dapat mengakibatkan kerusakan dan akan menyebabkan hilangnya video hasil rekaman.Untuk melalukan monitoring dengan melakukan video streaming dari jarak jauh, jaringan internet yang digunakan harus memiliki IP Publik dan biaya aktivasinya sangat mahal. Dari permasalaan tersebut alat ini dapat membuat ruangan dapat dipantau dari jarak jauh melalui internet yang tersedia pada domain julishome.ngrok.io dengan Web server yang digunakan adalah apache. Sistem dapat mendeteksi gerakan dan merekam menggunakan paket perangkat lunak motion yang berfungsi menganalisa gambar yang ditangkap oleh kamera dengan kondisi intensistas ruangan minimal sebesar 5 lux. Selain itu saat mendeteksi gerakan sistem akan mengirim pesan melalui aplikasi LINE ke pemilik rumah dengan waktu pengiriman rata-rata selama 5.15 s. Hasil rekaman akan disimpan diMicroSD dan jika ada video baru maka akan diunggah di Google Drive. Video akan diunggah oleh paket perangkat lunak Gdrive yang akan melakukan sinkronisasi folder pada Google Drive ke folder lokal MicroSD setiap 1 menit sekali. alarm dapat dikendalikan dari jarak jauh. Pemograman web menggunakan php yang akan memberikan perintah ke Pin GPIO Raspberry Pi melalui script python. Pin GPIO terhubung dengan rangkaian Driver yang memiliki karakteristik tegangan ≤ 1 V untuk membunyikan alarm. Sistem secara keseluruhan memiliki error sebesar 0% dalam mengirim pesan LINE dan mengunggah video ke Google Drive. Hasil pengujian Sistem memiliki peforma yang baik. Kata Kunci – Raspberry Pi 2, Kamera, Motion, Ngrok, Google Drive, LINE
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PROSES PASTEURISASI SUSU BEBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO MEGA 2560 Andhika Pratama; Goegoes Dwi Nusantoro; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kini susu merupakan minuman yang telah dikonsumsi oleh banyak masyarakat dari berbagai usia. Mulai dari yang berusia bayi / balita sampai dengan lanjut usia.Susu segar dapat diolah menjadi berbagai macam produk minuman yang menarik seperti yogurt,kefir,yakult,dan sebagainya.Akan tetapi susu merupakan media pertumbuhan yang sangat baik bagi bakteri dan dapat menjadi sarana potensial bagi penyebaran bakteri patogen yang mudah tercemar kapan dan dimana saja sepanjang penanganannya tidak memperhatikan kebersihan. Penyakit seperi TBC, typhus, disentri dapat ditularkan melalui susu mentah.Pasteurisasi (yang dinamakan sesuai dengan penemunya,Louis Pasteur) adalah suatu proses memanaskan produk (dalam hal ini, susu) dibawah titik didihnya, dengan tujuan untuk membunuh semua mikroorganisme pathogen. Selain membuat susu menjadi aman dikonsumsi manusia, pasteurisasi juga akan memperpanjang umur simpan dari susu karena sebagian bakteri perusak/pembusuk susu juga mati.Pasteurisasi susu dapat dilakukan secara LTLT (LowTemperature, Long Time) maupun HTST (High Temperature,Short Time). Pasteurisasi LTLT artinya, susu dipanaskan pada suhu 650C selama 30 menit. Sedangkan pasteurisasi HTST adalah memanaskan susu pada 750C selama 1 menit, setelah itu susu didinginkan hingga 400C.Susu pasteurisasi dapat bertahan selama 12 sampai 16 hari dari tanggal atau hari pemrosesan, jika disimpan pada suhu yang ideal, yaitu 30 – 600C Kata Kunci: Susu, suhu, Pasteurisasi
ANALISIS PENGARUH FRAME RATE DAN BIT RATE VIDEO TERHADAP KINERJA VIDEO STREAMING PADA JARINGAN WLAN 802.11n Fathur Rahman; Ali Mustofa; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 6 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Video streaming merupakan teknologi telekomunikasi yang bersifat real time serta dapat menyalurkan informasi berupa audio dan video. Frame rate dan bit rate adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kulitas video streaming. Wireless Local Area Network yaitu suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Standar 802.11n adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan mampu mencapai kecepatan 300 Mbps. Dalam skripsi ini, akan diteliti pengaruh frame rate dan bit rate video streaming terhadap kinerja video streaming pada jaringan WLAN 802.11n. Parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) adalah delay end to end, packet loss, dan throughtput yang dihitung dengan pendekatan perhitungan teoritis dan pengamatan langsung menggunakan perangkat analisis jaringan (Wireshark). Kualitas performansi layanan live streaming pada jaringan Wireless Local Area Netwok 802.11n (WLAN) adalah sesuai dengan standar ITU-T G.1010 dengan nilai packet loss <5% untuk semua variasi bit rate dan frame rate dan untuk nilai delay end-to-end untuk semua variasi bit rate dan frame rate video <150 ms. Dengan nilai <150 ms maka jaringan memiliki kulitas yang baik menurut ITU-G.144. Kata Kunci – Frame rate,Bit Rate, QoS, WLAN 802.11n

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue