cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
PENILAIAN KOMPOSISI RULE OF THIRDS PADA FOTOGRAFI MENGGUNAKAN BANTUAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Tomi Putro Utomo; Adharul Muttaqin; Muhammad Aswin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.545 KB)

Abstract

Rule of thirds adalah salah satu panduankomposisi yang paling dikenal oleh fotografer untukmenciptakan foto yang berkualitas [1]. Komposisi inididapatkan dengan membagi bidang gambar dalam tigabagian yang sama besar dan proporsional baikhorizontal maupun vertikal. Maka terbentuklah garisgarisimajiner dan empat titik perpotongan garisimajiner tersebut. Menurut aturan ini, sebaiknya bagianfoto yang paling menarik ditempatkan di salah satu titiktersebut [2]. Berdasarkan kajian psikologis, kemampuanmanusia untuk menilai dan mengklasifikasi estetikalebih bersifat kualitatif dan subjektif dan banyakmengacu pada persepsi visual dan ketertarikan padajenis fotografi yang berbeda-beda [3].Pada penelitian ini dibuat perangkat lunak untukmenilai komposisi rule of thirds sebuah foto. Foto dinilaidengan cara menghitung jarak antara centroid (pusatmassa suatu bangun) subjek foto dengan salah satu titikperpotongan rule of thirds yang terdekat. Centroidditentukan dengan menggunakan metode Monte Carlo,yaitu dengan cara menyebar sampel acak pada wilayahyang telah digunakan saat segmentasi subjek, kemudiansampel-sampel yang berada di area subjek akan dirataratauntuk mendapatkan centroid-nya. Jarak daricentroid ke titik perpotongan dinilai dengan menghitunghipotenusanya, setelah itu hipotenusa tersebutdibandingkan dengan hipotenusa dari keseluruhanbidang foto yang telah dikalikan dengan toleransi.Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakindekat jarak centroid subjek dengan salah satu titikperpotongan maka nilainya akan semakin tinggi, begitupula jika jarak centroid dengan salah satu titikperpotongan semakin jauh, maka nilainya akan semakinrendah. Namun, jika jarak antara centroid subjekdengan salah satu titik perpotongan terlalu jauh, makafoto dianggap tidak sesuai dengan rule of thirds dannilainya 0 (nol). Hal ini terjadi karena posisi subjekberada di tengah-tengah bidang foto.Kata Kunci—Aturan Sepertiga, Centroid, CitraFotografi, Estetika, Fotografi, Komposisi Fotografi,Integrasi Monte Carlo, Otsu Threshold, Rule of Thirds.
PERANCANGAN PROGRAM PENGHITUNG JUMLAH KENDARAAN DI LINTASAN JALAN RAYA SATU ARAH MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN C++ DENGAN PUSTAKA OPENCV Fajar Mit Cahyana; Muhammad Julius St.; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.681 KB)

Abstract

OpenCV adalah sebuahlibrary yang berisi fungsi-fungsi pemogramanuntuk teknologi computer vision secara realtime. OpenCV sudah menggunakanantarmuka bahasa C++ dan seluruhpengembangannya terdapat dalam formatbahasa C++. Contoh aplikasi dari OpenCVyaitu interaksi manusia dan komputer;identifikasi, segmentasi dan pengenalan objek,pengenalan wajah, pengenalan gerakan danpenelusuran gerakan.Skripsi ini membahasperancangan program program penghitungjumlah kendaraan di lintasan jalan raya satuarah menggunakan bahasa pemrograman c++dengan pustaka opencv 2.4.4. Video yangdigunakan sebagai objek penelitian dipisahkanbackground dan foregroundnya denganmengguakan background subtraction.Foreground dicari posisi titik centroidnyadalam frame kemudian dihitung berapa titikcentroid yang melewati garis yang ditetapkandalam program yang dirancang.
ANALISIS KEANDALAN DAN NILAI EKONOMIS DI PENYULANG PUJON PT. PLN (PERSERO) AREA MALANG Fery Praditama; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.281 KB)

Abstract

Sebagian pemadaman listrik yang terjadi adalah disebabkan oleh gangguan yang ada pada sistem distribusi. Ketidakandalannya setiap komponen peralatan distribusi mempengaruhi kontinuitas penyaluran tenaga listrik dan rugi-rugi yang dialami PLN. Metode Section Technique adalah pengembangan dari metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) yang digunakan untuk melakukan analisis keandalan pada Penyulang Pujon. Analisis nilai Penyulang Pujon berdasarkan energi tidak tersalurkan dari PLN digunakan untuk menghitung kerugian PLN saat terjadi pemadaman. Dengan menggunakan metode Section Technique didapatkan indeks keandalan SAIDI Penyulang Pujon yang bernilai 0,078712287 dimana dapat diperbaiki dengan penurunan laju kegagalan menjadi 0.078429816 atau pemasangan tie switch pada jaringan menjadi 0,060765313. Perbaikan pada indeks keandalan Penyulang Pujon setelah penambahan tie switch juga berbanding lurus dengan berkurangnya kerugian PLN akibat terjadinya pemadaman dari Rp 2.778.609.501 menjadi Rp 2.465.794.065Kata Kunci - Penyulang Pujon,indeks keandalan, section technique, analisis nilai, laju kegagalan, tie switch
ANALISIS GAYA TAHAN TRANSLATOR MOTOR LINIER PADA SUATU ELEVATOR Duta Narendratama; n/a Wijono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.207 KB)

Abstract

Motor linier merupakan salah satujenis mesin elektrik yang bekerja denganmenghasilkan gerak linier. Padaperkembangannya penggunaan motor liniermulai dikenal dan digunakan pada beberapaaplikasi industri dan angkutan masal. Gerakyang dihasilkan motor linier juga digunakanpada aplikasi ropeless elevator. Elevator jenis initidak lagi bergantung pada konversi gerak putarmenjadi gerak linier. Hal ini berakibat padapeningkatan efesiensi dan keandalan elevator.Kebanyakan motor linier digunakan padaaplikasi gerak linier yang horizontal. Oleh sebabitu, penggunaan pada gerak vertikal harusdiperhatikan ketahanannya. Hal itu dikarenakanketika elevator berhenti harus mampu menahanberat penumpang yang sudah naik maupunpenumpang baru. Untuk itulah, penelitian inidilakukan. Pada penelitian ini, akan diambilmotor linier jenis permanent magnet linearsynchronous motor (PMLSM) dengan coil beradapada bagian stator. Linier motor jenis inimemiliki kemampuan untuk menghasilkan gayayang besar serta bagian translator memiliki beratyang ringan.Dari penelitian ini diketahui karakteristik motorlinier, yaitu hubungan arus dari sumber yangditerapkan pada elevator motor linier adalahberbanding lurus terhadap beban yang mampuditahan oleh motor linier dalam keadaan diamatau berhenti.Kata kunci: motor linier, ropeless elevator,PMLSM
KOORDINASI PROTEKSI ARESTER PCB DAN DIODA ZENER DENGAN ELEMEN DEKOPLING PADA PERALATAN LISTRIK Resi Ratnasari; Mochammad Dhofir; n/a Soemarwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.066 KB)

Abstract

Pada arester PCB terdapat kesulitan dalam merekayasa jarak elektroda sela udara di bawah 1 mm dengan tingkat proteksi 1,5 kV. Apabila digunakan untuk mendapatkan tingkat proteksi 0,8 kV dibutuhkan suatu kombinasi proteksi antara arester PCB dan dioda zener secara kaskade. Kaskade arester ini memerlukan suatu elemen dekopling agar koordinasi proteksinya dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu perancangan, pengujian dan analisis kaskade arester. Perancangan kaskade arester meliputi perancangan arester PCB, pemilihan dioda zener dan perancangan elemen dekopling. Pengujian dilakukan dengan menaikkan tegangan dari 2 kV hinga 10 kV impuls puncak. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa elemen dekopling yang digunakan adalah induktor 0,36 mH dengan inti ferit. Pada kaskade arester dengan elemen dekopling tersebut, tegangan impuls 10 kV mampu dipotong hingga 317 V dengan waktu pemotongan 80 ns.Kunci kunci – kaskade arester, arester PCB, dioda zener, elemen dekopling, induktor
PERANCANGAN DAN ANALISIS RANGKAIAN RECTIFIER PADA RECTENNA MENGGUNAKAN ANTENA TELEVISI Dyah Retno Palupi; Rudy Yuwono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.229 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentangperancangan dan analisis rangkaian rectifier padarectena dengan menggunakan antena televisisebagai sumber sinyal. Pada penelitian inimembahas bagaimana merancang rectifier, suaturangkaian yang berfungsi untuk mengubahtegangan AC yang ditangkap oleh antena televisimenjadi tegangan DC serta berapa besar nilaikapasitor yang digunakan untuk memperhalusripple tegangan DC. Frekuensi yang digunakanpada penelitian ini adalah frekuensi televisi yangberada pada rentang 470-806 MHz. Jenis antenatelevisi yang digunakan adalah antena televisiindoor, outdoor dengan booster, dan antena planarlogo UB. Hasil pengujian menunjukkan rangkaianrectifier dapat mengubah sinyal yang ditangkapantena televisi menjadi tegangan DC, sebesar0.3916 Volt menggunakan antena indoor, 1.001Volt menggunakan antena outdoor dengan booster ,dan 0.2916 Volt menggunakan antena planar logoUB. Nilai tegangan keluaran rata-rata dari ketigaantena terseebut adalah sebesar 0,5614 Volt. Untukdapat berfungsi sebagai penghalus ripple yangbekerja dengan baik pada rentang frekuensi antenatelevisi 470-806 MHz nilai kapasitor yang dapatdigunakan adalah 114,83 – 196,92 nF. Dari ketigaantena tersebut, hanya antena outdoor denganbooster yang dapat menyalakan indikator LED.Kata Kunci: Antena, Rectenna, Rectifier, Energyharvesting
IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY (KLF) SEBAGAI PENGENDALI SUHU SISTEM PASTEURISASI KUNING TELUR CAIR BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO Rizky Arissandi; Erni Yudaningtyas; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.195 KB)

Abstract

Pasteurisasi merupakan proses disinfeksibakteri dengan menggunakan suhu rendah dan rentangwaktu tertentu. Pasteurisasi dapat dilakukan padaberbagai jenis bahan makanan, salah satunya adalahkuning telur cair. Pasteurisasi kuning telur cair dapatdilakukan dengan menggunakan suhu minimal 60°Cselama 3,5 menit. Penelitian ini difokuskan padapengendalian suhu untuk sistem pasteurisasi kuningtelur cair menggunakan KLF berbasis ArduinoMega2560-R3, sehingga diperoleh sebuah desainpengendalian suhu yang tepat untuk sistem pasteurisasitelur cair.Sistem pasteurisasi yang digunakan penelitianini dilakukan pada suhu 60°C selama 3,5 menitterhadap kuning telur cair. Pada penelitian ini, prosesperancangan KLF dilakukan dengan mengunakan 5Membership Function (MF) dengan metode InferensiMIN-MAX Composition dan metode DefuzzifikasiWeightened Average (WA). Pada tahap prosespengendalian, didapatkan hasil respon sistem yangsesuai dengan settling time sebesar 244 detik.Kata kunci- KLF, pasteurisasi, kuning telur, suhu
ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN MODEL WALFISCH-IKEGAMI PADA TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION (LTE) FREKUENSI 1800 MHz Achmad Reza Irianto; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.322 KB)

Abstract

Kebutuhan akan teknologi komunikasi yang handal baik dalam penyajian kecepatan laju data maupun kualitas pelayanan semakin meningkat, datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi solusi untuk para konsumen yang menginginkan kecepatan dalam mengakses data , dimana LTE merupakan teknologi yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP).Karakteristik yang paling berpengaruh untuk menentukan performansi sebuah sistem komunikasi adalah nilai level daya terima. Pada penelitian ini penulis menggunakan model propagasi Walfisch-ikegami untuk mengetahui nilai pathloss.Jarak antara BS dan UE mempengaruhi nilai level daya terima, ketinggian gedung disekitar BS, jarak antar titik tengah gedung disekitar BS dan teknik modulasi juga berpengaruh terhadap nilai level daya terima yang dihasilkan dan secara otomatis berhubungan juga dengan nilai SNR dan BER yang dihasilkan, untuk kondisi hb>h dengan teknik modulasi 64 QAM ¾ serta parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan adalah < 3,97 km, untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan <3,44 km dan untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=30 m, b=500 m radius BS dengan UE yang disarankan <4,77 km. sedangkan untuk tidak disarankan untuk merancang suatu BTS mobile LTE dengan kondisi hb<h karena radius yang dapat dijangkau sangat kecil, kecuali menggunakan teknik modulasi QPSK ½ dengan parameter h= 60 m, b=500 m karena pada kondisi tersebut radius yang dijangkau bisa mencapai 5 km.Kata Kunci— Level Daya Terima, Walfisch-Ikegami, model propagsi, LTE
Pengendalian Kadar Keasaman (pH) Pada Pengendapan Tahu Menggunakan Kontroler PID Berbasis ATmega328 Dyah Ayu Anggreini T; n/a Retnowati; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.802 KB)

Abstract

Pengendalian kadar keasaman pada pengendapan tahu sangat diperlukan karena kadar keasaman air pengendapan pada umumnya cenderung basa, keadaan ini tidak memenuhi syarat kadar keasaman ideal tahu yaitu pH 5. Pada skripsi ini Arduino UNO yaitu sebuah board mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega328 diaplikasikan sebagai perangkat pengendali kadar keasaman air pengendapan.Pengendalian dirancang agar kadar keasaman air pengendapan tahu sesuai dengan setpoint yaitu pH 5 dengan mengendalikan putaran pompa yang berisi cairan asam dan air. Hasil identifikasi menggunakan MATLAB 7.7 didapatkan fungsi alih sistem numerator sebesar 1.554 s + 0.07376 dan denumerator sebesar s2 + 1.688 s + 0.06762. Proses perancangan kontroler PID menggunakan metode root locus dan didapatkan bahwa semua akar berada disebelah kiri bidang s, sehingga respon yang didapat dari semua pole stabil. Hasil perhitungan parameter PID dengan pole s = -5.1109 didapatkan nilai parameter PID terbaik yaitu Kp = 3.9133, Ki = 10 dan Kd = 0.3828.Kata Kunci—pH, tahu, PID, Arduino UNO.
Identifikasi Self Tuning PID Kontroler Metode Backward Rectangular Pada Motor DC Andhyka Vireza; Muhammad Aziz Muslim; Goegoes Dwi Nusantoro
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.7 KB)

Abstract

Kontroler PID akan berjalan dengan baikjika mendapatkan tuning yang tepat. Dalam beberapakasus menggunakan metode ziegler – nichols terdapatkesulitan dalam menentukan tunning yang tepat.Sehingga parameter yang didapat dari perhitunganZiegler – Nichols tidak dapat mengendalikan plantdengan baik.Untuk mengatasi kelemahan tersebut,dikembangkan metode self tuning. Metode self tuningberguna agar dapat mengendalikan plant tanpamenentukan parameter secara manual. Salah satumetode self tuning PID adalah metode backwardrectangular yang merupakan pengembangan dari metodeZiegler – Nichols.Skripsi ini bertujuan untuk menyampaikanpenelitian hasil identifikasi self tuning PID menggunakanmetode backward rectangular pada motor DC. Aktuatorberupa motor DC 12 V yang terintegrasi dengan arduinodan perangkat lunak. Berdasarkan pengujian yang telahdilakukan, diperoleh hasil pengujian keakurasian (BestFits) dengan sinyal uji PRBS adalah 93.46%.Respon sistem self tuning PID terlihat bahwa ketikaterjadi perubahan set point, nilai overshoot dari responsistem semakin lama semakin kecil, dan nilainya tidakmelebihi kriteria overshoot sebesar 5%. Serta nilai errorsteady state (ess) sebesar 0% disetiap nilai set point.Kata kunci— Motor DC, Self tuning PID, SistemIdentifikasi.

Page 27 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue