cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
EVALUASI RELE ARUS LEBIH PADA TRANSFORMATOR DAYA III 30MVA 70/20 kV DI GARDU INDUK BUKIT SIGUNTANG PALEMBANG Jasri Kariadi Ginting; Hadi Suyono; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam operasi sistem tenaga listrik sering terjadi gangguan yang dapat mengakibatkan terganggunya penyaluran energi listrik ke konsumen. Semakin sering terjadinya gangguan, maka akan semakin kurang tingkat keandalan suatu penyulang dan semakin besar PLN mengalami kerugian. Laporan akhir ini dimaksudkan untuk menganalisa gangguan yang sering terjadi pada Gardu Induk Bukit Siguntang. Gangguan yang sering terjadi adalah gangguan hubung singkat yang terjadi di penyulang Banteng. Langkah yang akan di lakukan pada penelitian ini adalah menghitung arus gangguan hubung singkat, melihat karakteristik, menghitung waktu penyetelan rele pengaman dan akan membandingkan nilai yang terpasang dilapangan dengan hasil perhitungan. Berdasarkan perhitungan arus gangguan hubung singkat paling besar yakni sebesar 5665,57 A, sedangkan yang paling kecil sebesar 245,6 A. Lalu waktu penyetelan pada sisi incoming transformator adalah 0,18 sedangkan di sisi penyulang adalah 0,11, sedangkan untuk setelan arus primer di sisi incoming transformator adalah 910 ampere dan 388 ampere untuk sisi penyulang. Sehingga dari hasil perhitungan maka penyulang Banteng di Gardu Induk Bukit Siguntang perlu di lakukan penyetelan ulang.Kata Kunci: Proteksi, rele arus lebih, tegangan menengah.
SISTEM PENGENDALIAN SUHU PADA PLANT 73412 MENGGUNAKAN PID DIGITAL Hermawan, Dimas Aga Yusuf; Yudaningtyas, Erni; Rusli, Mochammad
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir seluruh industri di dunia saat ini memanfaatkan perkembangan teknologi kontrol. Plant 73412 adalah salah satu plant suhu yang digunakan dalam teknologi kontrol. Plant suhu memiliki respon yang lambat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kontroler yang tepat dan sesuai dengan plant sistem. Kontroler Proporsional Integral Diferensial (PID) adalah kontrol aksi yang memiliki respon cepat, sehingga sesuai untuk mengendalikan suhu plant 73412 dan dapat menekan error steady state di bawah 2%. Dalam penelitian ini dilakukan pencarian parameter kontroler yang tepat dengan menggunakan teori pertama metode Ziegler-Nichols dan didapat nilai parameter Kp = 55.2, Ki= 44.16, dan Kd = 17.25. Pada setpoint 30°C, 32°C, 34°C, 36°C, 38°C, dan 40°C didapatkan settling time masing-masing adalah 28 detik, 38 detik, 44 detik, 55 detik, 58 detik, dan 64 detik. Sedangkan error steady state rata-rata semuanya di bawah 2%, masing-masing adalah 1,8341 %, 1,7555 %, 1,7837 %, 1,2729 %, 1,1468 %, dan 1,3981 %. Pada setpoint 30°C dan 32°C didapatkan settling time 35 detik , 50 detik dan error steady state 1,1945% dan 1,3371%.Kata Kunci— Plant 73412, Pengendalian suhu, Kontrol PID
SINGLE AXIS LINEAR SLIDE ACTUATOR (SLIDER) ROBOT MENGGUNAKAN STEPPER MOTOR DALAM APLIKASI KONTES ROBOT ABU INDONESIA Muhammad Jaka W.; Mochammad Rusli; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot Abu (KRAI) adalah perlombaan resmi yang diselenggarakan tiap tahunnya oleh DIKTI. Perlombaan ini di ikuti oleh seluruh Universitas di Indonesia. Rule dari perlombaan KRAI adalah bersumber dari perlombaan se-Asia-Pasific yaitu ABU Robocon (Asia-Pasific Broadcasting Union Robot Contest). Peraturan ABU Robocon berbeda tiap tahunnya sesuai negara mana yang menjadi tuan rumah. Single axis linear slide actuator (slider) sering digunakan dalam perlombaan KRAI apabila robot membutuhkan perpanjangan lengan dalam melaksanakan tugasnya. Efisiensi gerakan sangat dibutuhkan pada pergerakan slider. Slider robot menggunakan aktuator yaitu stepper motor. Rotary encoder sebagai pembaca posisi slider dan keypad sebagai setpoint. Stepper motor yang digunakan memiliki arus perfasa sebesar 1,5 A/phase dan step angle sebesar 1,80. Dalam pengujian di dapatkan jarak per pulsa sebesar 0,44mm/pulsa untuk mode full step dan 0,21875 mm/pulsa untuk mode half step dan nilai pembacaan jarak rotary per pulsa sebesar 1,7543 mm/pulsa. kesalahan pembacaan terbesar pada rotary encoder adalah 3,3 % dan kesalahan pembacaan penggaris sebesar 1,67 %. Kata kunci-stepper motor, rotary encoder, driver L297
ANALISIS TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA LISTRIK PADA PEMBANGUNAN GARDU INDUK KALASAN DI YOGYAKARTA Malinda Dinna Auliya; Hadi Suyono; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan GI Kalasan diantaranya bertujuan untuk pertambahan kebutuhan tenaga listrik, memperbaiki mutu dan keandalan penyaluran tenaga listrik ke konsumen serta mendekatkan GI ke arah pelanggan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Newton Rhapson yang ada pada program PSS®E v.33.0. Pada hasil simulasi keadaan setelah dibangun GI Kalasan, nilai tegangan mengalami kenaikan dan rugi-rugi daya menurun. Rata-rata kenaikan nilai tegangan untuk beban maksimum, rata-rata dan minimum berturut-turut sebesar 1.93 kV, 0.04 kV dan 0.15 kV. Penurunan rugi-rugi daya untuk beban maksimum, rata-rata dan minimum berturut-turut sebesar 30.94%, 15.51% dan 15.03% dari keadaan sebelum dibangun GI Kalasan. Kontingensi terjadi pada keadaan setelah dibangun GI Kalasan di saluran dari bus 1 ke bus 15 dan dari bus 6 ke 15 dimana nilai tegangannya menurun dan rugi-rugi daya naik. Rata-rata penurunan nilai tegangan saat terjadi kontingensi di saluran dari bus 1 ke bus 15 dan dari bus 6 ke bus 15 berturut-turut untuk beban maksimum adalah 1.84 kV dan 1.57 kV, untuk beban rata-rata adalah 2.29 kV dan 2.06 kV dan untuk beban minimum adalah 1.57 kV dan 1.40 kV. Sedangkan untuk kenaikan rugi-rugi daya pada beban maksimum sebesar 39.76% dan 36.39%, pada beban rata-rata sebesar 48.61% dan 46.17% dan pada beban minimum sebesar 40.05% dan 38.01%.Kata kunci: Newton Raphson, tegangan, rugi-rugi daya, kontingensi.
STUDI ISOLASI MINYAK RANDU DENGAN PENAMBAHAN FENOL DALAM MEDAN LISTRIK HOMOGEN DAN NON-HOMOGEN Frengky Adi Lestari; Moch. Dhofir; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi adalah pemisah antar peralatan bertegangan dengan tidak bertegangan. Salah satu isolasi yang dibahas pada penelitian ini yaitu isolasi cair, karena isolasi cair memiliki fungsi sebagai proteksi, pendingin dan self charging(dapat memperbaiki diri) ketika terjadi pelepasan muatan. Isolasi dari minyak randu di uji secara fisis. Sifat fisis yang akan di uji meliputi arus konduksi, arus bocor, tegangan tembus, dan efisiensi medan listrik. Pengujian arus konduksi dilakukan dengan menggunakan pengukuran tegangan tinggi bolak-balik (DC) sedangkan arus bocor dan tegangan tembus dilakukan dengan menggunakan pengukuran tegangan tinggi (AC). Arus konduksi difungsikan untuk mengetahui tahanan isolasi yang meliputi resistivitas. Sedangkan nilai permitivitas minyak randu diuji langsung dengan menggunakan multimeter, hal ini difungsikan untuk mengetahui nilai kapasitansi pada minyak randu sehingga nilai permitivitas minyak randu dapat diketahui. Serta arus bocor digunakan untuk megetahui besarnya arus yang mengalir pada minyak randu pada berbagai elektroda dan tegangan tembus digunakan untuk mengetahui kekuatan dielektrik dari minyak randu. Untuk nilai standart tegangan tembus yaitu ≥ 30 kV sesuai SPLN 1982 49-1 pada jarak sela 2,5 mm. Untuk susunan elektroda yang digunakan di dalam pengujian medan homogen (elektroda standart, bola-bola) dan non-homogen (jarum-piring). Dan Distribusi medan listrik homogen dan non-homogen dilakukan dengan menggunakan FEMM 4.2. Untuk dianalisis efisiensi dari medan listrik homogen yang ≤ 1, Dan medan non-homogen < 1.Kata Kunci – Isolasi cair, arus konduksi, arus bocor, tegangan tembus, FEMM
Rancang Bangun Digital Bandpass Filter sebagai Aplikasi Sound Activation pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Guntur Eka Putro; Wahyu Adi Priyono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) merupakan sistem robot cerdas, dimana robot diberikan kecerdasan buatan untuk melaksanakan tugasnya. Robot diaktifkan dengan memberikan sinyal suara yang memiliki frekuensi 3,8 kHz. Sistem sound activation pada robot KRPAI berfungsi untuk mendeteksi sumber audio berupa suara dengan frekuensi 3,8 kHz. Digital bandpass filter adalah salah satu jenis filter digital yang berfungsi untuk meloloskan sinyal yang memiliki range frekuensi diantara frekuensi batas bawah dan frekuensi batas atas. Untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dilakukan proses analog to digital converter (ADC) yang terdiri dari sampling, kuantisasi, dan coding. Tujuan akhir penelitian ini adalah aplikasi digital bandpass filter pada sistem sound activation sehingga mampu mendeteksi sumber audio berupa suara dengan frekuensi 3,8 kHz dengan baik.Kata kunci: KRPAI, frekuensi, analog to digital converter, lowpass filter, digital bandpass filter
Sistem Pengendalian Intensitas Cahaya Pada Miniatur Ruang Kuliah Dengan Menggunakan Kontroler ON-OFF Pandu Arya Zulkarnain; n/a Rahmadwati; n/a Retnowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk desain ruang kuliah. Kekurangan intensitas cahaya akan menyebabakan LVS (Light vision syndrome) sehingga mata cepat lelah, di sisi lain terlalu banyak intensitas cahaya akan menyebabkan Photopobia pada mata. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis akan mendesain suatu sistem pengendalian intensitas cahaya pada miniatur ruang kuliah.Pada penelitian ini dibuat suatu perekayasaan kondisi lingkungan untuk pengendalian intensitas cahaya menggunakan miniatur ruang kuliah. Sensor yang digunakan adalah LDR (Light Dependent Resistor). Sensor LDR ini berfungsi untuk membaca intensitas cahaya yang masuk pada plant. Setpoint intensitas cahaya yang digunakan 250 lux. Sensor LDR diletakkan dibawah lampu LED, apabila intensitas cahaya kurang dari setpoint maka lampu akan semakin terang dan apabila lebih dari setpoint maka lampu akan mati.Hasil pengujian yang dilakukan menggunakan kontroler on-off terhadap sistem mampu mempertahankan level respon selama 270 detik atau 4,5 menit pada rentang level 262-246 lux.Kata kunci -- ruang kuliah, Arduino Uno, pengaturan intensitas cahaya, Kontroler ON-OFF, sensor LDR.
Analisis Jatuh Tegangan Dan Rugi Daya Sistem Transmisi 70kV Pada PLTA Sengguruh- GI Kebonagung Serta Upaya-Upaya Perbaikannya Gagah Pratama Putra; Teguh Utomo; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi penyediaan dan keandalan listrik telah menjadi indikator pertumbuhan ekonomi nasional. Sistem tenaga listrik yang andal dan berkualitas baik serta memenuhi standar mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi masyarakat. Meningkatnya usaha di bidang industri yang umumnya bersifat induktif menyebabkan terjadinya rugi tegangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi tegangan dan rugi daya pada sistem transmisi 70kV pada PLTA Sengguruh-GI Kebonagung agar sesuai dengan standar toleransi sebesar +5% s/d -10%. Perbaikan jatuh tegangan dan rugi daya ini bisa dilakukan dengan injeksi daya reaktif melalui kapasitor.Kondisi tegangan pada saat ini belum memenuhi toleransi tegangan yang telah ditetapkan PT. PLN (Persero) sebesar +5% s/d -10%. Tegangan di GI Kebonagung sebesar 67,4 kV, GI Sengguruh sebesar 61,97 kV, GI Turen sebesar 62,62 kV, GI Gampingan sebesar 61,91 kV, GI Karangkates sebesar 60,28 kV, dan rugi daya total sebesar 3,60 MW dan 6,66 MVAR.Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Sengguruh sebesar 51,11 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,4 kV (naik 5,43 kV), GI Turen sebesar 65,04 kV (naik 2,42 kV), GI Gampingan sebesar 67,21 kV (naik 5,30 kV), GI Karangkates sebesar 65,86 kV (naik 5,58 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,05 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,61 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Turen sebesar 50,46 MVA belum berhasil memenuhi toleransi tegangan, dikarenakan tegangan di GI Karangkates masih melebihi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 64,36 kV (naik 3,04 kV), GI Turen sebesar 67,4 kV (naik 4,78 kV), GI Gampingan sebesar 64,42 kV (naik 2,51 kV), GI Karangkates sebesar 62,75 kV (naik 2,47 kV), dan rugi daya total sebesar 3,46 MW dan 6,42 MVAR (turun 0,14 MW dan 0,24 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Gampingan sebesar 50,52 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 67,19 kV (naik 5,22 kV), GI Turen sebesar 65,13 kV (naik 2,51 kV), GI Gampingan sebesar 67,4 kV (naik 5,49 kV), GI Karangkates sebesar 65,65 kV (naik 5,37 kV), dan rugi daya total sebesar 3,25 MW dan 6,06 MVAR (turun 0,35 MW dan 0,60 MVAR). Upaya perbaikan dengan pemasangan kapasitor di GI Karangkates sebesar 38,34 MVA telah berhasil memenuhi toleransi tegangan. Tegangan di GI Sengguruh sebesar 65,99 kV (naik 4,02 kV), GI Turen sebesar 64,42 kV (naik 1,80 kV), GI Gampingan sebesar 65,84 kV (naik 3,93 kV), GI Karangkates sebesar 67,4 kV (naik 7,12 kV), dan rugi daya total sebesar 3,73 MW dan 6,42 MVAR (naik 0,13 MW dan turun 0,24 MVAR).Dari data dan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pemasangan kapasitor yang paling optimal adalah di GI Sengguruh karena dapat menaikkan tegangan terbesar dan memiliki total rugi daya sistem terkecil.Kata kunci – Jatuh tegangan, rugi daya, kapasitor.
STUDI ANALISIS PENINGKATAN KEANDALAN DISTRIBUSI 20 kV MENGGUNAKAN SISTEM FDIR PADA PENYULANG BERBEK GARDU INDUK RUNGKUT SURABAYA JAWA TIMUR Rendy Previanto; Unggul Wibawa; Mahfudz Shidiq
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengevaluasi indeks keandalan sistem distribusi 20 kV pada Penyulang Berbek Gardu Induk Rungkut Surabaya Jawa Timur dengan menggunakan Fault Detection, Isolation, and Restoration (FDIR) yang mana merupakan sebuah metode pengontrolan sistem distribusi pada feeder untuk meningkatkan keandalan. Dengan menerapkan sistem FDIR maka akan didapatkan nilai Indeks Keandalan yang dihasilkan ketika terjadi gangguan pada sebuah sistem distribusi.Berdasarkan hasil analisa pada sistem distribusi ini, sistem distribusi ini sudah memenuhi standar SPLN No. 68-2 1986. Dan dari penerapan Fault Detection, Isolation, and Restoration juga didapatkan perbaikan nilai indeks keandalan, yaitu pada saat kondisi normal konfigurasi PLN didapatkan SAIFI sebesar 2,123 Pemadaman/Tahun, SAIDI sebesar 22,10 Jam/Tahun, sedangkan setelah diterapkan sistem Fault Detection, Isolation, and Restoration (FDIR) didapatkan SAIFI sebesar 0,978 Pemadaman/Tahun dan SAIDI sebesar 7,176 Jam/Tahun.Kata Kunci: Keandalan, Fault Detection, Isolation, and Restoration, Indeks Keandalan, Sistem Distribusi 20 kV.
ANALISIS KOORDINASI RELE ARUS LEBIH DAN RELE GANGGUAN TANAH SEBELUM DAN SESUDAH PENAMBAHAN UNIT PEMBANGKIT BARU PADA PLTGU GRATI Novan Ardita Pratama; n/a Soemarwanto; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 6 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang koordinasi relearus lebih (Over Current Relay disingkat OCR) dan relegangguan tanah (Ground Fault Relay disingkat GFR)pada PLTGU Grati. Penambahan unit pembangkit barutentu diikuti dengan risiko gangguan kelistrikan yanglebih besar, khususnya gangguan hubung singkat. Dalammenjaga penyaluran energi listrik agar berlangsungdengan baik, maka diperlukan analisis terhadapkoordinasi OCR dan GFR sisi keluaran trafo utama padamasing-masing pembangkit karena memiliki risiko arusgangguan hubung singkat terbesar. Permasalahan yangmuncul inilah yang dianalisis, apakah arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru justru semakin turun atau meningkat, dan denganperubahan besar arus gangguan hubung singkat tersebutapakah perlu dilakukan perubahan terhadap setelan OCRdan GFR dalam menjaga peralatan instalasi kelistrikandari gangguan hubung singkat. Analisis ini dilakukandengan menghitung nilai arus gangguan tiga fasa, antarfasa, dua fasa ke tanah dan satu fasa ke tanah sebelumdan setelah penambahan unit pembangkit baru denganmetode perhitungan impedansi urutan ekivalen sistemsesuai titik-titik gangguan yang dianalisis yaitu keluarantrafo utama masing-masing pembangkit. Setelahmendapatkan besar arus gangguan hubung singkat,langkah selanjutnya menentukan setelan OCR dan GFRuntuk memproteksi dari arus gangguan hubung singkattersebut. Hasil perhitungan menunjukkan bahwapenambahan unit pembangkit baru membuat nilai arusgangguan hubung singkat meningkat, khususnya arusgangguan maksimum, yaitu dari 11772.74842 A menjadi13100.17270 A. Namun naiknya arus gangguan hubungsingkat setelah penambahan unit pembangkit baru, nilaiarus gangguan hubung singkat masih dibawah nilaibreaking current PMT yang digunakan, sehingga secarateknis PMT masih bekerja dengan baik meskipunditambahkan unit pembangkit baru. Berdasar hasilperhitungan yang dipengaruhi naiknya arus gangguanhubung singkat setelah penambahan unit pembangkitbaru pada PLTGU Grati, mengakibatkan adanyaperubahan setelan OCR dan GFR pada sisi keluaran trafoutama masing-masing pembangkit, perubahan yangdimaksud adalah setelan arus dan TMS (Time MultipleSetting).Kata kunci – Koordinasi OCR dan GFR, ArusGangguan Hubung Singkat, PLTGU Grati.

Page 45 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue