cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
DESAIN PV-WIND HYBRID SYSTEM PADA KAMPUNG NELAYAN TAMBAKREJO DI DAERAH PESISIR PANTAI TAMBAN, MALANG Rifdillah Zulafa; Unggul Wibawa; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak–-Indonesia berkomitmen untuk menggunakan 23 persen energi terbarukan dari total campuran energi primer nasional pada tahun 2025, karena pemanfaatan energi fosil menyebabkan intensifikasi pencemaran lingkungan dan persediannya kian menipis membuat pemanfaatan sumber energi alternatif terus dikembangkan dalam pelaksanaannya. Pantai Tamban, Desa Tambakrejo, kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur memiliki potensi energi angin dan matahari. Dan apabila dlihat ditinjau dari letak geografis Pantai Tamban menghadap Samudra Hindia maka energi angin cukup melimpah keberadaanya dan energi matahari dapat dieproleh selama matahari masih bersinar. Kombinasi dua potensi energi terbarukan dapat digunakan untuk elektrifikasi Kampung Neayan Tambakrejo. Dengan memanfaatkan energi lokal seperti angin dan matahari diharapkan ketergantungan terhadap energi listrik komersial dapat dikurangi secara bertahap. Desain sistem hibrid PV-Wind on grid terdiri dari PV, konverter, AC-DC bus dan turbin angin yang terhubung jaringan PLN. Dari hasil analisis, produksi listrik oleh pembangkit hibrid mencapai 13,8 gW/tahun dan renewable fraction sebesar 71,2%. Dan untuk emisi yang dihasilkan oleh sistem hibrid sebesar 2.435.974 kg/tahun lebih kecil jika dibandingan oleh PLN yaitu menghasilkan karbon dioksida sebesar 5.757.283 kg/tahun. Selain itu, sistem hibrid PV-Wind on grid menghasilkan biaya per-kWh (COE) lebih kecil yaitu Rp 414,6.Kata Kunci—Pembangkit Hibrid, Panel Surya, Turbin AnginAbstract—Indonesia is committed to using 23 percent of renewable energy from the total national primary energy mix by 2025 because the use of fossil energy causes intensification of environmental pollution and its depleting supply makes the use of alternative energy sources continue to be developed in its implementation. Tamban Beach, Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, Malang Regency, East Java has the potential for wind and solar energy. And when viewed from the aspect of the geographical location of Tamban beach facing the Indian Ocean, wind energy is quite abundant in existence and solar energy can be obtained as long as the sun is still shining. The combination of two renewable energy potentials can be used for the electrification of Neayan Village, Tambakrejo Village. By utilizing various local energies such as wind and solar, it is hoped that dependence on commercial electrical energy can be reduced gradually. The on-grid PV-Wind hybrid system design consists of solar panels, converters, AC-DC buses, and wind turbines connected to the PLN grid. From the results of the analysis, the electricity production by the hybrid plant reaches 13.8 gW/year and the renewable fraction is 71.2%. And the emissions produced by the PV-Wind hybrid system on grid are 2,435,974 kg/year, which is smaller than that by PLN, which produces carbon dioxide of 5,757,283 kg/year. In addition, the on-grid PV-Wind hybrid system results in a lower cost per kWh (C0E) of IDR 414.6.Index Terms—PV Wind Hybrid System, PV, Wind Turbine 
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG CANGKANG SAWIT TERHADAP RESISTANSI PENTANAHAN ELEKTRODA PELAT DENGAN INJEKSI ARUS FREKUENSI TINGGI Daniel Kristo Mula Lambok Pangaribuan; Mochammad Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem pentanahan pada praktiknya diperuntukkan pada sistem kelistrikan agar melindungi peralatan listrik dan manusia yang berada di sekitar. Sistem pentanahan akan mencegah kejut listrik yang membahayakan peralatan dan manusia di sekitarnya dengan menghubungkannya ke tanah. Pada sistem pentanahan, kemampuan mengalirkan arus ke tanah dipengaruhi oleh besar resistansinya, semakin kecil resistansinya, semakin besar kemampuan sistem untuk mengalirkan arus ke tanah sehingga arus tidak mengalir pada peralatan. Sistem pentanahan yang baik adalah sistem pentanahan yang mempunyai nilai resistansi yang kecil. Nilai resistansi pentanahan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni resistivitas tanah dan jenis, bahan, ukuran, serta konfigurasi elektroda. Untuk mencapai resistansi kecil, terdapat hal ekstrnal yang dapat dilakukan untuk mengurangi resistansi pentanahan yakni dengan memberikan perlakuan pentanahan (soil treatment). Perlakuan pentanahan adalah perlakuan untuk merubah komposisi tanah untuk memperkecil nilai resistansi pentanahan yang dilakukan dengan penambahan zat aditif. Pada penelitian ini digunakan arang cangkang sawit sebagai zat aditif yang ditambahkan. Pada upaya perlakuan pentanahan yang dilakukan diinjeksu pula arus dengan frekuensi tinggi untuk menurunkan resistansi pentanahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pentanahan dengan menambahkan arang cangkang sawit dan injeksi arus frekuensi tinggi terhadap nilai resistansi pentanahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengukuran metode 3 titik (tegangan jatuh) dengan variasi elektroda utama berupa tiga buah elektroda pelat berbahan dasar aluminium dengan tebal 0,3 cm dan luas penampang masing-masing adalah 600 cm2 , 800 cm2 , dan 1000 cm2 . Hasil pengujian dan perhitungan didapatkan bahwa penambahan zat aditif sangat mempengaruhi penurunan nilai resistansi pentanahan sampai 63% dengan injeksi arus berfrekuensi 50000 Hz dan bersifat induktif.Kata Kunci: arang cangkang sawit, resistansi, perlakuan pentanahanABSTRACTGrounding system in practical is needed for electrical system to protect electrical equipments and user in area. Grounding system will prevent electric surge which dangerous for electrical equipment and users in are by transmit it to earth. In grounding system, capacity to transmit current to earth affected by its resistance, the smaller resistance is the more suitable to transmit current to earth so that no more current flow through the electrical equipment. A good grounding system is a grounding system which has small resistance. The value of earth resistance is affected by several factors, that are resistivity, type of soil; type, material, size, and configuration of electrode. To reach the smallest resistance, there is external thing to do for reducting earth resistance, that is by do the soil treatment. Soil treatment is a treatment for change and affecting composition of the soil to reducting earth resistance by adding additives. In this study, additives whom used is palm shell charcoal. In this experiment, for reducting earth resistance, also injected high-frequency current for reducting earth resistance. This study aim to know effect of soil treatment by adding palm shell charcoal and high-frequency current injection to the value of earth resistance. The methods used in this study is 3 points method (fall of potential) with vary the main electrode’s size with the thickness 0,3 cm and the section area are 600 cm2 , 800 cm2 , and 1000 cm2 . The study resulting that soil treatment by adding palm shell charcoal very affect the reduction of earth resistance, reach the percentage of 63% with the highfrequency current at 50000 Hz and be inductive.Keywords: Palm shell charcoal, resistance, soil treatment
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI GAS TETRAFLOROETANA TERHADAP DIELEKTRIK GAS NITROGEN DALAM MEDAN TINGGI DC NON-HOMOGEN Rizki Chandra Maulana; Mochammad Dhofir; Hadi Suyono
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang pengaruh konsentrasi gas tetrafloroetana (R-134) terhadap dielektrik gas nitrogen (N2) dalam medan tinggi dc non-homogen. Pengaruh yang dianalisis yaitu kekuatan dielektrik dan nilai probabilitas tembus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan variasi kondisi perubahan konsentrasi gas R-134, tekanan total gas campuran, dan jarak sela antar elektroda. Variasi konsentrasi gas R-134 dalam gas N2 adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% yang dihitung berdasarkan tekanan total gas campuran. Variasi tekanan total gas campuran adalah 755 mBar, 805 mBar, 855 mBar, 905 mBar, dan 955 mBar. Variasi jarak sela antara kedua elektroda adalah 2 cm dan 4 cm. Selanjutnya dilakukan simulasi distribusi dan perhitungan efisiensi medan listrik menggunakan software FEMM 4.2, sehingga dapat dilakukan perhitungan nilai kekuatan dielektrik. Kemudian dilakukan penentuan nilai probabilitas melalui perhitungan fungsi distribusi kumulatif pada 50 hasil pengujian tembus. Penentuan nilai probabilitas dilakukan pada kondisi variasi konsentrasi gas R-134 dalam gas N2 sebesar 0% dan 30%, tekanan total gas campuran 955 mBar, serta jarak sela 2 cm dan 4 cm. Melalui nilai fungsi distribusi kumulatif pada setiap pengujian, didapatkan probabilitas tembus Ud−5, Ud−50, dan Ud−95 serta dapat digambarkan grafik probabilitas tembus terhadap tegangan tembus. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu semakin besar nilai konsentrasi gas R-134 yang diberikan, maka semakin meningkat pula nilai kekuatan dielektriknya. Pada konsentrasi gas R-134 yang sama, peningkatan tekanan total gas campuran dan nilai jarak sela juga menyebabkan peningkatan pada nilai kekuatan dielektrik. Selain itu, adanya konsentrasi gas R-134 juga mampu meningkatkan nilai probabilitas tembus dielektrik gas campuran.Kata kunci: isolator gas, kekuatan dielektrik, nitrogen, probabilitas tembus, tetrafloroetana.AbstractThis study discusses the effect of the gas concentration of tetrafluoroethane (R-134) on the dielectric of nitrogen gas (N2) in a non-homogeneous dc high field. The influence analyzed is the dielectric strength and the probability of penetration. This research was carried out using variations in the condition of changes in the concentration of R-134 gas, the total pressure of the mixed gas, and the distance between the electrodes. Variations in the concentration of R-134 gas in N2 gas are 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30% which are calculated based on the total pressure of the mixed gas. The variations in the total pressure of the mixed gas are 755 mBar, 805 mBar, 855 mBar, 905 mBar, and 955 mBar. The variation of the gap between the two electrodes is 2 cm and 4 cm. Furthermore, distribution simulations and calculations of electric field efficiency were carried out using FEMM 4.2 software, so that the dielectric strength values could be calculated. Then the probability value is determined through the calculation of the cumulative distribution function on 50 test results. Determination of the probability value is carried out under conditions of variations in the concentration of R-134 gas in N2 gas of 0% and 30%, the total pressure of the mixed gas is 955 mBar, and the distance between 2 cm and 4 cm. Through the value of the cumulative distribution function in each test, the breakdown probabilities are Ud−5, Ud−50, and Ud−95, and a graph of the breakdown probability against breakdown voltage can be drawn. The results obtained in this study are the greater the concentration of gas R-134 given, the higher the value of the dielectric strength. At the same concentration of R-134 gas, an increase in the total pressure of the mixed gas and the value of the gap also causes an increase in the value of the dielectric strength. In addition, the presence of a gas concentration of R-134 is also able to increase the probability of penetrating the mixed gas dielectric.Keywords: breakdown probability, dielectric strength, gas insulator, nitrogen, tetrafluoroethane
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI CATU DAYA SISTEM PENYINARAN DAN KENDALI NUTRISI PADA TANAMAN HIDROPONIK OUTDOOR Imam Prakoso; n/a Nurussa'adah; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada era moderen ini banyak petani sayur yang mengganti dan mencari alternatif media tanam yang lebih baik. Petani mencari alternatif yang mudah untuk menananam tanamannya selain di lahan atau media tanah. Lahan yang membutuhkan luas yang besar memeberatkan petani yang tidak memiliki lahan dan beralih mencari media yang baru. Hidroponik merupakan salah satu sarana menanam tanpa menggunakan lahan yang luas dengan media air. Para petani sayur dapat bercocok tanam dengan lahan yang minim, namun dikarenakan lahan yang kecil petani hanya dapat panen sedikit selama 1 bulan. Pemeliharaan hidroponik juga tidaklah mudah ada beberapa factor untuk menjaga media tanam yaitu air agar memiliki nutrisi yang tepat. Faktor ini ada dua yaitu mengetahui PH air dan kepadatan mineral, logam dan garam pada air. PH air dapat diukur menggunakan PH meter dimana PH yang cocok pada tanaman adalah 7, sedangkan untuk mengetahui kepadatan pada media tanam adalah TDS meter. TDS meter berfungsi untuk mengatur berapa mineral, logam , dan garam dalam satuan PPM ( part per million ). Hal ini sangat perlu di jaga dalam pemeliharaan, jika PH dan kepadatan air tidak diperhatikan maka tanaman yang ditanam akan kekurangan nutrisi ataupun kelebihan nutris. Oleh karena itu dengan menggunakan sistem control jarak jauh dan sensor otomatis maka kendala tersebut dapat dihindari. Alat ini bertujuan agar tanaman dapat dijaga secara virtual ataupun jarak jauh. Kendali ini di tenagai oleh tenaga surya yang energi nya akan tersimpan di sebuah baterai. Beban yang digunakan terdapat 4 komponen yaitu PH meter, TDS meter, 2 motor DC dan LED. Alat ini dapat dikendalikan secara virtual melalui thinger.io platform IOT yang dapat memiliki kendali dan memonitor jumlah PH, jumlah kepadatan air, mengendalikan motor dc sebgai pompa, dan menyalakan LED.Kata kunci- TDS METER, PH, Solar panel, Hidroponik.ABSTRACTIn this modern era, many vegetable farmers are replacing and looking for better alternative planting media. Farmers are looking for an easy alternative to growing their crops other than on land or soil media. Land that requires a large area is burdensome for farmers who do not own land and turn to looking for new media. Hydroponics is a means of planting without using large areas of water as a medium. Vegetable farmers can grow crops with minimal land, but because the land is small farmers can only harvest a little for 1 month. Hydroponic maintenance is also easy, there are several factors to maintain planting, namely water to have the right nutrients. There are two factors, namely knowing the pH of the water and the density of minerals, metals and salts in the water. The pH of the air can be measured using a PH meter where the suitable PH for plants is 7, while the density of the growing media is the TDS meter. The TDS meter is used to control how many minerals, metals, and salts are in PPM (parts per million) units. This really needs to be done in maintenance, if the PH and air density are not considered, the plants to be planted will lack nutrients or have excess nutrients. Therefore, by using a remote control system and automatic sensors, these obstacles can be avoided. This tool is intended so that plants can be maintained virtually or remotely. This control is powered by solar energy whose energy will be stored in a battery. The load used has 4 components, namely PH meter, TDS meter, 2 DC motors and LED. This tool can be controlled virtually through the IOT thinger.io platform which can control and monitor the amount of PH, the amount of air density, control the dc motor as a pump, and LEDKeywords - TDS METER, PH, Solar panel, Hidroponik.
RANCANG BANGUN EXTERNAL DEFIBRILLATOR DUAL MODE (BIFASIK DAN MONOFASIK) DENGAN SISTEM PENGATURAN ENERGI MENGGUNAKAN METODE SWITCHING TRANSFORMATOR Muhammad Yogi Nurrohman; Zainul Abidin; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFibrilasi merupakan gangguan pada jantung yang terjadi ketika jantung berdetak terlalu cepat sehingga frekuensinya tidak dapat dihitung. Hal ini disebabkan oleh impuls listrik yang cepat dan tidak teratur. Salah satu cara untuk mengatasi fibrilasi adalah memberikan defibrilasi pada penderitanya dengan menggunakan defibrilator. Berdasarkan proses pemberian energinya defibrilator dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Pada defibrilator eksternal pemberian energi dilakukan dengan menempelkan paddle pada dada penderitanya. Proses pemberian energi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu searah (monofasik) dan 2 arah (bifasik). Energi yang diberikan merupakan energi yang bersifat statis sehingga tidak akan membahayakan penderita ketika diberikan energi pada jantungnya. Pada defibrilator perlu dilengkapi dengan sistem pengaturan energi karena setiap penderita fibrilasi memiliki kemampuan yang berbeda dalam menerima energi. Pengaturan energi dilakukan dengan cara mengatur dutycyle dan frekuensi transformator pada saat proses switching. Tujuan dilakukannya switching adalah mengonversi tegangan DC 12V menjadi tegangan tinggi yang akan digunakan untuk pengisian kapasitor. Fungsi dari kapasitor adalah menyimpan energi sementara sebelum diberikan kepada penderita. Transformator dalam alat ini menggunakan inti ferit karena dapat bekerja pada frekuensi tinggi sehingga dapat meningkatkan efisiensinya. Dari implementasi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa defibrilator dapat menghasilkan energi maksimal 500 Joule. Energi tersebut dapat diatur menggunakan dutycyle dari sinyal Pulse Width Modulation (PWM). Selain itu, pemberian energi dapat dilakukan menggunakan mode monofasik maupun bifasik. Konversi tegangan menggunakan proses switching dapat menghasilkan tegangan maksimal 2000V. Akan tetapi, transformer hanya mampu mengasilkan arus sebesar 400mA dalam proses pengisian kapasitor. Sehingga proses pengisian kapasitor membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal tersebut dikarenakan topologi fly-back pada dasarnya dirancang untuk menghasilkan tegangan tinggi dengan arus keluaran yang relatif kecil.Kata kunci: Defibrilator, Energi, Monofasik, Bifasik, SwitchingABSTRACTFibrillation is a heart disorder that occurs when the heart beats so fast that its frequency cannot be counted. It is caused by fast and irregular electrical impulses. One way to overcome fibrillation is to provide defibrillation to the sufferer by using a defibrillator. Based on the process of giving energy, defibrillators are divided into two, namely internal and external. In an external defibrillator, energy is given by attaching a paddle to the patient's chest. The process of giving energy can be done in two ways, namely unidirectional (monophasic) and 2-way (biphasic). The energy given is static energy so it will not harm the patient when given energy to the heart. The defibrillator needs to be equipped with an energy regulation system because each person with fibrillation has a different ability to receive energy. Energy regulation is done by adjusting the duty cycle and frequency of the transformer during the switching process. The purpose of switching is to convert 12V DC voltage into a high voltage that will be used for charging capacitors. The function of the capacitor is to store energy temporarily before it is given to the patient. The transformer in this tool uses a ferrite core because it can work at high frequencies so that it can increase its efficiency. From the implementation, it is found that the defibrillator can produce a maximum energy of 500 Joules. The energy can be adjusted using the duty cycle of the Pulse Width Modulation (PWM) signal. In addition, energy delivery can be carried out using monophasic or biphasic modes. Voltage conversion using a switching process can produce a maximum voltage of 2000V. However, the transformer is only capable of producing a current of 400mA in the process of charging the capacitor. So the process of charging the capacitor takes a longer time. This is because the fly-back topology is basically designed to produce high voltages with relatively small output currents.Keywords: Defibrillator, Energy, Monophasic, Biphasic, Switching
PENGONTROLAN HIGH PRESSURE PUMP PADA PHOTOVOLTAIC REVERSE OSMOSIS BERBASIS PREDIKSI MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN Fadhilah Rusydah; Muhammad Muslim; Goegoes Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu unsur di bumi yang memegang peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan, khususnya bagi manusia. Akan tetapi saat ini dunia dan Indonesia tengah mengalami krisis air bersih. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih adalah dengan osmosis balik. Osmosis balik merupakan salah satu dari sistem desalinasi yang memanfaatkan membrane semi permeable. Salah satu kekurangan dari sistem osmosis balik ini adalah mempunyai banyak komponen yang beberapa diantaranya memerlukan daya yang begitu besar dalam pengoperasiannya. Salah satu komponennya yaitu, high pressure pump, komponen ini berfungsi untuk mendorong air melewati membrane sehingga kandungan dalam air dapat terpisahkan. Kebutuhan daya yang begitu banyak ini dapat diatasi dengan penggunaan energi matahari sebagai sumber energi dengan menggunakan panel surya dan dengan menggunakan sistem kontrol yang tepat untuk mengontrolnya. Salah satu cara mengontrol high pressure pump ini dapat dilakukan dengan mengaplikasikan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Secara sederhana jaringan syaraf tiruan dapat dikatakan sebagai sebuah pemrosesan informasi berdasarkan perilaku jaringan syaraf biologi. Dengan hasil akhir rata-rata durasi penyalaan pompa setelah pengontrolan selama 15 hari memakan waktu sebanyak 295 menit atau 4 jam 55 menit dengan rata-rata penggunaan daya sebesar 5,9kWh. Kata kunci : jaringan syaraf tiruan, osmosis balik, kontrol ABSTRACT Water is one of the elements on earth that plays an important role in the sustainability of life, especially for humans. However, currently the world and Indonesia are experiencing a clean water crisis. One of method to produce fresh water is reverse osmosis. Reverse osmosis is a desalination system that utilizes a semi-permeable membrane. One of the drawbacks of this reverse osmosis system is that it has many components, some of which require a lot of power to operate. One of its components, namely, a high pressure pump, this component functions to push water through the membrane so that the content in the water can be separated. This huge power requirement can be overcome by using solar energy as an energy source by using solar panels and by using an appropriate control system to control it
RANCANG BANGUN NODE KONTROLER POMPA PADA PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS GREENHOUSE BERBASIS IOT Muhammad Athalla; Onny Setyawati; Raden Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGreenhouse merupakan salah satu metode modern dalam pembudidayaan tanaman dengan metode memanipulasi kondisi lingkungan sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Untuk menghasilkan tanaman greenhouse yang sehat dan subur, diperlukan beberapa faktor seperti, suhu, sinar matahari, air, dan kelembaban tanah yang sesuai dengan jenis tanamannya. Dalam praktiknya, penyiraman tanaman di dalam metode greenhouse membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya yang banyak sehingga terjadi pemborosan dan kurangnya efisiensi. Melihat masalah yang ada, peneliti ingin menawarkan solusi kepadapetani greenhouse dengan menciptakan sebuah alat penyiraman tanaman otomatis yang dapat melakukan penyiraman yang cukup sesuai dengan jenis tanaman, bekerja secara otomatis, dan membutuhkan biaya yang sedikit dalam pembuatan dan perawatan. Node kontroler pompa ini dilengkapi dengan ESP 32 sebagai mikrokontrolernya, sistem penyiraman dilakukan menggunakan pompa air dan pompa air DC M-Series Hiu Dual Pump dan memiliki catu daya menggunakan adaptor 5V 3A. Node kontroler pompa dapat bekerja secara otomatis, saat nilai melewati batas dari nilai yang ditetapkan maka aktuator menyala. Pengujian node diperoleh penerimaan data menggunakan Bluetooth membutuhkan waktu 1,88 detik hingga 3,18 detik, dan melakukan pengiriman data menggunakan internet membutuhkan 386 MB dengan daya sebesar 1,2 W dalam keadaan bekerja. Kata kunci: Greenhouse, Node Kontroler pompa, penyiraman ABSTRACTGreenhouse is one of the modern methods in plant cultivation by manipulating environmental conditions according to the desired conditions. To produce healthy and fertile greenhouse plants, several factors are needed, such as temperature, sunlight, water, and soil moisture according to the type of plant. In practice, watering plants in the greenhouse method requires a lot of energy, time, and cost, resulting in wastage and lack of efficiency. Seeing the existingproblems, the researcher wants to offer a solution to greenhouse farmers by creating an automatic plant watering device that can do sufficient watering according to the type of plant, works automatically, and requires little cost in manufacture and maintenance. This pump controller node is equipped with ESP 32 as its microcontroller, the watering system is carried out using a water pump and a DC M-Series Hiu Dual Pump water pump and has a power supply using a 5V 3A adapter. The pump controller node can work automatically, when the value exceeds the limit of the set value, the actuator turns on. Testing the nodes obtained that receiving data using Bluetooth takes 1.88 seconds to 3.18 seconds, and sending data using the internet requires 386 MB with a power of 1.2 W in a working state. Keywords: Greenhouse, Pump Controller Node, Watering, IoT
RANCANG BANGUN SISTEM PEMANTAU DAN PENGENDALI MESIN DEHIDRATOR INFRARED BURNER UNTUK PROSES PENGERINGAN MI SEHAT Delia Dwi Novrianti; Raden Setyawan; Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMie merupakan jenis makanan yang sering dikonsumsi berbagai kalangan masyarakat karena dapat berorientasi dalam mengenyangkan perut dan juga tingginya nilai gizi yang terkandung dalam mi. Kedai Mie Serdadu merupakan salah produsen mi sehat dengan memanfaatkan sayuran dan buah-buahan sebagai bahan pewarna alami pada mi. Tingginya permintaan mi dari luar Pulau Jawa dan terbatasnya beberapa pihak ekspedisi yang dapat mengirim produk mi basah dalam keadaan beku menyebabkan Kedai Mi Serdadu berusaha melakukan pengeringan mi. Pengeringan yang digunakan berupa mesin pengering oven dengan tingkat kegagalannya yang mencapai 70% karena kesulitan dalam mempertahankan suhu optimal untuk menjaga nutrisi dan kepekatan warna pada mi. Pada penelitian ini dilakukan proses perancangan mesin dehidrator dengan sistem pemantauan nilai suhu, kelembapan, berat dan kadar air serta sistem pengendali otomatis pada komponen pemanas berupa teknologi infrared burner. Hasil proses pengeringan mi sehat dengan mesin dehidrator infrared burner ini dinilai mampu mempertahankan nutrisi pada mi dan tingkat kekeringan sesuai dengan standar SNI mi kering. Dengan berat awal rata-rata per-mi 84,92 gram dan kadar air 29,96% setelah dilakukan proses pengeringan dengan pengendalian suhu 72-75°C selama 165 menit dihasilkan mi kering dengan berat awal rata-rata per-mi 67,62 gram dan kadar air sebesar 9,59%. Pada proses pengeringan tersebut, besar konsumsi daya listrik yang hanya berkisar0,391 kWh dan gas LPG sebesar 0,28 kg. Kata Kunci: Mi Sehat, Infrared Burner, Suhu, Kelembapan, Berat, Kadar Air ABSTRAKNoodles are a type of food that is often consumed by various groups of people because it can be oriented in filling the stomach and also the high nutritional value contained in noodles. Kedai Mie Serdadu is a producer of healthy noodles by using vegetables and fruits as natural coloring agents for noodles. The high demand for noodles from outside Java and the limited of expeditions that can send frozen wet noodle products have caused Kedai Mi Serdadu try to dry the noodles. Drying used in the form of an oven dryer with a failure rate of up to 70% due to the difficulty in maintaining the optimal temperature to maintain nutrients and color density in noodles. In this research, the process of designing a dehydrator machine with a monitoring system for temperature, humidity, weight and moisture values is carried out as well as an automatic control system for heating components in the form of i
ANALISIS PERBANDINGAN TOTAL HARMONIC DISTORTION DIODE RECTIFIER DENGAN DAN TANPA PWM ACTIVE FILTERING RECTIFIER: Comparison Analysis Of Total Harmonic Distortion Diode Rectifier With And Without PWM Active Filtering Rectifier Ekwin Manalu; Waru Djuriatno; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenggunaan konverter daya saat ini sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari didalam masyarakat. Salah satu konverter daya yang adalah penyearah. Pada penyearah dapat terjadi harmonisa, dimana harmonisa dapat menyebabkan terjadinya distorsi tegangan dan arus sehingga menimbulkan kerugian. Dalam penelitian ini akan dilakukan cara untuk mengurangi besar total harmonic distortion pada diode rectifier dengan penambahan PWM active filtering rectifier. Penelitian ini akan disimulasikan menggunakan simulink matlab R2021a. Dalam penelitian ini akan ditampilkan hasil simulasi dan analisisnya respon serta total harmonic distortion pada diode rectifier dengan dan tanpa PWM active filtering rectifier dengan perubahan besaran resistor pada sisi beban. Kata kunci: Rectifier, total harmonic distortion, diode, IGBT, simulink matlab R2021a ABSTRACTThe use of power converters is currently very widely used in everyday life in the elements of society. One of the power converters is a rectifier. In the rectifier, harmonics can occur, where harmonics can cause voltage and current distortions, causing losses. In this research, a way to reduce the total harmonic distortion in the diode rectifier will be carried out by adding an active PWM filtering rectifier. This research will be simulated using simulink matlab R2021a. In this study, the results of the simulation and analysis of the response and total harmonic distortion in the diode rectifier with and without PWM activefiltering rectifier will be displayed with changes in the resistor size on the load side. Keywords: Rectifier, total harmonic distortion, diode, IGBT, simulink matlab R2021
ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN BANDWIDTH PADA JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN METODE PCQ (PER CONNECTION QUEUE) Chofifah Setiawati; Wahju Prijono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Network quality is a determining factor for user convenience in carrying out computer network activities. In a computer network, a bandwidth setting is needed so that there is no monopoly on bandwidth usage. Bandwidth management can be done using a mikrotik routerboard RB941-2nd with a proxy setting application using WinBox. Implementation of bandwidth management using the PCQ (Per Connection Queue) method with simple queue and queue tree queuing techniques. To observe network quality performance using Network Analyzer Wireshark when each PC conducts video conference. The results of this bandwidth optimization can be applied and produce good values ​​for both queuing techniques. So from the results of the four network parameter values, the best value according to the TIPHON category is the Queue Tree queuing technique with an average MOS (Mean Opinion Score) value of 4.158725 in the very good category with an average Packet Loss value of 0 ,705458521%. The average delay value is 1.624707082 ms. The results of the average Jitter value of 5.07737 x 10-16. The average throughput value is 1.762723809 Mbps. The length of the duration, the type of queuing technique, the type of video conferencing, and the quality of the network also affect the results of QoS (Quality of Service). Keywords— Simple Queue, Queue Tree, PCQ, Bandwidth Abstract Kualitas jaringan merupakan suatu faktor penentu kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas jaringan komputer. Pada suatu jaringan komputer diperlukan suatu pengaturan bandwidth agar tidak terjadi monopoli penggunaan bandwidth. Manajemen bandwidth dapat dilakukan menggunakan mikrotik routerboard RB941-2nd dengan aplikasi pengaturan mikrotik menggunakan WinBox. Implementasi manajemen bandwidth menggunakan metode PCQ (Per Connection Queue) dengan teknik antrian simple queue dan queue tree. Untuk mengamati performansi kualitas jaringan menggunakan Network Analyzer Wireshark pada saat masing-masing PC melakukan video conference. Hasil optimasi bandwidth ini mampu diterapkan dan menghasilkan nilai yang baik pada kedua teknik antrian. Maka dari hasil keempat nilai parameter jaringan, didapatkan nilai yang paling baik menurut kategori TIPHON adalah pada teknik antrian Queue Tree dengan nilai rata-rata MOS (Mean Opinion Score) sebesar 4,158725 berkategori sangat bagus dengan hasil rata-rata nilai Packet Loss sebesar 0,705458521%. Hasil rata-rata nilai Delay sebesar 1,624707082 ms. Hasil rata-rata nilai Jitter sebesar 5,07737 x 10-16. Hasil rata-rata nilai Throughput sebesar 1,762723809 Mbps. Lamanya durasi, jenis teknik antrian, jenis video conference, dan kualitas jaringan juga mempengaruhi hasil dari QoS (Quality of Service). Kata Kunci— Simple Queue, Queue Tree, PCQ, Bandwidth

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue