cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
PENGENDALIAN ORIENTASI SUDUT PADA ANTENNA TRACKER BERBASIS GPS DENGAN KONTROL LOGIKA FUZZY Muhammad Saputra; n/a Rahmadwati; Goegoes Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PERAMALAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI MENGGUNAKAN METODE JST ELMAN-RNN DI DAERAH MALANG JAWA TIMUR Mochammad Hanan; Rini Hasanah; Tri Nurwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKrisis energi dan masalah lingkungan yang terjadi saat ini membuat manusia untuk berusaha mencari sumberenergi alternatif yang bersifat terbarukan dan memberikan dampak minimal terhadap lingkungan yang ditimbulkanakibat dari hasil pembakaran bahan bakar fosil yang menimbulkan polusi gas rumah kaca. Salah satunya denganmemanfaatkan energi matahari yang dapat diubah menjadi energi listrik. Mengingat besarnya potensi energi mataharisebagai sumber energi terbaharukan maka diperlukan adanya pengukuran intensitas radiasi matahari. Dengan adanyadata intensitas matahari, kita dapat meramalkan intensitas matahari pada masa mendatang, salah satunya denganmetode Elman-RNN. Perhitungan akurasi nilai kesalahan dalam penelitian ini mengunakan metode Mean Square Error(MSE). Fungsi latih yang digunakan pada penelitian ini antara lain TRAINGD, TRAINDGA, TRAINGDM,TRAINGDX, dan TRAINSCG. Dari kelima fungsi latih tersebut, fungsi latih TRAINSCG menghasilkan total nilaiMSE terkecil yaitu sebesar 7,62. Sehingga dalam penelitian ini fungsi latih TRAINSCG memiliki akurasi peramalanyang lebih baik khususnya untuk data intensitas radiasi matahari Bulan Januari 2017 di Kota Malang, Jawa Timur.Kata kunci: Peramalan, Elman, Jaringan Syaraf Tiruan, MSE, intensitas radiasi matahariABSTRACTThe current energy crisis and environmental problems make people try to find alternative energy sourcesthat are renewable and have minimal impact on the environment as a result of burning fossil fuels that causegreenhouse gas pollution. One of them is by utilizing solar energy which can be converted into electrical energy.Given the huge potential of solar energy as a renewable energy source, it is necessary to measure the intensity ofsolar radiation. With the solar intensity data, we can predict the solar intensity in the future, one of which is theElman-RNN method. The calculation of the accuracy of the error value in this study uses the Mean Square Error(MSE) method. The training functions used in this study include TRAINGD, TRAINDGA, TRAINGDM, TRAINGDX,and TRAINSCG. Of the five training functions, the TRAINSCG training function resulted in the smallest total MSEvalue of 7.62. So that in this study the TRAINSCG training function has better forecasting accuracy, especially fordata on the intensity of solar radiation in January 2017 in Malang City, East Java.Keywords: Forecasting, Elman, Recurrent N
PENGARUH CHARGING RATE ENERGI ELEKTRIK PADA BATERAI TIPE LITHIUM POLYMER TERHADAP KINERJANYA Daffa’ Fadhillah; Sholeh Pramono; Rini Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBaterai lithium polymer adalah jenis baterai litium selain jenis baterai lithium-ionyang umum digunakan. Memiliki karakteristik elektrolitnya berbentuk padatmemungkinkan baterai lithium polymer lebih tahan terhadap perubahantemperatur sehingga umur pakai baterai lebih tahan lama jika proses pengisiandan pengosongan dilakukan dengan benar.Pada penelitian ini membandingkan metode pengisian baterai CC-CV dengancharging rate sebesar 1 C dan 2 C untuk mengetahui durasi pengisian, muatanyang tersimpan, serta perubahan temperatur baterai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai dengan charging rate 2 C 43 % lebihcepat dalam durasi pengisian, kenaikan temperatur berbeda 1°C dibanding dengancharging rate 1 C, 4,36 % lebih banyak memakai energi dari charging rate 1 C,dan 2,13 % lebih sedikit menyimpan energi dibanding dengan charging rate 1 C.Kata kunci : baterai, lithium-polymer (li-po), pengisian energi elektrik.ABSTRACTLithium polymer battery is one of lithium battery type besides ltthium-ion thatwidely use. The characteristics of the electrolyte in solid state is making lithiumpolymer battery more resilient to temperature change so battery lifetime is longerif charging and discharing process is done correctly.This research compares CC-CV charging method between charging rate of 1 Cand 2 C to observe charging duration, stored charge, and battery temperaturechange.The result of the research shows that the battery with charging rate of 2 C is 43 %faster in charging duration with different in rise of temperature of 1°C comparedto charging rate of 1 C, energy used is 4,36 % more than charging rate of 1 C,and energy stored is 2,13 % less than charging rate of 1 C.Keywords : battery, lithium-polymer (li-po), electric energy charging.
PENGETEST KELAIKAN MOTOR AC INDUKSI TIGA PHASE MENGGUNAKAN KONTROLER PI Nadya Maharani; Mochammad Rusli; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak─ Motor Induksi merupakan motor listrik yang digerakkan oleh arus bolak balik (AC) untukmengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang banyak digunakan sebagai penggerak beban. Untukmengetahui kondisi baik atau tidaknya motor induksi diperlukan alat pengetesan. Umumnya pengetesanmotor dilakukan tanpa beban. Metode ini tidak menjamin kondisi motor sepenuhnya baik ketika diberikanbeban. Skripsi ini menjelaskan tentang alat pengetesan untuk mengontrol beban motor AC induksi tigaphase sehingga dapat diketahui kelaikan motor AC Induksi tiga phase saat diberikan beban tertentu dengancara yang terkontrol. Salah satu kontrol yang dapat digunakan adalah kontrol PI. Pada skripsi ini akandipaparkan simulasi motor AC yang akan diuji untuk melihat karakteristik respon sistem ketika induktansi,frekuensi dan perubahan ketika tidak diberi beban maupun ketika diberikan beban.Kata Kunci: pengujian motor ac, pengujian beban motor, kontroler PIAbstract─ An induction motor is an electric motor that is driven by alternating current (AC) to convertelectrical energy into mechanical energy which is widely us
ANALISIS DAYA KELUARAN PADA SISTEM PANEL SURYA YANG MENGGUNAKAN MPPT INCREMENTAL CONDUCTANCE DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Fira Utami; Hadi Suyono; Lunde Ardhenta
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk banyak hal, salah satunya adalah sebagai sumber energiterbarukan. Hal ini dikarenakan sinar matahari merupakan sumber daya alam yang tidak akan pernah habismeskipun digunakan terus menerus. Namun, dikarenakan salah satu permasalahan pada pemanfaatan sistem PVadalah energi listrik yang dihasilkan terbilang rendah maka diperlukan metode yang dapat digunakan untukmeningkatkan efisiensi panel surya sehingga saat terjadi perubahan radiasi matahari panel surya tetap bekerjasecara maksimal. Sebagai upaya untuk mengoptimalkan kerja panel surya, perlu Maximum Power PointTracking (MPPT) yang dapat menentukan titik daya maksimal panel surya dengan melacak daya maksimumsebuah panel surya sehingga didapatkan efisiensi maksimum dalam berbagai kondisi suhu dan radiasi. Banyaksekali macam algoritma yang dapat digunakan pada sistem MPPT, beberapa dari algoritma tersebut yaituIncremental Conductance dan Particle Swarm Optimization. Algortima Incremental Conductance dipilih padasimulasi ini karena dapat menentukan titik MPP dan otomatis berhenti pada operating point. Dibandingkandengan algoritma lain, algoritma Incremental Conductance dinilai lebih baik dalam menyesuaikan nilai radiasiyang ditangkap oleh panel surya. Pada simulasi ini juga ditambahkan sebuah konverter Buck-Boost yangbertujuan menaikkan dan menurunkan nilai tegangan secara otomatis sehingga dapat memaksimalkan kerja darikeluaran panel surya.Kata Kunci—Panel Surya, Maximum Power Point Tracking (MPPT), Incremental Conductance, ParticleSwarm Optimization.ABSTRACTUtilization of sunlight can be used for many things, one of which is as a source of renewable energy. This isbecause sunlight is a natural resource that will never run out even if it is used continuously. However, becauseone of the problems in using PV systems is that the electrical energy produced is relatively low, a method thatcan be used to increase the efficiency of solar panels is needed so that when there is a change in radiation, thesolar panels will still work optimally. In an effort to optimize the work of solar panels, Maximum Power PointTracking (MPPT) is needed which can determine the maximum point of solar panels by tracking the maximumpower of a solar panel so as to obtain maximum efficiency in various temperature and radiation conditions.There are many kinds of algorithms that can be used in MPPT systems, some of them are IncrementalConductance and Particle Swarm Optimization. The Incremental Conductance algorithm was chosen in thissimulation because it can determine the MPP point and automatically stops at the operating point. Compared toother algorithms, the Incremental Conductance algorithm is considered better in adjusting the radiation valuecaptured by solar panels. In this simulation, a Buck-Boost converter is also added which aims to increase anddecrease the voltage value automatically so that it can maximize the work of the solar panel output.Keywords—Solar Panel, Maximum Power Point Tracking (MPPT), Incremental Conductance, ParticleSwarm Optimization.
PEMODELAN SISTEM PLANT MOTOR GENERATOR DC 24V DENGAN METODE IDENTIFIKASI GENERALIZED LEAST SQUARES (GLS) Adi Ismanurpapa; Muhammad Muslim; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIdentifikasi merupakan suatu kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan,meneliti, mencatat sebuah data dan informasi dari kegiatan lapangan. Salah satu metode untukmendapatkan model matematika sistem fisik adalah dengan identifikasi. Pada penelitian inidilakukan pada plant motor generator DC 24V, proses identifikasi sistem denganmenggunakan metode Generalized Least Squared (GLS) dengan struktur model ARMAX orde2. Sinyal uji yang digunakan sebagai masukan sistem plant motor generator DC adalah sinyalPseudo Random Binary Sequance (PRBS). Proses pembangkitan sinyal uji dan pengambilandata input- output sistem fisik dilaksanakan menggunakan mikrokontroler arduino mega2560.Data yang kirim oleh mikrokontroler akan diterima oleh perangkat lunak identifikasi danlangsung diolah, sehingga proses identifikasi berjalan secara on-line. .Perangkat lunak inimenampilkan setiap proses perubahan parameter dan hasil identifikasinya dalam bentuk fungsialih diskrit. Dari pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil model matematisnya yaituy(k) = 1 + 0.01675y(k-1) + 0.04303y(k-2) - 0.022083y(k-1) + 0.034117y(k-2). Sedangkan hasiluji validasi dengan sinyal uji step 90.3, dan whiteness test terbaik adalah R(0) = 0.006217,RN(0) = 1, RN(1) 0.09601, RN (2) = 0.136.Kata Kunci — Identifikasi sistem, GLS, ARMAX, PRBS, plant motor ABSTRACTIdentification is an activity that seeks, finds, collects, researches, records data andinformation from field activities. One method to obtain a mathematical model of a physicalsystem is identification. This research was conducted on a 24V DC motor generator plant, thesystem identification process using the Generalized Least Squared (GLS) method with anARMAX order 2 model structure. The test signal used as input to the DC motor generator plantsystem is a Pseudo Random Binary Sequance (PRBS) signal. . The process of generating testsignals and retrieval of input-output data for the physical system is carried out using the ArduinoMega2560 microcontroller. The data sent by the microcontroller will be received by theidentification software and processed immediately, so that the identification process runs online. This software displays each parameter change process and its identification results in theform of a discrete transfer function. From the tests that have been carried out, the results of themathematical model are y(k) = 1 + 0.01675y(k-1) + 0.04303y(k-2) - 0.022083y(k-1) +0.034117y(k-2). While the results of the validation test with the test signal step 90.3, and thebest whiteness test is R(0) = 0.006217, RN(0) = 1, RN(1) 0.09601, RN (2) = 0.136.Keywords — System identification, GLS, ARMAX, PRBS, plant motor
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH LINGKARAN FREKUENSI 2,35 GHZ PADA SPESIFIKASI JARINGAN MID-BAND 5G TELKOMSEL Muhammad Rizal; Wahju Prijono; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAntena adalah perangkat logam yang digunakan untuk mengirim atau menerima gelombang radio.Antena mikrostrip merupakan jenis antena yang cukup mudah untuk di produksi. Penggunaan antenamikrostrip banyak digunakan untuk sistem komunikasi nirkabel dan seluler. Dari namanya antenamikrostrip memiliki desain yang kecil dan berupa lempengan logam yang terdiri dari beberapabagian yaitu patch, substrate, dan ground plane. Layanan 5G belum bisa dirasakan oleh masyarakatluas dikarenakan perangkat yang beredar di masyarakat masih belum memadai untuk diterapkannyateknologi 5G. Di Indonesia sendiri, Telkomsel telah menyediakan layanan 5G dalam lingkup yangcukup kecil karena wewenang yang dimiliki untuk layanan 5G baru sebesar 30 MHz di frekuensi2,35 GHz. Ketika dibandingkan dengan kondisi ideal lebar pita frekuensi untuk teknologi 5G yaitu≥ 100 MHz (Lopes, et al., 2020), terdapat perbandingan 1:3 dengan layanan yang telah disediakanoleh pihak Telkomsel. Pada penelitian ini akan dibuat desain antena mikrostrip patch lingkaran yangdapat beroperasi pada frekuensi 2,35 GHz yang dapat bekerja sesuai dengan spesifikasi lebar pitafrekuensi ideal untuk 5G (≥ 100 MHz).Kata Kunci: Antena, Antena Mikrostrip, Return Loss, VSWR, Bandwidth ABSTRACTAntenna is a metal device used to transmit or receive radio waves. Microstrip an antenna is a typeof antenna that is quite easy to produce. Microstrip antennas are widely used for wireless and cellularcommunication systems. From the name, the microstrip antenna has a small design and is in theform of a metal plate consisting of several parts, namely the patch, substrate, and ground plane. 5Gservices cannot be felt by the wider community because the devices circulating in the communityare still not adequate for the implementation of 5G technology. In Indonesia itself, Telkomsel hasprovided 5G services in a fairly small scope because of the authority it has for new 5G services of30 MHz in the 2,35 GHz frequency. When compared to the ideal condition of the frequencybandwidth for 5G technology, which is 100 MHz (Lopes, et al., 2020), there is a 1:3 comparisonwith the services provided by Telkomsel. In this research, a circular patch microstrip antenna designwill be made that can operate at a frequency of 2,35 GHz which can work according to thespecifications of the ideal frequency bandwidth for 5G (≥ 100 MHz).Keywords: Antenna, Microstrip Antenna, Return Loss, VSWR, Bandwidth
MONITORING JARINGAN WIRELESS PADA SDN 01 JAMBEARJO MENGGUNAKAN MIKROTIK YANG TERINTEGRASI DENGAN BOT TELEGRAM Muhammad Hakim; Muhammad Purnomo; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022):
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJaringan telekomunikasi merupakan bentuk dari perkembangan teknologi informasi dankomunikasi. Pada saat ini jaringan telekomunikasi digunakan hampir disetiapperusahaan,instansi, dan bahkan di institusi pendidikan sudah menggunakan jaringantelekomuniasi dalam proses pertukaran informasi dan data. Sehingga diperlukan adanyamonitoring terhadap jaringan yang bertujuan untuk mengatur sistem jaringan yang beradapada wilayah atau area tertentu. Monitoring juga dapat mempermudah penulis dalammemahami kondisi jaringan yang berada di lapangan,yaitu dengan menggunakan perangkatmikrotik. Perangkat mikrotik router operating system (OS) dapat berfungsi sebagai routernetwork yang memiliki fitur untuk Ip network maupun jaringan wireless,sehinggadiperlukannya monitoring dalam mengatur dan mengontrol jaringan. Pemanfaatanperkembangan teknologi diperlukan agar dapat dilakukannya monitoring jaringan secarareal time. Salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi chat messenger Telegram. Telegrammerupakan aplikasi chat messenger yang dapat diintegrasikan dengan mikrotikmenggunakan media bot untuk dilakukannya proses monitoring. Pemanfaaran Telegramyang terintegrasi dengan mikrotik dalam monitoring jaringan adalah untuk menjadi mediayang dapat menerima informasi yang dapat disalurkan kepada pengguna secara real timetentang kondisi jaringan yang dilakukan monitoring.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemonitoring jaringan yang ada di SDN 01 Jambearjo secara jarak jauh dan real timemenggunakan bot Telegram untuk mengetahui kondisi status access point dan jumlahpemakaian internet yang terjadi di SDN 01 Jambearjo.Kata Kunci— Mikrotik,Telegram,Telegram bot,Internet. ABSTRACTA telecommunication network is a form of information and communication technologydevelopment. At this time telecommunications networks are used by almost every company,agency, and even educational institution that already use telecommunications networks inthe process of exchanging information and data. So it is necessary to monitor the networkthat aims to regulate the network system that is in a particular area or area. By using aMikrotik device, monitoring can also make it easier for writers to understand networkconditions in the field. The Mikrotik router operating system (OS) device can function as anetwork router that has features for IP networks and wireless networks%2
SISTEM PENGONTROLAN KADAR OKSIGEN TERLARUT PADA BUDIDAYA AKUAPONIK MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC MAMDANI Alfathan Pradana; Bambang Siswojo; Erni Yudaningtyas
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akuaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan hidroponik dan akuakultur dalam lingkungan yang bersifat simbiosis. Kualitas airsangat berperan penting bagi keberlangsungan budidaya ikan dan tanaman. Salah satu parameter yang menjadi penentu kualitas air adalah kadar oksigen terlarut. Organisme akuatik memerlukan oksigen dalam jumlah yang cukup agar tidak terjadi stress, hypoxia pada jaringan, anoreksia, ketidaksadaran, mudah terserang penyakit dan parasit. dibuat sebuah sistem pengontrolan kadar oksigen terlarut menggunakan metode fuzzy logic mamdani yang bertujuan untuk mengontrol dan menjaga kadar oksigen pada air dalam sistem akuaponik dalam kadar yang baik bagi ikan dan tanaman. Komponen utama yang digunakan yaitu sensor DO, Arduino UNO, dan aerator. Pengujian dilakukan dengan menggunakan beberapa setpoint kadar oksigen terlarut yang berbeda yaitu 5, 5,5, dan 5,6 mg/L serta diberi gangguan pada setiap setpointnya. Hasil yang didapatkan bahwa sistem ini dapat mengontrol kadar oksigen terlarut mendekati setpoint yg telah ditentukan, dapat mengatasi gangguan yang diberikan dengan recovery time yg singkat, memiliki setling time yang singkat, tidak terdapat overshoot, dan offset dibawah batas toleransi 5%. memiliki error terbesar masih dibawah toleransi 5% masingmasing yaitu 4,4%, 4,4%, dan 4,2%. Abstract Aquaponics is a sustainable farming system that combines hydroponics and aquaculture in a symbiotic environment. Air quality is very important for the sustainability of fish and plant cultivation. One of the parameters that determine air quality is dissolved oxygen levels. Aquatic organisms need oxygen in sufficient quantities to prevent stress, tissue hypoxia, anorexia, unconsciousness, susceptibility to disease and parasites. A system for controlling dissolved oxygen levels was made using the Mamdani fuzzy logic method which aims to control and maintain oxygen levels in the aquaponics system at good levels for fish and plants. The main components used are DO sensors, Arduino UNO, and aerators. The test was carried out using several different setpoints of dissolved oxygen levels, namely 5, 5.5, and 5.6 mg/L as well as disturbances at each setpoint. The results obtained are that this system can control dissolved oxygen levels close to a predetermined setpoint, can overcome the disturbances given by a short recovery time, has a short setting time, does not contain any overshoot, and offset below the
PENERAPAN INTERNET OF THINGS PADA SISTEM MONITORING SMART GROWTH BOX MICROGREENS MENGGUNAKAN APLIKASI BLYNK Muhammad Alfanny; n/a Nurussa’adah; Sapriesty Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKInternet of Things (IoT) dapat diterapkan pada berbagai aspek, tarutama dapat digunakan sebagai sistem untukmonitoring alat. smart growth box microgreens merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menanam tanamanmicrogreens. Penerapan Internet of Things (IoT) pada sistem monitoring smart growth box microgreens bertujuanuntuk mempermudah pengguna dalam monitoring alat karena dapat diakses dari jarak jauh melalui smartphone yangterhubung ke internet. Pada penelitian ini menggunakan sensor HCSR-04 untuk mengukut tinggi tanaman dankapasitas air serta load cell untuk menimbang benih sebelum disemai. Hasil pembacaan sensor diproses oleh ArduinoNano lalu akan dikirimkan ke ESP32 sehingga data tersebut dapat ditampilkan oleh aplikasi Blynk. Hasil penelitianyang dilakukan, menunjukan sistem berjalan sesuai dengan rancangan. Data yang didapat dari hasil pengujian,HCSR-04 dapat mengukur tinggi tanaman dengan rata rata error sebesar 18,85% di mana nilai error terbesar terjadipada hari pertama. Selanjutnya sensor load cell dapat menimbang benih cukup akurat dengan rata rata error sebesar0,0501%. Dari data yang didapat pula, input setpoint dari Blynk dapat direspon dengan baik oleh ESP32 danpengiriman data hasil pembacaan sensor berjalan dengan tepat sesuai rancangan. Selain itu data hasil pembacaansensor dapat ditampilkan pada aplikasi Blynk dengan tepat dan dapat menampilkan notifikasi sesuai dengan setpointyang ditentukan.Kata Kunci: IoT, Microgreens, monitoring, BlynkABSTRACTInternet of Things (IoT) can be applied to various aspects, especially it can be used as a system for monitoring device.smart growth box microgreens is used to grow microgreens. The application of the Internet of Things (IoT) on themonitoring system for the smart growth box microgreens aims to make it easier for users to monitor the devicebecause it can be accessed remotely via a smartphone connected to the internet. In this research, the HCSR-04 sensorwas used to measure plant height and water capacity as well as a load cell to weigh seeds before sowing. The sensorreading results are processed by the Arduino Nano and then sent to the ESP32 so that the data can be displayed bythe Blynk application. The results of the research conducted, showed the system was running according to the design.The data obtained from the test results, HCSR-04 can measure plant height with an average error of 18.85% wherethe largest error value occurs on the first day. Furthermore, the load cell sensor can weigh the seeds quite accuratelywith an average error of 0.0501%. From the data obtained, the input setpoint from Blynk can be responded well bythe ESP32 and sending data from the sensor readings goes exactly according to the design. In addition, sensorreading data can be displayed on the Blynk application correctly and can display notifications according to thespecified setpoint.Keywords: IoT, Microgreens, monitoring, Blynk

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue